Cara Membuat Situs Website yang Ramah Google SGE

Cara Membuat Situs Website yang Ramah Google SGE

Dengan maraknya perbincangan tentang SGE (Search Generative Engine), penting sekali untuk publisher menyajikan situs website yang ramah Google SGE. Pasalnya, kehadiran SGE diprediksi akan mengubah masa depan mesin pencari dalam beberapa tahun ke depan.

Saat ini penerapan SGE mungkin memang belum menyeluruh. Kendati begitu, mempersiapkan situs ramah SGE bisa menjadi langkah jitu untuk stabilitas trafik website di masa depan.

Apa itu Google SGE?

Di artikel sebelumnya, Panda telah mengulas tentang apa itu Google SGE dan cara kerjanya. Google SGE adalah sebuah konsep yang Google cetuskan untuk meningkatkan kualitas pencarian dan memberi pengalaman pengguna yang lebih memuaskan. Dengan dukungan kecerdasan AI, SGE akan menghasilkan konten dan informasi yang ringkas dan cerdas sesuai kebutuhan pengguna, bukan semata- mata menampilkan hasil pencarian saja.

Kehadiran SGE sendiri akan memberikan pengalaman pencarian yang lebih informatif, intuitif dan bermanfaat untuk pengguna. Pengguna akan lebih mudah memperoleh jawaban yang mereka butuhkan di mesin pencari. Pengguna juga akan lebih sedikit bereksplorasi dari situs ke situs di hasil pencarian Google.

Persaingan di Mesin Pencari akan Lebih Gila Tanpa Situs Ramah SGE

Contoh hasil pencarian dengan Fitur SGE
Contoh hasil pencarian dengan Fitur SGE

Salah satu karakteristik dari Google SGE adalah memberikan jawaban langsung dan memberikan pengalaman pencarian yang lebih interaktif. Mesin pencari akan lebih cepat dalam memberikan jawaban sesuai kebutuhan pengguna dan membantu mereka menjelajah topik secara mendalam tanpa harus beralih dari satu situs ke situs lain.

Bukan hal mengejutkan jika Google sendiri memprediksi bahwa masa depan situs akan sangat terdampak dengan penerapan SGE. Situs- situs yang menjadi rujukan SGE tentu menjadi yang paling diuntungkan. Sedangkan situs lain, kemungkinan untuk mendapatkan klik dari pengunjung akan semakin berkurang. Bahkan saat mereka sebenarnya mempunyai peringkat yang cukup baik di halaman pencarian.

Persaingan SEO memang terasa menantang di beberapa tahun terakhir ini. Dan ini akan terasa lebih lagi dengan kehadiran Google SGE. Publisher harus memastikan bahwa konten mereka bukan hanya masuk page one, tapi juga berkualitas dan disukai Google agar bisa muncul sebagai rekomendasi teratas dalam fitur SGE.

Dengan cara ini lah pemilik website dapat mempertahankan eksistensinya website nya di tengah era SGE.

Cara Membuat Situs Website Ramah SGE 

Untuk membuat situs website yang ramah terhadap SGE, ada beberapa hal yang perlu pemilik website perhatikan :

1. Konten berkualitas tinggi  

Apapun era nya, konten berkualitas tetap menjadi rajanya. Konten berkualitas tinggi sangat penting agar pengunjung situs mendapatkan informasi yang bermanfaat dan terpuaskan.

Untuk menghadapi era SGE, publisher harus tetap mengedepankan konten berkualitas di situsnya. Konten harus orisinil, komprehensif, aktual, dan memberikan nilai tambah bagi pembaca. Beri kesan pada Google bahwa konten Anda ditulis oleh orang yang ahli di bidangnya.

2. Situs Mobile Friendly

Pastikan situs Anda responsif dan ramah mobile. Sebagian besar pengunjung mengakses dari perangkat seluler, jadi situs harus mudah dibaca dan di-navigasi di berbagai resolusi layar. Selain itu, gunakan desain yang sederhana tanpa mengorbankan konten.

3. Kecepatan Loading

Situs yang lambat akan menciptakan masalah untuk pemilik situs website. Oleh sebab itu, meningkatkan kecepatan loading website sangat penting agar pengunjung tetap bertahan dan tidak cepat pindah ke situs lain. Sudahkah Anda memastikan situs Anda mudah dan cepat diakses?

Beberapa optimasi yang perlu Anda lakukan untuk menjaga kecepatan website antara lain optimasi gambar, kompresi script, hingga penggunaan CDN (Content Delivery Network).

4. UX yang Baik

User experience (UX) yang baik membuat pengunjung betah dan puas menjelajahi situs. Pengalaman pengguna yang baik akan menjaga trafik website stabi dan membuat Google mengetahui bahwa pengguna menyukai situs Anda.

Untuk meningkatkan UX, buatlah navigasi sederhana, tata letak rapi, dan fitur pencarian yang akurat. Minimalkan interupsi seperti pop-up agar pengunjung fokus pada konten.

5. Performa Teknis

Pastikan situs bebas error dan berjalan optimal secara teknis. Lakukan debugging kode, perbaiki broken link, dan optimalkan query database. Gunakan hosting dan server yang handal untuk meminimalkan downtime.

Dengan performa teknis yang handal, situs Anda akan menjadi situs rujukan yang ramah SGE.

6. Peningkatan User Engagement

User engagement sangat penting untuk meningkatkan performa situs web di Google SGE. Beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan user engagement antara lain :

6.1 Konten Interaktif

Buatlah konten yang mendorong interaksi pengguna. Misalnya saja dengan menyajikan fitur bermanfaat seperti kuis, survei, kalkulator, dan fitur lain yang membutuhkan input dari pengguna. Konten interaktif membuat pengguna lebih tertarik dan terlibat dengan situs web.

6.2 Umpan Balik 

Berikan kesempatan bagi pengguna untuk memberikan umpan balik dan komentar pada konten yang Anda sajikan. Umpan balik pengguna sangat berharga untuk meningkatkan kualitas konten dan layanan di masa mendatang.

6.3 Personalisasi

Lakukan personalisasi konten dan pengalaman pengguna berdasarkan minat dan perilaku mereka di situs web. Personalisasi yang tepat dapat meningkatkan relevansi dan ketertarikan pengguna pada situs web.

6.4 Notifikasi Pengguna 

Fitur notifikasi pengguna juga dapat meningkatkan engagement dengan cara mengirim pemberitahuan tentang konten dan fitur baru di situs web. Notifikasi membuat pengguna tetap terhubung dan kembali ke situs web.

6.5 Program Loyalitas

Buatlah program loyalitas dan reward bagi pengguna setia. Berikan insentif bagi pengguna untuk terus berinteraksi dan memberikan kontribusi pada situs web. Program loyalitas dapat meningkatkan retensi dan engagement pengguna.

7. Memanfaatkan Data dan Visualisasi

Data dan visualisasi merupakan cara yang sangat efektif untuk menyampaikan informasi secara menarik kepada pengguna. Beberapa cara yang dapat publisher lakukan antara lain:

7.1 Infografis

Infografis merupakan representasi visual dari informasi, data atau pengetahuan yang terasji dalam format grafis yang menarik dan mudah dipahami. Infografis dapat berupa gambar, diagram, grafik, dan lainnya yang menceritakan suatu informasi atau data secara visual. 

7.2 Data Storytelling

Data storytelling adalah seni menceritakan suatu informasi melalui data. Data-data yang ada diolah dan disajikan dalam suatu alur cerita yang menarik agar mudah dipahami pembaca.

7.3 Timelines

Timeline atau garis waktu merupakan tampilan visual dari peristiwa-peristiwa dalam kronologi waktu tertentu. Timeline sangat membantu pembaca memahami urutan kejadian dari waktu ke waktu.

