Mengenal Perbedaan KOL (Key Opinion Leader) dan Influencer

Mengenal Perbedaan KOL (Key Opinion Leader) dan Influencer

Ada KOL (Key Opinion Leader), ada juga istilah influencer. Apakah keduanya sama atau berbeda?

Secara umum, keduanya terlihat menjalankan tugas dan pekerjaan yang tidak jauh berbeda. Keduanya juga menjadi pilihan banyak brand dalam strategi pemasaran mereka di media sosial. Ini lah salah satu alasan mengapa banyak orang tidak menyadari perbedaan dari KOL dan influencer.

Di artikel kali ini, Panda akan mengulas secara lengkap tentang perbedaan KOL dan influencer. Semoga bermanfaat ya!

Apa itu KOL dan Influencer?

Manfaat KOL (Key Opinion Leader) untuk Brand

Bicara tentang social media marketing, pasti kita juga bicara tentang influencer marketing. Influencer marketing memang mempunyai efek yang dahsyat. Dari sisi client dan sisi influencer itu sendiri. Tidak heran, banyak platform influencer bertebaran karena banyak orang bermimpi menjadi influencer.

Dalam influencer marketing, brand akan menggunakan jasa para influencer ini untuk mempromosikan brand mereka dan membangun kesadaran merek. Dari sinilah, semakin banyak individu yang ingin berkarya menjadi seorang influencer. Mereka membangun fanbase, mengangkat topik tertentu dan meningkatkan interaksi dengan pengikut di akun mereka.

Seperti yang pernah Panda ulas sebelumnya, influencer merupakan orang- orang yang sudah membangun reputasi di sebuah bidang agar nantinya bisa berkolaborasi dengan beberapa perusahaan.

Kendati begitu, KOLsquare menyebut kalau ada beberapa influencer yang membeli follower atau subscriber untuk menaikkan reputasi akun media sosial mereka. Nah, karena adanya kasus seperti ini, maka muncullah istilah KOL, alias Key Opinion Leader.

KOL pertama kali muncul di Tiongkok dan mulai menarik banyak perhatian dari pegiat media social marketing. Mirip dengan influencer, KOL adalah individu yang sukses membangun reputasi mereka.

Mereka yang termasuk ke dalam golongan KOL antaralain tokoh pendidikan, tokoh agama, desainer,  dokter, chef, MUA, dan lain sebagainya. 

Perbedaan KOL dan Influencer

Meski mirip, ada perbedaan yang jelas antara KOL dan influencer biasa. KOL mempunyai pengalaman dan pengetahuan di bidang tertentu, yang mendukung reputasi mereka. Mereka juga mempunyai dokumentasi pendidikan dan track record sesuai bidang mereka.

Berbekal hal ini, seorang KOL adalah sumber terbaik untuk kredibilitas sebuah berita dan merek. Opini mereka dianggap lebih valid dan relevan, sehingga lebih mengena untuk para pengikutnya.

Untuk lebih detailnya, berikut adalah rangkuman perbedaan antara KOL dan influencer : 

1. Media yang Digunakan

Seperti yang sempat Panda singgung, KOL adalah individu yang mempunyai background pendidikan dan pengalaman di industri yang digelutinya. Mereka adalah sosok terpercaya dengan reputasi kredibel di mata para pengikutnya.

Berkenaan dengan aktivitas di kehidupan nyata, tidak semua KOL aktif di media sosial. Sebagian lebih fokus di aktivitas dunia nyata atau mungkin aktif di platform yang berbeda. Kendati begitu, cukup banyak juga KOL yang menjalin hubungan baik melalui media sosial.

Kebalikannya, influencer justru menghabiskan sebagian besar waktunya di dunia online, terutama media sosial. Mereka menggunakan platform sosial ini untuk menciptakan konten yang menarik, berinteraksi dengan follower dan mempengaruhi mereka.

Dalam proses ini, para influencer akhirnya membangun reputasi dan popularitas mereka.

2. Kredibilitas

Dengan pengetahuan, keahlian, kualitas profesionalisme, dan kemampuan yang mereka miliki, kredibilitas KOL terasa sangat nyata. Dari latar belakang kredibilitas ini, KOL mendapatkan para pengikut yang biasanya berasal dari identifikasi personal dari influencer itu sendiri.

Berbeda dengan para influencer yang membangun kredibilitas dan reputasi mereka dari pesona yang mereka tampilkan dari konten yang mereka bagikan.

Secara umum, kredibilitas KOL jauh lebih tinggi daripada influencer biasa karena expertise yang mereka miliki. Opini mereka dianggap lebih valid dan terpercaya.

3. Monetisasi Jasa

KOL menjalankan profesi sesuai bidangnya di dunia nyata. Tidak jarang, mereka merekomendasikan produk yang berkaitan dengan profesi mereka tanpa imbalan kompensasi. Tapi tentu saja ada banyak perusahaan yang juga menggunakan KOL untuk menjalankan kampanye brand mereka.

Sedangkan influencer memang didesain untuk mempromosikan jasa atau produk dengan kesepakatan kompensasi. Jarang sekali ada influencer yang mempromosikan sebuah produk tanpa imbalan sama sekali.

4. Cara Komunikasi

Perbedaan selanjutnya adalah tentang cara komunikasi antara KOL dan influencer. Influencer unggul dalam hal komunikasi karena mereka lebih terbuka dengan interaksi bersama audiens mereka.

Tidak jarang mereka juga mengadakan games atau sesi curhat dalam menjalankan media sosialnya. Mereka menyadari, interaksi dengan audiens dan engagement rate adalah nilai penting untuk mereka.

Sedangkan KOL cenderung melakukan komunikasi satu arah dengan audiens. Mereka jarang menanggapi kembali komentar, pertanyaan, atau saran yang pengikutnya ajukan.

KOL mempunyai keterampilan berkomunikasi di depan publik. Mereka biasa tampil sebagai speaker, tampil di televisi, radio atau seminar- seminar.

Kesimpulan

Cukuh mudah untuk membedakan antara KOL dan influencer biasa, kan?

