Type to search

Ecommerce

5+ Cara Ampuh Jualan Laris Manis di Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak

Tips jualan laris manis di marketplace Tokopedia, Bukalapak, Shopee

Ada banyak yang mengungkap trik jualan laris manis di marketplace. Dari masing- masing tips ini, tentu ada beberapa faktor yang melatarbelakangi. Mulai dari popularitas toko, penggunaan iklan berbayar, upgrade keanggotaan, atau promosi gencar di luar marketplace itu sendiri.

Tips laris ini biasanya bersifat general, dan berlaku juga untuk deretan marketplace populer di Indonesia. Baik itu Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak. Jika ingin laris manis jualannya, tentu ada hal- hal yang harus Anda lakukan.

Di artikel kali ini, Panda akan berbagi tips 5 cara utama untuk laris jualan di marketplace. Dengan menerapkan 5 hal ini, maka toko dan produk Anda akan teroptimasi dan lebih mudah muncul di pencarian pengguna.

Trik Optimasi Marketplace agar Dagangan Makin Laris

Optimasi berarti melakukan serangkaian teknik untuk membuat toko dan produk kita di marketplace muncul di bagian atas pencarian oleh pengguna. Persaingan di marketplace memang sangat ketat, dan tanpa melakukan optimasi yang efektif, tentu kita semakin ketinggalan.

Simak ulasan kami berikut ini agar toko dan produk Anda teroptimasi dan jualan di marketplace semakin laris manis.

1. SEMO/ SEO Marketplace

Anda tentu sudah sering mendengar tentang SEO bukan? Dalam optimasi website, kita mengenal search engine optimization ini dalam bentuk optimasi SEO On Page dan SEO Off Page. Dalam strategi marketplace, ada istilah SEMO (Search Engine Marketplace Optimization) atau SEO Marketplace.

SEO Marketplace ini adalah sebuah optimasi yang kita lakukan untuk membuat produk kita muncul di posisi teratas dalam pencarian di search engine marketlace. Dasar dari SEMO ini adalah sistem atau algoritma Marketplace yang mencatat keyword apapun yang dituliskan di kolom pencarian mereka.

Ada marketplace yang membuka data tersebut, dan ada juga yang menyembunyikannya. Diantara beberapa marketplace, Shopee adalah salah satu yang membuka data pencarian tersebut dengan trik membuat test iklan.

Misalnya saja, Anda ingin tahu berapa banyak pencarian dengan kata kunci ‘topi bayi’ selama satu bulan terakhir. Bagaimana cara mengetahuinya?

  1. Buka tab Promosi Saya, lalu Iklanku.
  2. Cobalah membuat iklan dengan masuk ke draft ‘Promosikan Produkmu Sekarang’.
  3. Klik salah satu atau beberapa produk yang ingin Anda test iklan, lalu pilih ‘Langkah Selanjutnya’.
  4. Di halaman baru, tambahkan kata kunci pencarian yang ingin Anda analisa, lalu klik ‘Tambahkan’
  5. Di halaman baru akan muncul hasil kata pencarian, kualitas pencarian, volume pencarian, dan harga rekomendasi untuk iklan.

Dari hasil ini, kita bisa melihat berapa banyak pencarian kata kunci ‘topi bayi’ dan berbagai variasi kata kunci serta jumlah pencariannya. Sebagai catatan, hasil ini adalah volume data pencarian dalam satu bulan terakhir ya.

Contoh riset keyword di Shopee
Hasil Analisa Keyword Shopee

Artinya, saat membuat judul atau nama produk, pertimbangkanlah juga seberapa banyak jumlah pencarian yang ada. Jangan membuat nama produk yang tidak ada di pencarian di Shopee. Mengapa? Yak karena nggak ada yang nyari.

Lalu bagaimana dengan marketplace yang lain?

