Cara Ampuh Mencegah Email Masuk ke Folder SPAM

Cara Ampuh Mencegah Email Masuk ke Folder SPAM

Mencegah email masuk ke folder SPAM tanpa kita sadari merupakan trik penting dalam dunia tekno. Dengan trik ini, kita bisa mencegah informasi penting untuk tidak terlewatkan. Atau untuk pelaku email marketing, kita memastikan bahwa pesan kita masuk ke email penerima.

Pasalnya, beberapa pesan bisa tidak terbaca bukan hanya karena masuk ke folder Inbox/ Primary, tapi justru masuk ke folder SPAM. Pada umumnya, ada beberapa indikator yang digunakan oleh penyedia layanan email dalam proses pengkategorian email sebagai spam.

Kendati begitu, pengguna juga bisa melakukan pengaturan mandiri untuk menentukan prioritas dan kebutuhan. Kita bisa melakukan pengaturan pada layanan email yang kita gunakan untuk mencegah email penting masuk ke SPAM.

A. Penyebab Email Masuk Spam

Sebelum mencegah email masuk ke Spam, penting untuk mengetahui apa saja penyebab email kita berakhir di folder Spam :

1. Penerima Menandai Email sebagai Spam

Penyebab pertama mengapa email masuk spam adalah karena penerima menandai email sebagai spam. Awalnya email mungkin baik- baik saja dan berhasil masuk ke Inbox.

Namun, jika beberapa penerima menandai email sebagai spam, maka mau tak mau email berakhir di folder spam. Untuk meminimalisir terjadinya hal ini, marketer sebagainya mempertimbangkan frekuensi kirim email dengan tepat, serta memastikan konten menarik untuk penerima.

2. Tidak Mempunyai Izin dari Penerima Email

Dalam posisi user, bayangkan bagaimana reaksi Anda jika mendapatkan email dari orang tidak dikenal? Anda punya kecenderungan untuk mengabaikannya dan menganggapnya sebagai spam.

Untuk itu, sebelum mengirim email, pastikan untuk mengkonfirmasi izin kepada pemilik email lebih dulu.

Dalam campaign email marketing misalnya, Anda bisa memanfaatkan fitur formulir berlangganan seperti berikut ini :

Penggunaan formulir berlangganan akan membantu mengumpulkan list building sekaligus meyakinkan audiens bahwa email yang masuk adalah sesuai dengan keinginan mereka.

Tak berhenti sampai disitu, di campaign email marketing ANda perlu memulainya dengan menginformasikan penerima bahwa email ini dikirim dari pengisian formulir berlangganan.

3. Subjek Email Tidak Relevan

Penyebab selanjutnya mengapa email masuk ke spam adalah subjek email yang tidak relevan dengan konten email. Atau bisa dibilang, judul email mengandung click bait atau klaim berlebihan.

Judul clickbait akan membuat banyak penerima merasa tertipu. Dengan begitu, besar kemungkinan email akan ditandai sebagai spam.

Beberapa contoh judul seperti, “Konfirmasi Pesanan Anda” atau “Segera Ambil Tindakan Hari Ini Juga”.

Sekilas pesan tersebut membuat kita langsung terpancing mengambil tindakan dan deg- degan. Namun apa yang terjadi kalau isinya tidak sesuai dengan yang kita harapkan? Ternyata penawaran produk terselubung? Hmmm… tentu ini sangat menyebalkan dan membuat Anda auto kesal.

4. Konten Email Terjaring Filter Spam

Pada dasarnya, setiap provider email akan menyaring email berdasarkan elemen tertentu di dalamnya. Saat konten email mengandung elemen yang mirip dengan email- email spam, bisa otomatis masuk ke folder spam.

Beberapa elemen yang menjadi pemicu filter spam ini antara lain :

  • Berisi banyak pengulangan kata- kata seperti Gratis, Tanpa Biaya, dan Harga Terendah.
  • Konten mengandung banyak tanda seru atau tanda dolar berturut- turut.
  • Mengandung kata- kata dengan banyak spasi atau tanda baca yang tidak perlu.
  • Kata- kata dengan HURUF KAPITAL SEMUA.

Dalam prakteknya, kita mungkin menggunakan kata- kata seperti ‘gratis’. Ini sulit marketer hindari, terutama jika tujuan email memang untuk campaign promosi. Namun tentu saja, hindari terlalu banyak pengulangan kata tersebut.

