Tips Meningkatkan ROI : Strategi Marketing yang Efektif adalah Kunci

Tips Meningkatkan ROI : Strategi Marketing yang Efektif adalah Kunci

Meningkatkan ROI (Return on Investment) memang bukan perkara mudah. Namun untuk pebisnis, hal ini menjadi sangat vital agar bisa mengoptimalkan keuntungan dan dampak positif jangka panjang.

Jika saat ini Anda sedang bergelut dengan tingkat ROI yang buruk, Panda berharap artikel ini bisa mencerahkan dan memberi insight baru.

Pengertian ROI (Return on Investment)

Mengenal ROI Return on Investment
via Freepik.com

Sebelum melangkah jauh dengan strategi untuk meningkatkan ROI, penting sekali untuk memahami terlebih dulu tentang apa itu ROI.

ROI (Return on Investment) adalah rasio yang mengukur keuntungan atau kerugian yang diperoleh dari investasi dalam hubungannya dengan biaya investasi dan keuntungan yang diperoleh. Dalam bisnis, ROI digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi efektivitas dan profitabilitas investasi.

ROI dihitung dengan membagi laba kotor yang diperoleh dari investasi dengan biaya investasi. Contohnya, jika Anda menginvestasikan Rp 10 juta dan kemudian mendapatkan laba kotor sebesar Rp 12 juta, maka ROI Anda adalah 20%. ROI juga dapat dihitung untuk jangka waktu tertentu, misalnya per tahun atau per kuartal.

Mengapa ROI Penting untuk Bisnis?

ROI penting dalam bisnis karena memungkinkan pemilik bisnis atau investor untuk mengevaluasi kinerja investasi mereka. Dengan mengetahui ROI, mereka dapat memutuskan apakah investasi tersebut layak untuk dilanjutkan atau tidak.

Selain itu, ROI juga membantu dalam membandingkan efektivitas investasi yang berbeda. Dalam situasi di mana sumber daya terbatas, ROI dapat membantu pemilik bisnis atau investor memprioritaskan investasi mana yang akan memberikan pengembalian terbaik.

Terakhir, ROI juga merupakan alat penting dalam membuat keputusan investasi jangka panjang. Dalam investasi jangka panjang, ROI membantu investor untuk memprediksi pengembalian investasi mereka di masa depan. Apakah menguntungkan atau justru merugikan?

Oleh karena itu, ROI dapat membantu investor memilih investasi yang paling menguntungkan dan mengurangi risiko kerugian dalam jangka panjang.

Dalam kesimpulannya, ROI adalah rasio yang sangat penting dalam bisnis karena memberikan gambaran tentang profitabilitas dan efektivitas investasi. ROI dapat membantu pemilik bisnis dan investor dalam memilih investasi yang paling menguntungkan dan memprioritaskan sumber daya mereka.

Cara Meningkatkan ROI dengan Strategi Pemasaran yang Efektif

via Freepik.com

Dalam empat kata, kunci untuk meningkatkan ROI (Return on Investment) suatu bisnis adalah strategi pemasaran yang efektif. Pemasaran yang efektif bisa membantu bisnis untuk mempertahankan loyalitas pelanggan, menarik pelanggan potensial dan meningkatkan penjualan.

Pemasaran yang efektif bukan hanya berdampak pada datangnya pelanggan baru, tapi sekaligus loyalitas pelanggan lama dalam jangka panjang. Hal ini lah yang pada akhirnya mendorong ROI untuk naik ke arah positif.

Berikut adalah beberapa strategi pemasaran efektif yang dapat Anda terapkan dalam bisnis : 

1. Membangun Brand yang Kuat

Membangun brand yang kuat bisa berdampak penting untuk meningkatkan ROI sebuah bisnis. Branding yang kuat membuat sebuah bisnis membedakan diri dari pesaing mereka, meningkatkan kesadaran merek dan membangun kepercayaan pelanggan.

Sebuah brand yang sudah kuat biasanya berbanding lurus dengan tingkat penjualan dan pengembangan lini bisnis mereka. Karena bukan rahasia lagi, brand yang kuat bisa menjadi pendorong ampuh dalam pengambilan keputusan pembelian pelanggan.

Ujung- ujungnya bisa ditebak, bisnis makin cuan dan ROI meningkat.

2. Meningkatkan SEO Website

Kendati strategi digital marketing terus berkemebang, SEO (Search Engine Optimization) tetap punya tempat tersendiri dan baik untuk menjadi fondasi jangka panjang.

Optimasi SEO website adalah strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan ROI. SEO yang baik dapat membantu bisnis untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi dalam hasil pencarian mesin pencari. Hal ini juga berdampak pada meningkatnya kesadaran merek dan tingkat lalu lintas yang banyak ke website.

Website dengan SEO yang baik juga berarti tidak ketergantungan pada iklan pencarian. Ada beberapa perusahaan dimana mereka sangat buruk secara organik sehingga harus merogoh kocek cukup dalam untuk menghadirkan lalu lintas ke website. Selama hasilnya positif, tentu tidak masalah.

Tapi dengan SEO yang baik, perusahaan bisa lebih menghemat biaya iklan atau mengalokasikan iklan ke funnel campaign yang berbeda. Dengan biaya yang efektif dan hasil yang baik, ini menjadi salah satu strategi yang bisa diterapkan untuk meningkatkan ROI.