Influencer adalah individu yang membangun reputasi mereka secara online agar nantinya bisa berkolaborasi dengan perusahaan dan brand. Sedangkan KOL adalah individu dengan latar belakang kemampuan di bidang tertentu yang membuat mereka menjadi pemimpin opini ahli.

Keduanya saat ini tengah menjadi fenomena menarik dalam hal strategi pemasaran media sosial. Karena dengan menggunakan strategi ini, maka semakin mudah untuk membangun kesadaran merek dna meningkatkan kepercayaan pembeli.

Ujung- ujungnya tentu saja, trafik ke akun dan penjualan meningkat! Menarik untuk dicoba?

KOL (Key Opinion Leader) & Efek Dahsyatnya dalam Strategi Marketing

KOL (Key Opinion Leader) & Efek Dahsyatnya dalam Strategi Marketing

KOL atau Key Opinion Leader adalah strategi marketing yang tidak terbantahkan perannya dalam campaign media sosial. Untuk mempromosikan sebuah brand atau produk terkini, strategi influencer marketing dan KOL adalah langkah jitu.

KOL marketing atau KOL management mempunyai peran penting dalam membangun brand awareness di media sosial. Yang membuat kita penasaran, seberapa besar dampak dari KOL ini untuk brand kita? Dan apa saja manfaat positif lainnya?

Simak ulasan lengkap Panda di artikel ini ya!

Apa itu KOL (Key Opinion Leader)?

KOL atau Key Opinion Leader adalah tokoh atau organisasi yang mempunyai status sosial yang kuat sehingga rekomendasi dan pendapatnya banyak didengarkan saat membuat keputusan penting.

Berbeda dengan influencer biasa yang mempunya penghasilan melalui media sosial, kebanyakan KOL biasanya mempunyai pekerjaan ahli di bidang tertentu. Itulah mengapa referensi mereka bisa disebut sebagai pendapat para ahli (pemimpin opini).

KOL punya keahlian mempengaruhi bukan sekedar dari jumlah pengikut mereka di media sosial. Tapi juga karena prestasi dan keahliannya. Oleh sebab itu, KOL bisa jadi mempunyai jumlah pengikut yang lebih sedikit dari influencer pada umumnya.

Kendati begitu, karena keahlian dan prestasi mereka di bidang tertentu, mereka kerap menjadi  figur yang tepat untuk mewakili perusahaan. Mereka bukan orang yang sekedar modal jumlah follower, tapi juga value khusus karena keahlian yang mereka miliki.

Beberapa orang yang masuk ke dalam kategori KOL ini antara lain :

  • Kolumnis
  • Desainer
  • Tokoh Politik
  • Psikolog
  • Pakar kuliner/ Celebrity Chef
  • Dokter
  • Akademisi, dan lain sebagainya

KOL sendiri cukup populer untuk digunakan ke dalam beberapa jenis industri, seperti :

  • Farmasi
  • Uji klinis
  • Mental health
  • Kesehatan
  • Alat kesehatan

Perbedaan Influencer dan KOL (Key Opinion Leader)

Ada influencer, ada juga KOL. Keduanya terlihat sekilas mirip dan mempunyai banyak kesamaan. Kendati begitu, ada beberapa perbedaan antara influencer dan juga Key Opinion Leader. 

1. Influencer Butuh Media Sosial untuk Bekerja, KOL Tidak

Seorang influencer sangat bergantung pada media sosial untuk mengembangkan niche dan meningkatkan follower. Sementara KOL tidak.

Bagi seorang yang sudah bertitel KOL, media sosial adalah platform sementara untuk memperoleh lebih banyak audiens, mengembangkan personal brand dan mendorong penjualan. Tanpa media sosial, seorang KOL tetap mempunyai banyak audiens dan kredibel di bidangnya.

Sederhananya, influencer terkenal karena media sosial. Sedangkan KOL sudah punya nama sendiri sebelum mereka hits di media sosial media.

2. Komunikasi KOL di Medsos Satu Arah, Sedangkan Influencer Dua Arah

Seorang KOL jarang menanggapi pertanyaan, atau saran dan komentar audiens nya. Respon media sosial juga biasanya diserahkan pada asisten pribadi atau manajer media sosial.

Berbeda dengan influencer yang cenderung menggunakan pola komunikasi dua arah. Alasannya tentu saja karena influencer membangun based mereka dari audiens di medsos tersebut. Terutama untuk jenis micro influencer.

3. Konten dari KOL Jarang Berdasarkan Konten Viral

Influencer kerap menggunakan strategi viral marketing untuk meningkatkan follower mereka. Sedangkan seorang KOL cenderung lebih fokus pada produk dan layanan yang relevan dengan keahliannya.

Umumnya, brand bekerjasama dengan influencer untuk memperoleh akses ke follower mereka. Sedangkan perusahaan membutuhkan seorang KOL untuk mendukung kredibilitas produk atau layanan mereka.

Dengan pengaruh yang besar dan pengikut media sosial yang semakin bertambah, KOL sendiri juga bisa menjadi influencer. Kendati begitu, tidak semua influencer bisa menjadi KOL.

Manfaat Strategi KOL Marketing untuk Bisnis

Manfaat KOL (Key Opinion Leader) untuk Brand

Sosok Key Opinion Leader bisa melakukan banyak hal yang berarti penting untuk bisnis Anda. Berikut adalah beberapa manfaat dari menjalankan kampanye marketing dengan strategi KOL – Key Opinion Leader :

1. Membangun Brand

Membangun brand memang bukan perkara mudah. Untuk itu perlu berbagai strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Dan KOL merupakan salah satu strategi yang efektif untuk membangun brand.

Dengan dorongan dari orang yang berpengalaman, praktisi yang ahli di bidangnya, kampanye brand akan punya relevansi yang kuat. Relevansi yang kuat akan membuat masyarakat lebih mau mendengar dan menerima brand Anda.

Dalam jangka panjang, branding yang sukses akan berdampak positif pada penjualan.

