10+ Tips Wawancara Kerja : Meluluhkan HRD & Cepat Diterima

10+ Tips Wawancara Kerja : Meluluhkan HRD & Cepat Diterima

Tips wawancara kerja adalah langkah awal yang perlu Anda siapkan untuk membuat momen interview menjadi siap dan sigap. Di tengah kompetisi pencari kerja yang semakin ketat, sekedar berangkat tanpa persiapan matang bisa menjadi masalah besar. Jadilah terencana agar kesempatan ini dapat Anda manfaatkan sebaik mungkin.

Terlebih, wawancara kerja adalah salah satu tahapan penting dalam proses penerimaan karyawan baru di sebuah perusahaan. Bagi para pencari kerja, wawancara kerja merupakan kesempatan untuk meyakinkan perusahaan bahwa mereka adalah kandidat terbaik untuk posisi yang dilamar. Oleh karena itu, persiapan matang sebelum menghadapi wawancara kerja sangat penting. 

10 Tips Wawancara Kerja yang Ampuh Meluluhkan Hati HRD

Dengan persiapan matang, peluang untuk diterima menjadi lebih tinggi. Berikut adalah 15 tips wawancara kerja yang dapat Anda lakukan agar proses rekrutmen berjalan lancar dan berhasil mendapatkan pekerjaan idaman.

1. Kenali Perusahaan

Cara terbaik untuk persiapan sebelum wawancara kerja adalah dengan melakukan riset tentang perusahaan. Semakin banyak Anda tahu tentang perusahaan, semakin besar kemungkinan pertanyaan apa yang akan ditanyakan dan bagaimana menjawabnya.

Berikut adalah beberapa tips melakukan riset perusahaan:

  • Ketahui visi dan misi perusahaan. Visi dan misi bisa memberi pemahaman mendalam tentang tujuan dan nilai-nilai perusahaan. Misalnya, apakah perusahaan lebih fokus pada inovasi atau pertumbuhan? 
  • Pelajari produk dan layanan perusahaan. Pengetahuan ini akan membantu menunjukkan minat Anda terhadap perusahaan.
  • Jika memungkinkan, pahami kepemimpinan dan struktur organisasi perusahaan. Tahu siapa CEO, pemimpin senior, dan struktur manajemen bisa berguna saat wawancara.
  • Analisis budaya perusahaan. Apa filosofi dan nilai-nilai yang dipegang teguh perusahaan? Bagaimana mereka memperlakukan karyawan dan pelanggan?
  • Jika memungkinkan, baca berita dan perkembangan terbaru tentang perusahaan. Ini bisa menunjukkan bahwa Anda update dengan kondisi dan strategi perusahaan saat ini.
  • Kunjungi situs web, media sosial dan kantor perusahaan. Dengan eksplorasi di website dan media sosial mereka, hal ini akan menunjukkan ketertarikan pada perusahaan dan memudahkan Anda saat wawancara nanti.

Dengan riset mendalam tentang perusahaan, Anda bisa menunjukkan antusiasme, minat yang tulus, dan kesiapan untuk posisi yang dilamar. Ini akan membuat pengambil keputusan yakin Anda orang yang tepat untuk perusahaan mereka.

2. Persiapkan CV

Pastikan CV sudah up to date sebelum menghadiri wawancara kerja. Fokuskan CV pada pencapaian, keahlian dan pengalaman yang relevan dengan lowongan pekerjaan yang sedang Anda lamar.

Beberapa poin yang perlu Anda perhatikan : 

  • Perbarui informasi kontak seperti alamat email dan nomor telepon. Pastikan informasi yang tercantum bisa HRD hubungi dengan mudah.
  • Sesuaikan objective/career summary dengan posisi yang dilamar. Jelaskan minat dan aspirasi karir yang sejalan dengan posisi tersebut.
  • Cantumkan pendidikan formal mulai dari terbaru. Sebutkan nama institusi, jurusan, tahun lulus dan gelar/sertifikasi yang diperoleh.
  • Uraikan pengalaman kerja dan keahlian teknis secara terbalik kronologis. Fokuskan pada pencapaian yang relevan dengan posisi yang Anda lamar.
  • Sertakan keahlian berkaitan posisi seperti penguasaan bahasa pemrograman, penggunaan software, dan lainnya.
  • Jika memiliki publikasi, sertifikasi profesional atau anggota organisasi yang berkaitan dengan bidang pekerjaan, cantumkan.
  • Pastikan tidak ada typo, kesalahan penulisan atau format. Periksa kembali sebelum dicetak atau dikirim.

