Apa itu HP HDC, Ciri, Harga & Resiko Menggunakanya

Apa itu HP HDC, Ciri, Harga & Resiko Menggunakanya

Demi mengikuti gengsi, banyak orang yang mulai tertarik menggunakan HP iPhone HDC. Tujuannya jelas supaya terlihat mentereng karena menggenggam iPhone yang identik dengan HP classy nan elegan. Sayangnya, budget yang mepet sering membuat orang- orang yang mupeng iPhone akhirnya mencoba HP HDC.

Memang apa sih HP HDC? Bagaimana cara membedakan iPhone asli dan HDC? Apakah ada resiko menggunakan HDC? Di artikel ini, Panda akan mengulas dengan lebih lengkap!

HP HDC adalah

HDC merupakan singkatan dari Handphone Copy Draw. Artinya, HP HDC adalah handphone versi KW alias replika. HDC adalah handphone tiruan dengan bentuk yang menyerupai aslinya, sehingga sekilas akan sulit terlihat perbedaannya.

HP HDC yang beredar di pasaran umumnya dirakit dengan spesifikasi campuran antara handphone original dan handphone China. Perbedaan utama HP HDC dengan HP original adalah pada komponen internalnya. Meskipun casing sama, komponen seperti chipset, RAM, ROM, kamera, baterai kemungkinan besar berbeda dengan kualitasnya lebih rendah. 

Ponsel yang memiliki versi HDC biasanya merupakan smartphone kelas atas berharga mahal, seperti besutan iPhone atau Samsung seri Galaxy. Kendati begitu, dipastikan bahwa HDC bukan produk resmi dari Samsung maupun Apple. Dengan spesifikasi yang lebih rendah dari versi original, tentunya harga jualnya jauh lebih murah.

Cara Mengenali HP HDC

HP HDC atau handphone hasil tiruan sekilas sulit dibedakan dengan smartphone originalnya. Namun ada beberapa ciri fisik dan kebiasaan penjual yang bisa menjadi petunjuk bahwa HP tersebut bukan versi ori.

Ciri-ciri Fisik HP HDC

Meski memiliki logo dan model yang sama persis dengan handphone original, ponsel HDC mempunyai komponen yang berbeda dengan ponsel original. Ciri- ciri HP HDC antara lain : 

  • Tampilan fisik tidak sama persis dengan aslinya meski merk dan modelnya sama. Contohnya tombol, lubang charger, atau port lainnya agak bergeser dari posisi seharusnya.
  • Bahan yang digunakan terasa lebih murah dan mudah tergores atau terkelupas.
  • Layar sentuh kurang responsif dan terkadang tidak berfungsi dengan baik.
  • Kamera depan dan belakang menghasilkan kualitas foto yang lebih buruk. 
  • Baterai cepat habis meski baru di-charge penuh.
  • Performa lambat, sering lag dan hang saat digunakan.
  • Fitur-fitur canggih seperti face unlock dan fingerprint scanner tidak berfungsi dengan baik.
  • IMEI (International Mobile Equipment Identity) tidak terdaftar resmi di database pabrikan.

Kebiasaan Penjual

Seringkali penjual tidak menginformasikan dengan jujur bahwa smartphone yang mereka jual adalah versi HDC. Jadi, seringkali konsumen yang sebenarnya mencari versi ori juga bisa terjebak dengan membeli HP HDC. Sebagai antisipasi, kita dapat mengamatinya dari ciri- ciri kebiasaan penjual ini : 

  • Menjual dengan harga jauh di bawah pasaran HP original.
  • Tidak mau membuka kemasan saat diperlihatkan.
  • Tidak memberikan garansi resmi.
  • Menolak saat calon konsumen minta tes kamera.
  • Tidak mau menyalakan HP saat ingin di tes.
  • Buru-buru saat transaksi dan menghindari pertanyaan detail.

Dengan mengetahui ciri-ciri di atas, konsumen bisa lebih berhati-hati dalam membeli smartphone agar tidak salah membeli HP tiruan ini. Untuk keamanan, pastikan kamu membeli smartphone idamanmu di penjual resmi dan cek IMEI sebelum transaksi agar terhindar dari HP tiruan.

Berapa Harga HP HDC?

Mengenal HP HDC (Handphone Copy Draw)
via freepik.com

Harga ponsel HDC umumnya jauh lebih murah daripada harga ponsel original. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang ingin mendapatkan HP dengan spesifikasi yang mirip namun dengan harga lebih terjangkau.

Rentang harga HP HDC sangat bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga beberapa juta rupiah. Harga pastinya akan sangat dipengaruhi oleh merek, seri, dan spesifikasi ponsel HDC tersebut.

Sebagai perbandingan, HP HDC dengan spesifikasi menengah biasanya dijual dengan harga Rp500.000 – Rp1.500.000. Sementara untuk HP original dengan spesifikasi yang sama, harganya bisa mencapai Rp2.000.000 – Rp5.000.000.

Jadi bisa dikatakan, harga smartphone HDC rata-rata lebih murah 30-50% dari smartphone originalnya. Tentu saja hal ini menjadi faktor paling menarik bagi konsumen dengan budget terbatas yang ingin mendapatkan HP dengan spesifikasi bagus tanpa harus mengeluarkan uang terlalu banyak.

Namun perlu diingat bahwa harga murah ponsel HDC tidak luput dari berbagai resiko dan kerugian. Oleh karena itu, konsumen disarankan untuk cermat sebelum memutuskan membeli ponsel HDC.

Perbedaan HP HDC dan Ori

Lebih lanjut, sobat Panda juga bisa mengenali perbedaan ponsel HDC dan ori dari detail informasi berikut ini : 

1. Harga yang Jauh Lebih Murah

Pernah mendapat tawaran iPhone tapi dengan harga tidak masuk akal? Hati- hati, bisa jadi ini adalah iPhone HDC. Pasalnya, harga yang tidak masuk akal ini bisa menjadi indikasi bahwa produk tersebut tidak resmi dan merupakan tiruan.

Perbedaan antara HP HDC dan ori pun bisa sangat bervariasi tergantung dari berbagai faktor. Mulai dari kualitas, spesifikasi, hingga negara tempat produk tersebut dijual. Ponsel HDC bisa dijual dengan harga ratusan ribu rupiah lebih murah dari ponsel ori yang spesifikasinya sama. 

Hal ini karena ponsel HDC memiliki perbedaan komponen dengan ponsel ori, tidak memiliki biaya lisensi merek, dan iklan seperti pada HP ori. Selain itu, ponsel HDC juga tidak dikenai pajak impor karena tidak masuk ke Indonesia secara resmi.

2. Kualitas Material dan Komponen yang Berbeda

Perbedaan kedua adalah dalam hal penggunaan material dan komponen yang berbeda antara smartphone HDC dan original. Umumnya, smartphone HDC menggunakan material yang lebih murah dengan kualitas di bawah HP ori. Tidak heran, body dari perangkat HDC terasa lebih ringkih dan bahannya lebih mudah rusak.

Selain itu, proses produksi HDC juga tidak seketat ponsel ori. Alhasil, detail dan finishing pada body perangkatnya sering kurang presisi dan kurang halus. Hal ini lah yang membuat HP HDC kurang tahan terhadap benturan dan goresan. Perangkat juga cenderung lebih cepat mengalami kerusakan.

3. Fitur dan Kinerja yang Kurang Memuaskan

Meski mempunyai tampilan yang sekilas mirip versi ori nya, fitur dan kinerja pada HP HDC tentu tidak sebaik produk ori yang resmi. Hal ini biasanya mulai terasa setelah beberapa kali pemakaian. Prosesor terasa lebih lambat, kualitas kamera yang berbeda dan kelengkapan fitur yang tidak sebanding.

