[ADINSERTER AMP]

Type to search

Inspirasi & Motivasi

Kisah Sukses Pendiri McDonald, Ray Kroc, yang Gigih Membangun Bisnis

Kisah sukses pendiri McDonald's Ray Kroc

Dari sekian banyak kisah sukses yang menginspirasi, bisa dipastikan kalau Kisah Sukses Pendiri McDonald, Ray Kroc, menjadi salah satunya. Brand restoran cepat saji ini memang mempunyai reputasi yang fenomenal dengan perjalanan panjang yang menarik di belakangnya.

McDonald diperkirakan mempunyai lebih dari 36.000 cabang di seluruh dunia dengan penghasilan lebih dari US $75 juta dari 68 juta pengunjung dalam sehari. Pertumbuhan McD memang luar biasa sehingga menjadikannya bisnis waralaba paling menguntungkan di dunia.

Dibalik kesuksesan McD, ada sosok wirausahawan asal Amerika yang turut campur tangan. Ya, dialah Ray Kroc! Mari kita simak kisah sukses dan biografi pendiri McDonald ini.

Sejarah Awal Perjalanan McDonald

Pada awalnya, restoran McDonald didirikan oleh McDonald bersaudara, yaitu Richard “Dick” J. McDonald dan Maurice “Mac” McDonald.

Pada 1954, Ray Kroc pergi ke restoran milik Dick dan Mac di San Bernardino, California, lantaran dua bersaudara ini ingin membeli mixer miliknya dalam jumlah banyak. Saat sampai di restoran, Kroc terkesan dengan operasional restoran yang sederhana dan efisien.

Dari kunjungan pertama itu, Kroc tertarik dengan konsep McDonald’s milik dua bersaudara itu. Kroc lantas menawarkan diri bekerja sebagai agen waralaba yang akan memperoleh upah dengan memotong keuntungan.

Tampilan McDonald's pertama Dick & Mac
Tampilan McDonald’s pertama Dick & Mac

Dari agen waralaba, ambisi Kroc semakin bertumbuh. Ia ingin merubah kesepakatan bisnis antara dirinya dengan McDonald bersaudara. Saat itu, keduanya tidak setuju dengan Kroc dan sempat terjadi konflik.

Lalu, tanpa sepengetahuan McDonald bersaudara, Kroc membuat perusahaan real estate Franchise Realty Corporation. Ia membeli lahan kosong, membangun resto iconic pertama McDonald’s, dan menyewakan tempat tersebut pada para investor.

Pendapatan Kroc melesat karena para investor memberikan keuntungan bersih setiap bulan, sekaligus membayar biaya sewa. Gerai McD juga semakin tersebar dan berkembang.

Saat mengetahui hal ini, McDonald bersaudara merasa telah dicurangi. Sayangnya, keduanya tidak bisa berbuat banyak karena tindakan Kroc tidak melanggar kesepakatan.

Kroc juga sempat membuat eksperimen vital dengan mengganti es krim dari susu sapi asli menjadi susu bubuk untuk efisiensi biaya. Dic yang dari awal ingin menjaga kualitas McD daripada keuntungan pun marah besar. Namun Kroc tetap pada keputusannya.

Pada tahun 1955, Kroc mengubah Franchise Realty Corporation menjadi The McDonald’s Corporation, juga membuat logonya sendiri.

Di titik itu, MCDonald bersaudara menyadari mereka tidak mempunyai kekuatan finansial yang cukup untuk menuntut Kroc. Akhirnya, Kroc membeli perusahaan McDonald secara resmi pada 1961 seharga US$ 2,7 juta. Kroc pun mempunyai hak eksklusif sebagai pemilik merek McDonald’s.

Biografi dan Kisah Sukses Pendiri McDonald, Ray Kroc

Masa Kecil Ray Kroc

Raymond Albert Kroc, atau yang kita kenal sebagai Ray Kroc, lahir pada 5 Oktober 1902. Kedua orangtua Kroc berasal dari Ceko. Ia merupakan anak tertua dalam keluarganya.

Ayahnya, Alois “Louis” Kroc, berasal dari desa Bøasy dekat Plzeò di Bohemia. Ia bekerja di perusahaan telegraf, Western Union dan terkenal sebagai pribadi yang sangat disiplin dan pekerja keras.

