Cara Mengisi Informasi Pajak Google Adsense agar Mendapat Pemotongan Pajak 0%

Cara Mengisi Informasi Pajak Google Adsense agar Mendapat Pemotongan Pajak 0%

Anda tentu menyadari kalau Google Adsense baru- baru ini meminta penggunanya untuk memperbarui informasi pajak di laman web nya. Nah, pembaruan informasi pajak Google Adsense ini berkaitan erat dengan perubahan kebijakan bisnis di Amerika Serikat.

Hal ini berdampak pada semua afiliasi Google di seluruh dunia yang selama ini memperoleh penghasilan dari kerjasama mereka dengan pihak Google.

Google sendiri bukan perusahaan pertama yang memperbarui kebijakan perpajakan ini. Perusahaan- perusahaan digital lain bahkan sudah lebih dulu melakukannya sejak beberapa tahun lalu. Salah satunya adalah Freepik yang berada di Malaga, Spanyol.

A. Tentang Kelola Informasi Pajak Google Adsense

Siapapun yang bekerjasama dengan Adsense dan memperoleh penghasilan dari kerjasama mereka, termasuk penayangan iklan, penyediaan siaran video dan kepemilikan royalti akan diminta untuk melengkapi informasi perpajakan atau US tax information.

Jika ini tidak dilakukan, maka Google akan berhak menunda pembayaran penghasilan dari publisher. Begitulah kurang lebih penjelasan tentang Kelola Info Pajak di Google Adsense.

A.1 Siapa saja Yang Harus Mengisi Tax Informasi ini?

Google akan mulai melakukan pemotongan pajak per Juni 2021 untuk setiap pendapatan yang diperoleh dari viewer Amerika. Deadline yang GOogle berikan untuk pengisian ini sendiri adalah sebelum tanggal 31 Mei 2021.

Jika tidak mengisinya, Google akan berasumsi bahwa publisher adalah penduduk US dan Mengharuskan publisher mendapatkan pemotongan pajak penghasilan hingga 24% dari total penghasilan di seluruh dunia.

Pernyataan Google sebenarnya menyiratkan kalau kebijakan perpajakan ini hanya mengikat YouTuber saja, sedangkan pemilik website dan blog tidak wajib. Namun, banyak ahli menyarankan untuk tetap mengisi informasi pajak tersebut, baik untuk YouTuber, maupun blogger.

Artinya, siapapun yang menerima pembayaran dari Google di seluruh dunia wajib mengisi ini untuk menghindari resiko pemotongan penghasilan yang tidak diinginkan.

Informasi US Tax Requirement

A.2 Mengapa Harus Mengisi Tax Information?

Untuk apa sih sebenarnya tax information ini? Mengapa sangat penting?

Salah satu alasannya, Google perlu untuk mengetahui profil Anda sehingga bisa menerapkan perlakuan pajak yang tepat sesuai kebijakan yang berlaku di Amerika. Informasi ini misalnya :

  • Apakah Anda adalah individu atau badan usaha?
  • Apa kewarganegaraan Anda? Apakah warga US atau bukan?
  • Apakah Anda warga negara mitra pajak Amerika (Indonesia termasuk mitra dari Amerika)?

Semua informasi ini akan sangat berpengaruh terhadap penghasilan Anda di kemudian hari. Jika tidak mengisi informasi tersebut, Google tidak akan mempunyai cukup informasi sebagai laporan perpajakan ke otoritas IRS. Akibatnya, mereka akan menyamaratakan data Anda dan berasumsi kalau Anda warga US dan menjadi subjek pajak dalam negeri.

Selain itu, sebagai warga Indonesia, Anda bisa memanfaatkan tarik pemotongan pajak hingga 0% yang merupakan benefit dari perjanjian kerjasama antara Amerika dan Indonesia.

Memang nya darimana Google bisa mengetahui Anda warga Indonesia yang memanfaatkan tax treaty? Tentu saja karena Anda telah mengisi informasi perpajakan yang diperlukan oleh Google.

A.3  Tentang Potongan Pajak 30% untuk Warga Non US, Apakah ini Benar?

Ya, Betul. Kebijakan terbaru Amerika mewajibkan pemotongan bagi para penerima pendapatan warga asing (non-resident alien) yang melakukan pekerjaan bebas (tidak ada hubungan kerja maupun bisnis). Tidak main- main, potongannya adalah 30% dari penghasilan bruto.

Sebagai contoh, ada blogger dan YouTuber sukses Indonesia yang memperoleh penghasilan dari Google US, namun tidak tinggal di US. Terlebih, kebijakan disana menerapkan seluruh penjualan konten kreatif digital dari luar yang masuk ke US adalah obyek pajak royalti, sehingga tarifnya hampir sama 30%.

