Customer Retention : Pengertian, Keuntungan & Strategi Meningkatkan

Customer Retention : Pengertian, Keuntungan & Strategi Meningkatkan

Mencari customer baru memang penting, tapi customer retention tentu tidak kalah penting. Customer retention adalah berbagai tindakan yang perusahaan upayakan untuk mempertahankan customer agar tetap menggunakan produk dan layanan mereka.

Hal ini merupakan faktor penting dalam keberhasilan bisnis. Karena customer yang terus loyal, akan berkontribusi penting bukan hanya untuk hari ini, tapi juga pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Di artikel kali ini, Panda akan secara lengkap mengulas tentang apa itu customer retention, apa saja keuntungannya dan juga strategi ampuh untuk meningkatkan customer retention.

Apa itu Customer Retention?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, retention berasal dari kata retensi yang artinya adalah penyimpanan atau penahanan. Dalam konteks customer retention, secara tidak langsung bisa kita artikan sebagai upaya untuk menahan atau mempertahankan customer.

Maka, pengertian dari customer retention adalah sebuah program atau kegiatan dari perusahaan untuk mempertahankan pelanggannya agar tidak beralih ke perusahaan lain.

Tidak jarang perusahaan terlalu fokus pada pemasaran untuk mendapatkan pelanggan baru, sampai lupa memberi treatment untuk pelanggan lama yang sudah lebih dulu menggunakan produk dan layanan perusahaan. Faktanya, retensi customer sangat penting dan menguntungkan.

Program retensi pelanggan bisa perusahaan lakukan salah satunya untuk mengurangi customer defection. Customer defection sendiri adalah pelanggan yang pergi dan tidak kembali lagi untuk menjadi pelanggan tetap.

Selain itu, tentu ada lebih banyak keuntungan lain dari program retensi pelanggan ini. Kita bahas di segmen selanjutnya ya!

Mengapa Bisnis Perlu Program Retensi?

Faktanya, memberikan perhatian kepada customer lama adalah cara yang lebih efektif untuk meningkatkan penjualan. Pelanggan lama sudah teredukasi sehingga lebih mudah didekati dan lebih cepat closing.

Sangat- sangat rugi jika sebuah bisnis yang berjalan tidak menjalankan program retensi untuk pelanggannya. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa alasan mengapa customer retention program sangat penting untuk bisnis : 

1. Menarik Hati Pelanggan Lama

Seperti yang Panda jelaskan sebelumnya, customer retention adalah program yang bertujuan menarik pelanggan lama. Program ini dirancang untuk menarik hati pelanggan lama agar tetap memakai produk dan layanan perusahaan dengan berbagai penawaran menarik.

2. Sebagai Pelayanan Prima (Excellent Service)

Pelayanan prima (Excellent Service) adalah bagian tak tergantikan dalam program retensi. Adalah kecenderungan pelanggan untuk membandingkan layanan satu perusahaan dengan perusahaan lain.

Untuk itu, dengan terus memberi pelayanan terbaik, pelanggan akan loyal untuk jangka panjang dan sulit beralih ke kompetitor.

3. Menjalin Kedekatan dengan Pelanggan

Tidak melulu dengan promo diskon, ada berbagai cara yang perusahaan bisa lakukan agar lebih dekat dengan pelanggan. Misalnya saja dengan complaint management yang tepat atau memberi ucapan personalized saat pelanggan berulang tahun.

Keuntungan Menjalankan Customer Retention

Ada banyak keuntungan dari menjalankan program customer retention. Apa saja? Antara lain sebagai berikut : 

1. Menghemat Biaya Pemasaran

Iklan mungkin memberikan revenue instan saat berjalan dengan baik. Namun, jika hanya mengandalkan penjualan dari iklan, lama kelamaan biaya pemasaran akan membengkak.

Di sisi lain, biaya yang keluar untuk mempertahankan pelanggan lama tidak akan sebanyak biaya untuk menambah pelanggan baru. Dengan program retensi yang berjalan dengan baik, artinya perusahaan bisa lebih menghemat biaya pemasaran.

2. Mengoptimalkan Word-of-Mouth

Tak bisa dipungkiri, Word of Mouth (WoM) alias strategi promosi dari mulut ke mulut sangat ampuh untuk menggerakkan orang- orang di sekitar pelanggan. Pelanggan yang puas akan mempengaruhi orang- orang di sekitarnya tanpa disadari untuk menggunakan produk dan layanan perusahaan.

Bahkan menurut data dari Talk Triggers (2018), 92% pelanggan lebih mempercayai pendapat teman atau keluarga saat akan membeli produk. Artinya, iklan gratis dari WoM akan sangat baik untuk pertumbuhan profit perusahaan.

3. Mendorong Repeat Order

Pelanggan yang loyal enggan untuk berpindah ke lain hati. Jika perusahaan bisa terus menjaga pelanggan mereka, kecenderungan pelanggan untuk membeli lagi semakin besar.

Repeat order tentu akan berdampak positif untuk pertumbuhan profit perusahaan.

4. Mendapat Feedback yang Bermanfaat

Survey dari Apptentive menyebut jika 97% pelanggan setia akan membeli produk secara berulang saat sebuah merek mengimplementasikan kritik dan saran pembeli. Sedangkan 55% pelanggan akan berpaling saat merek mengabaikan feedback dari pelanggan.

Angka yang menarik bukan?

Studi ini sekaligus bisa menjadi tolak ukur bahwa pelanggan loyal senang memberikan feedback. Dan pelanggan akan terus bertahan selama perusahaan mau mendengarkan dan mengimplementasikan saran pelanggan.

Selain itu, feedback pelanggan juga bisa membantu perusahaan mendapat peluang baru yang mengarah ke peningkatan retensi dan peningkatan penjualan.

5. Membangun Advokasi

Selain Word-of-Mouth, keuntungan lain dari program retensi pelanggan adalah advokasi. Advokasi artinya pelanggan yang sangat puas dengan produk dan layanan sebuah merek akan bersedia sepenuh hati untuk membagikan pengalaman mereka lewat media sosial.

Melalui media sosial, eksposur tentang brand akan lebih cepat menyebar. Hal ini akan berdampak positif bagi brand, baik dari sisi brand awareness maupun penjualan.

6. Membangun Reputasi Brand

Branding yang kuat bukan hanya berdampak pada pelanggan lama, tapi juga mempermudah merek dalam menarik pelanggan baru. Pelanggan yang puas akan menciptakan WoM dan ulasan positif yang bisa meningkatkan reputasi bisnis dan organisasi.

Reputasi yang baik ini kemudian akan berdampak pada kemudahan mempengaruhi persepsi konsumen, sehingga merek mudah dikenali dan menjadi ‘seksi’ di mata pelanggan.

Formula Cara Menghitung Customer Retention Ratio

Setelah memahami apa saja keuntungan dari program retensi, langkah selanjutnya adalah memahami formula rasio customer retention.

Jika retention rate yang dihasilkan tinggi, hal ini bisa mengindikasikan kepuasan pelanggan lama. Dalam formula ini, customer retention rate (CRR) adalah persentase pelanggan lama yang bertahan dalam kurun waktu tertentu.

Untuk bisa menghitungnya, setidaknya dibutuhkan tiga parameter, yaitu jumlah pelanggan di akhir periode, pelanggan baru di periode tersebut, dan jumlah pelanggan selama awal periode.

Rumus perhitungan customer retention rate sebagai berikut : 

Rumus menghitung customer retention rate

Keterangan : 

  • E : Jumlah pelanggan di akhir periode
  • N : Pelanggan baru selama periode penghitungan
  • S : Jumlah pelanggan di awal periode

Studi Kasus

Sebagai contoh perusahaan PT Kecap Abadi akan menghitung customer retention rate dalam 6 bulan terakhir dengan data berikut : 

  • E : Jumlah pelanggan di akhir periode (E) sebesar 550
  • N : Pelanggan baru selama periode penghitungan (N) sebesar 200
  • S : Jumlah pelanggan di awal periode (S) sebesar 400


Maka customer retention rate nya adalah = ((550-200)/400) x 100% = 87,5%

Dari contoh ini bisa kita ilustrasikan, perusahaan memulai dengan 400 pelanggan. Ada penambahan 200 pelanggan baru dan kehilangan 50 pelanggan lama, dan total akhirnya adalah 550 pelanggan. Sehingga retention rate yang diperoleh adalah sebesar 87,5%.

Nilai 100% adalah nilai tertinggi yang bisa diperoleh dari formula itu. Dengan angka 100% artinya perusahaan tidak kehilangan pelanggan sama sekali dalam durasi penghitungan.

Strategi Meningkatkan Rasio Customer Retention

Jika tingkat retensi pelanggan masih rendah, tentu butuh strategi khusus untuk meningkatkannya. Berikut adalah beberapa strategi yang soba Panda bisa terapkan untuk meningkatkan rasio customer retention : 

1. Pilihan Produk yang Beragam

Untuk meningkatkan retensi, sebuah merek harus memberi pelanggan alasan untuk membeli. Salah satunya dengan menyediakan pilihan produk yang lebih beragam. Karena bisa jadi, alasan pelanggan tidak membeli lagi karena sudah memiliki atau tidak ada pilihan produk lain.

Dengan menyediakan variasi produk, pelanggan jadi punya lebih banyak pilihan untuk terus membeli. Selain, pelanggan juga tidak jenuh dengan produk yang itu- itu saja.

2. Melakukan Up-Selling dan Cross-Selling

Up Selling dan Cross Selling adalah dua strategi marketing yang ampuh untuk meningkatkan penjualan. Strategi ini juga efektif untuk meningkatkan retensi pelanggan.

Dalam Up Selling, perusahaan membuat strategi untuk menawarkan produk sejenis yang lebih mahal dan bernilai untuk customer. Sedangkan dalam Cross Selling, perusahaan menawarkan produk lain yang bisa melengkapi produk utama.

Dengan perencanaan yang matang, dua strategi ini cukup ampuh untuk meningkatkan retensi customer.