3. Menggunakan Media Sosial

Media sosial bisa membantu bisnis untuk menjangkau pelanggan potensial yang lebih luas. Dengan pengelolaan yang tepat, bisnis juga bisa membangun keterlibatan dengan pelanggan, dan meningkatkan kesadaran merek.

Ada banyak hal yang bisa dieksplor dalam penggunaan media sosial untuk bisnis ini. Pada akhirnya, dengan cara yang tepat, bisnis dapat meningkatkan peluang konversi dan pada akhirnya meningkatkan ROI.

4. Menciptakan Konten yang Berkualitas Tinggi

Konten bisa berdampak banyak hal untuk bisnis. Menciptakan konten berkualitas tinggi bisa membantu bisnis untuk menarik perhatian pelanggan potensial, membangun keterlibatan dengan pelanggan, dan meningkatkan kesadaran merek.

Konten yang bermanfaat dan relevan dengan audiens bukan hanya mendatangkan trafik, tapi sekaligus meningkatkan peluang konversi. Dengan formula ini, kita dapat berharap penjualan meningkat dan ROI terus semakin baik.

5. Menggunakan Google Ads

Google Ads sangat efektif menghasilkan trafik dan konversi untuk produk- produk berbasis kebutuhan. Google Ads dapat membantu bisnis dalam menargetkan kata kunci yang relevan dengan bisnis, menampilkan iklan pada pelanggan potensial yang sedang mencari produk atau layanan yang sama, dan meningkatkan kesadaran merek.

Dengan menggunakan Google Ads dengan cara yang tepat, bisnis dapat meningkatkan peluang konversi secara cepat dan pada akhirnya meningkatkan ROI.

Kesimpulan

ROI (Return on Investment) merupakan konsep yang sangat penting dalam dunia bisnis. Agar bisnis cuan maksimal, penting sekali untuk menjaga dan meningkatkan ROI.

Meningkatkan ROI suatu bisnis dapat dicapai dengan menggunakan strategi pemasaran yang efektif. Beberapa strategi pemasaran yang efektif meliputi membangun brand yang kuat, meningkatkan SEO website, menggunakan

Apa itu ROI, Cara Menghitung ROI dan Mengapa Sangat Penting Dalam Bisnis

Apa itu ROI, Cara Menghitung ROI dan Mengapa Sangat Penting Dalam Bisnis

Bicara tentang bisnis dan investasi, ROI (Return on Investment) adalah istilah penting yang harus kita pahami. Terutama untuk sobat Panda yang bekerja di bidang marketing, operasional, bisnis dan komersil.

Alasan utama untuk memahaminya karena ROI sendiri merupakan tolak ukur keuntungan bisnis yang paling efektif. Untuk lebih lengkapnya, Panda akan mengulas secara lengkap tentang apa itu ROI (Return on Investment), manfaat, dan cara menghitung ROI.

Apa itu ROI (ROI (Return on Investment)?

Kita mulai dengan memahami pengertian dari ROI. Return on Investment (ROI) adalah rasio untuk memperhitungkan efektivitas sebuah investasi yang diberikan. ROI bisa kita definisikan juga sebagai rasio antara keuntungan yang diperoleh dan biaya yang dikeluarkan.

ROI (Return on Investment) adalah suatu konsep yang sangat penting dalam dunia bisnis. Parameter ini mengukur seberapa besar keuntungan yang dihasilkan dari suatu investasi dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk investasi tersebut.

Contohnya, jika seseorang berinvestasi sebesar 100 juta rupiah dalam suatu bisnis dan mendapatkan keuntungan sebesar 150 juta rupiah, maka ROI-nya adalah 50%. Artinya, untuk setiap 1 rupiah yang diinvestasikan, bisnis tersebut menghasilkan 1,5 rupiah.

Mengapa ROI Penting dalam Bisnis?

via Freepik.com

ROI sangat penting dalam bisnis. Pasalnya, parameter ini bisa memberikan informasi yang berguna tentang efektivitas investasi.

Apakah profit yang diperoleh lebih besar dari nilai investasi awal? Apakah investasi terbaik ini hadir dalam bentuk research & development, promosi marketing atau penambahan tim sales? Atau ada beberapa segmen yang justru lebih banyak mendatangkan kerugian?

Dengan perhitungan ini, pebisnis akan melihat gambaran performa bisnis di periode tertentu.

1. Menentukan Strategi Bisnis

Dengan memahami ROI, seorang pengusaha dapat menentukan apakah investasi yang mereka lakukan layak atau tidak untuk dilanjutkan.

Seorang pengusaha yang berhasil memperoleh ROI tinggi cenderung akan berhasil dalam bisnisnya. Sebaliknya, seorang pengusaha yang mendapatkan ROI yang rendah cenderung mengalami kesulitan dalam menjalankan bisnisnya.

Selain itu, ROI juga dapat membantu pengusaha dalam pengambilan keputusan bisnis. Seorang pengusaha yang memiliki informasi yang jelas tentang ROI dapat menggunakan informasi tersebut untuk menentukan investasi yang akan dilakukan di masa depan. 