2. Menguatkan Kredibilitas dan Reputasi Brand

Manfaat selanjutnya dari strategi KOL adalah untuk memperkuat kredibilitas dan reputasi brand perusahaan. Dengan reputasinya sebagai ahli, KOL mempunyai kekuatan tersendiri.

Dari sisi KOL, mereka juga tidak akan sembarangan dalam memberikan opini. Mereka akan berhati- hati dalam memilih brand untuk kolaborasi. Mereka tidak akan mengangkat sebuah brand yang tidak berkualitas.

KOL pada umumnya juga ingin memperkenalkan dan mempromosikan produk yang positif sehingga menjadi keuntungan positif untuk kedua belah pihak. Dengan begitu, KOL adalah strategi yang kayak untuk tujuan pemasaran yang berfokus pada penguatan merek.

3. Kampanye yang Efisien

Dalam pemasaran, penting untuk melakukan aktivitas yang efisien. Key Opinion Leader biasanya mempunyai jumlah pengikut tinggi dengan tingkat kepercayaan yang besar. Bahkan, pengikut mereka tidak terbatas pada platform online saja.

Modal ini lah yang bisa mendorong kegiatan kampanye marketing berjalan efektif dan efisien. Dengan begitu, tujuan pemasaran bisa tercapai dengan relatif mudah dan cepat.

4. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen

Seperti yang Panda sebutkan sebelumnya, Key Opinion Leader tentu bukan orang sembarangan. Mereka mempunyai kualifikasi valid yang membuat mereka lebih dipercaya oleh konsumen.

Secara tidak langsung, manfaat dari strategi KOL marketing ini dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap sebuah brand dan produk. Tingkat kepercayaan konsumen yang positif tentunya akan berdampak positif pula untuk penjualan.

5. Menghasilkan ROI TInggi

Yang tidak kalah pentingnya, KOL Juga berdampak positif pada ROI. ROI, atau Return on Investment merupakan salah satu indikator penting dalam bisnis.

Dan untuk mendorong ROI yang optimal, efisiensi kampanye dengan strategi KOL adalah ide menarik untuk dijalankan. Agar bisa menghasilkan ROI yang tinggi, penting untuk menetapkan tujuan secara jelas dari sebuah kampanye pemasaran.

Apakah sasaran pemasaran ini untuk meningkatkan brand awareness, meningkatkan konversi, mendorong penjualan, hingga loyalty program.

Cara Memilih KOL yang Tepat untuk Bisnis

Sebelum menjalankan strategi Pemimpin Opini Kunci alias Key Opinion Leader, tentu perlu mempertimbangkan beberapa hal.

1. Kenali Audiens KOL

Mengenal segmen audiens KOL sangat penting untuk memastikan keberhasilan kampanye. Dengan metode pemasaran ini, perusahaan bisa mengidentifikasi audiens dengan lebih mudah.

Jadi, sebelum menjalankan KOL, ini adalah basic yang harus ditekankan dalam memfilter tokoh- tokoh calon opini leader.

2. Relevansi dengan Brand

Bukan hanya audiens nya, tapi juga relevansinya dengan brand. Karena jika tidak relevan, artinya KOL ini tidak akan tepat. Sedangkan poin dari KOL ini sendiri adalah pendapat ahli, yang sesuai dengan bidangnya.

Kampanye KOL akan menjadi sia- sia jika memilih orang yang tidak tepat. Karena dengan begitu, pesan tidak akan sampai ke audiens. Agar kampanye berjalan lancar dan efektif, perhatikanlah relevansinya lebih dulu.

3. Engagement Rate

Kalau berkaitan dengan media sosial, tentu saja engagement rate penting untuk diperhitungkan. Pemimpin opini harus mempunyai respon yang positif dan tinggi dari para pengikut konten nya.

Karena bagaimana pun, nantinya KOL akan menjadi penghubung antara brand kepada pengikutnya. Dengan tingkat interaksi yang baik, itu artinya kampanye KOL akan lebih berkualitas.

Kesimpulan

Key Opinion Leader mempunyai daya magis tersendiri dalam bidang pemasaran. Berbekal pengalaman dan kemampuan yang dimilikinya, seseorang yang sudah mendapat predikat KOL mempunyai  pengaruh yang besar untuk audiens- audiens di kalangan tertentu.

KOL mempunyai segmentasi yang lebih spesifik dari influencer biasa. Ini karena mereka sudah lebih dulu populer di bidangnya, dan bukan baru populer setelah menghimpun follower di media sosial layaknya influencer pada umumnya. Dengan alasan ini lah, KOL layak untuk Anda pertimbangkan.

Apa itu Influencer, Jenis- Jenis dan Manfaatnya untuk Bisnis

Apa itu Influencer, Jenis- Jenis dan Manfaatnya untuk Bisnis

Istilah influencer pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Kendati demikian, selalu menarik untuk mengupas lebih lanjut tentang apa itu influencer, dan perannya dalam bisnis digital yang kita geluti.

Influencer sudah dikenal luas sebagai salah satu strategi pemasaran brand dan bisnis, terutama bisnis online. Anda bisa menerapkan strategi ini bersamaan dengan strategi iklan di media sosial dan strategi organik lainnya. Siap untuk mengenal strategi ini lebih jauh lagi?

Pengertian Influencer

Influencer berasal dari kata influence, yang artinya mempengaruhi. Arti dari Influencer adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi orang lain karena kapasitas ia miliki. Kapasitas disini artinya adalah pengetahuan, kemampuan, otoritas, posisi, atau hubungannya dengan audiens.

Dalam lingkup pemasaran, influencer adalah pihak yang bisa mempengaruhi keputusan pembelian target audiens. Lebih jauh lagi, para tokoh influence diharapkan bisa mempengeruhi persepsi dan preferensi audiens terhadap sebuah brand.

Influencer juga bisa berarti seseorang yang bisa mengubah cara berpikir dan bertindak orang lain. Perubahan ini bisa terjadi di setiap aspek kehidupan orang tersebut. Bukan hanya perubahan yang bersifat komersial, namun juga bisa berdampak pada aspek lain. Misalnya saja ideologi dan mindset.