Misalnya saja pada iPhone HDC yang mempunyai proses lebih lambat sehingga kinerjanya kurang responsif dan kurang handal dalam menjalankan aplikasi terkini. Dari sisi kamera, iPhone HDC kualitasnya juga jauh lebih rendah dengan hasil foto yang kabur dan kurang detail. Sedangkan untuk baterai, meski terlihat serupa, namun daya tahan baterai dan efisiensi penggunaan energi iPhone HDC juga berbeda jauh dengan perangkat iPhone asli.

Dalam hal interface pengguna, meski berupaya meniru iOS, iPhone HDC sebenarnya menjalankan versi OS yang berbeda. Alhasil, ini akan berdampak pada kemampuan perangkat dan fungsionalitas secara keseluruhan.

4. Perbedaan Kualitas Tampilan

Terakhir, perbedaan ponsel HDC dan ori yang paling kentara dapat kita lihat dari tampilan layarnya. Meski berupaya meniru desain dari ponsel ori, versi HDC tidak sebaik ponsel ori dalam hal detail, kehalusan dan presisi. Hal ini terlihat dari perbandingan resolusi yang lebih rendah, warna yang kurang akurat hingga sudut pandang terbatas.

Contohnya untuk iPhone HDC tadi, perangkat menggunakan logo palsu Apple untuk menarik perhatian pengguna. Logo ini sekilas akan terlihat sangat mirip dengan logo aslinya, namun saat kita perhatikan detailnya, seperti huruf, warna atau bentuk, sebenarnya terdapat perbedaan. HDC masih tidak bisa meniru detail- detail kecil yang terdapat pada perangkat ori Apple.

5. Perbedaan Garansi dan Dukungan Resmi

Kelemahan utama smartphone HDC adalah tidak ada garansi resmi dan layanan purna jual dari vendor. Jika ponsel HDC rusak atau bermasalah, pengguna tidak bisa klaim garansi ke service center resmi.

Selain itu, ponsel HDC juga tidak mendapat update software dan fitur terbaru dari vendor. Oleh karena itu, sangat berisiko jika menggunakan ponsel HDC dalam jangka panjang.

Resiko Menggunakan HP HDC

Membeli ponsel HDC memang menggiurkan karena harganya yang jauh lebih murah dari ponsel original. Namun ada beberapa resiko yang perlu kamu pertimbangkan sebelum membeli HP HDC.

1. Cepat Rusak/Mudah Bermasalah

Salah satu resiko terbesar menggunakan ponsel HDC adalah cepat rusak atau mudah bermasalah. Komponen yang ponsel HDC gunakan umumnya kualitasnya tidak sebagus komponen asli pabrikan. Alhasil, ponsel versi HDC lebih rentan mengalami kerusakan meskipun penggunaannya normal.

Misalnya baterai yang cepat habis, layar sentuh yang kurang responsif, kamera depan dan belakang yang buram, speaker tidak jernih, dan masalah lainnya. Ponsel HDC juga rentan overheat saat digunakan berat seperti bermain game dan menonton video HD.

2. Sulit Service Jika Terjadi Kerusakan

Saat HP HDC mu mengalami kerusakan, akan sulit untuk diperbaiki karena tidak memiliki pusat layanan resmi. Bahkan layanan service HP di luar outlet resmi juga kebanyakan menolak memperbaiki HP HDC.

Kalaupun ada yang mau memperbaiki, biaya servisnya tidak murah karena sulit mencari suku cadangnya. Dan hasil perbaikannya pun tidak maksimal karena keterbatasan pengetahuan teknis servis HP lokal dalam memperbaiki HP HDC.

3. Tidak Ada Garansi Resmi

Saat membeli HP HDC, kamu tidak akan mendapat garansi resmi dari pabrikan. Jadi jika terjadi kerusakan, kamu tidak bisa melakukan klaim garansi.

Sebagian penjual HP HDC menjanjikan garansi, namun umumnya masa garansinya singkat yaitu 1-3 bulan saja. Proses klaim garansi juga rumit karena harus melalui penjual. Tidak jarang pembeli merasa mendapat kompensasi tidak memadai saat klaim garansi ponsel HDC.

Jadi pikirkan baik-baik sebelum membeli ponsel HDC. Pastikan Anda siap menanggung resiko cepat rusak, sulit mendapatkan servis, dan tidak ada garansi resmi. Lebih baik pilih HP original meski harganya lebih mahal demi kenyamanan dan keamanan dalam beraktivitas sehari-hari.

Kesimpulan

HP HDC (Handphone Copy Draw) adalah handphone tiruan atau replika dari handphone original. Meski memiliki persamaan dari segi desain dan punya spesifikasi yang mirip dengan versi original, namun versi HDC memiliki perbedaan dari segi kualitas dan harga yang jauh lebih murah.

Secara keseluruhan, HP HDC memiliki risiko lebih tinggi daripada HP original. Oleh karena itu, pertimbangkan dengan bijak sebelum memutuskan untuk membeli ponsel HDC. Tentu saja, lebih baik memilih HP original dengan kualitas dan garansi resmi untuk kenyamanan dan keamanan dalam berkomunikasi.

8 Tips Memilih Payment Gateway yang Tepat untuk Bisnis

8 Tips Memilih Payment Gateway yang Tepat untuk Bisnis

Memilih payment gateway untuk kebutuhan bisnis bisa menjadi sangat tricky. Bukan sekedar memilih gerbang pembayaran dengan biaya terjangkau, namun kita juga perlu mempertimbangkan beberapa hal lainnya.

Terlebih, keberadaan payment gateway bermakna penting untuk bisnis di era modern. Dengan adanya payment gateway, pelanggan akan menikmati kemudahan dalam bertransaksi. Dari sisi bisnis, kemudahan ini bisa menarik berbagai jenis pelanggan untuk masuk sebagai funnel. Semakin banyak pelanggan yang masuk, artinya semakin besar potensi konversi penjualan.

Apa itu Payment Gateway?

Payment Gateway, atau yang juga kita kenal sebagai gerbang pembayaran, merupakan layanan yang menyediakan infrastruktur untuk memproses transaksi pembayaran secara online. Dengan kehadiran payment gateway, maka proses transaksi yang berlaku secara online akan menjadi lebih mudah dan cepat.

Dalam proses ini, pelanggan akan menentukan jenis pembayaran yang mereka pilih, mengisi informasi pembayaran dan melakukan konfirmasi pembayaran. Jika informasi valid, maka gateway akan menghubungkan merchant dengan payment processor. Dalam waktu singkat, pembayaran akan berhasil dikonfirmasi dan transaksi dapat segera berlanjut ke proses selanjutnya. Sangat mudah, kan?

Tips Memilih Payment Gateway

Rekomendasi Payment Gateway Indonesia
Image via freepik.com/benzoix

Ada banyak pertimbangan dalam memilih payment gateway untuk bisnis. Mulai dari kecanggihan fitur hingga keamanan, mulai dari biaya transaksi hingga kemudahan proses integrasi dengan situs kita dan aplikasi pihak ketiga.

Selain itu, dukungan layanan pelanggan yang berkualitas juga berdampak pada operasional payment gateway. Pasalnya, saat terjadi bug tidak terduga atau masalah lain dalam implementasi, maka pihak platform harus kooperatif dalam memberikan bantuan hingga tuntas.

Berikut adalah rangkuman Panda yang dapat Anda gunakan sebagai tips dalam memilih payment gateway untuk bisnis : 

1. Efektifitas Waktu

Tips pertama dalam memilih payment gateway yang tepat adalah dengan mempertimbangkan efektifitas waktu. Dalam bisnis, waktu adalah uang. Apa gunanya memilih payment gateway terjangkau jika ternyata tidak efektif dalam waktu.

