Jenis- jenis Targeting di Facebook Ads untuk Mengoptimalkan Iklan

Jenis- jenis Targeting di Facebook Ads untuk Mengoptimalkan Iklan

Ada banyak jenis targeting di Facebook Ads. Mulai dari yang paling dasar, hingga yang paling advance. Sebagai pengiklan, mengenali jenis- jenis targeting ini sangat amat penting. Karena jika tidak, Anda akan kehilangan kesempatan mengoptimalkan iklan.

Targeting ini sendiri merupakan sebuah aktivitas untuk menentukan kepada siapa saja iklan Anda akan ditayangkan. Targeting yang tepat akan membuat iklan Anda tampil pada audiens yang tepat sasaran. Nah, audiens tepat sasaran inilah yang nantinya akan menjadi lead berkualitas untuk bisnis Anda.

Sayang sekali kalau sudah mengeluarkan effort untuk ngiklan, ternyata lead yang masuk adalah lead sampah, bukan?

Jenis- jenis Targeting Audience di Facebook Ads

Apa sih pentingnya targeting yang optimal untuk iklan Anda? Tentu saja penting!

Selain mencegah Anda dari boncos budget percuma, targeting memudahkan iklan Anda untuk tampil ke orang- orang yang tepat. Jika sebelumnya Anda sudah merancang persona buyer dari konsumen bisnis Anda, kini saatnya menerapkannya di targeting iklan Anda.

Jika jenis audiens sudah tepat, dengan kombinasi budget dan konten yang menarik, iklan akan menjadi lebih optimal. Lead yang masuk ke sales funnel adalah lead matang yang berkonversi tinggi ke penjualan.

1.  Interest Targeting (Ketertarikan/ Minat)

Targeting Audience Facebook dengan Must Also Match

Interest atau ketertarikan atau minat adalah salah satu jenis targeting dasar dalam Facebook Ads. Dalam jenis targeting ini, pengiklan akan menentukan audiens ke dalam beberapa kelompok sesuai minat mereka.

Misalnya saja, Anda berjualan hijab untuk muslimah. Tentunya Anda akan menargetkan iklan ini ke orang- orang yang mempunyai ketertarikan terhadap berbagai jenis produk hijab atau busana muslimah. Bisa juga orang- orang yang mengidolakan tokoh- tokoh Muslimah.

Untuk itu, Anda bisa memasukkan kata kunci tertentu di kolom targeting, yang berkaitan dengan interest tersebut. Anda bisa memasukkan kata kunci interest seperti hijab, jilbab, busana muslimah, gamis, dan lain sebagainya. Anda juga bisa memasukkan brand hijab kenamaan atau tokoh muslimah populer.

Saat Anda memasukkan satu keyword targeting, Facebook Ads akan memberi referensi keyword lainnya yang masih berhubungan. Ini akan memudahkan pengiklan untuk mendapatkan insight seputar interest audience mereka.

Yang perlu Anda perhatikan, di setiap interest ini akan muncul angka audience dengan keyword tersebut. Selalu pilih yang angkanya signifikan dan meyakinkan jika Anda menemukan keyword yang sama.

2. Behavior Targeting

Target Audience Tech Savvy di Facebook Ads

Berbeda dengan Interest yang berbasis ketertarikan, Behavior adalah metode penargetan berbasis perilaku pengguna. Yang termasuk ke dalam kategori penargetan Behavior ini cukup banyak dan beragam.

Mulai dari pembayaran yang dilakukan dalam waktu tertentu, smartphone pengguna, aktivitas digital, orang yang gemar belanja online, orang yang gemar traveling, dan lain sebagainya.

3. Demographic Targeting

Jangan sampai terlewatkan juga, pengiklan juga bisa menentukan targeting iklan dari informasi demografis audiens.

Data demografis ini meliputi :

3.1 Gender dan Usia

Ini tentu bukan hal yang asing lagi. Apakah penawaran iklan Anda mengikat gender tertentu? Dan rentang usia berapa yang menjadi target iklan Anda.

Pengaturan demografis dasar ini penting sebagai langkah awal untuk memastikan iklan Anda tayang ke audiens yang diincar. 

3.2 Status Relationship

Apakah ingin menargetkan audiens yang sudah menikah, single atau bertunangan? Status relationship ini bisa Anda manfaatkan.

3.3 Jenjang Pendidikan

Anda juga bisa menargetkan tingkat pendidikan tertentu untuk iklan Anda. Para pengiklan biasanya menggunakan filtering jenjang pendidikan ini saat mereka menawarkan produk eksklusif tertentu dalam iklan mereka.

3.4 Profesi dan Penghasilan

Facebook Ads juga memungkinkan Anda untuk menargetkan kelompok penghasilan tertentu, profesi spesifik atau kepemilikan aset tertentu.

3.5 Status Kepemilikan rumah

Apakah Anda menargetkan orang- orang yang belum punya rumah untuk mengiklankan produk properti? Atau Anda menargetkan produk Anda ke orang- orang yang mempunyai rumah mewah? Targeting ini bisa Anda optimalkan dengan baik

Pada dasarnya, ketiga targeting di atas adalah jenis targeting dasar di Facebook Ads. Selain tiga di atas, Anda bisa membentuk targeting audiens lain berbekal fitur Custom Audience yang ada di dalam Facebook Ads.

Dari Custom Audience ini, Anda bisa mendapatkan beberapa jenis targeting lain seperti poin- poin berikut :

Membuat custom audience di Facebook

4. Targeting Audience dari Alamat Email

Apakah selama ini Anda menjalankan list building? Sudah mempunyai alamat list email potensial yang menjadi prospek bisnis? Jika iya, Anda bisa menggunakan daftar email tersebut sebagai target audiens.