Di samping peran utama, perlu kita pahami juga kalau peran para influence ini bukan sebagai alat marketing semata. Mereka juga merupakan aset social relationship yang bisa kita ajak sebagai partner kolaborasi untuk mencapai tujuan tertentu.

Di era digital seperti ini, menjadi seorang influencer adalah pilihan karir, bukan sekedar hobi. Jangan heran, saat ini semakin banyak yang mencoba mengkategorikan influencer untuk mengetahui peluang karir terbaik di industri.

Jenis- jenis Influencer

Dalam social media marketing, influencer dikelompokkan berdasarkan media yang mereka gunakan dan jumlah follower. Dalam segmen ini, Panda akan membagi jenis- jenis influencer berdasarkan jumlah follower dan juga media yang mereka gunakan.

A. Jenis Influencer Berdasarkan Jumlah Follower nya

1. Nano

Bicara tentang jumlah follower, nano endorser adalah jenis influencer yang mempunyai jangkauan paling kecil, dengan jumlah follower antara 1000 sampai 10.000 orang.

Meski jumlah followernya sedikit, tipe endorser ini cenderung saling mengenal dekat dengan follower mereka dan lebih saling berinteraksi di media sosial. Dengan begitu, nano influencer cenderung punya engagement yang semakin kuat.

Tipe nano influencer idealnya mempunyai engagement yang kuat dan tingkat kepercayaan sangat tinggi dari follower mereka. Biaya yang perlu kita keluarkan untuk menggunakan jasa nano endorser ini juga terbilang sangat terjangkau.

2. Micro

Micro influencer atau endorserberada satu tingkat lebih tinggi dari nano, dengan jumlah follower 10.000 sampai 100.000. Mereka biasanya adalah orang- orang dengan kapabilitas di bidang tertentu, seperti kesehatan, kecantikan, psikologi, dan lainnya sebagainya.

Tidak heran, tipe endorser ini cenderung mempunyai kepercayaan tinggi dari target audiens nya. Selain itu, jumlah follower yang tidak terlalu banyak membuat interaksi influencer dengan para follower nya cenderung kuat.

Bahkan menurut studi, potensi audiens membeli produk dari rekomendasi micro influencer mencapai 82%!

Selain itu, mikro influencer mempunyai audiens yang lebih spesifik dari industri tertentu. Dengan memahami audiens mereka, konten yang jenis endorser ini hasilnya akan lebih relevan dengan follower nya.

Biaya untuk menggunakan jasa mikro influener juga terbilang masih terjangkau.

3. Macro 

Selanjutnya, macro influencer adalah kategori publik figur ang mempunyai jumlah follower antara 100.000 sampai 1 juta follower. Jumlah follower yang semakin banyak, artinya jangkauan audiens dan pesan menjadi lebih lebar.

Engagement antara influencer dan follower nya tetap ada, tapi cenderung kurang kuat. Dengan jaminan eksposur yang lebih tinggi, brand perlu mengeluarkan budget yang lebih besar dari dua kategori sebelumnya.

4. Mega/ Premium

Mega influencer atau premium adalah mereka yang termasuk ke dalam kategori top endorser dengan jumlah pengikut jutaan. Mereka yang masuk kategori ini biasanya adalah artis, influencer, atau pemuka yang sudah mempunyai otoritas tinggi.

Jumlah follower yang sangat banyak memungkinkan konten influencer mendapatkan eksposur yang luas dalam waktu singkat. Namun tentu saja, biaya yang harus dikeluarkan menjadi cukup besar.

B. Jenis Influencer Berdasarkan Media nya

1. Selebgram

Istilah selebgram merupakan akronim dari selebriti Instagram. Selebgram bisa kita artikan sebagai seseorang dengan bases follower yang cukup banyak sehingga mempunyai otoritas yang baik di platform tersebut.

Selebgram bisa jadi adalah seorang artis atau mereka yang sudah sering wara- wiri di layar kaca, atau ada juga mereka yang membangun basis follower dan menjadi influencer setelah jumlah follower mereka banyak.

Seperti yang kita tahu, Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah pengguna Instagram terbesar di dunia. Tidak heran, influencer bertumbuh subur di platform ini. Dan tentu saja, kepopuleran selebgram bisa Anda andalkan untuk mempromosikan produk di platform ini.

Beberapa contoh selebgram pouler antara lain Awkarin, Anya Geraldine, Rachel Vennya, dan banyak juga selebriti- selebriti tanah air lainnya.

2. Seleb TikTok

Seperti namanya, seleb TikTok adalah influencer yang berada di platform TikTok. Mereka merupakan deretan kreator konten yang populer dan mempunyai basis follower besar.

Seiring dengan pertumbuhan TikTok yang semakin besar dan populer di Indonesia, seleb TikTok juga bermunculan. TikTok cocok untuk bisnis yang menggunakan audiens usia muda sebagai target audiens.

3. YouTuber

YouTuber adalah istilah untuk konten creator di YouTube, yang mengunggah konten dan informasi di platform YouTuber. YouTube juga menjadi salah satu platform endorsement yang cukup signifikan.

Salah satu alasannya, lebih dari 90% pengguna internet mengenal produk baru melalui YouTube. Semakin banyak jumlah follower di akun YouTUbe, maka potensi menarik perhatian audiens akan semakin besar.

Beberapa influencer YouTuber terkenal antara lain Nessie Judge, Rachel Goddard, dan juga pembawa acara Deddy Corbuzier.

4. Blogger

Blogger mengacu pada istilah seseorang yang mempunyai dan mengelola sebuah blog. Tidak sedikit blog yang digunakan untuk melakukan review produk. Misalnya saja review makananan atau kosmetik.

Saat blogger terkenal merekomendasikan produk, pembaca setianya akan mudah menaruh perhatian. Selain itu, semakin tinggi otoritas si blogger dari konten- konten yang disajikan, potensi mendapat kepercayaan dari audiens juga lebih tinggi.

Saat pembaca setia dari blog banyak, maka pemasaran produk menjadi lebih mudah dan efektif. Nilai plus dari blog ini sendiri, kontennya cenderung lebih evergreen dan mudah dicari.