7.4 Charts & Graphs

Penyajian data dalam bentuk bagan dan grafik sangat membantu pembaca memahami data secara cepat dan mudah. Jenis bagan yang umum tersaji antara lain pie charts, bar charts, line charts, dan lainnya.

7.5 Comparison Tables

Tabel perbandingan sangat berguna untuk membandingkan fitur atau spesifikasi dari beberapa objek secara jelas dalam satu tampilan. Hal ini memudahkan pembaca melihat perbedaan dan persamaan dari objek-objek yang dibandingkan.

Dengan memanfaatkan berbagai jenis visualisasi data ini, konten situs web menjadi lebih menarik, informatif, dan mudah dipahami oleh pengguna. Ini sejalan dengan prinsip SGE yang mengedepankan pengalaman pengguna yang baik.

Kesimpulan

Kehadiran SGE di mesin pencari mempunyai dua sisi. Dari sisi pengguna, ini adalah fitur baru yang memanjakan dan memudahkan. Di era artificial intelligence seperti sekarang ini, SGE memang harus hadir agar Google semakin relevan dalam menjawab kebutuhan pengguna terhadap mesin pencari.

Sedangkan bagi sisi pemilik website, kehadiran SGE adalah tantangan. Sebagian menyebut bahwa Google SGE semakin membuat eksistensi situs tergerus. Namun jika mampu merespon tantangan ini dengan baik dan beradaptasi dengan SGE, hal ini dapat membantu stabilitas situs web di era ini.

Sebagai langkah antisipasi, salah satu langkah yang bisa publisher lakukan adalah dengan mempersiapkan situs ramah SGE. Beberapa saran untuk implementasi ini antara lain :

  • Fokus pada kualitas dan kelengkapan konten 
  • Meningkatkan interaktivitas dengan fitur seperti kuis, kalkulator, dsb
  • Manfaatkan data pengguna untuk personalisasi konten
  • Gunakan visualisasi data yang menarik 
  • Optimalkan situs untuk mobile dan kecepatan loading

Sudah siapkah situs Anda berhadapan dengan era SGE?

10+ Tips Meningkatkan Keamanan Website Anda dari Ancaman Digital

10+ Tips Meningkatkan Keamanan Website Anda dari Ancaman Digital

Membuat website bukan lah hal yang asing lagi bagi masyarakat modern di era digital. Mulai dari website gratisan seperti blogspot, hingga ‘mencicipi’ website hosting berbayar dengan dukungan CMS seperti WordPress, Joomla, Drupal, dan masih banyak lainnya, membuat pemilik bisnis semakin mudah untuk membangun website mereka dengan cepat dan efisien.

Sayangnya, kemudahan membangun website ini kerap tidak dibarengi dengan kesadaran pentingnya meningkatkan keamanan website (web security) di saat yang bersamaan. Banyak webmaster yang masih mengabaikan hal ini meskipun menyadari bahwa website adalah salah satu asset paling berharga mereka dalam bisnis.

Berbagai Ancaman Digital Siap Mengancam Keamanan Website Anda

Ternyata, tidak sedikit hal yang bisa mengancam keamanan website kita. Beberapa jenis ancaman yang kerap terjadi antara lain adalah :
1. Virus/ Malware
2. Spam
3. Bot
4. Hacker

ancaman digital

Dari keempat serangan ini, mana yang pernah Anda alami? Jangan menunggu sampai satu atau lebih dari mereka mempora- porandakan aset berharga Anda dalam bisnis.

11 Langkah Penting Meningkatkan Keamanan Website

Bayangkan jika Anda merasa sudah mempunyai website dengan domain yang sempurna dan website tersebut telah menjadi sangat vital untuk bisnis Anda. Dan suatu hari Anda kehilangan website tersebut karena serangan hacker yang selama ini tidak pernah Anda sangka- sangka. Apa akibat yang terjadi selanjutnya? Anda bukan hanya kehilangan sebuah asset berharga, tapi sekaligus bisnis Anda nyaris tumbang. Jangan sampai hal ini terjadi pada Anda!

Maka dari itu, penting sekali untuk meningkatkan keamanan website Anda dari ancaman digital yang bisa muncul sewaktu- waktu, baik itu dari serangan virus atau hacker. Sebagai pemilik website, berikut ini 10 langkah penting yang harus Anda lakukan :

1. Lakukan Update Website Secara Berkala

Banyak bot hacker yang bekerja secara otomatis dalam mengintai ‘mangsa’nya. Salah satu faktor yang membuat pekerjaan mereka menjadi semakin mudah adalah website yang perangkat lunaknya sudah usang dan tidak aman lagi untuk dijalankan. Maka dari itu, langkah awal yang harus Anda lakukan untuk mencegah peretasan adalah melakukan update situs Anda secara berkala sesegera mungkin saat plugin atau versi CMS baru tersedia.

Jika website Anda relatif jarang di-update dengan konten, misalnya situs bertipe Company Profile, Anda bisa menggunakan plugin WP Updates Notifier. Plugin ini akan membantu Anda mendapatkan notifikasi pembaruan plugin atau inti WordPress ke email Anda. Melakukan pengecekan website hanya sebulan sekali atau seminggu sekali bisa membahayakan website Anda jika bot hacker berhasil menemukan kerentanan dari website sebelum Anda berhasil menambalnya. Kecuali Anda menjalankan firewall situs web, melakukan pembaruan segera setelah update dirilis adalah hal yang sangat penting untuk keamanan website Anda.

2. Gunakan Kata Sandi yang Kuat

Menggunakan kata sandi yang kuat adalah point penting lainnya. Rekomendasi dari WP Engine, kata sandi yang digunakan webmaster seharusnya memenuhi tiga persyaratan utama yang harus diikuti, yaitu CLU (Complex, Long, Unique).

COMPLEX berarti kata sandi yang digunakan adalah acak atau rumit. Jangan gunakan kata sandi yang mudah ditebak orang lain, seperti tanggal lahir atau kata- kata yang nyata. Sebaliknya, Anda disarankan untuk memilih karakter acak yang merupakan perpaduan antara huruf besar, huruf kecil, angka, dan tanda baca.

LONG artinya kata sandi disarankan lebih dari 8 karakter. Kata sandi dengan 8 karakter akan lebih mudah menghentikan orang lain dari menebaknya hanya dalam beberapa kali percobaan. Maka dari itu, semakin panjang dan rumit kata sandi, maka ini akan semakin baik untuk keamanan website Anda.

Yang terakhir, kata sandi Anda harus memenuhi syarat UNIQUE atau unik. Kata sandi Anda sebaiknya tidak sama dengan kata sandi Anda di website atau akun lain yang Anda miliki di internet. Misalnya saja ada orang yang mengetahui kata sandi akun Facebook Anda, maka seharusnya mereka tidak bisa menggunakan password tersebut untuk mengakses website, email, atau akun internet banking Anda.

“Lalu bagaimana caranya mengingat 10 kata sandi berbeda sepanjang lebih dari 10 karakter?”
Anda tidak harus mengingat semuanya memang. Untuk membuatnya mudah, Anda bisa menggunakan pengelola kata sandi seperti “LastPass” (penggunaan secara online) atau “KeePass 2” (penggunaan secara offline). Anda bisa mempelajari lebih lanjut kelebihan dan kekurangan dua layanan ini dan mempertimbangkan salah satu dari keduanya untuk mengelola daftar kata sandi Anda.

3. Lakukan Backup Secara Berkala, Namun Tidak Menyimpannya di Server Situs Anda

Meski bukan hal yang kita inginkan, hal buruk bisa terjadi situs Anda kapan saja. Maka dari itu, penting untuk melakukan backup data situs Anda secara berkala. Namun, perlu diingat bahwa Anda sebaiknya Anda tidak menyimpan backup tersebut di server situs Anda. Backup ini selalu berisi versi CMS dan ekstensi yang tidak di- patch yang tersedia untuk umum sehinggai resiko keamanan menjadi semakin besar. Saat file backup Anda tersimpan di server, hal ini dapat memudahkan kerja peretas saat mengakses server Anda.

