Tutorial Lengkap Membuat Instagram Ads/ Iklan Instagram

Tutorial Lengkap Membuat Instagram Ads/ Iklan Instagram

Jika Anda menjual produk secara online, media sosial mungkin menjadi salah satu strategi marketing yang Anda jalankan selama ini. Dengan melakukan promosi lewat media sosial, produk Anda berpotensi dijangkau oleh banyak pengguna media sosial.

Untuk berpromosi di medsos ini ada dua cara yang bisa digunakan oleh pemilik toko online, yaitu dengan cara organic atau dengan cara berbayar menggunakan Instagram Ads atau Facebook Ads.

Di artikel kali ini, Panda Gila akan mengulas secara lengkap tutorial membuat Instagram Ads, alias iklan di Instagram.

Sekilas Tentang Instagram Ads (Iklan Instagram)

Instagram Ads adalah strategi marketing berbayar dengan cara mengiklankan konten Anda di Instagram untuk menjangkau audience yang lebih luas dan lebih tertarget. Ada beberapa goal yang bisa dicapai dengan menggunakan Instagram Ads ini, diantaranya untuk meningkatkan traffic dari Instagram ke website toko online/ akun profile Instagram bisnis Anda, meningkatkan brand exposure, mengumpulkan lead baru, dan masih banyak lagi.

Karena Instagram Ads adalah platform visual, maka untuk membuat iklan Anda menarik perhatian audience, Anda perlu mempersiapkan konten visual yang menarik, entah itu gambar atau video.

Instagram Menjadi Salah Satu Platform Jualan Online yang Terbukti Bekerja

Walaupun pada dasarnya Instagram bukan lah platform berjualan online, namun tak bisa dipungkiri bahwa media sosial yang satu ini telah menjadi salah satu aplikasi andalan untuk para pemilik toko online.

Instragram sendiri mengungkap bahwa 60% dari pengguna mereka menyatakan telah menemukan produk- produk baru yang menarik perhatian mereka melalui media sosial yang satu ini. Selain itu, 75% lainnya menyatakan bahwa mereka terinspirasi untuk melakukan sebuah action setelah mereka melihat postingan di Instagram.

Sama seperti Facebook Ads, pemilik toko online juga mempunyai kesempatan untuk menampilkan produk mereka dengan jangkauan yang lebih luas ke audience yang lebih tertarget. Bagaimana caranya? Instagram Ads jawabannnya!

Step by Step Tutorial Instagram Ads

Untuk membuat Instagram Ads, Anda membutuhkan akun Facebook untuk memulai. Selanjutnya, yang perlu Anda ketahui, Anda dapat memulai iklan di Instagram melalui beberapa metode berikut ini :

  • Facebook Ads Manager
  • Facebook Power Editor
  • Facebook’s Marketing API
  • Instagram Partners
  • Aplikasi Instagram itu sendiri

Dari kelima cara di atas, yang termudah adalah beriklan di Instagram melalui Facebook Ads Manager. Sedangkan Facebook Power Editor dan Facebook’s Marketing API lebih cocok untuk digunakan bagi Anda yang perlu membuat iklan Instagram dalam jumlah banyak di waktu yang bersamaan.

Bagaimana dengan Instagram Partner? Instagram partners adalah seorang expert yang bisa membantu Anda membeli dan mengelola ads Anda, seklaigius membuat konten untuk Anda.

Tutorial Instagram Ads Melalui Business Manager Facebook

Seperti yang diungkapkan di atas, cara termudah untuk membuat Instagram Ads adalah melalui Facebook Business Manager karena fiturnya yang lebih user friendly. Berikut ini adalah step by step yang perlu Anda ikuti

1. Tentukan Objective Campaign Anda

Langkah pertama yang harus Anda lakukan saat akan beriklan di Instagram atau Facebook atau memilih obyektif (goal/tujuan) campaign Anda. Pilih lah obyektif campaign dengan cermat karena Facebook akan membantu menentukan format iklan Anda, jenis audience, bidding option, dan auto-optimization sesuai dengan obyektif campaign yang Anda pilih.

Obyektif campaign yang tersedia di Facebook Ads Manager dan bisa digunakan untuk Instagram Ads antara lain adalah sbb. :

  • Brand awareness
  • Reach
  • Local awareness
  • Traffic
  • Engagement
  • All installs
  • Video views
  • Lead generation
  • Conversions
  • Product catalog sales
  • Store visits

2. Tentukan Judul Campaign Instagram Anda

Tidak ada aturan default terkait pemberian nama campaign ini. Meski begitu, untuk memudahkan Analisa iklan Anda, Anda mungkin bisa menambahkan range ranggal, atau kode kategori produk, dan demografic audience agar Anda bisa men-tracking dan mengelola campaign Anda dengan baik.

