Mana Placement Iklan yang Lebih Baik, Instagram atau Facebook?

Mana Placement Iklan yang Lebih Baik, Instagram atau Facebook?

Pernah kah Anda bertanya- tanya, mana placement yang lebih baik untuk iklan Anda, Facebook atau Instagram? Well, kenyataannya, hal ini memang sering membuat para advertiser penasaran. Apa sih bedanya dan bagaimana dampaknya saat kita memilih salah satu placement atau menggunakan keduanya?

 

Mengenal Jenis- jenis Placement yang Tersedia di Facebook Ads

Saat Anda mengiklankan produk Anda via Facebook Ads, maka Anda akan masuk ke sebuah menu yang ‘Placement’ dimana Anda memerintahkan Facebook untuk penempatan iklan Anda. Placement ini angara lain adalah

  • Mobile & Desktop, pilih salah satu atau keduanya
  • Facebook dan seluruh sub-platformnya:
    • Feed, yaitu iklan Anda akan terlihat di timeline, baik desktop atau mobile
    • Instant Articles, adalah untuk penempatan di artikel instant Facebook (hanya untuk mobile)
    • In-stream Videos, iklan hanya muncul diantara video yang audience tonton
    • Right Column, yaitu di kolom sebelah kanan saat Anda membuka Facebook dari desktop (hanya untuk desktop)
    • Suggested videos, saat Anda terbenam diantara video, kemudian scroll ke bawah lagi, maka iklan ini akan muncul diantaranya
    • Marketplace, yaitu penempatan iklan untuk muncul di marketplace Facebook (belum populer di Indonesia)
    • Stories, akan muncul di bagian Stories seperti Instagram
  • Instagram dan seluruh sub-platformnya:
    • Feed, yaitu di sela- sela postingan orang lain di feed Instagram
    • Stories, akan muncul di sela- sela stories yang sedang kita lihat
  • Audience Network, iklan akan muncul di seluruh partner Facebook. Penempatan ini kurang menarik karena tidak se- engage di Facebook dan sering bounce
  • Messenger, iklan akan ditayangkan di bagian messenger kepada orang yang menginstal aplikasi Facebook Messenger di smartphone nya.

 

Hal yang Harus Anda Pertimbangkan Dalam Menentukan Placement Iklan Anda

Pada dasarnya Anda bisa memilih placement yang direkomendasikan oleh Facebook, yaitu automatic placement (penempatan otomatis). Namun, ada kalanya Anda perlu melakukan improvement untuk penayangan iklan Anda.

Beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan Anda antara lain :

1. Siapa Audience Anda?

Anda harus mengetahui ada dimana calon audience Anda berkumpul. Apakah di Facebook? Atau di Instagram? Anda bisa menggunakan beberapa clue berikut ini untuk mengidentifikasinya :

Mereka yang aktif di Instagram biasanya adalah :

  • Para penikmat visual
  • Mereka yang cenderung tidak suka dengan keriuhan yang ada di Facebook
  • Generasi millennial rata- rata mempunyai akun Instagram dan tidak lagi aktif di Facebook

Sedangkan mereka yang ada di Facebook biasanya adalah mereka yang usianya lebih dewasa. Sebuah survey dari PiperJaffray mengenai Generation Z di Amerika mengungkap fakta menarik bahwa Facebook hanya diminati oleh 9% kelompok Generasi Z. Tren yang mengungkap bahwa generasi muda cenderung tidak meminati Facebook ini juga kemungkinan terjadi di Indonesia.

 

2. Bagaimana Konten Iklan Anda?

Jika materi iklan Anda adalah video berdurasi cukup panjang, maka Facebook adalah jawaban yang tepat karena platform mereka bisa mengakomodasi iklan video hingga satu jam. Sedangkan di Instagram hanya 60 detik, dan Stories hanya 15 detik.

Jika iklan Anda menyajikan konten visual yang atraktif, maka Instagram akan menjadi pilihan yang menarik. Lantas bagaimana kalau bingung atau ragu- ragu? Lakukan saja SPLIT TEST untuk menemukan hasil terbaik.

 

3. Produk Apa yang Anda Jual?

Instagram adalah tempat yang cocok untuk mengiklankan produk untuk generasi millennial. Jika Anda mengiklankan produk untuk usia yang lebih dewasa dan orangtua, maka placement FB akan cenderung lebih optimal. Kalau produk adalah untuk semua kalangan, pilih semua placement saja. Jika produk Anda mengandung ‘HOAX’, coba lah untuk placement Facebook saja.

 

4. Bagaimana Cara Konsumen Anda Berinteraksi?

Karena Instagram cenderung didominasi oleh generasi milenial yang modern dan melek dunia digital, maka mereka cenderung terbiasa berbelanja secara online dan familiar dengan pengisian form secara mandiri. Mereka juga memahami banyak messenger, dan berkomunikasi dengan multi-platform.

Sedangkan di Facebook, jenis audience dalam berkomunikasi cenderung fifty-fifty, dan kadang perlu dibantu untuk bertransaksi melalui WA.