4. Gunakan Konsep Least Privileged

Jika Anda meng-hire beberapa penulis atau admin website, pastikan bahwa izin pengguna mereka sesuai dengan yang mereka perlukan untuk melakukan pekerjaan mereka. Jika suatu waktu mereka membutuhkan izin yang perlu ditingkatkan, Anda bisa memberikannya, lalu menguranginya kembali setelah pekerjaan tersebut selesai. Ini lah yang disebut dengan konsep Least Privileged.

Mengatur User Role di WordPress

Misalnya Anda mempunyai beberapa penulis untuk posting blog di situs Anda. Pastikan mereka tidak mempunyai hak administrator penuh atas situs Anda. Akun tersebut seharusnya hanya mempunyai otorisasi untuk membuat dan mengedit konten mereka sendiri, dan mereka tidak mempunyai akses untuk mengubah pengaturan situs website.

Pembatasan akses ini akan melindungi website Anda dari kerusakan yang tidak perlu serta mencegah website Anda dari penyalahgunaan dari pengguna ‘nakal’ secara langsung.

5. File Konfigurasi Server

Seorang admin web harus benar- benar mengenal file konfigruasi server situsnya. Server web Apache menggunakan file .htaccess, server Nginx menggunakan nginx.conf, sedangkan Microsoft IIS menggunakan web.config. File- file yang dapat ditemukan di root direktori situs ini mempunyai peranan yang sangat penting untuk situs Anda karena bekerja menjalankan aturan server. Hal ini termasuk arahan untuk meningkatkan keamanan situs Anda.

Beberapa rekomendasi aturan untuk Anda tambahkan ke server adalah sebagai berikut :

  • Mencegah penjelejahan direktori (Prevent directory browsing), yaitu melakukan pembatasan informasi untuk mencegah pengguna jahat untuk melihat isi setiap direktori situs website Anda.
  • Mencegah hotlinking gambar (Prevent image hotlinking), yaitu mencegah situs web lain menampilkan gambar dari server web Anda. Jika ada orang yang menautkan gambar dari server Anda, bandwith dari paket hosting Anda mungkin akan cepat habis untuk menampilkan gambar untuk situs orang lain.
  • Lindung file sensitif (Protect sensitive files), yaitu melindungi file dan folder tertentu seperti file konfigurasi CMS yang berisi detail info masuk basis data dalam teks biasa. Untuk meningkatkan keamanan, mungkin Anda dapat mengunci lokasi admin area atau membatasi eksekusi PHP dalam direktori yang menyimpan gambar atau mengizinkan unggahan.

Selain tiga hal ini, ada juga rules dan opsi lain yang dapat Anda atur di file konfigurasi server untuk meningkatkan keamanan situs Anda.

6. Mengatur File Permission

File permission akan menentukan siapa yang bisa melakukan apa ke sebuah file di situs web Anda. Setiap file di server web akan mempunyai tiga jenis izin yang masing- masing menggunakan kode angka seperti :

  • Read (4), yaitu untuk dapat melihat isi file
  • Write (2), yaitu untuk dapat mengubah isi file
  • Execute (1), yaitu untuk menjalankan file program

Untuk mengatur beberapa izin/ permission secara bersamaan, Anda hanya perlu menambahkan angka bersama- sama. Misalnya jika Anda mengatur file tersebut untuk bisa membaca (4) sekaligus menulis (2), makai zin pengguna yang Anda berikan adalah 6. Jika izin pengguna adalah membaca (4), menulis (2), dan menjalankan (2), maka izin pengguna yang diberikan adalah 7.

Selain itu, ada juga tiga jenis user yang harus Anda ketahui, yaitu :

  • Owner, yaitu pemilik file (hanya satu orang yang bisa menjadi pemilik file)
  • Group, yaitu grup file dimana setiap pengguna yang merupakan bagian dari grup tersebut akan mendapatkan izin tersebut
  • Public, yaitu semua orang

Saat menginstall CMS, permission di file/ folder Anda akan mendapatkan konfigurasi secara default. Dengan panduan ini, Anda dapat mengubah izin file tersebut sesuai kebutuhan dengan mengutamakan faktor keamanan untuk situs web Anda.

7. Ubah Pengaturan Standar CMS

Meskipun mudah digunakan, aplikasi CMS seringkali masih kurang optimal dari persepektif keamanan. Serangan hacker yang paling sering terjadi terhadap sebuah situs seringkali terjadi secara otomatis dan hal ini banyak dipengaruhi oleh pengaturan default yang digunakan. Maka dari itu, Anda perlu mengubah beberapa pengaturan default saat menginstall CMS yang Anda pilih, seperti melakukan perubahan pada point 5 & 6 di atas.

Misalnya saja, secara default beberapa aplikasi CMS memungkinkan pengguna untuk bisa menginstall ekstensi apa pun yang mereka inginkan. Ada juga pengaturan yang mungkin perlu Anda lebih perhatikan dalam mengontrol komentar, izin pengguna (pengaturan permission), dan visibilitas informasi pengguna.

8. Pemilihan Ekstensi, Add On, & Plugin

Salah satu hal menarik dari penggunaan CMS adalah fleksibilitasnya. Ada banyak plugin, add-on, dan ekstensi yang menyediakan hampir semua fungsi yang Anda butuhkan. Sayangnya, fleksibilitas ini juga kerap menjadi pedang bermata dua. Tidak jarang Anda menemukan beberapa ekstensi yang menawarkan fungsi serupa dan membuat Anda bingung, mana yang sebaiknya Anda pilih?

Jika ini terjadi, maka yang sebaiknya Anda pilih adalah yang terakhir mendapatkan pembaruan. Jika pembaruan terakhir lebih dari beberapa tahun terakhir, dikawatirkan ekstensi tersebut telah berhenti dikerjakan oleh pengembangnya dan ini bisa meningkatkan resiko keamanan situs Anda kapan saja.

Berbanding terbalik dengan ekstensi yang secara aktif terupdate atau pengembang secara aktif memantau ekstensi tersebut. Jika Anda mengalami masalah keamanan atau bug terhadap ekstensi tersebut, maka laporan Anda akan mendapatkan dukungan dari pengembang dengan mudah.

Selain itu, Anda juga dapat mempertimbangkan usia ekstensi tersebut dan jumlah pengguna yang menginstallnya. Ekstensi yang dikembangkan oleh pengembang yang sudah ‘besar’ biasanya akan mempunyai lebih dari 100 pemasangan sejak pertama kali dirilis. Bagi pengembang tersebut, keamanan adalah hal yang sangat penting dalam mengembangkan ekstensi/ plugin sebelum akhirnya user gunakan.

9. Satu Situs = Satu Hosting

Paket hosting unlimited memang menggoda! Anda bisa membayangkan betapa hemat dan efisiennya mengatur situs- situs Anda dalam satu hosting saja. Namun sayangnya, hal ini sebenarnya adalah salah satu praktek keamanan terburuk dalam panduan web security. Mengapa? Karena menaruh beberapa situs dalam satu hosting berlokasi sama berpotensi menciptakan serangan hacker yang lebih besar. Serangan hacker yang dilancarkan terhadap instalasi CMS Anda dapat menyebar dengan sangat mudah saat banyak situs dihosting di lokasi yang sama.

Selain itu, proses pembersihan juga akan menjadi PR yang melelahkan saat hacker meretas semua situas Anda di saat yang bersamaan.  Selain memakan waktu, tingkat kesulitan juga lebih tinggi karena situs yang terinfeksi dapat terus menginfeksi satu sama lain dalam satu lingkaran tanpa akhir. Benar- benar melelahkan!

10. Menginstall SSL

SSL (Secure Sockets Layer) adalah protokol keamanan standar untuk membuat tautan ter-enkripsi antara server web dan browser dalam komunikasi online. SSL bekerja melakukan enkripsi komunikasi antara Titik A dan Titik B, yaitu antara server situs web dan browser.