3. Tentukan Target Audience

Jika sebelumnya Anda sudah pernah menjalankan Instagram atau Facebook Ads, Anda bisa menggunakan target audience yang sudah Anda simpan sebelumnya. Jika belum ada, Anda bisa menggunakan target audience yang benar- benar baru Anda buat.

Kompononen dalam menentukan target audience, antara lain :

  • Usia & Gender
  • Geolocation (wilayah yang ditargetkan)
  • Interest (minat)
  • Demografi (status hubungan, pendidikan, orangtua baru, dsb)
  • Behavior (perilaku pengguna/ konsumen)

Untuk menentukan target audience, sebaiknya jangan terburu- buru karena hal ini adalah salah satu elemen penting dalam memasang sebuah iklan. Selain itu, target audience juga menjadi salah satu faktor yang menentukan biaya iklan dan tingkat keberhasilannya.

4. Tentukan Penempatan Iklan (Placement)

Langkah selanjutnya dalam tutorial Instagram Ads ini adalah menentukan placement. Placement atau penempatan iklan yang tersedia dan dapat Anda pilih, yaitu :

  • Facebook News Feed (Mobile dan desktop)
  • Di bagian sebelah kanan Facebook
  • Instagram
  • Audience Network
  • Instant Articles
  • In-stream Video

Karena Anda ingin membuat Instagram Ads, maka opsi yang Anda centang adalah Instagram.

Selain itu, Anda juga bisa mengikut beberapa penempatan iklan yang direkomendasikan oleh Facebook berikut ini :

  • Engagement: Facebook dan Instagram
  • Brand awareness: Facebook dan Instagram
  • App installs: Facebook, Instagram, dan Audience Network
  • Video views: Facebook, Instagram, dan Audience Network
  • Traffic (for website clicks dan app engagement): Facebook and Audience Network
  • Product catalog sales: Facebook dan Audience Network
  • Set up budget dan bidding iklan Instagram Anda
  • Conversions: Facebook dan Audience Network

5. Menentukan budget dan bidding iklan Instagram

Langkah selanjutnya, masukkan budget yang ingin Anda gunakan dalam beriklan. Anda bisa memilih opsi budgeting :

  • daily budget (budget harian)
  • lifetime budget (setting total biaya yang akan Anda gunakan hingga akhir periode iklan)

Selanjutnya, Anda juga akan melihat opsi bidding yang prosenya seperti lelang. Jika ragu dengan angka bidding, Anda bisa mengabaikan opsi ini dan membiarkan Facebook melalukan optimasi secara otomatis terhadap iklan Anda.

Kebanyakan advertiser akan menggunakan system bidding ini setelah mereka mengiklankan produk mereka beberapa kali. Tujuannya adalah agar mereka mempunyai gambaran berapa angka yang tepat untuk hasil yang optimal.

6. Pilih Format Iklan Instagram Anda

Setelah semuanya selesai, maka langkah selanjutnya yang dapat Anda lakukan adalah memilih format iklan yang Anda inginkan. Untuk opsi Instagram Ads setidaknya ada 7 format yang bisa Anda coba :

  • Single image ads, yaitu format iklan yang hanya membutuhkan satu gambar tunggal dengan caption gambar dan tombol CTA (call-to-action).
  • Instagram carousel ads , yaitu format iklan yang mmeperbolehkan pengiklan menggunakan hingga 10 gambar dan video.
  • Instagram video ads, yaitu format iklan dengan menggunakan media video atau GIF.
  • Slideshow ads, yaitu format iklan dengan menggunakan sampai 10 gambar dan menambahkan musik untuk menciptakan sebuah looping video.
  • Instagram lead ads, adalah sebuah format ads yang membantu pengguna mengumpulkan informasi berharga dari calon pelanggan tanpa membawa mereka keluar dari platform Instagram mereka. Saat seseorang meng- klik iklan lead Anda, maka mereka akan diarahkan ke halaman baru dengan formulir isian yang telah diatur sebelumnya. Jika Anda menggunakan format iklan ini, jangan lupa menyertakan Privacy Policy ya.
  • Instagram stories image ads, yaitu format iklan yang menampilkan iklan Anda ke Instagram stories dalam tampilan gambar.
  • Instagram stories videos ads, yaitu format iklan yang menampilkan iklan Anda ke Instagram stories dalam tampilan video berdurasi hingga 15 detik.