Sebagai alternatif, marketer juga bisa menggunakan kata- kata sinonim, seperti ‘dapatkan cuma- cuma’ atau ‘harga paling gila’, agar aman dari filter.

5. Tanpa Link Berhenti Berlangganan

Salah satu komposisi penting dalam campaign email marketing adalah adanya opsi berhenti berlangganan. Karena jika fitur ini tidak tersedia, sama saja ini pemaksaan agar pengguna terus menerus menerima email dari kita.

Selain itu, pengguna yang jengah dengan email kita justru terdorong untuk menandai email kita sebagai Spam. Nah, lho!

6. Email dengan Banyak Lampiran/ Lampiran Mencurigakan

Banyak lampiran bisa menjadi penyebab email masuk spam. Terlebih jika file lampiran mencurigakan, bisa dianggap mengandung malware dan virus.

Jika memang harus menyertakan lampiran di email, hindari terlalu banyak. Untuk file PDF misalnya, Anda bisa mencoba untuk menggunakan software untuk menggabungkan beberapa file menjadi satu file sekaligus. Atau bisa juga, mengunggahnya lebih dulu ke Google Drive atau DropBox, lalu menyisipkan link konten di email.

Metode ini jauh lebih aman karena melalui proses scan virus dan konten email menjadi lebih ringan. Alhasil, kemungkinan email masuk ke folder spam pun lebih kecil.

7. Menggunakan Struktur Email yang Tidak Tepat

Agar efektif, campaign email marketing harus dibuat semenarik mungkin dengan struktur yang juga harus baik. Penting untuk mengatur setiap elemen, seperti gambar, video atau font tulisan dengan rapi.

Beberapa tips yang dapat Anda implementasikan antara lain :

  • Pilih font yang terbaca jelas di berbagai platform. Misalnya saja Verdana, Arial, dan Georgia.
  • Maksimalkan ukuran konten pada email dengan ukuran yang mempermudah user dalam membaca, yaitu 600 dan 800 pixel.
  • Pastikan konten mobile friendly. Dengan begitu, konten bisa terbaca dengan nyaman di berbagai device.
  • Hindari menggunakan Javascript dan Flash secara berlebihan. Pasalnya, ini bisa membuat email dilihat sebagai vektor dan berpotensi masuk ke filter spam. 
  • Gunakan kode HTML atau CSS yang bersih dan ringan.

8. Nama Pengirim Mencurigakan

Nama pengirim yang mencurigakan juga bisa menjadi alasan selanjutnya mengapa email masuk spam. Ini bisa terjadi karena kesalahan saat input. Misalnya saja jika kita menggunakan plugin contact form dan terjadi typo saat memasukkan alamat.

Selanjutnya, plugin akan bekerja  mengirimkan email secara otomatis sesuai pengaturan sebelumnya. Jika input nama tidak tepat, akan terjadi kesalahan nama saat dikirimkan.

Untuk mencegah ini terjadi, pastikan Anda melakukan test kirim email setelah Anda melakukan pengaturan formulir. Jika semua berjalan dengan lancar dan tidak ada kesalahan, Anda bisa melanjutkan aktivitas campaign selanjutnya.

9. Lakukan Pengaturan Autentikasi Email Otomatis dengan Tepat

Saat menggunakan layanan email otomatis, email akan terkirim menggunakan nama domain Anda. Sayangnya, email ini bisa dianggap spam oleh penerima jika pengaturannya tidak pas. Untuk itu, Anda perlu melakukan pengaturan autentikasi email dengan tepat.

Ada beberapa cara autentikasi email yang bisa Anda lakukan, yaitu DKIM (Domain Key Identified Mail) atau SPF (Sender Policy Framework).

DKIM bekerja memverifikasi email dengan memberi kunci enkripsi dan tanda tangan digital. Sedangkan SPF bekerja dengan cara memverifikasi alamat IP pengirim terhadap daftar IP yang dituju.

B. Cara Mencegah Email Masuk Folder Spam untuk Penerima

Ada dua cara yang bisa kita gunakan untuk menangkal pesan masuk ke folder SPAM. Keduanya tujuannya sebenarnya sama, yaitu menyangkal label spam yang sudah diberikan oleh provider email terhadap pengirim.