Target audiens ini sebelumnya sudah pernah melakukan interaksi dengan bisnis Anda melalui channel yang lain. Sehingga saat mereka melihat iklan bisnis Anda di Facebook, mudah saja bagi mereka untuk mengenali siapa Anda dan produk yang Anda tawarkan.

Artinya, Anda mengiklankan ke prospek yang sudah matang. Potensi konversi tentu lebih besar!

5. Pengunjung Website

Jika sudah punya website, jangan lupa untuk memasang Facebook Pixel di website Anda. Dengan Pixel ini, maka Facebook akan bisa mengidentifikasi mereka ke dalam database audiens Anda.

Targeting dari mereka yang sudah berkunjung ke website ini juga lazim dipraktekkan oleh brand- brand besar. Contohnya adalah marketplace. Saat Anda tidak jadi melakukan pembelian atau produk yang Anda incar hanya nongkrong di keranjang, Anda bisa melihat iklan produk tersebut di Facebook Ads.

Iklan itu seolah mengingatkan Anda agar tidak membuang- buang waktu dan segera melakukan pembelian.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan retargeting terhadap mereka yang sudah pernah masuk di website dan melakukan pembelian.

6. Mereka yang Berinteraksi dengan Facebook Page atau Akun Instagram

Anda juga bisa menargetkan iklan untuk tayang pada orang- orang yang sudah berinteraksi dengan halaman Facebook atau Instagram Anda. Mereka yang melakukan interaksi dengan akun, umumnya adalah yang paling mudah untuk convert.

Jadi, mengapa tidak untuk memprospek ulang mereka?

7. Similarity Targeting dengan Lookalike Audience (LLA)

Setelah daftar targeting di atas, Anda juga bisa mencoba targeting Lookalike Audience atau LLA. LLA ini bekerja mencari similarity alitas kemiripan karakteristik dari daftar audiens yang sebelumnya sudah Anda miliki.

Jika sebelumnya custom audience yang pernah dibuat mempunyai tingkat konversi bagus, dan Anda berhasil menciptakan LLA nya, hasilnya dijamin nendang! Jangan lupa untuk melakukan split tes dari LLA yang dibuat ya 🙂

Kesimpulan

Dari 7 jenis targeting di atas, sebenarnya Anda bisa melakukan banyak testing berjenjang untuk menghasilkan berbagai jenis audiens lagi. Dan jangan lupa juga, lakukan optimasi target audiens tersebut agar hasil iklan lebih maksimal.

Optimasi target audiens ini sendiri bisa dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari memanfaatkan fitur Must Also Match, hingga menggunakan fitur Life Events. Trik- trik sederhana ini jika diterapkan bisa menghasilkan performa iklan yang jauh lebih berkualitas.

Selamat mencoba!

Cara Mudah Cek Engagement Rate Instagram dengan Akurat

Cara Mudah Cek Engagement Rate Instagram dengan Akurat

Meski ada cara untuk menghitung engagement rate (ER) dengan rumus, cek engagement rate Instagram dengan tool tentu memberi keuntungan tersendiri. Pasalnya, dengan tool ini, Anda bisa mengetahui ER dengan mudah, cepat, dan akurat.

Dengan mengetahui ER kita jadi bisa mengukur seberapa tinggi tingkat keterlibatan audiens dengan konten yang kita ciptakan. Kita juga bisa mengetahui jenis konten seperti apa yang audiens sukai. Sehingga kita memicu kita untuk menciptakan konten berkualitas serupa.

Apa itu Engagement Rate?

Engagement Rate adalah sebuah metrik standar yang mengukur performa suatu konten di platform media sosial, khususnya di Facebook dan Instagram. Engagement Rate ini bisa menjadi salah satu tolak ukur rate yang influencer tawarkan saat kita akan menjalin kerjasama.

Melalui persentase ER ini, kita bisa mengetahui berapa persentase keterlibatan follower terhadap konten yang mereka bagikan di media sosial, baik itu foto, video, maupun Instagram story.

Dengan mempertimbangkan ER ini, ini bisa menjadi pertimbangan kita dalam memilih influencer endorser yang tepat untuk bisnis kita. Persentase ER akan membantu para marketer apakah targetnya sudah sesuai dengan target market atau konten yang disajikan sudah tepat.

Pasalnya, tidak jarang para influencer juga sering salah strategi sehingga konten yang mereka sajikan tidak selalu sesuai dengan yang follower nya inginkan. Sebaliknya, mereka dengan follower lebih sedikit tapi bisa menyajikan konten yang tepat, bisa mempunyai ER lebih besar.

Cara Menghitung Engagement Rate

Jumlah follower dan interaksi (like, share dan komentar) berpengaruh besar terhadap konten yang Anda posting. Agar mendapatkan keterlibatan maksimal, perencanaan konten harus Anda lakukan secara matang agar hasilnya bisa optimal.

Secara umum, rumus dasar dalam menghitung Engagement Rate sebuah akun media sosial adalah sebagai berikut :

Rumus dasar menghitung engagement rate

Ada juga varian rumus lain untuk menghitungkan engagement rate secara spesifik.  Varian rumus ini adalah sebagai berikut :

1. Menghitung Engagement Rate Berdasarkan Reach

Reach adalah jumlah audiens unik yang melihat konten Anda. Satu postingan memungkinkan untuk selalu dilihat oleh follower dan non follower.

Dan masing- masing dari mereka mungkin untuk melihat satu kali atau bahkan beberapa kali. Jadi, perhitungan ER Instagram ini juga memperhitungkan jumlah view unik dari mereka yang bukan follower akun Anda.

