5 Kunci Sukses Menjalankan Usaha Kuliner/ Makanan

5 Kunci Sukses Menjalankan Usaha Kuliner/ Makanan

Usaha makanan relatif mudah untuk dijalankan dalam tahap usaha kecil menengah. Namun jika sudah bicara tentang ukuran yang lebih besar, maka tentu saja ada banyak hal yang harus diperhatikan. Selain tantangan yang lebih besar, kompetisi juga jauh lebih ketat. Jika salah perhitungan, semua bisa berantakan.

Kuliner mempunyai range niche yang sangat luas. Mulai dari usaha makanan ringan, usaha makanan rumahan, kuliner kekinian, kue kering dan basah, hingga cafe resto modern. Di tahap awal, kamu perlu melakukan riset produk dan market untuk menjatuhkan pilihan yang tepat. Dari sekian banyak pilihan, usaha makanan apa yang akan kamu bidik?

Tips Sukses Menjalankan Usaha Makanan

Setelah menjatuhkan pilihan jenis bisnis kuliner yang dibidik, tugas selanjutnya siap menanti. Ada banyak strategi yang harus kamu siapkan agar usaha makanan dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala yang berarti. Artinya, kamu perlu mematangkan semua hal sebelum benar- benar memulainya.

Mulai dari peralatan, lokasi, sumber daya manusia, permodalan, manajemen bisnis (bahkan dalam konsep paling sederhana sekalipun, manajemen juga diperlukan), dan pemasaran. Dari persiapan yang matang ini lah, sebuah bisnis kuliner dapat berjalan dengan sukses dan memberikan hasil yang optimal.

Secara ringkas, berikut ini adalah beberapa tips yang menjadi kunci sukses dalam menjalankan sebuah usaha makanan :

1. Kualitas Produk yang Dijual

Bicara soal makanan, kualitas adalah nomor satu. Baik dalam hal rasa, penggunaan bahan, higienitas, hingga pengemasan dan penyajian. Selain menggunakan bahan makanan yang berkualitas, menjaga kebersihan bahan makanan dan proses pengolahan adalah hal yang sangat penting dalam usaha bisnis kuliner.

Jika niche yang dipilih adalah bisnis kuliner rumahan atau restoran, perhatikan kebersihan peralatan makan dan perangkat olah makanan. Cara mengemas atau menyajikan makanan atau daftar menu juga mempengaruhi persepsi calon konsumen dalam menilai kualitas suatu produk makanan.

2. Inovasi dalam Bisnis Kuliner

Bisnis kuliner memang jenis bisnis yang long lasting alias kekal sepanjang masa. Pertanyaannya, apakah kamu ingin menjadi penjual kuliner yang biasa- biasa saja sepanjang jaman atau ingin menjadi pengusaha kuliner yang bisnisnya ada dimana- mana dan menginspirasi banyak orang?

Jika opsi kedua adalah pilihanmu, maka inovasi adalah harga mati. Kamu perlu menggali potensi varian baru dari jenis makanan yang pernah dibuat atau lebih ekstrim lagi, membuat konsep baru untuk ditawarkan ke pasar yang sudah ada. Dengan inovasi yang terus menerus, kamu punya potensi besar untuk mengembangkan bisnis menjadi lebih besar lagi di dunia kuliner.

Selain dari produk, kamu juga bisa melakukan inovasi dari sisi pemasaran dan branding. Kamu bisa mengembangkan konsep bisnis afiliasi atau reseller sehingga pasar menjadi lebih besar dan channel distribusi produk menjadi lebih banyak.

Peluang usaha kuliner/ makanan di sekitar kita yang menguntungkan

3. Menjaga Hubungan Baik dengan Konsumen

Customer oriented penting untuk semua jenis bisnis, termasuk dalam usaha kuliner. Pelayanan terbaik kepada konsumen adalah salah satu strategi yang membuat customer merasa nyaman dan kembali ke bisnis kita.

Salah satu konsep unik dalam melayani customer sudah dipelopori oleh bisnis coffee shop kekinian dimana mereka menyediakan space khusus di gelas minuman agar customer dapat menuliskan pesan tertentu di gelas mereka atau gelas orang lain.

Konsep customer oriented lainnya juga dilakukan oleh franchise Pizza Hut dimana mereka selalu kembali ke customer dalam proses pelayanan untuk meminta feedback mereka terhadap kualitas layanan restoran.

