Content Marketing : Definisi, Contoh, dan Mengapa Penting untuk Bisnis

Content Marketing : Definisi, Contoh, dan Mengapa Penting untuk Bisnis

Content Marketing adalah istilah yang kian populer di era digital ini. Karena banyak hal sekarang dilakukan secara digital, konten memegang peranan yang semakin penting dalam pemasaran.

Terlebih, para ahli berpendapat bahwa content marketing atau pemasaran konten adalah model pemasaran digital terbaik. Dengan pendekatan konten berkualitas, funnel pemasaran menjadi lebih optimal. Baik itu di website, media sosial, video platform, atau email marketing.

Pengertian Content Marketing

Secara singkat, kita memahami content marketing sebagai pemasaran konten. Sedangkan per definisi, content marketing adalah strategi pemasaran yang melibatkan pembuatan dan distribusi konten yang mampu menarik perhatian audiens, dan mengkonversi mereka menjadi konsumen.

Dari pengertian ini, ada dua tujuan utama dari content marketing ini :

  • Menarik audiens baru yang tepat sasaran agar mengenal bisnis kita.
  • Mendorong audiens tersebut untuk menjadi konsumen.

Menurut Neil Patel, content marketing ini bertujuan untuk membangun relasi yang kuat dengan audiens dalam jangka waktu lama. Untuk memenuhi ini, ada beberapa syarat yang harus kita penuhi dalam proses content marketing, yaitu :

  • Relevan
    Kita mungkin membuat jenis konten yang tidak selalu sama dengan niche kita. Artinya, saat brand kita adalah fashion untuk wanita, kita tidak  selalu membahas tentang produk fashion semata.

    Apapun itu, selama masih relevan dengan brand kita dan jenis audiens kita, konten ini akan memberi value positif untuk audiens. 
  • Penting
    Relevan saja tidak cukup. Anda perlu menentukan skala prioritas yang berisikan topik- topik relevan, sesuai dengan target audiens Anda.

    Urutkan topik- topik tersebut dari yang penting hingga kurang penting. Dengan begitu, Anda akan menyajikan konten yang membaca sukai dan butuhkan.
  • Konsisten
    Dalam content marketing, menciptakan konten yang berkualitas tidak akan cukup jika tidak diimbangi dengan konsistensi. Konsisten lah, dalam jadwal, durasi posting, atau mengenali momen yang tepat.

    Dengan konsisten, Anda akan menjaga audiens untuk tetap keep in touch dengan brand Anda.

Contoh Penerapan Content Marketing

Ada banyak platform dan media untuk mengoptimalkan pemasaran konten Anda. Berikut ini adalah beberapa bentuk pemasaran konten yang paling sering marketer gunakan :

1. Blog

Blog adalah salah satu media paling penting dan fundamental untuk distribusi content marketing. Alasannya, blog memungkinkan Anda menuangkan ide dan informasi secara lengkap dan utuh dalam satu kesatuan artikel.

Selain itu, blog juga investasi jangka panjang untuk sebuah bisnis karena tingkat ketahanan kontennya paling tinggi daripada jenis konten lainnya. 

2. Media Sosial

Media sosial juga menjadi bagian penting dalam pemasaran konten. Dalam marketing, media sosial juga mempunyai cabang sendiri karena memuat informasi yang besar, yaitu social media marketing.

Ada banyak hal yang penting untuk kita optimalkan dalam media sosial. Mulai dari penyajian konten visual yang menarik, pembuatan konten video, dan caption yang menarik.

3. Video

Video adalah media content marketing yang penting untuk kita optimalkan. Dengan video yang menarik, pengunjung akan betah berlama- lama menikmati konten Anda.

Untuk website sendiri, content video mempunyai dampak positif untuk meningkatkan durasi kunjungan visitor. Selain itu, iMPACT juga menyebut jika konten video dapat meningkatkan trafik organik sebanyak 157 persen.

4. Email

Email mempunyai efektifitas yang tinggi sebagai media pemasaran konten. Ada banyak hal yang membuat email marketing jauh lebih powerful daripada Facebook dan Twitter., seperti yang pernah Panda kupas dalam artikel Email Marketing vs Media Sosial.

Dalam email marketing, ada banyak jenis konten yang bisa kita optimalkan. Mulai dari email promosi, email reminder shopping cart, newsletter, dan yang lainnya.

Kinerja email marketing vs social media
Statistik perbandingan kinerja email marketing vs Facebook vs Twitter

5. Ebook

Selain blog, ada medium lebih panjang lagi yang bisa marketer gunakan, yaitu eBook. Ebook ini seringkali menjadi media pancingan.

Dengan membuat konten premium dalam bentuk ebook, Anda bisa menarik perhatian pengguna untuk mengunduh konten dengan mendaftarkan email mereka. Dengan trik ini, Anda bisa mengumpulkan list pengunjung yang bisa Anda konversi menjadi konsumen di kemudian hari.

6. Podcast

Jenis konten apapun yang sedang naik daun, bisa Anda manfaatkan sebaik- baiknya sebagai media pemasaran konten. Termasuk podcast yang sedang hype di Indonesia.

Podcast bisa Anda gunakan untuk menciptakan awareness, mengedukasi audiens, sampai media branding. Pastikan untuk tetap relevan agar audiens setiap dengan brand yang Anda bangun.

Selain 6 media di atas, ada beberapa contoh lain dari content marketing, yaitu :

  1. Infografis
  2. Broadcast messages
  3. Jurnal
  4. Ilustrasi
  5. Buku

Mengapa Content Marketing Penting dan Efektif?

Dalam statistiknya, OneSpot (2015) mengungkap jika website yang menggunakan strategi pemasaran konten mendapatkan konversi dan penjualan 6x lebih tinggi daripada yang tidak. Mengapa?

Saat mempromosikan sebuah produk/ jasa, calon konsumen tidak tahu apapun tentang kredibilitas Anda. Ini karena Anda hanya menunjukkan apa yang Anda jual. Sedangkan saat Anda punya konten yang bernilai, masyarakat akan tahu kalau bisnis Anda bisa dipercaya.

Dan tentu saja, ada beberapa berikut mengapa Anda perlu menerapkan content marketing dalam bisnis Anda :

1. Meningkatkan Brand Awareness

Audiens mungkin mengenali dengan mudah produk yang Anda jual. Namun, apakah mereka membutuhkan produk mu? Apakah Anda bisa meyakinkan mereka untuk mencoba produk yang Anda jual?

Nah, disinilah seorang content marketer harus bisa menciptakan konten yang bisa membangun awareness bahwa produk Anda sesuai dengan kebutuhan audiens.

2. Investasi Jangka Panjang

Memang benar jika iklan bisa menghasilkan konsumen instan. Namun, Anda juga perlu mengoptimalkan berbagai channel untuk investasi jangka panjang.

Dengan content marketing, Anda mempunyai cara agar orang lain selalu bisa menemukan Anda. Entah itu lewat laman media sosial, konten blog, atau email marketing. Pemasaran konten yang relevan akan tahan bertahun- tahun dalam mendatangkan lead untuk bisnis Anda.

3. Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan

Audiens yang melihat produk kita tidak selalu langsung melakukan pembelian. Biasanya mereka akan mencari tahu lebih lanjut dengan melakukan riset online.

Riset ini bisa dimulai dengan mencari tahu keunggulan produk, keunikan, atau membaca review. Dengan content marketing, calon pelanggan akan lebih mudah menemukan konten yang mereka butuhkan, sebelum akhirnya membuat keputusan pembelian.