Sedangkan sang ibu, Rose Mary nee Hrach, lahir di Illinois. Sang ibu merupakan wanita penuh kasih sayang dan seorang ibu rumah tangga yang handal.

Sang ibu juga pandai bermain piano dan menghasilkan uang tambahan dari memberikan pelajaran kepada anak- anak dan orang dewasa. Selain itu, Kroc juga belajar bermain piano dari sang ibu.

Ray Kroc mempunyai dua adik laki- laki, yaitu Robert dan Lorraine.

Kroc terbiasa dengan buku novel dan kerap memimpikan rencana rumit yang membuatnya bekerja dengan giat. Ia bahkan sampai mendapat julukan “Danny Daydreamer“. Namun, ia tak pernah berhenti untuk bermimpi.

Ray sudah menunjukkan banyak tekad, kecerdasan dan kepercayaan diri sejak kecil. Saat belajar di Lincoln School di Oak Park, ia unggul dalam debat dan mudah meyakinkan orang.

Ray Kroc mulai mendapat uang tambahan saat melakukan pekerjaan sampingan di toko bahan makanan dan toko obat saat belajar di sekolah tata bahasa. Ia juga menjual limun di sebuah kios dekat rumahnya, yang merupakan bisnis makanan pertamanya.

Awal Karir

Saat berusia 14 tahun, Kroc bersama dua temannya membuka toko musik yang ia sebut ‘Ray Kroc Music Emporium’. Di toko itu, ia menjual lembaran musik sambil bermain piano. Sayangnya toko tersebut tutup dalam beberapa bulan.

Saat berusia 15 tahun, ia mendaftar menjadi sopir Ambulance untuk Palang Merah. Saat perang dunia II, ia juga turut serta dalam Perang Dunia II dan harus mengorbankan sekolahnya.

Usai perang, sempat mencoba berbagai pilihan karir. Ia sempat menjadi pianis, sutradara musikal, hingga agen perumahan. Karirnya mulai menanjak saat ia bekerja sebagai salesman di perusahaan gelas kertas, Lily-Tulip Cup. Kroc berhasil menunjukkan semangat kerja yang tinggi sehingga mendapat penghargaan sebagai karyawan terbaik di perusahaan dan naik pangkat menjadi manajer penjualan di Midwestern.

Perjalanan Kroc selanjutnya berkaitan dengan toko es krim Earl Prince. Saat itu menemukan mesin yang mampu menghasilkan lima gelas milkshake secara bersamaan. Ia pun berfokus pada penjualan multi mixer ini ke segala penjuru Amerika.

Ray Kroc Membeli McDonald dari Dic & Mac

Ray Kroc mungkin melakukan beberapa hal kontroversial sampai akhirnya berhasil mendapatkan restoran cepat saji ini dari McDonald bersaudara.

Setelah berkenalan dengan McDonald bersaudara, Kroc membuka cabang restoran pertamanya di Des Plaines, Illinois pada tahun 1955. Empat tahun selanjutnya pada 1959, cabang restoran cepat saji ini telah mencapai 100 buah.

Tampilan McDonald's pertama Ray Kroc
Tampilan McDonald’s pertama Ray Kroc

Namun hal ini tidak membuat Kroc puas. Ia merasa belum mendapatkan untung besar dari bisnisnya.

Harry J. Sonneborn, yang merupakan Presiden Pertama McDonald’s Corporation menyarankan untuk membuat sistem dimana perusahaan bisa membeli atau menyewa lahan untuk membuka cabang baru.

Ide yang ia eksekusi ini mendapat perlawanan habis- habisan dari pendiri awal McDonald. Sampai akhirnya, Kroc membeli perusahaan tersebut pada 1961 dengan dana pinjaman US $27 yang ia peroleh dari Sonneborn.

Meraih Sukses dengan McDonald

Mempunyai kepemilikan penuh McDonald, Kroc tetap menjalankan restoran cepat saji ini dengan beberapa elemen kreatif baru sambil tetap mempertahankan karakter asli. Salah satunya adalah menu hamburger untuk pelanggan masih terus ia pertahankan.

Kroc mengoptimalkan pertumbuhan bisnis restorannya di daerah pinggir kota. Ia menargetkan pangsa pasar baru dengan makanan yang familiar dan harga yang murah.