A.1 Tandai Bukan Spam

Berikut langkah- langkahnya :

  1. Buka Gmail dari perangkat komputer atau laptop.
  2. Masuk ke bagian folder email Spam.
  3. Buka email yang ingin disangkal dari folder Spam, kemudian di bagian atas halaman, pilih ‘Not Spam’ atau ‘Bukan Spam’.
  4. Tambahkan pengirim pesan ke Contact List untuk menghindari email dari pengirim yang sama masuk ke folder Spam.

Atau yang kedua, Anda bisa melakukan pengaturan agar daftar kontak yang Anda inginkan terfilter dari daftar Spam.

A.2 Daftarkan Nama Kontak

Metode kedua sedikit lebih rumit, tapi bisa kita gunakan untuk melakukan filter spam multiple kontak sekaligus dalam satu waktu. Berikut langkah- langkahnya :

  1. Masuk ke akun Gmail.
  2. Klik bagian Pengaturan dengan icon Roda Gigi di bagian kanan atas, pilih ‘Lihat Semua Setelan’ (See All Setting).
  3. Pilih tab ‘Filter dan Alamat yang Diblokir’ (Filter & Blocked Addresses), kemudian ‘Buat Filter Baru’ atau ‘Create New Filter’
  4. Di bagian ‘Dari’, tulis alamat email pengirim yang ingin Anda kecualikan dari Folder Spam. Selanjutnya, pilih ‘Buat Filter’ (Create Filter)
  5. Centang opsi ‘Jangan Kirimkan ke Spam’ dan ‘Terapkan Juga Filter untuk Mencocokkan Spam’.

C. Cara Mencegah Email Masuk Spam untuk Email Marketer/ Pemilik Bisnis

Di sisi yang lain, sebagai seorang email marketing, tentu Anda paling tidak suka kalau email Anda juga berakhir di folder spam. Agar ini tidak terjadi, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui sejak awal.

Berikut adalah tips- tips yang bisa Anda terapkan agar email tidak lagi masuk ke Spam :

1. Buat Identitas Pengirim yang Terpercaya

Langkah pertama untuk mencegah email masuk ke spam adalah dengan membuat identitas pengirim yang terpercaya. Identitas pengirim ini terdiri dari alamat IP pengirim dan nama domain.

Oleh sebab itu, sebisa mungkin Anda harus membuat IP dan domain dengan kredibilitas yang baik. Salah satu trik yang bisa Anda terapkan adalah memilih ISP (Penyedia Layanan Internet) terpercaya dan mengirim pesan dari email domain.

2. Autentikasi Email dengan DKIM, SPF dan DMARC

Sebelum menjalankan campaign email marketing, penting memastikan kredibilitas keamanan dari pengirim email. Untuk itu, perlu melakukan autentikasi email dengan tepat.

Beberapa metode autentikasi yang bisa kita gunakan antara lain : 

  • DKIM (Domainkeys Identified Mail), yaitu metode autentikasi domain melalui tanda tangan kriptografi yang tersedia untuk publik. Tanda tangan ini akan diverifikasi di sisi penerima menggunakan DNS.
  • SPF (Sender Policy Framework), yaitu metode autentikasi berbasis alamat IP yang digunakan untuk membandingkan IP pengirim terhadap IP yang dituju. 
  • DMARC (Domain-based Message Authentication, Reporting, and Conformance), yaitu autentikasi dengan protokol yang bertujuan mengurangi phising dan spoofing email. Metode ini memungkinkan pengirim untuk menentukan bahwa email mereka terautentikasi dengan tepat menggunakan data DKIM dan SPF.

3. Mengirim Email dengan Persetujuan Subscriber

Sebelum campaign email terkirim secara rutin layaknya newsletter, penting untuk mendapatkan persetujuan penerima untuk berlangganan layanan email. Hal ini merupakan bentuk konfirmasi bahwa sang penerima bersedia menerima email dari Anda.

Seperti yang Panda jelaskan di atas, Anda bisa menggunakan metode form opt-in di website untuk aktivitas link building dan mendapat persetujuan subscriber.

4. Kirim Welcome Email

Setelah seseorang mengisi email mereka di layanan email marketing Anda, segera lah mengirimkan ‘Welcome Email’. Welcome Email atau email selamat datang sebaiknya dikirim kurang dari 24 jam usai sign up.

