Type to search

Blogging SEO

Website Audit : Apa itu Website Audit & Cara Efektif Melakukannya

Pengertian website audit & cara melakukan website audit

Untuk para webmaster, website audit mungkin bukan istilah yang asing. Hanya saja, banyak yang beranggapan kalau website audit ini tidak begitu penting kecuali untuk skala bisnis yang besar. Benarkah begitu?

Kenyataannya, website audit penting untuk siapa saja yang menggunakan strategi digital dalam pemasarannya. Tentu kita perlu mencari tahu mengapa konservasi sangat minim meski lalu lintas website lumayan tinggi.

Atau, kita juga perlu menganalisa mengapa belakangan ini pengunjung website menurun secara konsisten? Dan mungkin ada masalah- masalah lain yang kurang kita perhatikan padahal berdampak untuk jangka panjang.

Apa itu Website Audit?

Website audit atau audit website adalah serangkaian pemeriksaan secara sistematis yang kita lakukan pada website untuk mengetahui masalah kesehatan website dan hal- hal yang kita perlu tingkatkan dari website tersebut.

Dalam pemeriksaan ini, kita akan mengetahui kondisi sebuah website dan membandingkan kondisinya pada saat ini dan kondisi ideal yang seharusnya.

Dalam audit website, setidaknya ada lima aspek yang perlu diperhatikan, yaitu :

  • Aspek Desain
  • Aspek Konten dan Halaman
  • Aspek Kegunaan dan Manfaat
  • Aspek Tujuan dan Target Marketing
  • Aspek Keamanan dan Backup

Mengapa Audit Website Perlu Dilakukan?

Ada beberapa pemilik website yang merasa sudah puasa dengan trafik yang banyak dan konversi yang cukup. Padahal, apabila pemilik website ini melakukan audit dan menemukan beberapa hal yang bisa diperbaiki, traffic dan konversi bisa menjadi lebih optimal lagi.

Melakukan audit pada website akan membantu kita mengetahui serta menilai seberapa optimal performa website kita dan potensinya. Kita juga bisa mengetahui seberapa tangguh website kita dibanding dengan kompetitor sejenis.

Secara ringkas, berikut ini adalah beberapa manfaat dari melakukan audit website :

  • Mengetahui kekurangan website
  • Melakukan pengukuran kesehatan situs web secara menyeluruh
  • Melakukan analisa terhadap performa website (trafik vs konversi)
  • Melakukan optimasi terukur sesuai dengan kebutuhan website
  • Memaksimalkan potensi website dengan cara memperbaiki kekurangan yang ada
  • Sebagai fondasi untuk melakukan strategi marketing yang tepat dan efektif

Melakukan audit website akan memberi kita hasil apa saja yang harus diperbaiki dari website kita dan menambal kekurangan itu segera. Artinya, strategi yang kita lakukan, baik secara SEO maupun marketing keseluruhan akan lebih terarah dan tepat.

Jika Anda melewatkan tahapan ini, tentu Anda tetap melakukan optimasi SEO dan strategi digital marketing lainnya. Tapi mungkin ada beberapa hal yang seharusnya diprioritaskan, namun terlewat karena tidak kita sadari.

Cara Melakukan Audit Website

Inti dari kegiatan website audit adalah mengidentifikasi benchmark atau peninjauan potensial masalah pada website. Selanjutnya, webmaster akan mengumpulkan problem tersebut dan membandingkan standar SEO yang berlaku.

Setelah melakukan perbaikan, cobalah untuk mengidentifikasi kembali dengan benchmark yang digunakan.

Untuk lebih lengkapnya, berikut ini adalah beberapa step yang bisa dilakukan dalam audit website :

1. Identifikasi Benchmark

Identifikasi benchmark bisa dilakukan dengan menggunakan website audit tools. Proses ini bisa dilakukan dengan tool audit website, seperti Semrush.

Untuk menggunakan layanan Semrush ini, pemilik website perlu mendaftar akun lebih dulu, dan melakukan verifikasi email. Selanjutnya, pemilik website bisa melakukan satu kali audit secara gratis.

Jika sudah terdaftar, pengguna bisa menggunakan beberapa tool SEO yang tersedia di Semrush, termasuk salah satunya adalah audit website.

Untuk mulai menggunakannya, kita bisa masuk ke akun Semrush kita, lalu di bagian Sidebar bisa memilih SEO Tool Kit > Site Audit. Masukkan situs web Anda, lalu klik ‘Start Audit’.

Pengguna versi gratis bisa melakukan audit hingga 100 halaman, sedangkan pengguna berbayar bisa melakukan audit hingga 100.000 halaman. Tunggu hingga proses audit selesai.

Selain site audit, tool ini juga bisa digunakan untuk track ranking website dan juga performa SEO On Page.

2. Mengumpulkan data SEO

Setelah proses audit selesai, Anda akan mendapatkan total skor dari nilai website audit. Semakin tinggi nilainya, maka skor akan semakin baik.

Di tahap ini Anda akan memperoleh informasi apa saja masalah dalam situs Anda. Ada kategori error, dan warning. Error adalah indikasi masalah yang harus segera diperbaiki. Sedangkan warning adalah bagian kedua yang perlu dilakukan improvement.

Selain error dan warning, ada juga bagian notice untuk melihat laporan lengkap audit yang diarahkan ke Link View All Issue. Di bagian ini akan ditampilkan semua informasi mengenai hal- hal yang diuji dalam audit.