2. Alokasi Sumber Daya dengan Lebih Efektif

Yang tidak kalah pentingnya, ROI juga dapat membantu pengusaha untuk mengalokasikan sumber daya dengan lebih efektif. Seperti Panda lansir dari Oberlo, perhitungan ROI berdampak meringankan beban HR dalam menilai pekerjaan di tim sales.

Dalam hal ini, perusahaan akan menghitung ROI di jangka waktu tertentu. Selanjutnya, perusahaan akan membandingkan tingkat penjualan dan gaji karyawan perusahaan.

Bisa jadi, perusahaan perlu melakukan pengurangan gaji untuk karyawan yang performanya tidak berkualitas.

3. Kalkulasi Performa Produk Baru

Selanjutnya, ROI juga menjadi penting untuk bisnis karena punya andil dalam menghitung performa produk baru. Tingkat keuntungan produk perlu disandingkan dengan biaya produksi, promosi dan penjualannya.

Dan akhirnya, ini bisa menjawab pertanyaan apakah strategi marketing yang digunakan sudah cukup efektif atau justru tidak mempan?

Faktor yang Mempengaruhi ROI

Tentunya ada hal- hal yang bisa mempengaruhi tinggi rendahnya sebuah Return on Investment. Secara garis besar, hal ini terbagi ke dalam dua faktor berikut ini : 

1. Tingkat Turnover dari Operating Asset

Tingkat turnover atau tingkat perputaran aktiva dalam kegiatan operasional artinya kecepatan berputarnya operating asset dalam satu periode tertentu.

2. Profit Margin

Faktor selanjutnya adalah profit margin yang perusahaan hasilnya. Pebisnis bisa menganalisa laba bisnis perusahaan untuk menyimpulkan apakah ROI perusahaan sudah sesuai harapan atau tidak.

Cara Menghitung ROI (Return on Investment)

Setelah mengetahui pentingnya Return on Investment, langkah selanjutnya adalah mengetahui cara menghitung ROI. Dengan cara ini, kita bisa mengetahui jumlah keuntungan yang diperoleh dan biaya yang keluar untuk investasi tersebut.

Rumus dasar menghitung ROI : 

ROI = (Keuntungan – Biaya) / Biaya x 100%


Contoh studi kasus : 

Jika seseorang menginvestasikan Rp 100 juta rupiah untuk sebuah bisnis dan mendapatkan keuntungan sebesar 148 juta rupiah, maka ROI nya adalah sebagai berikut :

ROI (148-199)/100 x 100% = 48%


Dengan demikian, tingkat ROI dari studi kasus ini adalah 48%.

Kelebihan dan Kekurangan ROI

ROI memang memberikan perbedaan saat kita berhasil menggunakannya untuk analisa. Kendati begitu, parameter ini juga mempunyai kekurangan dan kelebihan.

Kelebihan

Berikut adalah beberapa kelebihan dari Return on Investment : 

  • Perhitungan yang mudah dan sederhana
  • Rumus bersifat general sehingga bisa diterapkan dan diadaptasi ke berbagai industri
  • Mampu mengukur efisiensi investasi dari segala aspek. Mulai dari modal, biaya operasi, hingga transaksi.
  • Membantu untuk membuat keputusan dan strategi bisnis yang lebih efektif.

Kekurangan

Sedangkan kekurangan dari ROI antara lain :

  • Bisa berpengaruh ke dividen kas secara signifikan
  • Sulit menentukan mana investasi yang paling berdampak karena semua investasi dipukul rata, sehingga sulit menentukan investasi mana yang paling menguntungkan.
  • Perhitungan ROI rawan tidak akurat karena tidak melibatkan metrik lainnya. Seperti inflasi, pajak, dan sejenisnya. Sehingga ini bisa menyebabkan perhitungan menjadi tidak aktual dengan situasi di lapangan. 

Kesimpulan

Pengertian dari ROI (Return on Investment) adalah konsep yang sangat penting dalam dunia bisnis. ROI memberikan informasi tentang efektivitas investasi dan dapat membantu pengusaha dalam pengambilan keputusan bisnis.

Cara menghitung ROI cukup mudah, yaitu dengan menggunakan rumus ROI = (Keuntungan – Biaya) / Biaya x 100%. Namun tidak serta merta melihat hasil metrik ini di atas kertas, karena kita perlu mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya dengan seksama.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda dan dapat meningkatkan pemahaman tentang ROI dalam bisnis.

Apa itu Prinsip Hukum Pareto? Formula Dahsyat untuk Mengoptimalkan Bisnis Anda

Apa itu Prinsip Hukum Pareto? Formula Dahsyat untuk Mengoptimalkan Bisnis Anda

Apakah Anda pernah mendengar tentang prinsip hukum Pareto? Dalam bidang bisnis, masing- masing individu mempunyai peran dan kontribusi masing- masing. Dari sekian banyak individu, ada yang mempunyai kontribusi besar, dan ada yang mempunyai kontribusi kecil.

Nah, pernahkah Anda memikirkan tentang seberapa besar perbandingan antara kedua sisi tersebut? Seorang ekonom kenamaan asal Italia telah mengamati bahwa perbandingan di antara keduanya hanya berkisar 80/20. Bagaimana bisa ya?