Rumus untuk menghitung engagement rate ini adalah ER = total engagement per post / reach per post x 100.

Dengan rumus ini, Anda bisa mengetahui berapa jumlah non follower yang ikut melihat konten Anda.

2. Menghitung Engagement Rate Post

Kita juga bisa menghitung engagement rate berdasarkan post. Cara ini bisa Anda lakukan saat akun Instagram Anda mempunyai angka reach post yang tidak stabil.

Saat angkanya fluktuatif, cobalah menggunakan rumus perhitungan ER post : ER = total engagement di postingan/ total followers x 100.

Rumus ini dapat menghasilkan angka ER yang stabil. Kendati begitu, rumus ini tidak ideal untuk digunakan pada viral post yang mempunyai reach tinggi.

3. Menghitung Engagement Rate berdasarkan Impresi

Impresi adalah banyak konten Anda dilihat oleh audiens secara keseluruhan tampil di layar. Anda juga bisa menghitung ER berdasarkan impresi ini.

Rumus untuk menghitung ER dari impresi adalah ER = total engagement di postingan / total impresi x 100

4. Menghitung ER Views

ER Views artinya adalah menghitung engagement rate khusus untuk konten video. Yang perlu Anda perhatikan antara lain adalah view dan unique view.

Cara menghitung engagement rate video bisa menggunakan rumus ER = total engagement / total video views x 100.

5. Menghitung Daily ER

Selain empat varian di atas, Anda juga bisa menghitung jumlah ER setiap hari. Meski begitu, cara ini tidak bisa dilakukan untuk membedakan follower yang melihat postingan setiap hari dan mana follower yang baru.

Maka dari itu, penghitungan ER ini bisa dikatakan merupakan penghitungan secara kasar dan akurasinya kurang.

Cara menghitungnya sendiri adalah dengan rumus ER = total engagement dalam satu hari / total followers x 100.

Cara Mudah Cek Engagement Rate Instagram

Ribet sepertinya ya kalau menghitung engagement rate sendiri secara manual? Memang, hehehe…

Untuk itu, Anda bisa dengan mudah cek engagement rate instagram menggunakan deretan tool berikut ini :

1. Phlank

Kalkulator engagement di Phlank

Phlank adalah salah satu layanan untuk cek engagement rate Instagram yang paling populer. Untuk menggunakannya, Anda tinggal masuk ke situsnya dan memasukkan akun Instagram yang akan Anda cek, lalu enter.

Selain memberikan hasil kalkulator engagement, Phlank juga menampilkan benchmark untuk engagement rate, seperti berikut :

Benchmark engagement rate

Semakin tinggi jumlah follower, memang idealnya jumlah engagement rate menjadi lebih rendah karena perbandingan interaksi vs follower.

2. Tanke

Tanke populer sebagai creative influencer marketing agency yang membantu banyak brand membuat konten menarik dan memilih influencer sebagai strategi marketing. Meski begitu, mereka juga mempunyai tool Instagram untuk mengukur engagement rate sebuah akun.

Sama seperti Phlank, Anda cukup memasukkan nama sebuah akun yang akan dicek, lalu klik Analyse.

3. Influencer Marketing Hub

Berbeda dengan dua tool sebelumnya, tool ini lebih ditujukan untuk menghitung engagement rate influencer. Hasilnya bukan hanya rate dalam persen, tapi juga perkiraan value atau harga jual influencer tersebut per pos, usia dan gender, ketertarikan, dan metrik lainnya.

Untuk menggunakan tool ini, Anda perlu untuk registrasi akun terlebih dulu.

4. Omnifluencer

Menghitung engagement rate di omifluencer

Omnifluencer memberikan analisa akun Instagram yang cukup lengkap. Selain menampilkan hasil kalkulator engagement rate, ada juga analisa likes dan komentar per post.

Omnifluencer juga memungkinkan pengguna membandingkan hingga 4 akun Instagram sehingga bisa membandingkan kualitas calon influencer. Dengan begitu, akan semakin mudah untuk Anda menjatuhkan pilihan influencer yang tepat.

5. Analisa.io

Cek engagement rate di Analisa.io

Analias.io adalah salah satu kalkulator Instagram terlengkap. Bukan hanya untuk cek engagement rate saja, mereka juga menyediakan report komprehensif yang bisa dibagikan.

Analisa.io juga bisa memberikan analisa top post, hashtag populer yang sering influencer gunakan, demografis follower dan yang lainnya. Tool ini bisa Anda gunakan dengan paket Basic yang gratis, hingga paket Plus, Premium, dan Pro.

Kesimpulan

Mengetahui engagement rate adalah hal teknis sederhana yang membuat perbedaan dalam keputusan digital marketing Anda. Dengan mengetahui ER ini, Anda bisa menentukan influencer mana yang lebih tepat dan berdampak lebih positif untuk kampanye Anda.

Ada banyak cara untuk menghitung engagement rate ini, mulai dari cara paling dasar hingga berbagai varian untuk memperoleh hasil signifikan. Kendati begitu, menggunakan berbagai tool untuk cek engagement rate Instagram adalah pilihan terbaik.

Dengan deretan tool di atas, Anda dapat mengecek ER Instagram dengan mudah dan cepat, serta memperoleh berbagai insight tambahan sesuai fitur tersedia.

Semoga bermanfaat!

5 Alasan Kenapa Facebook Ads Sangat Powerful untuk Mengembangkan Bisnis

5 Alasan Kenapa Facebook Ads Sangat Powerful untuk Mengembangkan Bisnis

Ada banyak alasan menggunakan Facebook Ads untuk mengoptimalkan bisnis Anda. Dari sekian banyak platform iklan, Facebook Ads adalah salah satu yang terbaik. Tak diragukan lagi.

