Apa itu Redirect 301 dan Cara Mudah Menggunakannya

Apa itu Redirect 301 dan Cara Mudah Menggunakannya

Pernah mendengar istilah redirect 301 dan redirect 302? Jika sebelumnya Anda pernah berencana untuk mengubah alamat website dan melakukan pengalihan, mungkin Anda pernah beberapa kali mendengar istilah ini.

Pengalihan ini berfungsi untuk mengarahkan audiens website Anda dari alamat lama ke alamat baru. Dengan begitu, Anda tidak akan kehilangan mereka.

Artikel Panda kali ini akan mengulas secara lengkap tentang apa itu redirect 301 dan cara mudah melakukan redirect 301.

Apa itu Redirect 301?

Mengenal Redirect & Jenis- jenisnya dalam Website

Sebelum bicara lebih jauh tentang Redirect 301, penting untuk kita memahami lebih dulu tentang Redirect atau Pengalihan secara umum. 

Pengertian Redirect

Seperti yang Panda pernah ulas sebelumnya, Redirect adalah cara website untuk mengirim pesan cepat ke browser dan memberi tahu bahwa halaman yang akan dikunjungi telah dipindahkan atau berubah alamat.

Melalui pengaturan ini, saat pengunjung masuk ke alamat lama, mereka akan otomatis beralih ke halaman baru. Mereka tidak akan bertemu error 404 karena halaman tujuan eror atau rusak.

Redirection atau pengalihan ini terdiri dari beberapa jenis. Masing- masing redirect mempunyai kode khusus yang berbeda- beda, sebagai kode status jenis pengalihan yang dilakukan. Jenis- jenis pengalihan ini antara lain redirect 301, redirect 302, redirect 303, redirect 307, dan redirect 308.

Pengertian Redirect 301

Secara sederhana, redirect 301 adalah pengalihan secara permanen sebuah website atau halaman website ke alamat yang berbeda. Redirect ini bisa kita gunakan untuk beberapa kebutuhan yang berbeda.


Misalnya saja saat Anda memutuskan untuk membuat website baru dan memindahkan semua konten dari website lama ke web baru. Dalam kasus ini, Anda mungkin sudah membuat pengumuman pemindahan alamat dari situs lama ke situs baru.

Kendati begitu, mungkin ada banyak orang yang belum mengetahui hal ini. Selain itu, untuk link- link yang sebelumnya terhubung dengan situs Anda akan tetap masuk ke halaman website yang lama.

Redirect 301 juga kerap digunakan saat mengarahkan lalu lintas web dari satu blog post ke post yang baru, serta mengubah protokol HTTP ke HTTPS usai memasang SSL Certificate.

Redirect 301 juga berkaitan dengan SEO. Nah, berkaitan dengan SEO ini akan kita kupas di segmen di bawah yaa..

Kapan Kita Harus Melakukan Redirect 301?

Redirect 301 dilakukan bukan untuk tujuan mengelabui atau menyalahi aturan. Google pun merekomendasikan metode ini untuk mencegah jalan buntu dalam mengelola website dan menjaga ekuitas tautan.

Berikut adalah beberapa kondisi yang mengharuskan kita untuk melakukan pengalihan dengan kode status 301 ini :

Mendesain Ulang Website

Saat kita redesain website, biasanya akan ada beberapa URL yang berubah. Ini bisa terjadi karena lokasinya berubah sehingga mempengaruhi struktur URL. Jika sudah seperti ini, Anda perlu melakukan redirect 301 agar tidak terjadi broken link.

Konten Sudah Habis Masa Berlakunya

Ada beberapa jenis konten yang mempunyai masa aktif tayang, seperti landing page laman promo, diskon, dan sejenisnya. Jika konten sudah tidak berlaku, maka webmaster akan take down laman tersebut.

Sayangnya, konten ini sudah terlanjur terindeks oleh mesin pencari. Solusinya, Anda perlu melakukan redirect ke homepage atau ke laman kategori produk terkait.

Menggabungkan Dua Website

Saat ingin menggabungkan dua website menjadi satu, tentu ada PR untuk mengatur struktur permalink kedua website dan memastikan setiap URL tetap aman untuk diakses. Tujuannya, agar semua trafik dan backlink yang sudah kita miliki langsung mengarah ke website utama. Redirection 301 adalah solusinya.

Mengubah Permalink Baru

Setelah beberapa saat, tiba- tiba Anda menyadari ada kesalahan dalam membuat permalink. Sayangnya, ini sudah terlanjur dan terindeks Google.

Jika ini terjadi, Anda tidak bisa mengubahnya begitu saja. Anda harus melakukan redirect postingan lama ke baru secara langsung.

Mengganti CMS

Misalnya saja Anda migrasi dari platform blogspot ke WordPress atau CMS lain. Agar trafik tidak hilang, Anda perlu melakukan redirect website.

Mengubah HTPPS dan WWW

Dalam beberapa kasus, ada website yang belum menggunakan HTTPS dan juga WWW. Untuk bisa mengubah URL secara permanen, Anda perlu mengaturnya dengan redirection kode 301.

Manfaat Redirect 301 untuk SEO

Sampai disini, kita tahu bahwa fungsi dari redirect 301 adalah untuk mengalihkan pengunjung dan mesin pencari dari alamat website lama ke alamat baru. Namun, bagaimana dengan dampak SEO nya?

Berikut adalah beberapa dampak pengalihan 301 untuk SEO :

Mempertahankan Peringkat Website

Saat perlu melakukan redirect, tentu Anda tidak ingin kerja keras dalam membangun ranking website terbuang sia- sia. Nah, disinilah letak manfaat redirect 301.

Redirect 301 juga membantu meneruskan semua tautan dan otoritas peringkat dari URL lawas ke URL baru. Pengalihan bekerja memindahkan website atau halaman tertentu berikut tautannya ke sebuah alamat baru secara permanen.

Dengan cara ini, optimasi SEO sebelumnya untuk meningkatkan peringkat pencarian di mesin pencari tidak akan hilang. Bahkan, tingkat efektifitas dari pengalihan 301 ini mencapai 90 hingga 99 persen.

Memastikan Website Bisa Diakses

Saat pemilik website melakukan pemindahan tanpa pengaturan redirect, pengunjung akan bertemu halaman kosong dengan peringatan ‘Error 404’. Hal ini bisa berdampak pada motivasi pengunjung untuk datang kembali menurun drastis.

Jika website Anda adalah profil perusahaan atau toko online, ini juga bisa mengurangi tingkat kepercayaan calon konsumen. Untuk memastikan halaman eror tidak muncul dan pengunjung tetap sampai di halaman yang mereka inginkan, Anda perlu mengatur redirect 301.

Meyakinkan Mesin Pencari untuk Menampilkan URL Baru

Pengalihan 301 bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, sekaligus memberitahu mesin pencari bahwa Anda tidak lagi menggunakan URL lama.

Dengan cara kerjanya, lambat laun mesin pencari akan mengetahui bahwa alamat telah berpindah dan mengganti alamat website Anda dengan tampilan URL baru.

Cara Melakukan Redirect 301

Pengalihan 301 harus Anda lakukan saat mengubah alamat website atau halaman tertentu ke URL berbeda secara permanen. Namun, bagaimana cara melakukannya?

Setidaknya ada dua metode utama yang bisa Anda gunakan :

1. Membuat Redirect 301 lewat Pengaturan di .htaccess

Anda bisa membuat redirect 301 dengan mudah melalui pengaturan di dalam file .htaccess. File ini bisa Anda temukan di dalam root direktori website. File ini tersedia di server web hosting jika Anda menggunakan software Apache.

Jika server menggunakan Nginx atau software lainnya, Anda bisa membuat file .htaccess dengan aplikasi text editor seperti Notepad atau Atom. Setelah membuat file nya, beri nama .htaccess dan upload ke direktori root.