3. Ajak Pelanggan Membuat Akun

Strategi selanjutnya adalah dengan mengajak pelanggan untuk membuat akun. Dengan membuat akun, pelanggan akan merasa keterikatan dengan merek karena merasa menjadi bagian dari komunitas.

Dampak selanjutnya, pelanggan cenderung merasa memiliki dan bertanggungjawab atas pengembangan produk.

4. Jalin Komunikasi secara Personal

Komunikasi personal juga bisa menarik customer untuk merasa jadi bagian dari keluarga. Komunikasi personal bisa dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari pesan personal lewat email, WhatsApp atau telepon.

5. Peningkatan Kualitas Produk dan Layanan

Semua strategi akan menjadi tidak berarti jika perusahaan lupa meningkatkan kualitas produk dan layanan. Pasalnya, sekeras apapun kita mencoba membuat program yang mentereng, tapi kualitas produk dan layanan sangat buruk, pelanggan sudah alergi lebih dulu.

Pada akhirnya, program dan peningkatan kualitas produk dan layanan harus berjalan beriringan. Dengan begitu, pelanggan akan sulit untuk melirik ke kompetitor.

Kesimpulan

Dengan persaingan bisnis yang semakin kompetitif, customer retention adalah faktor penting untuk keberhasilan jangka panjang sebuah perusahaan. Dengan mempertahankan pelanggan lama, perusahaan bisa mengurangi biaya pemasaran dan meningkatkan keuntungan jangka panjang. Selain itu, semakin tinggi customer retention, makin banyak pula profit yang bisa perusahaan peroleh.

Untuk mencapai hal ini, perusahaan perlu memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan mereka, serta memberikan pengalaman yang baik untuk membangun hubungan jangka panjang. Perusahaan juga bisa memanfaatkan teknologi untuk mempermudah proses interaksi dan pelayanan kepada pelanggan.

Pada akhirnya, customer retention adalah kunci untuk membangun bisnis yang sukses dan berkelanjutan di masa depan.

Apa itu ROAS (Return on Ad Spend)? Simak Panduan Lengkapnya!

Apa itu ROAS (Return on Ad Spend)? Simak Panduan Lengkapnya!

Kalau ingin mengukur seberapa efektif campaign yang kita jalankan, kita perlu memahami apa itu ROAS, alias Return on Ad Spend. Ya, ROAS merupakan salah satu metrik yang paling efektif untuk mengukur efektifitas campaign dalam digital marketing.

Dengan menghitung ROAS, kita bisa menganalisa apakah biaya yang keluar setara dengan hasil yang diperoleh. Hasil inilah yang kemudian mempengaruhi apa langkah selanjutnya yang perlu kita ambil terhadap campaign. Apakah ideal untuk kita scale up? Atau ternyata diam- diam boncos dan harus ganti strategi?

Apa itu ROAS (Return on Ad Spend)?

Saat menjalankan campaign digital marketing, ada berbagai cara dan metrik yang bisa kita gunakan untuk mengukur kesuksesan sebuah campaign. Beberapa metrik yang kerap menjadi acuan antara lain reach, impression, CTR dan Conversion Rate.

Selain metrik ini, ada juga yang kita sebut dengan ROAS, atau Return on Ad Spend. ROAS adalah metrik marketing yang mengukur revenue (pendapatan) yang diperoleh dari seluruh biaya yang keluar saat menjalankan campaign berbayar.

Sederhananya, ROAS adalah indikator untuk mengukur keberhasilan pemasaran digital berdasarkan pendapatan yang diterima per rupiah yang digunakan untuk beriklan. Semakin tinggi ROAS, artinya iklan semakin efektif untuk menghasilkan pendapatan.

Itulah mengapa saat menjalankan sebuah campaign, seorang marketer perlu menandai dan mengelompokkan iklannya, agar bisa dievaluasi seberapa efektif iklan tersebut menghasilkan revenue.

Marketer juga bisa menggabungkan nya dengan Customer Lifetime Value (CLV) untuk menganalisa lebih lanjut mana strategi paling ampuh dan berapa budget yang dibutuhkan. Dengan begitu, marketer bisa mengambil keputusan yang lebih jelas untuk optimasi campaign yang berjalan.

Mengapa ROAS Penting?

via Freepik.com

Seperti yang Panda sebutkan, ada banyak metrik dalam digital marketing yang patut menjadi pertimbangan kita. Namun, seberapa penting dan seberapa butuh sih untuk menghitung ROAS?

Sangat penting! Dengan analisa ROAS, perusahaan dapat mengetahui apakah strategi marketing dan iklan yang berjalan memberi hasil yang sepadan atau tidak. Revenue pada umumnya adalah tujuan utama dari beriklan, kecuali jika goal nya memang brand awareness.

Tanpa menghitung ROAS, perusahaan tidak akan bisa memantau seberapa efektif iklan yang berjalan dalam mendatangkan revenue. Sebaliknya, dengan memperhitungkan Return on Ad Spend, marketer bisa menggali informasi yang komprehensif untuk mengoptimalkan iklan dalam menghasilkan revenue.

Return on Ad Spend yang tinggi bisa menjadi indikasi kesuksesan kampanye bisnis. Terutama jika ini berkaitan dengan peluncuran produk baru.

Fungsi ROAS dalam Bisnis

Setelah memahami apa itu Return on Ad Spend dan seberapa penting metrik ini, langkah selanjutnya adalah mengetahui apa saja fungsi dari metrik yang satu ini.

Dalam analogi sederhana, ROAS merupakan alat yang berguna untuk menghitung besaran keuntungan yang perusahaan peroleh dari sebuah iklan. Dengan begitu, perusahaan tahu berapa banyak modal yang keluar dari investasi iklan dan seberapa banyak keuntungan yang dihasilkan.

Selain itu, apa saja fungsi lain dari Return on Ad Spend? Antara lain sebagai berikut :

  • Mengoptimalkan iklan untuk meningkatkan CTR & konversi.
  • Menargetkan iklan ke audiens yang tepat dengan iklan.
  • Menciptakan konten iklan yang menarik dan relevan dengan produk dan layanan.
  • Memudahkan menentukan strategi pemasaran yang baik untuk mencapai target pemasaran.
  • Membantu pebisnis untuk melakukan perencanaan strategi pemasaran berikutnya.

Cara Menghitung ROAS

Setelah mengetahui fungsi dan manfaat dari Return on Ad Spend, langkah selanjutnya adalah menghitung efektivitasnya untuk sebuah kampanye. Untuk menghitung ROAS, ada beberapa data yang perlu kita persiapkan. Antara lain data pendapatan kotor (gross revenue) sebuah iklan dan data besaran biaya yang keluar untuk membuat iklan.

Selanjutnya, Anda bisa menghitung ROAS dengan rumus dasar berikut : 

ROAS : Revenue Campaign/Ad Spend

Study Case : 

Toko Panda mempromosikan produknya melalui Google Ads dan Facebook Ads selama satu bulan. Setelah campaign berjalan, perusahaan ingin menghitung besaran ROAS dari campaign yang dilakukan.

Perusahaan kemudian mengumpulkan data- data biaya dan pendapatan dengan rincian berikut : 

  • Biaya Iklan Facebook Ads = Rp 2.400.000
  • Biaya Iklan Google Ads = Rp 4.600.000
  • Gross Revenue = Rp 35.000.000

Jadi untuk menghitung ROAS nya adalah sebagai berikut : 

ROAS = Gross Revenue/Ad Spend
ROAS = 35.000.000/(2.400.000+4.600.000) = 5:1


Dari studi case ini, ROAS dari campaign ini adalah Rp 5 atau 5:1. Artinya, setiap Rp 1 rupiah yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk beriklan, perusahaan mendapatkan keuntungan hingga Rp 5.

Apakah ini angka yang bagus? Pada umumnya, saat ROAS sama dengan atau di atas 100%, dapat disimpulkan bahwa iklan bekerja efektif dan memberikan keuntungan untuk perusahaan.

Selanjutnya, perusahaan dapat menentukan apakah iklan layak untuk dilanjutkan, dioptimasi atau berhenti dan ganti strategi.

Cara Meningkatkan ROAS

Sudah tahu berapa angka ROAS dari campaign terakhir iklan Anda? Belum puas dengan hasilnya?

Berikut beberapa cara yang bisa sobat Panda terapkan untuk meningkatkan Return on Ad Spend :

1. Perhatikan Akurasi Angka

ROAS bisa menjadi acuan dan bermanfaat hanya bila angkanya akurat. Jadi, penting sekali untuk memastikan akurasi data yang menjadi perhitungan. Sudahkah Anda memasukkan semua biaya pengeluaran iklan? Perlu kah untuk menambahkan data penjualan offline dan keuntungan tidak langsung lainnya?

Semakin akurat data yang digunakan, tentu semakin baik hasilnya. Sebaliknya, jika data tidak akurat, hasilnya justru bisa menjerumuskan.

2. Mengurangi Biaya Iklan

Besar kecilnya Return on Ad Spend bersinggungan langsung dengan biaya iklan. Jadi penting sekali untuk memastikan biaya pengeluaran iklan juga efektif dan efisien.

Beberapa upaya yang bisa Anda gunakan untuk efisiensi biaya iklan : 

Menjalankan iklan sendiri vs menggunakan jasa digital marketing, mana kira- kira yang lebih efektif?

Gunakan target audiens yang spesifik untuk meningkatkan potensi konversi.

Lakukan A/B testing untuk mencari tahu iklan yang kinerjanya paling efektif.

3. Identifikasi Isu yang Tidak Berkaitan dengan Campaign

Hal ini bisa saja terjadi. Angka ROAS rendah ternyata bukan karena performa iklan buruk. Namun ini terjadi karena hal lain di luar campaign.

Misalnya saja angka Return on Ad Spend yang rendah namun sebenarnya penjualan meningkat tinggi. Ini bisa saja terjadi karena harga produk kita terlalu rendah. Atau di kasus lain, ROAS rendah namun CTR tinggi, ini bisa terjadi karena faktor lain.