Meski begitu, memang belum semua pebisnis online memahami cara memanfaatkan
Facebook Ads. Padahal, ada banyak metode campaign yang siap untuk dites dan digunakan.

Kenapa sih Beriklan di Facebook?

Facebook Group adalah platform media sosial dengan pertumbuhan pengguna terbaik di dunia. Sejak awal dibuat, Facebook berkembang begitu pesat dalam waktu relatif sangat singkat.

Pengguna Facebook ini beragam. Mulai dari remaja yang berstatus pelajar hingga mahasiswa, orang dewasa, dan orang tua. Ada banyak tua muda yang menggunakan platform besutan Mark Zuckerberg ini untuk berkomunikasi dan berbagi konten.

Jumlah pengguna dan beragam demografis ini lah yang menjadi aset penting Facebook. Pengguna adalah aset sekaligus produk yang Facebook miliki untuk monetisasi platform mereka.

Dengan mudah Facebook mengetahui data demografis umum pengguna seperti nama, usia, jenis kelamin, dan kota tinggal, hingga yang spesifik seperti perilaku saat menggunakan internet, hal yang Anda sukai, dan masih banyak lagi.

Dengan harta karun ini, Anda bisa beriklan dengan memilih target audiens sendiri, dan menyesuaikannya sesuai kebutuhan Anda. Tentu saja, data yang Facebook miliki ini tidak bisa disaingi oleh media iklan konvensional, seperti radio, koran, atau televisi. 

Alasan Beriklan di Facebook

Sekilas keuntungan tersebut adalah alasan mengapa Facebook Ads adalah media promosi yang powerful untuk bisnis. Untuk lebih detailnya, berikut adalah alasan mengapa Anda perlu menggunakan Facebook Ads untuk mengembangkan bisnis Anda :

1. Facebook Ads Sangat Efektif

Ada dua perusahaan raksasa teknologi yang menjadi sumber trafik terbesar di internet. Mereka adalah Google dan Facebook. Kedua perusahaan ini menyumbang trafik internet kurang lebih 80% dari total keseluruhan.

Tentu saja ini tidak luput dari produk- produk penting yang mereka miliki. Google dengan mesin pencari, YouTube, dan aplikasi- aplikasi penting lainnya. Sedangkan Facebook mempunyai Instagram dan WhatsApp.

Bersama dengan Instagram, Facebook adalah media dengan keterikatan yang sangat kuat dengan penggunanya. Ini sekaligus menjadikan Facebook Group sebagai salah satu media sosial paling berpengaruh dalam memasarkan produk dan jasa.

Dengan menguasai Facebook Ads, Anda bisa menciptakan iklan yang sangat efektif. Anda bisa membidik target market yang tepat, sesuai dengan demografi, lokasi, perilaku pengguna, dan sebagainya.

2. Mudah Digunakan dan Memberi Hasil Cepat

Facebook Ads relatif mudah untuk digunakan. Salah satunya karena ada panduan beriklan yang sangat mudah dipahami pengiklan.

Selain itu, dalam beberapa klik saja, sembari menyiapkan media iklan, Anda sudah bisa beriklan di Facebook, Instagram, Messenger dan Audience Network sekaligus. Disini Anda perlu mempersiapkan Facebook page, akun iklan, dan materi iklan. Semua persiapan ini bisa Anda lakukan satu pintu di Facebook Business Manager.

Meski begitu, untuk menghasilkan winning campaign, Anda perlu melakukan split test iklan lebih dahulu. Anda bisa tes beberapa iklan berbeda dan memantau performanya. Matikan iklan dengan performa buruk, dan scale up iklan yang performanya optimal.

3. Pemilihan Audiens Luas dan Spesifik

Ingin menjangkau audiens yang luas atau super spesifik? Facebook Ads akan menjadi partner terbaik Anda.

Dengan mengoptimalkan target geografis, Facebook Ads akan menjangkau audiens Anda, dimanapun mereka berada. Anda juga bisa mengoptimalkan iklan dengan menargetkan pekerjaan calon audiens, atau kesukaan mereka, bahkan hingga pilihan politiknya.

Tentu saja Anda tidak harus menggunakan semua jenis targeting. Anda harus menyesuaikan dengan kebutuhan dan target market Anda.

4. Pilihan Kustomisasi Iklan

Facebook Ads mempunyai berbagai tipe iklan yang bisa pengiklan kustomisasi. Melalui kustomisasi, pengiklan bisa menggunakan berbagai objective untuk kampanye iklan yang sesuai.

Berikut ini adalah beberapa objective yang pengguna bisa pilih :

  • Traffic : Format iklan dengan konsep mirip iklan PPC (Pay per Click) Google. Goal dari iklan ini adalah mendatangkan trafik ke landing page.
  • Engagement : Iklan yang bertujuan untuk meningkatkan interaksi atau keterlibatan dengan audiens.
  • App Installs : Iklan yang bertujuan menghasilkan lebih banyak instalasi aplikasi ke ponsel device pengguna.
  • Video Views : Cocok untuk format iklan video karena goal-nya adalah menghasilkan banyak tayangan video.
  • Conversion : Bukan sekedar mengunjungi website, obyektif ini akan mengoptimasi audiens untuk melakukan konversi di landing page.
Ragam Objective Facebook Ads

5. Fitur Inovatif yang Semakin Berkembang

Facebook Group populer sebagai fitur yang selalu inovatif. Tidak heran, ada banyak perubahan cepat yang terjadi pada fitur- fitur Facebook.