Kamu bisa saja meniru konsep ini atau mencoba ide menarik lainnya. Namun yang pasti, fokus utama adalah pelayanan terbaik utama customer. Buatlah mereka happy, dan mereka akan membantu membesarkan bisnismu.

4. Target Market yang Tepat

Seperti yang diungkapkan di atas, usaha kuliner mempunyai range market yang luas. Dengan jenis bisnis yang sudah ditentukan di awal, penting untuk membidik pasar yang tepat di langkah selanjutnya. Apakah Anda menjual kuliner cemilan rakyat dengan harga murah meriah? Maka target marketnya adalah kalangan menengah ke bawah atau bisa juga semua kalangan.

Atau ingin membangun coffee shop kekinian? Maka target marketnya adalah anak- anak muda, karyawan, dan mereka yang suka hang out. Dengan memahami target market ini lah seorang pebisnis dapat merumuskan strategi pemasaran untuk bisnisnya untuk pengembangan lebih lanjut.

5. Berpikir Positif dan Tekun

Setiap bisnis bisa mengalami lika liku dan hambatan. Meski usaha kuliner adalah jenis usaha yang tak lekang oleh waktu, kenyataannya banyak juga bisnis kuliner yang jatuh bangun dan beberapa tumbang untuk selamanya.

Hal yang sama juga bisa terjadi padamu. Kunci utama untuk bertahan dalam jenis bisnis dengan persaingan ketat adalah tidak menyerah dengan cepat dan selalu berpikir positif. Ambil hikmah dari setiap lika liku yang kamu alami. Selalu pelajari kekurangan bisnismu dan lakukan analisa untuk memperbaikinya.

Jika bisnismu mulai menuai hasil yang menggembirakan, jangan cepat jumawa. Manfaatkan keuntungan yang mulai terlihat untuk memperbaiki kekurangan ini dan itu serta mulai lakukan pengembangan bisnis sedikit demi sedikit.

Dengan kompetisi yang ketat, mindset positif dan ketekunan adalah dua hal penting untuk membawa bisnismu melaju dengan pesat.

Selamat menggapai sukses!

5+ Peluang Usaha Makanan di Sekitar Kita yang Mudah & Menguntungkan

5+ Peluang Usaha Makanan di Sekitar Kita yang Mudah & Menguntungkan

Bicara soal makanan dan peluang usaha, tentu keduanya punya kaitan yang sangat erat. Karena tak bisa kita pungkiri, makanan adalah peluang usaha yang akan tak pernah lekang oleh waktu. Mulai dari makanan rumahan, sampai snack dan berbagai jenis kue.

Peluang usaha makanan biasanya dilakukan oleh calon pebisnis yang menyukai dunia kuliner. Dengan kultur masyarakat Indonesia yang cenderung konsumtif dalam berbagai hal, termasuk makanan, maka potensi laris manis bisnis kuliner pun sangat besar. Setiap bisnis umumnya mempunyai target market dengan rentang harga yang berbeda- beda pula.

Memilih Bisnis/ Usaha Makanan Menguntungkan

Dengan kelebihan bisnis kuliner yang sangat beragam, kadang hal ini juga membingungkan calon pebisnis. Pertanyaan yang sering terjadi, bisnis kuliner seperti apa yang tepat untuk Saya jalankan? Atau, bisnis kuliner apa yang menguntungkan dengan profit menggiurkan?

Berikut ini adalah beberapa ide bisnis kuliner yang menjanjikan di sekitar kita :

Bisnis Makanan Ringan/ Snack

Bisnis makanan ringan adalah favorit anak muda. Beberapa tahun terakhir ini kita bahkan sering mendengar ide bisnis makanan ringan dengan konsep unik dan menarik. Ada beberapa yang menggunakan ide makanan lama, namun tidak sedikit yang berinovasi dengan berbagai ide baru.

  1. Usaha Makanan Aneka Gorengan

Walaupun kita sering mendengar jargon gorengan makanan kurang sehat, namun cemilan ini selalu dicari dan laris manis setiap hari. Untuk memulainya pun relatif tidak membutuhkan modal besar, meski di awal kita sedikit direpotkan dengan membeli banyak peralatan dan bahan- bahan untuk memulai usaha gorengan ini.

Berjualan gorengan bisa dilakukan di pinggir jalan yang ramai, dekat area kampus dan perkantoran, atau bahkan di area perkampungan.