Ini lah yang akan menjadi pembahasan menarik Panda di artikel hukum Pareto ini.

Apa itu Prinsip Hukum Pareto?

Prinsip hukum pareto merupakan sebuah pemikiran dari seorang konsultan manajemen Joseph M. Juran yang menamakannya berdasar pakar ekonomi dari Italia, Vilfredo Pareto.

Pareto mengamati bahwa 80% persen tanah di Italia adalah milik dari 20% jumlah populasi. Dari hasil penelitiannya tersebut, Pareto kemudian mendefinisikan aturan 80/20. Jadi secara sederhana, pengertian dari hukum pareto ini adalah bahwa 80% konsekuensi merupakan 20% dari penyebab atau dorongan.

Sejarah Hukum Pareto

Sebelum mengenal tentang prinsip hukum ini lebih jauh, menarik rasanya untuk mengetahui sejarah terciptanya hukum ini.

Hukum Pareto atau The Pareto Principle mempunyai beberapa istilah yang berbeda. Ada yang menyebutnya dengan hukum 80/20 (80-20 rule), The Law of The Vital Few atau The Principle of Factor Sparsity.

Hukum ini adalah hasil sebuah pemikiran seorang konsultan manajemen bernama Joseph M. Juran. Nah, disini sering terjadi kesalahpahaman karena beberapa sumber menyebut bahwa Hukum Pareto ini dicetuskan oleh ekonom Italia, Vilfredo Pareto.

Lebih tepatnya adalah, konsep hukum ini pertama kali diungkap oleh Joseph M. Juran. Namun, konsep ini memang berdasarkan hasil penelitian Vilfredo Pareto pada tahun 1896. Saat itu Pareto tengah melakukan sebuah penelitian berjudul “Cours d’économie politique” di University of Lausanne.

Dari penelitian tersebut, Pareto mengungkap bahwa 80% luas tanah di Italia sebenarnya dimiliki hanya 20% dari warganya. Bukan hanya dalam tata kelola perkotaan, namun juga hasill bumi di wilayah setempat ternyata 80% hasil produk kacang lokal berasal hanya dari 20% total ladang tanaman kacang di tempat tersebut.

Penelitian ini kemudian menjadi dasar dari Hukum Pareto. Yaitu tentang sebuah hubungan matematis dimana 80% reaksi sebenarnya adalah hasil dari 20% tindakan yang dilakukan.

Beberapa waktu kemudian, Joseph M. Juran kemudian merangkumnya menjadi Hukum Pareto yang lebih bersifat universal. Ia sangat yakin bahwa konsep ini bisa diterapkan di semua bidang kehidupan manusia. Termasuk dalam hal ekonomi, sosial, budaya, dan lain- lain.

Cara Kerja Prinsip Pareto & Pengaruh 

Ilustrasi The Pareto Principle

The Pareto Principle atau Hukum Pareto menyatakan bahwa dari banyak kejadian (hasil), 80% dari efeknya berasal dari 20% penyebab. Dalam implementasinya, prinsip 80/20 ini bisa kita terapkan ke banyak sendi kehidupan.

Antara lain adalah sebagai berikut : 

  • 20% dari jumlah pelanggan menciptakan 80% pendapatan usaha
  • 20 persen dari total aplikasi menguras 80% daya smartphone
  • 20% dari pakaian akan digunakan untuk 80% aktivitas
  • 20% kinerja karyawan akan berkontribusi terhadap 80% kinerja perusahaan

Penerapan Hukum Pareto dalam Bisnis

Tidak sedikit yang menyebut prinsip ini lemah. Namun kenyataannya, justru semakin banyak fenomena dalam dunia bisnis yang menggunakan prinsip ini justru terlihat semakin solid. Tentu saja, bisnis menerapkan analisa lebih lanjut terkait hal ini.

Misalnya saja dalam sebuah perusahaan, 80% hasil penjualan merupakan kontribusi dari 20% pelanggan. Atau bisa juga 80% performa perusahaan merupakan kontribusi dari 20% karyawan.

Ini bisa diartikan bahwa penjualan perlu berfokus pada 20% konsumen tadi. Penting untuk mengapresiasi loyalitas mereka dan menjaga mereka agar terus menjadi pelanggan di perusahaan kita. Karena mereka lah yang membuat perusahaan semakin bertumbuh.

Contoh lain adalah saat bisnis berhasil menganalisa bahwa 80% keuntungan mereka berasal dari 20% produk yang mereka jual. Sementara sisanya, keuntungan 20% berasal dari 80% produk terjual lainnya.

Dengan menerapkan prinsip ini, pelaku bisnis bisa siaga untuk menjaga ketersediaan produk utama agar terus ada. Dengan begitu, 80% penjualan tetap bisa terjaga.

Manfaat Prinsip Hukum Pareto dalam Bisnis

Setelah memahami dasar- dasar Pareto ini, ada banyak hal yang bisa perusahaan manfaatkan untuk mengoptimalkan bisnis. Manfaat tersebut antara lain :

1. Meningkatkan Produktivitas

Prinsip Pareto sangat efektif dalam membantu perusahaan untuk menentukan fokus area pengalokasian sumber daya dan upaya efisiensi sebaik mungkin. Dengan prinsip ini, perusahaan bisa fokus pada 20% hal penting yang bertanggungjawab untuk mendorong terciptanya 80% hasil tadi.