Pengiklan lama pasti merasakan betapa banyak hal yang selalu berubah dari Facebook Ads. Mulai dari objektif yang awalnya hanya segelintir, namun kini semakin variatif sesuai kebutuhan pengiklan. Sampai dengan dashboard akun bisnis yang awalnya sederhana, sampai menjadi versi Facebook Business Suite seperti sekarang ini.

Facebook akan selalu menjadi platform beriklan yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan pengiklan. Ini adalah salah satu alasan mengapa Facebook Ads menjadi sangat penting untuk bisnis kita.

Kesimpulan

Dengan ulasan dari Panda ini, sudahkah Anda mantap untuk beriklan di Facebook?

Kenyataannya, beriklan di Facebook memang menuai banyak keuntungan. Dengan alasan yang Panda ulas di atas, Facebook Ads sudah pasti layak untuk Anda optimalkan.
Jadi, mengapa tidak?

Jangan lupa, salah satu kunci pentingnya adalah melakukan split test untuk menemukan winning campaign. Sekali bertemu dengan winning campaign, pengalaman beriklan akan sangat memuaskan bagi advertiser.

Cara Membuat Instant Articles Facebook untuk Blogspot

Cara Membuat Instant Articles Facebook untuk Blogspot

Setelah membuat tutorial Instant Articles Facebook dengan WordPress, rasanya tidak adil jika tidak membuat tutorial instant articles untuk blogspot. Pasalnya, sampai saat ini pengguna Blogspot masih banyak sekali, dan tentu saja tetap menarik untuk monetise instant artikel dengan platform yang satu ini.

Sama seperti tutorial artikel instan untuk WordPress, Saya menyarankan Anda untuk membaca artikel sebelumnya : Apa itu Instant Articles? Hal- Hal yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Mendaftar terlebih dulu. Di artikel ini, Anda akan mendapatkan gambaran jelas tentang apa itu artikel instant, apa saja yang perlu Anda persiapkan, bagaimana cara Facebook membayar, tips agar sukses dengan artikel instant dan informasi lainnya yang Anda butuhkan.

Cara Mendaftar Instant Articles untuk Blogspot

Sebelum memulai tutorial ini, ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan untuk membuat instant article untuk Blogspot. Diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Fanspage, jika belum punya Anda bisa membaca lebih dulu artikel Cara Membuat Facebook Fanspage.
  • Aplikasi Facebook Mobile
  • Aplikasi Pages Manager
  • Akun Blogspot dengan minimal 10 artikelnya

Jika sudah mempunyai ketiga hal tersebut, mari ikuti langkah- langkah berikut ini untuk membuat instant article Anda :

A. Cek Fanspage Eligible untuk Artikel Instan

  1. Masuk ke situs Instant Articles di https://instantarticles.fb.com atau melalui Facebook Creator Studio untuk memunculkan fanspage yang eligible untuk mendaftar Instant Article.
  2. Masuk ke menu Monetisation > Monetisation with Facebook.
  3. Pilih fanspage eligible yang ingin Anda daftarkan untuk artikel instan Anda.
    Cek fanspage eligible untuk Instant Article
  4. Disini ada 3 langkah yang harus Anda ikuti. Pertama mereview Term & Condition, lalu menambah paling sedikit 10 artikel, dan ketiga baru set up program monetise nya.
    Step mendaftar Instant Article
  5. Tap button ‘Review Terms’. Di halaman terms, scroll terus ke bawah, lalu tap button Agree to Terms.
    Review Terms Artikel Instan Facebook
  6. Di bagian selanjutnya, Anda akan menambahkan artikel yang terdiri dari empat step, dan dilanjutkan dengan pengaturan monetise. Untuk tahap ini, kita akan berlanjut ke bagian B ya, karena berkaitan dengan pendaftaran blog.

B. Claim Domain & Setting Blog

Setelah menyetujui Terms dari Instant Article Facebook, langkah selanjutnya adalah menghubungkan akun monetise instant article Anda dengan domain Blogspot Anda. Anda harus memenuhi syarat- syarat dari Facebook agar bisa mengikuti review Instant Article untuk blogspot Anda.

  1. Di bagian ‘Add 10 Production Articles for Review’, pilih Claim Domain.
    Step Claim domain dan menambah meta ke Blogspot
  2. Facebook akan mengarahkan Anda untuk menambahkan kode tag properti untuk menghubungkan blog Anda ke artikel instan.
  3. Di sisi lain, buka akun blogspot Anda, dan masuk ke bagian pengaturan HTML.
  4. Tambahkan kode meta properti di bawah <head>, dan Simpan.
    Menambahkan kode instant articles ke blogspot
  5. Setelah penambahan kode meta berhasil dilakukan, kembali ke Facebook Instant Article, dan tap button Claim URL.
  6. Setelah penambahan URL berhasil, maka status akan berubah menjadi Your URL has been claimed. Disini Anda bisa melanjutkan setting artikel instan Anda.
    URL berhasil diklaim untuk Instant Article

C. Konfigurasi Style Artikel

Langkah selanjutnya adalah konfigurasi style artikel. Disini kita akan mengupdate style dan logo agar pengajuan kita optimal saat proses review oleh Facebook.

  1. Di step kedua dari Article Production tadi, pilih tap ‘Configure’. Disini Anda mengupdate style bawaan dari laman artikel instan, mengatur logo, judul dan deskripsi blog.
  2. Di menu Article Colors, Anda bisa mengupdate tampilan warna dari defult yang Facebook atur sebelumnya.
  3. Di bagian logo, jangan lupa untuk mengunggah logo. Logo harus memiliki format .png dengan background transparan. Dimensi logo minimal adalah 690×132 pixel.
    Konfigurasi style dan logo artikel instan di Facebook
  4. Jangan lupa juga untuk melengkapi judul dan deskripsi blog.

