Apa itu Long Tail Keyword & Cara Menggunakannya untuk Trafik SEO

Apa itu Long Tail Keyword & Cara Menggunakannya untuk Trafik SEO

Long Tail Keyword sering menjadi senjata ampuh para webmaster untuk bisa bersaing dengan optimal di hasil pencarian. Berbeda dengan short tail keyword yang tingkat kompetisinya lebih gila, tingkat kompetisi kata kunci long tail cenderung lebih kompetitif dan rendah.

Strategi long tail ini sendiri kerap para webmaster manfaatkan saat harus bersaing dengan website berkata kunci volume tinggi di hasil pencarian. Jika hanya mengandalkan short tail keyword saja akan sulit mendapatkan trafik, maka long tail akan menjadi penyangga ampuh untuk mengoptimalkannya.

Di artikel kali ini, Panda akan mengulas secara mendalam tentang apa itu long tail keyword, manfaat dan cara mengoptimalkannya dalam SEO. Mari kita simak bersama- sama!

Apa itu Long Tail Keyword?

Contoh google autocomple untuk keyword kacamata baca

Long tail keyword merupakan jenis kata kunci turunan yang lebih spesifik karena berisi penjabaran atau detail dari keyword utama yang dibidik.

Jenis kata kunci ini biasanya terdiri dari tiga sampai lima kata. Keyword biasanya akan menambahkan atribusi tertentu yang berkaitan dengan kata kunci utama. Misalnya saja profesional, terbaik, murah atau atribusi fungsi produk.

Dengan persaingan kata kunci utama yang biasanya sangat tinggi volume nya, penggunaan kata kunci turunan akan menghasilkan persaingan yang lebih rendah ke menengah karena sifatnya spesifik.

Meskipun volume pencarian rendah, jenis kata kunci ini lebih tepat sasaran karena memuat atribusi sesuai kebutuhan pencari. Hasil pencarian akan benar- benar sesuai dengan kebutuhan pengguna. Bukan hasil pencarian umum dari sebuah topik atau produk.

Mengenal Karakteristik Long Tail Keyword

Setelah mengetahui pengertian dari long tail keyword atau keyword turunan, langkah selanjutnya adalah mengenali karakteristik dari jenis keyword ini :

Terdiri dari Beberapa Kata (3-5 Kata)

Bukan berarti semua kata kunci yang terdiri dari beberapa kata termasuk ke dalam kategori long tail. Namun, karena memuat atribusi tambahan atau info spesifik, jenis long tail akan terlihat sebagai kata kunci yang agak panjang.

Long tail keyword terdiri dari beberapa kata untuk mendeskripsikan maksud spesifik dari kata kunci tersebut.

Volume Pencarian Rendah

Secara teknis, kata kunci ini tidak sepopuler kata kunci utama. Atribusi tambahan membuat jumlah pencarian kata kunci turunan menjadi lebih rendah. Dengan volume pencarian rendah sehingga persaingan kata kunci nya pun cenderung rendah sampai medium.

Contoh Short Tail Keyword vs Long Tail Keyword

Sebagai contoh, saat kita membidik kata kunci “kacamata baca” dengan mengandalkan kata kunci ini saja. Tingkat persaingannya jauh lebih tinggi karena kata- kata ini bersifat umum.

Sebaliknya, jika membidik kata kunci yang lebih spesifik dan tetap relevan dengan keyword utama produk, kita bisa menggunakan kata kunci “kacamata baca plus anti radiasi” atau embel- embel lainnya.

Contoh lain dari penggunaan short tail vs long tail keyword sebagai berikut :

  • Baju hamil vs (baju hamil kerja, baju hamil kantor, baju hamil muslim, baju hamil perawat, baju hamil rumahan)
  • Jasa SEO vs (Jasa SEO garansi, jasa SEO murah, jasa SEO profesional, jasa SEO halaman 1 google)
  • Wawancara kerja vs (tips wawancara kerja, pertanyaan wawancara kerja, wawancara kerja fresh graduate)

Manfaat & Tujuan Menggunakan Long Tail Keyword

Tentu saja kita tetap melakukan optimasi keyword utama dalam konten kita. Karena penggunaan keyword utama ini sendiri mempermudah dalam pencarian dan indexing konten. Namun, long tail keyword juga dapat kita optimalkan untuk mengoptimalkan potensi trafik ke website.

Selain itu, dari sisi manfaat dan tujuan, berikut adalah alasan untuk menggunakan long tail keyword :

1. Tingkat Persaingan Rendah

Sebagai contohnya, mari kita lihat perbedaan penggunaan keyword “jasa SEO” dan “jasa SEO profesional” berikut ini :

Perbandingan jumlah hasil pencarian short tail vs long tail keyword

Hanya menggunakan keyword utama saja, website kita harus bersaing dengan 9,3 juta website lainnya. Sebaliknya, saat menyertakan long tail dan kata kunci ini digunakan pengguna, kita bersaing dengan 1,5 juta website. Jumlah yang lebih sedikit.

Artinya, dengan kata kunci long tail kita akan lebih mudah mendapatkan peringkat yang baik di hasil pencarian Google.