Welcome Email selain sebagai intro awal dari campaign, juga sekaligus menjadi pengingat penerima bahwa campaign Anda terkirim atas permintaan penerima. Dengan begitu, jangan mengirim jenis email ini terlalu lama dari waktu mendaftar pertama kali.

5. Hindari Penggunaan Spam Word

Spam word adalah sekumpulan kata- kata yang sering digunakan oleh email- email spam. Menggunakan kata- kata ini terlalu banyak bisa membuat email Anda masuk ke folder spam. Hal ini terjadi karena filter mendeteksi konten spam di email.

Kata- kata spam ini antara lain Gratis, Tanpa Biaya, Harga Termurah, Free Trial, Diskon, dsb.

6. Tambahkan Opsi Unsubscribe

Dalam email marketing, penting untuk menambahkan opsi Unsubscribe. Pasalnya, penerima email sudah selayaknya mempunyai opsi untuk berhenti berlangganan, alias melakukan unsubscribe.

Jika marketer menghilangkan bagian ini, filter spam dari penyedia layanan email akan secara otomatis menandai email sebagai spam.

7. Memantau Reputasi Email Pengirim & Email Blacklist

Setelah melakukan deretan tindakan di atas, yang tidak kalah penting adalah memeriksa reputasi email secara berkala. Pastikan reputasi email aman dan tidak diblokir.

Untuk mengecek reputasi email, Anda bisa menggunakan email reputation checker seperti https://reputationauthority.org.

Selain itu, pastikan juga email tidak masuk ke dalam Email Blacklist. Email Blacklist merupakan database dari domain dan IP yang telah dilaporkan karena melakukan tindakan spam. JIka domain dan IP sudah masuk daftar blacklist, tentu reputasinya sudah sangat buruk.

Beberapa tool yang bisa kita gunakan untuk memeriksa apakah domain masuk ke dalam daftar blacklist antara lain dengan tool gratis berikut :

  • MXtoolbox
  • DNSBL
  • What Is My IP Address
  • RBL Watcher
  • Multirbl

8. Menggunakan SpamExpert

Jika Anda tidak ingin ribet- ribet dengan deretan tips di atas, cara ampuh yang bisa Anda gunakan adalah dengan spam Expert.

Saat mengirimkan email, terkadang email yang dikirimkan melalui email dari cPanel tidak masuk ke inbox, melainkan folder Spam. Ini bisa terjadi karena pengiriman email melalui hosting bersifat shared atau digunakan bersamaan dengan pengguna lain.

SpamExpert ini sendiri merupakan teknologi anti spam atau premium spam filtering yang berguna untuk meningkatkan keamanan pertukaran informasi lewat email.

Dengan SpamExpert Filtering ini, email Anda tidak akan lagi nyasar ke spam folder. Tentu saja dengan catatan bahwa konten email memang bukan bertujuan untuk spam ya.

Kesimpulan

Ada banyak penyebab mengapa email bisa masuk ke folder Spam. Dari penjelasan panjang Panda di atas, semakin mudah untuk kita memahami penyebab email masuk ke folder Spam atau Junk Email.

Selain itu, ada tips yang bisa langsung Anda praktekkan untuk mencegah email masuk ke Spam. Dengan menerapkan tips ini, semoga campaign email marketing Anda berjalan dengan lebih optimal lagi. Dan dari sisi pengguna, semoga Anda bisa memanfaatkan pengaturan filtering spam untuk membuat email- email penting tidak nyasar ke spam.

Semoga bermanfaat!

Apa Saja Manfaat Internal Link untuk Website/ Blog?

Apa Saja Manfaat Internal Link untuk Website/ Blog?

Anda tentu sudah kerap mendengar tentang internal link ini bukan? Mengapa kita kerap membahasnya ya? Apa sih pentingnya?

Seperti yang kita tahu, internal linking adalah sebuah proses pemberian link di sebuah halaman website menuju ke halaman lain yang masih berada di website yang sama. Internal link ini diberikan ketika sebuah artikel memiliki keterkaitan dengan artikel lain atau bisa dibilang isinya masih berhubungan. Menurut banyak internet marketer, trik ini merupakan salah satu cara untuk membantu robot crawler mesin pencari untuk menjelajah lebih dalam di halaman situs kita.