Meski bisnis ini terkesan receh, keuntungan yang dihasilkan cukup lumayan.Tentu akan lebih keren lagi jika bisnis ini dikombinasikan dengan strategi bisnis digital kekinian seperti promosi di media sosial atau jualan gorengan dengan konsep unik dan nyentrik. Kedengarannya menarik, bukan?

  1. Usaha Aneka Keripik

Bicara soal keripik, ada banyak varian konsep bisnis unik yang bisa diciptakan karena bisa dibuat dari berbagai macam bahan berbeda. Beberapa jenis bahan keripik yang laris di pasaran antara lain keripik singkong, keripik pisang, ketela, dan keripik kentang.

Peluang usaha makanan ringan makaroni pedas
Snack keripik juga populer dipasarkan secara online. Tidak sedikit pengusaha aneka keripik yang menjual bisnis mereka secara online dan bahkan berani merekrut reseller untuk bisnisnya. Dengan merambah ke online, tentu keuntungan semakin berlipat ganda dan menggiurkan.

  1. Usaha Makanan Aneka Kue

Sama seperti keripik, kue juga bisa dipasarkan secara online maupun offline. Dalam bisnis ini, kue dibagi menjadi dua, yaitu kue kering dan kue basah.

Bisnis kue basah mengharuskan distribusi produksi yang cepat karena jenis kue ini tidak tahan lama dan harus segera habis agar tidak basi. Sebaliknya, kue kering cenderung lebih tahan lama setelah diproduksi sehingga distribusi bisa lebih lama.

Karena distribusi yang harus cepat, pemasaran kue basah biasanya dilakukan secara offline ke pasar- pasar tradisional atau pusat perbelanjaan. Saat sudah punya brand atau mulai merambah ke pemasaran online, distribusi produk biasanya dilakukan melalui kurir instan atau ekspedisi ekspress.

Sedangkan kue kering sudah lebih populer dengan pemasaran online karena daya tahannya lebih lama. Kue- kue kering ini akan semakin populer pencariannya di moment- moment tertentu, seperti lebaran, natal, dan tahun baru.

Bisnis Makanan Utama

Berbeda dengan makanan ringan, makanan utama bisa disebut kategori yang lebih berat dan lebih membutuhkan ketekunan. Mulai dari proses produksi hingga melayani pembelian, prosesnya cenderung lebih rumit dan lama. Namun tentu saja, keuntungan harian yang dihasilkan dari bisnis makanan utama bisa sangat menggoda.

Dalam kategori peluang usaha makanan utama, komposisinya biasanya terdiri dari nasi, lauk, dan sayuran, serta dilengkapi dengan makanan dan minuman ringan sebagai pelengkap.

  1. Usaha Kuliner Warung Makan Sederhana

Warung makan sederhana bisa laris manis saat mempunyai lokasi yang tepat, yaitu dekat area perkantoran, kampus, dan sekolah, karena bisa dipastikan lokasi ini mendekati si calon pembeli. Dalam bisnis ini, makanan yang ditawarkan biasanya adalah jenis makanan rumahan yang harganya relatif murah.

Usaha kuliner warung pecel lele
Dibandingkan dengan usaha restoran, usaha warung makan sederhana membutuhkan modal relatif lebih kecil. Tantangan terbesar adalah niat dan keuletan dalam menjalankan usaha warung makan ini.

Contoh usaha warung sederhana ini antara lain :

  • Warung tegal (warteg)
  • Bisnis kuliner warung kopi, angkringan sederhana, bubur kacang hijau, roti bakar, dan martabak
  • Warung makan tenda
  1. Usaha Makanan Restoran dan Cafe

Berbeda dengan jenis usaha warung sederhana, untuk menjalankan usaha restoran dan cafe membutuhkan modal yang lebih besar. Restoran dan cafe juga perlu dibangun dengan mempertimbangkan strategi yang matang dalam hal branding, konsep, dan cara berjualan. Restoran biasanya didirikan di pusat- pusat perbelanjaan, pusat keramaian kota, atau tempat strategi lain yang mudah dilihat.

Dalam hal makanan, restoran dan cafe mungkin bisa mengusung jenis makanan yang sama seperti warung tenda atau mengemasnya dengan konsep yang berbeda. Tantangannya tentu lebih besar karena bukan hal mudah untuk mulai membangun hingga menjadikannya populer dan mendapatkan pelanggan setia.

Peluang usaha restoran cafe
Karena beberapa faktor ini, tidak heran jika harga makanan di restoran dan cafe cenderung lebih mahal. Selain itu, prestige makan di restoran dan cafe tentu berbeda dibandingkan dengan makan di warung sederhana.