 

Perlukah Split Test untuk Placement?

Ada beberapa advertiser yang lebih memilih automatic placement untuk memanfaatkan secara optimal algoritma Facebook dalam menyebarkan campaign iklan kita. Facebook sendiri sudah mengembangkan algoritma tertentu untuk memilih placement terbaik dari materi iklan kita. Jika ternyata lebih optimal untuk Instagram, maka Facebook akan mengalokasikan budget yang lebih tinggi untuk Instagram, dan menomorduakan Facebook. Pertimbangan utama yang dilakukan adalah mencari manakah diantara platform tersebut yang mempunyai CPM lebih rendah agar performa ads pengiklan tampil lebih optimal.

Split Test bisa Anda lakukan untuk menemukan winning campaign Anda. Jika ragu- ragu, coba lah melakukan beberapa variasi Split Test seperti biasa. Dengan split test, Anda akan lebih mudah mengefektifkan budget Anda dan mengoptimalkan iklan dengan performa terbaik.

Selamat mencoba!

 

Referensi : Scale Up Club, Social Media Examiner

 

5 Hal yang Harus Anda Perhatikan untuk Membuat Ads yang Convert

5 Hal yang Harus Anda Perhatikan untuk Membuat Ads yang Convert

Membuat iklan yang convert adalah goal yang ingin dicapai oleh setiap advertiser. Selain menghindari boncos budget, iklan yang convert akan berujung ke profit yang optimal. Lantas, bagaimana caranya membuat iklan yang convert untuk Facebook Ads?

Hal yang Harus Anda Perhatikan untuk Menciptakan Iklan yang Convert

Ada hal yang harus dipahami sebelum kita tahu bagaimana caranya membuat ads yang convert, yaitu apa sih inti dari ads copy yang kita buat. Menciptakan iklan yang convert berarti harus memperhatikan beberapa hal berikut ini :

1. Ads Anda Bukan Media Informasi

Ya, ads copy BUKANLAH media informasi. Maka dari itu, Anda akan bertarung dengan waktu dan efektifitas iklan. Coba Anda pikirkan berapa lama orang menggunakan Facebook dan tiba- tiba Anda harus menghentikan mereka untuk melihat konten Anda. Setelah sampai di konten Anda, mereka malah dicerca dengan tumpukan informasi.

Buat lah ads copy Anda seefektif mungkin. Jika memang ada penjelasan esensial yang harus Anda bagikan kepada pembaca, gunakan landing page. Jangan tumpahkan semua dalam ads copy Anda. Fungsi ads Anda adalah sebagai stopper, yang membuat pembaca saat membaca langsung timbul rasa penasaran terhadap konten atau produk yang Anda iklankan. Buat lah konten yang efektif, namun menarik.

 

2. Ada Ads Policy yang Membatasi Anda

Hindari terlalu banyak percakapan di Facebook. Robot FB punya kecenderungan untuk mencari kombinasi- kombinasi tertentu dari kata- kata Anda. Jika mereka menangkap bahwa kombinasi kata tertentu tidak sesuai dengan policy, maka iklan Anda bisa disapproved atau bahkan banned.

Kreatif lah dalam menggunakan copywriting. Gunakan ads copy yang memberikan sedikit hal, parsial, dan mendorong orang untuk penasaran masuk ke inti dari informasi yang Anda sampaikan. Selain itu, perhatikan juga ads policy yang lainnya. Jangan sampai Anda terjebak.

 

3. Perhatikan “See More”

Jika ads copy Anda mengandung ‘see more’, maka hal ini juga dapat mempengaruhi keberhasilan iklan Anda. Pengaruhnya bisa positif, bisa negatif. Namun seorang John Tierney sendiri secara langsung membuat advertiser expert berasumsi bahwa adanya ‘see more’ ini akan membuat orang ‘kehabisan’ energi untuk mengunjungi konten Anda. Mereka akan mengalami hal yang disebut dengan “decision fatigue’, dan tentu saja ini buruk. Sebisa mungkin, hindari kemunculan ‘see more’ dalam iklan Anda.

 

4. Terapkan AIDA dalam Ads Copy Anda

Ilmu copywriting AIDA, yaitu Attention, Interest, Desire, Action adalah kunci vital untuk membuat ads copy yang convert. Ads image Anda mempunyai peranan A yang pertama, yaitu ATTENTION. Ini artinya, ads image Anda harus bisa menarik perhatian. Kemudian ads copy memegang peranan yang kedua, yaitu DESIRE. Setelah orang- orang berhenti karena gambar atau video iklan Anda, pastikan mereka semakin bergairah dengan ads copy Anda. Buat mereka tersulut, dan akhirnya melakukan ACTION.

 

5. Gunakan Prinsip Data-Driven Decision Making

Keberhasilan iklan Anda dapat dibaca dengan data. Maka dari itu, Anda harus dapat membaca, mengamati, dan memahami hasil iklan Anda agar kemudian dapat mengetahui langkah apa yang selanjutnya harus Anda lakukan. Apakah scale up atau melakukan hal yang lain. Di point nomer ini, Anda menyadari bahwa iklan yang convert bukan hanya sebatas ads copy dan ads image, melainkan keseluruhan proses. Semua hal terlibat.