Hal yang bisa memicu ini terjadi antara lain : 

  • Copywriting yang kurang menarik.
  • Landing page yang kurang berkualitas menyebabkan bounce rate tinggi)/
  • Call to Action (CTA) yang kurang jelas.
  • Penawaran kurang menarik dan harga terlalu mahal.
  • Proses checkout terlalu panjang dan sulit dipahami.

Kesimpulan

Saat semua go digital dan jenis campaign makin beragam, godaan untuk mencoba berbagai jenis campaign pun muncul. Tentu saja itu tidak masalah, namun dalam hal digital marketing, pengukuran adalah hal penting yang wajib dilakukan. Bukan asal ikut- ikutan.

ROAS (Return on Ad Spend) sendiri merupakan salah satu metrik untuk mengukur keberhasilan pemasaran digital untuk perusahaan. Dengan ROAS, pebisnis bisa memastikan apakah iklan mereka menghasilkan pendapatan yang sebanding dengan biaya iklan atau tidak.

Jika belum mencapai hasil optimal, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan ROAS. Antara lain seperti memastikan akurasi angka, efektivitas biaya iklan, serta mengidentifikasi isu yang tidak berkaitan langsung dengan iklan.

Semoga bermanfaat!

KOL (Key Opinion Leader) & Efek Dahsyatnya dalam Strategi Marketing

KOL (Key Opinion Leader) & Efek Dahsyatnya dalam Strategi Marketing

KOL atau Key Opinion Leader adalah strategi marketing yang tidak terbantahkan perannya dalam campaign media sosial. Untuk mempromosikan sebuah brand atau produk terkini, strategi influencer marketing dan KOL adalah langkah jitu.

KOL marketing atau KOL management mempunyai peran penting dalam membangun brand awareness di media sosial. Yang membuat kita penasaran, seberapa besar dampak dari KOL ini untuk brand kita? Dan apa saja manfaat positif lainnya?

Simak ulasan lengkap Panda di artikel ini ya!

Apa itu KOL (Key Opinion Leader)?

KOL atau Key Opinion Leader adalah tokoh atau organisasi yang mempunyai status sosial yang kuat sehingga rekomendasi dan pendapatnya banyak didengarkan saat membuat keputusan penting.

Berbeda dengan influencer biasa yang mempunya penghasilan melalui media sosial, kebanyakan KOL biasanya mempunyai pekerjaan ahli di bidang tertentu. Itulah mengapa referensi mereka bisa disebut sebagai pendapat para ahli (pemimpin opini).

KOL punya keahlian mempengaruhi bukan sekedar dari jumlah pengikut mereka di media sosial. Tapi juga karena prestasi dan keahliannya. Oleh sebab itu, KOL bisa jadi mempunyai jumlah pengikut yang lebih sedikit dari influencer pada umumnya.

Kendati begitu, karena keahlian dan prestasi mereka di bidang tertentu, mereka kerap menjadi  figur yang tepat untuk mewakili perusahaan. Mereka bukan orang yang sekedar modal jumlah follower, tapi juga value khusus karena keahlian yang mereka miliki.

Beberapa orang yang masuk ke dalam kategori KOL ini antara lain :

  • Kolumnis
  • Desainer
  • Tokoh Politik
  • Psikolog
  • Pakar kuliner/ Celebrity Chef
  • Dokter
  • Akademisi, dan lain sebagainya

KOL sendiri cukup populer untuk digunakan ke dalam beberapa jenis industri, seperti :

  • Farmasi
  • Uji klinis
  • Mental health
  • Kesehatan
  • Alat kesehatan

Perbedaan Influencer dan KOL (Key Opinion Leader)

Ada influencer, ada juga KOL. Keduanya terlihat sekilas mirip dan mempunyai banyak kesamaan. Kendati begitu, ada beberapa perbedaan antara influencer dan juga Key Opinion Leader. 

1. Influencer Butuh Media Sosial untuk Bekerja, KOL Tidak

Seorang influencer sangat bergantung pada media sosial untuk mengembangkan niche dan meningkatkan follower. Sementara KOL tidak.

Bagi seorang yang sudah bertitel KOL, media sosial adalah platform sementara untuk memperoleh lebih banyak audiens, mengembangkan personal brand dan mendorong penjualan. Tanpa media sosial, seorang KOL tetap mempunyai banyak audiens dan kredibel di bidangnya.

Sederhananya, influencer terkenal karena media sosial. Sedangkan KOL sudah punya nama sendiri sebelum mereka hits di media sosial media.

2. Komunikasi KOL di Medsos Satu Arah, Sedangkan Influencer Dua Arah

Seorang KOL jarang menanggapi pertanyaan, atau saran dan komentar audiens nya. Respon media sosial juga biasanya diserahkan pada asisten pribadi atau manajer media sosial.

Berbeda dengan influencer yang cenderung menggunakan pola komunikasi dua arah. Alasannya tentu saja karena influencer membangun based mereka dari audiens di medsos tersebut. Terutama untuk jenis micro influencer.

3. Konten dari KOL Jarang Berdasarkan Konten Viral

Influencer kerap menggunakan strategi viral marketing untuk meningkatkan follower mereka. Sedangkan seorang KOL cenderung lebih fokus pada produk dan layanan yang relevan dengan keahliannya.

Umumnya, brand bekerjasama dengan influencer untuk memperoleh akses ke follower mereka. Sedangkan perusahaan membutuhkan seorang KOL untuk mendukung kredibilitas produk atau layanan mereka.

Dengan pengaruh yang besar dan pengikut media sosial yang semakin bertambah, KOL sendiri juga bisa menjadi influencer. Kendati begitu, tidak semua influencer bisa menjadi KOL.

Manfaat Strategi KOL Marketing untuk Bisnis

Manfaat KOL (Key Opinion Leader) untuk Brand

Sosok Key Opinion Leader bisa melakukan banyak hal yang berarti penting untuk bisnis Anda. Berikut adalah beberapa manfaat dari menjalankan kampanye marketing dengan strategi KOL – Key Opinion Leader :

1. Membangun Brand

Membangun brand memang bukan perkara mudah. Untuk itu perlu berbagai strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Dan KOL merupakan salah satu strategi yang efektif untuk membangun brand.

Dengan dorongan dari orang yang berpengalaman, praktisi yang ahli di bidangnya, kampanye brand akan punya relevansi yang kuat. Relevansi yang kuat akan membuat masyarakat lebih mau mendengar dan menerima brand Anda.

Dalam jangka panjang, branding yang sukses akan berdampak positif pada penjualan.

2. Menguatkan Kredibilitas dan Reputasi Brand

Manfaat selanjutnya dari strategi KOL adalah untuk memperkuat kredibilitas dan reputasi brand perusahaan. Dengan reputasinya sebagai ahli, KOL mempunyai kekuatan tersendiri.

Dari sisi KOL, mereka juga tidak akan sembarangan dalam memberikan opini. Mereka akan berhati- hati dalam memilih brand untuk kolaborasi. Mereka tidak akan mengangkat sebuah brand yang tidak berkualitas.

KOL pada umumnya juga ingin memperkenalkan dan mempromosikan produk yang positif sehingga menjadi keuntungan positif untuk kedua belah pihak. Dengan begitu, KOL adalah strategi yang kayak untuk tujuan pemasaran yang berfokus pada penguatan merek.

3. Kampanye yang Efisien

Dalam pemasaran, penting untuk melakukan aktivitas yang efisien. Key Opinion Leader biasanya mempunyai jumlah pengikut tinggi dengan tingkat kepercayaan yang besar. Bahkan, pengikut mereka tidak terbatas pada platform online saja.

Modal ini lah yang bisa mendorong kegiatan kampanye marketing berjalan efektif dan efisien. Dengan begitu, tujuan pemasaran bisa tercapai dengan relatif mudah dan cepat.

4. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen

Seperti yang Panda sebutkan sebelumnya, Key Opinion Leader tentu bukan orang sembarangan. Mereka mempunyai kualifikasi valid yang membuat mereka lebih dipercaya oleh konsumen.

Secara tidak langsung, manfaat dari strategi KOL marketing ini dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap sebuah brand dan produk. Tingkat kepercayaan konsumen yang positif tentunya akan berdampak positif pula untuk penjualan.

5. Menghasilkan ROI TInggi

Yang tidak kalah pentingnya, KOL Juga berdampak positif pada ROI. ROI, atau Return on Investment merupakan salah satu indikator penting dalam bisnis.

Dan untuk mendorong ROI yang optimal, efisiensi kampanye dengan strategi KOL adalah ide menarik untuk dijalankan. Agar bisa menghasilkan ROI yang tinggi, penting untuk menetapkan tujuan secara jelas dari sebuah kampanye pemasaran.

Apakah sasaran pemasaran ini untuk meningkatkan brand awareness, meningkatkan konversi, mendorong penjualan, hingga loyalty program.

Cara Memilih KOL yang Tepat untuk Bisnis

Sebelum menjalankan strategi Pemimpin Opini Kunci alias Key Opinion Leader, tentu perlu mempertimbangkan beberapa hal.

1. Kenali Audiens KOL

Mengenal segmen audiens KOL sangat penting untuk memastikan keberhasilan kampanye. Dengan metode pemasaran ini, perusahaan bisa mengidentifikasi audiens dengan lebih mudah.

Jadi, sebelum menjalankan KOL, ini adalah basic yang harus ditekankan dalam memfilter tokoh- tokoh calon opini leader.

2. Relevansi dengan Brand

Bukan hanya audiens nya, tapi juga relevansinya dengan brand. Karena jika tidak relevan, artinya KOL ini tidak akan tepat. Sedangkan poin dari KOL ini sendiri adalah pendapat ahli, yang sesuai dengan bidangnya.

Kampanye KOL akan menjadi sia- sia jika memilih orang yang tidak tepat. Karena dengan begitu, pesan tidak akan sampai ke audiens. Agar kampanye berjalan lancar dan efektif, perhatikanlah relevansinya lebih dulu.

3. Engagement Rate

Kalau berkaitan dengan media sosial, tentu saja engagement rate penting untuk diperhitungkan. Pemimpin opini harus mempunyai respon yang positif dan tinggi dari para pengikut konten nya.