Cara Memilih Influencer yang Tepat untuk Bisnis

Sudah mengenali jenis- jenis influencer, langkah selanjutnya adalah memberikan pertimbangan yang tepat sebelum melakukan endorsement :

1. Kesesuaian Audiens dengan Target Pasar

Menentukan influencer yang mempunyai audiens mirip atau cocok dengan target pasar kita sangat penting. Karena dengan langkah ini, promosi kita akan menjadi tepat sasaran.

Misalnya saat target konsumen Anda adalah ibu rumah tangga, Anda bisa melakukan riset influencer yang sering posting panduan parenting atau aktivitas rumah tangga. Atau bisa juga, menggunakan akun tokoh atau konten parenting.

Memilih endorser atau akun yang relevan dengan target pasar akan membuat strategi promosi Anda di media sosial menjadi lebih optimal.

2. Sesuaikan dengan Budget Promosi

Sama seperti strategi promosi lainnya, memilih influencer atau endorser juga penting untuk Anda sesuaikan dengan budget.

Jika Anda mempunyai budget yang terbatas, memilih endorser mikro bisa menjadi pilihan terbaik. Alasannya, mereka lebih sering berinteraksi dengan follower secara intens. Bahkan tidak jarang, follower justru bertanya tentang produk tertentu ke si influencer atau memberi masukan terhadap produk yang dipromosikan.

Kunci dalam menggunakan micro influencer adalah menggunakan beberapa tokoh ini secara berkala. Jangan berhenti di 1-2 influencer saja.

3. Sesuaikan dengan Skala Promosi Produk

Dalam aktivitas marketing, penting untuk menentukan skala promosi yang akan dilaksanakan. Misalnya jika skala promosinya besar, Anda bisa menggunakan influencer macro atau mega. Tujuannya adalah untuk mendapat eksposur yang lebih besar dan menggebrak pasar.

Namun jika skala promosi masih kecil, akan lebih sesuai jika menggunakan influencer mikro yang lebih sesuai dengan budget. Anda bisa menggunakan Sociabuzz untuk mendapatkan rekomendasi influencer ini.

4. Reputasi Influencer

Penting untuk memilih tokoh yang mempunyai reputasi yang baik di bidangnya. Apapun jenis influencer nya, micro, atau macro, bekerjasama dengan figur dengan reputasi baik akan terasa lebih nyaman.

Misalnya saat Anda hanya melihat jumlah follower saja, namun sang public figur kerap bermasalah dengan hukum atau membuat kontroversi, ini akan berpengaruh pada produk dan reputasi brand.

Jadi, sangat Panda rekomendasikan untuk memilih public figure dengan reputasi baik dan mempunyai personal branding yang positif.

5. Mempunyai Engagement Tinggi

Kalkulator engagement di Phlank

Engagement atau keterlibatan antara pemilik akun dengan followernya juga penting untuk kita cermai. Karena ini bisa menjadi tolak ukur efektifitas promosi yang Anda lakukan pada tokoh tersebut.

Misalnya saat influencer mikro mempunyai engagement rate yang tinggi, ini akan menjadi rekomendasi yang baik untuk promosi produk. Sebaliknya, selebriti dengan jumlah follower besar, tapi engagement sangat rendah, akan kurang menguntungkan.

Anda bisa membaca artikel Cara Mudah Cek Engagement Rate untuk mengetahui tingkat keterlibatan di sebuah akun.

6. Intensitas Update Konten

Karena kita akan berpromosi di akun mereka, penting untuk memastikan akun mereka aktif dalam membagikan konten, tapi intensitasnya juga tidak terlalu tinggi.

Intensitas yang terlalu tinggi, alias terlalu cepat posting, akan membuat konten promosi Anda mudah tenggelam dari halaman atas galeri si calon endorser. Artinya, follower harus scroll ke bawah untuk menemukan konten promosi Anda.

Sedangkan tokoh yang relatif jarang memposting konten, bisa jadi engagement nya juga menurun.

Cari tahu juga apakah influencer sering melakukan posting multi-channel atau di berbagai media sosial secara bersamaan. Jika iya, potensi calon audiens yang melihat akan semakin bertambah.

Anda juga bisa memantau konten sosmed secara berkala. Tujuannya untuk mengetahui siapa saja figur yang sedang viral atau banyak dibicarakan. Saat menemukan momen atau topik viral sebagai ajang promosi, Anda bisa gerak cepat bekerjasama sebelum kompetitor mendahului.

7. Ketahui Term of Service dan Siapkan Perjanjian Kerjasama

Yang tak kalah penting, setelah menetnukan dengan siapa Anda akan bekerjasama, ketahui Term of Service Mereka, dan siapkan perjanjian kerjasama yang jelas dengan influencer.

Dalam tahapan ini, Anda bisa menyebutkan klausul terperinci tentang hak dan kewajiban masing- masing pihak. Tujuannya adalah untuk menghindari kesalahpahaman yang berujung masalah hukum dan memastikan promosi bekerja sesuai brief.

Perjanjian Kerjasama ini sendiri biasanya dilakukan saat berkaitan dengan influencer premium karena budget yang besar dan juga rincian benefit yang bisa diperoleh. Sedangkan untuk endorser yang lebih sederhana, biasanya mereka akan menekankan brief (panduan singkat) saat akan melakukan promosi.

Dengan brief ini, mereka akan lebih mudah dalam membuat konten. Sehingga hasil akhir konten nanti akan sesuai dengan harapan pebisnis.

Anda juga bisa membaca panduan lebih lengkap ini di artikel Panda, Cara Cerdas Memilih Influencer Endorser yang Tepat untuk Bisnis.

Manfaat Menggunakan Jasa Influencer untuk Bisnis

Mengapa sih banyak pebisnis menggunakan jasa influencer dalam berpromosi? Tentu saja karena ada banyak manfaat yang bisa mereka peroleh. Antara lain adalah :

1. Membuat Produk Menjadi Pusat Perhatian

Influencer bekerja untuk membuat promosi Anda segera menjadi pusat perhatian. Caranya adalah dengan menggaet publik figur yang sedang viral saat ini.

