Type to search

Ecommerce

Tips Ampuh Jualan Laris Manis di Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak

Tips jualan laris manis di marketplace Tokopedia, Bukalapak, Shopee

Sebuah toko di marketplace laris tentu bukan tanpa alasan. Hal yang sama berlaku dengan deretan marketplace populer di Indonesia seperti Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak. Jika ingin laris manis jualannya, tentu ada hal- hal yang harus Anda lakukan.

Apa saja itu? Mari kita kupas satu per satu…

SEMO/ SEO Marketplace

SEMO (Search Engine Marketplace Optimization) yang merujuk ke SEO Marketplace ini sebenarnya adalah sebuah kata unik yang diciptakan oleh para pakar internet marketer. SEMO ini sendiri adalah sebuah optimasi yang kita lakukan untuk membuat produk kita muncul di posisi teratas dalam pencarian di search engine marketlace.

SEMO ini bisa disebut sebagai system atau algoritma Marketplace yang mencatat keyword apapun yagn dituliskan di kolom pencarian mereka. Ada marketplace yang membuka data tersebut, dan ada juga yang menyembunyikannya.

Diantara beberapa marketplace, Shopee adalah salah satu yang membuka data pencarian tersebut dengan cara membuat test iklan.

Misalnya saja Anda ingin tahu berapa banyak pencarian dengan kata kunci ‘topi bayi’ selama satu bulan terakhir. Bagaimana cara mengetahuinya?

  1. Buka tab Promosi Saya, lalu Iklanku.
  2. Cobalah membuat iklan dengan masuk ke draft Promosikan Produkmu Sekarang.
  3. Klik salah satu atau beberapa produk yang ingin Anda test iklan, lalu pilih Langkah Selanjutnya.
  4. Di halaman baru, tambahkan kata kunci pencarian yang ingin Anda analisa, lalu klik ‘Tambahkan’
  5. Di halaman baru akan muncul hasil kata pencarian, kualitas pencarian, volume pencarian, dan harga rekomendasi untuk iklan.

Dari hasil ini dapat kita lihat berapa banyak pencarian kata kunci ‘topi bayi’ dan berbagai variasi kata kunci serta jumlah pencariannya. Perlu diketahui, data ini adalah volume data pencarian dalam satu bulan terakhir ya.

Contoh riset keyword di Shopee
Hasil Analisa Keyword Shopee

Artinya, saat membuat judul atau nama produk, pertimbangkanlah juga seberapa banyak jumlah pencarian yang ada. Jangan membuat nama produk yang tidak ada di pencarian di Shopee. Mengapa? Yak karena nggak ada yang nyari.

Di marketplace itu sendiri, kita menyediakan produk yang memang dicari calon pembeli. Berbeda dengan media social dimana kita menawarkan produk ke mereka yang berpotensi untuk beli dengan basis ketertarikan.

Nama Toko/ Produk

Dari pembahasan awal ini, cobalah untuk membuat nama produk dengan variasi kata yang potensial. Sebelum melangkah jauh, jangan lupa juga untuk mengeksplore fitur- fitur Shopee. Tujuannya agar tidak bingung saat akan mempraktekkan tips ini.

Untuk membuat nama toko di Shopee, yang harus diperhatikan antara lain kemudahannya dalam diingat.

Nama toko boleh menggunakan keyword sesuai niche atau bisa juga kategori jika ingin jualan di kategori tertentu saja untuk mendongkrak pencarian. Misalnya saja Anda berjualan jilbab, Anda bisa menggunakan nama toko yang biasa dicari di hasil pencarian, seperti mengandung kata ‘jilbab’.

Selanjutnya dalam menyusun nama produk atau judul produk. Setelah mengetahui jumlah pencarian produk tertentu berdsarkan keyword, Anda bisa menggunakan nama produk berdasarkan variasi kata yang ada di jumlah pencarian tersebut.

Logikanya seperti ini, misalnya yang dijual adalah dompet wanita dengan bahan dari kulit. Maka keyword potensial :

  • ‘Dompet Wanita’ mempunyai banyak variasi kata pencarian untuk calon pembeli, seperti
  • ‘dompet wanita’ jumlah pencarian ada 32rb.
  • ‘dompet wanita kulit’ jumlah pencarian 18rb
  • ‘dompet wanita lucu’ jumlah pencarian 13rb
  • ‘dompet wanita impor’ jumlah pencarian 8rb
  • dan masih banyak lagi
Artikel Menarik Lainnya :   Cara Cetak Label Pengiriman Pesanan di Shopee dengan J&T dan JNE

Kalau kita hanya menuliskan nama produk ‘Dompet Wanita’ saja, maka ada banyak ribuan potensi pencarian yang dilewatkan hanya karena ada variasi kata lain yang tidak digunakan.