SSL Certificate - Web Security

Salah satu peranan SSL dalam web security adalah melindungi informasi pribadi pengunjung, mengamankan transfer data, transaksi kartu kredit, dan data login. Untuk situs web e-Commerce atau web apapun yang menerima pengiriman formulir dengan data pengguna sensitif atau informasi identitas pribadi, mempunyai sertifikat SSL (SSL Certificate) sangat penting.

Saat sebuah website mempunyai SSL Certificate terpasang dengan benar di server, maka akan muncul ikon gembok hijau kecil yang tampil di sebelah kiri URL situs web di browser dan https akan muncul dengan warna hijau juga. Dengan SSL Certificate, pemilik situs web telah memberikan keamanan kepada pelanggan dan membuat mereka lebih betah untuk terus berada di situs web Anda dalam jangka waktu yang lebih lama.

Salah satu bukti nyata dari pentingnya SSL Certificate adalah update terbaru dari Google Chrome Juli 2018 yang akan memberikan peringatan situs tidak aman saat pengunjung menjelajah sebuah situs web yang belum terinstall dengan SSL Certificate.

11. Gunakan Layanan Hosting yang Terpercaya dan Berkualitas

Salah satu tolak ukur dalam menentukan hosting berkualitas dan terpercaya adalah kesadaran perusahaan hosting tersebut terhadap pentingnya web security. Pastikan layanan hosting Anda menyadari ancaman terhadap situs web itu nyata sehingga mereka mempunyai beberapa fitur andalan untuk meningkatan keamanan situs web Anda.

Sebelum memilih layanan hosting, baik lokal maupun luar negeri, coba lah untuk melakukan riset terhadap kualitas keamanannya. Pastikan provider hosting tersebut mendukung keamanan website dan handal di setiap kesempatan. Selain aman, pastikan juga kualitas server dan dukungan pelanggan hosting tersebut juga berkualitas.

Kesimpulan

Saat website adalah asset berharga dalam sebuah bisnis, membangun situs web dengan tingkat keamanan yang baik adalah sebuah keharusan. Jangan sampai kesadadaran Anda untuk meningkatkan web security ini baru bertumbuh saat Anda mengalami serangan hacker atau virus pada website Anda. Dengan meningkatkan keamanan situs web kita, mulai dari 11 langkah di atas, kita telah melindungi asset berharga kita dalam bisnis.

Cara Praktis Disable/ Menonaktifkan Klik Kanan di Website

Cara Praktis Disable/ Menonaktifkan Klik Kanan di Website

Menonaktifkan klik kanan menjadi cara ampuh untuk para pemilik website dalam menghalau pencurian konten. Pencurian konten tidak saja merugikan, namun juga dapat menjatuhkan reputasi situs terkait. Oleh sebab itu, kemampuan melindungi konten dari pencurian menjadi penting.

Dengan menonaktifkan klik kanan, atau disable klik kanan, ini bisa mencegah pengunjung menyalin teks atau mengunduh gambar seenaknya. Meski demikian, menonaktifkan klik kanan bukan tanpa konsekuensi.

Plus Minus Menonaktifkan Fungsi Klik Kanan

Menonaktifkan fungsi klik kanan di website memiliki beberapa keuntungan dan kerugian yang perlu sobat Panda pertimbangkan.

Keuntungan

  • Melindungi konten website dari download atau copy secara ilegal oleh pengunjung. Ini penting untuk melindungi hak cipta konten asli yang pemilik website buat.
  • Mencegah pengunjung menyimpan gambar atau foto dari website tanpa izin. Ini penting untuk melindungi privasi jika ada foto pribadi.
  • Mencegah pengunjung melihat source code halaman website. Source code bisa berisi informasi sensitif yang seharusnya dirahasiakan.

Kerugian

  • Membatasi kemampuan pengunjung untuk mengutip sebagian konten dengan mengklik kanan dan pilih “Copy”. Ini bisa mengurangi kemudahan berbagi konten ke sosial media atau forum.
  • Mengurangi kemampuan pengunjung untuk menyimpan gambar atau foto yang sebenarnya website ijinkan. Pengunjung terpaksa harus melakukan screenshot gambar.
  • Menimbulkan kesan website yang “terlalu protektif” terhadap kontennya. Beberapa pengunjung menganggap pembatasan klik kanan sebagai user experience yang buruk.

Dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan di atas, nantinya sobat Panda bisa menentukan prioritas. Manakah yang lebih penting antara melindungi konten dan menjaga user experience pengunjung website. Pemilik website perlu menimbang risiko pelanggaran hak cipta konten asli mereka terhadap kemudahan akses konten bagi pengunjung.

Cara Menonaktifkan Klik Kanan/ Disable Klik Kanan untuk Proteksi Konten

Selain mengaktifkan hotlink protection, menonaktifkan klik kanan adalah langkah yang kerap pemilik website ambil untuk melindungi konten mereka. Jika setelah mempertimbangkan plus minus Anda memutuskan mengambil langkah ini, berikut adalah langkah- langkah yang dapat Anda ambil untuk disable klik kanan :

Cara Menonaktifkan Klik Kanan di WordPress

Ada tiga cara berbeda yang bisa kita gunakan untuk menonaktifkan klik kanan di website WordPress. Cara pertama adalah dengan Javascript, kemudian dengan CSS, dan yang ketiga menggunakan plugin WordPress.

Disable Klik Kanan dengan Javascript

Cara paling efektif untuk disable klik kanan di halaman web adalah dengan Javascript. Untuk eksekusinya, sobat Panda bisa menggunakan metode preventDefault() dengan addEventListener() dan menu konteks.

Sobat Panda bisa melakukannya dengan mudah dengan menempelkan kode di bawah ini di bawah kode tag <head> atau sebelum tag </body> : 

document.addEventListener('contextmenu', event => {
    event.preventDefault();
});

Disable Klik Kanan dengan CSS

Selain javascript, kamu juga bisa menggunakan metode CSS untuk menonaktifkan klik kanan di website WordPress. Metode ini akan melibatkan pengaturan properti “pointer-events” ke “none” untuk elemen yang ingin sobat Panda nonaktifkan dengan klik kanan.

Berikut kode CSS yang bisa kamu tambahkan : 

body {
    pointer-events: none;
}

Disable Klik Kanan dengan Plugin

Cara lain yang dapat kamu gunakan untuk disable klik kanan di website WordPress adalah dengan metode plugin. Tanpa menambahkan kode secara manual, plugin WordPress adalah opsi teraman yang dapat kamu coba.

Salah satu plugin yang recomended untuk kamu coba adalah Disable Right Click. Kamu bisa menginstalnya dengan masuk ke menu Plugin, lalu pilih Add New > Cari nama plugin > Instal dan Aktifkan. Selanjutnya, kamu bisa melanjutkan konfigurasi dengan pandunan sederhana dari penyedia plugin ini.

Cara Menonaktifkan Fungsi Klik Kanan di Blogspot

Blogspot adalah platform blog yang sangat populer di Indonesia. Banyak blogger menggunakan Blogspot untuk membuat blog pribadi maupun bisnis.

Ada beberapa fitur di Blogspot yang bisa kamu manfaatkan untuk menonaktifkan fungsi klik kanan, sehingga konten website terlindungi dari pencurian. Berikut ini langkah-langkahnya:

  • Masuk ke dashboard Blogspot, lalu pilih menu Template. 
  • Pilih Edit HTML untuk mengedit kode HTML dari template Blogspot.
  • Cari tag <body> lalu tambahkan atribut oncontextmenu=”return false” dengan kode berikut ini :
<body oncontextmenu='return false' onmousedown='return false' onselectstart='return false' onkeypress='return false'>
  • Simpan perubahan kode HTML.
  • Publikasikan kembali template yang sudah kamu modifikasi.