2. Mendatangkan Banyak Trafik

Karena tingkat persaingan yang lebih kecil, penggunaan keyword turunan juga bisa mendatangkan banyak trafik organik. Pasalnya, website kita tidak hanya bergantung pada satu kunci utama dari topik, melainkan banyak kata kunci yang saling berkaitan.

Efeknya, dalam keyword yang berbeda- beda, konten kita bisa muncul maksimal di setiap hasil pencarian sesuai keyword turunan. Bukan hanya sekali saja karena bergantung pada satu keyword utama.

3. Mendorong Peringkat untuk Short Tail Keyword

Karena bersifat turunan dari kata kunci utama, long time keyword menyertakan kata kunci utama dan turut mengoptimalkannya. Dengan begitu, lebih mudah untuk mencapai dua tujuan sekaligus. Yaitu untuk membuat dua keyword ini mempunyai performa maksimal di hasil pencarian.

Saat keduanya mempunyai performa baik, lalu lintas organik akan semakin baik pula.

4. Meningkatkan Conversion Rate

Karena bersifat spesifik, pengguna dari jenis keyword ini merupakan kelompok audiens yang sudah lebih siap untuk melakukan pembelian. Hal ini berkebalikan dari pengguna short tail keyword yang cenderung mencari informasi general.

Contohnya adalah kata kunci utama “web hosting”. Saat orang menggunakan kata kunci itu, hasilnya akan sangat general dan kemungkinan tujuan pencarian infonya juga sangat general. Mungkin sekedar ingin tahu apa itu hosting dan cara kerjanya.

Berbeda dengan orang- orang yang menggunakan kata kunci “Hosting terbaik Indonesia”. Kelompok ini kemungkinan sedang mencari tahu perbandingan spek layanan hosting dan siap untuk melakukan pembelian dalam waktu dekat.

Cara Mencari Long Tail Keyword

Kita bisa menemukan long tail keyword ini dengan beberapa alat bantuan untuk riset keyword. Dengan begitu kita akan mendapatkan kata turunan yang menjadi ide konten, sekaligus menganalisa persaingan dan jumlah pencariannya.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mencari kata kunci long tail :

1. Gunakan Google Autocomplete

Contoh google autocomple untuk keyword kacamata baca

Google Autocomplete adalah fitur suggestion dari Google saat kita hendak mengetikkan keyword di search bar Google. Suggestion ini sendiri berasal dari long tail keyword yang sering orang- orang cari di Google.

Dengan mengandalkan suggestion ini, kita bisa menggunakan kata kunci turunan yang terbukti efektif dan relevan dengan pencarian pengguna. Bagaimana cara menggunakannya?

Cukup dengan memasukkan kata kunci utama dan ikuti dengan spasi, maka suggestion pun akan muncul.

2. Manfaatkan Penelusuran Terkait

Selau Google Autocomplete, selanjutnya kita juga bisa memanfaatkan fitur Penelusuran terkait dari Google.

Cara penggunaannya pun sangat mudah. Kita hanya perlu memasukkan keyword pencarian, kemudian scroll ke bawah dan melihat rekomendasi penelusuran terkait dari Google. Dan taraaa…. Anda bisa memanfaatkan informasi ini untuk membuat keyword turunan sesuai kebutuhan.

3. Menggunakan Answer The Public

Salah satu hasil riset Answer the Public

Situs answerthepublic.com memang tidak tersedia dalam bahasa Indonesia. Kendati begitu, saat kita memasukkan keyword bahasa Indonesia, tool ini secara otomatis menyajikan suggestion long tail keyword sesuai dengan bahasa pencarian.

Suggestion yang muncul ini berdasarkan kata- kata yang sering pengguna cari di mesin pencari dan tampil dengan format 5W+1H (What, Where, When, Why, Who, dan How). Dengan begitu, suggestion ini akan memberikan banyak ide untuk menciptakan long tail keyword sesuai kebutuhan.

4. Gunakan Soovle

Soovle untuk mencari long tail keyword

Soovle merupakan situs yang berfungsi menyajikan rekomendasi kata kunci dari beberapa situs populer, seperti Google, Bing, Yahoo, Amazon, Wikipedia, Answer.com, dan YouTube.

Untuk menggunakan tool ini, kita hanya perlu memasukkan kata kunci utama di search bar. Setelah itu, Soovle akan menyajikan hasil rekomendasi kata kunci dari beberapa situs populer.

Kesimpulan dan Penutup

Ringkasnya, long tail keyword merupakan salah satu trik sederhana namun efektif dalam mengoptimalkan trafik organik. Karena dengan memanfaatkan jenis keyword ini, kita memanfaatkan kata kunci utama sekaligus turunan agar keduanya saling menyokong dan tampil optimal di hasil pencarian.

Ada beberapa cara yang bisa kita gunakan untuk mencari atau mendapat ide keyword turunan ini. Mulai dari cara yang sederhana yang sudah sangat familiar untuk kita semua, hingga menggunakan bantuan tool web.

Long tail keyword sendiri mempunyai volume pencarian yang rendah. Dengan begitu, tingkat persaingan pun cenderung lebih mudah kita tembus. Saat memanfaatkanya dengan tepat, kita bisa mendapatkan trafik melimpah dari penggunaan keyword ini.

