Tips Ampuh Agar Tidak Terjebak Jeratan Pinjol (Pinjaman Online)

Tips Ampuh Agar Tidak Terjebak Jeratan Pinjol (Pinjaman Online)

Kian hari semakin banyak masyarakat yang mengeluhkan terjebak jeratan pinjol, alias pinjaman online. Penyebabnya pun beragam. Mulai dari iming- iming limit besar, bunga kecil, dan juga kemudahan dalam meminjam.

Namun setelah mengambil pinjaman, ternyata besaran bunga seringkali tidak sesuai ekspektasi awal. Selain itu banyak peminjam yang terjebak dalam budaya gali lubang tutup lubang. Tak ayal, akhirnya kreditur pun menjadi sasaran teror debt collector.

Fenomena Pinjaman Online yang Kian Populer Tapi Memakan Banyak Korban

Mengapa banyak orang tertarik berhutang di pinjol? Sekilas yang Panda sebutkan tadi adalah kemudahan. Meminjam di pinjaman online sangat lah mudah, karena tidak melalui prosedur ala perbankan yang cenderung lebih ketat.

Peminjam bisa dengan mudah mengajukan pinjaman melalui gadget. Hanya dengan modal foto diri dan kartu identitas, peminjam bisa mendapatkan pinjaman tanpa agunan.

Namun dibalik kemudahan itu, ternyata ada banyak celah yang membuat peminjam mengalami kerugian besar. Mulai dari bunga yang lebih mahal dari perbankan, hingga penyalahgunaan data privasi. Akhirnya,banyak yang terjebak dalam masalah finansial yang lebih pelik akibat pinjaman online ini.

Tips Agar Tidak Terjebak dalam Jeratan Pinjol

Bunuh diri karena stres terjebak pinjol
Korban pinjol bisa sangat depresi setelah terjebak terlalu dalam/ via CNN Indonesia

Kenyataannya, ada beberapa situasi dimana mau tidak mau kita terlibat dengan hutang piutang. Daaannn… pinjaman online adalah salah satu opsi yang memberi kita kemudahan dalam meminjam uang. Sangat mudah, nyaris instan!

Tapi rasanya akan mengerikan jika kemudahan ini harus kita tebus dengan menyerahkan data pribadi ke oknum yang tidak bertanggungjawab. Untuk itu, agar bisa meminimalisir jebakan jerat pinjol, ada beberapa upaya yang bisa sobat Panda lakukan. Simak ulasan Panda berikut ini ya : 

1. Cek Legalitas Pinjol di OJK

Untuk menghindari masalah di kemudian hari, penting sekali untuk memastikan apakah platform pinjaman yang akan kita gunakan terdaftar resmi di OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Kita bisa mengeceknya dengan mudah melalui situs resmi OJK. Selain itu, cari tahu juga apakah platform pinjol ini sudah lama beroperasi atau masih baru untuk pertimbangan lebih lanjut.

2. Pinjam Sesuai Kebutuhan

Banyak yang terjebak jeratan pinjol karena menggunakan pinjaman untuk kebutuhan konsumtif. Padahal kebutuhan tersebut tidak urgent dan bisa untuk ditunda.

Akan lebih bijak jika kita meminjam sesuai kebutuhan saja. Dan mempertimbangkan bunga yang cenderung lebih tinggi dari perbankan, pinjol bisa jadi alternatif untuk kebutuhan darurat. Jika tidak darurat, perbankan bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

3. Menjaga Data Pribadi itu Penting

Menjaga data pribadi di era digital seperti ini sangat penting agar kita terhindar dari kejahatan siber, alias cyber crime. Karena lengah sedikit saja, data pribadi kita bisa disalahgunakan oleh oknum untuk pinjaman ilegal.

Maka dari itu, berhati- hatilah dalam mengunduh aplikasi dan mengatur ijin/ permission setiap aplikasi. Terlebih jika aplikasi ini meminta mengunggah kartu identitas atau mengharuskan mengisi data pribadi.

4. Hapus SMS Tawaran Pinjaman Online Ilegal

Pinjaman yang terdaftar resmi di OJK tidak boleh menawarkan pinjaman melalui saluran komunikasi pribadi, seperti pesan teks atau pesan instan pribadi lain tanpa persetujuan konsumen.

Artinya, jika sobat Panda menerima pesan teks atau penawaran pinjaman, kita wajib berhati- hati. Karena bisa dipastikan bahwa ini bukan berasal dari pinjaman yang sah dengan izin OJK.

5. Bandingkan Suku Bunga dan Biaya Lain- lain

Langkah selanjutnya agar tidak terjebak dalam jeratan pinjol adalah membandingkan suka bunga dan biaya. Pastikan sobat Panda sangat teliti untuk membandingkan suku bunga dalam periode yang sama.

Karena tidak jarang ada yang mempromosikan suku bunga dengan angka sangat kecil, nyatanya itu adalah bunga harian. Setelah sama- sama dihitung sebagai bunga bulanan, ternyata angkanya menjadi lumayan besar. Pernah mengalami seperti itu?