Penting sekali memastikan proses integrasi payment gateway tidak menyita waktu. Dengan begitu, tim Anda dapat fokus pada hal- hal yang menjadi core tugas mereka dan konsumen juga menikmati proses transaksi dengan segera.

Selain itu, efektifitas waktu juga berkaitan dengan seberapa cepat pembayaran dari penjualan diterima. Proses transaksi yang cepat akan berdampak pada berjalannya operasional perusahaan. Pilihlah payment gateway yang memberikan informasi real time saat pelanggan berhasil melakukan pembayaran.

2. Kelengkapan Metode Pembayaran

Salah satu fungsi utama dari payment gateway adalah untuk memfasilitasi pilihan pembayaran yang beragam untuk pelanggan. Dengan pilihan pembayaran yang beragam, maka semua jenis pelanggan akan dapat dijangkau. Dengan demikian, hal ini juga memaksimalkan potensi sebuah bisnis.

Selain bank transfer, jenis pembayaran kartu kredit dan e wallet juga semakin populer di mata pelanggan. Meski menurut Findex Global Bank Dunia hanya ada 1.6% penduduk dewasa Indonesia yang mempunyai kartu kredit, jenis pelanggan ini merupakan kelompok dengan daya beli yang matang.

Selain itu, pembayaran via gerai modern dan COD juga banyak digemari karena menjadi solusi alternatif dari pembayaran via bank transfer. Tidak heran, pilihan ini semakin sering menjadi pertimbangan utama di payment gateway Indonesia.

3. Skema Biaya

Bagi perusahaan, mempertimbangkan skema biaya dari setiap payment gateway sangat penting. Pasalnya, hal ini akan berdampak pada biaya operasional dan margin keuntungan dalam jangka panjang.

Pastikan Anda memilih payment gateway dengan struktur biaya yang terorganisir dan transparan. Selain biaya per transaksi, ada juga biaya bulanan dan instalasi. Pastikan semua biaya sudah jelas di awal dan tidak ada biaya tersembunyi.

Dengan kejelasan biaya di awal, Anda dapat mengukur proyeksi pengeluaran di masa depan berkaitan dengan payment gateway ini.

4.  Host Versus Non-host

Tips selanjutnya dalam memilih payment gateway adalah menentukan jenis payment gateway host atau non host. Jenis payment gateway host umumnya lebih cocok untuk jenis bisnis UKM (Usaha Kecil Menengah). Dengan jenis gateway ini, platform akan mengarahkan pelanggan dari situs Anda ke situs pembayaran (host) secara aman. Setelah pembayaran berhasil, pelanggan akan kembali ke situs Anda sebagai konfirmasi pembayaran.

Sedangkan gateway non-host, alias terintegrasi, tautan payment gateway dari situs e-commerce tersedia melalui API dengan satu gerbang pembayaran. Dalam payment gateway ini, pelanggan tidak meninggalkan situs ecommerce Anda untuk menambahkan informasi pembayaran dan mengkonfirmasi data pesanan mereka. Dengan begitu, pengalaman berbelanja akan terasa lebih mudah, profesional dan menyenangkan.

5. Fitur Keamanan

Yang tidak kalah penting, Anda harus memilih payment gateway dengan fitur keamanan yang berkualitas. Payment gateway bukan hanya tentang metode pembayaran yang beragam dan biaya transaksi yang terjangkau, tapi juga sistem keamanan yang memadai. Jika tidak cermat dalam memilih, kita akan beresiko kehilangan dana dan kepercayaan pelanggan.

Pastikan payment gateway pilihan Anda terlindungi dengan sistem keamanan tingkat tinggi seperti anti-fraud detector. Kendati Anda berinvestasi lebih, namun dengan sistem keamanan yang berkualitas, ini adalah pilihan yang terbaik untuk jangka panjang.

6. Reliability dan Uptime

Sama seperti memilih layanan hosting terbaik, memilih payment gateway pun harus mengutamakan kualitas reliability dan uptime. Payment gateway pilihan Anda harus handal dan mempunyai stabilitas yang baik setiap waktu. Hal ini penting demi kelancaran pelanggan dalam bertransaksi dan juga kelangsungan bisnis dalam jangka panjang.

7. Layanan Pelanggan Berkualitas

Pilihlah payment gateway dengan customer service yang mengedepankan excellent service. Layanan pelanggan seharusnya mudah dihubungi dan memberikan respon cepat saat klien mengalami gangguan teknis, bug atau masalah rumit lainnya. Dengan layanan pelanggan yang memadai, Anda akan merasa aman dan yakin bahwa kendala payment gateway Anda tidak menjadi masalah yang berlarut- larut. 

Jika yang terjadi sebaliknya, hal ini bisa berdampak buruk pada menurunnya citra merek Anda di mata pelanggan.

8. Reputasi Platform

Reputasi platform tidak tercipta begitu saja. Biasanya hal ini terbangun karena kualitas layanan dan pengalaman pelanggan yang sudah terbukti. Jadi, tidak salah jika reputasi platform menjadi pertimbangan Anda dalam memilih payment gateway, kan?

Maka dari itu, pilihlah layanan payment gateway yang sudah mempunyai reputasi baik, mempunyai standar kepuasan pelanggan yang baik dan memberikan dukungan pelanggan yang memadai.

Kesimpulan

Karena akan menjadi bagian integral dari proses transaksi pelanggan, memilih payment gateway tentu tidak boleh asal- asalan. Anda bukan hanya mempertimbangkan pilihan metode pembayaran semata. Tapi juga efektifitas waktu, keamanan, kehandalan, hingga layanan pelanggan dan reputasi platform.

Dengan memilih secara bijak dan hati- hati, pada akhirnya Anda akan menemukan platform payment gateway yang bukan hanya sesuai kebutuhan, tapi juga memberi jaminan kualitas untuk jangka panjang. Semoga bermanfaat!

Cara Mengatasi Flashdisk Tidak Terbaca & File Tersembunyi

Cara Mengatasi Flashdisk Tidak Terbaca & File Tersembunyi

Sebelum panik karena takut kehilangan file- file penting, gunakan trik cara ampuh mengatasi flashdisk tidak terbaca ini. File- file di flashdisk yang tiba- tiba hilang tanpa peringatan memang menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Tapi dalam banyak kasus, masalah ini bisa terpecahkan dengan beberapa metode yang berbeda.

Masalah file tiba- tiba hilang, tersembunyi atau tidak terbaca pun bisa terjadi karena beberapa faktor. Kasus yang paling sering, hal ini terjadi lantaran ada virus atau malware yang menyusupi flashdisk kita dan menyembunyikan file- file itu. File ini tidak benar- benar hilang. Hanya saja, butuh trik khusus untuk kembali menampilkan file tersembunyi di flashdisk ini.

Penyebab Flashdisk Tidak Terbaca

Flashdisk telah menjadi salah satu perangkat penyimpanan portable yang paling umum digunakan selama bertahun- tahun. Namun tidak jarang, pengguna mengalami masalah ketika flashdisk mereka tidak terbaca oleh komputer atau perangkat lainnya.

Hal- hal yang menyebabkan flashdisk tidak terbaca di perangkat komputer ini antara lain : 

1. Terjadi Kerusakan Port USB Rusak

Salah satu penyebab umum mengapa flashdisk tidak terbaca adalah terjadi kerusakan pada port USB. Pastikan untuk mencoba port USB lain pada komputer atau perangkat lainnya untuk memastikan apakah masalahnya terletak pada port USB atau bukan.

2. Driver Perangkat Tidak Terinstal

Kadang-kadang, flashdisk tidak terbaca karena driver perangkat tidak terinstal dengan benar di komputer. Untuk mengatasinya, cobalah menginstal ulang driver perangkat untuk flashdisk Anda.