4. Meningkatkan Trafik

Ada banyak cara untuk meningkatkan trafik website. Dan salah satu yang paling memberi dampak positif adalah hasil dari content marketing. Menciptakan konten yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan audiens akan mengantar mereka datang ke website Anda.

Dalam kunjungan tersebut, mereka akan memperoleh informasi yang mereka cari. Sebagai timbal balik, Anda bisa mengarahkan pengunjung untuk mengintip produk Anda selangkah lebih dekat.

5. Mengoptimalkan SEO

Konten adalah bagian integral dari SEO. Dengan membuat konten yang berkualitas, Dan akan lebih mudah mengarahkan orang- orang untuk mereferensikan konten Anda.

Semakin banyak referensi yang mengarah ke website Anda, Google akan menilai website Anda sebagai rujukan terpercaya. Dengan begitu, website Anda berpotensi untuk memperoleh peringkat yang lebih baik lagi di hasil penelusuran.

6. Mengoptimalkan Konversi

Karena menghasilkan trafik yang lebih banyak, tentu saja potensi konversi lebih tinggi lagi. Namun, peran konten tidak berhenti di trafik saja. Dengan konten yang menarik dan meyakinkan, ada potensi yang besar juga untuk mengoptimalkan trafik tersebut menjadi konversi.

Pada akhirnya, pemasaran konten akan berdampak positif untuk meningkatkan penjualan dalam bisnis.

Kesimpulan

Dengan memahami definisi content marketing dan mengenali bentuk- bentuknya, kita memahami bahwa strategi ini benar- benar penting untuk mengoptimalkan bisnis kita. Melalui konten berkualitas, akan lebih mudah untuk menarik perhatian audiens, dan mendorong mereka menjadi audiens.

Sudahkah Anda mengoptimalkan pemasaran konten Anda?

Sebagai penutup, Panda akan menampilkan resume FAQ yang berkaitan dengan artikel pemasaran konten ini :

Apa itu Content Marketing?

Content marketing atau pemasaran konten adalah strategi pemasaran yang melibatkan pembuatan dan distribusi konten yang mampu menarik perhatian audiens, dan mengkonversi mereka menjadi konsumen.

Apa saja Contoh Content Marketing?

Ada banyak contoh content marketing yang bisa kita optimalkan. Mulai dari artikel blog, email marketing, media sosial, podcast, video, buku, dan masih banyak lagi.


Tutorial Lengkap Membuat Instagram Ads/ Iklan Instagram

Tutorial Lengkap Membuat Instagram Ads/ Iklan Instagram

Jika Anda menjual produk secara online, media sosial mungkin menjadi salah satu strategi marketing yang Anda jalankan selama ini. Dengan melakukan promosi lewat media sosial, produk Anda berpotensi dijangkau oleh banyak pengguna media sosial.

Untuk berpromosi di medsos ini ada dua cara yang bisa digunakan oleh pemilik toko online, yaitu dengan cara organic atau dengan cara berbayar menggunakan Instagram Ads atau Facebook Ads.

Di artikel kali ini, Panda Gila akan mengulas secara lengkap tutorial membuat Instagram Ads, alias iklan di Instagram.

Sekilas Tentang Instagram Ads (Iklan Instagram)

Instagram Ads adalah strategi marketing berbayar dengan cara mengiklankan konten Anda di Instagram untuk menjangkau audience yang lebih luas dan lebih tertarget. Ada beberapa goal yang bisa dicapai dengan menggunakan Instagram Ads ini, diantaranya untuk meningkatkan traffic dari Instagram ke website toko online/ akun profile Instagram bisnis Anda, meningkatkan brand exposure, mengumpulkan lead baru, dan masih banyak lagi.

Karena Instagram Ads adalah platform visual, maka untuk membuat iklan Anda menarik perhatian audience, Anda perlu mempersiapkan konten visual yang menarik, entah itu gambar atau video.

Instagram Menjadi Salah Satu Platform Jualan Online yang Terbukti Bekerja

Walaupun pada dasarnya Instagram bukan lah platform berjualan online, namun tak bisa dipungkiri bahwa media sosial yang satu ini telah menjadi salah satu aplikasi andalan untuk para pemilik toko online.

Instragram sendiri mengungkap bahwa 60% dari pengguna mereka menyatakan telah menemukan produk- produk baru yang menarik perhatian mereka melalui media sosial yang satu ini. Selain itu, 75% lainnya menyatakan bahwa mereka terinspirasi untuk melakukan sebuah action setelah mereka melihat postingan di Instagram.

Sama seperti Facebook Ads, pemilik toko online juga mempunyai kesempatan untuk menampilkan produk mereka dengan jangkauan yang lebih luas ke audience yang lebih tertarget. Bagaimana caranya? Instagram Ads jawabannnya!

Step by Step Tutorial Instagram Ads

Untuk membuat Instagram Ads, Anda membutuhkan akun Facebook untuk memulai. Selanjutnya, yang perlu Anda ketahui, Anda dapat memulai iklan di Instagram melalui beberapa metode berikut ini :

  • Facebook Ads Manager
  • Facebook Power Editor
  • Facebook’s Marketing API
  • Instagram Partners
  • Aplikasi Instagram itu sendiri

Dari kelima cara di atas, yang termudah adalah beriklan di Instagram melalui Facebook Ads Manager. Sedangkan Facebook Power Editor dan Facebook’s Marketing API lebih cocok untuk digunakan bagi Anda yang perlu membuat iklan Instagram dalam jumlah banyak di waktu yang bersamaan.

Bagaimana dengan Instagram Partner? Instagram partners adalah seorang expert yang bisa membantu Anda membeli dan mengelola ads Anda, seklaigius membuat konten untuk Anda.

Tutorial Instagram Ads Melalui Business Manager Facebook

Seperti yang diungkapkan di atas, cara termudah untuk membuat Instagram Ads adalah melalui Facebook Business Manager karena fiturnya yang lebih user friendly. Berikut ini adalah step by step yang perlu Anda ikuti

1. Tentukan Objective Campaign Anda

Langkah pertama yang harus Anda lakukan saat akan beriklan di Instagram atau Facebook atau memilih obyektif (goal/tujuan) campaign Anda. Pilih lah obyektif campaign dengan cermat karena Facebook akan membantu menentukan format iklan Anda, jenis audience, bidding option, dan auto-optimization sesuai dengan obyektif campaign yang Anda pilih.

Obyektif campaign yang tersedia di Facebook Ads Manager dan bisa digunakan untuk Instagram Ads antara lain adalah sbb. :

  • Brand awareness
  • Reach
  • Local awareness
  • Traffic
  • Engagement
  • All installs
  • Video views
  • Lead generation
  • Conversions
  • Product catalog sales
  • Store visits

2. Tentukan Judul Campaign Instagram Anda

Tidak ada aturan default terkait pemberian nama campaign ini. Meski begitu, untuk memudahkan Analisa iklan Anda, Anda mungkin bisa menambahkan range ranggal, atau kode kategori produk, dan demografic audience agar Anda bisa men-tracking dan mengelola campaign Anda dengan baik.

3. Tentukan Target Audience

Jika sebelumnya Anda sudah pernah menjalankan Instagram atau Facebook Ads, Anda bisa menggunakan target audience yang sudah Anda simpan sebelumnya. Jika belum ada, Anda bisa menggunakan target audience yang benar- benar baru Anda buat.