Prinsip ini mengajarkan bahwa perusahaan tidak perlu membuang- buang waktu untuk hal- hal yang sepele. Fokuslah pada 20% yang memberikan nilai dan berdampak untuk jangka panjang.

2. Meningkatkan Keuntungan

Saat perusahaan mengidentifikasi area bisnis mana yang perlu difokuskan untuk hasil maksimal, perusahaan akan mengalami peningkatan keuntungan di banyak sektor. Perusahaan menjadi lebih efisien karena mereka mempersempit fokus dan mengoptimalkan sumber daya yang menghasilkan.

Saat perusahaan melakukan ini, profitabilitas atau keuntungan perusahaan akan menjadi semakin baik.

3. Memperluas Jangkauan Pemasaran

Perusahaan bisa meluaskan jangkauan pemasaran dan mengoptimalkan strategi agar pelanggan lebih mudah tertarik. Hal yang sama juga berlaku untuk iklan dan email marketing.

Saat mengirim email, kemungkinan besar audiens hanya memproses dan membaca 20% saja, terutama jika pesannya panjang. Maka, jadilah efektif!

4. Mengembangkan Layanan Konsumen

Layanan pelanggan yang berkualitas sangat penting. Dengan menerapkan prinsip pareto untuk meningkatkan kualitas layanan konsumen, perusahaan akan memahami bahwa 80% keluhan pelanggan berasal dari sekitar 20% produk perusahaan.

Dengan prinsip ini, perusahaan akan melakukan penanganan serius untuk mengatasi produk paling berpotensi bermasalah atau menangani komplain pelanggan.

5. Sebagai Alat Identifikasi Masalah

Produktivitas dan human error sering menjadi masalah yang ada di sebuah perusahaan. Dengan prinsip 20/80, Anda bisa mengidentifikasi alasan mengapa tim menjadi tidak produktif atau sering mengalami human error.

Pemimpin perusahaan bisa menggunakan prinsip 20/80 ini untuk menemukan 20% alasan mengapa tim menjadi tidak produktif. Dengan begitu, perusahaan bisa menyusun prioritas penanganan masalah produktivitas agar tidak mempengaruhi bisnis lebih jauh lagi.

Pemimpin juga mungkin akan menemukan pendekatan yang berbeda agar masalah bisa teratasi sesegera mungkin.

Prinsip Pareto sebagai Nilai Hidup Manusia

Bukan hanya dalam bisnis, kita sebenarnya bisa menerapkan prinsip Pareto ini dalam kehidupan sehari- hari. Tujuannya adalah untuk membentuk sistem kehidupan yang dinamis dan mengoptimalkan 20% sumber daya yang kita miliki untuk bisa mencapai 80% kesuksesan dalam hidup.

Menerapkan prinsip pareto akan mendorong kita untuk mempertajam intuisi untuk mencari apa saja 20% tindakan yang paling berkontribusi terhadap sebuah hasil. Seseorang akan menjadi lebih efektif karena pikirannya bisa fokus dalam menata 80% keberhasilannya. Bukankah itu sangat menyenangkan untuk diterapkan?

Online to Offline, Ini Dia Jenis Bisnis yang Laku Setiap Hari

Online to Offline, Ini Dia Jenis Bisnis yang Laku Setiap Hari

Saat mencoba sebuah bisnis, laris manis adalah harapan setiap orang. Dengan melakukan persiapan berupa riset dan merancang strategi, masing- masing punya ekspektasi tersendiri untuk bisnis yang dijalankan.

Memang, pasang surut sebenarnya adalah hal yang lumrah dalam berjualan. Namun jika tiba- tiba ada pertanyaan, apakah ada bisnis yang laku setiap hari dan selalu untung terus? Jawabannya “IYA”.

Tentu saja bukan laku tanpa alasan dan tanpa memikirkan strategi apapun. Namun, Anda dapat mencoba beberapa peluang bisnis menarik dengan potensi laku setiap hari yang dibahas di artikel berikut.

Bisnis yang Laku Setiap Hari

Berdasarkan cara pemasarannya, bisnis dapat dibagi menjadi dua, yaitu bisnis online dan offline. Berkaitan dengan pertanyaan di atas, bisnis apa yang paling laku, dua- duanya punya potensi yang sama.

Kedua jenis bisnis ini bisa saling menguntungkan dan menarik minat calon konsumennya, tergantung dari apa yang dijual, siapa target marketnya, dan bagaimana cara menjualnya.

Kategori Bisnis Online

Untuk memulainya, kita akan mengintip jenis bisnis yang laku setiap hari melalui pemasaran online. Berikut ini adalah beberapa diantaranya :

1. Bisnis Dropship

Untuk Anda yang berkecimpung di dunia bisnis online, bisnis Dropship tentu bukan istilah asing. Dengan skema Dropship, kita bisa menjualkan produk milik orang lain tanpa harus mempersiapkan stok barang terlebih dulu dan tidak perlu pusing memikirkan proses pengiriman ke konsumen.