Dengan menambahkan kode tersebut, fungsi klik kanan di blog Blogspot akan menjadi nonaktif. Pengunjung tidak akan bisa menyalin atau mengunduh gambar maupun konten di blog dengan klik kanan.

Cara Menonaktifkan Fungsi Klik Kanan di Joomla

Jika website sobat Panda menggunakan menggunakan CMS Joomla, kamu bisa menggunakan plugin yang berfungsi menonaktifkan fungsi klik kanan di website seperti Anticopy atau No Right Click.

Untuk menggunakan plugin tersebut, kamu bisa menginstalnya di website Jomla dengan ekstensi yang tersedia di extensions.joomla.org. Setelah itu, ikuti panduan instalasi dan konfigurasi untuk melakukan setting non aktif klik kanan sesuai kebutuhan.

Cara Menonaktifkan Fungsi Klik Kanan di Sitepro

Sitepro adalah salah satu platform pembuatan website yang cukup populer di Indonesia. Fitur-fitur Sitepro yang lengkap memungkinkan kita untuk menonaktifkan fungsi klik kanan dengan memanfaatkan fitur Script.

Kamu dapat mengakses fitur ini lewat menu Setting dan menentukan apakah disable klik kanan diterapkan di seluruh halaman atau di laman tertentu saja. Berikut adalah script yang perlu kamu masukkan ke dalam kolom sebelum </body> : 

<script>
document.addEventListener("contextmenu", function(e){
    e.preventDefault();
}, false);
</script>

Selesaikan dengan klik ‘Apply’ dan ‘Publish’.

Kesimpulan

Menonaktifkan fungsi klik kanan di website bisa memberi banyak manfaat, terutama dalam melindungi konten dari pencurian atau penyalahgunaan. Namun tentu saja ada juga kekurangannya, seperti mengurangi kemudahan akses bagi pengguna.

Untuk menonaktifkan fungsi klik kanan, caranya berbeda tergantung platform yang sobat Panda gunakan. Pada WordPress dan Blogspot, sobat Panda bisa menggunakan kode javascript tertentu. Sedangkan Joomla, Sitepro dan Weebly, masing-masing menyediakan pengaturan khusus di backend/dashboard admin.

Pastikan selalu testing setelah mengaktifkan pembatasan ini agar fungsi website tidak terganggu. Pertimbangkan juga apakah benar-benar perlu menonaktifkan klik kanan mengingat kemudahan akses yang berkurang bagi pengguna.

Selain opsi ini, kamu juga bisa melaporkan pengambilan konten yang tidak bertanggung jawab lewat DMCA Google. Dengan melakukan pelaporan ini, DMCA akan melakukan penyidikan dan memberikan hukuman kepada mereka yang terbukti mencuri konten.

Semoga bermanfaat!

Apa itu User Experience : Definisi, Fungsi & Tips Penerapannya

Apa itu User Experience : Definisi, Fungsi & Tips Penerapannya

Bicara tentang User Experience (UX), artinya kita sedang membicarakan salah satu aspek terpenting yang menentukan kelangsungan sebuah bisnis. User Experience, alias pengalaman pengguna terutama identik dengan dunia desain dan pengembangan produk secara digital. Baik itu melalui website, aplikasi mobile atau software komputer.

Seperti yang kita tahu, salah satu faktor yang membuat orang terus menggunakan sebuah produk adalah pengalaman dan kenyamanan saat bereksplorasi. Saat pengguna merasa nyaman dalam bereksplorasi pada website dan aplikasi, ia akan betah berada di sana dan melakukan banyak hal.

Sebaliknya, saat aplikasi terasa lambat, berat dan tidak nyaman karena banyak hal carut marut, mereka akan merasa ketidaknyamanan. Ini artinya, aplikasi tersebut mempunyai user experience yang buruk.

Apa itu User Experience (UX)?

Definisi dari User Experience (UX) adalah pengalaman pengguna saat berinteraksi atau menggunakan sebuah produk atau jasa, dimana pengalaman tersebut ditaksir dari mudahnya user dalam menemukan apa yang mereka butuhkan.

UX yang baik didesain untuk memudahkan pengguna dalam meraih tujuan mereka. Misalnya saat pengguna mengakses sebuah website atau aplikasi, pengguna ini semua berjalan dengan lancar. Mereka ingin bisa mengakses situs dengan mudah, mengakses menu tanpa kendala, proses transaksi cepat, tampilan website mobile friendly dari device yang mereka akses dan lain sebagainya.

Dengan pengalaman yang baik tersebut, maka akan tercipta hubungan yang positif antara pengguna dan produk. Sebaliknya, pengalaman yang buruk bisa berdampak pada reputasi perusahaan dan meningkatnya customer churn rate.

Mengapa User Experience (UX) Penting?

Definisi dari User Experience / Pengalaman Pengguna

Apapun bisnisnya, Anda tidak akan pernah bisa mengabaikan pengalaman pengguna. Produk atau layanan dengan UX yang buruk berpotensi lebih besar untuk ditinggalkan pengguna. UX yang buruk akan mendorong pengguna untuk mencari alternatif yang lebih baik.

Sebaliknya, pengalaman pengguna yang baik bisa membantu pengguna untuk membangun loyalitas pelanggan. Selain itu, tentu ada banyak manfaat lain dari UX yang berkualitas. Berikut adalah poin- poin untuk meyakinkan Anda betapa pentingnya User Experience : 

1. Loyalitas Pelanggan

Pengalaman pengguna yang baik akan berdampak pada tingkat kepuasan pelanggan. Pelanggan tidak akan berhenti pada pembelian pertama saja. Karena dengan pengalaman baik yang ia bawa, ia akan kembali menggunakan situs dan aplikasi, dan membeli kembali.

Tidak jarang juga, pelanggan yang bahagia ini akan menjadi agen Word-of-Mouth bisnis Anda. Dengan sukarela ia akan menyebarkan testimoni pelanggan dan mempromosikan bisnis Anda secara gratis ke orang- orang terdekatnya.

2. Produktivitas dan Efisiensi

User experience yang baik sering berbanding lurus dengan kinerja produktivitas seseorang. Misalnya saja saat aplikasi berjalan dengan lancar dan cepat, tentunya arus transaksi juga berjalan mulus sesuai dengan fungsional aplikasi.

Sebaliknya, apa yang terjadi jika aplikasi sering lemot hingga crash saat seseorang akan melakukan transaksi? Pelanggan bisa menjadi ragu untuk bertransaksi. Atau bisa juga, mereka yang buru- buru akan segera mencari alternatif lain ke kompetitor Anda. Masuk akal, bukan?

3. Sarana Investasi

User Experience adalah investasi yang bermakna dalam bisnis. Dengan mengalokasi tenaga, waktu dan modal untuk membuat aplikasi dan situs web, tentu kita berharap investasi ini memberi hasil yang baik.

Hasil baik ini bisa kita peroleh saat investasi ini benar- benar kita maksimalkan. Ciptakan UX yang baik dan lakukan maintenance berkala untuk membuat pelanggan betah dan menjadi customer loyal Anda.

Fungsi dan Manfaat User Experience yang Baik

Setelah mengetahui pentingnya User Experience dalam sebuah produk dan layanan, tidak kalah penting juga untuk memahami beragam fungsi dan manfaat dari user experience yang baik.

Berikut adalah beberapa fungsi dari User Experience : 

1. Mempermudah Pengguna

UX dirancang untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan untuk pengguna. Pengguna harus merasa bahwa website atau aplikasi yang mereka gunakan mudah dan menjawab permasalah mereka.

Melalui proses riset UX, bisnis diharapkan dapat menghasilkan website atau aplikasi yang mudah digunakan oleh audiens mereka. 

2. Meningkatkan Minat Pengguna

Fungsi kedua dari User Experience yang baik adalah menarik minat pengguna. Dengan pengalaman yang baik, pengguna akan tertarik untuk menggunakan aplikasi secara terus- menerus.