Kalau Anda menggunakan nama produk ‘Dompet Wanita Kulit’, maka pencarian ini menjadi lebih spesifik sesuai dengan produk yang dijual.

Dan meskipun calon pembeli hanya mengetikkan kata kunci ‘Dompet Wanita’ saja, maka produk ini tetap akan muncul di pencarian karena di dalamnya ada kata ‘dompet wanita’. Sama halnya dengan kalimat ‘dompet wanita lucu’ dan ‘dompet wanita impor’.

Lantas, bagaimana cara merangkainya menjadi judul produk?
Ada beberapa variasi yang dapat Anda gunakan. Misalnya saja Anda mengulang kata kunci utama ‘dompet wanita’ atau menggunakan kata sambung (dan).

Misalnya :

  • Dompet Wanita Kulit Elegan Dompet Wanita impor Dompet wanita Lucu
  • Dompet wanita kulit Lucu dan Elegan Impor

Tidak ada aturan baku dalam menyusun nama produk ini. Yang penting nama produk ini mudah dimengerti dan mengandung variasi kata kunci yang dibidik.

Penulisan nama produk dengan style tersebut terbukti memperbesar peluang produk yang Anda jual muncul di hasil pencarian yang terkait dengan kata kunci yang diketikkan calon pembeli.

Sub Kategori Nama Produk

Misalnya saja Anda menjual Sepatu Adidas dengan spesifikasi sepatu adidas yang digunakan untuk lari. Maka saat upload, produk Anda akan masuk ke sub kategori Sepatu Running.

Kalau di Shopee akan seperti ini urutannya :

Shopee > Olahraga & Outdoor > Sepatu Olahraga > Sepatu Running > Sepatu adidas

Ada dua sub kategori, yaitu Sepatu Olahraga dan Sepatu Running. Anda dapat memasukannya ke dalam nama produk karena dua sub kategori ini sudah pasti banyak dalam pencarian (bisa test dan riset kata kunci lagi).

Namun, tidak semua sub kategori ideal untuk dimasukkan ke dalam nama produk jka tidak ada pencarian dengan kata di dalam sub kategori itu.

Misalnya saja penggabungannya adalah dari kata ‘Sepatu adidas … (nama atau kode produk)’, lalu ditambahkan ‘sepatu olahraga, atau ‘sepatu running’ atau ‘sepatu lari’. Pilih mana yang pencariannya paling populer.

Produk dengan Varian Khusus

Point selanjutnya, jika produk Anda mempunyai ciri khas, spesifikasi khusus, atau varian khusus, Anda perlu menuliskannya di nama produk. Tujuannya adalah agar produk Anda muncul di hasil pencarian sebagai produk yang relevan sesuai dengan kebutuhan calon pembeli.

Misalnya saja Anda menjual flashdisk Toshiba, maka Anda perlu menuliskan ‘Flashdisk Toshiba 32 GB’ sesuai dengan spesifikasi dari produk tersebut. Jangan hanya menulis Flashdisk Toshiba saja.

Tips lain yang perlu diingat :

Penggabungan variasi kata bebas, yang penting masih nyaman dibaca. Jika perlu, beirkan tanda penghubung agar tetap mudah dibaca, seperti tanda “-“, “|”, dan sebagainya.

Tanda baca ini tidak akan mempengaruhi hasil pencarian, misalnya e-toll ditulis etoll akan sama saja

Usahakan 50 huruf pertama pada nama produk mudah dibaca karea ini lah yang terlihat oleh user saat sedang mencari produk.

Selain itu, Algoritma mesin pencari marketplace mengabaikan kata bukan atau no, dan ini serign dimanfaatkan banyak pedagang untuk melakukan tindakan tricky.

Misalnya saja dia menjual sepatu merek XXX tapi ingin menumpang sepatu mereka terkenal seperti adidad atau nike yang pasti banyak pencariannya.

Maka ia menulis :

Sepatu Xxx Sepatu olah raga Sepatu Running Bukan sepatu adidas sepatu nike

Walaupun ada kata bukan atau no pada nama produk, tapi mesin pencari tetap akan menampilkan produk ANda saat orang mencari sepatu merek terkenal tersebut. Dan tentu saja ini akan membuat peluang produk Anda untuk muncul menjari lebih besar.

Meski dari nama produk ini tidak salah, namun berhati- hatilah karena ini bisa menimbulkan complain. Memang benar Anda sudah menambahkan kata BUKAN. Namun Anda tidak disarankan untuk terus menggunakaan trik yang merupakan kelemahan marketplace ini.