Kompononen dalam menentukan target audience, antara lain :

  • Usia & Gender
  • Geolocation (wilayah yang ditargetkan)
  • Interest (minat)
  • Demografi (status hubungan, pendidikan, orangtua baru, dsb)
  • Behavior (perilaku pengguna/ konsumen)

Untuk menentukan target audience, sebaiknya jangan terburu- buru karena hal ini adalah salah satu elemen penting dalam memasang sebuah iklan. Selain itu, target audience juga menjadi salah satu faktor yang menentukan biaya iklan dan tingkat keberhasilannya.

4. Tentukan Penempatan Iklan (Placement)

Langkah selanjutnya dalam tutorial Instagram Ads ini adalah menentukan placement. Placement atau penempatan iklan yang tersedia dan dapat Anda pilih, yaitu :

  • Facebook News Feed (Mobile dan desktop)
  • Di bagian sebelah kanan Facebook
  • Instagram
  • Audience Network
  • Instant Articles
  • In-stream Video

Karena Anda ingin membuat Instagram Ads, maka opsi yang Anda centang adalah Instagram.

Selain itu, Anda juga bisa mengikut beberapa penempatan iklan yang direkomendasikan oleh Facebook berikut ini :

  • Engagement: Facebook dan Instagram
  • Brand awareness: Facebook dan Instagram
  • App installs: Facebook, Instagram, dan Audience Network
  • Video views: Facebook, Instagram, dan Audience Network
  • Traffic (for website clicks dan app engagement): Facebook and Audience Network
  • Product catalog sales: Facebook dan Audience Network
  • Set up budget dan bidding iklan Instagram Anda
  • Conversions: Facebook dan Audience Network

5. Menentukan budget dan bidding iklan Instagram

Langkah selanjutnya, masukkan budget yang ingin Anda gunakan dalam beriklan. Anda bisa memilih opsi budgeting :

  • daily budget (budget harian)
  • lifetime budget (setting total biaya yang akan Anda gunakan hingga akhir periode iklan)

Selanjutnya, Anda juga akan melihat opsi bidding yang prosenya seperti lelang. Jika ragu dengan angka bidding, Anda bisa mengabaikan opsi ini dan membiarkan Facebook melalukan optimasi secara otomatis terhadap iklan Anda.

Kebanyakan advertiser akan menggunakan system bidding ini setelah mereka mengiklankan produk mereka beberapa kali. Tujuannya adalah agar mereka mempunyai gambaran berapa angka yang tepat untuk hasil yang optimal.

6. Pilih Format Iklan Instagram Anda

Setelah semuanya selesai, maka langkah selanjutnya yang dapat Anda lakukan adalah memilih format iklan yang Anda inginkan. Untuk opsi Instagram Ads setidaknya ada 7 format yang bisa Anda coba :

  • Single image ads, yaitu format iklan yang hanya membutuhkan satu gambar tunggal dengan caption gambar dan tombol CTA (call-to-action).
  • Instagram carousel ads , yaitu format iklan yang mmeperbolehkan pengiklan menggunakan hingga 10 gambar dan video.
  • Instagram video ads, yaitu format iklan dengan menggunakan media video atau GIF.
  • Slideshow ads, yaitu format iklan dengan menggunakan sampai 10 gambar dan menambahkan musik untuk menciptakan sebuah looping video.
  • Instagram lead ads, adalah sebuah format ads yang membantu pengguna mengumpulkan informasi berharga dari calon pelanggan tanpa membawa mereka keluar dari platform Instagram mereka. Saat seseorang meng- klik iklan lead Anda, maka mereka akan diarahkan ke halaman baru dengan formulir isian yang telah diatur sebelumnya. Jika Anda menggunakan format iklan ini, jangan lupa menyertakan Privacy Policy ya.
  • Instagram stories image ads, yaitu format iklan yang menampilkan iklan Anda ke Instagram stories dalam tampilan gambar.
  • Instagram stories videos ads, yaitu format iklan yang menampilkan iklan Anda ke Instagram stories dalam tampilan video berdurasi hingga 15 detik.

Setelah Anda menentukan format iklan Anda, jangan lupa untuk melengkapinya dengan Headline, teks dan tombol CTA agar iklan Anda tampil dengan performa optimal. Anda juga bisa memanfaatkan Ad Preview Tool untuk melihat bagaimana iklan Anda akan tampil untuk pembaca.

Jika Anda merasa sudah cukup dan tidak ada yang perlu direvisi, langsung pilih “Place Order”. Selesai…. Anda kini tinggal menunggu iklan Anda direview oleh pihak Facebook dan Instagram.

Jika iklan Anda lulus review, maka iklan Anda siap tayang ke audience yang Anda targetkan. Yang perlu Anda lakukan selanjutnya adalah melakukan monitoring untuk memastikan iklan Anda tampil dengan performa terbaik.

Membuat Instagram Ads Langsung dari Instagram

Selain membuat iklan dari dashboard Facebook Business Manager, dalam tutorial Instagram Ads ini, Anda juga bisa mempromosikan langsung di aplikasi Instagram. Hal ini akan lebih cepat dan mudah untuk mempromosikan salah satu konten di timeline Instagram Anda.

Untuk bisa beriklan langsung di Instagram, maka Anda harus memenuhi beberapa persyaratan berikut ini :

  • Akun Instagram Anda sudah menjadi profil bisnis
  • Anda adalah admin dari halaman Facebook yang terhubung ke akun Instagram Anda
  • Iklan sesuai dengan Kebijakan Periklanan Facebook

Jika sudah siap, Anda dapat membuat Instagram Ads langsung di aplikasi dengan cara sbb :
1. Buka profil Instagram Anda melalui aplikasi
2. Pilih salah satu gambar yang ingin Anda promosikan
3. Tepat di bawah gambar, Anda akan menemukan button bertuliskan “Promote” atau “Promosikan”
4. Langkah selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah tentukan obyektif dari Instagram Ads Anda, seperti :

  • Kunjungan profit
  • Banyak traffic situs web
  • Banyak tayangan promosi

5. Pilih next (icon kanan atas), dan tentukan target audience, jangkauan wilayah, target audience, budget, masa tayang iklan, action button, dan metode pembayaran. Akhiri dengan klik “Create Promotion.

Selamat mencoba!

Apa itu Call to Action & Cara Membuat CTA yang Efektif

Apa itu Call to Action & Cara Membuat CTA yang Efektif

Bicara tentang strategi marketing, CTA atau call to action adalah komponen yang penting untuk diperhitungkan. Akan sia- sia saat Anda berusaha untuk memaksimalkan semua halaman website Anda, tapi tidak menggunakan CTA yang baik.

Karena pentingnya CTA ini, Anda bukan hanya sekedar menaruh CTA saja, tapi wajib untuk mengoptimalkan perannya. Bagaimana caranya? Apa saja yang harus dilibatkan?

Di artikel kali ini, Panda akan mengupas dengan lebih lengkap apa itu CTA.

Apa itu CTA (Call to Action)?

CTA atau Call to Action adalah sebuah ajakan atau dorongan untuk melakukan tindakan. Istilah ini biasanya merujuk pada kata- kata di sebuah iklan atau landing page website yang sifatnya menggerakkan audiens untuk melakukan aksi yang diharapkan.

CTA ini biasanya berupa frasa atau kalimat pendek yang secara spesifik memuat ajakan atau perintah melakukan sesuatu.

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan lebih lanjut tentang CTA : 

Apa fungsi CTA?