3. Partisi Flashdisk Rusak

Partisi flashdisk yang rusak dapat menyebabkan flashdisk tidak terbaca. Untuk mengatasinya, coba gunakan utilitas disk atau aplikasi manajemen partisi untuk memeriksa dan memperbaiki partisi flashdisk.

4. Virus atau Malware

Serangan virus atau malware sering menjadi biang penyebab flashdisk tiba- tiba tidak terbaca. Bahkan tidak jarang, hal ini dapat merusak data yang tersimpan di dalamnya. Untuk mengatasinya, gunakan program antivirus yang terpercaya untuk memindai dan membersihkan flashdisk dari infeksi virus.

5. Kondisi File System yang Rusak

File system yang rusak dapat mengakibatkan flashdisk tidak terbaca. Cobalah untuk memeriksa dan memperbaiki file system flashdisk menggunakan utilitas seperti CHKDSK di Windows atau Disk Utility di MacOS.

Dengan memperhatikan penyebab-penyebab di atas dan mengikuti langkah-langkah perbaikan yang sesuai, Anda dapat memperbaiki masalah ketika flashdisk tidak terbaca. Yang tidak kalah penting, ingatlah untuk secara teratur membackup file penting dan menjaga kebersihan serta keamanan flashdisk agar dapat berfungsi dengan baik dalam jangka waktu yang lebih lama.

Cara Ampuh Mengatasi File Flashdisk yang Tidak Terbaca

Setelah mengetahui penyebabnya, bagaimana cara mengatasi file flashdisk yang tidak terbaca? Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda coba : 

1. Menampilkan File Tersembunyi di Flashdisk lewat Setting Folder View

Menampilkan File Tersembunyi di Flashdisk lewat Setting Folder View

Cara pertama yang bisa Anda coba untuk mengatasi file flashdisk tidak terbaca adalah lewat konfigurasi fitur Hidden Files dan Folder. Fitur ini secara umum tersedia di semua versi Windows.

Berikut langkah- langkahnya :

  • Setelah flashdisk tersambung ke komputer, buka menu ‘Windows Explore’ atau ‘This PC’. Anda juga bisa menekan tombol Windows + E untuk masuk ke menu ini.
  • Di bagian atas, buka tab View lalu centang opsi ‘Hidden Files’.
  • Cek kembali flashdisk Anda untuk melihat apakah file- file yang tidak terlihat sebelumnya sudah muncul.

2. Menggunakan Command Prompt

Mengatasi flashdisk tidak terbaca dengan CMD Command Prompt

Cara kedua untuk mengatasi flashdisk tidak terlihat adalah menggunakan command prompt alias CMD. Jika cara pertama di atas belum berhasil, banyak orang berhasil menggunakan cara kedua ini.

Berikut adalah langkah- langkahnya :

  • Pastikan flashdisk Anda sudah terhubung dan cek letter initial flashdisk Anda. Misalnya G:
  • Tekan tombol Windows + R, lalu ketik CMD dan klik OK.
  • Saat jendela command prompt terbuka, masukkan perintah G: (sesuai dengan huruf inisial flashdisk Anda) di command prompt, lalu Enter.
  • Lanjutkan dengan ketik perintah -s -r -h *.* /s /d /l lalu klik Enter.
  • Setelah selesai, cek kembali flashdisk Anda untuk memastikan file sudah terlihat kembali. 

3. Membuat File .bat dari Notepad

Mirip dengan cara sebelumnya, namun kali ini Anda akan menggunakan file dari notepad dan mengunggahnya ke flashdisk. Berikut adalah langkah- langkah yang dapat Anda ikuti :

  • Buka Notepad.
  • Tulis secara manual atau paste tulisan atribut -r -s -h /s /d.
  • Simpan file ini di flashdisk dengan format akhiran .bat di belakangnya. Misalnya dengan nama panda.bat.
  • Buka kembali flashdisk Anda, kemudian jalankan file tersebut dengan klik dua kali.
  • Tunggu prosesnya hingga beberapa saat. 
  • Setelah proses selesai, seharusnya Anda bisa melihat file- file yang tadinya tidak terbaca menjadi muncul kembali.

4. Menggunakan Antivirus

Jika file flashdisk tidak terbaca karena virus, artinya virus dengan sengaja menyembunyikan file atau folder di flashdisk tersebut. Untuk mengatasi masalah ini, Anda perlu melakukan pemindaian flashdisk dengan anti virus dan menghapus virus tersebut.

Setelah virus dihapus, masalah file atau folder tersembunyi dapat teratasi dan file akan muncul kembali.

5. Cek Port USB

Cara lain yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi file tidak terbaca di flashdisk adalah dengan cek kondisi port USB di laptop. Seperti yang Panda ulas tadi, kerusakan port USB dapat menjadi penyebab file tidak terbaca di flashdisk.

Caranya, saat file tidak terbaca di port USB yang biasa Anda gunakan, coba pindahkan flashdisk ke port USB lainnya. Biasanya satu laptop terdiri dari lebih satu port USB. Jika setelah berpindah port ternyata flashdisk dapat terbaca dengan baik, artinya memang masalah berasal dari port USB.

Untuk memastikannya kembali, Anda bisa menghubungkan flashdisk ke port lain dari perangkat komputer berbeda. Dengan begitu, Anda dapat meyakinkan kembali sumber masalah apakah dari flashdisk atau salah satu port USB.

6. Gunakan Fitur Scan & Repair Driver

Untuk pengguna sistem operasi Windows, Anda bisa menggunakan fitur ini untuk mendeteksi dan memperbaiki masalah pada flashdisk secara otomatis.

Berikut langkah- langkahnya : 

  • Klik kanan pada icon Windows, lalu pilih Disk Management.
  • Arahkan pada nama flashdisk Anda, lalu klik kanan dan pilih menu Properties.
  • Pilih menu Tools, lalu tekan tombol Check.
  • Selanjutnya Anda kana mendapatkan pop up notifikasi, klik Scan and Repair Driver.
  • Tunggu beberapa saat sampai sistem mendeteksi dan memperbaiki masalah pada flashdisk.

Kesimpulan

Jangan panik dulu saat mendapati file- file kita tiba- tiba tidak terbaca di flashdisk. Pertama- tama, Anda harus mengetahui apa penyebab file tersebut tidak terbaca. Bisa saja terjadi kerusakan di port USB, partisi flashdisk mengalami kerusakan atau bahkan bisa karena malware.

Apapun pemicunya, ada beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk memperbaiki masalah ini. Panda harap, dengan deretan tips di atas, Anda bisa kembali mendapatkan akses atas file Anda.

Semoga bermanfaat!

15 Cara Mempercepat Koneksi Internet di Laptop dan HP Android

15 Cara Mempercepat Koneksi Internet di Laptop dan HP Android

Mengetahui cara mempercepat internet akan sangat bermanfaat untuk pengguna. Karena tidak bisa kita pungkiri, hampir semua aktivitas kita saat ini berkaitan dengan koneksi internet. Selain mengutamakan koneksi yang aman, kecepatan adalah faktor penting agar aktivitas bisa berjalan lancar.

Sayangnya, tidak jarang masalah internet lemot menghampir pengguna di saat- saat penting. Saat sedang melakukan riset, mengunggah konten, atau melakukan pekerjaan produktif lainnya. Hal ini bisa membuyarkan konsentrasi begitu saja, dan kita juga bisa kehilangan ide- ide menarik yang muncul dan siap dieksekusi.

Penyebab Koneksi Internet Lemot

Sebelum mengetahui cara mempercepat internet, kita perlu mengetahui lebih dulu apa saja penyebab koneksi internet yang kita gunakan lemot. Apakah memang masalah berasal dari jaringan atau ada gangguan dari device kita?