D. Menambahkan Artikel dari RSS Feed

Nah, di bagian ini Anda akan mengatur bagaimana konten blog Anda tampil sebagai artikel di Instant Articles Facebook. Caranya adalah dengan menggunakan RSS Feed agar artikel terupdate secara otomatis di platform instant article.

Kabar baiknya lagi, disini Blogger sudah menyediakan halaman RSS feed secara default untuk setiap blog yang Anda buat. Anda hanya perlu memastikan bahwa RSS Feed Anda sudah aktif di situs Blogger.

Selain itu, pastikan juga setting feed Anda diseting ke Penuh (Full) seperti di tutorial ini.

  1. Masuk ke Bagian Setting >> Other >> Site Feed. Pastikan Blog Post Feed disetting Full.
    Setting RSS Feed Blogspot untuk Instant Articles
  2. Di bagian paling bawah, ada informasi alamat RSS feed blog Anda, copy URL tersebut.
  3. Kembali ke Tools Instant Article, di bagian Configuration, paste alamat RSS feed ke Production RSS Feed, lalu klik Simpan.
    Simpan RSS Feed di Konfigurasi Artikel Instan
  4. Facebook membutuhkan waktu untuk crawling konten feed. Tunggu sampai Anda mendapatkan notifikasi bahwa update feed berhasil ditambahkan.
  5. Setelah notifikasi muncul dan RSS feed berhasil diupdate, maka artikel Anda akan secara otomatis muncul di menu Production Articles.

E. Ajukan untuk Proses Review

Begitu pengajuan Anda terdeteksi mempunyai minimal 10 konten di Article Production, Anda bisa mengajukan permintaan review instant article untuk Blogspot.

Simak langkah- langkahnya berikut ini :

  1. Masuk di Creator Studio atau Publishing Tool, lalu ke bagian Instant Article > Configuration.
  2. Karena semua step yang Facebook syaratnya semua sudah kita penuhi, maka kita bisa tap Submit for Review.
  3. Proses approval biasanya membutuhkan waktu beberapa hari. Selama proses ini berlangsung, cobalah untuk tetap memposting artikel agar akun blog Anda terlihat aktif.
  4. Setelah mendapatkan approval, Anda akan mendapatkan notifikasi melalui email atau notifikasi Facebook.
    Submit Review Instant Article

Cara Monetisasi Akun Instant Articles

Sudah punya akun instant articles di blogspot, tujuannya untuk apa? Tentu saja untuk proses monetise dong, hehehe…

Nah untuk proses monetisasi ini, ada beberapa langkah yang perlu Anda lakukan :

  • Mendaftarkan akun untuk Facebook Developer
  • Mendaftar untuk Facebook Audience dan Mendapatkan Placement ID
  • Mengintegrasikan iklan Facebook Audiens Ads ke Blogspot
  • Mengatur informasi pembayaran

Karena step ini cukup panjang, Panda akan mengulasnya kembali di satu artikel khusus.

Kesimpulan

Untuk para content marketer yang gemar monetise dari konten publishing, kehadiran instant articles adalah angin segar. Ya, akhirnya ada tambahan platform yang memungkinkan publisher untuk mendapatkan penghasilan dengan hasil yang bisa diandalkan.

Selain itu, instant articles ini bisa blogger terapkan ke berbagai platform dengan mudah. Entah mereka yang menggunakan WordPress, atau bahkan menggunakan blogspot. Mendaftar instant articles untuk blogspot pun relatif mudah. Selama Anda memenuhi syarat- syaratnya untuk proses review, pengajuan artikel instant Anda tinggal menunggu notifikasi persetujuan dari Facebook.

Selamat mencoba!

Iklan Anda Selalu Ditolak Facebook? Perbaiki dengan 9 Hal Ini

Iklan Anda Selalu Ditolak Facebook? Perbaiki dengan 9 Hal Ini

Bicara tentang platform beriklan paling favorit di mata digital marketer, Facebook Ads sudah pasti salah satunya. Pasalnya, Facebook Ads menawarkan banyak fitur beragam yang membuat iklan, terutama untuk produk impulsive. Dengan Facebook Ads, pengiklan akan bisa menjangkau audiens tertarget secara maksimal.

Pengiklan bisa menargetkan audiens berdasarkan usia, demografis, pekerjaan, device, dan hal- hal yang mereka sukai. Potensi Facebook Ads memang sangat besar, dan sayang untuk kita lewatkan.

Di satu sisi, Facebook Ads juga kerap membuat para pengiklannya galau. Misalnya saat Facebook menolak iklan Anda berkali- kali, tanpa alasan yang jelas. Padahal, Anda merasa iklan tersebut sudah on point dan layak tayang.

Mencoba untuk revisi iklan, dan sempat tayang, eh iklan gagal lolos lagi. Hmmm, apa yang sebenarnya terjadi?

Jika penolakan dari Facebook ini terjadi untuk pertama kalinya, mungkin ini bukan masalah besar. Namun jika sudah beberapa kali, tentu rasa frustasi lama kelamaan akan muncul. Menyerah untuk beriklan di Facebook? Well, tentu saja tidak.

Tips Agar Tidak Lagi Ditolak Facebook Ads

Apa yang salah sih dari iklan Saya? Kenapa ya iklan ditolak terus sama Facebook?

Anda mungkin menanyakan hal ini berkali- kali. Untuk memahaminya, mari kita bersama- sama memperhatikan kembali cara beriklan yang benar di Facebook. Dengan begitu, kita tidak lagi menduga- duga, terlebih tanpa alasan yang kuat.