Fungsi CTA adalah mendorong audiens untuk segera melakukan tindakan. Baik itu tindakan untuk membeli, mendownload, mengisi form, berlangganan, atau tindakan yang lainnya.

Seperti apa contoh CTA?

CTA biasanya berupa kata- kata ajakan yang dikemas dalam tulisan (warna merah atau warna terang cetak tebal) atau button yang menonjol untuk lebih menarik audiens. Contoh CTA adalah Download; Beli Sekarang; Ya, Saya Mau, Baca Lebih Lanjut, dan lain sebagainya.

Bagaimana Cara Membuat CTA yang Baik dan Efektif?

Membuat CTA yang baik perlu menyatukan tiga komposisi secara selaras, yaitu isi teks, desain visual (font, warna, & ukuran), serta penempatan yang baik. Tiga hal ini, cara membuat Call to Action yang baik dan efektif dikupas tuntas di artikel Panda Gila berikut ini. Anda bisa menyimaknya secara GRATIS.

Macam- macam Call to Action

CTA bisa diterapkan di semua hal yang sifatnya mengajak. Baik itu di website, atau ajakan sederhana di website dan media sosial.

Berikut ini adalah jenis- jenis CTA yang sering kita kenal :

  1. CTA untuk toko online, misalnya “Beli”, “Borong”, “Borong”, atau “Belanja”.
  2. Call to action promosi software, tool, atau produk digital, misalnya “Download” atau “Langganan”.
  3. CTA promosi informasi, CTA nya adalah “Pelajari selengkapnya” atau “Baca lebih lanjut”.
  4. Call to action media sosial, misalnya “Like”, “Bagikan”, “Tulis komentar” atau “Follow”.

CTA biasanya disisipi dengan konten copywriting untuk memberikan kesan persuasif dan memaksimalkan pendekatan terhadap pembaca.

Mengapa CTA Penting? Apa Manfaatnya?

Secara alami manusia akan merespon sebuah ajakan yang diberikan kepadanya. Tanpa ajakan, maka materi promosi dan marketing And akan berakhir begitu saja.

Menurut HubSpot, CTA juga terbukti meningkatkan konversi hingga 121%. Artinya, CTA punya peran besar terhadap sebuah goal yang ditargetkan. Tanpa CTA, bisa jadi target penjualan Anda hanya tercapai separuhnya.

Mengapa? Karena eksposure Anda terhadap apa yang harus dilakukan audiens sangat lah minim. Mereka tidak diperlihatkan apa yang harus dilakukan setelahnya atau tidak diingatkan untuk melakukan action.

Secara singkat, berikut ini adalah beberapa manfaat dari CTA :

  • Mengarahkan audiens tentang tindakan apa yang harus mereka ambil.
  • Memberikan eksposure pada aksi yang harus dilakukan audiens.
  • Mengoptimalkan target bisnis (jumlah download, subscriber, dan penjualan).
  • Memaksimalkan konten promosi bisnis Anda.

Cara Membuat CTA yang Baik dan Sulit Ditolak

Call to Action Anda bukan sekedar harus baik, tapi juga cukup persuasif untuk mengajak audiens melakukan tindakan. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan dalam membuat CTA yang baik dan sulit ditolak :

Ringkas dan Sederhana

CTA biasanya berupa kalimat ajakan ringkas dan bersifat penegasan. Artinya, CTA bukanlah kata- kata basa- basi atau berbelit- belit. CTA Anda harus sederhana dan singkat, serta bisa memberikan dorongan kepada audiens.

Hindari penggunaan kata- kata atau susunan yang ambigu sehingga audiens tidak bingung tentang apa yang perlu mereka lakukan.

Misalnya saja :

  • Daftar Sekarang
  • Download
  • Submit

CTA yang to the point ini biasanya sudah dilengkapi dengan penjelasan persuasif atau informasi sesuai kebutuhan di bagian konten sebelumnya. Jadi, fungsinya adalah mempertegas audiens untuk segera melakukan tindakan yang dibutuhkan.

Tipe Kalimat Perintah

Selain versi ringkas dan sederhana, Anda juga bisa membuat kalimat perintah persuasif ke dalam CTA Anda. Letakkan kalimat perintah dan berikan tambahan singkat sesuai kebutuhan.

Anda dapat melihat contoh berikut ini :

  • Pesan sekarang dan dapatkan diskon 25%!
  • Masukkan alamat email Anda untuk bergabung!
  • Pelajari selengkapnya di artikel ini!
  • Subscribe channel YouTube kami!
  • Dapatkan gratis uji coba sekarang juga!

Meski mengandung kalimat perintah dan ada kata- kata tambahan, kalimat tersebut disusun secara ringkas.

Sebagai contoh, Anda ingin membagikan ebook tentang panduan menjadi star seller Shopee. Akan bertele- tele jika Anda menuliskan seperti ini :

 Silahkan unduh dengan link di bawah ini membaca panduan tentang menjadi star seller Shopee. 

Sebaliknya, Anda bisa membuatnya seperti ini :

 Mau Jadi Star Seller di Shopee?
Download Ebook nya sekarang juga! 

Unik dan Kreatif

CTA juga bisa dikemas dengan unik dan kreatif. Anda bisa memasukkan tagline yang mendekati niche bisnis Anda dan memberikan sentuhan copywriting di dalamnya.

Dengan cara ini, selain mendorong audiens untuk melakukan tindakan, Anda juga meningkatkan awareness audiens terhadap brand dan produk Anda. Misalnya saja, alih- alih dengan kalimat “Pesan tiket Anda sekarang”, Anda bisa menggunakan kalimat “Nikmati penerbangan istimewa Anda sekarang”.

Tunjukkan Manfaat

Dengan jenis CTA ini, Anda bisa meyakinkan orang- orang bahwa tindakan yang mereka lakukan pasti akan memberi manfaat untuk mereka. Jadi, tentu saja ini bisa menjadi CTA dengan daya tarik tersendiri.

Contoh dari Call to Action ini misalnya :

  • Dapatkan potongan harga untuk pembelian pertama Anda.
  • Daftarkan email Anda untuk mendapat konten internet marketing gratis.

Tawarkan Bantuan untuk Ditindaklanjuti

CTA dengan tawaran bantuan kepada audiens juga sangat powerful. Di satu sisi kita memang benar akan membantu audiens dengan konten atau produk kita, di sisi lain tindakan ini akan memberi keuntungan karena memaksimalkan sales funnel kita.

Contoh dari CTA ini adalah :

  • Hubungi Saya untuk demo gratis.
  • Konsultasi gratis untuk lunas dari hutang dan bebas jeratan riba.
  • Bantu Saya untuk melipatgandakan omset bisnis Saya.

Penawaran Terbatas

Penawaran terbatas akan memberi kesan eksklusif pada CTA Anda. Jika mereka tidak segera mengambil kesempatan, maka artinya tidak ada kesempatan.

Beri batasan waktu kepada audiens Anda secara tegas dan benar- benar nyata. Artinya, Anda memang membuat promo ini secara terbatas, tanpa sedang berpura- pura. Entah itu terbatas dalam waktu, atau jumlah promo.

Contoh dari CTA ini antara lain :

  • Beli sekarang, besok harga naik!
  • Checkout saat ini juga untuk claim diskon 25%!
  • Booking hari ini untuk diskon 30%!