Berikut adalah beberapa hal yang menyebabkan koneksi internet terasa lambat : 

1. Kualitas Sinyal

Salah satu penyebab utama dari internet lemot adalah kualitas sinyal. Jika kamu menggunakan koneksi Wi-Fi, jarak antara perangkat dan router Wi-Fi, serta adanya gangguan dari dinding atau peralatan elektronik lainnya bisa mempengaruhi kualitas sinyal. Sementara itu, pada koneksi seluler, sinyal yang lemah bisa terjadi karena lokasi geografis atau kepadatan pengguna.

2. Overload Jaringan

Pernahkah kamu mendengar keluhan tentang orang yang kesulitan mendapatkan sinyal internet saat berada di tengah lokasi konser? Bisa dibilang, hal ini cukup umum terjadi.

Saat banyak orang menggunakan internet dalam waktu yang bersamaan di satu area atau jaringan, jaringan bisa menjadi overload. Selain di tempat konser yang memang pengguna jaringannya masif, hal ini juga bisa terjadi di lingkup yang lebih kecil seperti perkantoran.

Semakin banyak pengguna di waktu yang bersamaan di satu area atau jaringan, maka permintaan semakin tinggi. Hal ini akan membuat kecepatan internet menurun drastis karena kapasitas jaringan tidak mampu menampung semua permintaan.

3. Perangkat yang Tidak Optimal

Selain dua hal di atas, perangkat yang kita gunakan untuk mengakses internet juga bisa mempengaruhi kecepatan koneksi. Misalnya, laptop atau smartphone yang sudah tua atau memiliki spesifikasi yang rendah mungkin tidak mampu mengakses internet dengan optimal.

Cara Mempercepat Koneksi Internet Wifi di Laptop/ PC

Di tips pertama, Panda akan memberikan tips cara mempercepat internet Wifi di perangkat laptop yang kamu gunakan. Cara cukup mudah karena kamu perlu melakukan beberapa konfigurasi di dalam laptop atau PC saja.

Berikut langkah- langkah mempercepat kecepatan internet di laptop atau PC : 

1. Melakukan Reset Jaringan & Flushing DNS

Langkah pertama untuk mempercepat koneksi internet di laptop atau PC adalah melakukan reset jaringan dan flush DNS. Flush DNS sendiri merupakan perintah yang kita gunakan untuk mereset cache DNS client (laptop/komputer).

Lewat flush DNS, DNS client dapat menyesuaikan informasi dari perubahan yang terjadi pada sebuah domain, name server dan data terbaru lainnya. Setelah proses ini, biasanya kamu dapat mengembalikan stabilitas koneksi internet yang sebelumnya sempat terganggu.

Cara reset network dan flush DNS : 

Cara Melakukan Flush DNS di Windows
  • Akses Command Prompt lewat menu Run dengan cara tekan tombol Windows + R dari keyboard.
  • Ketik teks cmd dan tekan OK atau Enter.
  • Setelah Command Prompt muncul, ketik ‘ipconfig /flushdns’ lalu Enter.
  • Beberapa saat kemudian kamu akan mendapatkan informasi bahwa proses flush berhasil dilakukan seperti ini : 
  • Tutup Command Prompt dan coba kembali akses internet.

2. Atur Lokasi untuk Mendapatkan Sinyal Wifi yang Kuat

Tidak jarang, koneksi internet lambat karena memang lokasi yang kurang mendukung untuk mendapatkan sinyal. Untuk Wifi, lokasi yang tepat merupakan salah satu hal krusial dalam mendapatkan sinyal berkualitas.

Beberapa hal yang dapat kamu pertimbangkan untuk mendapatkan sinyal Wifi yang baik : 

  • Hindari menaruh router di tempat yang terhalang besi atau tembok.
  • Jika menggunakan repeater sebagai alat penangkap sinyal Wifi dan memancarkannya kembali, letakkan di daerah yang minim sinyal Wifi.
  • Jauhkan router dan laptop/pc dari peralatan- peralatan yang menggunakan bluetooth atau microwave. Sinyal dari peralatan- peralatan ini dapat mengganggu kinerja sinyal Wifi.

3. Mengoptimalkan IRPStackSize

Cara mempercepat internet Wifi selanjutnya adalah dengan mengoptimalkan nilai IRPStackSize. Secara default, nilai IRPStackSize ini adalah 15, dan kamu dapat mengoptimalkannya hingga 50. Dengan mangatur nilainya lebih tinggi, kamu bisa menikmati kecepatan internet yang lebih optimal.

Berkut cara menambah nilai IRPStackSize di laptop : 

  • Dari Start, masuk ke menu Run, lalu ketik ‘regedit’.
  • Setelah Registry Editor terbuka, akses direktori HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\LanmanServer\Parameters.
  • Di folder Parameter, klik kanan di file ‘DWORD’ bernama “IRPStackSize”.
  • Jika file tersebut tidak tersedia, buat file DWORD baru dengan cara klik kanan, lalu New > DWORD Value. Beri nama “IRPStackSize” dan perbarui data Value nya dengan angka 50.
  • Klik Ok dan tutup Registry Editor.
  • Restart komputer dan perhatikan apakah koneksi internet menjadi lebih stabil dan cepat dari sebelumnya.

4. Cek Posisi Antena Router

Jangan lupa juga, posisi antena router juga dapat berpengaruh pada kecepatan koneksi internet. Oleh sebab itu, pastikan antena router berada dalam posisi berdiri. Dengan posisi ini, router bisa lebih efektif dalam memancarkan sinyal internet ke berbagai perangkat yang kita gunakan.

5. Periksa Kecepatan Internet

Jika beberapa cara di atas masih belum memberi hasil yang memuaskan, cobalah untuk mencari tahu sumber masalah koneksi. Salah satunya dengan cara cek kecepatan internet.

Pasalnya, jika koneksi internet terasa lambat namun sama sekali tidak mendapati masalah di router, bisa jadi penyebabnya adalah provider internet itu sendiri. Dengan melakukan cek kecepatan internet, kamu dapat melihat berapa kecepatan unggah dan unduh yang tersedia sesuai jaringanmu.

6. Menggunakan Router Berkualitas

Jika ternyata koneksi dari provider internet cukup stabil dan cara di atas sudah kamu lakukan, bisa jadi akar masalahnya terdapat pada router yang kamu gunakan. Mungkin saja usia router sudah cukup lama atau router mengalami penurunan performa. Atau bisa juga, perangkat yang kamu gunakan memang perlu diupgrade.

Oleh sebab itu, pastikan kamu menggunakan router berkualitas baik. Jika tidak, mungkin sudah saatnya kamu berinvestasi dengan router baru yang kualitasnya lebih handal untuk memastikan sinyal internet di rumah akan selalu lancar.

Cara Mempercepat Koneksi Internet di HP Android

Selain di laptop, kamu juga bisa mempercepat koneksi internet di HP Android. Dengan cara ini, koneksi internet akan lebih stabil untuk kamu gunakan sesuai kebutuhan.

7. Gunakan Operator Seluler Terbaik sesuai Jangkauan Area

Seringkali operator seluler tertentu mempunyai jangkauan yang baik di satu area tertentu, sedangkan operator seluler lainnya mempunyai kualitas jaringan yang lebih buruk. Artinya, dengan memilih operator seluler tercepat dan berkualitas terbaik sesuai jangkauan area akan mempermudah kita untuk mendapatkan koneksi yang optimal.

8. Pastikan Memilih Model Jaringan Tercepat

Selanjutnya, pastikan konfigurasi internet di ponselmu sudah mengutamakan jaringan seluler tercepat. Di jenis jaringan, akan ada opsi pilihan jaringan 2G, 3G, 4G hingga 5G.