 

Beberapa Contoh Ads Copy yang Berhasil

Berikut ini adalah beberapa contoh ad copy dari Scale up Club yang terbukti berhasil :

  • “Tahun 2013 saya membeli properti ini di harga 300 juta. Eh sekarang sudah jadi 700 juta”
  • “Mungkin ini bisa jadi pilihan Anda mempersiapkan hari tua”
  • “Peluang punya kosan di depan kampus negeri bertaraf internasional”

 

Tiga contoh tersebut digunakan untuk iklan property, dan hasilnya benar- benar optimal. Orang yang datang dari iklan tersebut adalah orang yang benar- benar pencari produk. Bukan yang sekedar tanya- tanya atau aneh- aneh. Performa iklannya sangat baik, dan tentunya kompatibel dengan policy Facebook Ads.

 

Copywriting nya sederhana ya?

Iya, sederhana, tapi mengena. Bagian yang rumit dan sangat disayangkan adalah saat Anda tidak bisa mengukur kinerja ads copy Anda. Maka dari itu, setiap kali Anda mengiklan, selalu lakukan split test untuk membandingkan, mengukur, dan mengalisa performa iklan Anda.

 

 

Referensi : Scale Up Club, Social Media Examine

4 Hal yang Paling Sering Dilanggar oleh Para Advertiser Facebook Ads

4 Hal yang Paling Sering Dilanggar oleh Para Advertiser Facebook Ads

Facebook Ads telah menjadi salah satu alternatif beriklan online yang semakin laris dari tahun ke tahun, terutama dalam dua tahun terakhir. Sayangnya, semakin pesatnya penggunaan Facebook Ads telah membuat para pemain blackhat ikut bertumbuhan. Ini lah salah satu alasan mengapa Facebook juga semakin gencar dalam melakukan pembersihan dan deactivate akun FB Ads.

Yang menyedihkan adalah saat para pemain ‘jujur’ juga ikut getahnya. Tidak sedikit pemain FB Ads yang tiba- tiba akunnya kena AME tanpa sebab yang pasti. Padahal mereka sudah bermain dengan cara yang ‘bersih’.

Pada dasarnya, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan agar akun Facebook Anda aman dari banned, yaitu sbb :

  • Menggunakan nama asli
  • Mengetahui hal- hal yang sering dilanggar oleh pengiklan Facebook di Indonesia
  • Memahami peraturan beriklan di Facebook Ads

 

Mengapa harus menggunakan nama asli?

Anda mungkin sudah familiar dengan orang- orang yang menggunakan nama alias atau bahkan nama alay di Facebook. Namun jika Anda menggunakan akun Facebook Anda untuk beriklan dan berbisnis, hindari lah penggunaan nama tidak asli.

Bisa dibilang, nama Anda di Facebook adalah pertahanan terakhir untuk menyelamatkan akun Anda jika terjadi hal yang tak diinginkan. Misalnya saja saat Facebook mencurigai aktifitas di akun Anda dan akhirnya mereka melakukan Check point untuk proses konfirmasi.

Proses konfirmasi ini sering dilakukan dengan mencocokkan nama Facebook Anda dengan nama di KTP. Jika terjadi perbedaan nama Facebook dan nama di identitas Anda, maka akun Anda bisa berakhir saat itu juga. Sebelum hal ini terjadi, ganti lah nama Anda di Facebook dengan nama asli agar saat terjadi sesuatu, maka akun Anda masih bisa terselamatkan.

 

4 Hal yang Sering Dilanggar oleh Pengguna Facebook Ads di Indonesia

Nah ini yang sering membuat advertiser Facebook bertanya- tanya, karena seringkali mereka tidak menyadari jenis pelanggaran apa yang mereka lakukan. Beberapa orang juga berpikir hal ini bisa aman- aman saja, padahal kenyataannya sangat berpotensi melanggar TOS Facebook :

1. Melakukan Attribution

Attribution berarti  beriklan dengan menggunakan kalimat yang mengidentifikasi seseorang berdasarkan attribution tertentu. Hal ini adalah pelanggaran dalam Facebook Ads karena mereka attribution kerap mengarah pada diskriminasi secara tidak langsung.  Berikut ini adalah contoh iklan yang menggunakan targeting dan deskripsi teks attribution :

  • ‘Apakah Anda seorang fotografer? Promo Merdeka, dapatkan diskon 45% untuk beberapa series kamera ini’
  • ‘Siapa diantara Anda yang kelahiran ’90-an? Dapatkan T-shirt 90’ ini dengan harga spesial’

Tips : Hindari lah penggunaan kata attribution yang mengarah pada identitas tertentu pada seseorang.