Dengan mempersiapkan CV yang up to date dan disesuaikan dengan posisi yang dilamar, peluang lolos seleksi awal dan diundang wawancara kerja bisa lebih tinggi.

3. Berlatih Menjawab Pertanyaan

Kunci sukses dalam wawancara kerja adalah persiapan dan latihan. Berlatihlah menjawab pertanyaan wawancara yang mungkin diajukan dengan anggota keluarga atau teman sehingga Anda terbiasa dan percaya diri saat menjawab pertanyaan sebenarnya.

Beberapa tips untuk latihan tanya jawab wawancara kerja : 

  • Lakukan riset tentang perusahaan dan posisi yang Anda lamar untuk memprediksi pertanyaan apa yang akan diajukan. Pahami job desc agar bisa menjawab relevan dengan kebutuhan perusahaan. 
  • Buat daftar pertanyaan wawancara yang kemungkinan diajukan. Umumnya mereka akan menanyakan tentang diri sendiri, pengalaman kerja, kelebihan dan kekurangan, alasan melamar ke perusahaan tersebut, rencana karir, dan pertanyaan situasional. 
  • Berlatih menjawab pertanyaan tersebut dengan anggota keluarga atau teman. Mintalah mereka memberi masukan agar jawaban Anda menjadi lebih baik. 
  • Rekam jawaban menggunakan kamera atau voice recorder agar bisa mengevaluasi diri. Perhatikan kontak mata, kejelasan suara, penggunaan kata- kata, kerapian penampilan, dan lainnya. 
  • Fokuskan jawaban pada pencapaian dan kemampuan yang relevan dengan pekerjaan, sertai data dan fakta pendukung. Jawab dengan tenang dan percaya diri.
  • Lakukan berlatih sesering mungkin agar penampilan Anda makin baik. Semakin banyak berlatih, semakin siap untuk menghadapi wawancara kerja sungguhan.

4. Pelajari Bahasa Tubuh

Bahasa tubuh Anda sangat penting untuk membuat kesan positif saat wawancara kerja. Pastikan Anda mempraktekkan postur dan gerakan tubuh yang percaya diri dan antusias.

Beberapa tips yang dapat Anda praktekkan :

  • Duduk tegak dengan punggung lurus. Ini menunjukkan kesiapan dan semangat. Hindari bersandar atau membungkuk, karena terlihat malas.
  • Tatap mata lawan bicara saat berkomunikasi. Ini menunjukkan keterbukaan dan ketertarikan. 
  • Anggukkan kepala saat memahami penjelasan. Ini memberi umpan balik positif pada lawan bicara.
  • Tersenyum dan tunjukkan ekspresi wajah yang ramah. Ini membuat Anda terlihat bersahabat.
  • Jangan melipat tangan di dada. Sebaiknya letakkan tangan di pangkuan atau meja untuk postur terbuka. 
  • Hindari gerakan berlebihan seperti mengetuk-ngetuk kaki atau jari. Itu terlihat tidak tenang.
  • Jaga kontak mata yang baik dengan semua orang di ruangan, jangan hanya fokus pada satu orang.

Dengan bahasa tubuh yang tepat, Anda bisa meyakinkan pewawancara bahwa Anda adalah kandidat yang percaya diri, bersemangat, dan siap untuk posisi yang dilamar. Kuasai bahasa tubuh Anda agar wawancara berjalan lancar.

5. Persiapkan Pakaian 

Tips interview kerja selanjutnya adalah mengenakan pakaian yang rapi, sopan, dan nyaman. Pakaian yang Anda kenakan pada saat wawancara kerja mencerminkan kesan pertama tentang diri Anda. Pastikan pakaian Anda tidak berlebihan atau terlalu santai untuk konteks wawancara.

Tips berpakaian untuk wawancara kerja : 

  • Untuk pria, dianjurkan mengenakan setelan jas berwarna netral dengan kemeja berkerah dan dasi yang sesuai. Celana bahan panjang dan sepatu pantofel hitam juga merupakan pilihan yang tepat.
  • Untuk wanita, busana formal seperti blus atau kemeja dengan rok atau celana bahan adalah pilihan yang baik. Gunakan sepatu berhak pendek atau sedang untuk tampil profesional. 
  • Hindari pakaian yang terlalu mencolok atau mini. Juga hindari aksesoris yang berlebihan. 
  • Jika ada, perhatikan kode berpakaian perusahaan sebelum wawancara. Jika ragu, lebih baik berpakaian formal daripada terlalu santai.
  • Pastikan pakaian Anda bersih dan rapi. Setrika pakaian sebelum wawancara agar tampak licin dan terurus.
  • Sesuaikan pakaian dengan budaya dan gaya berpakaian perusahaan. Jika perusahaan cenderung berpakaian santai, artinya tidak perlu mengenakan setelan jas lengkap.