Jika kartu seluler sudah mendukung jaringan 5G dan jaringan tersebut tersedia, maka aturlah pilihan jaringan ke jenis jaringan tersebut. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan opsi koneksi tercepat sesuai dengan provider selulermu.

Untuk melakukan konfigurasi ini, masuk ke menu Setting lalu pilih Kartu SIM & Data Seluler. Di bagian pengaturan jaringan, pilih jenis jaringan paling optimal sesuai dengan ketersediaan di smartphone dan provider telepon.

9. Matikan Pembaruan Software Otomatis

Cara mempercepat internet di HP Android selanjutnya adalah dengan mematikan pembaruan software otomatis. Pasalnya, dengan aktifnya fitur ini, kecepatan internet dapat berkurang drastis karena tindakan pembaruan sedang berjalan diam- diam.

Saat proses pembaruan berjalan, proses pengunduhan akan berjalan sehingga koneksi internet HP Android akan terbagi dan membuat akses yang pengguna lakukan berjalan lambat.

Untuk mematikan pembaruan otomatis ini, masuk ke bagian Setting >> Pembaruan Perangkat Lunak, lalu pilih icon konfigurasi di sebelah kanan atas. Selanjutnya, di bagian Unduh Otomatis, pilih opsi ‘Jangan Izinkan’.

Meski begitu, jangan lupa untuk secara berkala melakukan pengecekan terhadap aplikasi yang membutuhkan pembaruan. Dengan pembaruan berkala, tentunya ini juga berdampak pada kinerja dan keamanan aplikasi.

10. Matikan Hotspot atau Tethering 

Tips selanjutnya untuk mempercepat koneksi internet di HP Android adalah dengan mematikan hotspot atau tethering. Fitur hotspot memang memungkinkan pengguna ponsel untuk berbagi koneksi jaringan seluler ke perangkat lain lewat Wifi.

Kendati begitu, saat berbagi internet hotspot, koneksi internet akan terbagi sehingga jaringan menjadi lebih lambat. Untuk itu, hindari untuk sering menggunakan fitur ini, kecuali memang sangat mendesak. Terutama saat kamu membutuhkan internet cepat, kamu sebaiknya mematikan fitur hotspot ini.

11. Tutup Aplikasi Jika Sudah Tidak Digunakan 

Pernahkah saat kamu sudah tidak menggunakan sebuah aplikasi kemudian kamu beralih ke aplikasi lain begitu saja tanpa menutupnya? Tanpa kamu sadari, aplikasi- aplikasi tersebut masih berjalan di belakang layar dan menjadi beban koneksi internet yang kamu gunakan. Itu juga menjadi salah satu alasan mengapa internet menjadi lemot.

Untuk mengatasinya, kamu bisa menutup aplikasi secara keseluruhan saat sudah tidak digunakan. Dengan begitu, aplikasi ini tidak akan menjadi beban koneksi internet dan kamu bisa berselancar dengan jaringan yang lebih lancar.

12. Hapus Aplikasi dan Widget yang Tak Penting

Tidak cukup menutup aplikasi, untuk meningkatkan kecepatan internet di HP Android, pengguna juga disarankan menghapus aplikasi dan widget yang tidak terpakai. Beberapa aplikasi ini termasuk aplikasi bawaan dan widget yang terus terhubung dengan koneksi internet meski tidak dibuka.

13. Membersihkan Cache HP Android

Cache atau caching adalah teknologi yang membantu proses menyimpanan data sementaras ehingga browser dan aplikasi tidak perlu mengunduh data berulang kali. Cache biasa tersimpan di setiap aplikasi dan kadang penumpukan cache ini bisa menjadi pemicu beberapa gangguan. Hal ini termasuk mengurangi responsivitas HP android dalam mengakses koneksi internet.

Oleh sebab itu, penting sekali untuk membersihkan cache ini sesuai kebutuhan, atau saat HP mulai terasa lambat. Proses pembersihan cache di setiap ponsel bisa jadi berbeda, namun metodenya kurang lebih sama. Misalnya di ponsel Xiaomi, pengguna bisa membersihkan cache melalui fitur bawaan Phone Manager dan memilih menu ‘Clean Up’ untuk melakukan penghapusan cache.

14. Restart HP

Jika cara- cara di atas belum berhasil, cobalah untuk me-restart HP Android mu. Tindakan ini akan membantu sistem HP yang sempat terkendala mengalami penyegaran kembali.

Untuk melakukan restart HP Android, lakukan dengan menekan tombol power selama beberapa saat, kemudian pilih Restart. Setelah ponsel hidup kembali, cobalah untuk mengakses internet seperti biasa.

15. Memperbarui Firmware atau OS ke Versi Terbaru

Pembaruan sistem operasi (OS) di HP Android tidak hanya berkaitan dengan perbaikan bug atau peningkatan fitur, tetapi juga dapat mempengaruhi kinerja koneksi internet. Melalui pembaruan OS, produsen seringkali mengimplementasikan perbaikan dan peningkatan dalam manajemen jaringan dan pengoptimalan koneksi data.

Artinya, dengan pembaruan OS, pengguna HP Android dapat mengalami peningkatan kecepatan internet karena adanya peningkatan efisiensi dalam penggunaan jaringan data. Perbaikan dalam manajemen sinyal, peningkatan keamanan, serta optimalisasi protokol komunikasi juga bisa berkontribusi pada peningkatan kinerja koneksi internet.

Kesimpulan

Ada berbagai cara yang dapat kita terapkan untuk mempercepat internet di laptop dan HP Android. Namun sebelumnya, penting sekali untuk mengidentifikasi apa saja penyebab internet berjalan lambat ini. Pasalnya, hal ini tidak melulu berkaitan dengan kualitas sinyal dari provider dan load jaringan, tapi bisa juga karena faktor perangkat yang digunakan.

Untuk mengatasi kendala ini, cobalah berbagai tips yang Panda rangkum untuk mempercepat koneksi internet di perangkat yang kamu gunakan. Mulai dari melakukan riset jaringan, cek lokasi, pemilihan provider sesuai area jangkauan, hingga melakukan pembaruan firmware atau OS.

Semoga dengan tips di atas, kamu dapat mengatasi masalah internet lemot dan kembali berselancar dengan aman ya!

9 Tips Cerdas Memilih Aplikasi CRM Terbaik untuk Bisnis Anda

9 Tips Cerdas Memilih Aplikasi CRM Terbaik untuk Bisnis Anda

Memilih platform aplikasi CRM yang tepat sangat penting bagi kesuksesan implementasi CRM di bisnis Anda. CRM (Customer Relationship Management) adalah sebuah sistem manajemen yang berguna untuk mengelola hubungan dengan pelanggan.

CRM membantu bisnis dalam hal pemasaran, penjualan, dan layanan pelanggan. Dengan CRM, perusahaan dapat mengelola data pelanggan secara terorganisir, melacak interaksi pelanggan, dan meningkatkan pengalaman pelanggan dengan efektif.

9 Tips Sebelum Memilih CRM untuk Bisnis

Sebelum memilih platform CRM (Customer Relationship Management), Anda perlu memahami kebutuhan bisnis Anda. Hal penting yang perlu menjadi pertimbangan antara lain profil pelanggan, proses bisnis saat ini, tujuan implementasi CRM, dan anggaran yang tersedia. 

1. Menentukan Tujuan CRM untuk Bisnis

Memilih platform CRM yang tepat dimulai dengan menentukan tujuan utama implementasi CRM untuk bisnis Anda. Beberapa tujuan utama CRM adalah:

1.1 Meningkatkan Penjualan

CRM dapat membantu meningkatkan penjualan dengan melacak prospek, otomatisasi proses penjualan, manajemen hubungan pelanggan, dan analitik untuk mengidentifikasi peluang penjualan. Dengan begitu, CRM memungkinkan tim penjualan untuk bekerja lebih efisien dan fokus pada aktivitas yang dapat meningkatkan pendapatan.