Tidak heran, banyak pemain Envato dan Shutterstock yang berbondong- bondong memanfaatkan tax treaty untuk mendapatkan keringanan pajak.

A.4 Manfaatkan Tax Treaty (P3B) untuk Keringanan Pajak

Tax Treaty adalah perjanjian penghindaran pajak berganda (P3B) dengan negara lain.

Untuk warga Indonesia yang tidak tinggal di US, melakukan pekerjaan bebas dan bukan merupakan entitas/ badan usaha, lalu memperoleh penghasilan dari US, bisa mengklaim manfaat dari perjanjian Tax Treaty antara Amerika dan Indonesia ini.

Tax Treaty ini juga berlaku untuk para penerima penghasilan dari Adsense, atau dari perusahaan agency lainnya di US. Syaratnya cukup mudah, yaitu dengan mengisi formulir Certificate of Foreign Status of Beneficial Owner for U.S. Tax Withholding.

Formulir ini lah yang sering kita kenal dengan W-8BEN (individu) atau W-8BEN-E (badan)

B. Tutorial Cara Mengisi Formulir Pajak Google Adsense W-8BEN dan Form W-8BEN-E

Ada dua jenis formulir standar yang tersedia dalam pembaruan informasi perpajakan di Google Adsense. Dua formulir tersebut adalah W-8BEN (individu) dan formulir W-8BEN-E (entitas/badan).

Formulir ini berisi informasi dasar tentang domisili dan NPWP. Anda wajib mengisinya jika ingin memanfaatkan tarif pemotongan pajak hingga 0%.

Meski terdengar rumit untuk Anda yang masih asing dengan nama dua form ini, sebenarnya ini tidak sesulit kedengarannya. Google Adsense sudah memberikan panduan dalam pengisian informasi pajak ini.

Jika dari hasil pengisian ini Anda termasuk yang memenuhi syarat, Anda bisa memperoleh pemotongan pajak yang lebih kecil, yaitu hingga 0% dari penghasilan Anda.

Langsung saja, berikut adalah langkah- langkah mengisi formulir Kelola Info Pajak Google Adsense W-8BEN untuk mendapatkan benefit tax treaty :

  1. Login ke akun Adsense.
  2. Masuk ke menu Pembayaran > Setelan > Kelola info pajak.
    Kelola info pajak Google Adsense
  3. Klik button Tambahkan Info Pajak.
  4. Di tahap pertama, Google akan meminta Anda memasukkan informasi jenis akun, Perorangan atau Entitas.
    Mengisi info pajak Amerika Serikat di Google Adsense
  5. Pilih Tidak untuk menjawab pertanyaan apakah warga negara Amerika Serikat
  6. Untuk pilihan jenis pajak, centang opsi formulir W-8BEN untuk memanfaatkan tax treaty agar tarif pemotongan menjadi 0% untuk Adsense
  7. Klik button Mulai Formulir W-8BEN
  8. Di laman formulir, isi identitas pajak Anda, termasuk disini adalah nama individu seperti yang tertera di dokumen pajak, Nama DBA (berbisnis sebagai – opsional), dan negara pengguna
    Mengisi identitas pajak di formulir W-8BEN
  9. Masukkan nomor NPWP Anda di kolom Nomor identifikasi wajib pajak TIN Asing
  10. Lanjutkan dengan mengisi alamat lengkap dan alamat surat menyurat
  11. Di bagian Tax Treaty atau Perjanjian Pajak, pilih Ya untuk mendapatkan pengurangan tarif pemotongan pajak dan pilih negara Indonesia
    Mengklaim Tax Treaty atau Perjanjian Pajak P3B
  12. Untuk Jenis Penghasilan, ada tiga jenis penghasilan, yaitu jasa Adsense, penyediaan video dan kepemilikan hak cipta. Anda bisa mencentang ketiga opsi tersebut.
    Mengisi opsi penghasilan di Info Kelola Pajak
  13. Review pratinjau dokumen dan centang pernyataan
  14. Di penghujung form, Google akan meminta Anda untuk mengisi nama
  15. Klik Submit untuk menyelesaikan semua proses

C. Tax Treaty Tidak Menggugurkan Kewajiban Pajak Dalam Negeri

Selain melengkapi informasi pajak di Google Adsense, tujuan dari pengisian form dalam tutorial ini adalah untuk mendapatkan klaim Tax Treaty. Tax Treaty atau P3B bertujuan untuk menghindari pengenaan pajak berganda dan pertukaran informasi.