Karena bagaimana pun, nantinya KOL akan menjadi penghubung antara brand kepada pengikutnya. Dengan tingkat interaksi yang baik, itu artinya kampanye KOL akan lebih berkualitas.

Kesimpulan

Key Opinion Leader mempunyai daya magis tersendiri dalam bidang pemasaran. Berbekal pengalaman dan kemampuan yang dimilikinya, seseorang yang sudah mendapat predikat KOL mempunyai  pengaruh yang besar untuk audiens- audiens di kalangan tertentu.

KOL mempunyai segmentasi yang lebih spesifik dari influencer biasa. Ini karena mereka sudah lebih dulu populer di bidangnya, dan bukan baru populer setelah menghimpun follower di media sosial layaknya influencer pada umumnya. Dengan alasan ini lah, KOL layak untuk Anda pertimbangkan.

Cara Ampuh Mencegah Email Masuk ke Folder SPAM

Cara Ampuh Mencegah Email Masuk ke Folder SPAM

Mencegah email masuk ke folder SPAM tanpa kita sadari merupakan trik penting dalam dunia tekno. Dengan trik ini, kita bisa mencegah informasi penting untuk tidak terlewatkan. Atau untuk pelaku email marketing, kita memastikan bahwa pesan kita masuk ke email penerima.

Pasalnya, beberapa pesan bisa tidak terbaca bukan hanya karena masuk ke folder Inbox/ Primary, tapi justru masuk ke folder SPAM. Pada umumnya, ada beberapa indikator yang digunakan oleh penyedia layanan email dalam proses pengkategorian email sebagai spam.

Kendati begitu, pengguna juga bisa melakukan pengaturan mandiri untuk menentukan prioritas dan kebutuhan. Kita bisa melakukan pengaturan pada layanan email yang kita gunakan untuk mencegah email penting masuk ke SPAM.

A. Penyebab Email Masuk Spam

Sebelum mencegah email masuk ke Spam, penting untuk mengetahui apa saja penyebab email kita berakhir di folder Spam :

1. Penerima Menandai Email sebagai Spam

Penyebab pertama mengapa email masuk spam adalah karena penerima menandai email sebagai spam. Awalnya email mungkin baik- baik saja dan berhasil masuk ke Inbox.

Namun, jika beberapa penerima menandai email sebagai spam, maka mau tak mau email berakhir di folder spam. Untuk meminimalisir terjadinya hal ini, marketer sebagainya mempertimbangkan frekuensi kirim email dengan tepat, serta memastikan konten menarik untuk penerima.

2. Tidak Mempunyai Izin dari Penerima Email

Dalam posisi user, bayangkan bagaimana reaksi Anda jika mendapatkan email dari orang tidak dikenal? Anda punya kecenderungan untuk mengabaikannya dan menganggapnya sebagai spam.

Untuk itu, sebelum mengirim email, pastikan untuk mengkonfirmasi izin kepada pemilik email lebih dulu.

Dalam campaign email marketing misalnya, Anda bisa memanfaatkan fitur formulir berlangganan seperti berikut ini :

Penggunaan formulir berlangganan akan membantu mengumpulkan list building sekaligus meyakinkan audiens bahwa email yang masuk adalah sesuai dengan keinginan mereka.

Tak berhenti sampai disitu, di campaign email marketing ANda perlu memulainya dengan menginformasikan penerima bahwa email ini dikirim dari pengisian formulir berlangganan.

3. Subjek Email Tidak Relevan

Penyebab selanjutnya mengapa email masuk ke spam adalah subjek email yang tidak relevan dengan konten email. Atau bisa dibilang, judul email mengandung click bait atau klaim berlebihan.

Judul clickbait akan membuat banyak penerima merasa tertipu. Dengan begitu, besar kemungkinan email akan ditandai sebagai spam.

Beberapa contoh judul seperti, “Konfirmasi Pesanan Anda” atau “Segera Ambil Tindakan Hari Ini Juga”.

Sekilas pesan tersebut membuat kita langsung terpancing mengambil tindakan dan deg- degan. Namun apa yang terjadi kalau isinya tidak sesuai dengan yang kita harapkan? Ternyata penawaran produk terselubung? Hmmm… tentu ini sangat menyebalkan dan membuat Anda auto kesal.

4. Konten Email Terjaring Filter Spam

Pada dasarnya, setiap provider email akan menyaring email berdasarkan elemen tertentu di dalamnya. Saat konten email mengandung elemen yang mirip dengan email- email spam, bisa otomatis masuk ke folder spam.

Beberapa elemen yang menjadi pemicu filter spam ini antara lain :

  • Berisi banyak pengulangan kata- kata seperti Gratis, Tanpa Biaya, dan Harga Terendah.
  • Konten mengandung banyak tanda seru atau tanda dolar berturut- turut.
  • Mengandung kata- kata dengan banyak spasi atau tanda baca yang tidak perlu.
  • Kata- kata dengan HURUF KAPITAL SEMUA.

Dalam prakteknya, kita mungkin menggunakan kata- kata seperti ‘gratis’. Ini sulit marketer hindari, terutama jika tujuan email memang untuk campaign promosi. Namun tentu saja, hindari terlalu banyak pengulangan kata tersebut.

Sebagai alternatif, marketer juga bisa menggunakan kata- kata sinonim, seperti ‘dapatkan cuma- cuma’ atau ‘harga paling gila’, agar aman dari filter.

5. Tanpa Link Berhenti Berlangganan

Salah satu komposisi penting dalam campaign email marketing adalah adanya opsi berhenti berlangganan. Karena jika fitur ini tidak tersedia, sama saja ini pemaksaan agar pengguna terus menerus menerima email dari kita.

Selain itu, pengguna yang jengah dengan email kita justru terdorong untuk menandai email kita sebagai Spam. Nah, lho!

6. Email dengan Banyak Lampiran/ Lampiran Mencurigakan

Banyak lampiran bisa menjadi penyebab email masuk spam. Terlebih jika file lampiran mencurigakan, bisa dianggap mengandung malware dan virus.

Jika memang harus menyertakan lampiran di email, hindari terlalu banyak. Untuk file PDF misalnya, Anda bisa mencoba untuk menggunakan software untuk menggabungkan beberapa file menjadi satu file sekaligus. Atau bisa juga, mengunggahnya lebih dulu ke Google Drive atau DropBox, lalu menyisipkan link konten di email.

Metode ini jauh lebih aman karena melalui proses scan virus dan konten email menjadi lebih ringan. Alhasil, kemungkinan email masuk ke folder spam pun lebih kecil.

7. Menggunakan Struktur Email yang Tidak Tepat

Agar efektif, campaign email marketing harus dibuat semenarik mungkin dengan struktur yang juga harus baik. Penting untuk mengatur setiap elemen, seperti gambar, video atau font tulisan dengan rapi.

Beberapa tips yang dapat Anda implementasikan antara lain :

  • Pilih font yang terbaca jelas di berbagai platform. Misalnya saja Verdana, Arial, dan Georgia.
  • Maksimalkan ukuran konten pada email dengan ukuran yang mempermudah user dalam membaca, yaitu 600 dan 800 pixel.
  • Pastikan konten mobile friendly. Dengan begitu, konten bisa terbaca dengan nyaman di berbagai device.
  • Hindari menggunakan Javascript dan Flash secara berlebihan. Pasalnya, ini bisa membuat email dilihat sebagai vektor dan berpotensi masuk ke filter spam. 
  • Gunakan kode HTML atau CSS yang bersih dan ringan.

8. Nama Pengirim Mencurigakan

Nama pengirim yang mencurigakan juga bisa menjadi alasan selanjutnya mengapa email masuk spam. Ini bisa terjadi karena kesalahan saat input. Misalnya saja jika kita menggunakan plugin contact form dan terjadi typo saat memasukkan alamat.

Selanjutnya, plugin akan bekerja  mengirimkan email secara otomatis sesuai pengaturan sebelumnya. Jika input nama tidak tepat, akan terjadi kesalahan nama saat dikirimkan.

Untuk mencegah ini terjadi, pastikan Anda melakukan test kirim email setelah Anda melakukan pengaturan formulir. Jika semua berjalan dengan lancar dan tidak ada kesalahan, Anda bisa melanjutkan aktivitas campaign selanjutnya.

9. Lakukan Pengaturan Autentikasi Email Otomatis dengan Tepat

Saat menggunakan layanan email otomatis, email akan terkirim menggunakan nama domain Anda. Sayangnya, email ini bisa dianggap spam oleh penerima jika pengaturannya tidak pas. Untuk itu, Anda perlu melakukan pengaturan autentikasi email dengan tepat.

Ada beberapa cara autentikasi email yang bisa Anda lakukan, yaitu DKIM (Domain Key Identified Mail) atau SPF (Sender Policy Framework).

DKIM bekerja memverifikasi email dengan memberi kunci enkripsi dan tanda tangan digital. Sedangkan SPF bekerja dengan cara memverifikasi alamat IP pengirim terhadap daftar IP yang dituju.

B. Cara Mencegah Email Masuk Folder Spam untuk Penerima

Ada dua cara yang bisa kita gunakan untuk menangkal pesan masuk ke folder SPAM. Keduanya tujuannya sebenarnya sama, yaitu menyangkal label spam yang sudah diberikan oleh provider email terhadap pengirim.

A.1 Tandai Bukan Spam

Berikut langkah- langkahnya :

  1. Buka Gmail dari perangkat komputer atau laptop.
  2. Masuk ke bagian folder email Spam.
  3. Buka email yang ingin disangkal dari folder Spam, kemudian di bagian atas halaman, pilih ‘Not Spam’ atau ‘Bukan Spam’.
  4. Tambahkan pengirim pesan ke Contact List untuk menghindari email dari pengirim yang sama masuk ke folder Spam.

Atau yang kedua, Anda bisa melakukan pengaturan agar daftar kontak yang Anda inginkan terfilter dari daftar Spam.