Desain CTA yang Menarik

Selain isi, visualisasi dari Call to Action juga penting untuk diperhatikan. Maka dari itu, Anda harus memperhatikan komposisi tiga hal berikut :

  • Font : harus terlihat mudah dan nyaman dibaca.
  • Kombinasi warna : Warna harus membuat button atau teks CTA itu hidup dan menonjol. Warna harus kontras dari desain dan warna dasar website. Paduan warna merah putih dan merah kuning sangat baik untuk menarik perhatian audiens.
  • Ukuran tombol : Ukuran tombol harus cukup menonjol, tapi juga proporsional, serta terlihat dengan baik di website atau materi desain (banner, video, atau media sosial).

Penempatan

Selain isi dan tampilan button Call to Action, penempatan juga menjadi hal selanjutnya yang penting untuk diperhatikan. Penempatan yang ideal akan membuat CTA ini berfungsi lebih optimal.

Untuk penempatan CTA ini akan Panda bahas lebih lanjut di bagian selanjutnya ya.

Penempatan Terbaik untuk Call to Action

Selain disajikan dengan isi dan visual yang baik, CTA harus bisa dilihat dengan mudah oleh audiens agar bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Untuk Call to Action di website, CTA harus berada di tempat yang strategis.

Berikut ini adalah beberapa contoh penempatan terbaik untuk CTA dan juga alasannya :

1. Di Bagian Atas Halaman Website

Study yang dilakukan Nielsen Norman Group, firma penelitian user experience, mengungkap bahwa pengguna internet cenderung mengamati dan membaca konten website dari bagian kiri atas.

Pernyataan ini adalah alasan mengapa banyak website meletakkan CTA mereka di bagian atas halaman utama.

Contohnya bisa dilihat dari CTA di halaman website MNC Vision berikut ini.

Contoh penempatan CTA MNC Vision

Saat masuk ke website tersebut, kita langsung disajikan dengan banner penawaran besar di dan juga tulisan ‘Subscriber’ yang langsung menarik perhatian karena kontras dengan latar belakang website.

Ada kemungkinan Anda akan langsung scroll ke bawah untuk melihat konten lainnya, tapi CTA ini telah memberi Anda kesan pertama untuk dorongan tindakan yang perlu dilakukan selanjutnya.

2. Di Bagian Bawah Halaman Website

Teks CTA juga kerap diterapkan di bagian bawah halaman website. Baik itu setelah artikel atau di dekat area footer. Tujuannya adalah agar pengunjung tidak meninggalkan halaman begitu saja setelah mereka mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Sebaliknya, Anda akan memberi mereka dorongan action untuk melakukan tindakan yang Anda inginkan.

Contohnya adalah tombol CTA berikut yang diletakkan di akhir konten dan sebelum kotak komentar :

Contoh penempatan CTA di bagian bawah

3. Di Sticky Header

CTA juga efektif untuk diletakkan di Sticky Header atau menempel di bagian atas header. Meskipun audiens scroll sampai ke bagian bawah, mereka bisa melakukan tindakan dengan mudah karena tidak perlu scroll kembali ke bagian atas.

Contoh CTA di sticky header bisa kita lihat seperti contoh berikut :

CTA di bagian sticky header

Selain dengan konsep sticky header, CTA ini juga dibuat dengan warna yang sangat kontras dengan halaman website, tapi enak dibaca.

4. Di Bagian Sidebar

CTA di bagian sidebar bisa menjadi pilihan untuk memberi dorongan tindakan kepada audiens, tapi di sisi lain memberikan penempatan ideal yang tidak mengganggu layar pengunjung.

Untuk penempatan di sidebar pastikan tampilan CTA dikemas dengan teks atau button yang mencolok seperti CTA dari laman The Daily Egg :

Contoh CTA di bagian Sidebar

Selain CTA, sidebar juga bisa diisi dengan berbagai widget website seperti search bar, konten populer atau slot iklan.

5. Di Bagian Pop Up/ Slide Up

Contoh CTA di bagian pop up

Pop Up atau slide up juga bisa menjadi penempatan yang efektif untuk call to action. Karena sifatnya yang tiba- tiba muncul, CTA ini sudah pasti menarik perhatian audiens dan mengingatkan mereka melakukan tindakan.

Saat membuat CTA ini, satu hal yang harus Anda pastikan adalah tampilannya tidak boleh mengganggu audiens dan tidak bertumpuk dengan iklan. Pastikan terlihat baik di semua device, diatur dengan timing yang tepat, dan mudah untuk di-close.

6. Di Bagian Utama Landing Page

Ada beberapa brand yang langsung memberikan call to action di halaman utama mereka dengan sangat meyakinkan dan banyak basa- basi. CTA ini sangat percaya diri, tapi tidak untuk semua orang.

Tipe penempatan CTA seperti ini hanya lazim digunakan untuk jenis produk yang customer sudah langsung teredukasi untuk jenis produknya atau dari brand yang memang sudah populer.

Contohnya dapat kita lihat di laman Netflix berikut :

Contoh Call to Action di halaman utama Netflix

Atau dari contoh layanan jasa domain yang sudah lazim meminta pengunjungnya untuk mencari nama domain yang diinginkan :

Contoh CTA di halaman utama Name

Kesimpulan

Call to Action atau CTA adalah elemen penting dari website, iklan atau materi promosional lainnya agar audiens segera mengambil tindakan. Sudah pasti CTA tidak berdiri sendirian. Melainkan berdampingan dengan konten lain yang berperan mengedukasi audiens dan memberikan persuasi awal.

Meski begitu, peran CTA sudah jelas. Yaitu mendorong dan mengingatkan audiens agar segera melakukan tindakan. Tanpa CTA, konten lain yang sudah Anda sajikan dengan matang bisa jadi percuma.

Setelah memahami CTA, maka langkah selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah :

  • Membuat CTA teks yang baik
  • Membuat konsep tampilan CTA yang baik dan menarik perhatian
  • Gunakan penempatan yang ideal untuk CTA Anda

Dalam hal penempatan, Anda bisa saja mencoba dua penempatan sekaligus. Misalnya saja, sticky header bisa dikombinasikan dengan penempatan di sidebar atau footer.

Yang pertama berfungsi untuk menarik perhatian, dan satunya lagi untuk mengingatkan tentang tidnakan yang harus diambil.

Meskipun bisa multiple placement atau penempatan ganda, pastikan bahwa ini tidak akan mengganggu kenyamanan pengunjung.

Selamat mencoba!

Decoy Effect : Trik Psikologi Harga yang Menghipnotis Pembeli Anda

Decoy Effect : Trik Psikologi Harga yang Menghipnotis Pembeli Anda

Decoy Effect bukan istilah yang mudah dipahami oleh banyak orang. Tapi jika Anda seorang marketer, wajib memahami istilah ini dan juga menerapkannya dalam bisnis yang anda kelola. Mengapa?

Karena strategi marketing yang satu ini mempunyai kemampuan untuk menghipnotis pembeli Anda. Saat Anda berhasil meng-eksekusinya dengan baik, penjualan Anda bisa meningkat berkali- kali lipat.

Apa itu Decoy Effect dalam Strategi Marketing?

Decoy Effect adalah sebuah trik psikologi harga dimana seorang konsumen cenderung mengganti pilihan diantara dua opsi saat diberikan opsi ketiga yang tidak seimbang. Pilihan- pilihan ini membuat satu harga menjadi tidak masuk akal, sementara satu terlihat sangat menguntungkan.

Kenyataannya, ini adalah permainan harga yang bertujuan mengarahkan pembeli Anda ke pilihan produk yang lebih mahal. Dalam ilmu psikologi marketing, efek Decoy ini juga sering disebut sebagai attraction effect atau asymmetric dominance effect yang dikenal ampuh dalam mendongkrak penjualan.