1.2 Meningkatkan Pelayanan Pelanggan

CRM membantu menyediakan pengalaman pelanggan yang konsisten di semua saluran. Ini termasuk email, telepon, chat, dan media sosial. Dengan integrasi data CRM, staf dapat mengakses riwayat interaksi pelanggan untuk memberikan dukungan dan layanan yang lebih baik. Artinya, pelayanan prima, atau excellent service, akan semakin mudah perusahaan terapkan.

1.3 Otomatisasi Proses Bisnis 

Otomatisasi proses bisnis adalah salah satu fungsi penting CRM. CRM pilihan Anda selayaknya dapat mengotomasikan banyak proses bisnis yang membutuhkan banyak waktu. Misalnya seperti penagihan, email marketing, dan layanan pelanggan. Alur kerja otomatis ini meningkatkan efisiensi dan produktivitas staf.

1.4 Integrasi Data

Integrasi data yang baik pada aplikasi CRM dapat memberikan visibilitas 360 derajat tentang pelanggan dan prospek pada perusahaan. Dengan begitu, hal ini dapat menyediakan pengalaman pelanggan yang lebih baik. Integrasi data ini bisa meliputi penggabungan data penjualan, pelanggan, dan pemasaran ke dalam satu tampilan terpadu.

Dengan menetapkan tujuan utama CRM, perusahaan dapat lebih mudah menilai platform mana yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis unik Anda. Pastikan untuk berdiskusi dengan pemangku kepentingan utama saat menetapkan tujuan ini.

2. Menentukan Fitur yang Dibutuhkan

Dalam memilih platform CRM yang tepat, penting untuk memikirkan fitur-fitur spesifik yang bisnis butuhkan. Beberapa fitur utama yang perlu menjadi pertimbangan meliputi:

2.1 Manajemen Hubungan Pelanggan

  • Kemampuan melacak semua interaksi dengan pelanggan untuk mendapatkan visibilitas 360 derajat.
  • Fitur otomatisasi workflow untuk mengelola siklus hidup pelanggan.
  • Tools kolaborasi untuk berbagi informasi pelanggan di seluruh tim.

2.2 Otomatisasi Penjualan 

  • Kemampuan scoring lead untuk mengukur minat pelanggan.
  • Alur kerja dan template email otomatis untuk prospek.
  • Integrasi panggilan telepon dan pesan langsung dalam satu platform.

2.3 Manajemen Kampanye

  • Kemampuan membuat, menargetkan, dan melacak kampanye email pemasaran. 
  • Pembuatan landing page dan formulir untuk menangkap lead.
  • A/B testing untuk mengoptimalkan kampanye.

2.4 Pelaporan dan Analitik

  • Dashboard real-time untuk melihat metrik bisnis utama.
  • Kemampuan membuat laporan custom.
  • Integrasi data di platform CRM dengan Google Analytics.

2.5 Integrasi

  • Kemampuan mengintegrasikan CRM dengan platform periklanan, email, ecommerce, dan aplikasi bisnis lainnya akan menjadi nilai plus dan dapat bisnis pertimbangkan sesuai kebutuhan.
  • API dan webhooks untuk integrasi data dua arah.

3. Pertimbangkan Skalabilitas

Salah satu pertimbangan penting dalam memilih platform CRM adalah skalabilitas. Sebuah platform CRM harus dapat mengakomodasi kebutuhan bisnis Anda saat ini dan di masa depan.

Beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan antara lain :

3.1 Kebutuhan Saat Ini dan Masa Depan

Pertimbangkan berapa banyak pengguna, pelanggan, dan data yang perlu ditangani oleh CRM saat ini. Kemudian perkirakan berapa kebutuhan di masa depan dalam jangka waktu 2-3 tahun ke depan agar Anda memilih platform yang dapat mengakomodasi pertumbuhan bisnis.

3.2 Jumlah Pengguna

Tentukan berapa banyak karyawan dan tim di perusahaan yang akan menggunakan CRM. Platform yang skalabel umumnya menawarkan paket harga berdasarkan jumlah pengguna/karyawan.

Pastikan memilih paket yang dapat mengakomodasi pengguna saat ini dan penambahan pengguna di masa depan. Atau, pastikan aplikasi CRM pilihan Anda menyediakan pilihan upgrade pengguna di masa depan untuk antisipasi penambahan pengguna seiring pertumbuhan bisnis.

3.3 Volume Data

Volume data pelanggan yang perlu disimpan dan dikelola di CRM juga perlu diperhitungkan. Semakin banyak data pelanggan, semakin besar kapasitas penyimpanan yang dibutuhkan. Pilih platform CRM yang dapat menangani volume data Anda saat ini dan prediksi penambahan data di masa depan.

Pilih platform CRM yang bersifat cloud/berbasis cloud (bukan on-premise) untuk skalabilitas dan fleksibilitas jangka panjang. Platform berbasis cloud memungkinkan penambahan kapasitas secara fleksibel sesuai kebutuhan tanpa harus membeli perangkat keras tambahan.

4. Perhitungkan Anggaran

Dalam memilih platform CRM, perhitungkan total biaya kepemilikan (total cost of ownership/TCO), bukan hanya biaya awalnya. Hal ini mencakup:

4.1 Biaya Lisensi 

CRM bisa dibeli secara lisensi per pengguna, per fitur, atau paket lengkap. Pertimbangkan jumlah pengguna saat ini dan rencana pertumbuhan untuk menentukan model lisensi terbaik. Perhatikan juga apakah ada biaya tambahan untuk fitur premium.

4.2 Biaya Implementasi

Butuh waktu dan sumber daya untuk mengkonfigurasi dan mengintegrasikan CRM baru. Pertimbangkan apakah perusahaan membutuhkan konsultan eksternal dan berapa biayanya. Juga perkirakan berapa lama implementasi akan memakan waktu staf internal.

4.3 Biaya Pelatihan

Karyawan perlu mendapat pelatihan agar dapat menggunakan CRM dengan efektif. Pertimbangkan biaya pelatihan formal dan waktu produktivitas yang hilang saat belajar menggunakan sistem baru.

4.4 Biaya Dukungan Berkelanjutan 

Dukungan vendor diperlukan untuk pemeliharaan berkala, troubleshooting masalah, dan pembaruan fitur. Perkirakan biaya dukungan tahunan berdasarkan ukuran perusahaan dan kompleksitas CRM.

Pertimbangkan semua komponen TCO saat mengevaluasi opsi CRM. Platform dengan fitur paling luas belum tentu yang terbaik jika biayanya melampaui anggaran Anda.

5. Kemudahan Penggunaan 

Memilih CRM dengan kemudahan penggunaan sangat penting agar staf dapat mengadopsinya dengan cepat. Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam poin ini antara lain :

5.1 Antarmuka pengguna yang intuitif

Pastikan antarmuka CRM sederhana, intuitif, dan mudah dinavigasi. Hindari sistem yang rumit dengan banyak fitur yang tidak terpakai. 

5.2 Proses onboarding

Platform CRM sebaiknya menyediakan proses onboarding dan pelatihan yang mulus bagi pengguna baru. Hal ini akan mempercepat adopsi sistem di perusahaan.

5.3 Pelatihan

Vendor sebaiknya menyediakan pelatihan dan panduan penggunaan yang komprehensif. Pastikan staf Anda mendapatkan pelatihan sebaik mungkin agar dapat memanfaatkan CRM dengan optimal.

5.4 Dukungan

Sangat penting untuk memiliki dukungan teknis yang responsif dari vendor CRM, karena pasti akan ada pertanyaan dan masalah selama transisi penggunaan. Periksa apakah dukungan mudah diakses melalui telepon, email, kontak online, dan bahkan forum komunitas.