Kesimpulan

Sebenarnya ada banyak sekali peluang usaha makanan yang menguntungkan di sekitar kita. Namun, bukan berarti kita bisa sembarangan menjatuhkan pilihan. Cobalah mengawalinya dengan melakukan riset kecil- kecilan dan mencatat persiapan yang Anda miliki dalam menjalankan usaha.

Jika saat ini modal masih minim, tentu menjalankan usaha makanan ringan atau warung sederhana terdengar lebih masuk akal dibandingkan mendirikan sebuah restoran yang membutuhkan modal lebih besar dan resiko lebih tinggi di awal.

Yang menarik, usaha makanan yang diawali kecil- kecilan ini juga tidak bisa diremehkan. Sudah banyak restoran besar yang awalnya berasal dari warung makan tenda atau kuliner perumahan saja. Asalkan tekun dan berani menikmati prosesnya, tidak ada yang tidak mungkin.

Berani mencoba? Awali lah sesegera mungkin!

Kenapa Bisnis Kuliner Harus Go Online? Begini Alasannya

Kenapa Bisnis Kuliner Harus Go Online? Begini Alasannya

Bisnis kuliner di Indonesia tidak pernah sepi peminat. Memang, harus diakui, tipe bisnis yang satu ini tidak pernah mati dan selalu digandrungi oleh banyak peminat.Berbeda dengan beberapa tahun di awal kemunculan sosial media, kini bisnis kuliner kini semakin gencar untuk dipasarkan secara online.Sudahkah Anda mencobanya?

Dulu memang banyak pelaku bisnis yang skeptis dengan pemasaran online untuk #bisnis kuliner mereka. Bahkan sampai saat ini pun, produk fashion, souvenir dan gadget memang masih menduduki peringkat teratas untuk pemasaran via online. Namun, kini bisnis kuliner mulai unjuk gigi dengan pemasaran online. Apalagi sekarang delivery order juga semakin mudah dengan dukungan ojek berbasis aplikasi online.

Strategi Pemasaran Online untuk Bisnis Kuliner

Berbeda dengan strategi pemasaran offline, strategi pemasaran online untuk bisnis kuliner bisa dilakukan dengan metode yang lebih beragam. Yang enak dari strategi pemasaran online ini, selain biayanya relatif lebih terjangkau, efek viralitas pun lebih tinggi. Berikut ini adalah beberapa metode yang dapat pebisnis kuliner coba terapkan :
#1 Mulai Gunakan Sosial Media
Menggunakan Sosial Media wajib hukumnya untuk pebisnis kuliner yang ingin go online. Ada cukup banyak yang sosial media yang bisa digunakan oleh pebisnis kuliner.Tiga diantaranya yang paling bagus untuk dioptimalkan adalah Twitter dan terutama Facebook dan Instagram.

Dengan ketiga sosial media ini, pebisnis online dapat mengumpulkan audiens- audiens yang memiliki ketertarikan terhadap kuliner dan menggoda mereka untuk datang ke spot bisnis Anda.Pengumpulan audiens ini juga bisa dibuat dengan sangat tertarget, khususnya di Instagram dan Facebook.Selanjutnya, setelah audiens terkumpul, pebisnis dapat mulai rajin mempromosikan produk agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.

#2 Kuis Interaktif Menciptakan Viralitas yang Cepat dan Mudah
Salah satu cara untuk membuat sebuah brand cepat terkenal dan mendapatkan banyak fans gratis adalah dengan mengadakan kuis interaktif berhadiah. Dengan kuis ini, pebisnis dapat mengajak masyarakat untuk membagikan informasi kuis secara cuma- cuma, menandai teman mereka dan kemudia memberikan hadiah berupa voucher makan yang menggiring mereka untuk datang ke spot kuliner Anda. Bisa jadi Anda hanya akan mengambil 3-5 orang saja sebagai pemenang kuis, tapi Anda tidak akan pernah menduga kalau efek viralnya bisa sangat luar biasa untuk akun sosial media bisnis Anda.

#3 Bergabung dengan Portal Kuliner
Dengan bergabung bersama Portal- Portal Kuliner, Anda bisa mempromosikan bisnsi Anda secara gratis kepada seluruh member yang ada di portal tersebut dan juga kepada pengungjung website. Tentu saja tidak hanya itu, Anda juga bisa bertukar ilmu dan informasi terkait kuliner yang bisa membantu Anda untuk meningkatkan bisnis Anda sendiri kedepannya.