Selain itu, cek juga perkiraan biaya administrasi, biaya provisi, dan juga biaya penalti jika terlambat membayar. Namun tentu saja, hindari untuk terlambat melakukan pembayaran pinjaman ya. Ini berlaku untuk pinjaman di platform dan media apa saja.

6. Selektif dalam Menerima Tawaran

Dengan berbagai alasan, pinjaman online sering menjadi penawaran menggiurkan. Dengan iklan yang cukup agresif, tidak jarang kita yang awalnya tidak tertarik, jadi mulai tergoda dan ingin mencoba.

Untuk itu, penting sekali untuk bijak dalam mengatur finansial dan selektif dalam melihat penawaran. Sebelum mengambil tawaran, cobalah menganalisis kebutuhan dan peluang dengan lebih teliti, kritis dalam menilai biaya, serta mempertimbangkan jangka waktu pinjaman.

Sekali lagi, jika tidak urgent, maka pinjol ini adalah sesuatu yang tidak benar- benar Anda butuhkan. Skip iklannya, hapus penawarannya.

7. Siapkan Dana Darurat

Yes, pengelolaan keuangan yang baik sebenarnya adalah salah satu kunci penting untuk menghindari jerat pinjol. Seperti Panda katakan di atas, dalam situasi urgent pinjol bisa menjadi penolong.

Tapi penolong ini bisa menjadi jebakan saat kita mulai tergantung dengan pinjol. Merasa urgent sedikit pinjol, merasa butuh sekali lalu pinjol. Kita merasa dimudahkan, lalu menjadi candu dan ketergantungan yang kita tebus mahal.

Padahal dengan mengelola dana darurat, kita bisa mempersiapkan diri dengan lebih aman, sekaligus mencegah ketergantungan yang memanjakan. Masuk akal, kan?

Kesimpulan

Banyak pinjol merugikan? Iya, saat kita terjebak dalam pinjol ilegal. Atau saat kita mulai terjerat dalam budaya gali lubang tutup lubang dengan beberapa aplikasi pinjaman online.

Kenyataannya, banyak orang tersadar dampak negatif pinjol ini setelah mereka terjebak dalam pusara ketergantungan pinjaman online dan stres untuk melunasinya. Padahal dengan lebih bijak finansial dan menerapkan 7 tips di atas, kita bisa meminimalisir masalah ini.

Jadi sebelum melakukan pinjaman online, cobalah untuk teliti dan berhati- hati terlebih dahulu ya! Semoga ulasan Panda kali ini bermanfaat!

Sebelum Mulai, Kenali Dulu Apa itu Investasi, Jenis Investasi, Manfaat dan Resiko nya

Sebelum Mulai, Kenali Dulu Apa itu Investasi, Jenis Investasi, Manfaat dan Resiko nya

Sebelum memulai investasi, penting sekali untuk calon investor mengetahui apa itu investasi dan jenis- jenis investasi. Karena dengan memahami dasar ini, akan semakin mudah untuk kita mengenali keperuntukannya, resiko dan manfaatnya.

Investasi memang sedang giat- giatnya dipromosikan. Terlebih, investasi yang kerap dikaitkan dengan stigma orang kaya atau berduit kini mulai luntur. Siapa saja bisa berinvestasi!

Tentu saja ini adalah berita bagus. Semakin banyak masyarakat, terutama anak muda yang mulai sadar pentingnya mengelola aset di usia produktif. Dengan melek finansial, tentunya masa depan akan bisa kita tata lebih baik dengan syarat memahami betul tujuan dari pengelolaan keuangan kita.

Apa itu Investasi?

Jenis investasi yang cocok untuk milenial

Sebelum membaca lebih lanjut, di tahap awal penting untuk mengetahui apa itu investasi. Pengertian dari investasi adalah cara memperoleh keuntungan melalui proses menanamkan modal, bisa berupa dana pada satu atau lebih instrumen untuk jangka waktu tertentu.

Orang yang menyetor modal investasi ini kita sebut sebagai investor. Umumnya, modal yang investor tanamkan akan dikelola oleh bank, manajer investasi, atau lembaga keuangan.

Dalam jangka waktu tertentu, keuntungan dari pengelolaan modal ini nanti akan kembali pada investor sebagai imbal balik, sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.

Selain memperoleh keuntungan, kita juga bisa berinvestasi untuk mencapai manfaat tertentu di masa depan. Misalnya saja alokasi dana pendidikan, persiapan dana pensiun, dana darurat, menyimpan uang agar tidak tergerus inflasi, dan lain sebagainya.

Jenis- jenis investasi cukup beragam. Mulai dari jenis investasi berdasarkan rentang waktu, sumber pembiayaan, bentuk, hingga jenis investasi berdasarkan obyek investasi. Simak ulasan Panda di segmen di bawah ini untuk lebih lengkapnya ya!

Jenis- jenis Investasi Berdasarkan Rentang Waktu

Mengenal jenis- jenis investasi

Berdasarkan rentang waktu, jenis investasi terdiri dari dua jenis berikut ini : 

Investasi Jangka Pandek

Investasi jangka pendek artinya investasi yang menanamkan sejumlah dana untuk dikelola dan keuntungan bisa cair dalam rentang waktu yang singkat. Jenis investasi ini biasanya berlangsung dalam waktu satu tahun.