Selamat mencoba!

Mengenal Perbedaan Long-Tail Keyword dan Short-Tail Keyword dalam SEO

Mengenal Perbedaan Long-Tail Keyword dan Short-Tail Keyword dalam SEO

Bicara tentang keyword, kita mengenal istilah long tail keyword dan short tail keyword. Keduanya berbeda tapi punya keterkaitan yang kuat. Agar bisa mengimplementasikannya dengan efektif, penting sekali untuk blogger mengenal dengan baik keduanya.

Dua istilah ini sendiri merujuk pada praktek optimasi SEO On Page. SEO (Search Engine Optimization) merupakan salah satu bagian penting dalam strategi pemasaran digital. Kendati ada trafik berbayar (paid traffic), dengan melakukan optimasi SEO yang tepat, kita bisa menghadirkan banyak trafik organik yang penting untuk pondasi website jangka panjang.

Keyword yang Tepat Berdampak Penting untuk Kesuksesan SEO

Tips memilih keyword untuk dioptimasi

Ada banyak faktor dan komponen yang mempengaruhi kesuksesan optimasi SEO. Salah satu yang terpenting adalah menentukan keyword atau kata kunci yang tepat.

Kata kunci adalah cara mesin pencari dan pelanggan mengidentifikasi penawaran bisnis Anda. Saat ingin mencari sebuah bisnis atau layanan jasa di internet, seseorang akan mengetikkan di kotak pencarian kata kunci yang berkaitan dengan produk yang mereka butuhkan.

Misalnya saat seseorang ingin membeli ‘pompa air’, ia akan mengetik kata ‘pompa air’, atau bisa juga dengan tambahan merek, seperti ‘pompa air shimizu’, ‘pompa air sanyo’, dan seterusnya.

Jika salah menentukan kata kunci, bisa jadi pelanggan yang diperoleh tidak tepat sasaran. Atau bisa juga, karena memilih kompetisi yang terlalu ketat di keyword terpilih sedangkan authority masih minim, hasilnya menjadi semakin tidak maksimal.

Sebaliknya, dengan keyword yang tepat Anda bisa lebih mudah bertemu dengan prospek yang matang untuk penawaran Anda. Konten dan website bisa mendapatkan trafik yang diinginkan melalui penerapan long tail keyword dan short tail keyword yang tepat.

Setidaknya ada dua jenis keyword yang perlu kita ketahui, yaitu short tail keyword dan long tail keyword. Agar mantap mengenali keduanya dengan baik, mari kita definisi dari keduanya dan apa saja perbedaannya.

Apa itu Short Tail Keyword?

Short Tail Keyword adalah kata kunci singkat yang umumnya terdiri dari 1-2 kata. Kata kunci short tail sering disebut sebagai ‘head terms’. Pasalnya, kata- kata ini adalah hal yang spontan terpikirkan saat seseorang mencari sesuatu.

Dengan jumlah kata yang singkat, jenis keyword ini mempunyai tingkat persaingan yang sangat tinggi karena kata kunci ini kurang ‘spesifik’. Kendati begitu, jika berhasil memenangkan kompetisi di kata kunci pendek ini, kita bisa sangat efektif dalam mendatangkan pengunjung ke situs kita.

Beberapa contoh kata kunci pendek alias short tail keyword : 


Dari contoh di atas, kata kunci tersebut merupakan kata kunci yang sangat umum dipakai. Dan karena sangat umum, maka penggunaannya sangat banyak dan tingkat persaingan pasti sangat tinggi. Artinya, jika hanya mengandalkan short tail keyword, akan semakin sulit untuk bersaing di SERP.

Untuk itu, Anda perlu mengkombinasikan short tail ini dengan kata kunci turunan, alias long tail keyword.

Apa itu Long Tail Keyword?

Apa itu Long Tail Keyword & Cara Menggunakannya untuk Trafik SEO

Kebalikannya dari short tail keyword, ada yang namanya long tail keyword. Long tail keyword merupakan jenis keyword yang terdiri lebih dari tiga kata. Keyword yang dibidik lebih panjang, lebih spesifik, lebih tertarget, dan lebih rinci dari sekedar kata umum.

Long tail keyword sering kita sebut dengan nama keyword turunan. Keyword ini mempunyai tingkat kompetisi yang lebih rendah sehingga peluang untuk ditemukan pengguna menjadi lebih besar.

Beberapa contoh kata kunci long tail : 

  • Jasa SEO Profesional Jakarta
  • Jasa SEO Garansi Page One
  • Pompa Steam Portable Termurah


Dari contoh di atas, bisa kita lihat kalau long tail keyword lebih spesifik dan tertarget. Volume keyword dari jenis kata kunci ini tentunya lebih sedikit. Kendati begitu, dengan kompetisi yang lebih rendah kata kunci ini lebih efektif dalam mendatangkan pengunjung ke situs web Anda.

Perbedaan Long Tail Keyword dan Short Tail Keyword

Perbandingan jumlah hasil pencarian short tail vs long tail keyword

Dari pengertian dari long tail dan short tail keyword, kini saatnya merangkum perbedaan antara kedua jenis kata kunci ini.