#4 Manfaatkan Endorsement Selebgram atau Public Figure
Endorsement memang sekarang menjadi profesi yang cukup fenomenal di tengah gegap gempita era sosial media. Dengan endorsement, Anda akan mendapatkan promosi instant untuk produk Anda dengan cepat dan mudah, baik itu dari selebgram atau dari public figure lainnya. Efek endorsement ini memang sangat bagus saat ini di Instagram, namun demikian, Anda harus tetap cermat sebelum menjatuhkan pilihan kerja sama endorsement ini. Lakukan beberapa survey dengan mengumpulkan data jumlah follower mereka, interaksi follower  dan juga biaya yang ditawarkan oleh pihak endorsement.

#5 Saatnya Membuat Website?
Membuat website untuk bisnis kuliner Anda??Kenapa tidak.Website ini selain berfungsi sebagai alat pemasaran branding, juga dapat Anda gunakan sebagai galeri usaha, dokumentasi event dan media informasi untuk rencana bisnis kedepannya.Misalnya jika Anda ingin membuka bisnis waralaba untuk kuliner, maka Anda bisa membuat landing page penawaran di web terkait bisnis Anda ini.

#6 Kerja Sama dengan Layanan Pesan Antar Online
Tidak sedikit rumah makan yang kini menjalin kerja sama dengan Go-Food untuk memberikan kemudahan order kepada calon konsumennya. Anda pun bisa mencontek habis- habisan metode ini.Ajukan MOU dengan Go-Food agar menu- menu kuliner Anda bisa dipesan secara online. Dengan sistem delivery order online ini, bisnis Anda akan semakin mudah dijangkau konsumen dan penjualan bisa meningkat beberapa kali lipat.

Yakin hanya mau mengandalkan pemasaran tradisional saja? Bisnis kuliner Anda wajib untuk Go online!

4 Pengusaha Indonesia yang Usaha Kulinernya Sukses Sampai ke Luar Negeri

4 Pengusaha Indonesia yang Usaha Kulinernya Sukses Sampai ke Luar Negeri

Pengusaha Indonesia bukan hanya berjaya di negeri sendiri saja. Kini, banyak pengusaha Indonesia yang semakin melebarkan sayapnya hingga ke luar negeri berbekal bisnis yang dirintisnya. Mulai dari tekstil, dan teknologi, hingga industri kuliner yang tidak pernah sepi.

Di Indonesia, perkembangan bisnis kuliner nyaris selalu memiliki trend yang meningkat. Bisnis kuliner memang selalu menjadi pilihan yang gurih. Banyak pihak dulu yang beranggapan ada banyak makanan tradisional yang dinilai susah untuk sukses, sehingga para pengusaha lebih mengunggulkan makanan barat dan juga franchise restoran luar negeri. Padahal, makanan tradisioal Indonesia juga bisa menjadi bisnis kuliner yang besar karena mempunyai cita rasa yang unik dan enak di lidah.

Pengusaha Kuliner Indonesia yang Berhasil di Luar Negeri

Faktanya, kini tidak sedikit pengusaha kuliner Indonesia yang sukses hingga ke luar negeri dengan mempopulerkan menu makanan tradisional sebagai hidangan utama mereka. Siapa saja mereka? Simak dalam ulasan kami :
#1 Lele- Lela ( Rangga Umara )
Persis seperti namanya, Lele- Lela menyajikan menu utama lele di restorannya. Restoran ini didirikan oleh Rangga Umara. Cerita sukses bisnis kuliner ini berawal dari Rangga yang membuka rumah makan seafood setelah di-PHK oleh perusahaannya. Dari situasi yang kurang menyenangkan ini, Rangga memberanikan diri untuk menekuni usaha di bidang kuliner.

Di awal usahanya, Rangga membuka rumah makan seafood. Sayangnya, rumah makan ini sepi. Lalu Rangga memutuskan untuk beralih ke jenis makanan lain, yaitu menu favoritnya semasa kuliah, yaitu pecel lele.

Saat usaha lele ini dibuka, Rangga juga masih mengalami kesulitan karena sepinya daya beli masyarakat sekitar yang lebih menyukai menu olahan ayam daripada lele. Meski demikian hal ini tidak mematahkan semangat Rangga. Ia berusaha untuk tetap konsisten dengan menu olahan lele nya. Ia pun mencoba segala cara agar menu olahan lelanya dapat disukai oleh masyarakat sekitar.