Setelah Anda menentukan format iklan Anda, jangan lupa untuk melengkapinya dengan Headline, teks dan tombol CTA agar iklan Anda tampil dengan performa optimal. Anda juga bisa memanfaatkan Ad Preview Tool untuk melihat bagaimana iklan Anda akan tampil untuk pembaca.

Jika Anda merasa sudah cukup dan tidak ada yang perlu direvisi, langsung pilih “Place Order”. Selesai…. Anda kini tinggal menunggu iklan Anda direview oleh pihak Facebook dan Instagram.

Jika iklan Anda lulus review, maka iklan Anda siap tayang ke audience yang Anda targetkan. Yang perlu Anda lakukan selanjutnya adalah melakukan monitoring untuk memastikan iklan Anda tampil dengan performa terbaik.

Membuat Instagram Ads Langsung dari Instagram

Selain membuat iklan dari dashboard Facebook Business Manager, dalam tutorial Instagram Ads ini, Anda juga bisa mempromosikan langsung di aplikasi Instagram. Hal ini akan lebih cepat dan mudah untuk mempromosikan salah satu konten di timeline Instagram Anda.

Untuk bisa beriklan langsung di Instagram, maka Anda harus memenuhi beberapa persyaratan berikut ini :

  • Akun Instagram Anda sudah menjadi profil bisnis
  • Anda adalah admin dari halaman Facebook yang terhubung ke akun Instagram Anda
  • Iklan sesuai dengan Kebijakan Periklanan Facebook

Jika sudah siap, Anda dapat membuat Instagram Ads langsung di aplikasi dengan cara sbb :
1. Buka profil Instagram Anda melalui aplikasi
2. Pilih salah satu gambar yang ingin Anda promosikan
3. Tepat di bawah gambar, Anda akan menemukan button bertuliskan “Promote” atau “Promosikan”
4. Langkah selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah tentukan obyektif dari Instagram Ads Anda, seperti :

  • Kunjungan profit
  • Banyak traffic situs web
  • Banyak tayangan promosi

5. Pilih next (icon kanan atas), dan tentukan target audience, jangkauan wilayah, target audience, budget, masa tayang iklan, action button, dan metode pembayaran. Akhiri dengan klik “Create Promotion.

Selamat mencoba!

Mana Placement Iklan yang Lebih Baik, Instagram atau Facebook?

Mana Placement Iklan yang Lebih Baik, Instagram atau Facebook?

Pernah kah Anda bertanya- tanya, mana placement yang lebih baik untuk iklan Anda, Facebook atau Instagram? Well, kenyataannya, hal ini memang sering membuat para advertiser penasaran. Apa sih bedanya dan bagaimana dampaknya saat kita memilih salah satu placement atau menggunakan keduanya?

 

Mengenal Jenis- jenis Placement yang Tersedia di Facebook Ads

Saat Anda mengiklankan produk Anda via Facebook Ads, maka Anda akan masuk ke sebuah menu yang ‘Placement’ dimana Anda memerintahkan Facebook untuk penempatan iklan Anda. Placement ini angara lain adalah

  • Mobile & Desktop, pilih salah satu atau keduanya
  • Facebook dan seluruh sub-platformnya:
    • Feed, yaitu iklan Anda akan terlihat di timeline, baik desktop atau mobile
    • Instant Articles, adalah untuk penempatan di artikel instant Facebook (hanya untuk mobile)
    • In-stream Videos, iklan hanya muncul diantara video yang audience tonton
    • Right Column, yaitu di kolom sebelah kanan saat Anda membuka Facebook dari desktop (hanya untuk desktop)
    • Suggested videos, saat Anda terbenam diantara video, kemudian scroll ke bawah lagi, maka iklan ini akan muncul diantaranya
    • Marketplace, yaitu penempatan iklan untuk muncul di marketplace Facebook (belum populer di Indonesia)
    • Stories, akan muncul di bagian Stories seperti Instagram
  • Instagram dan seluruh sub-platformnya:
    • Feed, yaitu di sela- sela postingan orang lain di feed Instagram
    • Stories, akan muncul di sela- sela stories yang sedang kita lihat
  • Audience Network, iklan akan muncul di seluruh partner Facebook. Penempatan ini kurang menarik karena tidak se- engage di Facebook dan sering bounce
  • Messenger, iklan akan ditayangkan di bagian messenger kepada orang yang menginstal aplikasi Facebook Messenger di smartphone nya.

 

Hal yang Harus Anda Pertimbangkan Dalam Menentukan Placement Iklan Anda

Pada dasarnya Anda bisa memilih placement yang direkomendasikan oleh Facebook, yaitu automatic placement (penempatan otomatis). Namun, ada kalanya Anda perlu melakukan improvement untuk penayangan iklan Anda.

Beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan Anda antara lain :

1. Siapa Audience Anda?

Anda harus mengetahui ada dimana calon audience Anda berkumpul. Apakah di Facebook? Atau di Instagram? Anda bisa menggunakan beberapa clue berikut ini untuk mengidentifikasinya :

Mereka yang aktif di Instagram biasanya adalah :

  • Para penikmat visual
  • Mereka yang cenderung tidak suka dengan keriuhan yang ada di Facebook
  • Generasi millennial rata- rata mempunyai akun Instagram dan tidak lagi aktif di Facebook

Sedangkan mereka yang ada di Facebook biasanya adalah mereka yang usianya lebih dewasa. Sebuah survey dari PiperJaffray mengenai Generation Z di Amerika mengungkap fakta menarik bahwa Facebook hanya diminati oleh 9% kelompok Generasi Z. Tren yang mengungkap bahwa generasi muda cenderung tidak meminati Facebook ini juga kemungkinan terjadi di Indonesia.

 

2. Bagaimana Konten Iklan Anda?

Jika materi iklan Anda adalah video berdurasi cukup panjang, maka Facebook adalah jawaban yang tepat karena platform mereka bisa mengakomodasi iklan video hingga satu jam. Sedangkan di Instagram hanya 60 detik, dan Stories hanya 15 detik.

Jika iklan Anda menyajikan konten visual yang atraktif, maka Instagram akan menjadi pilihan yang menarik. Lantas bagaimana kalau bingung atau ragu- ragu? Lakukan saja SPLIT TEST untuk menemukan hasil terbaik.

 

3. Produk Apa yang Anda Jual?

Instagram adalah tempat yang cocok untuk mengiklankan produk untuk generasi millennial. Jika Anda mengiklankan produk untuk usia yang lebih dewasa dan orangtua, maka placement FB akan cenderung lebih optimal. Kalau produk adalah untuk semua kalangan, pilih semua placement saja. Jika produk Anda mengandung ‘HOAX’, coba lah untuk placement Facebook saja.

 

4. Bagaimana Cara Konsumen Anda Berinteraksi?

Karena Instagram cenderung didominasi oleh generasi milenial yang modern dan melek dunia digital, maka mereka cenderung terbiasa berbelanja secara online dan familiar dengan pengisian form secara mandiri. Mereka juga memahami banyak messenger, dan berkomunikasi dengan multi-platform.

Sedangkan di Facebook, jenis audience dalam berkomunikasi cenderung fifty-fifty, dan kadang perlu dibantu untuk bertransaksi melalui WA.

 

Perlukah Split Test untuk Placement?

Ada beberapa advertiser yang lebih memilih automatic placement untuk memanfaatkan secara optimal algoritma Facebook dalam menyebarkan campaign iklan kita. Facebook sendiri sudah mengembangkan algoritma tertentu untuk memilih placement terbaik dari materi iklan kita. Jika ternyata lebih optimal untuk Instagram, maka Facebook akan mengalokasikan budget yang lebih tinggi untuk Instagram, dan menomorduakan Facebook. Pertimbangan utama yang dilakukan adalah mencari manakah diantara platform tersebut yang mempunyai CPM lebih rendah agar performa ads pengiklan tampil lebih optimal.

Split Test bisa Anda lakukan untuk menemukan winning campaign Anda. Jika ragu- ragu, coba lah melakukan beberapa variasi Split Test seperti biasa. Dengan split test, Anda akan lebih mudah mengefektifkan budget Anda dan mengoptimalkan iklan dengan performa terbaik.

Selamat mencoba!

 

Referensi : Scale Up Club, Social Media Examiner

 

5 Hal yang Harus Anda Perhatikan untuk Membuat Ads yang Convert

5 Hal yang Harus Anda Perhatikan untuk Membuat Ads yang Convert

Membuat iklan yang convert adalah goal yang ingin dicapai oleh setiap advertiser. Selain menghindari boncos budget, iklan yang convert akan berujung ke profit yang optimal. Lantas, bagaimana caranya membuat iklan yang convert untuk Facebook Ads?