Bukan hanya itu saja, internal link juga membantu pengunjung website kita untuk menemukan informasi relevant yang terkait dengan topik pembahasan sehingga mereka dapat menemukan beragam informasi sejenis yang mereka butuhkan. Menerapkan strategi ini berarti kita berusaha agar pengunjung betah berlama- lama di situs kita dan menikmati beragam konten yang kita sajikan. Internal linking ini sendiri juga merupakan bagian yang sangat penting dalam SEO On-Page.

Apa Saja Manfaat Internal Link untuk Website/ Blog?

Kebanyakan para webmaster menerapakan strategi internal linking dengan tujuan untuk memudahkan mesin pencari dalam berjelajah, melihat struktur blog secara keseluruhan dan juga mengindeks semua halaman. Struktur website yang baik dan rapi ini tentu akan menjadikan website Anda terindeks dengan sangat baik di mesin pencari, dan pada akhirnya memiliki posisi yang baik di hasil pencarian Google. Tentu ini juga yang kita inginkan,ya?

1. Meningkatkan Pengalaman User ( User Experience )
Yes, ini sempat kami singgung sedikit di atas tadi ya. Penggunaan internal linking akan membantu pengunjung untuk mendapatkan informasi relevant lainnya yang terkait dengan artikel yang dibacanya. Internal link membantu pengunjung untuk menavigasi website Anda dengan lebih mudah untuk melompat dari satu informasi ke informasi lain yang dibutuhkannya.

Bisa dibilang internal linking ini strategi untuk merayu pengunjung Anda agar betah berlama- lama di website Anda. Ketika pengunjung betah, maka hal ini dapat mengurangi nilai bounce rate Anda atau rasio pentalan pengunjung yang langsung menutup halaman Anda setelah selesai membaca satu halaman saja. Sudah tahu kan kalau bounce rate ini menjadi salah satu tolak ukur Google dalam menilai kualitas sebuah website? Semakin tinggi sebuah bounce rate, maka bisa menjadi penilaian Google bahwa website tersebut kurang disukai oleh pembaca. Hal ini bisa berakibat peringkat situs Anda akan semakin turun di mesin pencari.

Bagaimana jika website Anda lupa untuk menggunakan strategi internal link ini? Kemungkinan terbesar, setelah menemukan artikel Anda di SERP Google, maka pembaca akan langsung menutup artikel yang dibaca di website Anda karena menganggap hal itu sudah selesai. Sebaliknya, jika dia menemukan sebuah anchor text berisi link yang terkait dengan artikel lainnya, maka ia memiliki kecenderungan untuk membaca artikel lainnya yang memang masih terkait satu sama lain. Ketika pembaca tersebut merasa bahwa artikel Anda ini berkualitas, memiliki pembahasan yang menarik dan mendalam, maka sudah pasti di akan kembali lagi ke website Anda dan mungkin saja mendaftar menjadi subscriber blog Anda.

2. Meningkatkan SEO Blog/ Website Anda On Page
Internal links membantu robot crawler untuk merayapi situs Anda dengan lebih mudah dan cepat. Membuat postingan yang saling terkait antara satu dan yang lainnya, kemudian menyisipkan internal link menuju halaman saling terkait tersebut sangat efektif untuk meningkatkan skor SEO Anda. Jika website Anda fokus membahas satu niche tertentu, maka strategi ini sangat mudah untuk diterapkan.

Misalnya untuk web ini sendiri. Karena website ini membahas tentang blogging, SEO dan internet marketing, maka kami lebih mudah untuk focus membuat artikel- artikel di niche tersebut. Untuk setiap kategori saja artikel yang dibuat bisa puluhan dan tentunya mereka berkaitan satu sama lain. Hal ini sangat memudahkan kami untuk menyisipkan internal link menuju ke halaman tertentu yang masih relevant. Dengan ini, maka robot mesin pencari dapat memahami iso konten website secara keseluruhan.

3. Meningkatkan Visibilitas Konten Website Anda
Apakah Anda pernah diliputi kekhawatiran bahwa postingan lama Anda akan tenggelam seiring dengan berjalannya waktu? Ya, mungkin saja Anda pernah memikirkan hal itu. Padahal, artikel lama Anda ini masih sangat relevant untuk dibaca setiap waktu. Tentu saja Anda tidak ingin konten Anda tertimbun begitu saja karena banyaknya postingan baru di website Anda, bukan?