Banyak yang mengkritisi kandungan gizi dalam McDonald dan reputasi Kroc untuk sistem transaksi bisnis yang kurang baik.

Kisah Ray Kroc, pendiri McDonald

Meski begitu, tak ada yang bisa membantah jika strateginya ini sangat menguntungkan secara keuangan. Ia mempunyai pedoman ketat terkait persiapan penjualan, ukuran porsi makanan, metode memasak dan mengemas. Kroc juga memastikan standar menu McDonald mempunyai kualitas yang sama di seluruh cbaang waralaba.

Di akhir hidupnya, Ray Kroc telah mempunyai 7.500 cabang di lebih dari tiga puluh negara dengan penjualan kotor senilai US $8 milyar atau setara Rp 114 triliun.

Inovasi Ray Kroc

McDonald menjadi sukses seperti sekarang ini tidak lepas dari inovasi Kroc di restoran cepat saji ini. Dengan inovasi yang ia lakukan, ia telah membuat pemilik waralaba menghasilkan uang cepat dan memungkinkan mempunyai lebih banyak kontrol, berkontribusi pada pengembangan restoran dan waralaba.

Kroc berusaha melakukan efisiensi biaya operasional di setiap cabang restorannya.

Tampilan dapur McDonald's

Inovasi penting yang ia lakukan adalah mendirikan Hamburger University di Oak Brook, di tepi barat Chicago. Universitas ini berdiri di atas lahan seluas 80 hektar.

Peserta utamanya adalah pemilik tiap waralaba yang dipilih berdasarkan ambisi dan track karir mereka. Lulusan dari pelatihan ini nantinya akan mendapatkan sertifikat bertuliskan “hamburgerology with a minor in french fries“.

Kehidupan Pribadi, Karir yang Lain, & Penghargaan Ray Kroc

Ray Kroc menikah dengan istri pertamanya, Ethel Fleming, yang merupakan kekasihnya di sekolah menengah, pada 1922. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai anak perempuan bernama Marilyn Kroc. Sayangnya, pernikahan ini harus berakhir pada 1961.

Tampilan Ray Kroc dengan istri pertama
Ray Kroc bersama istri pertamanya, Ethel Fleming

Pada 1963, Kroc menikahi Jane Dobbins Green yang merupakan seorang sekretaris. Namun pernikahan ini juga kandas. Keduanya bercerai pada tahun 1968

Pada 1969, Kroc menikah dengan Joan Beverly Smith nee Mansfield. Kedua pasangan ini pertama bertemu pada 1957, saat Kroc masih menikah dengan Fleming dan Beverly masih menikah dengan veteran Angkatan Laut dan pemilik waralaba McDonald’s, Rawland F. Smith.

Keduanya melakukan hubungan rahasia selama bertahun- tahun sampai akhirnya bercerai dari pasangan masing- masing dan menikah.

Ray Kroc dengan istri ketiga
Ray Kroc dengan istri ketiga

Pada 1972, Kroc menerima Horatio Alger Award dari Horatio Alger Association of Distinguished Americans sebagai penghargaan untuk dedikasi dan kejujurannya.

Kroc juga membeli klub  baseball Diego Padres pada 1974 dan menjadi pemilik tim Liga Utama Baseball. Pada tahun 1977, ia menerbitkan buku autobiografi bertajuk Grinding It Out: The Making of McDonald’s.

Ray Kroc menderita radang sendi dan diabetes, yang sekaligus merupakan pecandu alkohol. Ia dirawat di pusat rehabilitas karena kecanduannya itu, setelah menderita stroke pada 1980.

Ray Kroc meninggal pada 14 Januari 1984 di Scripps Memorial Hospital di San Diego, California karena penyakit gagal jantung. Saat meninggal, kekayaan pribadi Kroc ditaksir mencapai US $ 500 juta.

Kurang lebih tiga dekade usai kematiannya, yaitu pada 2016, kisah Kroc diangkat ke layar lebar melalui film “The Founder”. 

Michael Keaton dalam film The Founder
Michael Keaton dalam film The Founder
Tags:
Tirta Prana

Gamers for lyfe dan mantan karyawan yang sedang mencoba peruntungan di dunia bisnis dengan usaha distro baju. Wish me luck, gaiss! My life is my battle😎

  • 1

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.