Salah satu praktek penggunaan influencer terbaik pernah digunakan oleh Netflix Korea. Brand ini menggunakan sosok Neti Herawati atau yang populer dengan nama Bude Sumiyati. Berawal dari cuitan lucu di Twitter dan berkembang di Instagram, nama Bude Sumiyati kian populer dan followernya terus bertambah.

Kesempatan ini pun digunakan Netflix Korea untuk mempromosikan produk mereka Di akun Twitter Netflix Korea, video promosi ini berhasil ditonton lebih dari 300 ribu audiens.

Yang menarik disini, Bude Sumiyati bukan termasuk kategori influencer premium saat itu. Jadi, jangan berpikir kalau Anda harus menggunakan publik figur yang sudah sangat besar untuk bisa mencuri perhatian pasar.

Influencer Bude Sumiyati untuk campaign Netflix Korea

2. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen

Promosi konvensional membutuhkan waktu lebih lama untuk meyakinkan calon konsumen. Namun saat publik figur yang melakukannya, kepercayaan konsumen akan dengan mudah dan cepat langsung terbentuk.

Alasannya, mereka mempunyai pengalaman dan keahlian di bidang tertentu, dengan bonus otoritas yang mereka miliki. Saat mereka menggunakan produk Anda, akan mudah untuk followernya mempercayai produk Anda.

Menurut studi Adweek, 53% konsumen perempuan melakukan pembelian produk setelah melihat postingan dari influencernya.

3. Menjangkau Lebih Banyak Konsumen

Sama seperti promosi berbayar lainnya, tujuan dari penggunaan jasa influencer adalah melebarkan jangkauan dan meningkatkan eksposur.

Terbukti, banyak brand yang menggunakan endorser yang tepat bisa mengalami peningkatkan follower dan inquiry.

Salah satu adalah brand Paco Rabanne Parfums yang menggaet Chez Rust, seorang model pria, untuk mempromosikan produk mereka melalui Instagram. Dampaknya, follower Instagram Paco Rabanne Parfums melesat 42.786%!

Artinya, saat influencer bisa menyajikan konten secara menarik dan informasi tentang produk Anda tersampaikan dengan baik, peluang menjangkau konsumen menjadi lebih mudah.

4. Mengoptimalkan Penjualan

Semakin banyak orang yang mengetahui produk Anda, maka potensi penambahan lead dan konversi akan semakin besar.

Ini terjadi sebagai rentetan efek dari pasokan eksposur yang masuk dari influencer. Eksposur yang besar mendatangkan audiens yang besar untuk masuk melihat produk Anda lebih dekat. Dan beberapa langkah lagi, mereka akan masuk sebagai pembeli di sales funnel Anda.

Hartiman, seorang pebisnis clothing asal Bandung, NOMI, percaya dengan dampak seorang influencer pada sebuah bisnis. Ia menyebut bahwa penjualan brand NOMI semakin meningkat setelah berkolaborasi dengan musisi Indie asal Jepang dan Indonesia.

Ia juga sukses membuka gerai di Jepang untuk berbagai produk clothing nya.

5. Menjalin Kedekatan dengan Konsumen

Menggunakan influencer juga bisa membangun kedekatan konsumen dengan brand. Untuk tujuan ini, Anda harus jeli memilih publik figur yang tepat sesuai target pasar Anda.

Trik yang bisa Anda pakai adalah menggunakan figur yang benar- benar menyukai produk Anda.

Perlu kita ketahui juga, influencer premium tidak selalu menjamin kesuksesan promosi karena adanya kemungkinan jumlah follower palsu. Sebaliknya, micro endorser tidak jarang menggunakan produk sebelum merekomendasikannya.

Hal sederhana seperti ini akan lebih menarik audiens karena terlihat ‘lebih nyata’ dan membangun kedekatan konsumen. 

6. Lebih Mudah Balik Modal

Menggunakan jasa influencer dalam mempromosikan produk adalah investasi. Kabar baiknya, kemungkinan ROI (Return of Investment) cukup besar, alias lebih mudah balik modal.

Menurut studi Convince & Convert, potensi ROI menggunakan jasa influencer bisa 11 kali lebih besar dari iklan banner. Namun lagi- lagi, ini bisa Anda peroleh saat berhasil memilih publik figur yang tepat.

Kesimpulan

Influencer adalah orang- orang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi orang- orang, terutama audiens setia mereka. Menggunakan jasa mereka akan berdampak positif untuk bisnis saat memilih figur dengan tepat dan cermat. Tentu saja, ada banyak hal yang perlu Anda pertimbangkan.

Saat akan menggunakan strategi ini, pastikan Anda sudah mengenali jenis- jenis influencer, dan bagaimana cara memilih figur yang tepat agar mendapatkan keuntungan maksimal.

Semoga informasi tentang apa itu influencer ini bermanfaat untuk bisnis Anda. Selamat mencoba! 🙂

Cara Mudah Cek Engagement Rate Instagram dengan Akurat

Cara Mudah Cek Engagement Rate Instagram dengan Akurat

Meski ada cara untuk menghitung engagement rate (ER) dengan rumus, cek engagement rate Instagram dengan tool tentu memberi keuntungan tersendiri. Pasalnya, dengan tool ini, Anda bisa mengetahui ER dengan mudah, cepat, dan akurat.

Dengan mengetahui ER kita jadi bisa mengukur seberapa tinggi tingkat keterlibatan audiens dengan konten yang kita ciptakan. Kita juga bisa mengetahui jenis konten seperti apa yang audiens sukai. Sehingga kita memicu kita untuk menciptakan konten berkualitas serupa.

Apa itu Engagement Rate?

Engagement Rate adalah sebuah metrik standar yang mengukur performa suatu konten di platform media sosial, khususnya di Facebook dan Instagram. Engagement Rate ini bisa menjadi salah satu tolak ukur rate yang influencer tawarkan saat kita akan menjalin kerjasama.