Meski mereka tidak membuka data pencarian secara langsung, Anda bisa memprediksi pola SEMO ini dari hasil testing pencarian produk. Langkah- langkahnya seperti ini :

  1. Lakukan pencarian produk tertentu di kolom pencarian.
  2. Setelah hasilnya keluar, simak beberapa hasil pencarian teratas.
  3. Hasil pencarian ini biasanya tersusupi oleh produk yang diiklankan, serta produk dengan penjualan tertinggi. Abaikan hasil pencarian karena produk iklan.
  4. Namun ada juga produk yang penjualan tidak begitu tinggi, namun masuk di sela- sela hasil pencarian (Artinya, di bawah produk ini sebenarnya ada yang angka penjualannya lebih banyak, tapi posisi di hasil pencariannya lebih rendah)
    Jualan laris dengan SEO Marketplace
  5. Amati apa yang unggul dari postingan produk tersebut.

Secara umum, tolak ukur utama untuk urutan produk ini adalah iklan, relevansi dan penjualan. Ada produk yang penjualannya tidak seheboh toko X, tapi mempunyai peringkat lebih tinggi. Coba klik produk tersebut, dan amati apa nilai plusnya?

Dalam beberapa testing, kuncinya ada di relevansi antara kata kunci pencarian dengan judul dan deskripsi produk. Jenis produk ini mendapatkan peringkat yang lumayan dan perlahan- lahan menggaet lebih banyak pembeli, tanpa iklan.

Untuk menerapkan SEO Marketplace, berikut tips yang bisa Anda terapkan :

Artikel Menarik Lainnya :   Cara Mendaftar di Bukalapak sebagai Pembeli dan Penjual
Kata kunci jualan laris manis di marketplace

Nama Toko/ Produk Relevan

Sebelum melangkah jauh, jangan lupa juga untuk mengeksplore fitur- fitur marketplace tujuan Anda lebih dulu. Tujuannya agar tidak bingung saat akan mempraktekkan tips ini atau bahkan bereksplorasi sendiri lebih jauh lagi.

Pertama adalah nama toko. Nama toko Anda di marketplace sebaiknya nama yang mudah diingat. Entah itu mengandung kata kunci produk langsung (saat Anda menjual produk spesifik satu jenis, Anda bisa menggunakan ide ini), atau nama brand unik toko.

Selanjutnya dalam menyusun nama produk atau judul produk. Setelah mengetahui jumlah pencarian produk tertentu berdasarkan keyword atau trik riset lainnya, Anda bisa menggunakan nama produk berdasarkan variasi kata yang muncul dari riset tersebut.

Contoh di bawah ini adalah saat kita riset dengan Iklankku Shopee tadi ya…

Logikanya seperti ini, misalnya yang Anda jual adalah dompet wanita dengan bahan dari kulit. Keyword utama adalah Dompet Wanita. Dan kata ini mempunyai mempunyai banyak variasi kata pencarian untuk calon pembeli, seperti

Kalau kita hanya menuliskan nama produk ‘Dompet Wanita’ saja, maka ada banyak ribuan potensi pencarian yang terlewat hanya karena ada variasi kata lain yang tidak kita gunakan. Kalau Anda menggunakan nama produk ‘Dompet Wanita Kulit’, maka pencarian ini menjadi lebih spesifik sesuai dengan produk dompet wanita kulit yang kita jual.

Sebaliknya, meskipun calon pembeli hanya mengetikkan kata kunci ‘Dompet Wanita’ saja, produk ini tetap akan muncul di pencarian karena mengandung kata ‘dompet wanita’. Sama halnya dengan kalimat ‘dompet wanita lucu’ dan ‘dompet wanita impor’.

Merangkai Nama Produk dengan Atribusi Khusus

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara merangkai nama produk tadi? Selain relevan, nama produk tentu harus terlihat menarik agar memancing klik calon pembeli.