 

2. Menulis singkatan yang mengandung banyak konsonan, Capslock berlebihan, dan tanda baca berlebihan

Perhatikan lah penggunaan huruf besar, huruf kecil, konsonan, perulangan tanda baca yang masif, capslock dan tanda baca agar tidak berlebihan. Mengapa hal ini perlu menjadi konsen? Salah satu alasannya adalah karena pola penulisan seperti ini kerap digunakan oleh para pemain blackhat yang menyamarkan iklan produk terlarang, seperti p4yud4ra, dan sejenisnya.

Contoh pelanggaran iklan pada point ini misalnya :

  • ‘WA/Tlp/SMS: 089898899xxx’
  • ‘Beli sekarang jugaaaaa??!!!!!’

 

3. Menggunakan Link yang Tidak Berfungsi

Jika dari awal Anda sudah berniat menggunakan link yang tidak bisa digunakan, maka banned/ AME sudah ada di depan mata. Secara resmi, Facebook Ads sendiri melarang penggunaan link yang tidak bisa dibuka, termasuk diantaranya adalah :

  • Link yang mengarah ke halaman Facebook kembali
  • Link yang mengarah ke aplikasi WhatsApp (di luar button resmi Facebook Ads yang akan resmi digunakan secara massal*)
  • Link yang mengarah ke halaman landing page yang error
  • Display link kamuflase yang sebenarnya bukan link asli, atau kerap ditulis dengan format : KLIK.DI.SINI

 

4. Mengiklankan Produk Sensitif secara Hard Selling

Ada beberapa jenis produk atau konten yang dilarang untuk diiklankan secara hardselling melalui Facebook. Produk- produk tersebut antara lain adalah :

  • Semua produk, layanan, atau pun aktifitas illegal, baik terhadap seluruh kalangan ataupun kalangan tertentu
  • Rokok
  • Minuman keras
  • Senjata, amunisi, dan peledak
  • Obat resep, illegal, ataupun recreational drugs
  • Produk/ jasa dewasa
  • Produk surveillance, sepreti phone trackers, spy-cam, dan sejenisnya
  • Bisnis MLM
  • Jasa pembuatan dokumen palsu
  • Produk finansial yang sering terindentifikasi sebagai produk melanggar hokum (crypto money, dan sebagainya)

 

Untuk beberapa produk di bawah ini diperbolehkan untuk hardselling dengan syarat tertentu yang harus dipenuhi, misalnya :

  • Alkohol, harus sesuai dengan ijin dan ketentuan pemerintah setempat
  • Suplemen harus menargetkan orang diatas usia 18 tahun dan tidak boleh melanggar point- point ads policy yang lain seperti :
  • Menjanjikan hasil berlebihan dan tanpa efek samping
  • Bahan tidak aman (tidak lolos BPOM/ FDA/ GRAS)
  • Misleading atau menjebak
  • Kontroversial
  • Memancing persepsi negatif terhadap diri pembaca (penggunaan disturbing image, mengandung gambar Before vs After)
  • Mengandung penawaran bisnis MLM (produk MLM boleh, bisnisnya tidak diperbolehkan)

 

Meskipun dikatakan boleh hard-selling, pengiklan sebaiknya benar- benar memperhatikan isi dari iklan yang sangat rentang tersebut. Untuk advertiser baru, sebaiknya jenis iklan tersebut dihindari karena sangat berpotensi membuat iklan langsung disabled. Bagi advertiser baru, seringkali not approved mempunyai arti yang sama dengan disabled.

 

Kesimpulan : Advertiser Harus Memahami Peraturan Beriklan dengan Facebook Ads

Penting untuk dipahami, setiap platform beriklan mempunyai peraturan yang berbeda- beda, begitu juga dengan Facebook Ads itu sendiri. Hal yang wajib dilakukan oleh setiap advertiser adalah memahami dengan baik setiap peraturan beriklan dan mematuhinya dengan sebaik- baiknya. Jika tidak, setidaknya Anda harus benar- benar siap dengan banned/ AME sebagai resiko dari pelanggaran yang kita buat.

 

 

 

7 Cara Mendapatkan Uang dari Instagram Dengan Sedikit atau Nyaris Tanpa Modal

7 Cara Mendapatkan Uang dari Instagram Dengan Sedikit atau Nyaris Tanpa Modal

Instagram bukan sekedar media sosial biasa bagi banyak orang. Di platform media yang satu ini, ada peluang untuk mendapatkan penghasilan dengan beberapa cara yang berbeda. Tertarik untuk mencobanya?

Salah satu alasan mengapa Instagram menjelma menjadi platform yang menarik untuk mendapatkan penghasilan adalah karena basis pengguna yang sangat besar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pada April 2018 saja, pengguna Instagram di Indonesia sudah mencapai lebih dari 56 juta pengguna. Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu.

 

Cara Menghasilkan Uang dari Instagram dengan Sedikit atau Tanpa Modal

Peluang menghasilkan uang dari Instagram memang sangat besar. Mulai dari yang tanpa modal sama sekali, sampai yang menggunakan modal sangat minim. Penasaran apa saja? Simak ulasan Panda Gila berikut ini :

1. Berjualan Produk di Instagram

Berjualan produk di Instagram adalah cara termudah untuk menghasilkan uang dari Instagram. Pasti kita sudah tidak asing lagi dengan akun- akun yang digunakan untuk berjualan produk di Instagram, baik itu produk fisik, maupun produk digital.