Melalui persentase ER ini, kita bisa mengetahui berapa persentase keterlibatan follower terhadap konten yang mereka bagikan di media sosial, baik itu foto, video, maupun Instagram story.

Dengan mempertimbangkan ER ini, ini bisa menjadi pertimbangan kita dalam memilih influencer endorser yang tepat untuk bisnis kita. Persentase ER akan membantu para marketer apakah targetnya sudah sesuai dengan target market atau konten yang disajikan sudah tepat.

Pasalnya, tidak jarang para influencer juga sering salah strategi sehingga konten yang mereka sajikan tidak selalu sesuai dengan yang follower nya inginkan. Sebaliknya, mereka dengan follower lebih sedikit tapi bisa menyajikan konten yang tepat, bisa mempunyai ER lebih besar.

Cara Menghitung Engagement Rate

Jumlah follower dan interaksi (like, share dan komentar) berpengaruh besar terhadap konten yang Anda posting. Agar mendapatkan keterlibatan maksimal, perencanaan konten harus Anda lakukan secara matang agar hasilnya bisa optimal.

Secara umum, rumus dasar dalam menghitung Engagement Rate sebuah akun media sosial adalah sebagai berikut :

Rumus dasar menghitung engagement rate

Ada juga varian rumus lain untuk menghitungkan engagement rate secara spesifik.  Varian rumus ini adalah sebagai berikut :

1. Menghitung Engagement Rate Berdasarkan Reach

Reach adalah jumlah audiens unik yang melihat konten Anda. Satu postingan memungkinkan untuk selalu dilihat oleh follower dan non follower.

Dan masing- masing dari mereka mungkin untuk melihat satu kali atau bahkan beberapa kali. Jadi, perhitungan ER Instagram ini juga memperhitungkan jumlah view unik dari mereka yang bukan follower akun Anda.

Rumus untuk menghitung engagement rate ini adalah ER = total engagement per post / reach per post x 100.

Dengan rumus ini, Anda bisa mengetahui berapa jumlah non follower yang ikut melihat konten Anda.

2. Menghitung Engagement Rate Post

Kita juga bisa menghitung engagement rate berdasarkan post. Cara ini bisa Anda lakukan saat akun Instagram Anda mempunyai angka reach post yang tidak stabil.

Saat angkanya fluktuatif, cobalah menggunakan rumus perhitungan ER post : ER = total engagement di postingan/ total followers x 100.

Rumus ini dapat menghasilkan angka ER yang stabil. Kendati begitu, rumus ini tidak ideal untuk digunakan pada viral post yang mempunyai reach tinggi.

3. Menghitung Engagement Rate berdasarkan Impresi

Impresi adalah banyak konten Anda dilihat oleh audiens secara keseluruhan tampil di layar. Anda juga bisa menghitung ER berdasarkan impresi ini.

Rumus untuk menghitung ER dari impresi adalah ER = total engagement di postingan / total impresi x 100

4. Menghitung ER Views

ER Views artinya adalah menghitung engagement rate khusus untuk konten video. Yang perlu Anda perhatikan antara lain adalah view dan unique view.

Cara menghitung engagement rate video bisa menggunakan rumus ER = total engagement / total video views x 100.

5. Menghitung Daily ER

Selain empat varian di atas, Anda juga bisa menghitung jumlah ER setiap hari. Meski begitu, cara ini tidak bisa dilakukan untuk membedakan follower yang melihat postingan setiap hari dan mana follower yang baru.

Maka dari itu, penghitungan ER ini bisa dikatakan merupakan penghitungan secara kasar dan akurasinya kurang.

Cara menghitungnya sendiri adalah dengan rumus ER = total engagement dalam satu hari / total followers x 100.

Cara Mudah Cek Engagement Rate Instagram

Ribet sepertinya ya kalau menghitung engagement rate sendiri secara manual? Memang, hehehe…

Untuk itu, Anda bisa dengan mudah cek engagement rate instagram menggunakan deretan tool berikut ini :

1. Phlank

Kalkulator engagement di Phlank

Phlank adalah salah satu layanan untuk cek engagement rate Instagram yang paling populer. Untuk menggunakannya, Anda tinggal masuk ke situsnya dan memasukkan akun Instagram yang akan Anda cek, lalu enter.

Selain memberikan hasil kalkulator engagement, Phlank juga menampilkan benchmark untuk engagement rate, seperti berikut :

Benchmark engagement rate

Semakin tinggi jumlah follower, memang idealnya jumlah engagement rate menjadi lebih rendah karena perbandingan interaksi vs follower.

2. Tanke

Tanke populer sebagai creative influencer marketing agency yang membantu banyak brand membuat konten menarik dan memilih influencer sebagai strategi marketing. Meski begitu, mereka juga mempunyai tool Instagram untuk mengukur engagement rate sebuah akun.

Sama seperti Phlank, Anda cukup memasukkan nama sebuah akun yang akan dicek, lalu klik Analyse.

3. Influencer Marketing Hub

Berbeda dengan dua tool sebelumnya, tool ini lebih ditujukan untuk menghitung engagement rate influencer. Hasilnya bukan hanya rate dalam persen, tapi juga perkiraan value atau harga jual influencer tersebut per pos, usia dan gender, ketertarikan, dan metrik lainnya.

Untuk menggunakan tool ini, Anda perlu untuk registrasi akun terlebih dulu.

4. Omnifluencer

Menghitung engagement rate di omifluencer

Omnifluencer memberikan analisa akun Instagram yang cukup lengkap. Selain menampilkan hasil kalkulator engagement rate, ada juga analisa likes dan komentar per post.

Omnifluencer juga memungkinkan pengguna membandingkan hingga 4 akun Instagram sehingga bisa membandingkan kualitas calon influencer. Dengan begitu, akan semakin mudah untuk Anda menjatuhkan pilihan influencer yang tepat.

5. Analisa.io

Cek engagement rate di Analisa.io

Analias.io adalah salah satu kalkulator Instagram terlengkap. Bukan hanya untuk cek engagement rate saja, mereka juga menyediakan report komprehensif yang bisa dibagikan.