Nah, disini kita akan berbicara tentang beberapa variabel yang bisa kita gunakan. Rumusnya adalah sebagai berikut :

Kata kunci utama+Atribusi

Yes, disini ada yang namanya atribusi. Atribusi adalah kata tambahan yang mencerminkan detail produk dan menjadi pendamping kata kunci utama. Yang meliputi atribusi ini adalah :

  • Jenis spesifik produk
  • Merek produk
  • Ukuran
  • Kualitas (Grade ORI, atau tidak)
  • Gender (Pria, Wanita, atau Unisex)
  • Kata sifat/ kata ajaib tambahan (Lucu, Best Seller, Limited Edition, Murah, Mengkilap, atau kata tambahan lainnya)

Jika produk mempunyai jenis atau merek spesifik, maka dua atribut ini wajib Anda cantumkan. Jika ukuran menjadi hal sensitif terhadap produk dan berpengaruh ke harga, maka wajib Anda cantumkan juga. Atribut lain bisa Anda gunakan sesuai kebutuhan. Penyusunannya pun tidak harus urut, sesuaikan dan pastikan tidak terbaca kaku.

Contohnya berikut ini :

  • Jims Honey – Xavier Wallet Dompet Wanita Import
  • Flashdisk Toshiba 16GB Hayabusa ORIGINAL
  • TERLARIS! XS Mas iPhone 256GB Garansi 1 Tahun Gold
  • Tempered Glass Matte iPhone 11 – 11 Pro – 11 Pro Max Antri Glare

Penulisan nama produk yang efektif ini akan memperbesar peluang produk Anda muncul di hasil pencarian, sesuai dengan kata kunci calon pembeli.

Sub Kategori Nama Produk

Misalnya saja Anda menjual Sepatu Adidas dengan spesifikasi sepatu adidas yang digunakan untuk lari. Maka saat upload, produk Anda akan masuk ke sub kategori Sepatu Running.

Kalau di Shopee akan seperti ini urutannya :

Shopee > Olahraga & Outdoor > Sepatu Olahraga > Sepatu Running > Sepatu adidas

Ada dua sub kategori, yaitu Sepatu Olahraga dan Sepatu Running. Anda dapat memasukannya ke dalam nama produk karena dua sub kategori ini sudah pasti banyak dalam pencarian (bisa test dan riset kata kunci lagi).

Namun, tidak semua sub kategori ideal untuk dimasukkan ke dalam nama produk jka tidak ada pencarian dengan kata di dalam sub kategori itu.

Misalnya saja penggabungannya adalah dari kata ‘Sepatu adidas … (nama atau kode produk)’, lalu ditambahkan ‘sepatu olahraga, atau ‘sepatu running’ atau ‘sepatu lari’. Pilih mana yang pencariannya paling populer.

Panjang Judul Produk

Usahakan 50 huruf pertama pada nama produk mudah dibaca karea ini lah yang terlihat oleh user saat sedang mencari produk. Selain itu, Algoritma mesin pencari marketplace mengabaikan kata bukan atau no, dan ini serign dimanfaatkan banyak pedagang untuk melakukan tindakan tricky.

Misalnya saja dia menjual sepatu merek XXX, tapi ingin menumpang sepatu mereka terkenal seperti adidad atau nike yang pasti banyak pencariannya.

Maka ia menulis :

Sepatu Xxx Sepatu olah raga Sepatu Running Bukan sepatu adidas sepatu nike

Walaupun ada kata bukan atau no pada nama produk, tapi mesin pencari tetap akan menampilkan produk Anda saat orang mencari sepatu merek terkenal tersebut. Dan tentu saja ini akan membuat peluang produk Anda untuk muncul menjari lebih besar.

Meski dari nama produk ini tidak salah, namun berhati- hatilah karena ini bisa menimbulkan komplain pelanggan. Memang benar Anda sudah menambahkan kata BUKAN. Namun, Anda tidak disarankan untuk terus menggunakaan trik yang merupakan kelemahan marketplace ini.