Dana pada investasi ini akan dikelola pada instrumen yang mudah untuk diperjualbelikan atau cair dalam waktu singkat. Dengan begitu, investasi ini cenderung mempunyai resiko lebih rendah daripada investasi jangka panjang.

Contoh dari investasi jangka pendek ini antra lain deposito, surat utang negara, reksadana, saham dan fintech peer to peer.

Investasi Jangka Panjang

Seperti namanya, investasi jangka panjang adalah jenis investasi yang hasil keuntungan atau return bisa kita nikmati setelah beberapa periode yang lama. Investasi ini biasanya berlangsung selama 3-5 tahun, tergantung kesepakatan rentang waktu.

Dengan jangka waktu yang lebih lama, investasi ini tentu membawa resiko yang lebih besar. Pasalnya, kita tidak bisa memprediksi kejadian besar yang bisa berimbas pada seluruh sektor, terutama perekonomian.

Di sisi lain, keuntungan jenis investasi ini juga lebih besar daripada investasi jangka pendek pada umumnya. Contoh investasi ini seperti reksadana pasar uang, obligasi, saham, properti, emas, dan tabungan berjangka.

Jenis Investasi dari Obyek Investasi

Investasi vs Menabung

Selanjutnya, jenis investasi dari obyek investasi bisa kita lihat dari para pelaku usaha maupun oleh masyarakat umum. 

A. Jenis Investasi pada Aktiva Finansial

Jenis investasi ini adalah saat seseorang melakukan kapitalisasi dalam bentuk surat berharga. Contoh dari investasi ini antara lain : 

A.1 Deposito

Deposito adalah jenis investasi dalam bentuk simpanan berupa uang pada perusahaan dengan jaminan dari investor yang akan menerima keuntungan berupa bunga dalam jangka waktu yang telah kedua belah pihak sepakati.

Deposito mempunyai prinsip yang mirip dengan tabungan. Selain itu, deposito juga merupakan jenis investasi dengan resiko rendah yang sering menjadi pilihan untuk investor pemula.

Perbedaan utama antara tabungan dan deposito adalah tingkat suka bunga dan sistem jatuh tempo. Deposito biasanya memberikan suku bunga lebih tinggi dari tabungan biasa, yaitu antara 5-6 persen per tahun.

A.2 Saham

Saham adalah jenis investasi selanjutnya. Saham merupakan jenis investasi dengan potensi yang menarik, sekaligus beresiko tinggi. Pasalnya, saham adalah bukti kepemilikan dari sebuah perusahaan.

Misalnya saat Panda membeli saham di perusahaan ABC, maka sejatinya dia sudah mempunyai sebagian kepemilikan atas perusahaan yang mengeluarkannya.

Return dari investasi saham ini berasal dari pertumbuhan nilai saham dan dividen. Namun perlu jadi catatan juga, tidak semua perusahaan membagikan dividen ke para investornya. Beberapa perusahaan memberi opsi return dari para penanam saham untuk kepentingan mengembangkan bisnis.

Maka dari itu, untuk memilih saham sebagai bahan investasi, penting untuk mengetahui dasar investasi saham terlebih dulu. Dan untuk investasi jangka panjang, Panda rekomendasikan juga untuk investasi ke saham blue chip.

Obligasi merupakan surat hutang atau sertifikat pengakuan hutang piutang yang diperjualbelikan ke masyarakat. Dengan membeli obligasi, berarti masyarakat telah meminjamkan sejumlah dana untuk dikelola agar menghasilkan keuntungan.

Pelaku yang terlibat investasi obligasi ini akan berperan sebagai penerbit surat, sedangkan investor akan berlaku sebagai kreditur. Obligasi bisa menjanjikan keuntungan yang lebih besar dari deposito karena suku bunganya lebh tinggi. Namun tentu saja, resikonya juga cukup besar.

Jika peminjam modal mengalami kebangkrutan, maka ada kemungkinan piutang tidak akan terbayarkan.

A.4 Reksadana

Reksadana belakangan ini menjadi jenis investasi yang populer di kalangan milenial. Reksadana merupakan proses penanaman modal dengan cara kolektif lalu dikelola oleh manajer keuangan.

Sama seperti jenis investasi lain, ada keuntungan dan kerugian dalam investasi Reksadana.

Keuntungan Reksadana : 

  • Investor tidak perlu mempunyai dana besar untuk mulai berinvestasi
  • Memudahkan investor dalam menginvestasikan dana di pasar modal.
  • Waktu yang efisien dalam mengelola investasi.


Kerugian Reksadana : 

  • Resiko berkurangnya nilai unit karena penurunan harga efek.
  • Resiko likuiditas dan wanprestasi.

A.5 Peer to Peer Lending

Peer to Peer Lending juga menjadi salah satu investasi yang peminatnya makin banyak. Selain mudah diikuti, investasi ini juga mempunyai kejelasan hukum.

Tidak heran makin banyak kita temui perusahaan yang bergerak dalam fintech lending dengan model peer to peer lending ini.