Karena keteguhannya ini lah, bisnis kuliner yang dikelolanya ini akhirnya berkembang dan menuai kesuksesan. Saat ini bisnis kuliner Lele – Lela sudah mencapai omzet Rp 1.9 Milyar per bulan dengan tiga variasi utama olahan lele, yaitu lele goreng tepung, lele filet kremes dan lele saus padang. Kuliner Lele – Lela ini juga mendapatkan banyak permintaan waralaba dari negara- negara lain, seperti Penang, Kuala Lumpur, Singapura dan Jedah. Wahhh… hebat ya??

#2 Bumbu Desa ( Santoni )
Bumbu Desa tentu sudah tidak asing lagi namanya di telinga kita, ya? Rumah makan ini selain banyak kita temui di lokasi tertentu, juga sering terlihat berada di mall- mall besar kota tertentu. Bisa dibilang, Bumbu Desa ini adalah restoran kualitas bintang lima dengan menu utama makanan khas Tanah Sunda, Jawa Barat.

Kebanyakan restoran Bumbu Desa memiliki nuansa ruangan yang enak dan nyaman, persis seperti kata ‘desa’ yang diusungnya.

Usaha kuliner ini awalnya adalah usaha keluarga yang dimulai dengan modal hanya Rp 8.000.000 saja, sampai akhirnya Santoni mencium peluang besar untuk mulai membuka waralaba untuk Bumbu Desa. Tepat pada tahun 2004, waralaba Bumbu Desa dibuat. Hal ini membuat bisnis Santoni melesat hebat, dan bahkan sampai menginjak Malaysia dan Singapura.

Di Indonesia sendiri, Bumbu Desa telah memiliki lebih dari 50 cabang yang telah tersebar luas di seluruh Indonesia, dengan omset mencapai milliard rupiah setiap bulannya.

Bukan di Indonesia saja, Bumbu Desa kini juga sedang melebarkan sayapnya sampai ke kota- kota yang ada di Amerika dan Kanada, seperti di kota Vancouver dan Seattle.

#3 Ayam Bakar Mas Mono ( Agus Pramono )
Ayam Mas Mas Mono diawali dengan kisah inspiratif si pemiliknya, yaitu Agus Pramono. Jauh sebelum memiliki usaha yang semakin gila ini, Agus Pramono bekerja sebagai seorang Office Boy ( OB ) di sebuah perusahaan sampai belasan tahun.

Berhenti dari pekerjaanya, Pramono memutuskan untuk menjadi pedangan gorengan dari SD ke SD. Saat itu Pramono berpikir, kalau dia hanya menjual gorengan saja, maka dia hanya mendapatkan omset rata sebesar Rp 15.000 saja setiap harinya.

Putar balik, Pramono mengambil langkah yang kelak mengubah hidupnya selamanya. Dengan modal uang Rp 500.000, Pramono berjualan ayam bakar untuk pertama kalinya dengan menggunakan gerobak biru yang ternyata membawahnya sukses sampai sekarang ini. Dari grobak biru biasa, kini Ayam Bakar Mas Mono telah mencapai omset miliaran Rupiah per bulannya dengan 500 cabang tersebar di seluruh Indonesia. Mantapp!

Ehhhh… tunggu dulu, masih belum selesai kisahnya. Pramono juga berhasil mengembangkan bisnisnya dengan sistem #waralaba sampai ke Singapura, Malaysia, Australia, Kuwait, Arab Saudi dan Dubai. Wahhhh… salut!

#4 Es Teler 77 ( Sukyanti Nugroho )
Jauh sebelum menjadi brand besar seperti sekarang ini, Es Teller 77 dulu adalah sebuah warung makan biasa dan sederhana. Dengan mengandalkan kemampuan memasakan Ibu Mertua yang menurutnya paling enak se- Indonesia, Sakyanti Nugroho memberanikan diri untuk membuka usaha warung makan Es Teler 77.

Es Teler 77 ini mengandalkan berbagai macam menu makanan tradisional khas Indonesia yang membuat bisnis kuliner ini kemudian berkembang dengan sangat pesat dan merajai mall- mall besar di Indonesia.

Berbeda dengan Bumbu Desa yang fokus menjual makanan khas Sunda, Es Teler 77 menyajikan beragam masakan rumah yang populer di Indonesia, seperti tumis kangkung dan juga sayur asam.