Selanjutnya, buka file tersebut dan lakukan pengubahan pengaturan yang ingin Anda lakukan. Ada beberapa kode berbeda di dalamnya yang perlu Anda sesuaikan.

1.1 Mengubah Alamat Website Lama ke Website Baru

Kita mulai dengan mengubah alamat domain lama ke alamat baru. Misalnya saja Anda ingin mengubah nama web dari situslama.com menjadi situsbaru.com.

Berikut adalah kode yang perlu Anda masukkan di bagian bawah .htaccess :

RewriteEngine on
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^situslama.com [NC,OR]
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^www.situslama.com [NC]
RewriteRule ^(.*)$ https://situsbaru.com/$1 [L,R=301,NC] 

1.2 Redirect untuk Menghilangkan WWW

DI kasus kedua, Anda ingin menghilangkan www di URL agar website tetap bisa diakses dengan atau tanpa WWW.

Untuk kasus ini, berikut adalah kode yang perlu Anda tambahkan di .htaccess :

RewriteEngine on
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^www.situsbaru.com [NC]
RewriteRule ^(.*)$ http://situsbaru.com/$1 [L,R=301,NC] 

1.3 Redirect Domain dari HTTP ke HTTPS

Selanjutnya, jika Anda ingin mengubah domain dari HTTP ke HTTPS, gunakan kode berikut ini :

RewriteEngine On
RewriteCond %{HTTPS} off
RewriteRule ^(.*)$ https://%{HTTP_HOST}%{REQUEST_URI} [L,R=301]

1.4 Redirect untuk Mengubah URL Halaman

Bagaimana jika ingin mengubah URL halaman tertentu? Misalnya saja Anda ingin mengubah alamat situs dari http://situsbaru.com/blog.html menjadi http://situsbaru.com/blog. Struktur baru Anda buat dengan menghilangkan embel- embel .html.

Untuk kasus ini, Anda bisa memasukkan kode berikut ini :

Redirect 301 /blog.html https://.situsbaru.com/blog


Sebagai catatan, Anda tidak perlu menambahkan baris kode ‘RewriteEngine On’ jika kode ini sudah ada di .htaccess.

2. Membuat Redirect 301 dengan Plugin WordPress

Untuk pengguna WordPress, ada cara yang lebih mudah untuk melakukan redirect 301, yaitu menggunakan plugin Redirection.

Plugin ini bisa Anda gunakan untuk menerapkan pengalihan 301 di area internal website alias per halaman website dalam satu domain. Jadi, jika Anda ingin membuat redirect dari satu website ke website lain yang berbeda, Anda perlu mengubahnya di .htaccess.

Seperti plugin WordPress pada umumnya, plugin Redirection sangat mudah digunakan karena Anda tidak perlu melakukan koding sama sekali. Berikut adalah langkah- langkah untuk mulai menggunakan plugin ini :

  • Melalui dashboard admin WordPress Anda, install dan aktifkan plugin Redirection.
  • Setelah plugin aktif, masuk ke bagian Peralatan > Redirection
  • Masukkan URL lawas di bagian ‘Source URL’ dan perbarui URL baru di bagian ‘Target URL’
    Plugin Redirection
  • Klik ‘Add Redirect’, dannnn Berhasil!

Dengan plugin ini, Anda sekaligus bisa mengetahui berapa banyak jumlah audiens yang mengunjungi URL lama dan sudah teralihkan ke URL baru.

Selain plugin ini, sebagai alternatif, ada beberapa plugin redirect 301 yang bisa Anda gunakan di WordPress. Misalnya saja Easy Redirect Manager, Simple 301 Redirects, SEO Redirection, Easy HTTPS Redirection, 301 Redirects, dan lainnya.

Kesimpulan

Redirect 301 adalah teknik yang bisa Anda gunakan untuk memberitahu pengunjung dan mesin pencari bahwa halaman telah berpindah ke halaman lain secara permanen. Teknik pengalihan ini bisa Anda gunakan saat mendesain ulang website, menggabungkan dua website, mengubah permalink, berganti CMS, hingga migrasi ke HTTPS.

Ada beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk membuat redirect 301, yaitu dengan membuat pengaturan di file .htaccess dan menggunakan plugin pengalihan 301 di WordPress.

Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu Anda dalam melakukan redirection yaa! 🙂

Cara Mudah Mempercepat Loading Website dengan Plugin Wp Smush

Cara Mudah Mempercepat Loading Website dengan Plugin Wp Smush

Plugin WP Smush merupakan salah satu plugin optimasi WordPress untuk mempercepat loading website. Karena kecepatan dan waktu muat halaman adalah faktor penting, maka pemilik website kerap melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan loading website.

Loading website juga merupakan faktor yang menentukan user experience yang berpengaruh terhadap peringkat rangking website di mesin pencari. Loading web juga berkontribusi meningkatkan pageviews dan durasi lama pengunjung di website.

Dari sekian cara yang bisa kita lakukan untuk optimasi website, plugin WP Smush bisa berdampak positif untuk mengurangi waktu muat halaman.

Apa itu Plugin WP Smush?

Plugin WP Smush untuk optimasi gambar otomatis di WordPress

Bicara soal WordPress dan plugin, ada berbagai plugin optimasi yang berkontribusi meningkatkan kecepatan dan keamanan situs. Tapi tentu saja, kita juga harus selektif dalam memilih. Pilihlah plugin yang terpercaya, terbukti dan bekerja efektif.

WP Smush merupakan plugin dari WPMU Dev, salah satu pengembang terpercaya yang menyediakan plugin, dan tool untuk jutaan situs web dan blog berbasis WordPress.

Dengan banyak pengembangan, WPMU Dev menciptakan plugin WP Smush untuk pemilik web agar bisa mengoptimalkan gambar yang mereka unggah di situs web mereka. Optimasi ini dilakukan dengan sistem kompresi otomatis yang mampu menghemat ukuran setiap gambar.

Plugin ini bekerja dengan canggih dan cerdas sejak plugin mulai diaktifkan di situs. Dengan berbagai kelebihan yang diusungnya, WP Smush menjadi plugin yang bekerja efektif untuk meningkatkan kecepatan situs web, sembari menghilangkan ukuran file yang tidak diinginkan dan waktu pemrosesan.

Perbedaan WP SMush Free vs WP Smush Pro

WP Smush dapat digunakan dengan mudah dalam plugin gratis yang bisa kita unduh melalui dashboard WordPress. Untuk fitur yang lebih advanced, Anda bisa mendapat pilihan untuk upgrade ke versi Pro.

Ya, seperti plugin optimasi lainnya, selalu ada dua versi pilihan yang tersedia. Versi gratis dan versi premium tersedia untuk scope kebutuhan yang berbeda.

Plugin WP Smush versi gratis memungkinkan auto smush untuk memuat gambar baru dan bekerja di banyak situs. Jenis plugin ini bisa langsung pengguna tambahkan ke dashboard WordPress dengan mengetik kata kunci “WP Smush” di bagian Tambahkan Plugin di dashboard admin WordPress.

Sedangkan versi Pro memuat lebih banyak fitur canggih lainnya. Antara lain membedakan gambar yang buram dan melakukan tugas secara masal, kompresi lossy, integrasi galeri NextGen dan cadangan otomatis dari semua gambar asli. Selain itu, WP Smush Pro juga bisa menghapus gambar hingga 32MB dan tersedia untuk digunakan di banyak situs.

Apapun jenis solusi yang Anda pilih dari WP Smush ini, keduanya mempunyai kekuatan dan fitur yang bisa mengoptimalkan waktu muat situs Anda dengan penggunaan gambar dan optimasi ukuran file.