Dengan mengenakan pakaian yang tepat, Anda dapat tampil percaya diri dan profesional saat wawancara kerja. Tunjukkan Anda menghargai kesempatan wawancara dengan berpakaian rapi dan sopan.

6. Persiapan H-1

Sehari sebelum wawancara, Anda perlu mempersiapkan beberapa hal berikut:

  • Cek lokasi dan rute : Pastikan Anda tahu dengan jelas di mana lokasi wawancara berlangsung. Jika memungkinkan, lakukan uji coba rute menuju lokasi tersebut agar Anda tahu berapa lama waktu tempuhnya. Hal ini penting agar Anda bisa datang tepat waktu pada hari H. 
  • Siapkan berkas dan perlengkapan : Kumpulkan semua berkas dan perlengkapan yang dibutuhkan saat wawancara, seperti CV, surat lamaran, portfolio, identitas diri, alat tulis, dan lainnya. Pastikan semuanya lengkap agar Anda tidak kesulitan saat hari H. 
  • Kurangi aktivitas fisik berat : Hindari melakukan aktivitas fisik berat yang dapat menguras tenaga Anda. Fokuslah untuk beristirahat agar kondisi fisik dan mental Anda prima saat menghadapi wawancara.
  • Istirahat cukup : Pastikan Anda cukup istirahat dan tidur minimal 7 jam sebelum hari wawancara. Kondisi tubuh yang fit dan pikiran yang fresh sangat penting agar Anda bisa tampil maksimal saat wawancara nanti.

7. Datang Lebih Awal

Memastikan Anda tiba di lokasi wawancara 10-15 menit sebelum waktu janjian adalah kunci untuk membuat kesan positif. Datang terlalu awal bisa membuat pengantar merasa tidak nyaman. Sementara terlambat jelas merupakan kesan buruk yang harus dihindari.

Dengan tiba 10-15 menit lebih awal, Anda memiliki waktu untuk menenangkan diri, menghilangkan kegugupan, dan memasuki ruangan wawancara dalam keadaan siap dan fokus.

Tips nya, gunakan waktu 10-15 menit ini untuk:

  • Bernapas dalam-dalam dan rileks
  • Ulangi poin-poin penting yang ingin Anda sampaikan 
  • Membayangkan dan berlatih menjawab pertanyaan sulit
  • Memeriksa penampilan dan keberadaan berkas-berkas
  • Memastikan Anda sudah mengetahui dengan jelas lokasi ruang tunggu dan ruang wawancara

Menyempatkan waktu untuk persiapan akhir ini akan membantu mengurangi kegugupan dan membuat Anda lebih percaya diri. Anda akan memasuki ruangan wawancara dalam kondisi siap secara mental dan fisik.

8. Tips Perkenalan Diri saat Wawancara Kerja

Saat perkenalan diri, pastikan untuk bersikap ramah dan percaya diri. Berjabat tangan dengan mantap sambil memperkenalkan diri. 

  • Sapa pewawancara dengan ramah. Senyum dan tatap matanya saat berjabat tangan. Ini akan memberikan kesan pertama yang baik. 
  • Perkenalkan diri dengan jelas. Sebutkan nama lengkap dan posisi yang Anda lamar dengan percaya diri. 
  • Jaga kontak mata yang baik saat memperkenalkan diri. Ini menunjukkan kesungguhan dan kepercayaan diri.
  • Berjabat tangan dengan mantap. Genggaman yang kuat menunjukkan kepercayaan diri. Pastikan telapak tangan tidak basah karena gugup.
  • Duduk tegak dengan punggung lurus. Hindari bersandar atau membungkukkan badan karena ini bisa mendapat penafsiran negatif. 
  • Atur posisi kaki dan tangan agar nyaman namun tetap sopan. Jangan silang kaki atau lengah.

Dengan persiapan dan sikap yang baik saat perkenalan diri, kamu bisa memberikan kesan positif sejak awal wawancara. Ini akan membangun kepercayaan pewawancara bahwa kamu adalah kandidat yang tepat.

