Kata freelancer sudah bukan istilah yang asing lagi di jaman modern seperti sekarang ini. Bahkan untuk beberapa orang yang merasa menjadi karyawan bukan habitatnya, menjadi pekerja freelance adalah karir idaman.

Namun bagi Anda yang belum begitu paham dengan istilah ini dan penasaran, di artikel kali ini Panda akan mengulas tentang pengertian freelancer, cara kerjanya, dan keuntungan yang diperoleh. 

Apa itu Freelancer?

Freelancer dalam bahasa Indonesia berarti pekerja lepas, yaitu seseorang yang bekerja sendiri dan tidak terikat komitmen dengan perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Bisa dibilang, freelancer adalah pekerja mandiri.

Mereka tidak terikat dengan perusahaan. Tidak ada kontrak kerja dan durasi kerja karena mereka bekerja sesuai dengan jadwal yang dibuat sendiri dan proyek yang dikerjakan.

Karena konsepnya adalah mandiri atau pekerja lepas, freelancer biasanya didasari oleh minat dan bakat si pekerja itu sendiri.

Misalnya saja saat seseorang punya keahlian coding, maka ia menjalani profesi freelance sebagai developer website atau aplikasi. Atau jika seseorang punya keahlian desain, ia bisa menjalani keahlian sebagai freelance desain logo brand dan perusahaan.

Beberapa freelancer adalah mereka yang murni pekerja lepas. Dan beberapa lainnya adalah karyawan yang punya pekerjaan, namun menggunakan waktu luangnya sebagai freelancer untuk menyalurkan hobi dan mendapat penghasilan tambahan.

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang sering muncul terkait freelancer :

Freelancer adalah pengangguran, apa itu benar?

Memang ada istilah keren yang menyebut freelancer sebagai pengangguran yang dibayar. Tapi tentu saja mereka bukan pengangguran. Mereka adalah pekerja mandiri yang tidak terikat dengan perusahaan atau majikan. Mereka adalah boss untuk diri mereka sendiri.

Apa itu freelancer online?

Sesuai dengan embel- embel online, istilah ini berarti mengacu pada pekerja lepas yang bidang pekerjaannya menyangkut dunia online. Misalnya saja untuk jasa desain logo & kemasan, penulis konten, jasa SEO, atau bahkan developer website dan aplikasi.

Contoh pekerjaan freelance itu seperti apa?

Apa saja pekerjaan yang dikerjakan secara mandiri dan per proyek, tanpa ada keterikatan khusus seperti boss-karyawan. Contoh nya adalah freelance writer (penulis lepas), freelance desainer (desainer lepas), fotografer, kurir lepas, dan masih banyak lagi dengan variasi jenis pekerjaan yang berbeda- beda.

Apakah ada pekerjaan freelance untuk mahasiswa?

Tentu ada. Kenyataannya sih tidak sedikit mahasiswa yang menjadi seorang freelancer di waktu luangnya. Selain menyalurkan hobi dan mendapat penghasilan, juga untuk menambah portofolio.

Baca Juga :  Merangkul Brand Hijab Populer, Evermos Menjadi Bisnis Reseller Paling Diminati
Berapa gaji freelancer?

Gaji freelance bisa tergantung dari jenis proyek yang dikerjakan freelancer itu sendiri. Bisa mulai dari ratusan ribu (jasa konten, desain, SEO, dsb) hingga jutaan dan bahkan puluhan juta (develop website dan aplikasi, jasa SEO & desain untuk tingkat yang lebih tinggi).

Perbedaan Freelancer vs Karyawan

Freelancer dan karyawan mempunyai beberapa perbedaan yang signifikan dan mudah dipahami. Antara lain adalah sebagai berikut :

PerbedaanKaryawanFreelancer
KontrakBerstatus kontrak atau tetap oleh sebuah perusahaan/ instansi dalam jangka waktu yang biasanya cukup panjang.Status kontrak hanya berlaku sesuai kesepakatan per proyek.
WaktuAda keharusan untuk masuk kantor setiap hari dengan jam kerja yang sudah diaturTidak ada ikatan waktu kerja. Yang penting proyek harus selesai tepat waktu.
Besaran GajiGaji relatif sama dan stabilTidak punya gaji tetap. Kadang bisa mendapat gaji kecil, kadang bisa sangat banyak, tergantung banyak proyek yang dihandle.
Jaminan KesehatanMendapatkan jaminan kesehatan dari kantorTidak ada jaminan kesehatan apapun dari pihak lain, kecuali mengurusnya sendiri.
LaporanLaporan pertanggungjawaban terhadap atasan dan bossLaporan pertanggungjawaban hanya untuk klien sesuai proyek.