Hal ini sama sekali tidak menggugurkan kewajiban perpajakan publisher Indonesia untuk urusan pajak dalam negeri. Jika di US sono, publisher diawasi oleh IRS ( Internal Revenue Service), di Indonesia ada DJP sebagai protokoler penerima pajak di Indonesia.

Dan tentu saja, pertukaran informasi ini akan menjadi salah satu media DJP untuk melacak informasi pajak seseorang.

13 Jaringan Native Ads Terbaik untuk Menghasilkan Uang dari Blog

13 Jaringan Native Ads Terbaik untuk Menghasilkan Uang dari Blog

Saat Anda menjatuhkan pilihan untuk menjadi seorang blogger, ada berbagai cara yang Anda pilih untuk menghasilkan uang dari blog Anda. Salah satu yang termudah adalah bergabung dengan berbagai platform iklan yang memberi Anda kesempatan untuk menghasilkan uang dari pemasangan banner iklan.

Jika bicara soal platform iklan, tentu kita sudah familiar dengan format iklan yang berbentuk banner dengan basis PPC atau CPM. Kini, para publisher juga bisa mencicipi jenis iklan berupa native ads yang mempunyai tampilan seperti widget dan seolah- olah menjadi bagian dari konten website itu sendiri. Tertarik untuk mencoba?

Pengertian Native Ads

Native ads (iklan bawaan) adalah salah satu format iklan yang belakangan sedang populer dan menjadi favorit di kalangan publisher. Seperti yang sempat disinggung di atas, native ads ini tampil seolah- olah menjadi bagian dari konten website itu sendiri.

Dengan tampilan kamuflase ini, iklan native cenderung mendaptakan lebih banyak klik dibandingkan banner yang memang sedari awal terlihat jelas sebagai iklan. Alhasil, CTR iklan native ini cenderung tinggi, terutama jika konten iklan yang tampil sangat relevan dengan artikel.

Rekomendasi Platform Native Ads Terbaik

Sudah sejak beberapa tahun belakangan ini para publisher beramai- ramai mencicipi native ads untuk menghasilkan uang dari blog mereka. Jika Anda tertarik untuk mencobanya, berikut ini adalah rekomendasi jaringan native ads terbaik yang dapat Anda coba :

1. Ad-Maven

Mempunyai lebih dari 10.000 publisher langsung dan 100.000 pengiklan di seluruh dunia, Ad-Maven sering disebut sebagai alternatif Google Adsense terbaik.

Point penting yang membuat Ad-Maven unggul dari kompetitor mereka adalah teknologi periklanan canggih yang membantu publisher menghasilkan lebih banyak revenue dibandingkan dengan platform iklan lainnya.

Salah satu produk favorit mereka, Push Notifikasi Native atau “Native Push Notification” memungkinkan publisher untuk menghasilkan konversi yang sangat tinggi. Push Notif ini juga menjaga pengalaman pengguna tetap optimal karena bekerja secara sempurna, baik di mobile maupun desktop.

Yang lebih menarik lagi, Push Notification Ad-Maven 100% sesuai dengan kebijakan Google dan dapat digunakan secara bersamaan dengan Google Adsense. Sangat sayang untuk dilewatkan, bukan?

Format iklan yang tersedia dalam Ad-Maven antara lain :

  • Push Notification
  • Pop-up tradisional
  • Banners
  • Lightbox
  • Slider
  • Interstitial ads
  • Direct link
  • In-between ads
Ad-Maven, salah satu platform iklan native dan alternatif google adsense terbaik

Cara mendaftar di Ad-Maven :

  1. Kunjungi https://ad-maven.com/ untuk mendaftar di Ad-Maven
  2. Mendaftar sebagai ‘Publisher’ jika Anda ingin menayangkan iklan Ad-Maven untuk situs web Anda
  3. Masukan informasi detail data diri Anda
  4. Lanjutkan proses hingga tahap akhir

Dengan lebih dari 150 juta pengguna dan 5 miliar impresi harian, Ad-Maven adalah jaringan iklan terbesar yang sangat direkomendasikan. Sangat layak untuk dicoba? Saya pikir Iya 🙂

2. Revcontent

Revcontent adalah salah satu platform native ads terbaik dengan perkembangan yang sangat cepat. Meski sejumlah jaringan iklan native yang sama sudah lebih dulu hadir, dan bahkan 5 tahun setelah Outbrain dan Taboola, Revcontent dengan cepat mengejar dan bahkan menggeser kedua platform populer tersebut. Bahkan disebutkan juga bahwa jaringan Revcontent kini telah melebihi pengguna Amazon dan YouTube.