9. Menjawab Pertanyaan Interview

Saat menjawab pertanyaan dalam sesi wawancara kerja, ada beberapa tips yang dapat Anda ikuti agar terlihat profesional dan meyakinkan:

  • Jawab pertanyaan dengan tenang dan penuh percaya diri. Jangan terlihat gugup atau ragu-ragu. 
  • Dengarkan pertanyaan dengan seksama sebelum menjawab. Jangan terburu-buru menyela. Pastikan Anda paham pertanyaannya.
  • Jawab pertanyaan dengan jujur dan jelas. Jangan mencoba untuk melebih-lebihkan kemampuan jika tidak sesuai dengan kenyataan.
  • Jelaskan kemampuan dan minat yang relevan dengan pertanyaan. Berikan contoh spesifik pengalaman dan pencapaian Anda yang mendukung jawaban.
  • Jika tidak mengetahui jawaban dari suatu pertanyaan, tidak apa-apa untuk mengakuinya. Jangan mencoba menebak jawaban jika tidak yakin. 
  • Usahakan menjawab pertanyaan dengan singkat dan padat tapi tetap memberikan jawaban yang komprehensif. Jangan terlalu bertele-tele.
  • Bersikaplah antusias dan tunjukkan ketertarikan saat menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan pekerjaan. 
  • Jika ada pertanyaan yang bersifat negatif atau menjebak, jawab dengan tenang dan kembali ke sisi positif.

Dengan menjawab pertanyaan wawancara kerja dengan tenang, jujur dan meyakinkan, Anda dapat meningkatkan peluang untuk diterima di perusahaan yang dilamar. Persiapkan diri dengan baik dan berlatihlah sebelum wawancara kerja agar penampilan Anda maksimal.

10. Memberikan Umpan Balik dan Bertanya ke Pewawancara

Salah satu bagian paling penting dalam wawancara adalah kesempatan untuk bertanya balik kepada pewawancara. Ini menunjukkan antusiasme terhadap perusahaan dan posisi yang Anda lamar.

Beberapa tips untuk tanya-jawab:

  • Ajukan 1-2 pertanyaan tentang pekerjaan dan perusahaan. Tampilkan antusiasme dengan bertanya tentang tugas yang akan dilakukan, pelatihan yang tersedia, atau proyek menarik perusahaan saat ini. 
  • Tanyakan tentang budaya perusahaan. Hal ini bisa meliputi gaya manajemen, suasana kantor, atau nilai-nilai inti perusahaan. Pertanyaan ini menunjukkan minat Anda untuk menyesuaikan diri.
  • Jika belum jelas, tanyakan tentang jenjang karir dan kesempatan promosi. Tunjukkan ambisi dan minat jangka panjang pada perusahaan.
  • Pastikan juga menanyakan benefit, cuti, dan kebijakan work-life balance. Ini penting agar Anda bisa menilai kecocokan dengan kebutuhan pribadi.
  • Di akhir, Anda bisa menanyakan timeline rekrutmen dan kapan bisa mendapat kabar hasilnya. Hal ini menunjukkan keseriusan melamar pekerjaan tersebut.

Dengan persiapan pertanyaan yang baik dan penyampaian rasa ingin tahu serta antusiasme, sesi tanya jawab dalam wawancara kerja bisa sangat memperkuat peluang diterima. Tunjukkan diri Anda sebagai kandidat yang tepat!

11. Tips Wawancara Kerja dengan Format Interview Online

Tips Wawancara Kerja Online

Di era modern seperti ini, tidak jarang beberapa perusahaan melakukan format wawancara secara online. Berbeda dengan interview secara offline dimana wawancara biasanya berlangsung tanpa hambatan saat sesi interview sedang berlangsung. Dalam wawancara online, persiapan perlu melibatkan kelancaran konektivitas untuk memastikan semua persiapan tidak sia- sia.

Di artikel sebelumnya, Panda telah mengulas tips online ini dalam artikel : Wawancara Kerja Online Lancar? Ikuti Tips Interview Online Ini!. Dengan persiapan optimal, percayalah bahwa proses ini akan membawa Anda selangkah lebih dekat dengan kesempatan yang Anda impikan.

Kesimpulan

Menjalani interview dengan persiapan terbaik adalah langkah penting untuk membuat proses wawancara kerja berjalan lancar tanpa hambatan. Anda akan menjadi lebih percaya diri, merespon setiap pertanyaan dengan matang, bahkan bisa memberikan umpan balik meyakinkan.

Jangan lupa, persiapan penampilan terbaik Anda, kenali perusahaan dengan baik dan datang lebih awal untuk memastikan Anda tidak terlambat. Semoga tips wawancara kerja ini bermanfaat dan memudahkan Anda untuk mendapatkan karir impian.

Wawancara Kerja Online Lancar? Ikuti Tips Interview Online Ini!

Wawancara Kerja Online Lancar? Ikuti Tips Interview Online Ini!