Cara Memasang Plugin WP Smush untuk Optimasi Kecepatan Website

Menginstall WP Smush di Website WordPress

  1. Dari dashboard admin WordPress, masuk ke bagian Plugin, lalu Tambah Baru
  2. Di bagian pencarian plugin, ketik WP Smush
  3. Install dan aktifkan plugin Smush dari developer WPMU Dev
Memasang Plugin WP Smush di Website

Cara Setting WP Smush versi Instan

Untuk pemula, menggunakan rekomendasi Quick Setup WP Smush adalah pilihan terbaik. Dengan setingan instan ini, fitur utama WP Smush akan otomatis mulai bekerja. Berikut adalah caranya :

  1. Saat pertama kali masuk ke dashboard WP Smush, klik ‘Begin Setup’ untuk mengikuti panduan pengaturan instan.
    Quick Setup WP Smush - Automatic Compression
  2. Aktifkan ‘Automatic Compression’ agar gambar dikompres otomatis saat Anda mengunggahnya. Lanjutkan dengan klik ‘Next’.
  3. Aktifkan ‘Strip My Image Metadata’ agar EXIF Metadata seperti tanggal, jam, dan lainnya terhapus otomatis. Lanjutkan dengan klik ‘Next’.
    Mengatur Strip My Image Metadata dan Lazy Load
  4. Lazy Load mempercepat waktu muat halaman karena semua gambar tidak perlu dimuat di waktu bersamaan. Jika ingin mengaktifkan fitur ini, aktifkan ‘Enable Lazy Loading’. Lanjutkan dengan klik Next.
  5. Terakhir, klik Finish Setup Wizard untuk menyelesaikan pengaturan. Anda juga bisa mengaktifkan fitur ‘Allow Usage Data Tracking’ jika memberi izin plugin ini untuk menganalisa data Anda.

Cara Setting WP Smush Secara Manual

Kebalikan dari cara di atas, pengaturan manual ini bisa Anda lakukan saat ingin melakukan pengaturan sesuai kebutuhan. Caranya, saat menjumpai rekomendasi Quick Setup di atas, pilih ‘Skip this, I’ll set it up later saat Setup Wizard.

Selanjutnya, masuk ke dashboard utama Smush dan lakukan beberapa pengaturan berikut :

1. Cek Gambar yang Perlu Dikompres

Cara Cek Gambar yang Akan Dikompres di WP Smush

Langkah pertama dalam optimasi gambar dengan WP Smush adalah mengecek gambar yang perlu dikompres. Cara sangat mudah, yaitu dengan klik button Re-Check Images di dashboard.

Dari tindakan ini, pemilik website akan mengetahui berapa banyak gambar yang perlu dioptimasi dan berapa ukuran gambar tersebut.

2. Lakukan Bulk Smush untuk Kompres Beberapa Gambar Sekaligus

Melakukan Bulk Smush untuk Kompresi Banyak Sekaligus

Di plugin ini, Anda bisa menggunakan fitur Bulk Smush untuk mengkompresi beberapa gambar sekaligus. Untuk versi gratis, Bulk Smush bisa kita lakukan hingga 50 gambar.

Untuk menggunakannya, masuk ke tab menu Bulk Smush, lalu klik Bulk Smush Now. Jika ingin melakukan kompresi gambar tertentu saja, pilih gambar yang diinginkan dari menu Media Library.

Di bawah menu Bulk Smush, Anda bisa menemukan menu Setting untuk mengatur opsi optimasi gambar yang ingin Anda lakukan. Pengaturan ini meliputi :

  • Image Sizes
    Di WordPress, setiap gambar yang kita unggah bisa menghasilkan beberapa thumbnail. Dengan opsi pengaturan Image Sizes, thumbnail ini juga bisa ikut terkompresi.

    Pilih opsi ‘All’ jika Anda memilih semua thumbnail dikompres. Atau pilih opsi ‘Custom’ yang memungkinkan thumbnail dengan dimensi tertentu yang dikompresi. Dimensi terkecil ini mulai 150*150, hingga terbesar 2048*2048.
Setting Image Size di Bulk Smush
  • Automatic Compression
    Yaitu opsi pengaturan otomatis agar setiap gambar yang pengguna unggah otomatis dikompres oleh plugin Smush.
    Automatic Compression Metadata
  • Metadata
    Saat aktif, pengaturan metadata berfungsi untuk menghapus info pengaturan kamera (EXIF) pada gambar yang Anda unggah.
  • Image Resizing
    Selain kompresi otomatis, Anda juga bisa melakukan resize dimensi gambar dengan plugin WP Smush. Caranya mudah, cukup dengan mengaktifkan ‘Resize My Full Size Images’. Anda bisa menentukannya secara manual jika menginginkan ukuran tertentu.
    Image Resizing WP Smush

3. Mengkompres Gambar di Folder Tertentu dengan Directory Smush

Selain melakukan bulk smush yang sangat mudah, Anda juga bisa memanfaatkan fitur Directory Smush. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengkompres gambar yang ada di luar folder penyimpanan gambar. Misalnya saja folder tema, folder plugin, dan folder lainnya.

Berikut cara menggunakannya :

  • Masuk ke tab menu Directory Smush, klik button Choose Directory.
  • Di window selanjutnya, pilih folder yang berisi gambar yang ingin Anda kompres.
    Directory Smush
  • Klik button ‘Choose Directory’ di bawah untuk mulai mengkompress gambar di folder tersebut.

4. Menggunakan Lazy Load

Lazy Load bisa membuat waktu muat halaman menjadi lebih cepat karena situs tidak menampilkan gambar sekaligus. Jika ingin mengaktifkan pengaturan ini, Anda tinggal klik Activate.

Pengaturan lanjutan yang bisa Anda lakukan di tab menu ini antara lain :

  • Media Type – Berfungsi untuk mengatur format gambar apa saja yang memanfaatkan fitur Lazy Load. Secara default, semua format gambar akan aktif. Namun Anda juga bisa memilih sesuai kebutuhan dengan mencentang opsi yang sesuai.
    Lazy Load Media Types
  • Output Location – Untuk mengatur format gambar apa saja yang akan memanfaatkan fitur Lazy Load. Dalam pengaturan default, semua lokasi aktif. Namun pengguna bisa menyesuaikannya dengan menghilangkan centang sesuai kebutuhan.
    Lazy Load Output Location
  • Display & Animation – Mengatur tampilan animasi saat gambar diakses pengunjung website. Ada tiga opsi yang bisa Anda pilih, yaitu Fade In, Spinner, dan Placeholder. Anda juga bisa meniadakan animasi dengan memilih opsi ‘None’.
    Mengatur display animation di Lazy Load WP Smush
  • Include/Exclude – Anda bisa dengan mudah mengatur di bagian mana saja Lazy Load akan aktif di website . Anda bisa mengaturnya berdasarkan jenis pos, lamanm URL, dan lain sebagainya.
    Pengaturan Exclude - Include di Lazy Load
  • Script – Secara default, script pendukung laman WordPress akan ditaruh di footer. Namun dalam pengaturan ini, Anda bisa juga memindahkannya ke bagian header website.
    Pengaturan script di Lazy Load
  • Native Lazy Load – Fitur ini tidak aktif secara default. Anda bisa membiarkannya seperti default atau mengaktifkan fitur lazy load bawaaan browser ini. Namun, pastikan kompatibilitas di browser pengunjung website Anda.
  • Disable Noscript – Jika menggunakan tool W3C HTML5 Validation, kemungkinan ANda akan melihat error karena  No Script di laman Anda. Solusinya, Anda perlu menyalakan opsi ini untuk mengatasi error tersebut.
    Pengaturan disable noscript di Lazy Load
  • Deactivate – Gunakan opsi ini jika ingin mematikan Lazy Load di website Anda.

5. Pengaturan Tambahan di Tools

Anda juga bisa mengaktifkan fitur Image Resize Detection di bagian Tool. WP Smush memungkinkan Anda mengetahui gambar yang ukurannya tidak sesuai.

Gambar dengan dimensi ukuran yang tidak sesuai bisa membuat gambar tidak maksimal, terlihat blur atau kurang proporsional. Untuk mencegah hal ini, Panda merekomendasikan untuk mengaktifkan fitur ini.