Produk fisik uang sering dijual di Instagram mulai dari berjualan baju, benda elektronik, aksesoris fashion, kosmetik, dan masih banyak hal lainnya. Sedangkan produk digital antara lain adalah ebook, dan juga membership.

Untuk berjualan di Instagram, Anda tidak harus mempunyai produk sendiri. Anda bisa menjual produk orang lain dengan sistem reseller atau dropshipping. Tidak begitu sulit untuk dilakukan, bukan?

 

2. Menjual Jasa di Instagram

Selain berjualan produk fisik dan produk digital, ada juga user yang menggunakan platform sosial media yang satu ini untuk menjual jasa. Jasa yang dijual di Instagram pun beragam jenisnya, seperti jasa iklan (digital advertising), jasa pembuatan website, jasa, membuat desain, jasa edit foto, jasa lukis wajah, dan masih banyak lagi.

Jika Anda mempunyai bakat yang bisa Anda promosikan di Instagram, tidak ada salahnya menggunakan media yang satu ini untuk mempromosikan keahlian Anda.

 

3. Menjadi Buzzer

Untuk menjadi buzzer di Instagram, Anda harus mempunyai jumlah follower yang cukup banyak. Beberapa website menyebutkan bahwa jasa buzzer di Instagram dapat menghasilkan uang hingga $40 per hari.

Untuk menjadi buzzer, seorang user Instagram harus mempunyai setidaknya 100.000 follower. Bahkan tidak sedikit advertiset yang juga mematok minimal 500.000 follower.

Siapa saja yang membutuhkan jasa buzzer ini? Selain brand ternama, biasanya pengguna jasa ini adalah toko online besar yang ingin meningkatkan jumlah follower dan penjualan di akun Instagramnya.

 

4. Bisnis Jastip (Jasa Titip) Barang

Bisnis yang satu ini cukup ngehits di Instagram. Untuk Anda yang mempunyai hobi belanja dan travelling, maka bisnsi yang satu ini cocok untuk Anda. Untuk menjalankan bisnis ini, Anda bisa menjalankannya sambal menikmati momen travelling Anda atau bahkan hanya berada di dalam negeri saja. Misalnya saja dengan cara sering mengunjungi pameran, mall, pusat perbelanjaan, dan tempat- tempat menarik lain yang sering menjual produk unik atau limited edition.

Untuk mempromosikan bisnis jastip ini, Anda tinggal memposting foto produk Anda di akun Instagram dan melakukan optimasi seperlunya. Informasikan juga bagaimana cara pembayaran, dan berapa lama calon pembeli Anda harus menunggu produk tersebut sampai di tangan mereka.

Orang yang menjalankan usaha ini biasanya mengharuskan calon pembeli untuk membayar penuh terlebih dulu sehingga usaha ini bisa dijalankan dengan modal minim atau bahkan tanpa modal tapi tetap menguntungkan.

 

5. Mendapatkan Uang dari Instagram dengan Menjadi Selebgram/ Endorser

Endorser hampir mirip dengan buzzer, hanya saja mempunyai fungsi yang berbeda. Saat seseorang menjadi endorser, ia seolah- olah menjadi brand ambassador sebuah produk yang dipromosikannya. Untuk menjadi seorang endorser, Anda harus menjadi sosok yang terkenal di Instagram dan mempunyai jumlah follower yang banyak.

Di Instagram sendiri, kelompok endorser terbagi menjadi dua, yaitu mereka yang sudah terkenal dengan status selebriti, dan mereka yang terkenal sebagai selebgram karena kepopulerannya di platform Instagram. Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan nama- nama seperti Awkarin atau Anya Geraldine? Dengan membangun brand yang kontroversial, mereka berhasil menarik perhatian audience banyak audience Instagram untuk menjadi follower mereka yang membuat mereka sukses menjadi seorang endorser.

 

6. Membangun Komunitas Berbayar

Salah satu cara lain untuk mendapatkan uang dari Instagram adalah dengan membangun komunitas berbayar. Kuncinya adalah Anda harus spesifik mengincar jenis audience tertentu. Salah satu jenis audience yang paling umum diincar dalam membentuk komunitas berbayar ini adalah market orangtua.

Sebagai contoh, Anda membuat akun Instagram yang ditujukan khusus membahas parenting. Konten yang Anda buat sangat lah menarik dan konsisten mengupas dunia parenting. Setelah fanbase Anda cukup banyak, Anda bisa mengarahkan follower Anda untuk bergabung ke grup berbayar Anda untuk mendapatkan konten parenting yang lebih mendalam, membuka diskusi antara orangtua, dan hal lain lagi yang bisa Anda tawarkan dalam grup berbayar Anda.