Sebelumnya, coba lah menjawab beberapa pertanyaan ini lebih dulu sebelum kita melangkah lebih jauh :

  • Sudahkah Anda tahu TOS beriklan di Facebook?
  • Apakah Anda tahu produk yang boleh dan tidak boleh tayang dalam Facebook Ads?
  • Sudahkah Anda mempersiapkan materi iklan yang aman untuk tayang?

Setelah menjawab tiga hal tersebut, langkah selanjutnya adalah mengikuti tips berikut ini agar iklan tidak ditolak oleh Facebook :

1. Facebook Selalu Melakukan Proses Review Iklan

Saat Anda menjalankan iklan di Facebook atau Instagram, iklan yang Anda setting akan mengalami proses review yang memakan waktu kurang lebih 1×24 jam. Dalam beberapa kasus, untuk produk dengan potensi pembatasan tertentu, proses review bisa lebih lama lagi.

Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan Facebook selama proses review iklan. Mulai dari gambar, teks, targeting, jenis produk, dan penempatan iklan. Jika Anda menggunakan landing page, landing page harus memenuhi syarat.

Syarat dari landing page ini antara lain harus berfungsi dengan baik, dan menampilkan produk dan jasa yang sama seperti iklan tayang. Jika tidak, Facebook pasti akan menolak iklan Anda.

Setelah proses review selesai, Anda akan mendapatkan pemberitahuan via email atau push notif terkait status iklan Anda : ditolak atau disetujui. Jika mendapatkan persetujuan, iklan akan mulai tayang dan Anda dapat memantau performanya melalui Ads Manager.

Namun, bagaimana jika iklan disapproved, alias ditolak, alias tidak lolos review?

Saat iklan ditolak, Facebook akan mengirimkan email dan notifikasi ke akun terkait penolakan iklan. Melalui email, Facebook akan memberi alasan mengapa iklan tidak berhasil melewati proses review.

Setelah mengetahui penyebab iklan tidak lolos review, Anda dapat memperbaiki (edit) iklan terlebih dahulu, sebelum mengajukannya kembali untuk proses review lanjutan.

2. Tidak Mengiklankan Konten yang Dilarang

Setiap platform periklanan pasti mempunyai peraturan terkait apa yang boleh dan tidak boleh diiklankan. Tentu saja, Facebook termasuk salah satu advertiser tersebut 😊. Sudah tahukah Anda konten apa saja yang masuk list terlarang di Facebook?

Berikut ini adalah daftar konten tersebut :

  • Produk / service yang illegal
  • Diskriminasi
  • Produk Tembakau
  • Narkoba & Produk yang terkait dengan Obat terlarang
  • Suplemen yang tidak aman
  • Senjata, amunisi atau bahan peledak
  • Produk / service dewasa
  • Konten dewasa
  • Pelanggaran pihak ketiga
  • Content sensasional
  • Atribut pribadi
  • Konten palsu, atau hoax
  • Konten yang kontroversial
  • Landing page yang tidak aktif / tidak berfungsi
  • Peralatan untuk mengawasi
  • Tata bahasa dan kata-kata yang tidak senonoh
  • Tidak ada fungsi
  • Kesehatan pribadi
  • Payday atau pinjaman uang ilegal
  • MLM
  • Pelelangan uang
  • Dokumen palsu
  • Konten berkualitas rendah atau mengganggu
  • Spyware atau malware
  • Animasi otomatis

Jika memang konten termasuk salah satu dari daftar tersebut, maka pantas saja iklan Anda tidak mendapat persetujuan tayang dari Facebook.

3. Konten dengan Penggunaan Terbatas

Berbeda dengan produk dan jasa dilarang, seperti poin nomer 2. Ada beberapa produk yang masih boleh diiklankan, namun dibatasi. Artinya, produk ini terikat dengan term & condition Facebook Ads yang cukup ketat dan Anda perlu berhati -hati.

Beberapa produk tersebut, antara lain :

  • Alkohol (Pembatasan usia sesuai ketentuan negara)
  • Kencan
  • Perjudian uang nyata
  • Lotre negara
  • Obat-obatan online
  • Suplemen
  • Jasa Berlangganan
  • Jasa Keuangan
  • Konten bermerk
  • Layanan pinjaman untuk siswa

4. Terkait Video Ads

Jika konten yang Anda iklankan berupa video ads dan jenis iklan dinamis, Anda harus mematuhi semua peraturan yang tertuang dalam Advertising Policies Facebook.

Kebijakan ini terkait dengan :

  • Kontent yang mengganggu.
  • Batasan yang terkait dengan hiburan, seperti : narkoba dan penggunaan alcohol, konten dewasa, kata- kata kotor, dan kekerasan/ pelecehan.

5. Soal Targeting

Dalam targeting, ada beberapa point yang perlu Anda perhatikan, misalnya :

  • Hindari menggunakan opsi targeting untuk tujuan mendiskriminasikan, melecehkan, memprovokasi, atau merendahkan pengguna lain.
  • Jika Anda mentargetkan iklan ke audiens tertentu, Anda harus mematuhi ketentuan yang berlaku. Misalnya saja, menargetkan usia tertentu dan interest produk terbatas, seperti alkohol (Karena alkohol mempunyai kebijakan usia sesuai ketentuan negara).
  • Targeting yang pengiklan pilih sebaiknya tidak mencerminkan karakteristik, kepercayaan, orientasi seks, atau SARA.

6. Penyiapan Materi Iklan Facebook

Sampai di tahap ini, apakah Anda sudah semakin siap beriklan di Facebook? Kini saat untuk mempersiapkan materi iklan yang aman untuk promosi Anda.