Artikel Menarik Lainnya :   5 Alasan Menohok Mengapa Konsumen Tidak Membeli Produk Anda

Deskripsi Produk

Untuk membuat deskripsi produk, hindari asal copy paste dari orang lain. Untuk spesifikasi produk, tidak masalah sebenarnya untuk copas agar tepat dan sesuai. Namun, akan lebih baik jika Anda menambahkan penjeleasan lebih detail.

Pada dasarnya, membuat deskripsi produk di marketpace hampir sama dengan deskripsi produk di landing page website. Yang perlu diperhatikan adalah mengetahui siapa dan untuk siapa produk ini dijual (i).

Apa saja yang perlu dijelaskan?

  • Fitur
  • Benefit
  • Garansi untuk memberi nilai tambah
  • Keunikan (jika ada)
  • Diskon, bonus atau potongan harga (jika ada)

Hindari hanya menulis produk ini terbuat dari voal dan mempunyai panjang 110×110.

Cobalah untuk memberikan penjelasan yang lebih menarik, seperti :

Hijab ini terbuat dari bahan voal dengan panjang 110×110. Dengan panjang yang standar ini, hijab dapat dibuat menutup dada dengan mudah. Selain itu, bahan voal untuk hijab ini adalah voal versi premium. Mudah tegak di dahi, dan terlihat manis, serta super nyaman banget untuk dipakai.

Yang lebih asyik lagi, tepi hijab ini juga dijahit border. Nggak ada lagi deh rasa risih karena pinggiran yang mudah rusak serat kainnya. Selain nyaman, dijamin awet juga untuk dipakai berulangkali.

Ini hanya sekedar contoh saja. Anda dapat menambahkan variasi tanda baca, emoticon, dan hal lainnya untuk membuat deskripsi yang lebih manis dan enak dibaca.

Jangan lupa untuk menyisipkan juga kata kunci dari nama produk. Minimal kata kunci ini diberikan di 3 bagian, yaitu paragraph pertama, tengah, dan akhir. Hindari melakukan spamming kata kunci yang tidak ada hubungannya dengan deskripsi.

Selain itu, Shopee juga menyediakan fitur utnuk menulis hashtag #. Manfaatkanlah hashtag ini untuk mengoptimalkan performa produk.

Membuat Deskripsi produk marketplace
Contoh deskripsi produk teknis

2. Tampilan Gambar Produk

Foto produk memegang peranan penting dalam berjualan di marketplace. Tampilan foto produk untuk di marketplace sebaiknya :

  • Menampilkan detail produk (angle produk)
  • Menggambarkan fungsi atau fitur dari produk
  • Memberi gambaran produk saat digunakan
  • Jika perlu gunakan stiker tertentu, seperti 100% Original, Best Seller, dll atau border untuk membuat foto produk Anda terlihat mencolok dan berbeda dengan yang lain.
Contoh foto produk yang menarik untuk jualan online

Tidak harus mutlak seperti ini. Misalnya saja produk tertentu, seperti alat kontrasepsi, tidak mungkin Anda menampilkan foto produk saat pengguna pakai. Semua perlu Anda sesuaikan kembali dengan jenis produknya juga ya.

Jika Anda dropshipper, terutama produk- produk China, jangan hanya menggunakan foto dari supplier. Cobalah mencari gambar yang lebih variatif. Misalnya, mengambilnya langsung dari Ali Express yang boleh untuk dipakai oleh pembeli.

Berikut ini adalah beberapa tips dalam mengemas foto produk untuk jualan online :

  • Buat foto utama dan foto tambahan yang menggambarkan detail produk
  • Usahakan menggunakan latar putih atau polos.
  • Gunakan aksesoris pemanis untuk membuat display produk terlihat manis, tapi jangan terlalu ramai.
  • Gunakan pencahaayaan yang baik untuk menghasilkan foto produk yang terlihat maksimal.
Aksesoris untuk membuat foto produk

3. Harga Produk

Marketplace identik dengan perang harga. Platform ini memang banyak memanfaatkan karakter pembeli yang merupakan pemburu harga termurah atau diskonan. Tidak heran, fitur shortlist di marketplace yang paling banyak digunakan adalah shortlist berdasarkan harga termurah.