Cara kerjanya adalah dengan meminjamkan sejumlah uang pada sejumlah pihak, baik itu perusahaan atau individu. Selanjutnya, peminjam akan mengembalikan uang dengan bunga sesuai kesepakatan.

Bunga pinjaman ini lah yang menjadi return keuntungan.

B. Jenis Investasi pada Aktiva Riil

Jenis investasi ini merupakan investasi pada produk yang terlihat secara kasat mata wujud fisiknya. Contoh investasi aktiva riil antara lain emas, properti, tanah, valuta asing, dan sebagainya.

B.1 Investasi Properti

Investasi properti termasuk salah satu jenis investasi non riil, karena bukan berupa uang, melainkan bangunan seperti tanah, rumah, gedung, atau apartemen. Jenis investasi ini cukup aman dan menguntungkan untuk jangka panjang.|

Pasalnya, harga properti selalu diprediksi meningkat setiap tahunnya, terutama di kota besar. Kemungkinan harga menurun cukup kecil untuk sektor properti.

Kendati begitu, bukan berarti investasi properti tidak punya resiko. Resiko dari investasi properti ini antara lain ketidakpastian lingkungan. Investasi properti bisa sangat menurun apabila kondisi dari lokasi properti menjadi tidak baik.

Kondisi yang buruk ini misalnya saat lingkungan tertimpa musibah bencana alam. Atau jika lokasi ternyata daerah sepi yang jauh dari fasilitas umum.

B.2 Emas

Emas selalu menjadi investasi yang mudah dengan resiko minim dan keuntungan yang cenderung stabil naik. Untuk investasi, emas yang digunakan umumnya adalah emas mentah, atau sering kita sebut emas batangan. Alasannya, emas batangan merupakan emas yang masih murni dan dinilai dari beratnya.

Namun, emas batangan membutuhkan tempat ekstra untuk penyimpanan. Selain itu, ada resiko kehilangan jika kurang berhati- hati dalam menyimpan.

Kabar baiknya, dengan kemajuan teknologi, investasi emas kita tidak harus menyimpannya secara fisik. Kita bisa melakukan investasi emas secara digital dengan aplikasi resmi yang sudah diakui oleh OJK.

Manfaat Investasi

Sesuai dengan definisi investasi sebagai penanaman modal, maka manfaat investasi ini antara lain sebagai berikut : 

1. Persiapan Masa Depan

Melek investasi penting untuk bekal persiapan di masa depan. Ada banyak hal yang mungkin terjadi di masa depan nanti. Sebagai antisipasi, akan bijak untuk mempersiapan biaya untuk mendukung hal tersebut.

Misalnya saja untuk menopang kebutuhan sehari- hari saat sudah tidak bekerja di masa tua nanti. Atau mempersiapkan dana pendidikan anak di masa depan.

2. Financial Freedom

Kebebasan finansial menjadi tujuan selanjutnya dalam berinvestasi. Tidak jarang dalam sosial masyarakat dan juga kalangan pebisnis, seseorang dianggap baik dan stabil dalam keuangan apabila sudah bisa memutarkan gaji atau uang simpanan menjadi keuntungan.

Itulah tidak jarang selain bekerja, banyak yang melakukan investasi dan menjadi freelancer untuk mendapat passive income tambahan. Dalam hitungan bulan atau tahunan, kita bisa mendapat tambahan penghasilan yang lumayan saat konsisten dilakukan.

Financial freedom bisa terjadi saat passive income membuat rencana keuangan kita menjadi lebih stabil. Karena jika ada hal buruk terjadi, seperti PHK atau usaha menurun, passive income bisa menjadi dana cadangan.

3. Melindungi dan Meningkatkan Aset

Investasi bisa melindungi aset dari inflasi berkelanjutan. Dengan cara ini, investor bisa mengembangkan kepemilikan aset untuk menghasilkan nilai tambah. Dengan begitu, kita bisa mengurangi dan mengimbangi dampak laju inflasi.

Misalnya dengan berinvestasi pada tanah, properti atau emas sekalipun, kita bisa menjualnya kembali di masa depan. Harga yang kita peroleh kemungkinan lebih besar berkali lipat daripada pertama kita membeli.

Setelah terjual, kita bisa memutar uang kembali untuk investasi properti baru, dan menjualnya kembali di masa depan. Untuk itu, investor harus jeli dalam memperhatikan peluang properti agar kelak tidak mengalami kerugian.

4. Terbiasa Mengelola Keuangan dengan Baik

Berinvestasi bukanlah kebiasaan setiap orang. Itulah mengapa saat seseorang mulai berinvestasi, maka kemungkinan besar mereka adalah orang- orang yang berupaya mengalokasikan dana atau sebagian uang mereka untuk hal penting dan mendesak.

Berinvestasi adalah salah satu cara untuk untuk belajar mengelola keuangan dengan lebih baik. Anda akan belajar untuk menghemat uang sekaligus membaginya ke dalam plot- plot yang sesuai untuk bisa konsisten berinvestasi.

Setelah dana terkumpul, maka return investment nya akan menjadi tambahan untuk aset masa depan.