Alur bisnis dropship sangat sederhana, yaitu :

  • Kita bekerjasama dengan distributor atau agen produk untuk berjualan secara dropship
  • Anda memposting produk ke social media atau marketplace
  • Saat ada pesanan datang, Anda melakukan pembelian atas nama toko Anda ke si distributor
  • Distributor akan mengirimkan pesanan pembeli atas nama toko Anda

Sangat mudah, bukan?

Alur bisnis dropship sangat mudah untuk pemula

Keuntungan bisnis dropship :

  • Tidak perlu modal besar karena tidak harus membeli stok barang terlebih dulu dan menyiapkan tempat untuk penyimpanan barang.
  • Tidak perlu pusing mempersiapkan pengiriman atau packing produk
  • Bisa untuk sarana belajar mengembangkan bisnis ke tahap selanjutnya saat sudah mulai berkembang

Kekurangan bisnis dropship :

  • Karena menjadi pihak ketiga yang tidak stok barang secara langsung, maka perlu komunikasi yang intens dengan si distributor. Jika distributor tidak fast respon dalam menanggapi, maka akan menjadi masalah tersendiri untuk dropshipper
  • Biasanya keuntungan relatif kecil di awal berjualan

2. Bisnis Reseller

Bisnis reseller mirip dengan bisnis dropship, namun dengan konsep yang sedikit berbeda. Dengan menjadi reseller, Anda diharuskan membeli barang dalam jumlah tertentu untuk mendapatkan harga spesial untuk dijual lagi dengan keuntungan yang lebih menarik. Selain diperlukan modal di awal, Anda juga perlu memikirkan tempat menyimpan stok barang dan memikirkan bagaimana agar stok tersebut segera habis.

Sekilas bisnis reseller terasa lebih memberatkan dari bisnis dropship. Namun, justru ini lah alasan mengapa banyak yang menekuni bisnis reseller akhirnya menuai lebih banyak kisah sukses. Karena sudah terlanjur menyimpan stok, mau tidak mau mereka harus bekerja keras untuk menjualnya. Pokoknya harus terjual!

Keuntungan menjadi reseller ini sendiri adalah kita bisa mengontrol jumlah barang yang akan dijual dan terhindar dari resiko kehabisan stok dari supplier. Kita juga bisa menilai langsung kualitas produk untuk improvement bisnis kita kedepannya nanti.

Kelemahannya, kita harus mempersiapkan modal yang kuat lebih dulu di awal berjualan. Kita juga lebih rentan dengan resiko rugi jika tidak mampu menjual produk dengan baik.

3. Menjual Jasa dan Keahlian

Punya keahlian tertentu yang bisa dijual secara online? Anda bisa memulainya sekarang juga! Di era serba online ini, masing- masing orang punya kesempatan baik untuk menjual keahlian yang dimilikinya secara online.

Berikut ini adalah beberapa keahlian dan jasa yang sering ditawarkan secara online :

  • Jasa membuat website (web developer)
  • Jasa desain & logo
  • Menulis artikel (content writing)
  • Jasa membuat konten media sosial (social media management)
  • Jasa membuat aplikasi (developer iOS & Android
Punya keahlian menggambar? Jual keahlian Anda!
Punya keahlian menggambar? Jual keahlian Anda!

Cara memulainya sederhana, cobalah untuk riset beberapa media online yang memungkinkan Anda mempromosikan keahlian. Salah satu yang bisa Anda coba adalah menjual keahlian di situs freelancer terbaik di Indonesia.

Setelah mendaftar dan mengisi profil, Anda dapat mulai mempromosikan keahlian Anda, memberikan portofolio, dan memasang tarif jasa. Pastikan Anda sudah melakukan riset kompetitor di situs tersebut untuk mengetahui harga umum yang ditawarkan ya!

4. Menjadi YouTuber

Apakah menjadi YouTuber termasuk melakukan bisnis? Ya, bisa dibilang begitu. Karena dalam proses ini, Anda perlu melakukan riset ide konten yang menarik, membuat konten, dan memikirkan strategi untuk menjual konten Anda.

Jika serangkaian ini tidak tepat, maka Anda tidak akan bisa bersaing dengan banyaknya YouTuber di luar sana. Layak untuk dicoba, bukan?

Di era milenial seperti sekarang ini, menjadi YouTuber sukses adalah profesi impian banyak orang. Tidak heran, semakin hari semakin banyak orang yang tertarik untuk menjadi seorang YouTuber hits. Apakah Anda salah satunya?

5. Blogger Profesional

Sama seperti YouTuber, menjadi seorang blogger profesional juga menjadi salah satu bisnis menarik yang bisa ditekuni oleh siapa saja. Seorang blogger menghasilkan uang dari iklan yang tayang di website mereka.

Maka dari itu, seorang blogger harus cerdik dalam membangun konten di website nya agar bisa mendatangkan banyak pengunjung dan meningkatkan jumlah tayang iklan di situsnya.

Untuk mendapatkan hal ini, ada banyak hal yang seorang blogger perlu lakukan. Mulai dari menyediakan konten yang menarik dan bermanfaat, melakukan optimasi SEO terbaik untuk mendatangkan pengunjung, hingga menayangkan iklan di situs webnya.