Ciri- ciri Short Tail Keyword

1. Volumen Pencarian Lebih Tinggi

Karena lebih umum, maka volume short tail keyword lebih tinggi daripada long tail keyword. Pada prinsipnya, semakin singkat kata kunci, maka volume pencariannya semakin tinggi.

Jika berhasil unggul di kata kunci pendek ini, maka peningkatan trafik organik akan sangat terasa.

2. Tingkat Kompetisi Sangat Tinggi

Jangan senang dulu dengan volume yang tinggi. Karena secara bersamaan, hal ini juga selaras dengan tingkat kompetisi yang sangat ketat. Misalnya saat memasukkan kata kunci ‘jasa seo’, maka semua website yang menggunakan jasa SEO pasti akan bersaing di SERP.

Artinya, membutuhkan usaha yang jauh lebih keras agar laman dengan short tail ini berada di posisi teratas. Jika perlu, gunakan iklan berbayar seperti Google AdWords, untuk meningkatkan trafik dan konversi.

3. Kurang Fokus dan Kurang Tertarget

Salah satu kekurangan dari short tail keyword adalah penggunaan yang kurang fokus dan kurang tertarget. Misalnya saja saat seseorang ingin membeli smartphone dan benar- benar hanya mengetikkan kata “smartphone”.

Bayangkan, konten yang tampil akan sangat beragam. Bukan hanya hasil pencarian yang menjual smartphone, tapi juga artikel- artikel dan berita tentang smartphone. Akibatnya, konsumen menjadi terdistraksi dengan hasil yang ia temukan.

Akhirnya ia menunda atau bahkan membatalkan keinginan untuk membeli smartphone. Sangat tidak efektif ya?

4. Biaya Lebih Mahal

Dengan tingkat kompetisi yang tinggi, akan sangat menguras tenaga untuk bersaing di secara organik di jenis kata kunci ini. Untuk mendukung trafik dan konversi, pemilik website perlu menggunakan Google AdWords agar artikelnya bisa masuk ke daftar pencarian teratas.

Selain itu, biaya cenderung lebih mahal untuk penggunaan kata kunci yang sifatnya lebih umum ini.

5. Konversi Lebih Rendah

Dengan tingkat persaingan yang ketat, kata kunci pendek cenderung menghasilkan konversi yang lebih rendah. Jadi meskipun trafik tinggi, hal ini tidak menjamin setiap kunjungan menghasilkan konversi transaksi.

Ciri- Ciri Long Tail Keyword

1. Volume Pencarian Lebih Rendah

Volume pencarian long tail keyword lebih rendah daripada short tail keyword. Seringkali perusahaan merasa kalau ini menjadi kurang menguntungkan untuk mereka. Padahal, saat pengguna mencari info yang lebih spesifik, long tail bisa menghasilkan trafik kunjungan yang efektif.

Selain itu, untuk pebisnis yang menjual produk tertentu, penggunaan kata kunci turunan justru bisa menguntungkan. Konsumen yang secara spesifik mengetahui apa yang mereka butuhkan akan mengetik kata kunci secara spesifik. Dengan begitu, konsumen yang matang cenderung menyukai konten dengan long tail keyword.

2. Tingkat Kompetisi yang Rendah

Seperti yang Panda sebutkan di atas, kata kunci turunan mempunyai tingkat kompetisi yang lebih rendah. Semakin spesifik kata kunci yang digunakan, maka semakin sedikit pebisnis yang menggunakan kata kunci itu.

Dengan begitu, hasil pencarian semakin sedikit dan kompetisi semakin minim. Kemungkinan untuk pelanggan menemukan bisnis Anda menjadi semakin besar.

3. Lebih Fokus dan Lebih Tertarget

Kata kunci yang spesifik akan menghasilkan tingkat fokus yang lebih tinggi dan lebih tertarget. Misalnya saat calon konsumen mengetik ‘kursi jati belanda minimalis’, ia akan diarahkan ke hasil pencarian yang memuat long tail ini.

Dengan penggunaan kata kunci yang spesifik, maka hasilnya pun akan lebih tertarget.

4. Biaya yang Lebih Rendah

Salah satu manfaat dari penggunaan long tail keyword adalah biaya iklan yang lebih rendah. Untuk pencarian yang spesifik tadi, Google AdWords cenderung menetapkan biaya yang lebih murah.

Untuk bisnis dengan skala lebih kecil, tentu akan lebih mudah untuk mengatur pengeluaran dan mengontrol ROAS (Return on Ads Spend).

5. Konversi Lebih Tinggi

Dengan biaya iklan yang lebih terkontrol, penggunaan keyword turunan juga lebih memaksimalkan tingkat konversi di website. Dengan konversi yang lebih tinggi, tentu saja keuntungan perusahaan menjadi lebih optimal.