Fitur Image Resize Detection

Jangan khawatir, informasi ini hanya akan muncul di dashboard Anda. Jadi bukan ke pengunjung situs Anda.

6. Mengubah Format Gambar Menjadi WebP (WP Smush Pro)

WebP merupakan format gambar dengan ukuran yang lebih kecil, tapi dengan kualitas yang bagus. Format ini adalah pilihan terbaik untuk website modern dengan banyak gambar, seperti website traveling, kuliner, entertainment, dan sebagainya.

Jika Anda sudah menggunakan WP Smush Pro, Anda bisa memanfaatkan fitur Local WebP untuk mengkonversi gambar dengan format lain menjadi WebP. Tidak perlu khawatir jika browser pengunjung belum mendukung, karena format asli gambar dapat digunakan secara otomatis.

Berikut langkah- langkah menggunakan Local WebP Smush :

  • Masuk ke menu Local WebP, lalu klik GET STARTED.
    Masuk ke Local WebP
  • Scroll ke bawah untuk memilih web server yang Anda gunakan. Umumnya WP Smush sudah otomatis mendeteksi web server Anda. Namun jika tidak sesuai, Anda bisa menggantinya secara manual.
    Memilih web server yang digunakan
  • Setelah web server sesuai, klik Re-Check Status.
    Re-check status untuk melihat progres konversi WebP
  • Selanjutnya, akan ada notifikasi bahwa Local WebP yang sudah aktif akan muncul. Kini Anda sudah bisa mengubah format gambar menjadi WebP melalui Bulk Smush. Gambar- gambar yang Anda unggah selanjutnya juga akan otomatis berubah menjadi WebP.

Kesimpulan

Ada berbagai upaya yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kecepatan loading website. Namun sebelum itu, penting untuk mengidentifikasi masalah apa yang menyebabkan website lambat.

Langkah selanjutnya setelah identifikasi adalah optimasi. Ada banyak plugin WordPress yang bekerja membantu optimasi kecepatan situs. Salah satunya adalah plugin WP Smush.

Plugin ini merupakan plugin optimasi yang sangat efektif dan bekerja ampuh mempercepat loading WordPress. Selain kompresi otomatis, berbagai fitur pendukung plugin ini juga semakin membuat situs Anda bekerja optimal.

Selamat mencoba!

7 Sumber Backlink Gratis untuk Optimasi SEO

7 Sumber Backlink Gratis untuk Optimasi SEO

Sama seperti artis yang membutuhkan agensi untuk dikenal oleh masyarakat atau produk baru yang menggandeng influencer agar menjadi populer, kurang lebih itulah fungsi backlink. Rujukan link membuat optimasi SEO lebih mudah sehingga situs utama yang Anda kembangkan memperoleh banyak atensi dari pengunjung termasuk saat memanfaatkan backlink gratis

7 Sumber Backlink Gratis dalam Optimasi SEO

Kriteria backlink berkualitas dalam SEO

Menulis artikel dengan optimasi SEO yang baik tidak langsung membuat situs Anda nangkring di peringkat pertama Google. Banyak formula yang harus dipertimbangkan salah satunya penggunaan backlink. Bagi pemula, simak sejumlah rekomendasi sumber backlink gratis berikut ini:

1. Wikimedia Common

Memuat backlink pada Wikimedia Common akan memberikan perubahan yang cukup signifikan terhadap situs Anda. Anak website dari Wikimedia Foundation ini tidak kalah berkualitasnya dari Wikipedia.Org. 

Cara memuat backlink di sini sangatlah mudah. Siapkanlah gambar ilustrasi yang unik untuk Anda publish di situsnya kemudian sisipkan URL website. Pastikan jika Anda menambahkan backlink tersebut pada kolom keterangan.

2. Zoho

Platform ini merupakan salah satu andalan blogger menyelipkan backlink gratis. Jika pada Wikimedia Common Anda harus membuat gambar ilustrasi sebagai wadahnya maka di Zoho Anda membutuhkan artikel yang canggih. Nantinya, backlink akan Anda selipkan pada artikel fresh yang Anda buat. 

Persentase keberhasilan optimasi SEO dengan mengandalkan backlink Zoho cukup tinggi. Anda yang bekerja sebagai content writer tidak akan kesulitan untuk mencoba cara ini. Kuncinya adalah membuat artikel yang unik agar cepat viral di Zoho.

3. ImageShack

Sumber Backlink Gratis dari Imageshack

Selain tulisan seperti novel atau cerpen, banyak orang merasa terhibur ketika melihat gambar-gambar yang unik dan cantik. Salah satu platform yang menyediakan ribuan gambar berbayar dengan kualitas terbaik adalah ImageShack. Walaupun dikenal sebagai situs berbayar, Anda bisa sign up secara gratis di sini.

Bagaimana cara optimasi SEO menggunakan URL website di ImageShack? Cukup mudah, Anda hanya perlu posting sebanyak mungkin gambar yang sebelumnya telah Anda tambahkan link situs. Jika cukup beruntung, gambar yang Anda submit akan terjual sehingga turut meningkatkan trafik ke website. 

4. Dropbox

Mengandalkan memori card untuk menyimpan berbagai file rasanya sudah ketinggalan zaman. Belakangan ini, hampir semua orang lebih suka menyimpan dan berbagi file melalui Google Drive atau Dropbox. Tidak hanya lebih mudah, Dropbox juga gratis dan transparan.

Cara menyelipkan link website di Dropbox mungkin terbilang lebih rumit daripada platform sebelumnya. Step pertama, Anda harus menyiapkan artikel unik sebagai wadah menyelipkan URL. Kedua, akseslah Dropbox untuk memposting artikel sehingga banyak orang yang bisa melihatnya. Bila masih belum cukup, sharing file Dropbox ke berbagai sosial media.

5. Quora 

Platform ini bisa disebut sebagai saingan Brainly yang mewadahi banyak orang untuk saling melemparkan pertanyaan kemudian memberikan jawaban. Target marketing Quora cukup luas mulai dari pelajar, mahasiswa hingga orang dewasa. 

Agar pertanyaan berisi link yang Anda sisipkan pada Quora tidak dihapus, buatlah secerdas mungkin. Saran kami, pilih pertanyaan yang sejalan dengan isi website. Misalnya, Anda membuat blog traveling maka buatlah pertanyaan mengenai traveling. 

6. About.Me

Menjadikan About.Me sebagai website backlink sangatlah mudah. Anda hanya perlu mendaftarkan diri dengan mengisi identitas pribadi yang kemudian berujung pada pengisian URL website. Platform ini banyak dimanfaatkan baik oleh blogger pemula maupun yang sudah berpengalaman.

Faktanya, pergerakan backlink pada situs ini sangatlah cepat. Setiap harinya About.Me mengelola banyak pendaftaran baru yang tidak hanya bertujuan untuk input portofolio tapi juga meningkatkan optimasi SEO via backlink gratis.

7. Listly

Popularitas Listly tidak perlu diragukan lagi karena platform ini tidak hanya dikenal di Indonesia tapi juga banyak dibicarakan di website luar negeri. Listly memungkinkan banyak orang saling berbagi daftar tips atau daftar website yang mereka sukai sebagai hobi atau untuk kepentingan bisnis.

Cara penempatan URL website Anda pada Listly juga sangat simpel. Anda hanya perlu menambahkan link situs pada list tips yang sengaja Anda buat sebelumnya. Agar hasilnya maksimal, buat list tips yang sekiranya banyak orang sukai.

Menggunakan Sumber Backlink Gratis atau Layanan Jasa Backlink?

Dari semua sumber backlink di atas, masih banyak sumber lainnya yang juga menawarkan kelebihan yang sama. Sebut saja Medium, Myspace.com hingga Asianwiki.com. Yang perlu Anda lakukan cukup memanfaatkan semua platform tersebut untuk membantu pengembangan website dengan optimasi SEO yang lebih baik dan lancar.