Cara Investasi untuk Pemula

Seperti yang Panda sebutkan sebelumnya, siapa saja bisa mulai berinvestasi. Terlebih di era digital, kita bisa mulai investasi dengan modal terbilang sangat minim.

Kendati begitu, jika ingin konsisten dan mendapatkan hasil yang optimal, berikut adalah cara berinvestasi yang bisa Anda lakukan untuk mewujudkan tujuan keuangan : 

1. Pastikan Kita Sehat Secara Finansial

Sebelum memulai investasi, pastikan kita sudah sehat secara finansial terlebih dahulu. Rencana keuangan masa depan memang sangat penting. Namun jangan pernah sepelekan masalah- masalah keuangan yang sebelumnya muncul dan perlu kita selesaikan.

Pastikan kita sudah mempunyai dana darurat yang ideal, rasio hutang yang terkendali dan mempunyai proteksi keuangan dengan mempunyai jaminan kesehatan atau asuransi. Tanpa hal ini, kita akan kesulitan jika mengalami resiko kehilangan pekerjaan atau ketidakpastian ekonomi.

Selain itu, tanpa perlindungan kesehatan, kita juga berpotensi kehilangan dana yang cukup besar saat harus berobat.

2. Tentukan Tujuan Investasi

Kenali tujuan- tujuan keuangan yang ingin kamu capai dalam berbagai periode. Tentukan apa saja kebutuhanmu dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Karena tanpa tujuan yang jelas, proses investasimu akan menjadi tidak terukur.

Setelah menentukan tujuan investasi, lanjutkan dengan menentukan kebutuhan dana untuk merealisasikannya. Kita bisa memulai proses investasi ini setelah memahami apa tujuan kebutuhan dana kita.

3. Kenali Profil Resiko

Setelah mengetahui tujuan berinvestasi, langkah selanjutnya adalah mengenali profil resiko. Tingkat resiko setiap instrumen investasi tentunya berbeda- beda karakteristiknya dan setiap investor juga mempunyai profil resiko berbeda.

Profil resiko ini dapat diukur dari kemampuan dan kesediaan seseorang dalam menoleransi resiko investasi. Gambarannya sebagai berikut : 

  • Investor Konservatif : profil investor yang cenderung menghindari instrumen dengan volatilitas tinggi.
  • Investor Agresif : profil investor yang lebih berani mengambil resiko karena menginginkan imbal balik yang tinggi.

Profil resiko seseorang bisa berubah sesuai dengan pengalaman dan pemahaman investasi mereka. Seiring dengan peningkatan pemahaman, maka semakin meningkat pula kemampuan mereka dalam menoleransi resiko.

4. Kenali Resiko Sistematis dan Non-Sistematis Investasi

Dalam investasi, kita mengenal dua jenis resiko, yaitu sistematis dan non sistematis. Profil resiko umumnya mempunyai tolak ukur berupa kondisi psikis sang investor. Namun tidak lupa, ada juga resiko investasi yang tidak boleh luput dari investor.

  • Resiko Sistematis
    Merupakan resiko yang diversifikasi dan sama sekali tidak bisa dihindari serta menyerang ke berbagai macam instrumen.  Resiko ini bisa berupa perubahan tingkat suku bunga, inflasi, dan resiko pasar.
  • Resiko Non Sistemik
    Merupakan resiko yang masih bisa kita hindari dengan cara diversifikasi instrumen investasi. Resiko ini antara lain resiko bisnis, resiko likuiditas, dan resiko tuntutan hukum.

Jadi, Sudah Siapkah Anda Mulai Berinvestasi?

Dari penjelasan panjang Panda di atas, semoga cukup menjawab rasa ingin tahu kamu tentang apa itu investasi ya.

Ada banyak sekali pilihan investasi di sekitar kita. Dengan memahami apa itu investasi, jenis- jenis investasi, tujuan, resiko dan cara berinvestasi, kita akan menjadi lebih siap untuk memulai. Pada akhirnya, investasi yang tepat untuk kita adalah yang paling sesuai kebutuhan dan kemampuan sebagai investor.

Sobat Panda bisa mengikuti panduan investasi yang Panda rekomendasikan di atas. Mulai lah dari metode dan prosedur yang tidak terlalu rumit dan nominal yang tidak terlalu tinggi. Kabar baiknya, kini ada banyak aplikasi investasi yang dapat dengan mudah kita akses melalui mobile apps.

Setelah mulai memahami cara kerja dan pola keuntungan, Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut pada ahlinya untuk mulai berinvestasi dengan nilai yang lebih tinggi.

Selamat mencoba!

6 Jenis Investasi Terbaik Generasi Milenial untuk Masa Depan Lebih Cerah

6 Jenis Investasi Terbaik Generasi Milenial untuk Masa Depan Lebih Cerah

Investasi untuk anak muda? Perlu kah? Tentu saja.

Faktanya, tidak sedikit anak muda generasi milenial yang sudah memikirkan masa depan mereka sejak dini. Berbeda dengan generasi lama, bisa dibilang anak muda jaman sekarang lebih melek investasi. Tentu saja dibarengi dengan pengetahuan tentang jenis investasi yang tepat untuk generasi milenial.