Untuk mengatasi hal ini, maka Anda dapat memberikan link ke konten lama di artikel yang baru Anda buat selama artikel tersebut saling terkait. Dengan cara ini, maka konten lama Anda akan tetap hidup dan menjadi pilihan baca yang menarik bagi pengunjung Anda.

Selain menempatkan internal link ini di halaman posting, Anda juga dapat melakukan strategi internal link tersebut di widget postingan terpopuler atau yang sering dikunjungi pembaca. Widget ini dapat Anda letakkan di sidebar kanan atau kitia sehingga mudah untuk dilihat pembaca Anda. Ketika halaman blog ini semakin banyak dibaca dan diakses oleh search engine, maka visibilitas blog Anda akan menjadi semakin baik dari waktu ke waktu.

Trik Melakukan Internal Linking

Internal linking ini dapat dilakukan secara manual atau dengan menggunakan bantuan plugin dan widget. Banyak para webmaster yang menggunakan plugin STT2 ( Search Term Taggiing ) untuk dapat membuat internal linking secara otomatis berdasarkan keyword dan tag dengan jumlah tak terbatas.

Tentu saja diperbolehkan menggunakan plugin ini, namun Anda harus cermat dan tepat dalam melakukan pengaturannya sehingga tidak membuat strategi internal linking Anda menjadi berlebihan dan justru tercium robot crawler sebagai tindakan Spamming. Kenyataannya, tidak sedikit webmaster yang justru membuat internal linking dalam websitenya menjadi tidak terkendali dan berakibat buruk di mesin pencari Google.

Jika Anda ingin mencegah hal ini terjadi, maka sebaiknya Anda harus melakukan pengaturan yang tepat terhadap plugin STT ini atau dapat melakukan internal linking secara manual selain menggunakan plugin pendukung lainnya seperti Related Post. Hal- hal yang harus Anda perhatikan dalam melakukan strategi internal link ini adalah:
*) Lakukan internal linking secara teratur
*) Gunakan anchor text yang bervariasi ke halaman yang dituju
*) Gunakan strategi internal link ini sewajarnya, sehingga tidak terkesan seperti Spamming

Lindungi Website Anda dari Negative SEO dengan Cara Ini

Jika umumnya kita menggunakan teknik #SEO untuk membuat website kita unggul di SERP Google, namun tidak sama halnya dengan Negative SEO. Negative SEO atau juga kita kenal dengan istilah SEO Negatif digunakan sebagai kampanye negative untuk menjatuhkan peringkat atau posisi blog kompetitor di hasil pencarian Google. Penggunaan Negative SEO ini tentu sangat merugikan sebuah website, karena dapat merusak reputasi sebuah website tersebut di mata mesin pencari, khususnya Google.

Sekilas Tentang Negative SEO

Per definisi, negative SEO atau SEO negatif adalah serangkaian upaya yang dilakukan oleh competitor untuk menyabotase reputasi dan posisi website Anda di mesin pencari. Teknik kampanye SEO negatif ini cenderung menggunakan teknik #BlackHat, atau teknik SEO yang dilarang oleh Google Webmaster. Apa saja bentuk negative SEO ini? Berikut diantaranya:
*) Menciptakan ratusan bahkan ribuan link spam menuju ke situs Anda
*) Menciptakan banyak versi copas dari website Anda dan mempublish konten tersebut ke berbagai tempat sehingga ada banyak duplikat konten
*) Web Hacking atau meretas website Anda
*) Membuat akun palsu di #socialmedia untuk merusak reputasi website Anda
*) Link building dengan situs tidak berkualitas dengan menggunakan anchor text seperti Viagra, poker atau situs dewasa/ pornografi
*) Mencopot link terbaik yang dimiliki oleh website Anda

Negative SEO adalah Ancaman untuk Website Anda

Ketika Anda mengetahui website Anda terkena negative SEO, maka Anda harus menyadari bahwa ini merupakan ancaman nyata yang dapat merusak website Anda. Sebuah website yang terkenal dampat dari campaign ini akan sulit mengembalikan reputasinya di mata Google, sehingga yang terbaik adalah mencegah adanya SEO negatif ini.

Sama halnya dengan jasa optimasi SEO untuk website, Anda juga dapat menemukan jasa Negative SEO ini di berbagai website, salah satunya di situs penyedia jasa berbasis internasional, Fiverr.com.