Melakukan wawancara online atau interview online menjadi salah satu cara perekrutan modern yang semakin sering perusahaan lakukan. Dengan interview online, proses rekrutmen menjadi lebih efektif. Bonusnya lagi, aktivitas ini tidak memakan waktu dan tempat untuk recruiter.

Di sisi lain, wawancara online menjadi tantangan tersendiri untuk para pencari kerja. Mereka harus mempersiapkan diri dengan matang karena dalam kesempatan ini aspek pendukung harus benar- benar siap untuk digunakan.

Kekurangan dan Kelebihan Wawancara Online

Wawancara kerja secara online kini semakin populer dan banyak perusahaan yang memanfaatkan fitur ini untuk proses rekrutmen karyawan. Sama seperti wawancara konvensional, berikut kelebihan dan kekurangan dari proses interview online ini :

Kelebihan 

  •  Lebih efisien karena tidak perlu tatap muka secara langsung.  
  • Menghemat waktu dan biaya perjalanan bagi kedua belah pihak.
  • Proses rekrutmen bisa dilakukan dengan cepat dan banyak kandidat.

Kekurangan

  •   Kurangnya sentuhan personal dibanding wawancara tatap muka.
  •  Koneksi internet yang buruk dapat mengganggu proses wawancara.
  • Sulit menilai bahasa tubuh dan gestur kandidat.

Memukau HRD dengan Tips Sukses Interview Online

Sukses dalam menjalankan wawancara kerja online tidak terjadi begitu saja. Melainkan dimulai dengan persiapan yang matang sejak sebelum wawancara, mempersiapkan bahasa tubuh, dan juga ketenangan selama proses wawancara.

Untuk memaksimalkan wawancara kerja mu, simak rekomendasi Panda dalam tips interview online berikut ini :

1. Persiapan Sebelum Wawancara Online

Melakukan persiapan sebelum wawancara online sangat penting untuk memastikan proses wawancara berjalan dengan lancar. Berikut adalah beberapa tips persiapan sebelum wawancara online :

  • Persiapkan ruangan yang tenang dan nyaman untuk wawancara. Pastikan ruangan cukup terang dan tidak ada gangguan suara seperti suara lalu lintas atau aktivitas rumah tangga. Ruangan yang tenang membantu Anda berkonsentrasi saat wawancara.
  • Pastikan koneksi internet stabil dan kuat agar tidak terputus saat wawancara berlangsung. Anda bisa mencoba melakukan speed test sebelumnya untuk cek kecepatan internet untuk upload dan download. Jika perlu, gunakan koneksi LAN daripada WiFi untuk kualitas sinyal yang lebih baik. 
  • Siapkan perangkat yang dibutuhkan seperti laptop, earphone, dan web camera. Pastikan semua perangkat sudah di-charging penuh sebelum wawancara. Periksa apakah webcam, mikrofon, dan speaker berfungsi dengan baik agar Anda dapat berkomunikasi dengan jelas saat wawancara nanti.
  • Kenakan pakaian rapi, sopan dan formal sesuai standar wawancara kerja. Hidupkan kamera dan periksa penampilan secara menyeluruh sebelum wawancara dimulai. Pakaian yang rapi menunjukkan keseriusan dan sopan santun.

2. Tips Memperkenalkan Diri dalam Wawancara Online

Perkenalan diri adalah langkah pertama yang sangat penting dalam wawancara kerja online. Ini adalah kesempatan pertama Anda membuat kesan positif kepada pewawancara.  

  • Perkenalkan diri dengan sopan dan hormat. Sebutkan nama lengkap Anda dengan jelas dan tegas.  
  • Sebutkan posisi yang Anda lamar. Ini menunjukkan Anda telah mempersiapkan diri dengan baik. 
  • Tunjukkan antusiasme dan percaya diri dalam suara dan bahasa tubuh Anda. Ini menunjukkan Anda sangat tertarik dengan posisi dan perusahaan tersebut.  
  • Sapa pewawancara dengan namanya jika diketahui atau dengan sebutan yang sopan seperti Bapak/Ibu. Ini menunjukkan kesopanan.
  • Jangan terburu-buru atau tergesa-gesa dalam perkenalan diri. Bicaralah dengan tenang dan jelas.

Perkenalan diri yang baik dan sopan dapat meninggalkan kesan positif di benak pewawancara. Ini akan sangat bermanfaat untuk kelanjutan wawancara Anda. Oleh karena itu, persiapkan perkenalan diri Anda dengan baik sebelum wawancara dimulai.