Beberapa kemitraan eksklusif dengan Revcontent ini antara lain The Christian Post, International Business Time, Newsweek, Diply, Heavy.com, dan lain- lain.

3. Mgid

Sama seperti perusahaan advertising berbasis native lainnya, MGID juga membayar publishernya berdasarkan CPM dan CPC. Iklan berupa gambar native dengan berbagai format yang bisa diatur sendiri ini cocok untuk dipasang di widget bawah artikel atau pada sidebar.

MGID ini akan cocok digunakan untuk situs web yang sudah mempunyai lalu lintas yang cukup tinggi karena nilai CPC nya yang juga lumayan tinggi.

4. Outbrain

Outbrain ini adalah salah satu senior dalam jaringan native ads.  Sejak memulai layanannya pada tahun 2006, Outbrain telah berhasil menggaet situs web raksasa untuk mendistribusikan konten mereka, seperti New York Post, The Daily Telegraph, ESPN, Fortune, Time, CNN, Atlantik Media, dan masih banyak lagi.

Outbrain bekerja dengan menargetkan perilaku untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dan memberikan rekomendasi untuk beberapa jenis video, termasuk online, mobile, dan video.

5. Taboola

Bersama dengan Outbrain, Taboola adalah platform native ads yang paling populer di dunia saat ini. Taboola menyediakan widget untuk penerbit online untuk menampilkan konten promosi, termasuk artikel, video, dan slideshow.

Dibandingkan dengan platform lain, kualitas konten yang direkomendasikan Outbran biasanya lebih tinggi dari Taboola karena mereka mempunyai sistem untuk mengidentifikasi konten spam dan konten berkualitas rendah.

Beberapa partner besar dari Taboola antara lain adalah BBC, USA Today, TMZ, Business Insider, Chicago Tribune, Daily Mail, dan Boston Globe.

6. Nativo

Nativo adalah salah satu jaringan native ads yang juga sedang berkembang pesat. Nativo sendiri menjadi salah satu alternatif untuk publisher yang enggan menggunakan Outbrain, Taboola, dan Revcontent.

Saat artikel ini dipublikasikan, mereka sudah menggaet kurang lebih 300 merek dan 350 publisher untuk bergabung dalam platform mereka.

7. TripleLift

Sebagai pendatang baru di jaringan native ads, TripleLift berhasil mendapatkan tempat tersendiri. Cara kerja platform ini tidak beda jauh dengan platform lain dimana pengiklan dapat membuat kampanye berbasis konten dan menempatkannya di jaringan situs publisher.

Beberapa advertiser besar yang tergabung dengan TripleLift antara lain Nissan GAP, Microsoft, JetBlue, Land Rover, AT&T, USA Today, Atlantic Media, Kraft, eHow, dan masih banyak lagi. Hingga kini, mereka mengklaim telah mempunyai lebih dari 400 pengiklan dan lebih dari 2300 publisher.

8. Adnow

Adnow adalah salah satu jaringan iklan native ads yang berbasis di London dengan konsep iklan bawaan yang nyaris sangat mirip dengan konten situs. Dengan konsep yang mereka miliki, iklan native Adnow sangat pas jika ditayangkan di bawah tulisan seperti Related Post.

Iklan Adnow juga bisa ditempatkan di sidebar atau digabung dengan iklan lain, seperti Google Adsense dan platform iklan lainnya.

9. PayClick

Sama seperti Adnow, PayClick mempunyai konsep tampilan yang sangat menyatu dengan artikel blog. Jaringan iklan PayClick saat ini didominasi oleh pengiklan yang mempromosikan produk dari niche kesehatan.

Penempatan terbaik untuk platform ini adalah berada di antara konten blog seperti di related post. PayClick juga cocok untuk dijadikan duo bersama Adnow dalam satu blog.

10. Yahoo Gemini

Yahoo Gemini adalah layanan marketplace yang bisa dimanfaatkan pihak pengiklan secara mandiri untuk mengatur konten yang akan disematkan di hasil pencarian dan bebas sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Iklan bawaan Yahoo Gemini dapat dilihat di hasil pencarian berita di Yahoo Mobile.

11. NativeAds.com

NativeAds.com dikenal sebagai salah satu jaringan periklanan premium yang cukup populer. Salah satu terbaik dari platform ini adalah kompatibilitasnya bersama Google Adsense.

Sayangnya, iklan dari NativeAds.com cenderung tidak menawarkan tarif per klik yang tinggi. Harga yang ditawarkan biasanya di kisaran 1 – 3 sen per klik. Jika Anda mengharapkan hasil yang fantastis dari platform ini, bisa jadi Anda akan kecewe. Meski begitu, NativeAds.com dikenal sebagai platform iklan yang stabil dan aman dengan ketentuan dan pedoman yang jelas.