Hal yang Harus Anda Perhatikan untuk Menciptakan Iklan yang Convert

Ada hal yang harus dipahami sebelum kita tahu bagaimana caranya membuat ads yang convert, yaitu apa sih inti dari ads copy yang kita buat. Menciptakan iklan yang convert berarti harus memperhatikan beberapa hal berikut ini :

1. Ads Anda Bukan Media Informasi

Ya, ads copy BUKANLAH media informasi. Maka dari itu, Anda akan bertarung dengan waktu dan efektifitas iklan. Coba Anda pikirkan berapa lama orang menggunakan Facebook dan tiba- tiba Anda harus menghentikan mereka untuk melihat konten Anda. Setelah sampai di konten Anda, mereka malah dicerca dengan tumpukan informasi.

Buat lah ads copy Anda seefektif mungkin. Jika memang ada penjelasan esensial yang harus Anda bagikan kepada pembaca, gunakan landing page. Jangan tumpahkan semua dalam ads copy Anda. Fungsi ads Anda adalah sebagai stopper, yang membuat pembaca saat membaca langsung timbul rasa penasaran terhadap konten atau produk yang Anda iklankan. Buat lah konten yang efektif, namun menarik.

 

2. Ada Ads Policy yang Membatasi Anda

Hindari terlalu banyak percakapan di Facebook. Robot FB punya kecenderungan untuk mencari kombinasi- kombinasi tertentu dari kata- kata Anda. Jika mereka menangkap bahwa kombinasi kata tertentu tidak sesuai dengan policy, maka iklan Anda bisa disapproved atau bahkan banned.

Kreatif lah dalam menggunakan copywriting. Gunakan ads copy yang memberikan sedikit hal, parsial, dan mendorong orang untuk penasaran masuk ke inti dari informasi yang Anda sampaikan. Selain itu, perhatikan juga ads policy yang lainnya. Jangan sampai Anda terjebak.

 

3. Perhatikan “See More”

Jika ads copy Anda mengandung ‘see more’, maka hal ini juga dapat mempengaruhi keberhasilan iklan Anda. Pengaruhnya bisa positif, bisa negatif. Namun seorang John Tierney sendiri secara langsung membuat advertiser expert berasumsi bahwa adanya ‘see more’ ini akan membuat orang ‘kehabisan’ energi untuk mengunjungi konten Anda. Mereka akan mengalami hal yang disebut dengan “decision fatigue’, dan tentu saja ini buruk. Sebisa mungkin, hindari kemunculan ‘see more’ dalam iklan Anda.

 

4. Terapkan AIDA dalam Ads Copy Anda

Ilmu copywriting AIDA, yaitu Attention, Interest, Desire, Action adalah kunci vital untuk membuat ads copy yang convert. Ads image Anda mempunyai peranan A yang pertama, yaitu ATTENTION. Ini artinya, ads image Anda harus bisa menarik perhatian. Kemudian ads copy memegang peranan yang kedua, yaitu DESIRE. Setelah orang- orang berhenti karena gambar atau video iklan Anda, pastikan mereka semakin bergairah dengan ads copy Anda. Buat mereka tersulut, dan akhirnya melakukan ACTION.

 

5. Gunakan Prinsip Data-Driven Decision Making

Keberhasilan iklan Anda dapat dibaca dengan data. Maka dari itu, Anda harus dapat membaca, mengamati, dan memahami hasil iklan Anda agar kemudian dapat mengetahui langkah apa yang selanjutnya harus Anda lakukan. Apakah scale up atau melakukan hal yang lain. Di point nomer ini, Anda menyadari bahwa iklan yang convert bukan hanya sebatas ads copy dan ads image, melainkan keseluruhan proses. Semua hal terlibat.

 

Beberapa Contoh Ads Copy yang Berhasil

Berikut ini adalah beberapa contoh ad copy dari Scale up Club yang terbukti berhasil :

  • “Tahun 2013 saya membeli properti ini di harga 300 juta. Eh sekarang sudah jadi 700 juta”
  • “Mungkin ini bisa jadi pilihan Anda mempersiapkan hari tua”
  • “Peluang punya kosan di depan kampus negeri bertaraf internasional”

 

Tiga contoh tersebut digunakan untuk iklan property, dan hasilnya benar- benar optimal. Orang yang datang dari iklan tersebut adalah orang yang benar- benar pencari produk. Bukan yang sekedar tanya- tanya atau aneh- aneh. Performa iklannya sangat baik, dan tentunya kompatibel dengan policy Facebook Ads.

 

Copywriting nya sederhana ya?

Iya, sederhana, tapi mengena. Bagian yang rumit dan sangat disayangkan adalah saat Anda tidak bisa mengukur kinerja ads copy Anda. Maka dari itu, setiap kali Anda mengiklan, selalu lakukan split test untuk membandingkan, mengukur, dan mengalisa performa iklan Anda.

 

 

Referensi : Scale Up Club, Social Media Examine