 

7. Berternak Akun Instagram

Cara popular lain untuk menghasilkan uang dari Instagram adalah dengan berternak akun Instagram alias berjualan akun Instagram. Kenyataannya, bisnis jual beli akun Instagram ini terbukti cukup menghasilkan lho. Peminatnya pun tidak sedikit.

Akun Instagram yang dijual pun bukan sembarangan. Biasanya peternak akun Instagram ini akan menjual akun yang sudah cukup umur dan mempunyai jumlah follower yang tidak sedikit. Semakin besar jumlah follower sebuah akun, maka nilainya akan semakin mahal.

Membeli akun Instagram ini cocok buat para pebisnis online yang ingin mempunyai akun Instagram dengan follower banyak, tapi malas untuk berjuang dari bawah. Daripada menggunakan tool ini dan itu, akhirnya mereka pun memilih untuk membeli akun Instagram yang sudah mempunyai jumlah follower yang banyak. Bagi banyak orang, cara ini dinilai sebagai yang terpraktis dan membantu mereka dalam banyak hal.

 

Kesimpulan

Ada banyak cara untuk mendapatkan uang dari Instagram. Meski begitu, mungkin tidak semua metode cocok untuk semua orang. Cobalah untuk menyelami cara menghasilkan uang dari Instagram yang menurut Anda paling sesuai untuk Anda. Setelah itu, coba lah untuk menekuni nya agar Anda benar- benar bisa menghasilkan uang dengan cara yang Anda pilih. Selamat mencoba!

 

Cara Membuat Konten CTA Sosial Media yang Powerful dan Sulit Ditolak

Cara Membuat Konten CTA Sosial Media yang Powerful dan Sulit Ditolak

Bukan rahasi lagi, media sosial merupakan salah satu platform paling efektif untuk mempromosikan konten yang kita buat. Setiap harinya, ada jutaan bahkan milyaran konten yang dibagikan di media sosial.

Lantas, bagaimana cara membuat konten kita tampil ‘stand out’ diantara banyakanya konten yang dibagikan? Konten yang stand out berarti bukan sekedar konten yang menarik, melainkan juga konten yang mendorong audience untuk segera melakukan action.

Maka dari itu, kunci terpenting untuk mempromosikan konten di media sosial adalah di CTA (Call to Action) yang jelas. Tanpa CTA yang jelas, fans dan follower Anda seolah- olah dibuat berlari tanpa arah. Apakah mereka seharusnya berkomentar, meng- klik link yang mengarah ke landing page atau, share atau sekedar lewat saja? CTA Anda seharusnya mengarahkan mereka untuk mencapai tujuan Anda.

 

Konten yang Menarik adalah Alasan untuk Membuat CTA yang Powerful dan Sulit Ditolak

Pertama- tama, Anda harus mengetahui terlebih dulu apa alasan Anda menyisipkan CTA dalam konten Anda. Misalnya :

  • Meningkatkan engagement/ keterlibatan di thread media sosial Anda
  • Meningkatkan follower/ fans akun media sosial Anda
  • Mengarahkan audience untuk menjadi traffic ke website Anda
  • Mengkonversi audience menjadi pembeli
  • Meningkatkan jumlah lead

 

Mana yang menjadi goal utama Anda?

Setelah mengetahui goal dari konten Anda, selanjutnya Anda harus menentukan jenis konten yang harus Anda share di media sosial Anda. Setidaknya ada tiga jenis utama dari konten yang dapat Anda buat di media sosial Anda :

1. Konten yaang Mengedukasi
Konten yang mengedukasi sering menjdai pilihan utama dalam content marketing, baik itu jenis usaha B2B (Business to Business) atau B2C (Business to Customer). Penggunaan jenis konten ini akan membantu audience kita dalam mengevaluasi pilihan mereka melalui manfaat- manfaat yang kita tawarkan.

 

2. Konten yang Menghibur
Konten yang menghibur selalu menyita perhatian pengguna media sosial. Anda bisa menggunakan konten berbentuk Gif untuk meme, video, gambar visual yang menghibur atau dilengkapi dengan story telling yang menarik. Jenis konten ini biasanya mempunyai tingkat keterlibatan terbaik karena daya tariknya yang membuat orang lebih royal untuk memberikan like, share, dan komentar.

 

3. Konten Utilitas
Konten utilitas adalah jenis konten yang membantu audience kita melakukan hal- hal tertentu dan membuat keputusan yang tepat. Jenis konten ini tidak menceritakan kisah, melainkan memberikan kejelasan pada audience untuk membuat keputusan dan mengarahkan mereka untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

 

Menciptakan Konten CTA yang Powerful untuk Media Sosial

Saat Anda sudah mempersiapkan konten yang sesuai dengan goal Anda, maka langkah selanjutnya adalah melakukan review terhadap konten Anda sebelum menyisipkan CTA. Mengapa perlu di-review? Karena Anda perlu memastikan bahwa konten Anda benar- benar siap dan tepat. Jangan mempublikasikan konten Anda sampai Anda selesai meninjau konten tersebut dengan beberapa check list berikut ini :

  • Apakah konten tersebut menarik minat audience?
  • Apakah flow nya sudah cukup jelas?
  • Apakah copywritingnya sudah bisa menghipnotis audience?
  • Apakah kontennya ringkas dan mudah dipahami?
  • Apakah tujuan dari konten terbaca dengan jelas?