Analisa.io juga bisa memberikan analisa top post, hashtag populer yang sering influencer gunakan, demografis follower dan yang lainnya. Tool ini bisa Anda gunakan dengan paket Basic yang gratis, hingga paket Plus, Premium, dan Pro.

Kesimpulan

Mengetahui engagement rate adalah hal teknis sederhana yang membuat perbedaan dalam keputusan digital marketing Anda. Dengan mengetahui ER ini, Anda bisa menentukan influencer mana yang lebih tepat dan berdampak lebih positif untuk kampanye Anda.

Ada banyak cara untuk menghitung engagement rate ini, mulai dari cara paling dasar hingga berbagai varian untuk memperoleh hasil signifikan. Kendati begitu, menggunakan berbagai tool untuk cek engagement rate Instagram adalah pilihan terbaik.

Dengan deretan tool di atas, Anda dapat mengecek ER Instagram dengan mudah dan cepat, serta memperoleh berbagai insight tambahan sesuai fitur tersedia.

Semoga bermanfaat!

5 Tips Menjadi YouTuber Hits dari Creative Lead Google Indonesia

5 Tips Menjadi YouTuber Hits dari Creative Lead Google Indonesia

Siapa saja bisa menjadi YouTuber. Entah itu dari kalangan selebriti, selebgram, influencer atau bahkan mereka yang benar- benar memulainya tanpa menjadi terkenal lebih dulu. Jika sebelumnya kita sudah membahas tips menjadi YouTuber terkenal dari sisi persiapan, kini kita akan mengulas tips menjadi YouTuber hits dari Creative Lead Google Indonesia, Ishak Reza.

Ishak Reza memulai perjalanan kariernya sejak 12 tahun lalu sebagai packaging designer, lalu bergabung di Creative Agency. Fokus Reza adalah berkolaborasi dengan brand dan creative agency untuk menciptakan iklan yang kreatif dan efektif.

 

Tips Menjadi YouTuber Hits

Beberapa waktu lalu, dalam acara YouTube Broadcast, Reza membagikan beberapa tips menarik untuk mereka yang ingin menjadi YouTuber hits, terutama untuk generasi milenial dan gen Z yang punya minat besar menjadi seorang YouTuber.

Apa saja tips dari Reza ini? Mari kita simak bersama :

Food & Travel Salah Satu Topik Paling Diminati

Salah satu konten yang paling disukai oleh generasi milenial dan generasi Z adalah food & travel hingga kini.

“Kata kunci pencarian tertinggi memang datang dari food and travel, dari food ada boba.”

Peningkatan kata kunci boba terjadi begitu salah satu video dari YouTubers, yaitu Ria SW yang saat itu sedang mengunggah konten jalan- jalan sambil me-review minuman boba.

“Saya juga heran kenapa boba bisa jadi trending. Sampai-sampai banyak eksperimen pakai boba di YouTube lho,” tambahnya.

Selain food & travel, konten beauty juga menempati tempat teratas dalam pencarian.

“Antara food and travel dan beauty tuh sama-sama menarik penonton baik cowok maupun cewek. Sama rata,” ungkap Reza.

Konten Kreatif Menurut Reza

Pernah nggak sih saat kamu bikin video, tiba- tiba terlintas keraguan dan rasa takut? Lalu kamu bertanya- tanya, “Kira- kira ini sudah bagus belum ya?” atau “Ini video sebenarnya berfaedah nggak sih?”

Kamu bisa menemukan jawabannya sekarang!

Menurut Reza, sebuah video bisa disebut kreatif jika mempunyai value untuk mereka yang menonton. Entah itu menghibur, memberikan pengetahuan baru, dan lain sebagainya.

Selain itu, video juga sebaiknya bisa membuat penonton merasakan dan melakukan sesuatu setelah menonton video tersebut. Atau bisa dibilang, sebuah video yang dibuat mampu memberikan dampak untuk orang lain.

Tips persiapan menjadi YouTuber terkenal

Konten Kreator yang Menarik Perhatian Reza

Sudah lama berkecimpung di dunia kreatif, tentu saja Reza kini punya konten kreator yang menjadi favoritnya. Bisa menebak siapa sosok yang dikagumi Reza?

“Mungkin jarang orang tahu, namanya Cine Crib,” jawabnya.

Apa yang membuat Cine Crib menarik di mata Reza?

“Mereka membahas film dari sudut pandang mereka, memang gak terlalu kritis namun penyampaiannya yang unik dan jujur membuat saya suka sama Cine Crib,” ungkapnya.

Pendapat Reza Tentang Banyaknya Anak Muda yang Tertarik Menjadi YouTubers

YouTuber sukses menjadi karir impian banyak anak- anak muda masa kini. Ini terjadi lantaran mereka melihat penghasilan konten kreator yang sangat tinggi. Namun, Reza juga mengingatkan kalau tidak sedikit konten kreator yang ternyata gagal.

“Kita gak tahu kapan ada titik baliknya, dunia YouTube sudah kayak bola salju. Kalau kontennya sudah bagus, ya ke depannya akan lebih bagus lagi,” tambahnya.

Tips Tambahan buat Kamu yang Masih Ingin Berjuang

Seperti yang diungkapkan Reza sebelumnya, ada yang berhasil dan gagal dalam menjadi konten kreator. Untuk teman- teman yang pemula, Reza membocorkan satu tips kunci. Ternyata sederhana, yaitu sabar dan rajin.

“Banyak lakuin riset. Jangan cuman ikutin tren saja, tapi karyanya juga original, kita harus mencari uniknya kita itu di mana,” jelas Reza.

“Seandainya gak ada yang nontonin video pun, ya harus tetap semangat. Buat konten yang kira-kira kalau dikerjain itu bawaannya selalu semangat, walaupun gak ada yang nonton,” pungkasnya.

 

Nah, begitulah kira- kira tips dan pesan dari Ishak Reza untuk kamu yang berminat menjadi seorang konten kreator. Intinya sih jangan langsung menyerah dan merasa gagal karena belum ada yang menonton videomu. Terus semangat, ciptakan konten terbaik, dan maju terus!