Darimana seorang blogger bisa mendapatkan penghasilan? Bisa dari berbagai sumber berikut ini :

  • Iklan PPC (Google Adsense, Taboola, dan lain- lain)
  • Iklan mandiri (iklan dari advertiser yang menghubungi langsung)
  • Menjual produk melalui blog (Software, theme blog, ebook, dan lain- lain)
  • Menjual produk dari bisnis afiliasi melalui blog
  • Menulis review berbayar

6. Membangun Website Toko Online Sendiri

Zyro website builder membantu menciptakan website instan

Memang, Anda bisa berjualan online dengan mudah di media sosial dan marketplace. Namun, untuk mencapai tujuan jangka panjang dan goal yang lebih besar, mempunyai website toko online sendiri adalah yang terbaik.

Membangun website toko online sendiri artinya Anda mempersiapkan manajemen produk dan pemesanan yang lebih tertata. Bisa jadi, Anda juga sudah mempunyai tim terampil yang siap mendukung toko online Anda.

Jika kekhawatiran terbesar Anda adalah tidak bisa cara membuat website toko online sendiri, menggunakan website builder bisa menjadi jawaban Anda. Website builder, seperti Zyro, memudahkan siapapun untuk membangun website toko online secara instan.

Kategori Bisnis Offline

Selain bisnis online, bisnis offline yang laku setiap hari juga banyak jenisnya. Untuk Anda yang kurang begitu tertarik dengan kategori bisnis online, Anda bisa mencoba beberapa jenis bisnis yang bisa dilakukan secara offline berikut ini :

1. Kuliner

Bukan hanya populer sebagai bisnis yang laku setiap hari, bisnis kuliner juga sering disebut sebagai bisnis yang bisa sustain sepanjang masa. Mengapa?

Karena makanan akan selalu menjadi hal yang dicari orang setiap harinya. Yang perlu Anda pertimbangkan adalah pentingnya memilih jenis kuliner yang cocok dengan Anda dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

kuliner,bisnis,bisinis kuliner

Misalnya saja Anda suka camilan dan tertarik untuk memulai jenis bisnis ini. Maka Anda dapat mencoba berjualan cemilan hits dan kekinian dengan bermodalkan warung tenda atau menyewa spot di depan minimarket yang ramai.

Pertimbangkan juga apakah Anda juga perlu membangun brand sendiri atau membeli bisnis waralaba saja.

2. Bisnis Warung Kopi

Warung kopi memang sedang hits. Bahkan dalam konsep sederhana sekalipun, seperti warung kopi di pinggir jalan atau area perkampungan yang cukup ramai, warung kopi bisa menghasilkan keuntungan yang lumayan.

Terlebih lagi, modal untuk memulai bisnis ini sangat kecil. Anda bisa memulainya dengan modal sebesar Rp 500.000 saja.

Jika Anda sudah punya modal lebih, tidak ada salahnya untuk mencoba membangun brand bisnis kopi yang lebih mumpuni seperti yang sedang hits di kalangan anak muda saat ini.

Dengan konsep yang menarik dan tidak sekedar ikut- ikutan, bisnis kopi Anda tentu punya potensi besar untuk berkembang lebih pesat lagi.

3. Bisnis Barbershop

Bisnis barbershop menjanjikan di perkotaan

Bisnis barbershop berkembang dengan sangat pesat beberapa tahun terakhir ini. Bisa dibilang, yang mereka jual sebenarnya bukan jasa potong rambut semata, namun sebuah konsep pelayanan yang eksklusif dan menarik saat orang sedang memangkas rambut mereka.

Bisnis barbershop biasanya menyasar ke pria menengah ke atas di perkotaan. Jika dulu mereka biasa memotong rambut ke salon, kini mereka dapat memangkas rambut mereka di barbershop favorit mereka. Yang menarik, bisnis barbershop kini juga menyasar ke target market anak- anak.

K
ini jenis bisnis ini dikelola dengan sangat profesional. Bahkan untuk menjadi seorang hair stylist dulu, mereka diharuskan untuk belajar dan bersertifikasi. Ini juga menjadi salah satu alasan mengapa bisnis barbershop bertumbuh dengan sistem franchise atau waralaba.

Salah satu contohnya adalah Giovani Barbershop yang membuka peluang waralaba barbershop profesional dan menguntungkan. Untuk mengenal lebih lanjut tentang konsep waralaba barbershop ini, Anda dapat mengintipnya di halaman franchise barbershop.

Menarik sekali, bukan?

4. Bisnis Laundry

Sama seperti bisnis barbershop, bisnis laundry tumbuh subur di perkotaan. Yang menarik, bisnis ini sendiri seakan menjadi kebutuhan penting untuk masyarakat modern di berbagai jenjang masyarakat.

Mulai dari anak kuliah di perantauan, hingga orang- orang perkantoran dengan rutinitas super sibuk. Kesibukan dan ketidakmauan untuk repot ini lah yang menjadi peluang besar dalam bisnis laundry.

Dengan dukungan layanan yang baik, harga kompetitif dan lokasi strategis, bisnis ini pasti laris manis.

Kesimpulan

Dari artikel ini, kita punya gambaran banyaknya variasi bisnis menarik yang layak untuk kita coba, bukan?