Artikel Menarik Lainnya :   Ingin Jualan Laris di Tokopedia? Bangun Reputasi Seller Anda Saat Ini Juga

Deskripsi Produk

Untuk membuat deskripsi produk, hindari hanya copy paste dari orang lain. Kalau spesifikasi tidak masalah sebenarnya utnuk copy paste karena memang harus sesuai. Namun, akan lebih baik jika Anda menambahkan penjeleasan lebih detail.

Pada dasarnya, membuat deskripsi produk di marketpace hamper sama dengan deskripsi produk di landing page website. Yang perlu diperhatikan adalah mengetahui siapa dan untuk siapa produk ini dijual (Persona Buyer).

Apa saja yang perlu dijelaskan?

  • Fitur
  • Benefit
  • Garansi untuk memberi nilai tambah
  • Keunikan (jika ada)
  • Diskon, bonus atau potongan harga (jika ada)

Hindari hanya menulis produk ini terbuat dari voal dan mempunyai panjang 110×110.

Cobalah untuk memberikan penjelasan yang lebih menarik, seperti :

Hijab ini terbuat dari bahan voal dengan panjang 110×110. Dengan panjang yang standar ini, hijab dapat dibuat menutup dada dengan mudah. Selain itu, bahan voal untuk hijab ini adalah voal versi premium. Mudah tegak di dahi, dan terlihat manis serta super nyaman banget untuk dipakai.

Yang lebih asyik lagi, tepi hijab ini juga dijahit border. Nggak ada lagi deh rasa rishi karena pinggiran yang mudah rusak serat kainnya. Selain nyaman dijamin awet juga untuk dipakai berulangkali.

Ini hanya sekedar contoh saja. Anda dapat menambahkan variasi tanda baca, emoticon, dan hal lainnya untuk membuat deskripsi yang lebih manis dan enak dibaca.

Jangan lupa untuk menyisipkan juga kata kunci dari nama produk. Minimal kata kunci ini dibeirkan di 3 bagian, yaitu paragraph pertama, tengah, dan akhir. Hindari melakukan spamming kata kunci yang tidak ada hubungannya dengan deskripsi.

Selain itu, Shopee juga menyediakan fitur utnuk menulis hashtag #. Manfaatkanlah hashtag ini untuk menambah variasi kata kunci produk.

Gambar Produk

Foto produk memegang peranan penting dalam berjualan. Disarnakan untuk menampilkan foto produk yang :

  • Menggambarkan detail produk (angle produk)
  • Menggambarkan fungsi atau fitur dari produk
  • Menggambarkan produk saat digunakan
  • Jika perlu gunakan stiker tertentu, seperti 100% Original, Best Seller, dll atau border untuk membuat foto produk Anda terlihat mencolok dan berbeda dengan yang lain.

Tidak harus mutlak seperti ini. Misalnya saja produk tertentu, seperti alat kontrasepsi, tidak mungkin Anda menampilkan foto produk saat digunakan. Semua perlu disesuaikan dengan jenis produknya juga ya.

Jika Anda dropshipper, terutama produk- produk China, jangan hanya menggunakan foto dari supplier, tapi cobalah mencari gambar yang lebih variatif. Misalnya mengambilnya langsung dari Ali Express.

Untuk foto yang menggambarkan detail produk, usahakan menggunakan latar putih atau polos. Tujuannya agar fokus calon pembeli tidak ter-distract dengan obyek- obyek yang tidak penting.

Harga Produk

Marketplace identic dengan perang harga karena memang karakter umum dari customer nya adalah pemburu harga termurah atau diskonan. Tidak heran, fitur shortlist di marketplace yang paling banyak digunakan adalah shortlist berdasarkan harga termurah.

Problemnya adalah saat Anda menjadi seorang dropshiper. Anda perlu berhitung agar Anda menjadi masuk akal, sekaligus tidak mahal.

Cara menghitungnya, harga jual adalah harga produk dari supplier ditambah margin yang diinginkan. Besaran margin perlu mempertimbangkan beberpaa faktor, seperti biaya operasional, tager penjualan, biaya iklan, harga kompetitor dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah beberapa strategi penentuan harga yagn cukup efektif :

Artikel Menarik Lainnya :   5 Alasan Menohok Mengapa Konsumen Tidak Membeli Produk Anda

Harga Termurah

Saat Anda baru PERTAMA berjualan dan belum laku sama sekali, Anda perlu menemukan supplier (yang berarti harganya lebih murah atau sama dengan harga termurah di Shopee). Setelah itu, jual produk Anda lebih murah dari harga termurah yang ada di Shopee. Kurangi saja Rp 100 atau Rp 500. Yang penting menjadi yang termurah lebih dulu.