 

Selanjutnya, ikuti lah tips membuat konten CTA berikut ini :

1. Konten yang Anda Buat Harus Ringkas

Hindari membuat konten yang bertele- tele dan terlalu lengkap. Konten lengkap Anda sebaiknya hanya disajikan di website Anda saja (Anda bisa mengarahkan audience ke landing page Anda).

Konten media sosial Anda bisa dibilang adalah cuplikan dari sebuah topik atau berupa garis besar yang mengalihkan perhatian audience. Konten tersebut seolah- olah menayangkan highlight yang memancing rasa ingin tahu audience. Itulah fungsi dari CTA di media sosial.

Sebagai contoh saat Anda menonton iklan di sela- sela acara favorit Anda di televisi. Apakah iklan tersebut menayangkan rincian yang lengkap terkair sebuah produk? Tentu saja tidak!

Konten yang terlalu panjang dan lengkap di media sosial juga membuatnya menjadi tidak efektif. Sebaliknya, jumlah yang tepat dapat menghasilkan tingkat konversi yang lebih tinggi. Berikut ini adalah contoh grafis dari MOZ yang telah direvisi sebanyak 6 kali. Cukup mudah untuk mengetahui konten mana yang mempunyai CTR (click-through-rate) tertinggi.
Statistik MOZ, CTR Tinggi

Cara membuat konten CTA yang ringkas

Anda bisa menggunakan tool seperti LetterCount.com untuk menulis konten media sosial Anda. Cobalah untuk menuangkan ide- ide Anda dalam konten yang menarik, namun rapi. Mulai lah dengan draft pertama Anda, dan menghitung jumlah karakter (huruf) yang Anda gunakan.

Setelah semua ide Anda tuangkan, coba lah untuk menghapus kata- kata yang lemah atau melakukan sedikit modifikasi agar konten Anda menjadi lebih ringkas, namun powerful. Anda dapat menghapus beberapa kata seperti : benar-benar, pasti, mungkin, mungkin, sayangnya, namun.

Kata- kata ini kurang berguna dan memberi dampak yang berarti terhadap keputusan audience Anda. Coba bandingkan dua kalimat berikut ini :

  • “Pekerjaan yang paling menyenangkan di dunia mungkin adalah hobi yang dibayar .”
  • ”Pekerjaan yang paling menyenangkan di dunia adalah hobi yang dibayar.”

Kata “mungkin” membuat quote tersebut menjadi tidak meyakinkan. Padahal, Anda hanya mempunyai waktu yang cukup singkat dan ruang terbatas untuk menyampaikan gagasan utama Anda. Pastikan kata- kata yang Anda gunakan dalam membuat CTA di media sosial mempunyai dampak yang signifikan untuk menarik perhatian audience.

 

Menghitung Jumlah Huruf

Jadi, berapa panjang konten yang menarik untuk media sosial? Rekomendasi panjang karakter ideal untuk beberapa media sosial adalah sbb :

  • Facebook/ Instagram – panjang ideal adalah 40 karakter
  • Twitter – panjang ideal adalah 71 – 100 karakter dengan link
  • GooglePlus- panjang ideal adalah 60 karakter

 

2. Tonjolkan Kekuatan Konten Anda

Produk atau konten Anda mempunyai nilai jual! Value itu lah yang harus Anda tonjolkan dalam konten Anda. Salah satu kesalahan mum yang sering dilakukan oleh admin media sosial adalah memposting konten yang tidak relevan dengan produk atau bidang mereka.

Misalnya saja Anda mem- follow sebuah bisnis interior karena suka mencari inspirasi untuk interior rumah. Namun suatu hari, bisnis tersebut mulai mem- posting resep. Tentu saja hal ini membuat Anda heran dan bertanya- tanya.

Bukan berarti seorang admin media sosial tidak boleh mencampur konten mereka. Kenyataannya, hal ini sering terjadi demi tingkat keterlibatan yang baik untuk halaman Facebook atau akun Instagram mereka. Hanya saja, pastikan konten tersebut tidak melenceng terlalu jauh.

Cobalah untuk memposisikan diri sebagai pengikut halaman bisnis Anda dan tanyakan pada diri sendiri :

  • Apakah konten ini selaras dengan brand Saya?
  • Apakah konten ini berharga, mengedukasi atau menghibur?

Jika jawabannya tidak, maka hindari lah menggunakan konten tersebut. Sesederhana itu!