Berdasarkan informasi di atas, maka perbedaan long tail keyword dan short tail keyword dapat kita kelompokkan seperti berikut ini : 

PerbedaanShort Tail KeywordLong Tail Keyword
Volume PencarianTinggiRendah
Tingkat KompetisiTinggiRendah
FokusRendahTinggi
BiayaTinggiRendah
Tingkat KonversiRendahTinggi

Tips Menentukan Keyword yang Tepat

Long tail keyword dan short tail keyword dapat digunakan secara bersamaan dan saling melengkapi. Untuk penerapannya sendiri, sobat Panda bisa mengawalinya dengan melakukan riset keyword.

Selain itu, ada beberapa tips yang dapat Anda implementasikan untuk menentukan keyword yang tepat untuk konten Anda : 

1. Sesuaikan dengan Produk dan Layanan Brand

Langkah pertama untuk menentukan keyword yang akan digunakan adalah dengan membuatnya relevan. Untuk menjadi relevan, Anda perlu menyesuaikan keyword dengan produk dan layanan brand Anda.

Misalnya jika bisnis Anda menjual ‘kursi jati’, maka Anda bisa menggunakan keyword ini sebagai dasar, alias kata kunci short tail pertama Anda.

2. Riset Kompetitor

Lakukanlah riset kompetitor yang menyeluruh. Dapatkan informasi tentang judul yang digunakan oleh kompetitor, sub judul, keyword yang banyak mereka gunakan dan yang lainnya. Berbekal informasi ini, Anda bisa mendapatkan ide untuk menentukan keyword yang tepat. 

3. Manfaatkan Sub Judul

Jika situs Anda sudah mempunyai sub judul, Anda bisa menggunakan highlight sub judul tersebut sebagai keyword. Dengan praktik ini, Anda bisa membantu situs Anda agar lebih cepat terindeks.

4. Kata Kunci Lokasi

Jika bisnis Anda berada di lokasi tertentu, Anda bisa menargetkan pengguna lokal dengan menambahkan kata kunci lokasi. Misalnya Anda menjual bunga berbasis di kota Jakarta, Anda bisa menambahkan kata kunci ‘toko bunga Jakarta’.

Dengan tips ini, Anda bisa menargetkan pengguna yang secara spesifik menelusuri toko bunga di area kota Jakarta.

5. Kata Kunci Informasional

Seringkali orang yang mencari sebuah produk atau layanan tidak langsung berniat membeli. Mereka mencari informasi lebih lanjut yang membantu mereka untuk mempertimbangkan lebih lanjut.

Untuk jenis audiens ini, Anda perlu membantu mereka mendapatkan informasi lebih lanjut tentang produk. Posisikan diri Anda sebagai pencari produk, kira- kira informasi apa saja yang Anda cari tentang produk? Informasi seperti apa yang membuat Anda yakin dan memutuskan membeli?

List pertanyaan ini dapat Anda gunakan sebagai kata kunci turunan yang efektif. Selanjutnya, buat konten yang menarik dan siapkan CTA (Call to Action) yang mendorong calon pelanggan untuk membuat keputusan pembelian.

Kesimpulan

Dalam SEO, ada beberapa upaya yang bisa kita terapkan agar konten kita menjadi optimal. Salah satu yang utama dan menjadi fondasi adalah penggunaan kata kunci yang efektif.

Penggunaan kata kunci yang substansial akan sangat berdampak dalam menghasilkan lalu lintas dan visibilitas di hasil pencarian. Dalam prakteknya, kita bisa menerapkan long tail dan short tail keyword, atau memadukan keduanya.

Pasalnya, kedua jenis keyword inib berbeda, namun punya keterikatan yang kuat. Dengan menentukan kombinasi kata kunci yang tepat, laman yang kita buat akan menjadi lebih optimal dalam mendatangkan pengunjung.

Semoga bermanfaat!

SEO : 8 Tips Ampuh Memilih Keyword yang Tepat untuk Dioptimasi

SEO : 8 Tips Ampuh Memilih Keyword yang Tepat untuk Dioptimasi

Dalam SEO, riset keyword memegang peranan penting. Hampir semua bisnis yang berkaitan dengan digital akan melakukan riset dan targeting keyword dengan tingkatan tertentu. Selain berbicara tentang konsep dan kualitas konten yang juga sama pentingnya, kita juga perlu menentukan kata kunci terbaik sesuai dengan topik yang sedang kita ulas.

Bicara soal riset kata kunci, ada banyak tool, sumber data dan proses yang bisa kita lakukan dalam penelitian kata kunci ini. Meski begitu, tidak peduli seberapa baik proses riset kata kunci yang kita lakukan ini, kita tetap sering berhadapan dengan memilih menargetkan kata kunci yang membutuhkan banyak usaha, namun hasilnya jauh dari harapan.

Tips Memilih Keyword yang Tepat

Pada akhirnya, kita perlu berhati- hati dalam memilih kata kunci yang tepat untuk dioptimalkan. Kita mungkin melakukan pendekatan yang berbeda dan sudah melakukan beberapa testing untuk mendapatkan targeting yang tepat.

1. Identifikasi Goal

Meski tidak perlu diungkapkan, kita mungkin perlu diingatkan kembali bahwa semuanya harus dimulai dengan goal untuk setiap upaya pencarian organik maupun berbayar.