Jasa Backlink DiveDigital

Namun jika Anda menginginkan optimasi SEO dengan level advance yang lebih powerfull, Anda bisa mencoba jasa backlink dari divedigital.id pada link berikut ini https://divedigital.id/jasa-backlink-pbn/. Tidak perlu diragukan lagi kemampuannya dalam management website, terbukti website mereka sendiri bisa merangking banyak niche, tidak hanya soal dunia SEO saja. Selain itu, portofolio yang dimiliki juga tidak kalah keren, ada banyak perusahaan bonafide yang sudah memesan backlink disana.

Broken Link : Pengertian, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Broken Link : Pengertian, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Broken link mungkin bukan istilah yang asing untuk para webmaster. Saat membangun publisher menyisipkan link sebagai referensi untuk pembaca, ada kalanya link berubah tidak bisa di akses dalam beberapa waktu ke depan.

Tidak bisa diakses ini bisa terjadi karena beberapa hal. Mulai dari pergantian alamat url website atau dalam beberapa kasus website memang di shut down. Akibatnya, link yang diberikan mengarah ke halaman error.

Untuk pemilik website, link rusak seperti ini bisa menjadi masalah besar. Mengapa? Nah itu lah yang akan diulas lebih rinci di artikel ini.

Apa itu Broken Link?

Broken link juga kerap disebut dengan nama dead link oleh sebagian orang. Pengertian dari broken link ini sendiri adalah sebuah link rusak yang tidak bisa bekerja seperti seharusnya.

Seperti yang sempat Panda gambarkan di atas, publisher kerap menautkan link di anchor teks sebagai referensi terpercaya untuk pembaca. Dalam keadaan normal, link ini seharusnya bisa kita akses ke halaman tujuan.

Namun karena kerusakan oleh hal tertentu, link ini rusak dan mengarahkan kita ke halaman error 404 saat diklik. Akibatnya, ini bisa mengganggu kenyamanan pengguna dalam berselancar karena pengalaman pengguna yang buruk.

Penyebab Broken Link

Dead link bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Baik itu kelalaian dari pemilik website atau faktor eksternal. Berikut ini adalah beberapa penyebab umum terjadinya dead link pada website :

Kesalahan pengetikan tautan/ link

Karena ketidaktelitian dalam mempublikasikan konten, publisher bisa saja menyisipkan tautan yang salah. Misalnya saja, tautan seharusnya ke https://pandagila.com/apa-itu-social-proof-dalam-marketing-mengapa-penting/ . Tapi justru tertulis ke https://pandagla.com/apa-itu-social-proof-dalam-marketing-mengapa-penting/ kurang huruf ‘i’ di penulisan domain pandagila.com.

Karena alamat yang dituju salah, secara otomatis ini membuat pengguna redirect ke halaman kosong atau error 404 not found

Broken link karena kesalahan alamat url

Perubahan alamat domain

Nama domain yang berubah otomatis akan merubah susunan url website. Itulah mengapa webmaster perlu mempertimbangkan matang- matang sebelum memilih mengubah nama domain.

Terlebih jika kita sudah lama mengoptimasi domain dan mendapat pasokan backlink dari jaringan blog, forum, dan media sosial. Tentu sayang sekali kita kehilangan backlink yang sebelumnya sudah kita perjuangkan dengan susah payah.

Hal ini juga berlaku terhadap ekstensi domain yang kita gunakan ya.

Perubahan direktori website

Direktori adalah sebuah informasi lokal sebuah konten atau file pada website atau komputer. Saat direktori diubah, otomatis url juga berubah. Penggunaan direktori ini sendiri sebenarnya memudahkan dalam mengkategorikan konten atau file. Dengan direktori, kita bisa melacak file dengan mudah.

Contoh penggunaan direktori ini misalnya untuk website dengan sub kategori/ sub menu di susunan permalink mereka. Misalnya saja :

  • Alamat awal : domain.com/kota/kategori-produk/nama-produk
  • Lalu menggantinya ke : domain.com/kota/nama-produk

Jika tidak melakukan pengaturan redirection, maka perubahan ini akan menimbulkan link rusak website di banyak halaman.

File sistem atau konten yang terhapus

Jika file sistem terhapus, misalnya saja untuk file pdf, jpg atau file lainnya, maka link ke alamat konten ini otomatis tidak berfungsi lagi. Hal yang sama juga berlaku untuk file website lainnya.

Misalnya saja kita kerap menautkan link konten dari media sosial. Ada kalanya pemilik konten menghapusnya secara tiba- tiba. Maka tautan konten yang masuk ke website otomatis akan rusak dan menjadi link mati.

Masalah cache

Cache adalah penyimpanan data sementara dalam sebuah HTML yang tujuannya penyajian data lebih cepat dan memperkecil penggunaan bandwidth. Penyimpanan cache ini juga mempercepat proses loading sebuah halaman.

Sayangnya, kadang cache juga bisa menimbulkan masalah. Misalnya saat alamat website yang sebelumnya mengalami error 404, kemudian sudah berjalan normal kembali. Namun karena cache yang belum bersih, maka browser tetap menampilkan halaman error 404.

Jika masalah dead link terjadi karena cache, maka solusinya adalah membersihkan cache dari browser itu sendiri. Setelah itu, kita bisa mengakses link secara normal kembali.

Propagasi DNS

Perubahan pengaturan dalam Domain Name Server (DNS) juga bisa memicu terjadinya dead link. Pasalnya, propagasi ini sendiri juga membutuhkan waktu.

Tidak heran, saat propagasi ini belum selesai sepenuhnya, maka website yang kita akses akan menampilkan halaman error 404.

Dampak Broken Link untuk Website

Karena broken link mengindikasikan kerusakan pada elemen website, tentu saja ini menimbulkan dampak negatif untuk website itu sendiri.

Berikut ini adalah beberapa akibat negatif dari adanya broken link ini :

Pengalaman pengguna yang buruk

Link yang rusak sudah pasti membuat pengguna merasa tidak nyaman dan mungkin ‘terjebak’ saat mengklik link. Mereka berpikir akan mendapatkan tautan terpercaya, tapi justru mengarahkan mereka ke halaman error.

Siteimprove.com sendiri mengungkap bahwa sekitar 88 persen pengunjung website tidak akan pernah kembali datang ke website yang mempunyai pemberitahuan error 404 saat tengah berselancar.

Mempengaruhi performa website di SERP

Dead Link merugikan website karena bisa mempengaruhi peringkat SERP. Tautan berkualitas bisa menjadi salah satu cara search engine menilai reputasi website. Saat kita menautkan link yang rusak, ini bisa menjadi nilai negatif di mata mesin pencari.

Di sisi lain, saat link rusak berasal dari website kita sendiri, sementara kita sudah membangun backlink untuk link tersebut, maka link ini akan hilang di mata mesin pencari. Mereka akan menganggapnya sebagai link mati.

Cara Cek Broken Link dan Memperbaiki Link yang Rusak

Anda pasti sepakat, mengecek link satu per satu untuk menemukan broken link ini pasti sangat melelahkan dan membuang- buang waktu. Apalagi jika website sudah cukup lama dan mempunyai konten yang cukup banyak.

Maka dari itu, untuk mengatasi masalah broken link ini, cara termudah adalah menggunakan tool dan plugin untuk mengecek link rusak di website. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi tool yang dapat Anda coba :

1. Plugin Broken Link Checker

Broken Link Check membantu Anda menemukan link rusak secara otomatis di seluruh bagian struktur website. Berikut ini adalah cara untuk mulai menggunakan plugin ini :

  • Download plugin Broken Link Checker
  • Install dan aktifkan
  • Masuk ke bagian Setting > Link Checker
Broken link checker plugin untuk cek link rusak di website WordPress

Plugin ini memberikan banyak opsi pengaturan. Di tab “General”, Anda akan mendapatkan informasi daftar link rusak yang perlu mendapat perbaikan.