Generasi milenial populer sebagai generasi yang melek teknologi dan kreatif. Umumnya mereka adalah golongan generasi yang lebih suka semuanya serba instan dan cepat. Hal ini lah yang membuat mereka terkesan lebih cepat dewasa dibandingkan usianya.

Tidak jarang, mereka sudah memikirkan urusan finansial dan kesuksesan saat usia mereka masih sangat muda.

Memilih Investasi Terbaik untuk Generasi Milenial

Mengenal jenis- jenis investasi

Anak muda jaman sekarang semakin menyadari bahwa investasi itu penting. Nilai investasi akan bertambah berkali- kali lipa beberapa tahun kemudian, dan keuntungannya bisa sangat menggiurkan.

Ada banyak jenis investasi yang cocok untuk anak muda. Tidak melulu berkaitan dengan property, emas, saham, atau hal lain yang mempunyai nilai uang. Meski tidak bisa kita pungkiri juga bahwa instrumen investasi tersebut adalah salah satu yang sangat menjanjikan.

Berikut ini adalah jenis-s jenis investasi yang bisa diterapkan untuk generasi milenial :

1. Investasi di Pasar Uang dan Pasar Modal

Jenis investasi pertama untuk generasi muda adalah investasi di pasar modal dan pasar uang. Pasar modal ini meliputi saham, obligasi, reksadana, dan surat berharga lainnya. Sedangkan pasar uang adalah deposito, Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

2. Investasi Online

Teknologi digital adalah teman dekat untuk generasi milenial. Tidak heran, investasi online sudah pasti menjadi salah satu pilihan terbaik untuk mereka. Yang menarik, seiring dengan perkembangan teknologi digital, kini sudah banyak platform investasi yang kini diakses dengan mudah melalui perangkat mobile.

Terkait produk investasi online, ada beberapa yang menawarkan return yang tinggi, sedang, maupun rendah. Generasi milenial sebaiknya jangan sekedar tergiur, namun juga mempertimbangkan dengan matang keuntungan dan resikonya.

Berikut ini adalah beberapa jenis investasi online yang kerap digunakan generasi milenial :

a. Investasi Online Valas/ Forex

Forex adalah jenis investasi online yang menawarkan return tinggi, sekaligus dengan resiko tinggi. Jika ingin terjun ke jenis investasi ini, anak muda sebaiknya mempelajari dasar- dasar trading dengan baik, serta memahami resiko yang mungkin terjadi.

Tanpa pengetahuan yang mumpuni dan hanya ingin cepat kaya, pengguna justru menguras dana mereka. Selain itu, penting untuk menginvestasikan  dana kepada broker terpercaya. Ada banyak broker forex Indonesia yang bisa dipertimbangkan.

Namun pengguna harus memastikan broker tersebut telah terdaftar di Bappebti agar keamanan dana mereka lebih terjamin.

b. Investasi Online Emas

Jika kita bicara soal investasi, emas selalu menjadi incaran karena nilai nya sangat stabil, dan bahkan cenderung selalu naik setiap tahun. Itu lah alasan mengapa berinvestasi emas sering disebut sebagai investasi terbaik.

Kabar baiknya lagi, investasi emas kini bisa dilakukan secara online. Ada banyak aplikasi online yang memungkinkan milenial untuk berinvestasi emas dengan sangat mudah. Bahkan, beberapa marketplace pun kini menyediakan fitur nabung emas untuk memudahkan pengguna mereka.

Artinya, menabung emas kini semakin mudah tanpa harus mengumpulkan dana besar dan membeli emas dalam nilai besar.

c. Investasi Online Saham

Ya, investasi saham kini juga bisa sobat Panda lakukan secara online. Sama seperti forex, pengguna harus mempelajari tentang dasar investasi saham online sebelum memutuskan untuk terjun ke dalam jenis investasi ini.

Investasi online saham ini menawarkan return tinggi, bersamaan dengan itu juga mempunyai resiko tinggi.

d. Investasi Online Reksadana

Investasi reksadana merupakan salah satu yang paling populer di kalangan millennial. Reksadana memberikan keuntungan yang tidak terlalu besar, namun resiko yang investor tanggung pun juga tidak besar.

3. Investasi Pendidikan

Pendidikan adalah jenis investasi tidak berwujud yang sangat penting untuk generasi milenial. Dengan Pendidikan yang tinggi, maka siapa pun akan cenderung mempunyai masa depan yang cerah. Itu lah alasan mengapa Pendidikan adalah investasi yang sangat penting.

Karena pentingnya Pendidikan, tidak heran jika jenis investasi ini bisa menghabiskan biaya yang sangat besar, terutama jika ingin sekolah atau kuliah di tempat yang bergengsi.

Meski begitu, hasil dari investasi ini tidak akan mengecewakan. Karena semakin tinggi jenjang Pendidikan seseorang, maka karir dan masa depan cerah pun cenderung lebih mudah untuk diraih.