Dengan mengetahui goal yang kita inginkan dalam tingkat bisnis atau organisasi, kita akan lebih memahami bagaimana pencarian akan mempengaruhi kita di titik awal kita mulai.

Setelah itu, akan mudah bagi Anda untuk menentukan target konversi pencarian dan lalu lintas yang maksimal dan tetap masuk akal. Selanjutnya, Anda dapat bicara tentang pertumbuhan prospek, penjualan, keterlibatan, dan metrik lainnya.

Jadi di langkah awal, tuliskan lah lebih dahulu beberapa goal yang ingin Anda capai.

2. Brainstorming dengan Tim

Apakah Anda bekerja dalam sebuah tim atau individu? Jika bekerja dalam sebuah tim, penting sekali untuk melibatkan tim terkait untuk menemukan kata kunci yang tepat.

Cobalah kumpulkan wawasan dan gagasan dengan tim yang terlibat dengan penjualan, seperti sales, marketing, digital marketing staff, SEO expert, dan yang lainnya.  Anda mungkin juga perlu mengintip infografis data penjualan untuk mengetahui customer behavior dan tren yang diikuti pelanggan Anda.

Jika data yang terkumpul terlalu banyak, cobalah untuk mem-filternya menjadi data yang tidak terlalu banyak. Hasil brainstorming ini kemudian akan membantu Anda untuk lebih menemukan bisnis Anda, produk, layanan, dan konten Anda.

Yang perlu dicatat, Anda baru tahap mengumpulkan data saja di titik ini. Anda belum berada di tahap untuk memvalidasi keakuratan dari apa yang mereka sampaikan pada Anda.

3. Analisa Kompetitor

Saat melakukan analisa kompetitor, pisahkan asumsi bahwa kompetitor Anda melakukan hal yang benar atau baik. Tujuan Anda hanyalah melihat apa yang mereka targetkan dan lakukan. Kita tidak akan mentah- mentah melakukan ATM (Amati-Tiru-Modifikasi). Titik.

Hal yang akan Anda catat :

  • Apakah pesaing Anda melakukan yang lebih baik dari Anda? Apa saja?
  • Apakah mereka menawarkan produk, layanan, atau konten yang sama?
  • Kemungkinan apa saja yang bisa dipelajari dari mereka?

Hal yang perlu di-review :

  • Title tag & meta description yang mereka gunakan
  • Topik halaman di situs mereka
  • Apa yang mereka bicarakan di situs mereka dan apa yang posisinya menonjol dalam hasil pencarian mereka
  • Bagaimana media sosial dan PR mereka?
  • Buat list dari topik, istilah, dan frase yang Anda temukan dari fokus kompetitor yang sejalan dengan bisnis dan konten Anda

4. Lakukan Riset Keyword

Di tahap ini Anda akan mulai melakukan riset keyword. Ada banyak resource yang bisa Anda gunakan, baik itu tentang alat dan proses untuk melakukan penelitian keyword secara organik atau berbayar.

Untuk mendapatkan hasil riset yang akurat, cobalah untuk membandingkan hasil data dari satu tool riset keyword dengan tool yang lainnya untuk hasil pencarian organik dan berbayar. Kenali kesalahan yang harus Anda hindari dan jangan gunakan Google Keyword Planner untuk kata kunci organik atau SEO.

Riset keyword dengan tool Keyword Tool Dominator

Riset keyword dengan tool Keyword Tool Dominator

Saat melakukan proses riset keyword ini, Anda akan menggunakan kata kunci dan istilah unggulan yang sebelumnya Anda identifikasi melalui proses brainstorming dan riset. Selanjutnya, perluas daftar yang Anda miliki dengan menemukan kata kunci terkait.

5. Identifikasi Topik

Di tahap ini, kemungkinan Anda sudah mendapatkan banyak kata dan frasa individual setelah melakukan riset kata kunci. Langkah selanjutnya adalah menentukan topik yang tak kalah penting dari topik itu sendiri.

Anda perlu menerjemahkan kata kunci menjadi sebuah topik. Namun, Anda tidak perlu untuk membangun untuk setiap kata kunci tunggal. Di titik tertentu, Anda mungkin perlu membuat keputusan tentang bagaimana mengelompokkan konten di situs web ke dalam produk, layanan, dan struktur topik/ blog.

Bisa dibilang, topik- topik yang akan Anda buat ini adalah salah satu titik untuk mempersenjatai bisnis Anda. Jika kata kunci yang Anda terapkan memang optimal, tema atau topik tertentu akan lebih mudah muncul secara alami dan mempunyai dampak yang baik untuk targeting SEO Anda.

6. Pastikan Topik Relevan

Masih ada kaitan dengan point sebelumnya, dimana hasil riset keyword Anda disaring ke topik dan tema tertentu, maka Anda akan bisa memvalidasi kata kunci untuk memastikan istilah yang dikumpulkan memang sudah tepat.

Misalnya saja saat Anda menjual mobil atau smartphone, maka kata kunci dengan brand akan menjadi jauh lebih relevan. Jika Anda melewatkan ini, sama artinya dengan melakukan usaha yang sia- sia.

Penting untuk menemukan keseimbangan topik dan kata kunci untuk memastikannya terkait erat dengan produk, layanan, dan penawaran konten Anda.