Selain itu, Anda juga akan banyak mendengar tentang kisah negative SEO ini di banyak forum blackhat, salah satunya di blackhatworld.com. Ada banyak cerita dari para pelaku black hat yang berhasil melakukan teknik negative ini untuk menjatuhkan kompetitor mereka dengan cara- cara yang dilarang oleh Google.

Cara Mencegah Negative SEO Pada Website Kita

Seperti yang kami ungkapkan di paragraph sebelumnya, solusi yang terbaik tentang Negative SEO ini adalah mencegahnya. Karena kalau Anda sudah terkena dampaknya, maka Anda membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan effort yang cukup besar untuk mengembalikan reputasi website Anda di mesin pencari. Berikut ini adalah langkah- langkah untuk mencegah serangan Negative SEO:
1. Gunakan email alert di Webmaster Tools sehingga Google dapat mengirimkan alert ke email Anda bila terjadi:
*) website Anda tiba- tiba deindex
*) malware/ script jahat menyerang website Anda
*) koneksi server website Anda down atau bermasalah
*) ketika website Anda memperoleh manual penalty/ hukuman dari pihak Google
Untuk dapat mengatur email alert ini, silahkan login ke akun Google Webmaster Anda, lalu pilih “Webmaster Tools Preferences”.

2. Lindungi Website Anda dari Malware dan Hacker
Jika Anda memiliki sebuah website, jangan pernah mengabaikan keamanan website Anda karena hal ini merupakan salah satu yang terpenting. Apa pun platform website Anda, Anda akan menemukan banyak cara untuk mengamankan website Anda dengan tutorial yang bertebaran di website.
Misanya untuk website berbasis CMS WordPress, maka Anda dapat menggunakan plugin Login Lockdown atau plugin Google Authenticator. Plugin Login Lockdown akan membantu mengamankan website Anda dengan dari hacker yang mencoba membobol password Anda dengan pembatasan maksimum kesalahan password. Sedangkan dengan Google Authenticator,maka akan ada verifikasi password dua langkah, dimana setiap kali Anda login, maka Anda akan diminta untuk menambahkan kode yang dikirimkan oleh plugin ini ke smartphone Anda.

Cara lainnya yang dapat digunakan untuk melindungi website Anda adalah dengan menggunakan password yang kuat dan tidak mudah ditebak untuk website Anda. Password ini dapat terdiri dari kombinasi huruf ( Uppercase & Lowercase ), angka dan simbol. Lakukan backup file dan database secara rutin untuk menyelamatkan data website Anda jika terjadi hal- hal yang tidak diinginkan. Anda juga dapat menginstal antivirus pada hosting Anda untuk mencegah malware, jika Anda menggunakan sistem membership yang memperbolehkan user lain untuk meng- upload file.

Gunakan password yang kuat untuk website Anda, kombinasi antara huruf, angka, dan simbol. Anda bisa membaca tips mudah cara membuat password di Artikel INI. Selalu backup file dan data base website Anda secara berkala untuk antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi masalah pada website Anda. Jika website Anda memperbolehkan user untuk mengupload file, pastikan hosting Anda terinstal antivirus untuk mencegah masuknya malware.

3. Melacak Backlink yang Anda Bangun
Para pelaku Negative SEO kerap melancarkan serangannya dengan cara membangun links dari situs- situs berkualitas rendah atau link redirect. Maka dari itu, penting sekali untuk melacak backlink Anda demi mencegah para spammer berhasil melancarkan SEO negatif- nya.

Di internet banyak sekali tools yang dapat Anda gunakan untuk melacak backlink yang menuju website Anda. Beberapa diantaranya monitorbacklinks.com ( berbayar ), opensiteexplorer.org dan ahrefs.com. Gunakan alat pelacak backlink tersebut secara berkala untuk mengetahui perkembangan links yang menuju blog/ website Anda.

4. Berikan Perlindungan untuk #Backlink Terbaik Anda
Selain mengirim link spam ke website Anda, salah satu praktek Negative SEO yang kerap dilakukan oleh para Blackhatter adalah dengan cara menghapuslink berkualitas yang sudah Anda bangun dengan susah payah. Hal ini dilakukan dengan cara menghubungi pemilik website yang menaruh link Anda. Pelaku biasanya akan mengaku sebagai diri Anda dan mereka mencoba meminta si pemilik website tersebut untuk menghapus link Anda. Segitunya ya?