Anda bisa mengatur waktu kapan plugin ini bekerja untuk memeriksa tautan rusak. Anda juga bisa membuat pengaturan untuk membuat notifikasi ke email pengguna setiap ada link yang rusak. Dengan begitu, Anda bisa memeriksa keadaan website secepat mungkin.


Di tab “Look For Links In”, pengguna bisa mengatur di bagian mana saja plugin melakukan proses scanning. Secara default, plugin ini bisa melakukan proses scanning pada struktur postingan, halaman, dan komentar. Waktu yang kita perlukan dalam melakukan proses scanning ini sendiri tergantung dari banyaknya konten di website. Semakin banyak konten yang di scan, maka prosesnya semakin lama.

Jika dalam proses scanning tadi plugin menemukan link yang rusak, maka secara otomatis akan ada tab baru pada menu Tools >> Broken Link. Di bagian ini pengguna bisa melihat tampilan beberapa daftar link rusak yang berhasil plugin temukan.

Cek broken link di website dengan plugin

Setelah menemukan link rusak ini, maka pemilik website bisa melakukan beberapa tindakan untuk memperbaikinya :

  • Edit URL, yaitu untuk mengubah URL dari tautan sehingga link bisa kita akses kembali dengan tepat
  • Unlink, yaitu untuk menghapus informasi tautan. Dengan begitu pengguna tidak lagi mendapatkan opsi untuk mengklik tautan
  • Not Broken, yaitu untuk menandai bahwa ini adalah kesalahan sistem. Ini adalah opsi yang dipilih jika terdeteksi link rusak, namun sebenarnya link bekerja dengan normal. Kejadian ini sendiri biasanya terjadi karena faktor bug, atau kesalahan sistem
  • Dismiss, yaitu untuk menyembunyikan peringatan link dari kanal Broken Link dan Redirect Link. Opsi ini bisa kita pilih saat link bersangkutan bisa bekerja secara normal.

Selain itu, ada juga tab Which Link to Check untuk mengatur pilihan tautan yang perlu kita periksa. Misalnya saja yang berbentuk HTML, tautan pada gambar, dan tautan video YouTube.

2. Tool Dead Link Checker

Selain melalui plugin, Anda juga bisa melakukan proses cek broken link melalui tool Dead Link Checker. Tool ini sendiri merupakan sebuah tool checker online yang bisa menjelajah sebuah website secara menyeluruh dan membantu pengguna menemukan semua link rusak di website.

Tool ini mempunyai dua pilihan yang cukup menarik, yaitu

  • Fitur Multi Check, untuk mengecek beberapa website sekaligus dalam satu waktu. Hasilnya nanti akan dikirimkan ke email pengguna.
  • Fitur Auto Check, untuk memeriksa secara berkala ada tidaknya broken link di website dan hasilnya nanti akan dikirimkan via email.
Dead link checker untuk cek broken link

3. Online Broken Link Checker

Online broken link checker

Ini adalah tool lain yang juga bisa Anda manfaatkan untuk mengecek broken link di website. Beberapa fitur gratis yang terdapat di tool ini antara lain :

  • Cek broken link di website atau blog
  • Scan halaman tak terbatas (unlimited page scan) di website
  • Kompatible dengan Windows, Mac OS X, Linux/ UNIX, dan iOS

Kesimpulan

Jika menemukan link rusak di website, maka memperbaikinya segera adalah solusi yang wajib kita jalankan. Berikut adalah ringkasan pembahasan dari artikel ini di Panda Gila :

Apa it Broken Link?

Broken link atau dead link adalah sebuah link rusak yang tidak bisa bekerja seperti seharusnya. Saat diakses, link ini mengarah ke halaman kosong atau error 404.

Apa Penyebab Broken Link?

Broken link bisa disebabkan oleh beberapa hal. Mulai dari kesalahan alamat url, perubahan alamat domain, struktur direktori, file sistem atau konten yang rusak, dan lain sebagainya.

Apakah ada Dampak Negatif Broken Link untuk Website?

Ya, broken link berdampak buruk untuk website. Selain merusak pengalaman pengguna, ini juga mempengaruhi performa website di mesin pencari.

Bagaimana cara cek broken link?

Ada beberapa cara mudah yang bisa digunakan. Mulai dari menggunakan plugin link checker, atau tool online broken link checker. Anda bisa membaca lebih lengkap di artikel ini tool untuk cek link rusak dan cara mengatasi broken link di website.

Cara Mengaktifkan GZip Compression untuk Optimasi Kecepatan Website

Cara Mengaktifkan GZip Compression untuk Optimasi Kecepatan Website

Mengaktifkan GZip compression sering kita dengar sebagai salah satu saran optimasi untuk mempercepat loading website. Proses kompresi dalam optimasi ini akan membuat web server menyajikan ukuran file yang lebih kecil sehingga membuat website lebih cepat untuk pengguna.

Di artikel ini, Panda akan secara khusus mengulas tentang apa itu GZip Compression, keuntungan menggunakan kompresi GZip dan  dan cara mengaktifkannya.

Apa itu GZip Compression?

GZip Compression adalah sebuah teknologi yang bisa melakukan proses kompresi atau pengurangan ukuran file secara real time, sehingga bisa membuat transfer data melalui jaringan menjadi lebih cepat dan menghemat bandwidth hosting.

GZip ini sendiri merupakan format file yang terbentuk karena proses kompresi dari sebuah file agar ukurannya lebih kecil.

Dengan kompresi GZip ini, menurut Google Developer kompresi file HTML, javascript dan CSS bisa menghemat sekitar 70-90% ukuran file di halaman. Dengan ukuran yang lebih kecil, waktu yang dibutuhkan untuk meload halaman tentu saja lebih cepat. Sesederhana itu.

Kompresi GZip sendiri merupakan salah satu parameter dalam penilaian di Google PageSpeed Insight dan GTMetrix. Secara ringkas, keuntungan menggunakan kompresi GZip antara lain :

  • Memperkecil ukuran halaman website hingga 70-90%
  • Menghemat bandwidth hosting karena server memproses request yang lebih kecil
  • Meningkatkan kecepatan loading halaman website secara keseluruhan

Cara Kerja GZip Compression

Pada umumnya GZip mempunyai cara kerja yang sederhana. Gzip akan meletakkan string yang sama dalam file teks dan menganttikan string tersebut sementara agar ukuran file secara keseluruhan lebih kecil.

File CSS dan HTML sendiri kerap menggunakan banyak kode teks berulang dan banyak spasi. Dengan GZip yang bekerja mengkompresi string ini, ukuran file bisa lebih kecil 70-90%.

Saat browser mengunjungi web server, browser akan memeriksa apakah server sudah mengaktifkan kompresi GZip. Pengecekan ini dilakukan dengan cara mendeteksi apakah ada header “content-encoding: gzip” di website.

Saat header terdeteksi, file yang sudah dikompress tadi akan ditampilkan. Namun jika tidak menemukan header, maka browser akan menampilkan ukuran asli yang jauh lebih besar kepada pengunjung.

Kendati begitu, tidak semua file di website akan terkompres otomatis ya. File yang akan masuk ke dalam kompresi ini adalah HTML, CSS, JavaScript, JSON, dan XML. Font dan gambar tidak termasuk.

Gambar sendiri mempunyai teknik kompresi yang berbeda dengan file- file website lainnya. Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa membaca artikel Panda sebelumnya : 10+ Cara Mengecilkan Ukuran Foto/ Gambar Tanpa Mengurangi Kualitasnya.

Cara Cek Apakah Website Sudah Menggunakan GZip Compression

Salah satu cara termudah untuk menemukan apakah kompresi GZip sudah aktif atau tidak adalah saat menemukan peringatan error di tool pengecek kecepatan website, seperti GtMetrix atau Google Page Speed.

Optimasi GZip Compression GtMetrix

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan tool Gzip compression checker dari TechNumero untuk mengecek dengan mudah apakah GZip Compression sudah aktif. Cukup masuk ke website tersebut dan tambahkan URL website Anda, lalu klik Check.