7. Review SERPs

SERPs atau Search Engine Result Page, alias hasil pencarian adalah hal yang harus Anda review setelah melakukan effort no 1-6. Karena perlu kita sadari, tata letak halaman hasil pencarian selalu mengalami perubahan, sehingga penting untuk mengatur waktu untuk melihatnya secara manual.

Untuk melakukan review ini, cobalah untuk mengambil beberapa kata kunci dan topik utama, lalu cari secara harfiah di mesin pencari.

Setelah itu, perhatikan apa yang muncul?

  • Apakah hasil pencarian organik dan berbayar muncul seperti yang Anda perkirakan?
  • Bagaimana performa kompetitor Anda?
  • Apakah ada hal yang aneh

Tampilan SERP dengan keyword sepatu Nike

Jika Anda menemukan hasil pencarian bukan dimana Anda ingin berada atau dimana target audience Anda mencari, cobalah untuk memikirkan kembali kombinasi kata kunci atau topik dalam strategi Anda.

Hal ini terutama berlaku untuk hasil pencarian organik. Dimana jika mereka bekerja seperti seharusnya, maka akan menghasilkan lalu lintas yang optimal untuk situs web Anda. Dengan lalu lintas optimal, maka konversi dan goal yang Anda inginkan akan lebih mudah tercapai.

8. Pantau Performanya

Saat campaign SEO dan pencarian berbayar Anda dimulai, Anda akan mulai mendapatkan hasil nyata dari usaha Anda menggunakan keyword yang tepat. Anda akan melihat bahwa kata kunci tertentu mungkin mempunyai kinerja yang lebih baik daripada yang lainnya. Anda akan menganalisa hasil tersebut dan menemukan berbagai alasan mengapa itu bisa terjadi.

Saat Anda mempunyai data tersebut, Anda bisa menyesuaikan prioritas dengan memasukkan topik dan kata kunci tertentu. Atau, Anda juga bisa mengidentifikasi area khusus yang ternyata bisa dioptimalkan dalam pemasaran atau situs web.

Hal- hal yang harus Anda perhatikan dalam proses pemantauan :

  • Kata kunci yang menghasilkan banyak tayangan, namun sedikit klik
  • Kata kunci yang menghasilkan banyak lalu lintas, namun minim konversi
  • Kata kunci yang tidak mendapatkan peringkat secara organik

 

Semua indikator ini perlu dianalisa lebih lanjut untuk agar topik halaman bisa berkembang seperti yang diharapkan.

Kesimpulan

Riset kata kunci seringkali terdengar sebagai pekerjaan yang mudah, karena banyak orang melakukan riset, kemudian melangkah ke strategi selanjutnya tanpa melakukan analisa. Padahal, penelitian kata kunci ini perlu kita lanjutkan dalam langkah yang tervalidasi, dan mendapatkan evaluasi lebih lanjut.

Dengan mengetahui goal, membuat topik yang sesuai dengan kata kunci, dan memvalidasinya, Anda telah melakukan upaya terbaik di awal. Selanjutnya, terus lakukan evaluasi secara berkala, dan fokus menjaga serta meningkatkan kualitas dan performa keyword yang Anda bidik.

Mengenal  3 Jenis Kata Kunci yang Wajib Diketahui Blogger

Mengenal 3 Jenis Kata Kunci yang Wajib Diketahui Blogger

Kata kunci atau keyword adalah rangkaian kata yang selalu familiar di telinga blogger. Dengan mengetahui jenis kata kunci yang akan kita bidik, maka riset kata kunci dapat menjadi lebih mudah dan tepat. Selain itu, dengan mengenal jenis keyword ini, maka kita juga dapat mengoptimalkan konten website kita dengan lebih baik lagi.

1. Kata Kunci “Buying Keyword”

Buying Keyword adalah kata kunci yang kerapa dipakai oleh orang- orang ketika mencari atau ingin membeli sebuah produk di internet. Misalnya Andi ingin membeli sepatu Nike dan dia ingin membelinya secara online dengan melakukan riset di Google. Ketika membuka Google, maka Andi akan mencarinya di Google dengan kata kunci ‘jual sepatu Nike’. Nah, ini lah yang disebut dengan ‘Buying Keyword’.

Lihat Gambar :
kata kunci, buying keyword, halaman pencarian

 

Contoh Buying Keyword

*) Jual …
*) Beli …
*) Obral ….
*) Sewa …
*) Harga murah…
*) Terjangkau

Memang tidak semua calon pembeli akan menggunakan ‘Buying Keyword’ ketika mencari produk, namun kecenderungan mereka menggunakan kata kunci ini sangat besar ketika berkaitan dengan jual-beli online. Maka dari itu, jika Anda berjualan secara online, maksimalkan lah penggunaan kata kunci ini. Bahkan toko online sekelas Tokopedia, Lazada, dan Bukalapak pun ikut ramai memaksimalkan penggunakan ‘Buying Keyword’ ini.