Beberapa point yang perlu pengiklan perhatikan saat menyiapkan materi iklan antara lain :

  • Relevansi
    Semua komponen iklan harus berhubungan dan sesuai dengan produk atau jasa dalam iklan, serta sesuai dengan jenis audience yang pengiklan targetkan. Komponen iklan yang relevan ini termasuk gambar, teks, video, atau media lainnya.
  • Akurasi
    Produk atau jasa yang tayang dalam iklan harus sesuai dengan produk/jasa yang tampil di landing page, atau halaman penawaran. Landing page tidak boleh memuat produk atau jasa yang Panduan Beriklan Facebook larang.
  • Teks dalam Video, dan Gambar
    Penggunaan teks dalam video dan gambar harus berimbang. Untuk media gambar, Facebook merekomendasikan penggunaan jumlah teks tidak lebih dari 20% dari gambar, untuk menghasilkan performa yang maksimal.
  • Gambar Before vs After
    Facebook tidak menyukai tipikal gambar before vs after. Jenis gambar ini berpotensi mengelabui audiens dan overpromise terhadap kualitas produk. Agar iklan tidak ditolak Facebook, cobalah menghindari jenis gambar ini.

7.  Lead Ads

Leads Ads Facebook atau Lead Generation adalah favorit pengiklan untuk mendapatkan data prospek customer. Untuk jenis iklan ini, Facebook tidak memperbolehkan pengiklan menggunakan pertanyaan dengan tujuan mendapatkan :

  • Nomor akun
  • Riwayat kejahatan
  • Informasi keuangan
  • Pengidentifikasi yang pemerintah keluarkan.
  • Informasi kesehatan
  • Informasi asuransi
  • Afiliasi politik
  • Ras dan etnik
  • Agama
  • Orientasi seksual
  • Template pertanyaan
  • Keanggotaan serikat buruh
  • Username dan Password

Sebagai catatan, Facebook tidak akan menggunakan data pribadi yang sensitif dalam penargetan iklannya. Itulah mengapa informasi sensitif akan berpengaruh terhadap persetujuan tayang iklan.

8. Branded Content

Branded content artinya penggunaan brand atau merek, serta konten bermuatan copyright. Facebook melarang pengiklan untuk menggunakan atribut brand mereka secara sembarangan. Misalnya saja, mencantumkan logo Facebook atau Instagram di dalam materi iklan. Logo kecil sekalipun, iklan tetap beresiko besar tidak lolos review.

Dalam hal ini, Facebook menganggap pengiklan mendompleng nama Facebook atau berpura- pura menjadi representatif dari Facebook. Ini bisa menjadi tindakan yang merugikan Facebook itu sendiri.

Sedangkan untuk copyright, pengiklan juga tidak boleh mendompleng nama sebuah brand yang sudah populer atau mengkampanyekan produk KW dari brand ori dengan terang- terangan.

9. Copy Teks Iklan

Bukan hanya memperhatikan jenis produk dan jasa, copy teks juga menjadi bagian penting dalam Facebook Ads. Selain mengemas konten iklan Anda dengan copywriting yang menarik, berhati- hatilah dalam menyusun kata- kata.

Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian Anda, antara lain :

  • Atribusi pribadi
  • Kata- kata berkonotasi negatif

Atribusi pribadi artinya tidak boleh ada penggunaan kata- kata rasis atau menyudutkan atribut tertentu pada individu. Ini bukan hanya berkaitan rasis dengan agama atau suku tertentu. Misalnya saja, kata ‘Hanya untuk Kelahiran 90’an’, atau ‘Apakah Anda Mempunyai Kulit Hitam dan Gelap?’. Atribusi disini berbicara tentang kecenderungan diskriminasi.

Kata kelahiran 90’an yang merupakan atribusi kelompok tertentu, yang bisa membuat iklan Anda gagal mendapat approval. Begitu juga dengan kata ‘mempunyai kulit hitam dan gelap’.

Sedangkan kata berkonotasi negatif bisa merupakan kata- kata bernada kasar, umpatan, dan tidak pantas. Misalnya saja, kata ‘brengs*k’ atau ‘f*ck’. Menggunakan jenis kata- kata ini berpotensi membuat iklan Anda ditolak Facebook.

Jika ingin iklan lolos review, buatlah copywriting Anda sebaik dan seaman mungkin. Itu peraturan sederhananya.

Kesimpulan

Dengan memahami hal- hal di atas, kini Anda akan semakin mengetahui tujuan Anda beriklan dan bagaimana cara beriklan yang baik, agar iklan lolos review.

Secara ringkas, ini lah to do list Anda untuk memperbaiki kinerja iklan agar tidak ditolak Facebook Ads lagi :

  • Kenali TOS Facebook.
  • Berhati- hati dalam memilih produk untuk iklan.
  • Siapkan materi iklan sebaik- baiknya, dengan mempertimbangkan apa yang Facebook sarankan (seperti penggunaan teks dalam gambar dan video, pemilihan gambar yang relevan).
  • Berhati- hati dalam pemilihan copy teks untuk beriklan.
  • Buat Landing Page Anda serelevan mungkin dengan iklan.

Jangan lupa juga dengan pepatah : Practice makes perfect. Jangan bosan- bosan untuk split test dan testing iklan terus menerus. Melelahkan mungkin, tapi kerja keras Anda akan terbayar dengan kinerja iklan yang baik.

Dalam proses testing ini lah, Anda akan semakin mengetahui pola beriklan di Facebook Ads. Anda akan bisa memahami iklan yang paling efektif dan memberi performa terbaik. Dan tentunya, ini akan memberi kontribusi positif terhadap bisnis Anda.

Siap untuk praktek sekarang juga? Selamat mencoba!