A.2 Daftarkan Nama Kontak

Metode kedua sedikit lebih rumit, tapi bisa kita gunakan untuk melakukan filter spam multiple kontak sekaligus dalam satu waktu. Berikut langkah- langkahnya :

  1. Masuk ke akun Gmail.
  2. Klik bagian Pengaturan dengan icon Roda Gigi di bagian kanan atas, pilih ‘Lihat Semua Setelan’ (See All Setting).
  3. Pilih tab ‘Filter dan Alamat yang Diblokir’ (Filter & Blocked Addresses), kemudian ‘Buat Filter Baru’ atau ‘Create New Filter’
  4. Di bagian ‘Dari’, tulis alamat email pengirim yang ingin Anda kecualikan dari Folder Spam. Selanjutnya, pilih ‘Buat Filter’ (Create Filter)
  5. Centang opsi ‘Jangan Kirimkan ke Spam’ dan ‘Terapkan Juga Filter untuk Mencocokkan Spam’.

C. Cara Mencegah Email Masuk Spam untuk Email Marketer/ Pemilik Bisnis

Di sisi yang lain, sebagai seorang email marketing, tentu Anda paling tidak suka kalau email Anda juga berakhir di folder spam. Agar ini tidak terjadi, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui sejak awal.

Berikut adalah tips- tips yang bisa Anda terapkan agar email tidak lagi masuk ke Spam :

1. Buat Identitas Pengirim yang Terpercaya

Langkah pertama untuk mencegah email masuk ke spam adalah dengan membuat identitas pengirim yang terpercaya. Identitas pengirim ini terdiri dari alamat IP pengirim dan nama domain.

Oleh sebab itu, sebisa mungkin Anda harus membuat IP dan domain dengan kredibilitas yang baik. Salah satu trik yang bisa Anda terapkan adalah memilih ISP (Penyedia Layanan Internet) terpercaya dan mengirim pesan dari email domain.

2. Autentikasi Email dengan DKIM, SPF dan DMARC

Sebelum menjalankan campaign email marketing, penting memastikan kredibilitas keamanan dari pengirim email. Untuk itu, perlu melakukan autentikasi email dengan tepat.

Beberapa metode autentikasi yang bisa kita gunakan antara lain : 

  • DKIM (Domainkeys Identified Mail), yaitu metode autentikasi domain melalui tanda tangan kriptografi yang tersedia untuk publik. Tanda tangan ini akan diverifikasi di sisi penerima menggunakan DNS.
  • SPF (Sender Policy Framework), yaitu metode autentikasi berbasis alamat IP yang digunakan untuk membandingkan IP pengirim terhadap IP yang dituju. 
  • DMARC (Domain-based Message Authentication, Reporting, and Conformance), yaitu autentikasi dengan protokol yang bertujuan mengurangi phising dan spoofing email. Metode ini memungkinkan pengirim untuk menentukan bahwa email mereka terautentikasi dengan tepat menggunakan data DKIM dan SPF.

3. Mengirim Email dengan Persetujuan Subscriber

Sebelum campaign email terkirim secara rutin layaknya newsletter, penting untuk mendapatkan persetujuan penerima untuk berlangganan layanan email. Hal ini merupakan bentuk konfirmasi bahwa sang penerima bersedia menerima email dari Anda.

Seperti yang Panda jelaskan di atas, Anda bisa menggunakan metode form opt-in di website untuk aktivitas link building dan mendapat persetujuan subscriber.

4. Kirim Welcome Email

Setelah seseorang mengisi email mereka di layanan email marketing Anda, segera lah mengirimkan ‘Welcome Email’. Welcome Email atau email selamat datang sebaiknya dikirim kurang dari 24 jam usai sign up.

Welcome Email selain sebagai intro awal dari campaign, juga sekaligus menjadi pengingat penerima bahwa campaign Anda terkirim atas permintaan penerima. Dengan begitu, jangan mengirim jenis email ini terlalu lama dari waktu mendaftar pertama kali.

5. Hindari Penggunaan Spam Word

Spam word adalah sekumpulan kata- kata yang sering digunakan oleh email- email spam. Menggunakan kata- kata ini terlalu banyak bisa membuat email Anda masuk ke folder spam. Hal ini terjadi karena filter mendeteksi konten spam di email.

Kata- kata spam ini antara lain Gratis, Tanpa Biaya, Harga Termurah, Free Trial, Diskon, dsb.

6. Tambahkan Opsi Unsubscribe

Dalam email marketing, penting untuk menambahkan opsi Unsubscribe. Pasalnya, penerima email sudah selayaknya mempunyai opsi untuk berhenti berlangganan, alias melakukan unsubscribe.

Jika marketer menghilangkan bagian ini, filter spam dari penyedia layanan email akan secara otomatis menandai email sebagai spam.

7. Memantau Reputasi Email Pengirim & Email Blacklist

Setelah melakukan deretan tindakan di atas, yang tidak kalah penting adalah memeriksa reputasi email secara berkala. Pastikan reputasi email aman dan tidak diblokir.

Untuk mengecek reputasi email, Anda bisa menggunakan email reputation checker seperti https://reputationauthority.org.

Selain itu, pastikan juga email tidak masuk ke dalam Email Blacklist. Email Blacklist merupakan database dari domain dan IP yang telah dilaporkan karena melakukan tindakan spam. JIka domain dan IP sudah masuk daftar blacklist, tentu reputasinya sudah sangat buruk.

Beberapa tool yang bisa kita gunakan untuk memeriksa apakah domain masuk ke dalam daftar blacklist antara lain dengan tool gratis berikut :

  • MXtoolbox
  • DNSBL
  • What Is My IP Address
  • RBL Watcher
  • Multirbl

8. Menggunakan SpamExpert

Jika Anda tidak ingin ribet- ribet dengan deretan tips di atas, cara ampuh yang bisa Anda gunakan adalah dengan spam Expert.

Saat mengirimkan email, terkadang email yang dikirimkan melalui email dari cPanel tidak masuk ke inbox, melainkan folder Spam. Ini bisa terjadi karena pengiriman email melalui hosting bersifat shared atau digunakan bersamaan dengan pengguna lain.

SpamExpert ini sendiri merupakan teknologi anti spam atau premium spam filtering yang berguna untuk meningkatkan keamanan pertukaran informasi lewat email.

Dengan SpamExpert Filtering ini, email Anda tidak akan lagi nyasar ke spam folder. Tentu saja dengan catatan bahwa konten email memang bukan bertujuan untuk spam ya.

Kesimpulan

Ada banyak penyebab mengapa email bisa masuk ke folder Spam. Dari penjelasan panjang Panda di atas, semakin mudah untuk kita memahami penyebab email masuk ke folder Spam atau Junk Email.

Selain itu, ada tips yang bisa langsung Anda praktekkan untuk mencegah email masuk ke Spam. Dengan menerapkan tips ini, semoga campaign email marketing Anda berjalan dengan lebih optimal lagi. Dan dari sisi pengguna, semoga Anda bisa memanfaatkan pengaturan filtering spam untuk membuat email- email penting tidak nyasar ke spam.

Semoga bermanfaat!

Brand Awareness : Pengertian, dan 8 Cara Membangun Kesadaran Merek

Brand Awareness : Pengertian, dan 8 Cara Membangun Kesadaran Merek

Bicara tentang Brand Awareness, isi kepala kita akan langsung terpikir tentang kualitas sebuah merek di mata khalayak. Kita mungkin akan teringat dengan merek tertentu dengan segala kampanye promosi yang mereka lakukan lewat televisi atau media sosial.

Kita mungkin tiba- tiba ingat dengan brand Starbuck saat tiba- tiba punya rencana ngopi dengan kolega. Atau ingat dengan Shopee saat membicarakan marketplace yang identik dengan produk- produk wanita.

Dengan adanya strategi brand awareness, kita seperti mempunyai kesadaran yang kuat terhadap merek tertentu. Dengan begitu, orang- orang akan merasa lebih kenal dan mudah percaya terhadap sebuah merek tersebut. Menarik, bukan?

Untuk itu, di artikel kali ini Panda akan mengulas secara lebih lengkap tentang apa itu Brand Awareness, manfaat dan strategi membangun awareness terhadap brand.

Apa itu Brand Awareness (Kesadaran Merek)?

Starbucks Coffee

Brand Awareness atau Kesadaran Merek merupakan kemampuan konsumen dalam mengenali atau mengingat sebuah brand. Mulai dari nama, gambar, logo, hingga slogan- slogan tertentu yang pernah sebuah merek gunakan dalam kampanye promo mereka.

Kemampuan konsumen dalam mengenal dan mengingat brand mempunyai andil besar dalam keputusan mereka untuk membeli barang.

Misalnya saja saat seseorang mengajak anak untuk menentukan tempat nongkrong buat ngopi bareng, Anda tiba- tiba saja bisa mengingat sebuah brand kopi kekinian di kota Anda. Ini lah peran brand awareness untuk sebuah merek.

Tidak heran, untuk kampanye kesadaran merek ini, perusahaan rela menghabiskan milyaran rupiah. Goal nya adalah untuk menanamkan nama merek mereka di benak pelanggan. Begitu nama merek menempel, dampaknya akan sangat luar biasa.

Fungsi dan Manfaat Brand Awareness

Faktanya, pelanggan lebih mudah membeli dari merek yang sudah terkenal daripada belum terdengar sama sekali. Kendati begitu, manfaat dan peran dari brand awareness tidak berhenti sampai disitu.

Berikut adalah peran penting, fungsi dan manfaat dari Brand Awareness untuk sebuah bisnis atau produk :

1. Menciptakan Persepsi

Kesadaran merek disebarkan melalui berbagai channel kampanye, seperti PR, berita, media sosial, referral, dan lain sebagainya. Saat berjalan sesuai dengan rencana perusahaan, terciptalah persepsi positif di benak pelanggan.

Misalnya saja seorang teman bercerita tentang pengalamannya menggunakan jasa digital marketing. Anda mungkin tidak langsung ikut menggunakan jasa digital marketing tersebut. Tapi ada kemungkinan Anda ikut merekomendasikan brand digital marketing itu secara positif saat berbicara tentang pemasaran online.