12. Conten.ad

Content.ad cukup populer dan bisa disandingkan dengan para pelopor pasar iklan seperti Taboola, Outbrain, dan Revcontent. Mereka juga mempunyai jaringan publisher dan pengiklan yang besar dan berkualitas.

Content.ad ini sering direkomendasikan untuk menjadi alternatif saat situs web Anda tidak disetujui oleh Revcontent, Outbrain, atau  Taboola, dengan proses persetujuan yang lebih mudah. Content.ad mengklaim bahwa platform mereka telah tayang di lebih dari 20 miliar tampilan halaman dalam sebulan.

13. Earnify

Earnify adalah jaringan native ads populer terakhir yang kita bahas di artikel kaliini. Dengan platform ini, advertiser mempunyai control penuh pada iklan, trafik dengan kualitas baik, dan juga penargetan yang matang.

Earnify bekerja dengan menggunakan metode CPA dan melakukan peninjauan situs sebelum menyetujuinya. Sistem reporting yang dilakukan oleh situs ini juga bersifat real-time sehingga dapat lebih mudah untuk dimonitoring.

Demikian 13 jaringan native ads terbaik untuk;menghasilkan uang dari blog. Semoga bermanfaat!

Featured Image : exactdrive

Cara Mudah Membuat Halaman Privacy Policy untuk Google Adsense

Cara Mudah Membuat Halaman Privacy Policy untuk Google Adsense

Privacy Policy atau kebijakan privasi adalah halaman yang memuat tentang prosedur privasi sebuah situs web, terutama yang berkaitan dengan data informasi yang dikumpulkan dari pengunjung. Kebijakan privasi bukan hanya penting untuk pemilik website, namun juga untuk pengunjung website terkait informasi pribadi mereka secara online.

Website apa saja yang membutuhkan Privacy Policy? Pada dasarnya semua jenis membutuhkan kebijakan privasi ini, yang tentunya kontennya perlu disesuaikan dengan jenis website masing- masing. Bahkan sekalipun website Anda adalah sebuah blog sederhana dan hanya mengumpulkan alamat email pelanggan untuk newsletter bulanan.

 

Fungsi dan Manfaat Halaman Privacy Policy

Salah satu fungsi utama dalam membuat halaman Privacy Policy adalah untuk memberitahu pengguna mengenai informasi apa saja yang pemilik website kumpulkan dalam blog nya, bagaimana informasi tersebut akan digunakan, dan siapa saja yang mempunyai akses untuk informasi tersebut.

Jika situs web Anda dibangun dengan tujuan bisnis, seperti toko online, maka mempunyai halaman kebijakan privasi ini diwajibkan karena hal ini mempunyai kaitan erat dengan data pribadi pelanggan dan informasi pembayaran. Manfaat lain dari halaman kebijakan privasi ini adalah profesionalisme dan meningkatkan kepercayaan pembaca dan calon pembeli Anda.

Jika Anda membuat website yang bertujuan untuk di-monetize dengan Google Adsense, halaman Privacy Policy juga menjadi salah satu syarat wajib yang harus Anda persiapkan di situs web Anda. Sebelum Anda mendaftarkan blog Anda untuk Adsense, pastikan halaman kebijakan privasi ini sudah Anda miliki.

 

Cara Membuat Halaman Privacy Policy/ Kebijakan Privasi Kurang dari 10 Menit

Untuk membuat halaman Privacy Policy, Anda dapat melakukannya dengan dua cara. Yang pertama adalah cara manual, yaitu dengan menuliskannya versi Anda sendiri melalui riset ini dan itu. Cara yang kedua adalah membuatnya dengan mudah dan cepat dengan website generator Privacy Policy, yaitu websitepolicies.com.

 

WebsitePolicies adalah situs andalan untuk para blogger yang kadang bingung harus memulai dari mana untuk membuat kebijakan privasi. Tidak jarang, blogger juga bingung hal- hal apa saja yang perlu dituangkan dalam halaman tersebut.