Cara Kerja Decoy Effect

Agar lebih mudah, kita bisa melihat langsung dari beberapa contoh penggunaan Decoy Effect.

Misalnya saja saat Anda sedang nonton di bioskop dan hendak membeli popcorn. Di sana akan siap SPG cantik yang menawarkan popcorn dalam beberapa opsi harga. C
ontohnya seperti ini :

  • Popcorn small : Rp 30.000
  • Popcorn ukuran medium Rp 50.000

Dengan opsi ini, kebanyakan orang akan dengan mudah memilih antara ukuran small atau medium. Biasanya orang- orang akan memilih ukuran small Rp 30.000 karena merasa lebih hemat di kantong.

Cerita ini bisa berbeda saat SPG cantik menawarkan tiga opsi harga popcorn berikut :

  • Small : Rp 30.000
  • Medium : Rp 50.000
  • Large : Rp 55.000

Orang- orang yang memilih ukuran medium kemudian akan diingatkan, “Selisihnya hanya Rp 5.000, nggak sekalian ambil yang ukuran large saja kak biar lebih hemat?”

Disini, Anda akan terpancing untuk langsung mengubah pilihan Anda karena, “Ya, ini akan sangat menguntungkan untuk mengambil ukuran large.”

Dan bahkan, dengan sendirinya orang akan memilih opsi large karena sadar bahwa secara matematis mereka diuntungkan.

Dari sisi sales, ini dapat meningkatkan penjualan karena kecenderungan orang memilih produk dengan harga lebih mahal menjadi lebih signifikan.

Kita bisa membandingkan penjualan
before dan after penerapan Decoy Effect yaa dalam gambar ini :

Manfaat penjualan dengan Decoy Effect

Menurut studi, mayoritas customer akan cenderung memilih opsi harga yang lebih murah dalam sebuah transaksi. Tapi dengan menambahkan opsi ketiga, pilihan produk terhadap opsi ketiga akan melonjak tajam.

Opsi ketiga dinilai lebih menguntungkan dan memberi value lebih. Efeknya bisa kita lihat, pembelian produk dengan ukuran large yang lebih besar membuat omset penjualan meningkat hingga 52,79%.

Contoh Penerapan Decoy Effect dalam Marketing

Tujuan besar dari penggunaan efek decoy ini adalah agar orang- orang membeli paket harga besar yang jauh lebih menguntungkan. Caranya adalah dengan memberi opsi harga ketiga yang sebenarnya tidak menarik dan tidak seimbang.

Harga ketiga yang tidak menarik dan tidak seimbang ini akan mengacaukan pilihan awal Anda dengan kecenderungan memilih harga termurah. Dengan adanya pengacau ini, efek lebih hemat dan untung seolah lebih bisa k
ita dapatkan dengan opsi ketiga ini.

Sedangkan produk yang nilainya dibuat menurun dan menjadi tidak menarik (seperti ukuran medium atau small di popcorn), ini lah yang kita sebut sebagai Decoy. Permintaan produk ini menurun drastis seiring dengan peningkatan penjualan produk dengan opsi yang lebih menarik tadi.


Untuk mempraktekkan Decoy Effect, berikut ini adalah beberap contoh yang bisa Anda contek :

1. Variasi harga dengan ukuran

Contoh Decoy Effect dalam variasi harga bisa kita lihat dengan mudah dalam contoh harga popcorn tadi.

Jadi, pebisnis sengaja mendesain tiga jenis harga dengan ukuran yang berbeda. Satu ukuran kecil, sedang, dan besar. Ukuran sedang didesain memberi efek decoy dengan konsep harga yang tidak menarik dibandingkan ukuran besar karena selisih harganya tipis.

Misalnya saja :

  • Kecil seharga Rp 30.000
  • Sedang seharga Rp 55.000
  • Besar seharga Rp 60.000

Penentuan harga ini membuat produk berukuran besar lebih diminati karena menawarkan value yang lebih baik untuk calon pembeli.

Contoh bisnis yang sering menggunakan konsep decoy effect ini antara lain Starbuck, Popcorn, Jco, dan lain sebagainya. Selain industri F&B, produk smartphone juga sering memainkan trik psikologis harga ini dengan perbandingan harga dan ukuran storage yang ditawarkan.

Coba Anda ingat baik- baik, apakah Anda sering terpengaruh oleh penentuan harga ini? Yes, selamat Anda telah menjadi salah satu yang terjebak dalam decoy effect ini! 🙂

2. Paket harga dengan fitur di dalamnya

Paket harga dengan penawaran fitur di dalamnya sering kita lihat di produk digital. Berbeda dengan konsep ukuran yang tujuannya untuk up selling ke harga tertinggi, konsep decoy effect ini bisa dilakukan dengan:

  • Menawarkan harga ketiga yang kurang menarik dan sulit dijangkau pembeli.
  • Mengarahkan pembeli ke harga tengah yang sama- sama sebagai harga masuk akal sekaligus menguntungkan pembeli dan penjual.

Contohnya seperti yang dilakukan Filmora dengan konsep harga berikut :

  • Annual Plan US$ 39,99
  • Lifetime Plan US$ 69,99
  • Bundle Annual Plan US$99.87
Contoh decoy effect yang dilakukan Filmora

Ada harga $39,99 tapi setiap tahun harus membayar, sedangkan fitur tidak begitu lengkap, atau $69,99 dengan fitur yang sudah lengkap dan biaya satu kali seumur hidup?

Anda bisa menebak kan mana yang paling banyak dipilih?

Contoh bisnis yang paling banyak menggunakan fitur ini antara lain hosting, email marketing provider, dan layanan digital lainnya.

3. Opsi Bundling Harga

Konsep bundling harga tidak berbeda jauh dengan konsep ukuran tadi. Sederhananya, kita bisa memberikan harga grosir untuk mereka yang membeli dalam jumlah lebih.

Misalnya saja :

  • Harga Theme untuk 1 domain $35
  • Theme Bundle untuk 2 domain $56
  • Theme Bundle untuk 5 domain $65

Walaupun belum tentu Anda akan menggunakannya untuk 5 domain atau bahkan belum tentu Anda mempunyai domain sebanyak itu, kemungkinan besar Anda memilih paket harga nomer tiga, bukan?

Hal yang sama juga terjadi saat Anda melakukan pembelian harga grosir untuk produk fisik. Harga paket 3 pcs atau 5pcs seringkali Anda ambil karena menarik dan menguntungkan, meski Anda tidak benar- benar membutuhkan semua produknya.

Aneh memang, tapi ini lah yang nyata dilakukan oleh Decoy Effect.

Decoy Effect Meningkatkan Penjualan Hingga Lebih dari 60%

Orang cenderung sulit menentukan pilihan dan harus berpikir keras saat pilihan hanya terdiri dari dua saja. Sebenarnya ini bisa menjadi lebih mudah karena orang cenderung memilih harga termurah.

Tapi apa untungnya untuk Anda? Jika Anda bisa mengarahkan customer memilih opsi harga terbaik dari sisi penjualan, bukankah akan lebih baik?

Pada dasarnya manusia tidak memilih berdasarkan keputusan absolut. Kita cenderung menentukan pilihan berdasarkan pilihan- pilihan yang tersedia dan pertimbangan keuntungan.