2. Menumbuhkan Kepercayaan

Brand awareness sangat ampuh untuk menumbuhkan kepercayaan pelanggan. Saat Anda melihat orang- orang berinteraksi dengan sebuah merek dan mendapatkan pengalaman positif, hal ini bisa membangun kepercayaan Anda terhadap brand tersebut, meskipun Anda sendiri belum mencobanya.

Misalnya saat Anda berkunjung ke Singapura dan hendak mencari restoran untuk makan siang. Ada beberapa restoran lokal dan satu lagi McDonald’s.

Dalam situasi ini, besar kemungkinan Anda akan memilih McDonald’s meski belum pernah makan di McDonald’s Singapura sebelumnya. Ini bisa terjadi dengan mudah karena Anda percaya tentang brand tersebut, kualitas produk, range harga dan layanan mereka.

3. Memperluas Jaringan

Saat terencana dengan baik, kesadaran mereka bisa menyebar layaknya sebuah api. Merek akan menjadi topik diskusi yang menyenangkan dan menciptakan jaringan yang bisa digunakan untuk menyebarkan informasi lebih lanjut.

Salah satu contoh nya adalah TikTok yang jarang mengiklankan dirinya sendiri. Pengguna TikTok bertumbuh karena kesadaran mereka untuk menyebarkan konten melalui videonya dan juga dari mulut ke mulut (Word of Mouth Marketing).

4. Menciptakan Asosiasi

Saat dilakukan dengan tepat, kesadaran merek akan menghasilkan asosiasi. Asosiasi ini hadir dalam dua jenis :

  • Saat orang memikirkan merek saat mereka menemukan kategori produk.
  • Saat mereka menggunakan nama merek untuk menyampaikan kategori produk.

Tidak mudah untuk mencapai level ini. Kendati begitu, banyak brand- brand besar yang berhasil melakukannya. Sebut saja Google, Starbuck, Xerox, Indofood, dan lain sebagainya.

5. Membangun Ekuitas Merek (Brand Equity)

Ekuitas merek atau Brand Equity adalah nilai merek sebagai aset terpisah sebuah perusahaan.

Semakin banyak orang yang mengenal sebuah merek, maka merek itu akan semakin tinggi nilainya. Ini lah konsep dibalik ekuitas merek. Brand awareness sendiri merupakan salah satu cara ampuh untuk membangun nilai dari sebuah merek.

Tingkatan dalam Brand Awareness

Pengaruh dan manfaat branding

Brand Awareness sangat penting untuk berbagai jenis bisnis. Karena saat kesadaran merek sudah tertancap di benak konsumen, ada andil besar yang mendorong konsumen terus melakukan pembelian.

Setiap tahunnya, perusahaan akan berinvestasi secara terus menerus untuk memperbaiki dan meningkatkan tingkat brand awareness mereka. Saat terjadi penurunan, perusahaan mungkin menggunakan berbagai strategi pemasaran untuk mengembalikan tingkat kesadaran mereknya.

Dalam mengukur brand awareness ini, ada 3 tingkatan yang menjadi pengkategoriannya :

1. Brand Recognition (Aided Recall)

Brand Recognition adalah kemampuan konsumen dalam mengenali sebuah produk saat mereka melihat produk tersebut. Konsumen belum tentu mengingat nama mereka, tapi bisa mengenalinya dengan mudah saat melihat visual produk, seperti logo, slogan, atau warna tampilan.

2. Brand Recall (Unaided Recall/ Spontaneous Recall)

Brand recall mengacu pada kemampuan konsumen dalam mengingat nama sebuah merek dari memori mereka berdasarkan kategori produk.

Dalam tingkatan ini, konsumen cukup mendengar kategori produk atau melihat sekilas produk yang mereka butuhkan untuk mengingat merek produk tersebut. Brand yang sudah berada dalam posisi menandakan bahwa konsumen dan calon konsumen sudah mempunyai simpanan ingatan tentang brand Anda.

Menurut riset, umumnya konsumen bisa mengingat 1-7 merek dalam satu kategori produk. Misalnya saat ingin membeli air mineral dan melihat display minuman, mereka biasanya akan memilih brand yang familiar di ingatan mereka.

Kemampuan seseorang dalam mengingat ini bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti brand loyalty atau frekuensi pemakaian produk. Semakin sering mereka menggunakan sebuah produk dan bila mempunyai ketertarikan tinggi terhadap produk tersebut, mereka bisa mengingatnya lebih banyak.

Hal ini berbading terbalik dengan konsumen yang tidak terlalu sering menggunakan produk dan kurang tertarik dengan jenis produk tersebut.

3. Top-of-Mind Awareness (TOMA)

Top-of-Mind Awareness adalah saat sebuah brand menjadi merek utama yang muncul di benak pelanggan saat mendapat pertanyaan tentang kategori produk. Merek yang sudah berada dalam level Top of Mind pelanggan sangat mungkin mempengaruhi pertimbangan mereka untuk terus menerus melakukan pembelian.

4. Brand Dominance

Brand Dominance terjadi saat konsumen hanya bisa mengingat satu nama merek dalam kategori produk. Ya, persis seperti namanya, artinya kepopuleran brand ini sangat mendominasi di kategori produk tersebut.

Saat banyak orang hanya bisa mengingat satu nama merek seperti ini, ini merupakan salah satu indikator keberhasilan sebuah merek. Misalnya saat akan membeli mie instan, tanpa ba bi bu kita cenderung menyebut nama Indomie.

Cara Mengukur Brand Awareness

Ada dimana posisi brand kita saat ini? Atau mungkin Anda masih bingung dengan cara mengukur tingkat kesadaran merek?

Berikut ini adalah beberapa metode yang bisa kita gunakan untuk mengukur level awareness :

1. Survey

Survey adalah salah satu cara populer untuk mengukur tingkat kesadaran merek. Dalam survey, ajak sejumlah konsumen untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan pengetahuan tentang sebuah brand atau kategori.

  • Unaided Recall Test
    Tes ini berfungsi untuk mengukur brand recall. Konsumen hanya diberikan satu kategori produk dan diminta menyebutkan brand yang muncul di benak mereka sebanyak yang mereka bisa.
  • Aided Recall Test
    Tes ini bertujuan untuk mengukur brand recognition. Konsumen diberikan sebuah nama brand dan diminta untuk menyebutkan apa yang pernah mereka lihat atau dengar berkaitan dengan brand tersebut.

    Selain itu, minta juga mereka untuk menjelaskan tentang apa yang mereka tahu tentang brand tersebut. Misalnya menjelaskan warna, logo, bungkus produk, dan juga hal- hal spesifik lainnya mengenai brand tersebut.

2. Google Analytics

Dari analytics website, perhatikan apakah terjadi peningkatan atau penurunan secara signifikan. Misalnya saja bisa menggunakan Google Analytics untuk melihat volume trafik website dan berapa banyak keterlibatan pengguna, external link, dan trafik yang masuk dengan mengetikkan nama brand, dsb.

Selain itu, Anda juga bisa melihat performa dari direct trafik atau konsumen yang berkunjung ke website dengan mengetik URL di address bar secara langsung. Saat performanya terus positif, ini bisa menjadi salah satu indikator untuk melihat performa brand awareness.

3. Media Sosial

Media sosial adalah media branding dan membangun brand awareness yang ampuh. Selain itu, media sosial juga bisa membantu Anda untuk mengukur brand awareness Anda. Melalui fitur analytics, kita bisa melihat perkembangan jumlah follower, hingga tingkat interaksi brand dengan follower.

Anda juga bisa memanfaatkan tool analitik khusus untuk media sosial seperti yang pernah Panda ulas di daftar tool analitik Instagram.

8 Cara Membangun dan Meningkatkan Brand Awareness

Dari uraian panjang di atas, kita menyadari betapa pentingnya untuk membangun brand awareness. Saat kesadaran merek ini berhasil terbangun, akan lebih mudah untuk sebuah brand menjangkau pasar yang luas.

Berikut adalah beberapa tips dalam membangun dan meningkatkan brand awareness :

1. Strategi Social Media Marketing

Media sosial adalah bagian penting dari sebuah brand. Melalui media sosial, kita bukan hanya menyebarkan informasi produk melalui konten yang menarik, tapi juga membangun interaksi dengan konsumen.

Di media sosial, kita bisa menciptakan brand experience yang menjembatani keinginan konsumen dan bisa melibatkan mereka menjadi bagian dari brand narrative kita. Hal ini bisa membantu untuk meningkatkan rasa percaya konsumen terhadap brand dengan mudah daripada cara- cara marketing konvensional.

Dalam penggunaan media sosial untuk bisnis dan brand, penting sekali untuk Anda menyusun strategi yang tepat. Tim creative harus bisa menyajikan varian konten yang sesuai dengan jenis audiens dan membuat audiens merasa terlibat.

Beberapa hal yang perlu brand perhatikan dalam menyusun strategi marketing media sosial :

1.1 Content Creation

Konten tidak harus melulu tentang informasi seputar produk dan brand, karena ini pasti akan sangat membosankan. Anda perlu menyisipkan konten hiburan, entertainment dan konten interaktif lain agar terhubung dengan follower.

Anda bisa membuat konten plesetan dari sesuatu yang sedang viral dan sesekali membuat giveaway berhadiah untuk meningkatkan jumlah follower dengan lebih cepat.

1.2 Desain Visual & Video

Secara visual, konten harus eye catching dan selaras dengan color tone brand Anda. Hal ini akan membuat konten media sosial Anda menarik, sekaligus memperkuat visual brand.

Kemasan desain visual bisa dikemas dalam konten feed single post atau juga carousel. Selain itu, bermainlah dengan konten video.

Konten video mempunyai daya tarik yang lebih tinggi daripada konten feed biasa. Terutama untuk tipikal konten video pendek ala TikTok dan Reels Instagram. Konten- konten ini cenderung lebih menyita perhatian dan mendapatkan banyak view.

1.3 Posting di Waktu yang Tepat 

Bukan rahasia lagi, ada jam online para follower adalah waktu terbaik untuk posting di media sosial. Karena di waktu ini, adalah waktu dimana mereka siap melihat konten Anda dan siap berinteraksi.