WebsitePolicies berisikan teks- teks cukup panjang dan mengandung banyak jargon hukum yang disesuaikan dengan jenis layanan website Anda. Untuk membuat halaman privasi Anda, hanya tiga langkah yang Anda butuhkan, yaitu :

  • Choose Platform (tentukan jenis dokumen yang akan Anda buat)
  • Customize Policy (sesuai policy dengan kebutuhan Anda)
  • Download & Publish (unduh dan publikasikan untuk situs web Anda)

Membuat Privacy Policy dengan WebsitePolicies.com

Beberapa kelebihan dari WebsitePolicies dalam membuat halaman privasi ini antara lain :

  • Gratis untuk penggunaan non komersil (untuk penggunaan komersial Anda perlu membayar $14,95)
  • Konten disesuaikan dengan situs web Anda dan legal karena disusun dan dikelola oleh pengacara
  • Menghemat waktu
  • Download cepat
  • Bisa juga digunakan untuk membuat Kebijakan Privasi di mobile app
  • Ada program afiliasi dengan komisi sebesar 30% dari setiap penjualan Premium Policies

 

Selanjutnya, untuk membuat Privacy Policy, berikut ini adalah langkah- langkah yang dapat Anda ikuti :

1. Mulai dengan klik tombol ‘Get Started’

2. Di halaman baru, Anda akan diminta untuk memilih jenis dokumen yang akan Anda buat, seperti :

  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Refund policy
  • Blog disclaimer

Pilih salah satu sesuai kebutuhan Anda. Karena kali ini kita akan membuat halaman Kebijakan Privasi, maka pilihlah Privacy Policy.

3. Masukkan informasi dan jawaban pertanyaan yang dibutuhkan dengan sebenar- benarnya

4. Setelah semua data diisi, maka di step keempat, Anda diminta untuk melakukan Review & Confirm, kemudian klik ‘Create my Privacy Policy’

5. Done!

Membuat Privacy Policy dengan WebsitePolicies.com

Halaman Privacy Policy Anda kini sudah selesai dibuat. Langkah selanjutnya, Anda tinggal men-copy file tersebut dan mengunggahnya ke halaman situs web Anda. Mudah sekali, bukan?

Selamat mencoba!

 

5 Niche Website yang Dilarang dan Tidak Akan Disetujui Google Adsense

5 Niche Website yang Dilarang dan Tidak Akan Disetujui Google Adsense

Apakah Anda termasuk salah satu publisher yang menginginkan bekerja sama dengan Google Adsense untuk meraih penghasilan di blog Anda? Jika iya, tentu Anda sudah paham bahwa Adsense mempunyai kebijakan dan peraturan yang wajib dipatuhi oleh setiap advertiser (Pengiklan) dan Publisher (pemilik website). Peraturan ini terdiri dari berbagai rekomendasi pemasangan iklan dan juga larangan yang tidak boleh dilanggar penggunanya demi kenyamanan semua pihak, termasuk para pengunjung yang akan melihat iklan tayang.

Dari peraturan ini, bisa ditarik kesimpulan bahwa memang ada beberapa niche blog tertentu yang tidak boleh digunakan oleh publisher. Jika Anda menggunakan niche tersebut, artinya Anda harus mencari program monetize lain selain Google Adsense. Jika nekat, umur akun Anda bisa jadi hanya bertahan sebentar saja

 

Niche Blog yang Dilarang oleh Google Adsense

Seperti yang sudah dipaparkan secara singkat di atas, kebijakan iklan Google Adsense melarang jenis konten tertentu untuk ditayangkan bersama dengan iklan Adsense. Jika dari awal Anda memilih untuk menggunakan Adsense sebagai media monetize Anda, hindari lah niche yang dilarang tersebut agar akun Anda aman dari disabled/ banned.

“Tapi Saya kok di-approve gan kemarin?”
Namun, begitu menyadari konten website Anda melanggar peraturan & kebijakan Adsense, akun Anda akan berubah menjadi ‘disabled’ sehingga iklan akan berhenti ditayangkan. Lebih bermain aman dari awal, kan?

Jadi niche blog apa saja kah yang melanggar kebijakan iklan Google dan dilarang ditayangkan iklan Adsense? Berikut ini ulasannya :

1. Perjudian/ Gambling/ Taruhan

Dalam kebijakan beriklannya, Adsense secara resmi telah menyebutkan bahwa sebuah situs web dengan muatan konten perjudian/ gambling/ taruhan tidak akan diterima Google Adsense serta dilarang menampilkan iklan Adsense di blog tersebut. Jika pengguna tetap memaksakan iklan Adsense di blog mereka, maka hal ini dapat berujung pemberian sanksi berupa banned akun Adsense Anda.

 

2. Konten Illegal Download

Konten illegal download, baik itu film bajakan, software, aplikasi berbayar yang bisa didownload gratis, wallpaper atau lainnya adalah jenis konten yang melanggar hak intelektual orang lain. Konten blog seperti ini dilarang keras oleh Google Adsense kecuali pemilik blog bisa membuktikan bahwa mereka telah mengantongi ijin secara resmi dari pengembang aplikasi atau pemilik hak cipta.