Es Teler 77 kemudian diresmikan pada tanggal 7 Juli 1982 dan menjadi salah satu bisnis kuliner dengan jumlah cabang waralaba terbesar di Indonesia. Saat ini, bisnis Sukyanti ini bahkan telah tersebar sampai ke New Delhi, Melbourne ( Australia ), Singapura dan juga Malaysia.

Kata siapa bisnis kuliner Indonesia kalah sama bisnis kuliner  Italia, Amerika dan Japanese? Di negeri sendiri, kita bisa menjadi rahasia.

 

*Photo Credit : Kontan/ Daniel Prabowo

Tips Sukses Memulai Usaha Kuliner untuk Pemula

Tips Sukses Memulai Usaha Kuliner untuk Pemula

Bisnis kuliner memang nggak ada matinya. Diantara jenis bisnis  yang sering tumbuh dan mati, bidang kuliner ini lah yang terus kokoh berdiri dan aktif melakukan inovasi. Alasannya cukup simple, karena manusia butuh makan dan selalu tertarik untuk mencoba makanan baru.

Bisa dibilang juga, kuliner adalah gaya hidup dan budaya. Dimanapun Anda berada, Anda akan menemukan varian unik berbagai kuliner khas daerah tertentu. Bukan itu saja, kuliner juga bisa menjadi pelopor trend. Masih ingat dengan nama- nama kuliner lucu yang akhirnya banyak pengikutnya? Sebut saja markobar ( yang kemudian juga muncul martabak mutan ), fried chicken ( dengan variasi seperti ayam gila, ayam bugil, dsb ), kue cubit, bakso setan, tahu kremes, dan masih banyak lagi.

Tertarik Memulai Bisnis Kuliner? Coba Tips Ini!

Secara tidak langsung Panda Gila sudah mengungkapkan kalau peluang bisnis kuliner itu besar. Siapa saja berpotensi sukses saat terjun di bisnis yang satu ini. Anda tertarik untuk memulai bisnis kuliner? Kenapa tidak? Anda bisa mencobanya sekarang juga!

Di postingan kali ini kami akan berbagi beberapa tips untuk memulai #bisnis kuliner yang ditujukan untuk pemula. Tentu saja Anda bisa mencontek tips ini, mempraktekkan dan melakukan evaluasi tambahan agar bisnis yang Anda kelola semakin baik dan semakin sukses. Siap mencoba? Simak sampai bagian akhirnya ya 🙂

1. Mulai lah dengan Memilih Jenis Kuliner yang Anda Jual
Kuliner ternyata bisa mencakup jangkauan yang luas. Mulai dari kuliner tradisional, kuliner khas, hingga modern dan internasional. Kuliner tradisional seperti Pempek, Siomay dan Batagor hampir selalu laku di wilayah mana pun. Kuliner tradisional bergaya pecel lele dan seafood, bakso atau masakan Padang juga selalu laris. Jika Anda memilih tipe kuliner modern yang aman, mungkin bisa mencoba jenis rumah makan ayam goreng yang bisa dikemas dengan gaya yang berbeda. Kuliner modern dan internasional biasanya memiliki tampilan yang lebih classy dibandingkan kuliner jenis lainnya. Untuk mode bisnis yang seperti ini, modal yang dikeluarkan lebih besar dan Anda juga harus menyiapkan strategi branding yang lebih mendalam lagi.

2. Pilih Lokasi yang Strategis
Dengan lokasi yang strategis, bisnis Anda berpotensi langsung laris, bahkan di hari pertama buka. Bukan rahasia lagi, lokasi yang tepat memang menjadi salah satu faktor kunci yang dapat menentukan kesuksesan sebuah bisnis kuliner. Beberapa lokasi yang cocok untuk bisnis kuliner adalah lokasi yang ramai dengan mahasiswa atau anak sekolah dan pekerja kantoran yang sudah pasti akan memburu warung makan di sela aktifitas bekerja mereka.

Anda juga bisa membuka bisnis Anda ini di pusat kuliner. Persaingan memang cenderung lebih ketat, tapi jika Anda berhasil tampil beda dengan menu, kualitas dan harga yang bersaing, potensi bisnis Anda untuk #sukses juga lebih besar.