4. Investasi Ilmu Pengetahuan

Bukan hanya Pendidikan formal, namun ilmu pengetahuan yang diserap dari Pendidikan informal adalah bentuk investasi yang penting untuk generasi milenial. Ilmu pengetahuan ini bisa kita dapatkan juga dengan belajar secara otodidak, atau mengikuti seminar dan workshop.

Bisa kita bilang, generasi milenial bisa mendapatkan ilmu pengetahuan dari mana saja. Sumber untuk belajar kini sangat luas dan bisa sobat Panda temukan di banyak tempat.

Misalnya saja, kini sudah banyak orang yang secara cuma- cuma membagikan ilmu yang mereka miliki melalui YouTube atau dari media online lainnya.

5. Investasi Pengalaman

Pengalaman bukan hanya memberi generasi milenial pengetahuan, tapi juga membentuk karakter dan mental mereka. Pendidikan tinggi saja tidak cukup jika tidak disertai dengan pengalaman di bidangnya.

Seringkali, pengalaman mendapatkan harga yang lebih mahal. Tidak heran, generasi milenial yang ingin berinvestasi di point ini perlu lebih giat berlatih dan terus mengasah kemampuan yang mereka miliki.

6. Investasi Travelling

Apakah travelling termasuk investasi? Bisa iya, bisa tidak. Seperti telah Panda sebutkan sebelumnya, investasi tidak selalu hal- hal yang berwujud uang. Namun juga hal- hal tidak berwujud yang bisa menambah manfaat untuk generasi milenial.

Travelling bukan sekedar bersenang- senang dan menghabiskan uang. Generasi milenial menyadari ada banyak hal yang bisa diperoleh dengan travelling. Mulai dari pengalaman baru, pengetahuan tentang budaya orang lain sehingga kita menjadi orang yang lebih menghargai budaya orang dan berwawasan luas, menjadi open minded, dan masih banyak lagi lainnya.

Berinvestasi Bisa Dimulai dari Sekarang

Investasi vs Menabung

Secara umum, bisa Panda katakan bahwa berinvestasi ini banyak sekali jenisnya. Investasi tidak melulu berkaitan dengan material. Karena ternyata, menginvestasikan waktu kita untuk pendidikan, memperluas wawasan dan pengalaman juga tidak kalah pentingnya!

Namun jika sobat Panda saat ini mencari referensi panduan investasi yang berhubungan langsung dengan literasi keuangan, dan aktiva finansial, lengkapi bacaan Anda dengan artikel Panda berikut : Sebelum Mulai, Kenali Dulu Apa itu Investasi, Jenis Investasi, Manfaat dan Resiko nya.

Semoga bermanfaat!

5 Aplikasi Android Untuk Investasi Saham dan Reksa Dana

5 Aplikasi Android Untuk Investasi Saham dan Reksa Dana

Masyarakat semakin hari kian sadar bagaimana pentingnya investasi untuk bekal di masa depan. Instrumen investasi yang banyak dipilih yakni saham dan reksadana karena hasilnya cukup menjanjikan.

Tanpa harus berjibaku dengan prosedur yang berbelit- belit, investasi saham dan reksa dana kini semakin mudah lewat aplikasi mobile. Triknya, Anda harus memilih aplikasi yang tepat dan mengenal
jenis investasi terbaik yang sesuai untuk Anda.

Daftar Aplikasi Android untuk Investasi Saham dan Reksa Dana

Di era digital seperti sekarang ini, sangat mudah untuk melakukan investasi saham maupun reksadana berkat adanya aplikasi. Aplikasi saham dan reksadana pun semakin banyak dan beragam. Sudahkah Anda mengetahuinya?

Berikut daftar aplikasi Android yang
direkomendasikan investbro.id jika Anda tertarik untuk segera memiliki saham.

1. Bibit

Aplikasi investasi Bibit

Beberapa waktu belakangan, nama aplikasi Bibit tengah melejit di kalangan investor tanah air. Anda pun sudah pasti pernah mendengarnya beberapa kali di dunia maya, sebab pengiklanan dari aplikasi Bibit terbilang cukup sering hadir di berbagai media sosial. Bibit sendiri adalah aplikasi invest all in one.

Yang mana aplikasi tersebut menawarkan banyak ragam instrumen investasi, mulai dari reksadana saham, reksadana syariah, obligasi, hingga pasar uang. Di dalamnya pun sudah tersedia fitur robo advisor, yang akan membantu anda dalam memilih jalur investasi paling tepat berdasarkan dana yang ingin anda alokasikan dari penghasilan.

Anda bahkan tidak perlu merasa khawatir dalam menggunakan aplikasi investasi satu ini, sebab Bibit telah tersertifikasi OJK. Jadi, semua aktivitas yang dilakukan di dalam aplikasi akan terpantau dengan aman.

Selain sertifikasi OJK ini, beberapa kelebihan dari aplikasi Bibit di antaranya yaitu gratis biaya komisi, pencairan dana investasi yang cepat, hingga metode pembayaran yang beragam.