Dengan antarmuka yang sederhana, onboarding mulus, pelatihan memadai, dan dukungan teknis yang baik, CRM Anda akan lebih mudah diterima dan dimanfaatkan oleh staf. Hal ini sangat penting agar manfaat CRM dapat dirasakan secara maksimal oleh bisnis Anda.

6. Keamanan Data

Keamanan data merupakan hal yang sangat penting Anda perhatikan saat memilih platform CRM. Data pelanggan adalah aset berharga yang harus dilindungi dari akses yang tidak sah. Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian terkait keamanan data:

6.1 Enkripsi data

Pastikan data tersimpan dalam format terenkripsi baik saat penyimpanan maupun saat transmisi melalui jaringan. Enkripsi dapat melindungi data jika terjadi pencurian atau penyadapan data.

6.2 Otentikasi pengguna yang kuat

Platform CRM sebaiknya menawarkan berbagai opsi otentikasi pengguna seperti password, multifaktor autentikasi, autentikasi biometrik, dll. Hal ini mencegah akses ke data CRM oleh pihak-pihak yang tidak berwenang.  

6.3 Backup dan pemulihan data

Pastikan ada fitur backup dan restore data secara berkala. Backup penting untuk memastikan data tetap aman jika terjadi masalah pada sistem. Pemulihan data juga diperlukan jika terjadi insiden keamanan.

6.4 Pemantauan aktivitas

Fitur logging aktivitas pengguna bermanfaat untuk melacak perilaku mencurigakan dan mendeteksi potensi pelanggaran keamanan. Admin juga dapat secara proaktif memantau logs untuk memastikan tidak ada penggunaan platform CRM yang menyimpang.

Dengan mempertimbangkan aspek-aspek keamanan data di atas, Anda dapat memilih platform CRM yang benar-benar aman untuk melindungi data bisnis Anda. Keamanan harus menjadi prioritas penting karena dampak pelanggaran data bisa sangat merugikan reputasi dan operasi bisnis.

7. Integrasi

Integrasi CRM dengan sistem bisnis internal lainnya sangat penting untuk efisiensi dan produktivitas. Pastikan platform CRM yang dipilih bisa diintegrasikan dengan mulus ke sistem ERP, accounting, ecommerce, dan sistem inti lainnya yang perusahaan gunakan.  

Beberapa pertanyaan integrasi yang perlu diperhatikan:

  • Apakah CRM menyediakan API terbuka untuk integrasi pihak ketiga? API yang baik memungkinkan CRM terhubung ke berbagai sistem dan aplikasi bisnis dengan mudah.
  • Apakah ada konektor integrasi siap pakai untuk sistem populer seperti Shopify, Magento, SAP, QuickBooks, dll? Konektor tersebut akan mempercepat proses integrasi.
  • Apakah data bisa di-sinkronisasi dua arah secara real-time? Sinkronisasi dua arah penting agar data selalu up to date di semua sistem terkait.
  • Bagaimana kecepatan dan keandalan integrasinya? Pastikan kinerja aplikasi terintegrasi tidak terpengaruh setelah terhubung ke CRM.
  • Apakah ada tim dukungan khusus untuk membantu proses integrasi? Ini penting jika Anda tidak memiliki sumber daya IT internal yang cukup.

Pertimbangkan juga biaya lisensi tambahan jika memerlukan konektor atau API tertentu. Secara keseluruhan, pilihlah platform CRM yang fleksibel dan mudah berintegrasi dengan landscape teknologi bisnis saat ini maupun di masa depan.

8. Layanan Dukungan

Dukungan adalah salah satu faktor terpenting dalam memilih platform CRM. Anda perlu memastikan bahwa CRM yang Anda pilih memiliki dukungan yang memadai untuk membantu Anda mengatasi masalah atau pertanyaan saat menggunakan sistem tersebut.

Beberapa hal penting yang perlu Anda pertimbangkan terkait dukungan:

8.1 Dukungan Teknis

  • Apakah penyedia CRM menawarkan dukungan teknis melalui telepon, email, tiket, atau live chat? 
  • Berapa lama waktu tunggu rata-rata untuk mendapatkan respon dari tim dukungan teknis mereka?
  • Apakah dukungan teknis tersedia 24/7 atau hanya pada jam kerja tertentu?

8.2 Komunitas Pengguna

  • Apakah ada forum komunitas pengguna aktif di mana Anda bisa mendapatkan bantuan dari pengguna lain?
  • Seberapa responsif dan membantu komunitas pengguna dalam menjawab pertanyaan?

8.3 Pelatihan

  • Apakah penyedia menawarkan pelatihan atau panduan untuk membantu pengguna baru mempelajari sistem? 
  • Apakah pelatihan ditawarkan secara gratis atau berbayar?

8.4 Dokumentasi

  • Seberapa lengkap dan mudah dimengerti dokumentasi dan panduan pengguna yang tersedia?
  • Apakah dokumentasi selalu diperbarui untuk fitur dan versi terbaru?

Memastikan ketersediaan dukungan yang baik dapat membantu pengalaman penggunaan CRM Anda menjadi lebih lancar. Luangkan waktu untuk mengevaluasi kualitas dukungan dari setiap penyedia CRM sebelum membuat keputusan.

9. Memilih Vendor/ Penyedia Layanan CRM

Memilih vendor aplikasi CRM yang tepat sangat penting untuk kesuksesan implementasi CRM di perusahaan Anda. Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat memilih vendor CRM adalah:

9.1 Reputasi

Pastikan untuk meneliti reputasi vendor CRM yang Anda pertimbangkan. Baca ulasan dari pelanggan sebelumnya dan lihat apakah mereka puas dengan produk dan layanan dari vendor tersebut. Vendor dengan reputasi baik umumnya menyediakan produk berkualitas dan layanan pelanggan yang responsif. 

9.2 Pengalaman 

Pilih vendor CRM yang sudah berpengalaman menyediakan solusi CRM untuk bisnis seperti milik Anda. Vendor yang sudah lama berkecimpung di industri CRM umumnya lebih memahami kebutuhan pengguna dan dapat memberikan solusi yang sesuai.

9.3 Visi Jangka Panjang

Vendor CRM yang Anda pilih idealnya memiliki visi jangka panjang yang sejalan dengan tujuan bisnis Anda. Hal ini penting agar Anda dapat terus mengembangkan CRM seiring pertumbuhan bisnis. Pastikan vendor terus berinovasi dan berkembang dalam solusi CRM yang mereka tawarkan.

9.4 Keberlanjutan Bisnis

Vendor sebaiknya memiliki model bisnis yang berkelanjutan dan tim manajemen yang solid. Ini untuk memastikan mereka dapat terus menyediakan dukungan dan pengembangan produk dalam jangka panjang. Hindari vendor yang hanya fokus pada profitabilitas jangka pendek.

Dengan memilih vendor CRM yang tepat berdasarkan kriteria di atas, Anda dapat mengimplementasikan CRM yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dan memberikan manfaat jangka panjang bagi perusahaan Anda. Lakukan riset dan bandingkan beberapa vendor sebelum mengambil keputusan akhir.

Kesimpulan

Memilih platform CRM yang tepat untuk bisnis Anda memang tidak mudah. Ada banyak faktor yang perlu menjadi pertimbangan. Mulai dari tujuan penggunaan CRM, fitur yang perusahaan butuhkan, anggaran, hingga dukungan dari vendor. 

Pada akhirnya, mungkin saja tidak ada CRM yang paling tepat untuk semua jenis bisnis. Pertimbangkan baik-baik kebutuhan dan situasi bisnis Anda sebelum memutuskan platform CRM mana yang akan menjadi pilihan bisnis Anda. Semoga bermanfaat!