Karena ini lah efek decoy bisa meningkatkan peluang hingga 66% untuk mengarahkan pembeli ke opsi yang tersedia.

Contohnya….

Ada dua opsi paket internet yang dijual sebagai berikut :

  • Family (20 GB) : Rp 125.000
  • Combo (50 GB) : Rp 250.000

Kemungkinan orang memilih kedua paket tersebut adalah 50:50.

Tapi bandingkan jika kini tersedia 3 paket yang dijual :

  • Family (20 GB) : Rp 125.000
  • Combo (50 GB) : Rp 250.000
  • Combo extra (unlimited) : Rp 275.000

Secara matematis, kemungkinan paket untuk dipilih menjadi 33:33:33. Namun karena harga paket combo dan combo extra ternyata hanya selisih Rp 25.000, maka peluang opsi combo extra meningkat 2x lipat atau menjadi 66%.

Hal yang sama juga berlaku di kasus serupa berikut ini ya :

Apple dalam penerapan Decoy Effect
Contoh penerapan Decoy Effect dalam subscription digital

Kesimpulan

Banyak customer yang tanpa sadar telah menjadi korban dari strategi Decoy Effect. Apa artinya? Artinya, strategi ini benar- benar powerful dan sangat berdampak pada rata- rata nilai jual Anda.

Trik harga psikologis adalah komponen marketing yang penting untuk Anda mainkan. Saat Anda berhasil mengaplikasikannya dengan tepat, Anda dapat mengarahkan pelanggan Anda untuk memilih opsi produk yang menguntungkan.

Tips pamungkas untuk menerapkan Decoy Effect dalam strategi marketing Anda :

  • Lakukan riset kompetitor untuk melihat bagaimana cara pesaing menerapkan psikologi harga dalam pemasaran mereka.
  • Lakukan analisa terhadap sales Anda, before dan after penerapan strategi pricing ini.
  • Cobalah kreatif dan berpikir out of the box untuk membuat variasi decoy effect yang efektif untuk bisnis Anda.

Dari sisi sebaliknya, saat kita menjadi konsumen, Anda perlu memperhatikan Decoy Effect ini dan berhati- hati. Jangan sampai kita punya niatan untuk berhemat, tapi akhirnya menjadi buntung karena terpengaruh persuasi harga ini.

Semoga bermanfaat!

Strategi Up Selling, Down Selling, dan Cross Selling untuk Meningkatkan Omset Bisnis

Strategi Up Selling, Down Selling, dan Cross Selling untuk Meningkatkan Omset Bisnis

Cross Selling, Up Selling, dan Down Selling adalah tiga strategi yang paling banyak digunakan dalam kegiatan marketing atau berjualan. Jauh sebelum bisnis online berkembang pesat seperti sekarang ini, strategi ini banyak ditemukan di restoran cepat saji.

Seiring dengan berjalannya waktu, ketiga strategi ini menjadi primadona dalam banyak jenis bisnis, termasuk bisnis online. Mengapa? Sederhananya, karena strategi ini berhasil meningkatkan omset penjualan.

Apa itu Cross Selling, Up Selling, dan Down Selling?

Sadarkah Anda, kita sebenarnya sudah sering menjadi korban strategi ini?

Misalnya saja saat kita makan di restoran McDonald, KFC atau saat berbelanja di Indomaret. Di restoran cepat saji itu kita akan melihat berbagai paket menarik, seperti burger dan kentang goreng atau burger dan soft drink.

Saat berbelanja di Indomaret misalnya, saat bersiap membayar tagihan Anda di kasir, tiba- tiba mbak kasir yang baik hati menawarkan kita produk lain dengan harga hemat. Sebenarnya kita tidak merasa butuh, tapi karena harganya yang ditawarkan dirasa menggoda, ehhh akhirnya benar- benar tergoda.

Jadi bisa dibilang, ketiga strategi ini sebenarnya dilakukan untuk membangkitkan psikologis pembeli dalam keputusannya melakukan pembelian. Yang awalnya hanya ingin beli kentang goreng saja, lalu ada paket dengan burger, kita memilih produk paket. 

Pengertian Cross Selling

Dalam strategi marketing, Cross Selling adalah seni menjual produk dan jasa tertentu, kemudian menawarkan produk- produk yang berbeda. Penawaran ini bisa langsung dikemas dalam bentuk paket siap jual, atau penawaran langsung oleh tim penjualan.

Dalam melakukan cross selling, penjual umumnya mengkombinasikan jenis produk dan jasa dengan dua konsep berikut :

  • Produk utama dan produk lain yang nilainya lebih kecil.
  • Dua atau lebih produk berbeda dengan nilai yang seimbang dan saling melengkapi.

Misalnya dalam contoh McDonald tadi. Paket burger, kentang, dan minuman adalah tiga produk dengan nilai yang kurang lebih seimbang dan saling melengkapi.

Sedangkan di restoran lain, mungkin Anda bisa menemukan paket nasi ayam dengan tambahan tahu dan tempe. Disini nasi dan ayam adalah produk utama, sedang tahu tempe adalah produk tambahan dengan nilai lebih kecil, tapi layak untuk dipertimbangkan.

Contoh Cross Selling dalam strategi marketing

Contoh penerapan Cross Selling

  • Saat berbelanja di Indomaret, akan ada kasir yang segera menawarkan, “Nggak sekalian pulsanya, kak?”, atau “Nggak sekalian tebus murahnya, kak?”.
  • Paket makanan variatif di restoran cepat saji yang mengkombinasikan produk berbeda.
  • Paket makanan di restoran yang menawarkan paket untuk makanan utama & lauk tambahan/ produk sampingan dengan nilai lebih kecil.
  • Toko hadiah online yang menawarkan paket dengan isi kombinasi berbeda, misalnya saja bunga, cake dan boneka.
  • Toko fashion (online dan offline) yang menawarkan fashion item berbeda, misalnya saja gamis & hijab, atau dress dan aksesoris fashion.
  • Penawaran paket bundling untuk skin care dan kosmetik yang berbeda- beda, dan lain sebagainya.
  • Fitur related produk di toko online yang mengarahkan pembeli untuk berbelanja produk lainnya.

Dengan deretan contoh ini, memahami strategi cross selling untuk penjualan terasa lebih mudah, kan?

Pengertian Up Selling

Berbeda dengan Cross Selling dalam Up Selling, penjual menawarkan satu produk yang sama dengan nilai yang lebih besar. Produk ini mungkin berukuran lebih besar atau memberikan manfaat dan keunggulan yang lebih baik.

Untuk lebih mudah dalam memahaminya, Cross Selling berarti menjual produk A degnan menawarkan produk B, C, D, dan E. Sedangkan Up Selling adalah seni menjual produk A, dengan tambahan penawaran produk A+, A++ atau A+++.

Dalam melakukan up selling, penjual umumnya menggunakan konsep berikut :

  • Produk yang sama tapi grade ukuran dan manfaat berbeda
  • Produk yang sama tapi dengan tambahan add-on penjualan

Dalam dunia digital, mungkin kita familiar dengan add on berupa penawaran Privacy atau fitur tambahan saat membeli domain atau hosting. Dalam konsep bisnis yang besar, kita bisa menyebut add on ini juga untuk tambahan toping, bumbu, atau variasi rasa yang berbeda.