3. Memenangkan Persaingan Bisnis

Terakhir, fungsi UX adalah untuk memenangkan persaingan bisnis. Tidak bisa kita pungkiri, persaingan bisnis semakin beragam dan variasi produk digital makin bertambah setiap waktu. Untuk bisa bersaing dengan kompetitor lama dan baru, produk dan layanan yang kita miliki harus selaras dengan kemudahan dan kenyamanan untuk pengguna kita.

3. Meningkatkan Engagement dan Sales

Dengan berbagai kemudahan untuk pengguna, UX dapat menjadi bahan bakar yang mendorong meningkatnya engagement dan sales. Jika pengguna sudah nyaman berinteraksi dan menemukan apa yang mereka butuhkan di situs Anda, tentu akan berdampak pada meningkatnya penjualan.

Apa yang Terjadi Jika User Experience Buruk? Ini Efeknya untuk Bisnis Anda!

Ilustrasi Gambar: Pixabay

Pengalaman pengguna yang buruk bisa memberikan efek yang juga buruk untuk bisnis Anda. Apa saja? Antara lain sebagai berikut :

1. Merusak Reputasi

Satu saja pengguna yang mengumbar pengalaman buruk dengan bisnis Anda, efeknya bisa kemana- mana. Terlebih di era media sosial seperti ini.

Ulasan buruk di media sosial sangat mudah viral dan ulasan buruk di Google Business Profile mudah terbaca oleh audiens lokal. Alhasil, ini bisa merusak reputasi bisnis yang Anda bangun dengan kerja keras.

2. Pengguna Berhenti Membeli dari Anda

Ini adalah efek paling sering terjadi dari user experience yang buruk. Awalnya, pengguna produk Anda percaya kalau apa yang mereka beli bisa membantu mengatasi mereka.

Sayangnya, user experience yang buruk justru memberi mereka sebaliknya, yaitu kesulitan mendapatkan apa yang mereka butuhkan. Akhirnya, mereka berhenti menggunakan produk Anda. Bahkan bisa saja, mereka pergi sebelum membeli dari Anda.

3. Bakar- Bakar Uang

Menurut Fresh Consulting, memperbaiki UX yang buruk usai produk dirilis berpotensi lebih mahal 100x daripada mempunyai user experience yang bagus sejak awal. Tentu saja ini sangat merugikan sebuah bisnis!

4. Kerugian Berkelanjutan

Jika UX yang buruk tidak segera diperbaiki, hal ini dapat menimbulkan kerugian berkelanjutan. Pelanggan semakin banyak yang hilang sampai batas yang tidak bisa ditoleransi, yang bisa membuat sebuah bisnis tutup buku.

Faktor- Faktor yang Mempengaruhi UX

Dalam pengembangan produk dan layanan, UX harus menjadi fokus sejak awal. Berikut adalah beberapa faktor utama yang mempengaruhi pengalaman pengguna :

  • Desain Visual : Tampilan antarmuka yang menarik dan ramah pengguna akan membantu pengunjung situs untuk nyaman berinteraksi dengan produk dan layanan bisnis Anda.
  • Navigasi : Sistem navigasi yang baik berfungsi membantu pengguna untuk menjelajah dengan mudah. Navigasi dapat membantu pengguna untuk menikmati setiap fitur dan menuju laman yang pengguna butuhkan dengan cepat.
  • Keterjangkauan : Pastikan produk mudah diakses dan digunakan oleh berbagai kelompok pengguna. Termasuk mereka yang tidak mahir teknologi atau mereka dengan keterbatasan fisik dan kognitif.
  • Kecepatan : Pastikan juga website atau aplikasi memiliki waktu muat halaman yang baik. Kecepatan : Aplikasi dan website adalah faktor kunci untuk membuat pelanggan tetap betah di situs Anda.
  • Konsistensi : Konsistensi dalam desain dan interaksi membantu pengguna merasa familiar dengan produk dan layanan Anda dari satu bagian ke bagian lainnya.

Tips Penerapan User Experience yang Disukai Pelanggan

Tidak ada bisnis yang ingin merasakan dampak merugikan jika user experience buruk, bukan? Oleh sebab itu, Anda bisa menerapkan beberapa tips berikut ini : 

1. Identifikasi Rencana Perubahan

Perubahan tidak selalu bermakna baik. Misalnya saat tiba- tiba saja Anda menyadari struktur website dan aplikasi yang hampir mirip satu sama lain. Tiba- tiba saja Anda merasa harus merubahnya segera.

Padahal, memang banyak struktur website atau aplikasi yang mirip satu sama lain. Mengapa begitu? Karena struktur itu terbukti berfungsi dengan baik. Selain itu, pengunjung mungkin sudah sangat familiar dan nyaman menggunakan struktur tersebut.

Jika sudah melakukan identifikasi, Anda bisa menentukan langkah selanjutnya. Apakah perlu berubah untuk terlihat berbeda dengan kompetitor? Tapi bagaimana justru membuat pengguna Anda bingung dengan perubahan tersebut dan merasa tidak nyaman?

Atau mungkin hanya perlu melakukan improvement minor saja? Misalnya memperbaiki copywriting dan mengoptimalkan CTA (Call-to-Action) di website.

2. Desain Sederhana, Konsisten dan Responsif

Saat berpikir memperbaiki UX, pebisnis kerap terjebak dalam menciptakan desain yang rumit. Padahal, pengguna lebih suka desain yang sederhana dan tidak rumit.

Selain itu, desain juga perlu konsisten agar tidak membingungkan. Jangan sampai pengunjung menjadi tidak nyaman karena perubahan yang terlalu sering dari situs/aplikasi.

Untuk menciptakan desain yang nyaman dan konsisten, ada beberapa poin yang dapat Anda terapkan : 

  • Setiap laman perlu punya tujuan yang jelas. Misalnya, laman keranjang hanya untuk menampung daftar barang yang ada di keranjang pengguna.
  • Pastikan konsistensi desain di setiap laman. Pemilihan warna, font, ikon, hingga gambar perlu mempunyai tema yang seragam.
  • Letakkan informasi tambahan di bawah. Misalnya saja informasi rekomendasi produk sejenis atau produk unggulan.
  • Pastikan situs responsif dan mobile friendly. Artinya, situs Anda dapat diakses dengan mudah dan nyaman di device yang berbeda.

3. Pahami Kebutuhan dan Keinginan Pengguna

Pengguna adalah fokus utama dalam mengembangkan UX. Memahami apa yang mereka inginkan dan menggap kalau pengguna membutuhkannya adalah dua hal yang berbeda.

Hindari menggunakan asumsi tentang kebutuhan pengguna. Alih- alih berasumsi, lakukan riset UX secara mendalam untuk mengetahui apa yang sebenarnya pengguna butuhkan dan inginkan.

Untuk melakukannya, Anda bisa mencoba usability testing ke pengguna untuk mendapatkan feedback. Atau bisa juga, mengawasi bagaimana pengguna menggunakan produk yang mirip.

Anda juga bisa menggunakan metode survey dengan untuk mendapatkan jawaban dari tiga pertanyaan berikut : 

  • Bagaimana persona dan demografi audiens Anda? Misalnya saja perempuan dan laki- laki berusia 25 ke atas, paham teknologi dan tipikal orang yang suka barang- barang bermerek.
  • Apa yang pengguna butuhkan? Bagaimana cara Anda memberi solusi terhadap kebutuhan mereka?
  • Seberapa sulit menggunakan produk Anda? Buat opsi pilihan (misalnya mudah, cukup sulit, dan sulit), serta minta pengguna untuk mendeskripsikan alasannya.

4. Buat Hal- Hal Penting Menonjol

Dalam website dan aplikasi, UX terbaik akan membantu pengguna untuk menemukan sesuatu yang dicari tanpa usaha berlebihan. Hal seperti ini lah yang memang pengguna inginkan!