Keuntungan dan Kelemahan Menjadi Freelancer

Setiap profesi mempunyai keunggulan dan kelemahan masing- masing. Sama halnya dengan menjadi seorang pegawai lepas. Ada keuntungan dan kelemahan yang bisa kita peroleh.

Keuntungan

Fleksibilitas yang luar biasa

Seorang pekerja lepas tidak terpaku pada jam kerja atau keharusan bekerja 8 jam sehari. Yang penting adalah proyek berhasil selesai tepat waktu. Kadang mereka berhasil menyelesaikan di malam hari, dan bisa tidur pulas di siang hari. Tidak heran mengapa profesi ini kadang sering disebut sebagai pengangguran 🙂

Bebas menentukan tempat bekerja

Seorang freelancer bebas untuk bekerja dari mana saja, terutama untuk freelancer online. Entah mau bekerja di cafe, di taman, atau bahkan di kamar tidur sekalipun.

Handle beberapa klien sekaligus

Seorang pekerja lepas bisa menghandle beberapa klien sekaligus dalam satu waktu. Kemampuan handle proyek sekaligus bisa menghasilkan pendapatan yang tinggi. Tentu saja freelancer yang menyanggupi beberapa proyek sekaligus juga harus bisa menyelesaikannya tepat waktu.

Kelemahan

Penghasilan tergantung proyek

Tidak ada gaji pokok untuk seorang pekerja lepas karena mereka bekerja secara mandiri. Jadi, penghasilan freelancer akan sangat tergantung dari jumlah proyek yang mereka peroleh. Bisa jadi dalam satu bulan bisa mendapat banyak proyek, atau saat lagi apes bisa jadi hanya mendapat satu dua proyek saja.

Baca Juga :  10 Tips Memilih Jurusan Kuliah yang Tepat & Sesuai Kemampuan

Disiplin terhadap Proyek

Menjadi seorang freelancer bukanlah pekerjaan yang bisa semua orang jalani. Pekerjaan ini tidak ada jam bekerja khusus seperti layaknya seorang karyawan. Nah, inilah tantangan sebenarnya. Anda harus pintar dalam manajemen waktu dan disiplin agar setiap proyek bisa selesai tepat waktu. 

Status sosial

Ingat pembahasan tentang freelancer sering mendapat label pengangguran tadi? Ya, setidaknya itulah stigma sosial yang tersemat pada seorang pekerja lepas. Sebenarnya sih ini bukan masalah besar untuk sebagian besar. Apalagi jika ternyata dompet selalu tebal 🙂

Contoh Pekerjaan Freelancer

Seperti yang sempat Panda singgung tadi, ada banyak jenis pekerjaan online yang bisa kita tekuni. Beberapa contoh pekerjaan freelance yang populer antara lain :

  • IT (website developer, android developer, web design, web maintenance, jasa membuat website, dsb)
  • Content Writer untuk web, blog, website atau start up
  • Copywriter & Ghostwriter 
  • Desain (logo, kemasan, website, produk, dsb)
  • Data Entry & Data Mining
  • Konsultan
  • Translator (bahasa Mandarin, bahasa Inggris, bahasa Prancis, dsb)
  • Elektronik dan Robotik
  • Jasa dalam digital marketing (social media, SEO, iklan, dsb)

Yang menarik, beberapa jenis pekerjaan bisa selalu tersedia untuk karyawan dan freelancer. Terutama setelah era pandemi, ada banyak jenis pekerjaan yang bisa dilakukan secara remot.

Mencari informasi pekerjaan juga kini semakin mudah dengan adanya berbagai platform dan aplikasi pencari kerja. Salah satunya Jooble, yang merupakan aplikasi yang bekerja layaknya mesin pencari khusus untuk pencarian lowongan kerja. Pencarian melalui Jooble memungkinkan para pencari pekerja untuk menemukan berbagai lowongan pekerjaan di Indonesia dari semua portal.

Cara Kerja Freelancer

Untuk menjadi seorang freelancer, ada dua opsi yang bisa Anda pilih. Yang pertama adalah membangun karir freelance Anda secara personal (membuat website, branding diri sendiri, dsb) atau bergabung dengan situs freelancer populer, seperti di artikel 5 Situs Freelance Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.