3. Pilih Menu Makanan dengan Tepat dan Cermat
Sesuaikanlah menu makanan Anda dengan target pasar yang akan Anda bidik. Beberapa hal yang patut dipertimbangkan antara lain adalah lokasi kuliner ( di wilayah itu kira- kira kuliner yang paling dicari apa ), dan jenis pembeli. Misalnya sasaran Anda adalah pelajar atau mahasiswa, maka menu yang mereka sukai adalah makanan yang rasanya enak, tempatnya nyaman untuk berkumpul dan harganya relatif terjangkau.

Beda jika sasarannya adalah pegawai kantoran atau kelas menengah ke atas, Anda bisa bereksperimen untuk membuat menu yang lebih variatif, unik dan memberikan harga yang sedikit berbobot. Jika sasaran Anda adalah pebisnis atau orang kaya –menengah ke atas– yang suka menghabiskan waktu untuk makan malam bersama keluarga, kerabat atau rekan kerja, Anda dapat menciptakan restaurant dengan konsep elegant dan berkelas. Modalnya memang besar, tapi sebagai timbal balik, Anda dapat menawarkan menu Anda dengan harga yang agak mahal.

4. Konsep Kuliner yang Menarik dan Higienis
Jika Anda ingin serius dengan bisnis kuliner Anda, menghidangkan menu Anda dalam sajian yang menarik dan higienis wajib hukumnya. Cobalah memperhatikan detail, mulai dari meja makan dan kursi yang bersih dan nyaman, alat makan yang cantik dan unik ( jika perlu ) dan juga kebersihan dapur. Pastikan juga sajian makanan di piring terlihat rapi dan menarik untuk pembeli.

Bagi pembeli, kebersihan seringkali menjadi salah satu faktor terpenting dalam memilih tempat makan. Bukan hanya kebersihan makanan dan alat makan, tapi juga toilet, ruangan dan interior. Selain bersih, tentu saja harus wangi dan membuat pelanggan nyaman ya. Kriteria ini lah yang dapat menentukan apakah rumah makan Anda sudah benar-benar higienis.

5. Maksimalkan dengan Ide Kreatif
Jangan hanya mengikuti gaya bisnis kuliner yang sudah ada. Maksimalkan lah ide kreatifmu untuk menciptakan sesuatu yang fresh, berkesan dan membuat pecinta kuliner mati penasaran untuk mencoba. Contoh ide kreatif bisa dimulai dengan membuat nama- nama yang unik untuk menu makanan yang kamu ciptakan, membuat konsep restauran yang unik atau menciptakan menu makanan yang baru yang lebih fresh. Di luar negeri mungkin sudah tidak asing lagi kita mendengar restauran dengan konsep unik, seperti konsep penjara atau restauran untuk para jomblo ( serius ini bukan nyindir jombloers :v ). Nah, di Indonesia yang mengusung konsep unik belum banyak. Jadi, tidak ada salahnya mencoba kan?

Selain itu, Anda juga dapat bereksperimen dengan memberikan sentuhan unik di interior atau penamaan menu makanan dengan nama yang lucu. Nama- nama lucu ini misalnya kue cubit ( sudah familiar kan? ),  ayam gila, bakso setan, cumi genits, tahu negro dan sebagainya. Kalau bisa unik dan tampil beda, kenapa harus sama? Ya kan?

6. Pelayanan Berkualitas
Pelayanan berkualitas dari sebuah rumah makan atau restaurant juga seringkali menjadi faktor kunci keberhasilan sebuah bisnis kuliner. Pelayanan prima membuat pengunjung merasa nyaman dan hangat, sehingga mereka tidak akan segan- segan untuk kembali lagi, dan bahkan memberikan promosi gratis untuk bisnis Anda kepada teman- teman dan keluarga mereka. Wah, sudah tahu kan efek dahsyatnya Word Of Mouth marketing? Yes, bisa dahsyat sekali!

7. Seimbangkan dengan Passion dan Segera Take Action
Cara termudah dan ternyaman untuk memulai bisnis adalah ketika seimbang dengan passion. Jadi, pilihlah mode bisnis kuliner yang paling sesuai dengan passion mu, termasuk dalam hal manajemen dan gaya tim. Selain itu, yang terpenting adalah segera take action. Apalagi jika idemu cukup unik dan belum pernah ada sebelumnya, wajib hukumnya untuk segera dieksekusi. Jika Anda menunda- nunda, bisa jadi di bulan yang sama ide Anda sudah diwujudkan orang lain. Padahal, dengan menjadi pionir, maka bisnis Anda akan berpeluang untuk lebih sukses dan lebih cepat populer dari pada yang lain. Sayang sekali, kan?