Jika konten Anda cukup menarik perhatian mereka dan memancing untuk berinteraksi, bukan tidak mungkin konten Anda akan lebih panen likes dan komentar.

2. Content Marketing

Dalam strategi content marketing, penting untuk Anda menciptakan konten yang menarik, relevan dan mempunyai nilai. Konten yang berkualitas secara tidak langsung akan meningkatkan brand awareness untuk merek Anda.

Perlu digarisbawahi juga, dalam content marketing untuk tujuan membangun kesadaran mereka, tujuan kita bukanlah untuk berjualan. Tujuan kita adalah menyajikan konten yang positif dan informatif untuk memberi value pada konsumen.

Goal utamanya adalah membantu perusahaan dalam menekankan citra dan pesan dari bisnis kita. Untuk memulai content marketing, langkah pertama yang bisa Anda ambil adalah membuat strategi yang jelas.

Gunakan waktu kita untuk memikirkan apa yang ingin Anda sampaikan ke konsumen, bagaimana Anda membuat cerita yang terpadu untuk menggambarkan brand kita dan apa yang ingin kita capai melalui konten- konten kita.

Beberapa media untuk penyaluran content marketing brand awareness ini antara lain :

  • Blog
  • Halaman About Us (Tentang Kami)
  • Channel YouTube
  • Forum untuk Q&A

Dalam membuat konten pemasaran, jangan lupa untuk menyisipkan konten visual, baik berupa gambar atau video, yang menarik ya.

3. Bekerjasama dengan Influencer

Influencer adalah salah satu strategi marketing ampuh dalam mengkampanyekan sebuah produk melalui platform media sosial, YouTube, blog, dan lain sebagainya.

Persis seperti namanya, influencer adalah sekumpulan tokoh yang mempunyai pengaruh besar terhadap follower mereka. Mereka bisa saja seorang selebgram, blogger, YouTuber dan sebagainya.

Menurut survey yang dilakukan oleh Bloglovin, banyak brand menggunakan jasa influencer marketing karena metode ini sangat ampuh untuk mendorong kampanye kesadaran merek.

Survey Influencer Marketing versi Bloglovin

Bahkan dari hasil survey di atas, terlihat influencer marketing bisa meningkatkan brand awareness sebesar 76% dan mendorong audience baru sebesar 71%. Intinya, influencer marketing terbukti mampu meningkatkan brand awareness.

Mereka adalah sosok yang sangat dipercaya. Dengan begitu, saat memperkenalkan produk melalui konten mereka, target audiens akan mudah terpengaruh dan mencari tahu lebih lanjut tentang brand tersebut.

Bahkan bila bertemu dengan influencer yang tepat dan momen yang tepat, tidak jarang jumlah follower bisa cepat meningkat. Efeknya bisa juga sampai ke penjualan. Tertarik untuk mencobanya?

4. Mengadakan Event Khusus

Event khusus juga menjadi salah satu cara dalam membangun kesadaran merek. Apapun jenis bisnisnya, mengadakan event khusus bisa menarik perhatian konsumen dan calon konsumen.

Beberapa contoh event ini misalnya :

  • Launching produk baru
  • Pameran/ Bazaar dengan komunitas
  • Seminar

Event juga memungkinkan brand untuk berinteraksi langsung dengan konsumen. Konsumen pun akan senang karena mendapat kesempatan untuk berkenalan lebih dekat dengan brand secara langsung.

5. Menjadi Sponsor Event

Selain berpartisipasi langsung dengan menggelar event, brand juga bisa menjadi sponsor event untuk meningkatkan brand awareness. Tentu saja brand perlu selektif untuk memilih event yang target audiens nya berkaitan dan relevan dengan bisnis. Atau bisa kita sebut juga, persona buyer yang mirip dengan brand kita.

Jangan sampai salah memilih event yang mempunyai persona buyer berbeda. Karena hal ini cenderung tidak berkontribusi apapun untuk kampanye kesadaran merek kita.

5. Brand Collaboration

Kolaborasi brand atau brand collaboration ternyata membawa banyak dampak positif untuk bisnis. Selain kolaborasi ini bisa berarti ekspansi produk, sebenarnya ini juga metode brand awareness modern yang menarik sekaligus memperluas jangkauan audiens.

Dalam kolaborasi ini, kita mendapat keuntungan dengan adanya audiens dari brand partner kolaborasi yang akhirnya jadi mengenal produk dan brand kita. Dari yang awalnya tahu menjadi kenal, bukan tidak mungkin mereka mulai penasaran dan jatuh hati.

Sama seperti saat kerjasama event, pertimbangkan untuk berkolaborasi dengan brand yang mempunyai jenis audiens mirip atau industri serupa.

6. Produk Gratis untuk Pelanggan

Produk gratis, dalam bentuk giveaway atau pembagian sampel bisa menjadi pintu masuk konsumen untuk mengenal lebih dekat tentang brand kita. Untuk menawarkan produk gratis ini, cara terpopuler adalah melalui platform media sosial.

Beberapa brand biasanya memberikan ketentuan tambahan dalam pemberian produk gratis ini. Dan tentu saja, ini hal yang mudah untuk pengguna media sosial. Biasanya brand akan meminta peserta untuk mengikuti akun medsos brand, dan mengajak teman untuk ikut bergabung.

Trik ini tentu saja simbiosis mutualisme. Di satu sisi konsumen senang karena mendapatkan produk gratis. Di sisi lain, brand juga senang karena mendapatkan iklan gratis dari kampanye ini. Sama- sama untung!

7. Kemasan Branded

Kemasan branded artinya adalah cara brand dalam mengemas produk mereka ke konsumen. Ini bisa berarti kemasan produk secara langsung untuk produk manufaktur dan industrial. Atau bisa juga penempelan logo atau atribut brand untuk jenis- jenis produk handmade.

Sedangkan untuk produk digital, kemasan branded juga bisa kita lihat melalui desain brand, penonjolan color brand (warna khas brand) dan logo.

8. Mengkombinasikan dengan Iklan Konvensional

Iklan konvensional melalui media- media offline seperti televisi, radio, dan reklame juga tidak bisa diremehkan. Beberapa iklan konvensional mempunyai jangkauan yang luas dan mempunyai gaya penyampaian pesan yang unik.

Maka dari itu, iklan konvensional bisa kita kombinasikan dengan iklan modern berbasis online. Dengan kombinasi periklanan yang beragam, kita bisa membidik beberapa jenis audiens sekaligus.

Sebagai contohnya, Gojek yang tetap memanfaatkan iklan televisi dan reklame, meski mereka juga jor- joran beriklan di media sosial.

Apa itu Unique Selling Point (USP) dan Cara Menentukannya

Apa itu Unique Selling Point (USP) dan Cara Menentukannya

Unique Selling Point (USP) merupakan salah satu nilai penting untuk sebuah perusahaan dan brand. Dengan mempunyai USP ini, sebuah brand akan mempunyai nilai jual unik yang membedakan merek mereka dengan ratusan kompetitor lainnya.

Kompetisi akan terus berkembang dalam dunia bisnis. Persaingan yang semakin ketat mungkin membuat kita khawatir.

Kita mungkin sudah membekali diri dengan banyak strategi marketing dan memberikan kualitas produk yang terbaik, tapi ini tidak akan mengubah tingkat kompetisi. Keberhasilan kita dalam mengidentifikasi USP ini lah yang akan membuat perbedaan signifikan.

Di artikel kali ini, Panda akan mengulas secara khusus tentang apa itu Unique Selling Point (USP), dan cara menentukannya. Selamat membaca!

Apa itu Unique Selling Point (USP)?

Persis seperti namanya, Unique Selling Point (USP) atau sering disebut Unique Selling Proposition adalah keunikan yang membedakan sebuah brand dari pesaingnya. USP membuat sebuah brand menjadi lebih menonjol dan menjadi faktor penting yang harus brand miliki dalam menjalankan bisnis yang sukses.

Saat membeli produk, konsumen biasanya mempunyai pertimbangan tertentu sebelum menjatuhkan pilihan. USP adalah salah satu alasan mengapa akhirnya mereka rela merogoh koceknya untuk membeli produk brand Anda, bukan dari kompetitor.

Karena tanpa USP, semua bisnis akan terlihat menawarkan produk yang sama. Calon konsumen akan bingung siapa yang harus mereka pilih. Pada akhirnya, mereka akan membeli pada brand yang tampak memberi keuntungan lebih untuk mereka.

Keuntungan ini lah yang kita sebut dengan USP alias Unique Selling Point tadi.

Cara Menentukan Unique Selling Point (USP)

Ilustrasi Unique Selling Point (USP)
Ilustrasi Unique Selling Point (USP)/ via IdeaBuddy

Setelah menyadari pentingnya USP untuk kelangsungan bisnis, langkah selanjutnya adalah menentukan USP untuk bisnis kita. Ada banyak metode yang bisa Anda lakukan, dan ini bergantung pada jenis bisnis yang Anda jalankan.

Berikut adalah beberapa cara ampuh yang bisa Anda gunakan untuk menentukan Unique Selling Point :

1. Ketahui Apa yang Customer Benar- benar Inginkan

Cara pertama yang bisa Anda gunakan dalam menentukan Unique Selling Point (USP) adalah memikirkan apa yang pelanggan benar- benar inginkan dari brand Anda. Misalnya saat Anda mempunyai bisnis kopi.

Pelanggan menginginkan bukan sekedar kopi dengan cita rasa yang nikmat dan khas. Tapi seklaigus tempat ngopi yang nyaman untuk nongkrong dan mempunyai spot foto yang menarik.

Jika hanya kopi yang sekedar enak dan khas saja, sepertinya semua brand kopi juga mempunyai hal ini. Namun apa yang membuat mereka lebih memilih brand Anda daripada tempat ngopi pada umumnya?