Cara Memaksimalkan Buying Keyword dengan Long Tail
Seperti yang Saya sebutkan tadi bahwa sekelas Tokopedia dan toko online besar pun ikut memaksimalkan penggunaan kata kunci beli ini, maka mau tidak mau Anda harus membuat ‘Buying Keyword’ tersebut menjadi lebih cantik, unik dan berbeda? Bagaimana caranya? Salah satunya adalah dengan menggunakan long tail keyword.

Long tail keyword adalah rangkaian kata kunci yang agak panjang, yang biasanya terdiri dari 3-7 kata. Long tail keyword cenderung membentuk seperti sebuah kalimat tersendiri dengan memaksimalkan jenis kata kunci yang digunakan. Misalnya untuk keyword ‘sepatu Nike’ tadi, maka long tailnya bisa menjadi seperti:
*) Jual sepatu Nike original murah
*) Jual sepatu Nike murah Jakarta
*) Jual sepatu Nike original terbaru

Jika Anda mengincar pasar lokal, jangan lupa untuk masukkan kota/ wilayah yang Anda targetkan. Hal ini dapat memudahkan Anda untuk menjaring calon pembeli di wilayah terdekat. Calon konsumen biasanya akan lebih suka untuk membeli di wilayah nya sendiri dengan pertimbangan bisa datang langsung dan juga ongkos kirim lebih murah ( atau bisa gratis ).

Selain itu, Anda dapat mencoba bereksplorasi untuk menemukan paduan kata menarik lainnya dan menjadikan toko online Anda tampil berbeda di mesin pencari. Coba perhatikan hasil pencarian di Google ini, di tiga besar ini ada Zalora dan Lazada. Toko online besar benar- benar memaksimalkan keyword ini dengan sangat baik. Anda pun juga harus melakukannya!

Lihat Gambar :
buying keyword, sepatu nike, jual

2. Kata Kunci Berisi Pertanyaan Masalah

Kata kunci berisi pertanyaan masalah sangat potensial, terutama untuk website berbasis content publishing. Keyword ini kerap dipakai oleh orang- orang yang sedang membutuhkan solusi atas sebuah pertanyaan atau masalah yang dihadapinya. Kata kunci ini biasanya diawali dengan kata kunci ‘Bagaimana’ atau ‘Cara’.

Contohnya ketika Anda memiliki masalah berat badan dan iseng- iseng googling untuk mendapatkan solusi berat badan Anda, maka keyword yang biasa dipakai oleh sebagian besar orang adalah :

Lihat Gambar :
kata kunci, pertanyaan, hasil pencarian

3. Kata Kunci Musiman

Sesuai namanya, kata kunci ini tidak selalu ramai dipakai, kecuali pada saat yang tepat. Kata kunci musiman populer di waktu- waktu tertentu, misalnya musim lebaran, musim bola ( moment piala dunia ), tahun baru, natal, valentine dan masih banyak lagi. Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan keyword musiman :

Lihat Gambar :
kata kunci, keyword, musiman

*) Cara Membuat Kue Lebaran
Jika Anda memiliki website resep, maka kata kunci ini wajib Anda optimalkan di moment menjelang lebaran. Mengapa? Karena akibatnya Anda akan kebanjiran pengunjung di waktu tersebut. Menjelang lebaran, keyword ini sangat sering digunakan, terutama oleh ibu- ibu rumah tangga untuk mempersiapkan kue lebaran mereka. Website Anda dijamin bisa laris manis jika benar- benar memanfaatkannya dengan baik.
*) Jual Jersey Piala Dunia Timnas Spanyol 2017
Piala Dunia memang hanya terjadi sekali dalam lima tahun, tapi jangan salah, penjualan jersey Piala Dunia ini bisa booming sekali. Khususnya penggemar bola di Indonesia biasanya adalah penggemar loyal dan cenderung fanatik. Dengan pasar yang begitu besar, maka sudah seharunya kata kunci ini dimaksimalkan untuk mendapatkan hasil optimal.

Kata kunci musiman ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Kata kunci ini sangat dahsyat dan akan meledak ketika masa puncaknya datang. Anda perlu jeli memanfaatkan moment ini.

Menggunakan Google Trend untuk Melihat Trend Kata Kunci
Bagaimana cara mencari tahu kata kunci musiman? Bagaimana cara mengetahui bahwa kata kunci tertentu sedang trend dan tepat untuk dimanfaatkan? Jawabannya adalah dengan Google Trends. Google Trends adalah salah satu layanan Google yang membantu user untuk menemukan kata kunci yang sedang trend atau sedang banyak dipakai dalam kurun waktu tertentu.

Cara menggunakan Google Trend ini sangatlah mudah. Pertama- tama, login lah dengan akun Google Anda, dan setelah masuk ke dashboard, pilih ‘Trending Searches’ dan tentukan lokasi untuk melihat trend terkini. Cara kedua, Anda dapat masuk ke ‘Explore’, lalu tentukan lokasi, kurun waktu, kategori ( untuk masuk ke kategori tertentu ) dan mode pencarian, untuk melihat trend berdasarkan kurun waktu tertentu.

Lihat Gambar :
Menu Google Trend, kata kunci, trend
google trend, pencarian, search

explore Google Trend, trending, Indonesia

Cukup mudah, bukan?