 

3. Gunakan Konten Visual yang Eye Catching

Konten visual yang eye catching adalah kunci untuk meningkatkan keterlibatan di media sosial secara organik. Sebuah studi yang dilakukan oleh AdRoll mengungkap bahwa penggunaan CTA untuk halaman Facebook dapat meningkatkan CTR hingga 285 persen! Sedangkan di Twitter, Kissmetrics mengungkap bahwa konten dengan gambar visual yang menarik dan relevan mendapatkan 94 persen view lebih banyak dibandingkan konten tanpa gambar visual yang relevan.

Bisa disimpulkan, konten visual yang menarik mempunyai dampak besar untuk CTA. Salah satu contoh menarik diperlihatkan oleh akun @theinstagramexpert, Sue B Zimmerman.
Konten CTA ala theinstagramexpert, Sue B Zimmerman.

4. Menciptakan Urgensi dan Ketertarikan

Tidak sedikit CTA yang tampil dalam bentuk pernyataan sederhana, namun bisa mendorong dan memotivasi audience untuk segera mengambil tindakan. Triknya adalah menggunakan frasa- frasa yang menciptakan urgensi dan ketertarikan.

Anda bisa menggunakan beberapa kata kunci berikut ini :

Urgensi

  • Hanya tinggal ….. hari
  • Kesempatan terakhir
  • Persediaan terbatas
  • Pre Order ditutup dalam … hari
  • Segera ditutup
  • Hanya hari ini
  • Penawaran hanya sampai tanggal …
  • Selama persediaan masih ada
  • Buruan
  • Sekarang
  • Segera

 

Eksklusifitas

  • Sekarang ditutup
  • Pre Register/ Pre Order
  • Member only/ Subscriber only
  • Tempat terbatas
  • Hanya tersedia untuk …. Orang
  • Akses eksklusif ke lebih dari …

 

Persuasif

  • Anda
  • Menjamin
  • Hasil
  • Gratis
  • Baru

 

CTA Tidak Bisa Berdiri Sendiri

CTA yang baik memang powerful, namun penting untuk disadari bahwa CTA tidak berdiri sendiri. Setelah Anda membuat konten CTA yang powerful di media sosial, bukan berarti situs web Anda akan mengalami kenaikan trafik secara drastis seketika itu juga. Sama seperti tool marketing lainnya, Anda perlu mempunyai beberapa strategi dalam bagaimana menggunakannya.

Anda juga perlu melakukan Split Testing untuk mengukur keberhasilan konten CTA Anda. Dengan split testing, Anda akan menemukan pola konten CTA Anda yang paling efektif, biasa saja atau kurang efektif. Dengan begitu, campaign digital Anda akan menjadi lebih optimal lagi. Berani mencoba?

 

 

 

Pustaka : MOZ, & Digital Marketer

 

Instagram Luncurkan Fitur Baru “You’re All Caught Up”. Apa Saja Fungsinya?

Instagram Luncurkan Fitur Baru “You’re All Caught Up”. Apa Saja Fungsinya?

Pernahkah Anda merasa tertinggal update dari user Instagram yang Anda ikuti? Bagi beberapa orang mungkin hal ini biasa saja. Namun, ada juga beberapa orang yang merasa tidak ingin tertinggal satu update pun karena memang merasa wajib mengikuti update terkini dari user tersebut. Terutama jika yang Anda ikuti adalah akun gossip langganan 🙂

 

Instagram – You’re All Caught Up

Jika hal ini penting untuk Anda, maka ada gambar menggembirakan dari Instagram. Tepat pada Selasa lalu (12/7), platform media sosial yang satu ini secara resmi merilis fitur baru yang bernama “You’re All Caught Up”. Fitur ini sendiri adalah sebuah pemberitahuan yang akan muncul di laman utama feed pengguna Instagram.

Saat Anda melihat unggahan dari salah satu pengguna yang Anda ikuti, kemudian menemukan alert “You’re All Caught Up”, ini berarti ada unggahan sebelumnya dari user tersebut yang belum Anda lihat.

Dilansir dari Instagram Press, fitur ini adalah jawaban dari seruan protes para pengguna atas algoritma Instagram yang kini tak lagi menampilkan unggahan berdasarkan urutan waktu di feed pengguna. Dengan fitur baru ini, para pengguna tidak akan melewatkan unggahan foto maupun video dari akun- akun yang diikutinya.

Sebelumnya, Instagram sendiri juga telah meluncurkan beberapa fitur baru yang memanjakan penggunanya, seperti #IGTV dan video chat. Dengan IGTV, pengguna bisa meng- upload video dengan durasi yang lebih panjang dan diprediksi akan menjadi ancaman serius untuk YouTube dalam beberapa waktu ke depan.

Sedangkan fitur video chat memungkinkan pengguna untuk dapat mengobrol bersama 3 pengguna lain sekaligus di Instagram. Selain itu, ada juga fitur questions dan penyisipan musik di Instagram Stories.

 

Update Instagram Anda ke Versi Terbaru

Untuk menikmati fitur- fitur baru Instagram ini, yang harus pengguna lakukan adalah memperbarui aplikasi mereka ke versi terbaru via Apps Store atau Play Store. Setelah update berhasil Anda lakukan, maka fitur baru ini siap Anda nikmati.