2. IPOTGO

IPOTGO untuk aplikasi saham dan reksadana

Aplikasi Android untuk investasi saham berikutnya yang bisa anda unduh secara gratis melalui smartphone adalah IPOTGO. Aplikasi keuangan terintegrasi satu ini memberikan banyak kemudahan bagi pengguna dalam berinvestasi. Baik itu pada instrumen saham, reksadana, maupun ETF sekaligus di dalam satu akun dan satu bank pembayaran.

Anda cukup melakukan satu kali login untuk dapat secara langsung bertransaksi di dalam IPOTGO, tanpa perlu repot.

Nikmati pula berbagai kemudahan akses informasi yang tersaji dengan gratis di dalam aplikasi, mulai dari data perdagangan, data keuangan perusahaan, analisa reksadana, berikan keuangan, riset keuangan dan investasi, hingga berbagai fitur menarik lainnya.

IPOTGO ini sendiri adalah aplikasi dari PT Indo Premier Sekuritas, yang merupakan perusahaan penyedia jasa keuangan terintegrasi pada bidang pasar modal. Mereka telah melayani berbagai klien individu maupun korporasi di bawah pengawasan OJK.

Sehingga produk produk Indo Premier bisa anda nikmati melalui IPOTGO dengan aman dan nyaman.

3. Ajaib

Aplikasi investasi saham Ajaib

Kerap malang melintang di dunia maya layaknya aplikasi Bibit, aplikasi Android untuk investasi saham yaitu aplikasi Ajaib ini juga tidak boleh terlewat untuk anda pertimbangkan. Ajaib ini merupakan salah satu aplikasi investasi saham dan reksadana terbaik yang dapat anda coba. Terlebih jika anda merupakan pemula dalam dunia investasi.

Pasalnya anda tidak perlu takut kebingungan ketika pertama kali hendak melakukan investasi di dalam aplikasi Ajaib. Karena aplikasi ini akan menghadirkan panduan juga rekomendasi produk apa yang sesuai dengan anda, serta yang memiliki potensi paling menguntungkan bagi kondisi keuangan anda saat itu.

Selain itu, Ajaib juga akan memberi anda notifikasi mengenai waktu jual beli saham yang terbaik sehingga memungkinkan anda untuk memaksimalkan profit atau menekan risiko kerugian.

Beragam notifikasi pergerakan saham ini diupdate secara real time, sehingga memperbesar potensi keuntungan yang bisa anda dapatkan. Dan aplikasi ini juga telah terdaftar secara resmi di OJK.

4. Tanamduit

Aplikasi TanamDuit

Bagi anda yang merupakan investor baru, Tanamduit juga bisa menjadi salah satu aplikasi andalan untuk berinvestasi saham dan reksadana. Sebab Tanamduit menghadirkan bentuk yang begitu praktis, dimana anda akan menemukan sistem login yang mudah. Cukup menempelkan sidik jari keamanan yang tentunya akan selalu terjamin.

Instrumen investasi lainnya yang dapat anda temukan pada aplikasi Android untuk investasi saham satu ini, adalah surat berharga negara atau SBN dan juga emas. Bahkan emas menjadi salah satu instrumen investasi andalan untuk aplikasi Tanamduit.

Yang mana ketika anda menabung emas pada aplikasi, maka secara otomatis akan mendapatkan kartu emas.

Kartu emas tersebut dapat anda simpan secara pribadi maupun dikirimkan untuk orang lain, misalnya orangtua atau pasangan.

Dan menariknya lagi, investasi emas maupun lainnya melalui aplikasi Tanamduit memerlukan modal awal yang cukup rendah. Modal minimal yang diperlukan mulai dari Rp. 10.000 dengan gratis biaya transaksi jual beli reksadana maupun pembelian SBN.

5. HSB Investasi

HSB Investasi

Sedikit berbeda dari beberapa aplikasi yang telah disebutkan sebelumnya, untuk HSB Investasi lebih cocok bila digunakan oleh para investor yang sebelumnya telah mempunyai pengalaman dalam menanam modal.

Produk yang ditawarkan di dalam aplikasi ini juga terbilang sangat beragam, mulai dari indeks saham, reksadana, logam mulia, forex, dan lain sebagainya.

Meski instrumen investasi yang bisa dipilih cukup banyak, dan lebih direkomendasikan untuk investor yang sebelumnya pernah melakukan penanaman modal, namun bukan berarti bahwa HSB Investasi menjadi aplikasi yang tidak mempunyai fitur kemudahan.

Buktinya, aplikasi Android untuk investasi saham satu ini memiliki fitur unggulan CITRA atau clearing information of trade. Fitur tersebut mampu memudahkan penggunanya untuk melihat setiap transaksi yang telah dilakukan secara langsung. Jadi dengan begini maka transparansi pun akan selalu terjaga.

Terlebih HSB Investasi juga sudah mempunyai izin operasi di bawah pengawasan BAPPEBTI (Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia), ICH, dan ICDX.

Di zaman sekarang ini, memang sudah tersedia cukup banyak aplikasi yang dapat anda unduh secara gratis untuk melakukan investasi melalui smartphone. Beberapa yang telah disebutkan merupakan daftar aplikasi terbaik karena penggunaannya tergolong aman, mengingat bahwa aplikasi Android tersebut telah terdaftar di OJK.