Problemnya adalah saat Anda menjadi seorang dropshiper. Anda perlu berhitung agar produk Anda menjadi masuk akal, sekaligus tidak mahal.

Cara menghitungnya, harga jual adalah harga produk dari supplier ditambah margin yang Anda inginkan. Besaran margin juga perlu mempertimbangkan beberapa faktor. Mulai dari biaya operasional, tager penjualan, biaya iklan, harga kompetitor dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah beberapa strategi penentuan harga yang cukup efektif :

Harga Termurah

Saat Anda baru PERTAMA berjualan dan belum laku sama sekali, Anda perlu menemukan supplier (yang berarti harganya lebih murah atau sama dengan harga termurah di marketplace). Setelah itu, jual produk Anda lebih murah dari harga termurah yang ada di Shopee. Kurangi saja Rp 100 atau Rp 500. Yang penting menjadi yang termurah lebih dulu.

Goalnya adalah agar saat calon pembeli shortlist berdasarkan harga termurah, maka produk Anda akan berada di urutan teratas dan kemungkinan untuk dibeli semakin besar.

Setelah mendapatkan minimal 5 penjualan dan review dari customer, Anda bisa menyesuaikan harga kembali. Terutama jika review yang Anda peroleh sangat baik. Ini akan sangat berpengaruh ke penjualan Anda selanjutnya.

Artikel Menarik Lainnya :   Cara Memulai Bisnis Dropship dan Reseller- Bisnis Tanpa Modal

Rugi nggak dengan banting harga?

Kalau ini dilakukan seterusnya tentu saja anda rugi. Tapi hanya dengan mengurangi Rp 100 – Rp 500 per produk untuk 5 penjualan pertama Anda, ini tak akan berarti apa- apa. Ini adalah trik untuk mendapatkan perhatian customer yang suka mengurutkan harga dari yang termurah. Dan ini hanya di awal ya.

Adakah cara lain?
Ada sih, yaitu Fake Order. Yaitu dengan membuat akun, lalu beli di toko sendiri, lalu memberi rating dan review sendiri.

Cara ini memang cepat dan efektif. Namun kami Sangat TIDAK MENYARANKAN Anda menggunakannya. Trik ini sama artinya dengan melakukan penipuan terhadap calon pembeli Anda. Selain itu, ada resiko penalti karena ini adalah pelanggaran dalam berjualan di marketplace.

Harga Diskon

Harga diskon adalah cara umum yang di semua marketplace untuk mendapatkan perhatian calon pembeli. Di Shopee, Anda dapat mengatur harga diskon ini di fitur Promo Toko.

Berikut ini adalah caranya :

  • Masuk ke menu Promosi Saya >> Promo Toko
  • Klik Tambahkan Promo Diskon Baru
  • Isi detail promo Anda, seperti Nama Promosi dan Periode Promo
  • Klik Tambah Produk yang akan dipromosikan
  • Atur diskon dan batas pembelian, lalu klik ‘Selesai’

Pengaturan Dual Price dan Harga Grosir

Setiap marketplace dapat disetting menggunakan harga grosir dan dual price. Artinya, ada beberapa harga berbeda, sesuai dengan variasi produk (ukuran atau jenis) atau jumlah pembelian. Untuk harga grosir, semakin besar jumlah pembelian, maka akan ada harga yang semakin murah untuk pembeli. Begitulah peraturan umumnya.

Contoh penerapan harga di marketplace

Benefit dari menggunakan sistem harga ini adalah :

  • Memancing pembeli untuk membeli dalam jumlah banyak untuk harga grosir
  • Harga termurah akan terkesan lebih murah saat muncul di hasil pencarian.