Untuk itu, pastikan Anda mengatur agar hal- hal penting menjadi sangat mudah terlihat daripada yang lainnya. Beberapa tips yang dapat Anda terapkan antara lain :

  • Hal- hal penting di sebuah halaman harus terlihat paling menonjol. Mulai dari judul artikel, pengumuman, promo terbatas, info tertentu, dan yang lainnya.
  • Pengguna harus tahu mereka berada dimana. Artinya, pengguna tahu segmen yang sedang mereka akses di website atau aplikasi. Apakah mereka berada di laman keranjang, laman produk, atau laman lainnya. Buatlah navigasi situs menjadi jelas dan mudah dipahami.
  • Call-to-action (CTA) harus menonjol, jelas dan menarik. CTA yang jelas membantu pengguna untuk memahami tujuan mereka dan mendorong mereka melakukan tindakan lanjutan.
  • Perhatikan Warna. Tema warna pada website mengandung makna psikologis yang dapat mempengaruhi audiens. Selain itu, pengguna umumnya juga familiar dengan warna- warna spesifik di produk digital. Misalnya warna biru untuk link, merah untuk peringatan, dan lain sebagainya.
  • Perhatikan kolom pencarian. Anda perlu menambahkan kata “Cari” atau “Search” agar pengguna menyadari keberadaan dan fungsinya.

5. Berikan Pengalaman Menggunakan Layanan yang Mudah untuk Pengguna

Apapun platform nya, entah itu aplikasi atau website, pengguna harus bisa mencapai tujuan mereka dengan mudah dan lancar. Pada akhirnya, ini lah yang ingin Anda raih dari sebuah UX.

Pastikan semua poin- poin di atas terpenuhi agar pengguna mempunyai perjalanan yang mulus untuk mendapatkan yang mereka inginkan. Semua laman, navigasi, dan button harus membawa pengguna selangkah lebih dekat ke tujuan mereka.

Hindari memberikan mereka laman berisi informasi tidak penting, laman error, atau justru laman yang membawa pengguna balik lagi ke perjalanan awal. Jika pengguna menemukan laman- laman itu, mereka akan frustasi dan meninggalkan website saat itu juga.

Kesimpulan

User Experience (UX) atau Pengalaman Pengguna adalah fondasi kesuksesan sebuah produk dan layanan dalam bisnis. Kesuksesan UX dapat ditaksir dari kemudahan pengguna dalam menemukan apa yang mereka butuhkan dan melakukan tindakan lanjutan.

Fokus UX bukan hanya tentang antarmuka yang menarik secara visual, tapi juga menciptakan pengalaman yang nyaman, efisien, dan sesuai kebutuhan. Dengan memahami pentingnya UX dan manfaatnya untuk kelangsungan bisnis, selanjutnya Anda dapat menerapkan beberapa hal di atas untuk menciptakan pengalaman pengguna terbaik untuk audiens Anda.

Pada akhirnya, User Experience bukan hanya untuk menciptakan kenyamanan terbaik untuk pengguna dalam menjelajah produk dan layanan Anda. Lebih dari itu, UX adalah investasi penting untuk bisnis karena mendorong engagement dan konversi sales yang lebih optimal.

Mengenal Secara Lengkap Apa itu Whois Domain dan Whois Privacy

Mengenal Secara Lengkap Apa itu Whois Domain dan Whois Privacy

Whois Domain dan Whois Privacy mungkin adalah hal selanjutnya yang sangat ingin Anda ketahui setelah memahami apa itu domain dan hosting. Anda bisa sambil menebak- nebak juga kalau kata ini berasal dari kata bahasa Inggris “who is”, yang bila kita terjemahkan artinya “siapa yang”.

Ya, pengertian dari Whois memang erat kaitannya dengan makna singkatnya. Ini mungkin berkaitan dengan informasi dari si pemilik domain, untuk merujuk kata siapa. Yang pasti, Whois merupakan informasi penting dari sebuah domain yang mungkin bisa dilihat oleh siapapun.

Apa itu Whois Domain dan Whois Privacy?

Mencari data pemilik domain di Whois

Pengertian dari Whois adalah sebuah layanan internet yang bekerja untuk menyediakan informasi data tentang sebuah domain tertentu.

Dengan mengakses Whois, Anda bisa mengetahui info kepemilikan domain. Mulai dari nama pemilik, kontak, alamat, tanggal domain mulai digunakan, alamat dan sebagainya.

Melalui informasi ini, jika sebuah website melakukan pelanggaran hukum, maka data pemilik domain bisa tracking lebih untuk proses hukum selanjutnya.

Kata “whois” memang merujuk pada kalimat “who is” atau siapa. Namun lebih lengkapnya, who is merupakan representasi dari pertanyaan  “Who is the owner responsible for a domain name or IP address?”. Alias, siapa sih pemilik yang bertanggungjawab terhadap nama domain dan IP address ini?

Seperti yang pernah Panda jelaskan di artikel Apa itu Domain, saat membeli sebuah domain, nama domain akan didaftarkan melalui perusahaan yang kita sebut registries, yang terakreditasi oleh Internet Corporations for Assigned Name and Number (ICANN).

Sebagai pengelola ketentuan domain di seluruh dunia, ICANN bekerja mengawasi database keseluruhan di internet untuk memastikan jaringan beroperasi secara aman dan stabil. Dalam proses pendaftaran ini, registrar akan meminta pengguna untuk mengisi formulir yang berupa identitas kepemilikan domain.

Whois terdiri dari dua layanan yang berbeda, yaitu Whois Domain dan Whois Privacy. Apa perbedaan keduanya? Simak lebih lanjut di segmen di bawah ini ya!

Pengertian Whois Domain

Whois Domain merupakan sekumpulan informasi berisi data- data dari pemilik domain dimana informasi ini akan tersimpan di database khusus. Sebagai penanggungjawab, registries berperan mengelola database sekaligus proses maintenance dan perbaikan masalah.

Contoh Data Domain di Whois

Beberapa informasi kontak yang secara otomatis ditetapkan di domain antara lain : 

  • Server Name : Penanggungjawab atau pemilik domain. Data ini bisa berupa individu, organisasi atau pemerintah.
  • Billing Contact : Informasi organisasi atau individu yang berkaitan dengan rincian tagihan pembayaran domain.
  • Technical Contact : Individu atau pihak tertentu yang bisa dihubungi untuk mengatasi masalah teknis penggunaan domain.
  • Contact Administrative : Individu yang mempunyai wewenan untuk membuat keputusan dan menjawab semua pertanyaan terkait nama domain.

Pengertian Whois Privacy

Ada Whois Domain, ada pula Whois Privacy.

Ada sebagian dari kita yang mungkin khawatir jika informasi kepemilikan domain bisa diketahui dengan mudah. Untuk menghindari hal yang tidak kita inginkan, seperti alamat rumah yang bisa dilacak untuk berbagai kemungkinan cyber crime, ada fitur perlindungan yang bernama Whois Privacy Protection.

Whois Privacy ini sendiri merupakan fitur tambahan dari penyedia domain untuk melindungi informasi dan data pribadi pemilik domain. Dengan fitur privacy, pemilik bisa menyembunyikan semua data pribadi dari domain terdaftar sehingga tidak ada yang bisa melihat data kita, kecuali atas mekanisme pihak berwajib.

Dengan fitur ini, maka kita bisa meminimalisir hal- hal yang merugikan kita. Seperti pencurian data pribadi, tindakan spam, transfer fake domain, hingga phising.