GZip Compression Checker

Setelah itu, Anda akan bisa dengan mudah dan jelas melihat status kompresi GZip Anda. Anda juga bisa melihat berapa banyak file ukuran yang berhasil dikompresi.

Cara Mengaktifkan Enable GZip Compression di Website

Ada dua metode yang bisa kita gunakan untuk mengaktifkan GZip Compression di website. Yang pertama adalah melalui plugin caching WordPress yang sudah mendukung kompresi GZip dan yang kedua adalah dengan mengaktifkan module mod_deflate secara manual.

1. Memasang GZip Compression dengan Plugin WordPress

Mengaktifkan GZip Compression di WP Optimized

Cara termudah untuk mengaktifkan GZip Compression di website adalah melalui plugin cache yang sudah mendukung kompresi GZip. Salah satunya adalah W3 Total Cache dan WP Optimize.

Untuk mengaktifkan GZip dengan WP Optimize, silahkan masuk ke panel WP Optimized > Cache. Selanjutnya, pilih tab GZip dan pilih ENABLED.

Plugin lain kurang lebih caranya sama. Anda hanya perlu menemukan pengaturan aktivasi kompresi GZip di pengaturan plugin Anda. Anda mungkin bisa menemukannya di sub menu Cache atau Browser Cache.

2. Edit File via .htaccess

Ada dua cara yang bisa Anda gunakan untuk mengaktifkan GZip Compression via .htaccess, yaitu dengan modul mod_gzip dan mod_deflate. Cara yang paling direkomendasikan adalah mod_deflate. Jadi, kami sarankan untuk mencoba metode mod_deflate lebih dulu.

Untuk mengaktifkan GZip dengan mod_deflate, tambahkan kode berikut di .htaccess :

<IfModule mod_deflate.c>
AddOutputFilterByType DEFLATE text/html
AddOutputFilterByType DEFLATE text/css
AddOutputFilterByType DEFLATE text/javascript
AddOutputFilterByType DEFLATE text/xml
AddOutputFilterByType DEFLATE text/plain
AddOutputFilterByType DEFLATE image/x-icon
AddOutputFilterByType DEFLATE image/svg+xml
AddOutputFilterByType DEFLATE application/rss+xml
AddOutputFilterByType DEFLATE application/javascript
AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-javascript
AddOutputFilterByType DEFLATE application/xml
AddOutputFilterByType DEFLATE application/xhtml+xml
AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font
AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font-truetype
AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font-ttf
AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font-otf
AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font-opentype
AddOutputFilterByType DEFLATE application/vnd.ms-fontobject
AddOutputFilterByType DEFLATE font/ttf
AddOutputFilterByType DEFLATE font/otf
AddOutputFilterByType DEFLATE font/opentype
# For Older Browsers Which Can't Handle Compression
BrowserMatch ^Mozilla/4 gzip-only-text/html
BrowserMatch ^Mozilla/4\.0[678] no-gzip
BrowserMatch \bMSIE !no-gzip !gzip-only-text/html
</IfModule>


Atau tambahkan kode di bawah ini jika ingin mengaktifkan GZip Compression dengan mod_gzip :

<ifModule mod_gzip.c>
mod_gzip_on Yes
mod_gzip_dechunk Yes
mod_gzip_item_include file \.(html?|txt|css|js|php|pl)$
mod_gzip_item_include mime ^application/x-javascript.*
mod_gzip_item_include mime ^text/.*
mod_gzip_item_exclude rspheader ^Content-Encoding:.*gzip.*
mod_gzip_item_exclude mime ^image/.*
mod_gzip_item_include handler ^cgi-script$
</ifModule>

3. Edit File di nginx.conf untuk Pengguna Server Nginx

Jika web server Anda menggunakan Nginx, Anda bisa enable GZip Compression dengan menambahkan kode di bawah ini di file nginx.conf Anda :

gzip on;
gzip_disable "MSIE [1-6]\.(?!.*SV1)";
gzip_vary on;
gzip_types text/plain text/css text/javascript image/svg+xml image/x-icon 
application/javascript application/x-javascript;

Kesimpulan

GZip Compression adalah metode kompresi ukuran file yang bekerja efektif untuk membuat transfer data melalui jaringan menjadi lebih cepat. Dengan mengaktifkan GZip di website, ukuran file menjadi lebih kecil 70-90% dan tentunya loading website menjadi lebih cepat.

Cara enable GZip Compression ini sendiri terbilang cukup mudah. Anda bisa mengaktifkan kompresi GZip melalui plugin cache yang sudah terpasang di website. Atau bisa juga melakukan editing manual sesuai dengan server yang Anda gunakan.

Setelah mengaktifkannya, jangan lupa untuk mengeceknya dengan tool checker kompresi GZip. Pastikan tidak ada peringatan error dan sekaligus Anda bisa melihat berapa banyak file yang berhasil dikompresi.

Tapi jangan lupa juga, selain kompresi GZip, ada banyak cara lain yang bisa Anda terapkan untuk mempercepat loading website. Anda bisa membaca panduan lain tersebut di artikel Panda : 20+ Cara Ampuh Mempercepat Loading Website.

Selamat mencoba!

Rekomendasi 7+ Plugin Caching WordPress Terbaik untuk Website

Rekomendasi 7+ Plugin Caching WordPress Terbaik untuk Website

Plugin caching merupakan salah satu plugin wajib instal untuk pengguna CMS WordPress. Penggunaan plugin in sendiri merupakan salah satu cara untuk mempercepat loading website WordPress.

Ada banyak manfaat yang kita peroleh saat berkaitan dengan website cepat. Selain pengalaman pengguna yang menjadi jauh lebih baik, website cepat juga berpotensi meningkatkan performa website di laman pencarian Google.

Apa itu Caching? Mengapa Penting untuk Website?

Saat seseorang mengunjungi website Anda, situs biasanya akan menampilkan informasi dengan mengambilnya dari database bersama dengan banyak proses. Proses- proses ini mempengaruhi kinerja website karena semakin banyak proses, artinya waktu pemuatan laman semakin bertambah.

Dengan adanya plugin cache, akan tercipta salinan halaman setelah pemuatan pertama yang bisa pengguna akses berulang kali. Versi salinan ini lah yang akan diakses pengguna untuk kunjungan kedua dan seterusnya.

Caching ini sendiri merupakan teknologi yang meningkatkan kecepatan situs website karena menyajikan laman versi caching tersebut kepada pengguna. Caching membuat waktu muat halaman menjadi lebih cepat karena tidak harus melakukan proses muat halaman yang sama. Dalam SEO On Page, ini adalah optimasi yang penting untuk dilakukan.

Setiap kali Anda mengakses situs web, cache plugin menyajikan halaman HTML yang lebih ringan, alih- alih memproses script PHP WordPress yang relatif lebih berat. Nilai plus nya lagi, caching juga bisa mengurangi beban di server.

Plugin Caching WordPress Terbaik

Plugin caching WordPress ada cukup banyak yang bisa Anda temukan. Dari sekian opsi, berikut adalah daftar plugin caching terbaik WordPress untuk situs Anda :

1. WP Rocket

Plugin caching WordPress terbaik, WP Rocket

WP Rocket adalah salah satu plugin cache terbaik yang perlu Anda coba. Plugin ini merupakan plugin premium dan sama sekali tidak mempunyai versi gratis seperti plugin caching lainnya.

WP-Rocket mempunyai konfigurasi yang cukup mudah dibandingkan kompetitornya. Begitu plugin ini aktif, caching halaman akan segera aktif dan siap bekerja.

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari WP Rocket ini :

  • Pengindeksan situs web di mesin pencari meningkat.
  • Waktu loading website menjadi lebih cepat.
  • Compressor file HTML, javascript dan CSS.
  • Lazy load untuk gambar, yang berarti gambar hanya akan dimuat saat mereka terlihat oleh pengunjung di browser saat mereka scroll halaman.