Jika Anda melihat situs web besar seperti mob.org atau apkpure.com menayangkan iklan Adsense, hal ini bisa terjadi karena mereka telah memiliki ijin resmi dari pihak pengembang untuk dapat menyebarluaskan aplikasi tersebut secara legal.

Ijin resmi ini diperoleh dengan cara mengajukan proposal kepada setiap pengembang aplikasi, dan mereka menerapkan sistem bagi hasil atau hal lainnya. Dengan mengantongi ijin resmi, maka situs web tersebut dapat menyebarluaskan aplikasi dan mendapat lampu hijau dari Adsense untuk menayangkan iklan di situs web mereka.

 

3. Hoax

Situs berita hoax adalah situs berita yang tidak berpedoman pada fakta dan kebenaran yang ada. Sebaliknya, mereka sering menyebarkan berita yang menyesatkan dan mengakibatkan dampak negatif di masyarakat karena bisa menciptakan adu domba satu pihak, memfitnah, menjatuhkan nama baik, dan masih banyak lagi.

Seringkali situs web hoax dapat berjalan dengan normal dengan iklan Google Adsense yang tayang karena belum terdeteksi. Sayangnya, hal ini tidak akan berjalan lama. Begitu Adsense menyadari bahwa konten blog tersebut bermuatan hoax, maka sanksi tegas akan segera dijatuhkan kepada pemilik blog.

 

4. Rasis dan SARA

Google Adsense juga melarang keras situs web yang memuat konten ujaran kebencian seperti Rasis dan SARA. Begitu menyadari sebuah situs web berisi konten Rasis dan SARA, #Adsense tidak membutuhkan waktu lama untuk memberikan sanksi kepada pemilik blog.

 

5. Pornografi

Dalam kebijakan iklannya, Google Adsense secara resmi tidak menerima dan tidak menayangkan iklan blog dengan unsur pornografi. Pornografi juga sangat jelas bertentangan dengan misi yang diusung Google untuk menyajikan konten yang bermanfaat untuk penggunanya. Jadi iklan pornografi sudah jelas tidak memberikan keuntungan serta manfaat untuk berbagai pihak, baik itu advertiser, publisher, maupun pengunjung website.

 

Jika saat ini Anda sedang mempersiapkan situs web baru dengan Google Adsense sebagai platform monetize nya, pastikan Anda menghindari 5 niche di atas agar akun Anda selamat dari ancaman banned Adsense.

Apa itu GDPR? Apa Pengaruhnya untuk Blogger dan eCommerce?

Apa itu GDPR? Apa Pengaruhnya untuk Blogger dan eCommerce?

Akhir- akhir ini kita banyak disibukkan dengan notifikasi- notifikasi terkait GDPR. Mendadak website- website besar melakukan update terhadap Privacy Policy mereka. Mulai dari Sumo.me, Hostgator, Minter.io, dan bahkan Google, Twitter, dan Facebook. Bahkan JVZOO pun menunjuk VeraSafe sebagai konsultan untuk mengurusi GDPR pada layanan mereka. Apa yang sebenarnya terjadi??

 

Mengenal GDPR (General Data Protection Regulation)

GDPR adalah sebuah peraturan terkait Data Privacy atau perlindungan data yang diterapkan bagi seluruh perusahaan dunia yang menyimpan, mengolah, atau memproses personal data penduduk dari 28 negata yang tergabung dalam Uni Eropa. GDPR ini isinya berlembar- lembar dan berpasal- pasal, dengan isi yang lengkap dan sedikit rumit.

GDPR telah disetujui oleh otoritas Eropa sejak April 2016 dan berlaku di seluruh dunia efektif tanggal 25 Mei 2018. Jadi, tidak heran lagi kan mengapa banyak website berbondong- bonding memperbaharui Privacy Policy mereka?

Fungsi utama dari GDPR in iadalah memberikan kontrol kepada konsumen atas data pribadi mereka yang dikumpulkan oleh perusahaan, seperti :

  • Informasi dasar, seperti nama, alamat rumah dan nomer kartu identitas
  • Data website seperti lokasi, alamat IP, cookie dan RFID
  • Data kesehatan dan genetic
  • Data biometrik
  • Data etnis dan ras
  • Opini politik
  • Orientasi seksual

 

Apakah GDPR hanya berpengaruh untuk perusahaan atau entitas yang berada di Eropa? Tidak, karena GDPR juga berlaku untuk perusahaan di seluruh dunia yang menawarkan barang dan jasa, dan yang menghimpun data perilaku penduduk (consumer behavior( yang berasal dari Uni Eropa. Jadi, meskipun Anda berasal dari Indonesia, Anda tetap harus memperbarui Privacy Policy Anda agar selaras dengan GDPR jika Anda menawarkan produk dan jasa atau memantau customer behavior dari negara- negara Uni Eropa.