Pilihan pertama relatif lebih sulit, tapi ideal untuk Anda yang mempunyai sasaran besar menjadi seorang profesional. Anda perlu membranding diri sendiri lebih dulu dan membangun kepercayaan terhadap jasa Anda.

Kabar baiknya, jika klien mulai berdatangan dan usaha Anda mulai sukses, Dan bisa mencapai level dimana profesi yang dijalani ini bukan lagi sekedar freelancer, tapi sebuah bisnis baru. Anda akan mulai membutuhkan karyawan dan asisten untuk membantu menangani proyek klien Anda.

Sedangkan dalam opsi yang kedua, relatif lebih mudah. Kesulitan biasanya hanya ada di masa- masa awal karena Anda harus bersaing dengan mereka yang sudah lebih dulu populer di platform pekerja lepas.

Meski begitu, Anda bisa menggunakan strategi ala- ala marketplace. Misalnya dengan membuat harga Anda menjadi lebih hemat sementara waktu, tampilkan portofolio yang meyakinkan, dan buat penawaran yang menarik untuk jasa Anda.

Dengan begitu, proyek- proyek akan mulai menghampiri Anda.

Cara mendaftar di Sribu.com
  • Save
Contoh cara pendaftaran sebagai freelance di web Sribu

Dengan cara kedua ini, Anda akan memulainya dengan mendaftarkan diri sebagai freelancer ke platform- platform pekerja lepas. Dari sisi klien, mereka akan membuat job dengan mengisi judul, kategori pekerjaan, deskripsi pekerjaan, dan penawaran nilai proyek.

Setelah itu freelancer akan melamar pada job tersebut dengan melampirkan portofolio. Selanjutnya, klien akan memilih jasa freelancer mana yang akan mereka pilih. Si pekerja dan klien kemudian akan bernegosiasi terkait proyek tersebut berupa detail pekerjaan, proses dan lama pengerjaan, harga, dan sebagainya.

Baca Juga :  5+ Website Terbaik dan Gratis untuk Membuat Portofolio Online

Syarat Menjadi Freelancer

Siapapun bisa menjadi freelancer. Namun, jenis profesi ini memang bukan untuk semua orang. Dan perlu diingat juga, profesi ini tidak selalu seindah yang dibayangkan, terutama di tahap- tahap awal.

Berikut ini beberapa syarat yang perlu Anda penuhi untuk menjadi seorang freelancer :

1. Mempunyai keahlian tertentu

Untuk membangun karir sebagai seorang freelancer, Anda harus mempunyai keahlian dan pengalaman tertentu dalam sebuah bidang. Mereka yang tergabung dalam platform freelancer baisanya adalah sekumpulan orang- orang dengan keahlian yang sudah teruji. Jadi bukan untuk mereka yang sedang coba- coba atau memulai dari 0.

2. Kemampuan Time Management

Tanpa arahan dari boss atau aturan jam kerja saklek ala kehidupan karyawan bukan berarti bekerja semau gue. Sebaliknya, seorang pekerja freelance harus pintar dalam manajemen waktu agar proyek yang mereka kerjakan bisa selesai tepat waktu.

3. Komitmen dan profesionalitas

Membangun reputasi saat menjadi pekerja freelance sangat penting. Anda harus mempunyai komitmen tinggi dan profesionalitas kerja. Terlebih, mereka yang berkecimpung di bidang ini umumnya adalah mereka yang tidak langsung bertatap muka.

Jadi saat sudah bersedia menerima sebuah proyek, maka harus Anda harus mengerjakannya dengan sebaik- baiknya dan sepenuh hati. 

4. Fasilitas pendukung

Selain skill, fasilitas pendukung juga penting untuk membuat pekerjaan sebagai freelancer menjadi optimal. Fasilitas ini antara lain peralatan bekerja (laptop, tool/ aplikasi pendukung, dan sebagainya), dan jaringan internet.

Kesimpulan

Setelah membaca ini semua, apakah menjadi seorang freelancer masih menjadi karir impian Anda?

Jika iya, selain mempersiapkan kemampuan dan fasilitas pendukung, Anda perlu mempersiapkan diri secara mental. Ada distraksi yang siap menghalangi dan tantangan besar yang harus kita tangani.

Selamat memulai perjuangan Anda menjadi seorang pekerja freelance!

1 Share
Share via
Copy link
Powered by Social Snap