Tujuannya adallah agar saat calon pembeli shortlist berdasarkan harga termurah, maka produk Anda akan berada di urutan teratas dan kemungkinan untuk dibeli semakin besar.

Setelah mendapatkan minimal 5 penjualan dan review dari customer, Anda bisa menyesuaikan harga kembali. Terutama jika review yang Anda peroleh sangat baik. Ini akan sangat berpengaruh ke penjualan Anda selanjutnya.

Rugi nggak dengan banting harga? Kalau ini dilakukan seterusnya tentu saja anda rugi. Tapi hanya dengan mengurangi Rp 100 – RP 500 per produk untuk 5 penjualan pertama Anda, ini taka akan berarti apa- apa. Ini adalah trik untuk mendapatkan perhatian customer yang suka mengurutkan harga dari yang termurah. Dan ini hanya di awal ya.

Adakah cara lain? Ada sih, yaitu Fake Order. Yaitu dengan membuat akun, lalu beli di toko sendiri, lalu memberi rating dan review sendiri. Cara ini memang cepat dan efektif. Namun kami Sangat TIDAK MENYARANKAN trik ini karena sama artinya dengan melakukan penipuan terhadap calon pembeli Anda.

Harga Diskon

Harga diskon adalah cara umum yang dilakukan semua marketplace untuk mendapatkan perhatian calon pembeli. Di Shopee, Anda dapat mengatur harga diskon ini di fitur Promo Toko.

Berikut ini adalah caranya :

  • Masuk ke menu Promosi Saya >> Promo Toko
  • Klik Tambahkan Promo Diskon Baru
  • Isi detail promo Anda, seperti Nama Promosi dan Periode Promo
  • Klik Tambah Produk yang akan dipromosikan
  • Atur diskon dan batas pembelian, lalu klik ‘Selesai’

Harga Grosir

Setiap marketplace dapat disetting menggunakan harga grosir. Semakin besar jumlah pembelian, maka akan ada harga yang semakin murah untuk pembeli. Hal yang sama berlaku di Shopee.

Benefit dari menggunakan harga grosir ini adalah :

  • Memancing pembeli untuk membeli dalam jumlah banyak
  • Harga grosir termurah akan terkesan lebih murah saat muncul di hasil pencarian.

Harga Eceran Terendah

Yang ini sedikit tricky ya. Misalnya saja competitor Anda menjual pensil dalam harga per pack isi 12 seharga Rp 120.000 dan otomatis yang muncul di hasil pencarian adalah harga Rp 120.000.

Untuk mengakalinya, Anda bisa menulis harga Rp 10.000 tetapi dengan pengaturan minimal pembelian adalah 12 pcs. Dengan begitu, harga Anda terkesan lebih murah di pencarian terasa walaupun sebenarnya saja saja.

Rating dan Review

Faktor selanjutnya yang tak kalah pentingnya adalah Review dan Rating toko yang sangat dipengaruhi oleh kualitas produk dan layanan penjualan. Karena persaingan di marketplace ini sangat ketat, review dan rating adalah dua hal yang sangat penting.

Misalnya saja ada dua produk sama persis. Yang satu lebih mahal tapi mendapatkan feedback positif. Sedangkan yagn satunya jauh lebih murah dan banyak feedback negatif. Mana yang akan dipilih customer? Mereka akan cenderung memilih produk yang lebih mahal tersebut untuk menghindari resiko.

Maka dari itu, penting sekali untuk seller memberikan produk dan layanan terbaik kepada pelanggannya untuk menjaga hal ini tetap positif.

Beberapa hal yang mempengaruhi Rating dan Review di marketplace secara tidak langsung antara lain :

  • Last Online/ Last Active, bukan hanya berpengaruh ke rating dan review, tapi juga pertimbangan calon pembeli untuk membeli atau tidak
  • Lama waktu pengemasan
  • Tingkat pesenanan yang tidak terselesaikan (retur/ cancel)
  • Persentase chat dibalas, lama membalas chat atau diskusi produk
  • Kualitas produk

Itulah 4 faktor penting dalam berjualan laris manis di Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak. Dengan menerapkan trik- trik ini, Anda telah menerapkan fundamental dalam berjualan di marketplace.

Selain melakukan semua step di atas, Anda juga dapat melakukan iklan berbayar jika ingin lebih memaksimalkan jangkauan produk kepada calon pembeli. Bisa dibilang, ini adalah cara tercepat dalam menghasilkan profit. Tidak wajib dilakukan memang, namun dengan mencobanya, aliran profit Anda bisa menjadi lebih maksimal.

Semoga bermanfaat!

Referensi : ENBP

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.