Karena kinerjanya yang baik di mata para webmaster, banyak yang menyebut kalau sulit menemukan yang versi yang lebih baik dari WP Rocket ini. Mungkin ini juga menjadi salah satu alasan mengapa WP Rocket belum mengeluarkan versi gratis dari plugin ini.

Harga dari plugin ini sendiri mulai dari $49 untuk lisensi satu website dan satu tahun support.

2. W3 Total Cache

Plugin W3 Total Cache

W3 Total Cache adalah plugin caching selanjutnya yang powerful dan populer untuk WordPress. Plugin yang mempunyai lebih dari sejuta instalasi aktif ini bekerja mengoptimalkan kinerja server dengan caching setiap aspek website.

Kendati begitu, plugin ini lebih cocok untuk pengguna yang expert karena konfigurasinya yang sedikit rumit. Untuk pemula, Anda disarankan untuk menggunakan plugin caching yang lebih sederhana untuk menghindari kesalahan- kesalahan yang bisa menurunkan performa situs.

W3 Total Cache juga menawarkan integrasi CDN (Content Delivery Network), serta dukungan untuk AMP (Accelerated Mobile Pages) dan SSL (Secure Socket Layers). Pengembang dari plugin ini mengklaim bahwa W3 Total Cache bisa menghemat bandwidth hingga 80% melalui proses Minify file.

W3Total Cache banyak digunakan oleh perusahaan dan publikasi terkenal, seperti AT&T, Mashable.com, MattCutss.com, dan masih banyak yang lainnya.

3. WP-Optimize

Plugin WP Optimize

WP-Optimize adalah plugin caching freemium, yang berarti tersedia dalam versi gratis dan juga berbayar. Sebagai plugin caching, WP-Optimize bekerja mempercepat website WordPress dengan dengan berbagai fitur unggulannya.

Antara lain adalah sebagai berikut :

  • Clean database, yaitu membersihkan semua data yang tidak perlu di database, dan membersihkan tabel sehingga situs menjadi lebih cepat dan efisien.
  • Image Compression : optimasi gambar secara signifikan untuk mengurangi resource server melalui kompresi gambar, sehingga ukurannya lebih optimal untuk website.
  • Caching ; bekerja seperti plugin caching pada umumnya dengan konfigurasi minimal.
  • Gzip compression, yaitu metode untuk kompresi file kompresi ukuran file yang bekerja efektif untuk membuat transfer data melalui jaringan menjadi lebih cepat

Untuk optimasi website WordPress dengan plugin ini, Anda bisa membaca artikel Panda : Panduan Lengkap Setting WP Optimize untuk Optimasi Database Website.

4. WP Super Cache

WP Super Cache

Plugin caching terbaik selanjutnya untuk website WordPress adalah WP Super Cache, yang mempunyai lebih dari satu juta instalasi aktif. Plugin ini diprakarsai oleh Automattic, yang merupakan tim yang sama di belakang WordPress.com.

WP Super Cache bekerja memproses script WordPress yang berat untuk menyajikan file HTML statis kepada sebagian besar pengunjung website. Caching dalam plugin ini disajikan dengan tiga cara :

  • Sederhana : metode caching file yang paling mereka rekomendasikan karena tidak perlu mengedit file PHP tanpa konfigurasi file .htaccess.
  • Ahli : metode caching tercepat untuk menyajikan file HTML super cache kepada pengguna, tapi membutuhkan modifikasi file .htaccess.
  • WP Super Caching : metode caching untuk mem-cache halaman untuk pengguna yang dikenal (orang- orang yang pernah masuk ke situs, meninggalkan komentar, dsb). Metode ini merupakan yang paling fleksibel, meski sedikit lebih lambat dari metode lainnya.

5. WP Fastest Cache

WP Fastest Cache, rekomendasi plugin caching WordPress terbaik

Plugin WP Fastest Cache mempunyai lebih sedikit konfigurasi caching sehingga mudah untuk digunakan. Selain itu, WP Fastest juga merupakan plugin caching yang tersedia di repository plugin WordPress resmi.

Selain caching, plugin ini juga menawarkan minify file seperti plugin caching lainnya, dan menonaktifkan emoji. Plugin ini mempunyai versi gratis dan berbayar.

Dengan versi gratis, Anda dapat mengoptimalkan caching situs WordPress Anda dengan fitur standar. Sedangkan dengan versi premium, Anda bisa menggunakan lebih banyak fitur untuk meningkatkan kecepatan website, seperti optimasi gambar, caching seluler, pembersihan basis data, dan masih banyak lagi.

6. Cache Enabler

Cache Enabler Plugin

Untuk Anda yang mencari plugin Cache yang ringan, plugin ini adalah pilihan yang cocok. Cache Enabler membantu situs web Anda membuat file statis website berdasarkan permintaan dengan konfigurasi yang minimal.

Kendati demikian, plugin ini juga menampilkan sebagian besar fitur penting yang Anda butuhkan dari plugin caching.

Selain itu, berbeda dari kebanyakan plugin caching WordPress gratis lainnya, plugin ini juga menyediakan dokumentasi yang ekstensif yang membantu Anda dalam menjelajah berbagai fitur plugin. Dokumentasi ini juga lengkap dengan tangkapan layar dan video yang memandu Anda melalui berbagai aspek caching WordPress.

7. Comet Cache

Comet Cache Plugin

Sama seperti cache plugin WordPress lainnya, Comet Cache mempunyai kemampuan untuk meng-cache pelanggan yang sudah login juga. Artinya, saat Anda mempunyai situs dengan sistem membership, plugin ini cukup efektif untuk mengoptimalkan situs Anda.

Comet Cache menggunakan caching browser dengan server Apache. Dengan begitu, plugin ini bisa meningkatkan kecepatan halaman dengan menghindari bolak- balik antara server dan browser.

Anda juga bisa menayangkan semua file cache di situs dari jaringan CDN (Content Delivery Network) yang Anda gunakan. Plugin ini juga mendukung deretan layanan CDN terbaik, seperti MaxCDN, CloudFront, dan lainnya.

8. Hyper Cache

Plugin Hyper Cache

Plugin yang satu ini merupakan plugin caching yang murni ditulis dalam PHP untuk mengoptimalkan kinerja server. Konfigurasi dari plugin relatif mudah karena berfungsi dengan sekumpulan nilai default.

Salah satu fitur unggulan dari Hyper Cache adalah mobile caching. Dengan fitur ini, plugin punya kemampuan untuk menyimpan versi cache yang berbeda untuk pengguna seluler. Alih- alih menggunakan cache yang berorientasi pada desktop klasik, pengunjung mobile akan disajikan laman statis yang sudah dioptimalkan untuk layar mereka.

Fitur penting lainnya adalah theme switching, konfigurasi bypass, mendukung kompresi file dan juga integrasi dengan bbPress. Kabar baiknya, plugin ini 100% gratis.

Kesimpulan

Bicara soal kecepatan website, kita sering dihadapkan dengan beberapa penyebab website lambat. Dari sekian banyak penyebab ini, salah satu cara ampuh untuk mengoptimalkan kecepatan website adalah dengan penggunaan plugin caching.

Menggunakan plugin caching berarti Anda akan menggunakan teknologi caching untuk menampilkan konten statis kepada pengunjung yang pernah mampir ke laman Anda, alih- alih bolak- balik mengambil ulang data baru yang membuat waktu muat lebih lambat.

Ada beragam plugin caching yang layak untuk Anda coba. Beberapa yang terbaik dan terpopuler diantara webmaster adalah 8 plugin di atas. Ada yang gratis, freemium dan premium only.

Untuk memilihnya, tentunya perlu Anda sesuaikan dengan kebutuhan website Anda. Selain itu, berbagai review di laman plugin masing- masing atau tambahan sumber lain bisa menjadi pertimbagnan Anda untuk menjatuhkan pilihan penggunaan plugin.

Selamat mencoba!