Untuk mencegah hal ini terjadi, maka disarankan agar Anda menggunakan email dengan domain sendiri saat membangun link dan menghubungi pemilik website lain. Trik ini dapat mencegah orang lain berpura- pura menjadi diri Anda saat menghubungi pemilik website tempat link Anda berada.

Artikel Terkait: Mengapa Tiba- tiba Ranking Blog/ Website Merosot di SERP Google?

5. Hanya Lakukan Strategi SEO yang Disarankan Google
Google sendiri sudah memberikan banyak panduan kepada Webmaster bagaimana cara membangun website dengan teknik SEO yang baik. Namun seringkali kita mengabaikannya dan memilih trik instan seperti dengan melakukan SPAM. Untuk itu, mari kembali ke strategi SEO yang disarankan oleh Google dan hindari upaya berikut ini:
*) memposting artikel berkualitas rendah. Jika Anda mengijikankan guest blogger untuk posting artikel di website Anda, maka pastikan Anda memberikan syarat untuk si blogger tersebut memposting artikel yang bermanfaat dan berkualitas
*) memberi link ke situs yang terkena pinalti
*) membeli backlink berbayar, dengan iming- iming website Anda akan segera berada di halaman satu google
*) menggunakan kata kunci yang sama terlalu banyak untuk link Anda

6. Hindari Permusuhan di internet
Bangunlah silaturahmi yang baik dengan rekan sesama blogger. Dengan membangun hubungan yang baik, maka Anda akan terhindar dari hal- hal yang tak diinginkan. Sebaliknya, menebar kebencian dan membuat permusuhan justru akan membahayakan diri Anda. Salah satu alasan mengapa negative SEO terjadi kepada sesama blogger adalah untuk melancarkan aksi balas dendam. Just be careful, karena Anda tidak tahu siapa yang Anda hadapi di dunia maya. Seringkali kita sudah menjadi blogger yang santun pun, kita masih dimusuhi untuk hal yang kita tidak tahu, apalagi dengan menjadi blogger yang suka menebar kebencian. Nah…

Cara Mengatasi Negative SEO

Bagaimana jika negative SEO terlanjur menyerang website Anda? Apa yang harus dilakukan? Pertama- tama, Anda tidak perlu panik karena hal tersebut tidak menyelesaikan masalah dan dapat memperburuk situasi Anda. Sebaliknya, Anda harus tetap tenang sambil mencari solusi yang tepat. Yang perlu diingat, mengembalikan website Anda ke posisi semula bukanlah hal mudah dan ini membutuhkan effort yang luar biasa.
1. Catat Link Backlinks yang Ingin Anda Hapus
Dengan bantuan Google Webmaster Tools atau tools backlink lainnya, lakukan monitoring pertumbuhan jumlah backlink ke website Anda secara teratur dan tandai semua links menuju website Anda. Periksa sumber link yang mencurigakan, dan apabila Anda merasa link tersebut dapat merusak reputasi website Anda, maka sebaiknya masukkan ke dalam list backlink untuk dihapus.

2. List Backlink untuk Dihapus
Setelah Anda memiliki list backlink untuk dihapus, langkah selanjutnya hubungi webmaster atau admin websiter tersebut melalui halaman kontak. Jika halaman kontak tidka tersedia, lacak pemiliki website menggunakan situs Who.is untuk mendapatkan alamat email dan nomor kontak.

3. List Disavow Link
Apakah Anda pernah mendapatkan email pemberitahuan tentang manual penalty? Jika hal ini terjadi pada Anda, maka gunakan Google Disavow Tool untuk menghapus bad link ( link buruk/ berkualitas rendah ), yang tidak berhasil kita hapus dengan metode nomor #2. List link tersebut kemudian submit ke Google Webmaster Links.

Last Word: Utamakan keamanan website Anda dan lakukanlah teknik SEO yang sesuai dengan yang disarankan oleh Google. SEO yang baik memang membutuhkan waktu dan sering menuntut kesabaran Anda, tapi efek yang diberikan akan lebih bertahan lama daripada cara instan yang dapat membahayakan website Anda. Selain itu, penting sekali untuk selalu bersikap santun terhadap sesama blogger sehingga silaturahmi terjaga dan Anda tidak memiliki musuh tersembunyi.

Sekian postingan tentang Negative SEO ini. Mudah- mudahan bermanfaat. Terimakasih sudah membaca postingan ini.