Strategi Up Selling untuk meningkatkan penjualan

Contoh penerapan Up Selling

  • Saat membeli ayam geprek misalnya, ada penawaran ayam geprek plus dengan topping keju mozarella.
  • Saat nonton dan beli popcorn, ada mbak cantik yang mengingatkan, “Popcorn nya nggak sekalian ukuran medium atau besar kak biar awet?”
  • Di restoran cepat saji, Anda mungkin akan ditawarkan ukuran makanan yang lebih besar.
  • Saat beli hosting, Anda akan mendapatkan penawaran harga untuk kapasitas hosting yang lebih baik.
  • Sebuah produk ada yang dilengkapi dengan opsi ukuran kecil dan besar.
  • Variasi topping premium/ lebih mahal dalam jenis makanan tertentu (martabak, pizza, cake, es krim, jajan kekinian, dsb).
  • Saat Anda membeli di toko hadiah online, ada toko yang menawarkan untuk upsize produk pilihan Anda.
  • Waktu akan membeli flashdisk 2GB, kemudian Anda ditawarkan, “Nggak sekalian yang 8GB aja, kak?”
  • Saat membeli produk digital, Anda kerap ditawarkan untuk membeli tambahan support 6 bulan atau lebih.
  • Fitur add-on produk di toko online yang mengarahkan pembeli untuk meng-upgrade pilihannya.

Setelah melihat daftar strategi up selling ini, mana yang akan Anda terapkan untuk bisnis Anda?

Up Selling vs Cross Selling untuk menigkatkan penjualan

Pengertian Down Selling

Kebalikan dari up selling, kita juga mengenal apa yang disebut dengan down selling. Down Selling adalah teknik penjualan dengan menawarkan produk yang harganya lebih murah atau punya value lebih kecil kepada calon pembeli.

Down selling biasanya ditujukan dengan dua jenis tujuan yang berbeda, yaitu :

  • Untuk mengakuisisi calon pembeli lebih dulu dengan penawaran yang lebih mudah dijangkau (produk penetrasi), kemudian dilanjutkan dengan produk utama setelah calon pembeli mulai yakin.
  • Ditujukan untuk menggaet pasar yang membutuhkan value lebih kecil atau harga lebih hemat.
  • Untuk sample pengenalan produk.

Untuk konsep yang pertama, tujuannya adalah menjual produk utama yang harganya jauh lebih mahal. Produk ini biasanya membutuhkan pendekatan lebih dalam karena nilainya mahal dan perlu menarik kepercayaan pembeli lebih dulu dengan produk penetrasi.

Down Selling kadang juga dilakukan untuk memicu penjualan dari sisi quantity atau jumlah penjualan. Down Selling ada yang dikemas dalam harga produk individu atau penawaran harga paket hemat.

Down Selling untuk meningkatkan penjualan

Contoh penerapan Down Selling

  • Penjualan produk penetrasi yang berharga lebih murah.
  • Paket makanan untuk ukuran anak- anak.
  • Paket makanan dengan ukuran lebih kecil (Misalnya burger tersedia ukuran kecil di restoran cepat saji).
  • Hosting paket untuk pelajar.
  • Paket produk ukuran sampel untuk promosi produk baru atau menggaet calon pembeli baru.

Down selling biasanya penjual gunakan untuk menarik pembeli untuk tujuan yang lebih besar. Misalnya saja, menyediakan paket ukuran anak- anak akan mengundang banyak keluarga untuk datang ke restoran.

Hosting harga pelajar akan mengarahkan pembeli baru untuk mencoba produk lebih dulu. Atau sampel skin care akan meyakinkan calon pembeli untuk mencoba ukuran standar setelah merasakan manfaatnya.

Manfaat Cross Selling, Up Selling, dan Down Selling

Ketiga- tiganya sering disebut sebagai ujung tombak bisnis dalam melakukan penjualan. Dengan memaksimalkan ketiganya, akan ada banyak manfaat yang bisa Anda peroleh.

1. Menawarkan produk baru

Dalam Cross Selling, penjual dapat mengenalkan kepada calon pembeli tentang produk baru yang mereka miliki. Dengan memberi penawaran langsung dan info singkat, pembeli akan lebih aware tentang produk tersebut, di samping Anda tetap melakukan promosi yang lain.

2. Mengenalkan variasi produk

Ketiga strategi ini sangat baik untuk memberikan edukasi kepada calon pembeli atau pembeli lama tentang variasi produk yang Anda miliki. Entah itu produk yang berbeda jenis, atau bahkan variasi ukuran produk dan add on yang menggoda.

Dengan mengenalkan variasi produk, calon pembeli akan lebih tertarik untuk mencoba sesuatu yang baru dari bisnis kita.

3. Mengoptimalkan performa penjualan produk yang kurang maksimal

Dalam penjualan, mungkin Anda menemui kalau produk yang terjual adalah itu- itu saja. Apakah benar produk ini mempunyai daya tarik yang luar biasa? Atau produk lain kurang mendapatkan eksposur?

Nah, Cross Selling akan membantu setiap produk untuk mendapatkan eksposur yang baik, karena dikombinasikan pada produk yang sudah populer lebih dulu. Menarik sekali, kan?

3. Meningkatkan penjualan secara keseluruhan

Dan yang tak bisakita pungkiri, ketiga strategi ini sudah pasti meningkatkan penjualan secara keseluruhan. Beberapa hal yang membuat omset penjualan naik secara keseluruhan dari strategi ini antara lain :

  • Ada banyak opsi menarik yang penjual tawarkan ke calon pembeli
  • Tiga strategi ini membangkitkan psikologis calon pembeli
  • Meningkatkan rata- rata penjualan produk dengan upselling dan cross selling
  • Meningkatkan jumlah pembelian dengan mengoptimalkan potensi down selling

Kesimpulan

Baik Cross Selling, Up Selling dan Down Selling, ketiganya adalah strategi berjualan yang sangat menguntungkan dan berpotensi meningkatkan omset berkali- kali lipat.

Berikut ini adalah rangkuman pertanyaan dari artikel ini keseluruhan :

Apa yang dimaksud dengan Up Selling?

Up Selling adalah strategi penjualan dengan menawarkan produk atau jasa yang sama dengan nilai dan manfaat yang lebih besar.

Apa yang dimaksud dengan Cross Selling?

Cross Selling adalah seni menjual produk dan jasa tertentu dengan menawarkan produk- produk lain yang berbeda jenis.

Apa yang dimaksud dengan Down Selling?

Down Selling adalah teknik penjualan dengan menawarkan produk dengan harga lebih murah atau value lebih kecil kepada calon pembeli.

Bagaimana cara Up Selling?

Ada beberapa teknik yang bisa digunakan untuk upselling. Diantaranya adalah menyiapkan produk dengan ukuran yang lebih besar atau menawarkan add-on dalam produk yang bisa meningkatkan nilai jual.

Baik itu bisnis online maupun offline, Anda bisa menerapkan strategi marketing ini sekarang juga. Anda bisa mencontoh Amazon dan toko online populer lainnya.

Saat pembeli masuk ke sebuah produk, ada sebuah widget yang menginformasikan : “Pelanggan yang Membeli Produk Ini juga Membeli :” atau “Apa lagi yang Pelanggan Beli Setelah Melihat Produk Ini?” atau “Produk Sejenis”.

Atau bisa juga mencoba berbagai konsep contoh cross selling, down selling, dan up selling yang P
anda ulas dalam artikel ini.

Jika Anda mencoba memainkan up selling dan down selling dalam paket harga, jangan lupa juga menerapkan teknik
decoy effect dalam strategi harga. Dengan begitu, produk dengan harga terbaik akan lebih banyak mendapat eksposure.

Selamat mencoba!