Misalnya saja broken internal link, external link, wrong page, image not found, dan masih banyak lagi. Dengan mengklik salah satunya, Anda akan diarahkan ke detail dari masalah tersebut.

Misalnya saat Anda mengklik parameter broken internal image, maka saat diklik akan ditampilkan laporan sejumlah halaman dengan gambar internal yang rusak.

3. Bandingkan Standar dan Lakukan Analisa

Setelah melalui step #2, kini Anda mengetahui masalah yang terjadi pada website Anda. Langkah selanjutnya adalah memeriksa rekomendasi perbaikan yang ditawarkan untuk website Anda.

Selain itu, Anda juga bisa membandingkan laporan web Anda dengan website kompetitor lainnya. Analisa masalah yang krusial dan harus segera diperbaiki agar kinerja situs Anda menjadi lebih optimal.

4. Buat Planning Perbaikan

Perbaikan pada masalah yang terdapat dalam laporan audit website harus segera direncanakan. Dengan begitu, Anda bisa melakukan audit lanjutan untuk menghasilkan perbaikan yang lebih baik.

Proses audit ini perlu dilakukan secara berkala untuk monitoring kesehatan situs dan meningkatkan hasil yang optimal.

Cara Audit Website dengan Checklist 

Selain keempat cara di atas, Anda juga bisa melakukan audit website dengan identifikasi manual. Maksudnya manual disini adalah mengacu pada aspek yang perlu dilakukan audit, dan mengumpulkan pertanyaan sesuai dengan aspek tersebut.

Aspek Desain

  • Apakah menu navigasi web Anda mudah ditemukan dan mudah digunakan?
  • Sudahkah Anda menggunakan skema warna yang konsisten sesuai brand Anda?
  • Apakah tipografi dan font website Anda mudah dibaca di semua device? (Anda bisa mengintip rekomendasi font di artikel 15 Google Font Terbaik untuk Website dan Alasan Menggunakannya)
  • Apakah Anda menggunakan gambar berkualitas tinggi dan ringan untuk web Anda?
  • Apakah keseluruhan desain web Anda sudah konsisten dengan brand bisnis Anda?
  • Apakah website Anda mobile friendly atau responsif?

Aspek Konten dan Halaman

  • Sudahkah Anda mendefinisikan dengan jelas tujuan setiap halaman web Anda?
  • Apakah tombol CTA yang efektif sudah tersedia di semua halaman website?
  • Apakah Anda mempunyai landingpage diperlukan untuk membangun database email?
  • Apakah halaman ABOUT menjawab pertanyaan pengunjung dan mudah dimengerti oleh mereka
  • Apakah konten Anda jelas dan mudah dimengerti oleh pembaca?

Aspek Kegunaan dan Manfaat

  • Sudahkah Anda mendefinisikan siapa pembaca atau pengunjung web Anda?
  • Sudahkah Anda mendefinisikan bagaimana cara web Anda dalam melayani pengunjungnya?
  • Apakah web Anda mempunyai pesan pemasaran yang menarik sesuai kebutuhan pengunjung?
  • Apakah tersedia form opt-in email berlangganan yang bisa ditampilkan secara jelas di web Anda?
  • Apakah form opt-in yang dibuat bisa memecahkan satu masalah orang- orang yang mengunjungi web Anda?

Aspek Tujuan dan Target Marketing

  • Sudahkah Anda membuat sales funnel untuk mengubah pengunjung menjadi subscriber?
  • Apakah Anda sudah mengintegrasikan tool untuk melacak perilaku pengunjung dan interaksi di website? (Misalnya saja Google Analytics, Facebook Pixel, dsb)
  • Sudahkan Anda mendefinisikan hasil yang diinginkan dari website?

Aspek Keamanan dan Backup

  • Apakah Anda mempunyai plugin atau sistem keamanan untuk melindungi web Anda dari serangan hacker?
  • Sudahkah Anda menghapus pengguna default di web Anda? (Seperti administrator, kontributor, editor, dsb)
  • Apakah Anda sudah menggunakan password & username yang kuat untuk web Anda
  • Sudahkah Anda mempunyai sistem cadangan jika situs diretas?
  • Sudahkah Anda menggunakan plugin anti-spam?

Kesimpulan

Inti dari aktifitas website audit adalah menemukan kekurangan/ error/ kesalahan dari website untuk segera dilakukan perbaikan. Dengan begitu, Anda akan memaksimalkan potensi website Anda untuk kepentingan SEO dan bisnis secara keseluruhan.

Ada banyak manfaat yang bisa Anda peroleh dengan melakukan audit website. Dan dampaknya bisa segera Anda lakukan saat perbaikan mulai dilakukan.

Selamat mencoba!

Artikel Menarik Lainnya :   Ingin Membuat Website yang Memiliki Relevansi Tinggi dengan Topik? Begini Caranya..
Tags:
Mas Panda

Berkecimpung di niche Blogging & Digital Marketing lebih dari 5 tahun. Pernah menjadi salah satu bagian dari Digital Marketing Agency terbesar di Jawa Tengah. Sedang dan terus belajar dalam Digital Marketing.

  • 1
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Zasdar
1 month ago

Sumpah, artikel ini bagus. Cuma saya belum paham cara kerja audit web. Lantaran baru tahu juga tentang audit website. Tapi, saya coba pelan pelan untuk memahaminya. Siapa pun Anda di balik situs ini, Anda telah memberi asupan pengetahuan yang baik untuk saya. Terima kasih. Salam kenal.

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x