3. Tips Menjawab Pertanyaan Wawancara

Wawancara kerja online tidak jauh berbeda dengan wawancara kerja konvensional. Salah satu kunci utamanya adalah menjawab pertanyaan dengan baik. Berikut tipsnya:

  • Dengarkan pertanyaan dengan seksama. Jangan terburu-buru menjawab sebelum interviewer selesai bertanya. Dengarkan pertanyaan sampai tuntas agar Anda paham apa yang ditanyakan. 
  • Jawab pertanyaan dengan lugas dan jelas. Sampaikan jawaban Anda dengan singkat, padat, dan jelas. Hindari jawaban bertele-tele. 
  • Jangan terburu-buru menjawab. Beri jeda beberapa detik sebelum menjawab agar Anda punya waktu memikirkan jawaban terbaik. Hindari menjawab terbata-bata karena gugup atau terburu-buru.
  • Jawablah pertanyaan sesuai yang ditanyakan. Jangan menjawab dengan melenceng jauh dari pertanyaan. Interviewer nya butuh jawaban fokus dan spesifik.
  • Usahakan jawaban Anda relevan dengan bidang pekerjaan yang dilamar. Berikan contoh-contoh nyata dari pengalaman Anda yang sesuai. 
  • Jangan ragu untuk meminta interviewer mengulangi pertanyaan jika Anda kurang paham. Lebih baik memastikan Anda mengerti pertanyaannya daripada menjawab asal-asalan.

Dengan mendengarkan dengan seksama, menjawab lugas dan jelas, serta tidak terburu-buru, Anda bisa menjawab pertanyaan wawancara kerja online dengan baik dan meyakinkan interviewer.

4. Bahasa Tubuh

Bahasa tubuh yang baik sangat penting dalam wawancara kerja online. Beberapa tips bahasa tubuh yang perlu kamu perhatikan dalam interview online antara lain :

  • Duduk tegak dan jangan banyak bergerak. Duduk dengan punggung tegak 90 derajat dan kaki rapat. Hindari banyak pergerakan atau gelisah di kursi. Duduk tegak dan tenang memperlihatkan profesionalisme. 
  • Pandangan mata ke kamera. Saat berbicara, tatap langsung ke kamera bukan ke layar. Ini membuat kontak mata dengan pewawancara. Jaga kontak mata yang baik dan jangan terlalu sering melihat ke bawah atau ke samping.
  • Ekspresi wajah tenang dan antusias. Tunjukkan ekspresi positif dan antusias dengan senyum dan anggukan kepala tepat waktu. Hindari raut wajah bosan atau tidak tertarik. Tetap tenang jika menemui pertanyaan sulit.

5. Suara dan Intonasi

Salah satu tantangan dalam wawancara online adalah memastikan suara terdengar jelas dan tegas. Beberapa tips untuk suara dan intonasi yang baik dalam wawancara online:

  • Pastikan volume suara cukup keras agar terdengar jelas di sambungan online. Hindari berbicara terlalu pelan atau terlalu keras. Coba atur volume sehingga terdengar alami dan jelas. 
  • Hindari berdehem atau bergumam yang dapat mengganggu sambungan audio. Jika perlu berdehem, tutup mikrofon terlebih dahulu agar pewawancara tidak mendengar suara berisik tersebut.
  • Gunakan intonasi yang tegas dan percaya diri saat menjawab pertanyaan. Tapi pastikan tetap bersikap ramah dan sopan. Jangan berbicara dengan nada monoton atau terdengar tidak antusias. 
  • Senyum saat berbicara agar suara terdengar bersahabat. Senyuman dapat membuat suara terdengar lebih ramah dan hangat meski lewat sambungan online.
  • Hindari berbicara terlalu cepat karena dapat sulit ditangkap lewat sambungan audio online. Berbicaralah dengan kecepatan sedang agar mudah dipahami.
  • Lakukan tes audio sebelum wawancara mulai untuk memastikan peralatan berfungsi dengan baik. Hal ini dapat membantu menghindari masalah teknis yang dapat mengganggu suara.

Dengan suara dan intonasi yang tepat, kamu dapat menyampaikan kesan percaya diri dan kesiapan saat wawancara online. Suara yang jelas dan mudah dipahami sangat penting agar wawancara berjalan lancar.

6. Menyiapkan Pertanyaan 

Wawancara kerja tidak hanya kesempatan bagi perusahaan untuk menilai calon karyawan. Melainkan juga kesempatan bagi calon karyawan untuk mengetahui lebih banyak tentang perusahaan dan posisi yang dilamar. Oleh karena itu, persiapkan juga beberapa pertanyaan yang ingin kamu ajukan kepada pewawancara. 