Jawabannya mungkin ada di tempat ngopi dengan ambience modern tapi menenangkan, kualitas pelayanan yang bagus, penyajian yang menarik, kebersihan tempat, dan sejenisnya. Berbagai aspek pendukung ini lah yang bisa Anda jadikan USP.

Untuk menemukannya, tentu Anda harus mempelajari apa yang benar- benar pelanggan inginkan.

Metode yang bisa Anda gunakan untuk mengetahui apa yang menjadi keinginan customer adalah melakukan survey pelanggan. Survey ini bisa Anda lakukan melalui media form yang memuat berbagai pertanyaan mengapa mereka lebih memilih bisnis Anda daripada tempat ngopi lainnya.

Selain itu, ajak pelanggan untuk menilai beberapa aspek penting dari bisnis Anda. Misalnya dalam hal bisnis kopi tadi, tanya Anda bisa meminta mereka menilai rasa kopi, cara penyajian, harga, pelayanan prima (excellent service), dan kecepatan pemesanan.

Setelah mendapatkan feedback yang cukup, Anda bisa melakukan evaluasi terhadap aspek- aspek tersebut. Anda juga bisa mengeksekusi apa yang pelanggan inginkan menjadi USP. Fokuskan strategi pemasaran dan pengembangan bisnis pada aspek- aspek tersebut.

2. Pelajari Perilaku & Motivasi Konsumen Saat Membeli Produk

Selain mengetahui apa yang konsumen inginkan dari brand Anda, cara selanjutnya adalah mempelajari perilaku dan motivasi konsumen saat membeli produk. Hal ini berkaitan erat dengan buyer persona yang pernah Panda ulas sebelumnya.

Buyer persona adalah gambaran rinci tentang siapa yang membeli dari brand Anda, apa yang mereka inginkan, dan bagaimana cara mereka menerima informasi tentang sebuah produk.

Dengan mengenali buyer persona, kita akan mendapatkan banyak wawasan tentang konsumen. Untuk mulai membuat buyer persona, Anda dapat membaca artikel Panda sebelumnya : Mengenal Buyer Persona : Pengertian, Manfaat & Cara Membuatnya.

3. Berikan Kepuasan Batin pada Konsumen

Dalam bisnis, penting sekali untuk mempelajari psikologi konsumen. Karena dengan memahami psikologi mereka, kita jadi mengerti seperti apa kepuasan batin yang konsumen inginkan dari produk yang kita jual. Ini bisa membantu brand Anda dalam menghasilkan USP yang efektif.

Beberapa contoh kepuasan batin yang bisa kita berikan kepada konsumen antara lain :

3.1 Charity (Amal)

Charity akan membuat konsumen mendapatkan kepuasan batin tersendiri. Mereka akan merasa bahwa mereka bukan sekedar menikmati sebuah produk, tapi juga berkontribusi untuk membantu seseorang yang membutuhkan.

Untuk menerapkan metode ini, staf bisa menawarkan donasi secara tidak langsung di saat pembelian. Atau bahkan menonjolkan campaign charity dan donasi di campaign media sosial.

3.2 Gaya Hidup Sehat

Jika produk Anda berkaitan dengan nutrisi atau good consumer, gaya hidup sehat bisa menjadi bagian kampanye yang meningkatkan kepuasan batin konsumen. Mereka yang membeli produk Anda karena motivasi yang kuat biasanya akan menularkannya pada orang lain.

3.3 Prestige (Gengsi)

Dalam muatan gengsi, ada perasaan bangga yang konsumen rasakan saat mereka mengenakan produk Anda. Hal ini biasanya berkaitan dengan kualitas dan prestige sebuah merek.

Misalnya saja brand Apple. Brand ini terkenal dengan harganya yang mahal namun mempunyai prestige yang kuat di mata penggunanya.

3.4 Ramah Lingkungan

Kepedulian pada alam dan lingkungan juga menarik konsumen untuk melakukan hal yang sama. Poin ini bisa menjadi kampanye brand yang positif di mata konsumen.

Konsumen pun ikut bangga menjadi bagian dari pelanggan karena merasa berkontribusi dalam membantu lingkungan.

4. Mengintip USP Kompetitor

Mengintip USP kompetitor bukan berarti mencontek habis USP mereka. Karena mencontek USP yang sudah melekat erat pada brand tertentu, justru membuat USP kita tidak menarik.

Kita mengintip USP kompetitor untuk tujuan yang berbeda. Antaralain untuk mencari tahu apa yang kurang dari mereka, sehingga kita bisa menggunakan kelemahan kompetitor untuk menciptakan USP terbaik demi kepentingan bisnis kita.

Cara yang bisa kita gunakan dalam metode mengintip USP kompetitor ini :

4.1 Tes Pengalaman Berbelanja di Kompetitor

Cobalah untuk mengunjungi toko kompetitor, baik online maupun offline. Tujuannya adalah untuk mengetahui tentang sistem yang mereka jalankan dan bagaimana cara mereka menangani pesanan. Perhatikan setiap aspek secara mendetail, seperti cara transaksi, desain website, layanan pelanggan, kualitas layanan, stok produk, dsb.

4.2 Cek Ulasan Pelanggan

Cek ulasan pelanggan yang ada di website atau fitur Google Bisnis atau media sosial. Simak apa yang menjadi keluhan pelanggan dan apa yang mendapat apresiasi dari pelanggan.

4.3 Buat Analisa Pengalaman

Catat aspek ke dalam dua kategori berbeda, mana yang bagus dan mana yang kurang. Baik dari pengalaman saat berbelanja,dan juga ulasan pelanggan.

4.4 Buat Kesimpulan dan Tentukan USP

Brainstorming dengan tim tentang apa yang sudah Anda temukan dan mulai buat USP untuk brand Anda. Misalnya jika keluhan terbesar dari pelanggan kompetitor adalah pelayanan yang lambat, artinya kualitas pelayanan Anda harus super dan mengesankan.

Jika pelanggan mengeluh karena minimnya metode pembayaran, Anda bisa menyediakan payment gateway yang lebih beragam untuk toko Anda.

Contoh Unique Selling Point (USP) dari Brand Populer Dunia

Menurut Shopify, cara terbaik untuk memahami dan menentukan Unique Selling Point (USP) adalah dengan mengamati beberapa contoh langsung.

Berikut adalah beberapa contoh USP dari brand populer dunia yang bisa menjadi referensi Anda :

1. Starbucks

Starbucks Coffee

Anda pasti sudah tidak asing dengan nama brand yang satu ini. Berawal dari kedai kopi kecil di Washington, Starbuck kini sudah mempunyai banyak gerai di seluruh dunia.

Apa yang membuat Starbucks begitu fenomenal di banyak negara? Tentu saja karena mereka mempunyai USP yang tepat, yaitu sebagai gerai kopi premium.

Harga kopi Starbucks ini tentunya jauh lebih mahal daripada kopi ala- ala minimarket atau warung kopi biasa. Namun, mengapa mereka terus diminati dan semakin sukses?

Salah satu faktornya adalah konsistensi mereka dalam menjual kopi premium. Harga kopi mereka memang mahal, naun soal kualitas, tidak perlu diragukan lagi. Mereka juga menyediakan tempat ngopi dengan ruangan yang terasa nyaman untuk anak muda, hingga pebisnis.

Dengan konsistensi dan fokus meningkatkan kualitas kopi premiumnya, Starbuck mempunyai USP yang membuat mereka unik dan menonjol dari kompetitornya.

2. Tom Shoes

Contoh Unique Selling Point (USP) Tom Shoes

Secara produk, Tom Shoes pada dasarnya menjual produk yang sama seperti produsen sepatu lainnya. Namun di tahun 2006, meluncurkan sebuah kampanye yang menarik.

Produsen dari Tom Shoes meluncurkan program ‘One for One’ dimana mereka akan mendonasikan sepasang sepatu untuk setiap sepatu terjual. Kampanye ini kemudian menjadi titik unik penjualan mereka selama beberapa tahun setelahnya.

Tujuan dari program ini sendiri adalah membantu mereka yang kurang beruntung. Dengan campaign charity ini, pelanggan yang mempunyai visi sama akan mendukung dan meilih membeli sepatu dari brand ini.

USP ala Tom Shoes adalah memberikan kepuasan batin tersendiri untuk konsumen. Mereka bisa membeli sepatu dengan kualitas baik yang mereka inginkan, dan berbuat baik di waktu bersamaan.

3. Zappos

Zappos adalah toko online yang fokus menyediakan sepatu, pakaian, dan aksesoris. Produk mereka berkaitan dengan fashion tapi mereka mempunyai USP yang terbilang menarik.

USP ini yaitu pengiriman dan pengembalian barang secara gratis. Konsumen kerap dihadapkan dengan situasi khawatir tidak mempunyai ukuran yang pas di kaki saat membeli sepatu online.

Dengan garansi yang mereka berikan, Zappos ingin pelanggannya tidak lagi ragu untuk memesan sepatu dari online. Kalau ukuran tidak sesuai, toh mereka bisa mengembalikannya.

Meskipun apa yang mereka lakukan ini bisa memangkas keuntungan, tapi Zappos berhasil membuat USP yang menjadi daya tarik unik untuk konsumen. Zappos juga berhasil membangun loyalitas pelanggan dengan USP yang mereka miliki ini.

Kesimpulan

Unique Selling Point (USP) adalah faktor vital dalam sebuah bisnis. Karena dengan menemukan dan menentukan USP yang tepat, bisnis kita akan lebih dilirik oleh calon konsumen.

USP bisa menjadi senjata ampuh untuk kelangsungan bisnis jangka panjang, sekaligus menjadi bagian dari loyalty program yang menarik. Dari keseluruhan artikel ini, resume dari cara menentukan Unique Selling Point adalah sebagai berikut :

  • Posisikan diri sebagai konsumen dan ketahui apa yang mereka inginkan.
  • Pelajari perilaku dan motivasi konsumen saat membeli sebuah produk.
  • Strategi kepuasan batin sangat ampuh untuk memikat pelanggan dan menjadikan mereka loyal.
  • Intip dan pelajari USP kompetitor.

Sudah siapkah Anda menerapkan USP untuk bisnis Anda sendiri?