Harga Eceran Terendah

Yang ini sedikit tricky ya. Misalnya saja kompetitor Anda menjual pensil dalam harga per pack isi 12 seharga Rp 120.000 dan otomatis yang muncul di hasil pencarian adalah harga Rp 120.000.

Untuk mengakalinya, Anda bisa menulis harga Rp 10.000 tetapi dengan pengaturan minimal pembelian adalah 12 pcs. Dengan begitu, harga Anda terkesan lebih murah di pencarian terasa walaupun sebenarnya sama saja.

4. Rating dan Review

Faktor selanjutnya yang tak kalah penting adalah Review dan Rating toko. Dua hal biasanya sangat dipengaruhi oleh kualitas produk dan layanan penjualan.

Misalnya saja ada dua produk sama persis. Yang satu lebih mahal, tapi mendapatkan feedback positif. Sedangkan yang satunya jauh lebih murah dan banyak feedback negatif. Mana yang akan dipilih customer?

Mereka akan cenderung memilih produk yang lebih mahal tersebut untuk menghindari resiko. Maka dari itu, penting sekali untuk seller memberikan produk dan layanan terbaik kepada pelanggannya untuk menjaga review positif.

Beberapa hal yang mempengaruhi Rating dan Review di marketplace secara tidak langsung antara lain :

  • Last Online/ Last Active, bukan hanya berpengaruh ke rating dan review, tapi juga pertimbangan calon pembeli untuk membeli atau tidak
  • Lama waktu pengemasan
  • Tingkat pesenanan yang tidak terselesaikan (retur/ cancel)
  • Persentase chat dibalas, lama membalas chat atau diskusi produk
  • Kualitas produk

5. Optimalkan Fitur Bawaan Marketplace

Setiap marketplace mempunyai fitur bawaan yang bisa penjual manfaatkan untuk mengoptimalkan produk dan toko mereka. Fitur ini tentu saja berbeda antar satu dan yang lainnya. Namun tugas kita sama, yaitu memanfaaatkannya sebaik mungkin.

Misalnya saja untuk di Shopee, Anda bisa mendaftar program gratis ongkir Shopee. Di marketplace lain, saat ada program iklan gratis atau optimalkan produk, manfaatkan fitur tersebut secara rutin. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan benefit maksimal yang berpengaruh terhadap penjualan toko Anda.

6. Iklan Berbayar

Ohhh, tentu saja. Setiap marketplace menawarkan opsi iklan berbayar untuk memaksimalkan potensi penjualan Anda. Dan trik ini pun tidak ada salahnya untuk Anda coba.

Dengan mencoba beriklan di marketplace, produk akan langsung tampil di halaman utama pencarian secara instan. Tidak perlu waktu lama atau usaha yang berlebihan, meskipun toko masih baru.

Setelah iklan berjalan dan Anda mulai mendapatkan pelanggan, serta review positif, Anda bisa boleh melanjutkan iklan kembali jika memang efektif, atau mengoptimalkan fitur reguler dari marketplace.

Kesimpulan

Siapa sih yang nggak mau jualan laris manis di marketplace? Di luar kompetisinya yang memang gila, ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mengoptimalkan toko dan jualan produk Anda.

Anda bisa melakukan optimasi ini secara organik atau dengan iklan berbayar. Cara organik biasanya memang membutuhkan waktu lebih lama. Namun Anda bisa mengkombinasikannya dengan iklan berbayar di awal, untuk menghasilkan optimasi yang bekerja dengan lebih cepat.

Semoga bermanfaat!

Tags:
Redva

I'm a Digital Marketing enthusiast. Bekerja di salah satu digital marketing terbesar di Jawa Tengah sebagai Digital Strategist dan telah menulis untuk blog dengan niche teknologi & digital marketing lebih dari 4 tahun.

  • 1

You Might also Like

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

2 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Yani
Yani
11 months ago

Adakah kelas online nya kak?

2
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x