Beberapa hal yang perlu dipertanyakan antara lain:

6.1 Pertanyaan tentang perusahaan

  • Apa yang membuat perusahaan ini berbeda dari kompetitor?
  • Bagaimana perusahaan menangani masa-masa sulit selama beberapa tahun belakangan? 
  • Apa visi dan misi perusahaan ke depannya?
  • Produk/layanan apa yang sedang dikembangkan perusahaan saat ini?

Pertanyaan seputar perusahaan akan membantu calon karyawan memahami apakah perusahaan sesuai dengan nilai-nilai yang dianutnya. Selain itu, pertanyaan ini menunjukkan ketertarikan mendalam terhadap perusahaan.

6.2 Pertanyaan tentang pekerjaan

  • Apa saja tugas dan tanggung jawab utama untuk posisi ini?
  • Kriteria kesuksesan apa yang diharapkan dalam pekerjaan ini?
  • Bagaimana proses onboarding untuk posisi ini?
  • Seperti apa tim dan atasan langsung jika saya bergabung?

Pertanyaan mengenai pekerjaan yang dilamar sangat penting untuk mengetahui apakah pekerjaan tersebut cocok dengan minat, keahlian, dan kemampuan calon karyawan. Pastikan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang pekerjaan tersebut.

6.3 Pertanyaan tentang budaya perusahaan 

  • Bagaimana budaya dan suasana kerja di perusahaan ini?
  • Apa saja program pengembangan dan pelatihan untuk karyawan? 
  • Bagaimana work-life balance di perusahaan ini?
  • Apa benefit dan fasilitas yang ditawarkan perusahaan?

Budaya perusahaan yang sehat dan mendukung sangat penting agar calon karyawan bisa bekerja optimal. Oleh karena itu, ajukan pertanyaan untuk mendapatkan gambaran mengenai budaya kerja di perusahaan tersebut.

Dengan persiapan pertanyaan yang matang, calon karyawan bisa mendapatkan informasi penting untuk menentukan apakah perusahaan dan posisi yang dilamar cocok atau tidak. Jangan sungkan mengajukan pertanyaan saat wawancara berlangsung.

7. Mengakhiri Wawancara

Mengakhiri wawancara online dengan profesional dan sopan adalah hal yang penting agar meninggalkan kesan positif. Beberapa tips mengakhiri wawancara online dengan baik:

  • Ucapkan terima kasih kepada pewawancara atas waktunya. Ucapan terima kasih menunjukkan sopan santun dan menghargai waktu yang telah disediakan untuk Anda.
  • Tanyakan kepada pewawancara mengenai tahap selanjutnya dari proses rekrutmen. Hal ini menunjukkan minat Anda untuk posisi yang dilamar dan juga memberi kesempatan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. 
  • Berikan kesan positif di akhir wawancara. Misalnya dengan mengatakan bahwa Anda sangat antusias untuk bergabung dengan perusahaan atau sangat tertarik dengan budaya perusahaan. Ini akan membuat pewawancara merasa Anda cocok dengan perusahaan.
  • Jangan lupa untuk tersenyum dan bersikap sopan sampai wawancara benar-benar berakhir. 

Mengakhiri wawancara online dengan tepat sangat penting untuk membuat kesan positif dan meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan idaman Anda. Pastikan untuk selalu bersikap profesional.

Perlukah Melakukan Follow Up Setelah Interview Online?

Melakukan follow up setelah interview online perlu kita lakukan untuk memberikan citra positif kepada recruiter. Selain faktor adab, hal ini juga menciptakan citra profesional kita sebagai kandidat pekerja untuk perusahaan.

Beberapa tips follow up setelah wawancara kerja online:

1. Kirim ucapan terima kasih

Segera setelah wawancara selesai, kirim email ucapan terima kasih kepada pewawancara. Ucapkan terima kasih atas waktunya dan kesempatan untuk berdiskusi. Ini akan meninggalkan kesan positif.

2. Tanyakan hasilnya jika belum ada kabar

Jika sudah lewat beberapa hari atau minggu dan kamu belum mendengar apa-apa dari perusahaan, kirim email sopan untuk menanyakan status lamaranmu. Tanyakan secara profesional apakah mereka sudah memutuskan untuk melanjutkan proses dengan kandidat lain. Hal ini akan menunjukkan ketertarikan yang kuat sebagai kandidat.

3. Tetap terbuka untuk berdiskusi lebih lanjut

Katakan pada mereka bahwa kamu terbuka untuk wawancara atau diskusi lebih lanjut jika diperlukan sebagai bagian dari proses rekrutmen. Tunjukkan fleksibilitas dan minat mu.

4. Update status

Jika kamu menerima tawaran pekerjaan lain di tempat lain selagi menunggu hasil dari perusahaan ini, informasikan mereka. Hal ini memungkinkan mereka untuk mempercepat keputusan jika masih tertarik untuk merekrut mu.