Mengenal Fungsi Whois Secara Umum

Membaca penjelasan Panda di atas, sekarang saatnya mengetahui lebih lanjut apa saja fungsi dari Whois. Tentunya selain sebagai sumber informasi kepemilikan domain, Whois mempunyai berbagai fungsi lain yang bisa kita andalkan :

  • Melakukan riset nama brand atau merek dagang dari sebuah domain.
  • Membantu pengguna untuk pengecekan nama domain, apakah sudah terpakai orang lain atau belum.
  • Tool untuk mengetahui info IP address secara instan di beberapa platform.
  • Membantu aparat kepolisian dalam mekanisme penegakan hukum kejahatan internet. Seperti situs ilegal, penipuan, propaganda teroris, dan sejenisnya.
  • Meningkatkan kredibilitas domain, karena informasi yang jelas akan membuat pengguna merasa aman dalam bertransaksi.

Fungsi Whois Privacy

Fitur Whois Privacy mempunyai deretan fitur penting untuk pemilik domain. Terutama untuk Anda yang sangat aware dengan cyber security.

Jadi apa saja fungsi Whois Privacy?

Contoh Data Domain dengan Whois Privacy

Berikut beberapa poin yang bisa meyakinkan Anda : 

1. Menyembunyikan Lokasi Tinggal

Faktanya, keamanan adalah hal yang sangat penting di era digital. Membiarkan alamat rumah atau identitas Anda terekspos bisa sangat membahayakan.

Tentunya Anda tidak ingin ada kemalangan tidak terduga yang terjadi karena faktor privasi terumbar ini, kan? Itulah mengapa menyembunyikannya bisa menjadi pilihan yang penting untuk banyak orang.

2. Menghindari Pencurian Identitas

Pencurian identitas bisa terjadi saat informasi penting terekspos. Dengan Whois Privacy, kita akan melindungi data diri dari orang- orang yang ingin memanfaatkan data diri kita untuk tindak kejahatan.

Misalnya saja dengan membuat akun bodong dengan identitas yang tertera dan bertujuan melakukan penipuan.

3. Memblokir Spam

Menampilkan kontak detail terekspos sama artinya memberi celah spammer menyerang akun kita. Dengan menggunakan Whois Privacy, kita selangkah lebih baik untuk menjaga inbox dari serangan email masuk yang tak jelas asalnya.

4. Menghindari Tawaran Bisnis yang Tak Diinginkan

Untuk pemilik bisnis, tentu Anda tidak ingin sembarangan dihubungi tanpa tujuan yang jelas. Umumnya Anda hanya ingin orang- orang menghubungi sesuai kontak customer service yang tertera di website saja.

Namun tanpa Whois Privacy, Anda tidak punya kontrol penuh untuk menghindari kontak yang ingin terhubung. Bahkan tawaran bisnis yang sama sekali tidak Anda inginkan.

Tujuan  Whois

Kecuali untuk tujuan spam dan pemasaran, Whois pada dasarnya bisa kita gunakan untuk berbagai tujuan yang sah. Whois juga tidak memungkinkan pengguna untuk menjalankan proses- proses otomatis bervolume tinggi selain untuk manajemen domain.

Layanan Whois juga bisa membantu administrator jaringan dalam menemukan dan memperbaiki masalah sistem, termasuk stabilitas internet.

Whois bertujuan untuk menjaga ekosistem internet yang sehat dan aman. Dengan penggunaan yang tepat, pengguna bisa terhindar dari tindak penipuan, menentukan ketersediaan domain, hingga meminimalisir spam.

Cara Kerja Whois

Whois mempunyai cara kerja yang sederhana. Saat pertama kali membeli domain, pengguna harus mengisi informasi data diri secara lengkap sesuai dengan formulir registries.

Jika nantinya pengguna berubah alamat atau nomor telepon, maka pengguna perlu memperbarui informasi ke pihak registries. Hal ini merupakan kewajiban untuk setiap orang yang membeli domain.

Hindari untuk memberikan informasi salah atau palsu. Karena hal ini bisa membuat pihak registries menolak pendaftaran atau bahkan memblacklist kita dari layanan penyedia domain. Ini juga bisa berlaku jika kita tidak memberikan informasi terkini dari data kontak kita. Untuk itu, penting untuk memberikan informasi yang teliti agar terhindar dari kesalahan informasi.

Selain registries, ICANN juga menyimpan informasi domain kita di database mereka. Data ini akan dikelola untuk kepentingan hak dan penggunaan nama domain.

Oleh karena itu, untuk melindungi sejumlah data sensitif seperti nomor telepon dan alamat, pihak registries akan menawarkan layanan Whois Protection. Dengan mengaktifkan fitur proteksi ini, informasi sensitif ini tidak akan terekspos.

Setelah semua proses pengisian data selesai, nama domain kita akan siap digunakan. Dalam proses ini, registries berperan sebagai jembatan antara ICANN dan pembeli. Registries nanti jugalah yang bertugas memelihara DNS dan hal- hal teknis terkait dengan operasi domain.

Cara Mudah Menggunakan Whois

Ada beberapa cara yang bisa pakai untuk menggunakan Whois. Mulai dari menggunakan tool berbasis web hingga menggunakan command line.

Berikut adalah beberapa cara untuk menggunakan Whois yang bisa kita coba : 

1. Menggunakan Website Tools Whois Lookup

ICANN mengatur agar proses pencarian data Whois (Whois Lookup) menjadi sangat mudah. Salah satu yang bisa Anda gunakan misalnya Whois.com. Website ini memungkinkan Anda untuk menelusuri kepemilikan nama domain yang ingin Anda ketahui.

Setelah masuk ke website dengan layanan Whois Lookup ini, Anda bisa memasukkan nama domain yang ingin Anda telusuri, lalu Enter. Seketika Anda akan mendapatkan summary informasi kepemilikan dari domain yang Anda telusuri.

2. Menggunakan Command Line di Laptop

Cara kedua untuk menggunakan Whois adalah menggunakan Command Line di perangkat komputer kita. Jika menggunakan OS Windows, Anda bisa menggunakan Windows Command Prompt dan mengetikkan whois -v diikuti nama domain. Misalnya saja, ‘whois -v pandagila.com.’

Untuk pengguna OS Linux Anda bisa menggunakan Linux’s Lookup command. Sedangkan untuk pengguna OS Mac, Anda bisa membuka Whois query di Mac, dan ketik whois diikuti nama domain.

3. Memanfaatkan Pencarian Whois IP

Mungkinkan kita menemukan siapa yang mengontrol sebuah IP Address? Sangat mungkin!

Untuk mendapatkan informasi kontak dan lokasi geografis IP pemilik, Anda bisa menggunakan tool berbasis browser. Anda tinggal mengetikkan IP Address ke dalam kotak pencarian di IP Lookup. Kotak pencarian ini biasanya berada di lokasi yang sama dengan kotak untuk pencarian domain.

Jika pemilik tidak menggunakan Whoisguard, Anda akan bisa melihat informasi kepemilikan ditampilkan.

Kesimpulan

Sederhananya, Whois merupakan kumpulan data dan informasi kepemilikan sebuah domain. Mulai dari nama pemilik, alamat nomor telepon, email, dan sebagainya, yang bisa terlihat oleh siapapun.

Tujuan dari penggunaan Whois Domain untuk informasi data ini adalah agar saat website terbukti melakukan pelanggaran hukum, maka data pemilik domain bisa dilacak untuk proses penegakan hukum.

Namun, eksposur data di internet tentu bisa menimbulkan kekhawatiran tersendiri untuk pemilik bisnis. Untuk itu, Anda bisa menggunakan fitur tambahan bernama Whois Privacy Protection. Dengan fitur proteksi ini, data- data tidak akan terlihat begitu saja, sehingga Anda kana terhindari hal- hal tidak diinginkan seperti pencurian domain atau spammer. Data kepemilikan domain hanya tidak bisa ditelusuri, kecuali melalui proses hukum oleh pihak berwajib.

Nah, ini dia informasi lengkap seputar Whois Domain dan Whois Privacy. Semoga informasi ini bermanfaat dan semakin memantapkan Anda yang sedang berburu domain.