 

Sanksi Pelanggaran GDPR

GDPR adalah sebuah update yang sangat serius di dunia online. Bagi mereka yang tidak mematuhi peraturan ini, ada sanksi tegas yang siap menanti. Sanksi bagi organisasi atau perusahaan yang melanggar undang- undang GDPR akan dikenai denda hingga 4 persen dari omset total tahunan atau sebesar 20 juta euro (sekitar Rp 344 Milyar), dipilih mana yang nilainya lebih besar. Wahhh… lumayan berat, kan?

Apapun jenis usaha Anda, jika berhubungan langsung dengan penduduk dari negara Uni Eropa, maka Anda mungkin perlu mencari konsultan professional untuk membicarakan tentang kaitan GDPR dengan bisnis Anda.

Hal yang Perlu Dilakukan Blogger dan Pelaku eCommerce terkait GDPR

Untuk Anda yang terkait dengan GDPR, penting untuk meng- update informasi website Anda, terutama saat peraturan ini mulai berlaku. Saat ini, hampir semua platform online sudah berproses agar memenuhi aturan dari GDPR ini. Website besar seperti Wix, Shopify dan platform popular lainnya telah memberikan petunjuk agar pengguna dapat mengadopsi GDPR ke laman Privacy Policy mereka.

Untuk blogger, jika website Anda tidak mengoleksi data pengunjung secara langsung dan hanya mencatat data website secara otomatis seperti lokasi, alamat IP, cookie, dengan target utama adalah pengunjung non Eropa (misalnya hanya menargetkan pengunjung local saja), maka Anda dapat melakukan salah satu dari dua opsi berikut ini:
1. Memblokir pengunjung dengan IP dari negara Eropa
Anda bisa menggunakan plugin atau tools yang dapat membantu Anda memblokir UP pengunjung dari negara Uni Eropa. Langkah ini dapat Anda lakukan demi keamanan website Anda.  Jika Anda merasa bisnis Anda sama sekali tidak ada urusannya dengan penduduk Eropa, Anda dapat mengabaikan peraturan GDPR ini karena di atas kertas memang tidak ada kaitannya dengan bisnis yang Anda jalankan.

2. Meng- update Laman Privacy Policy
Sama seperti peraturan yang menyangkut persoalan privasi lainnya, GDPR pada dasarnya bisa diselesaikan dengan meng- update laman Privacy Policy Anda. Statement yang perlu Anda tambahkan adalah pernyataan bahwa Anda tidak mengoleksi data personal sehingga tidak mempunyai kewajiban apa pun untuk GDPR dan secara otomatis Anda telah memenuhi peraturan GDPR.

Kurang lebih seperti ini :

Because we do not collect or determine the use of any Personal Data contained in the Client Data and because it does not determine the purposes for which such Personal Data is collected, the means of collecting such Personal Data, or the uses of such Personal Data, We are not acting in the capacity of data controller in terms of the European Union’s General Data Protection Regulation (Regulation (EU) 2016/679, hereinafter “GDPR”) and does not have the associated responsibilities under the GDPR.

Tentu saja Anda dapat menyesuaikan template di atas dengan kebutuhan website Anda 🙂

 

GDPR untuk Adsense Publisher, Apa saja yang Perlu di-Update?

Jika Anda publisher Adsense, tentu Anda sudah mendapatkan rekomendasi dari Adsense agar menyetujui update TOS (Term of Service) mereka. Rekomendasi ini dapat Anda peroleh melalui email, dan langsung dapat Anda lihat saat Anda membuka dashboard Adsense Anda. Segera lah periksa email tersebut dan menyetujui TOS terbaru ini.

Google sendiri adalah salah satu platform yang memberikan perhatian sangat tinggi terhadap GDPR dan berupaya memenuhinya sebelum batas waktu peraturan ini diberlakukan. Meski begitu, sejatinya tidak ada banyak hal yang perlu dilakukan oleh publisher Adsense ini sendiri.

Google hanya menyarankan agar Anda menambah tautan link di halaman Privacy Policy yang mengarah ke laman policy untuk Partner Sites (https://www.google.com/policies/technologies/partner-sites/) yang intinya menjelaskan cara Google dalam mengelola data pada produk periklanannya.

 

Sampai disini tentu kita semua sudah semakin familiar dengan apa itu GDPR dan mengetahui langkah apa yang perlu kita lakukan terhadap website kita terkait GDPR. Semoga bermanfaat!