5. Jaga hubungan baik

Ingatlah untuk selalu bersikap profesional dan sopan dalam komunikasi follow up yang kamu lakukan. Jaga hubungan baik, karena kamu tidak pernah tahu apakah akan ada kesempatan di masa depan.

Follow up yang tepat sangat penting untuk meninggalkan kesan positif dan menjaga hubungan dengan perekrut. Jadi, lakukan lah dengan ramah dan profesional.

Rahasia no 1 Interview agar Diterima Kerja dari Bos Google

Rahasia no 1 Interview agar Diterima Kerja dari Bos Google

Bos Google regional Asia Pasifik, Sapna Chadha, mengungkap tips rahasia wawancara agar diterima kerja. Melansir dari CNBC Make itu, Chada mengungkap bahwa perkembangan teknologi juga berdampak pada preferensi rekrutmen perusahaan.

Salah satunya, teknologi yang semakin cepat membuat sebagian besar perusahaan mencari tenaga kerja yang cekatan dan bisa bekerja dalam tim dengan baik.

Hal Utama yang Dicari adalah Growth Mindset

Chadha menegaskan, salah satu hal utama yang kini perusahaan cari adalah karyawan dengan growth mindset. Alasannya, perusahaan percaya bahwa seseorang dengan growth mindset selalu ingin terus berkembang dan percaya bahwa seseorang dapat menjadi lebih baik.

“Saya mencari orang-orang yang ingin bertukar ide, selalu ingin berinovasi, dan tidak cepat puas dengan keadaan saat ini,” ungkap Chadha.

Menurut Chada, growth mindset atau pola pikir berkembang, merupakan salah satu faktor terbesar dalam kinerja dan hasil yang baik.

Rahasia Interview agar Diterima Kerja

Salah satu pertanyaan yang sering Chadha ajukan dalam wawancara kerja adalah “Apa hal terbaru yang telah Anda pelajari?”

Pertanyaan ini merupakan salah satu rahasia interview perusahaan dalam mengidentifikasi growth mindset. Lewat pertanyaan ini, perusahaan akan mengetahui apakah seseorang telah benar- benar mengembangkan diri.

Dari pertanyaan ini, respon kandidat bukan hanya menjadi indikasi pola pikir bertumbuh, tapi juga menunjukkan apakah seseorang bersedia untuk belajar bersama dan berkolaborasi.

“Menurut saya, saling belajar dapat mendorong lingkungan yang sehat untuk berkembang dan meningkatkan rasa ingin tahu, terutama di era teknologi yang terus berkembang,” ungkap Chadha.

Berani Mengakui Kesalahan dan Kegagalan

Yang tidak kalah penting, Chadha juga memperhatikan apakah seseorang mau mengakui kesalahan dan mengungkapkan apa yang telah mereka pelajari.

“Berani mengakui kesalahan setelah kegagalan pertama dan menyadari bahwa mereka dapat memperbaiki kesalahan tersebut adalah hal yang penting,” kata Chadha.

Selain itu, Chadha juga membeberkan beberapa tips membangun pola pikir bertumbuh. Salah satunya adalah melihat karir sebagai ‘jungle gym’, bukan tangga yang harus kita naiki.

“Membuka diri untuk bergerak ke berbagai arah adalah hal yang penting. Saya cenderung mencari orang-orang yang tidak hanya fokus pada kemajuan vertikal, tetapi memikirkan untuk memperluas keterampilan sehingga dapat beradaptasi lebih baik di masa depan,” papar Chadha.

Meningkatkan Keterampilan di Era Digital Sangat Penting

Salah satu hal penting dalam mendapatkan peluang pekerjaan di masa depan menurut Chadha adalah meningkatkan keterampilan. Terlebih, tren teknologi yang semakin pesat membuat orang- orang harus beradaptasi dengan cepat. Jika tidak mau beradaptasi dengan teknologi, ini tanda bahwa seseorang akan tertinggal.

“Saya akan mendorong semua orang di berbagai industri dan jenis pekerjaan untuk mempelajari dasar-dasar AI agar tetap relevan. Jika Anda tidak menggunakan solusi AI (Artificial Intelligence), Anda sudah ketinggalan,” tegas Chadha.

Terakhir, penting sekali untuk meningkatkan inisiatif dalam belajar hal- hal yang di luar kemampuan kita. Misalnya saja dengan mengikuti kursus online, sesi jaringan, membaca berita terbaru, mempelajari tips interview online, hingga berbicara dengan rekan- rekan sesama karyawan.