Selain daftar ini, Anda juga bisa cek 10 jenis bisnis online lainnya untuk ide bisnis yang laku setiap hari lainnya.

Yang perlu dicatat, bisnis yang laku setiap hari bukan berarti bisnis yang membuat Anda cepat kaya. Biar bagaimanapun, setiap hal itu berproses. Dengan terus belajar dan menjalani prosesnya, kelak Anda akan menikmati proses dari bisnis yang Anda tekuni.

10+ Alasan Kuat Mengapa Banyak Orang Tidak Memulai Usahanya Sendiri

10+ Alasan Kuat Mengapa Banyak Orang Tidak Memulai Usahanya Sendiri

Siapa sih yang tidak mau punya usaha sendiri? Setiap orang pasti mau dong? Kata logika sih begitu.

Namun kenyataannya, tidak sedikit orang yang sudah terlalu nyaman untuk menerima gaji bulananenggan memulai usahanya sendiri. Tak peduli jika waktu lembur sudah luar biasa menyita waktu, terbebani dengan target tidak masuk akal, jabatan yang itu- itu saja, atau gaji yang tidak berubah- ubah.

Apapun itu, menjadi karyawan dirasa lebih aman dan nyaman. Karena flow nya sudah jelas dan mereka tidak harus repot memikirkan strategi manajemen, apalagi potensi kerugian.

Yes, bisnis memang identik dengan untung rugi. Dimana- mana, jalan meraih sukses itu memang tidak gampang. Harus ada yang dikorbankan dalam meraih sukses.

Tapi kalau sudah bertemu jalannya dan menikmati, dijamin, sukses akan terasa lebih mudah untuk diraih. Masalahnya, beranikah kita memulai? Beranikah ambil resiko?

Ternyata Ini Alasan Orang- orang Masih Enggan Memulai Usaha nya Sendiri

Sukses itu nikmat lho. Tapi kok ya tidak sedikit orang yang takut untuk mendekati sukses.

Takut apa? Takut mimpinya ketinggian dan tidak sampai. Padahal memang belum melakukan apa- apa. Nah, kalau dari awal memang mentalnya seperti itu, mau sukses tapi tidak mau berjuang ya sudah, jadilah karyawan seumur hidup.

Dikutip dari The #Entrepreneur, kami merangkum setidaknya ada 10 alasan dibalik banyaknya orang yang masih enggan untuk memulai bisnisnya sendiri. Dari 10 poin ini akan ada banyak hal yang dapat kita pelajari. Yuk kita baca satu per satu ^_^

1. Tetap Ingin Berada di Zona Nyaman

Tidak bisa dipungkiri, menjadi pengusaha berarti harus mau keluar dari zona nyaman kita. Kita dituntut untuk mencoba hal baru dan berjuang dengan serius. Khususnya jika kita memang bukan berasal dari kalangan berada, yang artinya benar- benar memulai dari bawah.

Seorang pengusaha sangat familiar dengan kata- kata jatuh, bangkrut, kerja keras, jatuh bangun, gagal dan kata- kata sejenisnya. Bagi beberapa orang, kata- kata ini horor.

Mereka lebih nyaman dengan kata- kata gajian, bonus sudah cair atau besok libur. Hmmmm… bagaimana menurut Anda?

2. Takut Dengan Ketidakpastian

Berbeda dengan mereka yang bermental pengusaha, tidak sedikit orang yang takut pada ketidakpastian dan jatuh miskin. Dunai bisnis memang dikenal dengan banyak hal yang tidak pasti, tapi disinilah nikmat dan tantangannya.

Bagi mereka yang enggan memulai usaha, sebelum membayangkan indahnya sukses, mereka sudah banyak membayangkan tentang bangkrut, minim profit. Tentu itu sangat bisa terjadi, tapi bagaimana jika mempersiapkan itu dengan pikiran yang lebih positif?

3. Tidak Ada Modal

Ini sih alasan klasik. Banyak para karyawan yang tidak berani mencoba berbisnis dengan alasan tidak ada modal atau modal kurang. Hitung- hitungan memang penting dalam memulai bisnis, tapi terlalu banyak berhitung justru dapat menciutkan nyali.

Faktanya, modalnya sebenarnya hanyalah salah satu faktor kecil yang membuat para pengusaha sukses besar dengan bisnisnya. Sebagian pengusaha terkadang hanya mengandalkan passion saja saat memulai usaha mereka.

Anda bahkan bisa memulai bisnis tanpa modal atau modal minim. Yang penting mau bergerak dan mencoba dulu. Misalnya saja dengan mencoba bisnis reseller dan dropshipper.

4. Tidak Ada Dukungan dari Keluarga atau Pasangan

Ketika sudah berkeluarga, tanggung jawab seseorang menjadi semakin besar. Tidak jarang, ini menjadi sebuah alasan untuk enggan memulai usaha. Mereka takut kalau usahanya tidak jalan atau hasilnya yang diperoleh tidak sebesar ketika menjadi karyawan.

Belum lagi kalau keluarga atau pasangan setengah hati karena tidak yakin dengan prospek bisnis yang akan digeluti. Saat bekerja di perusahaan multinasional, keluarga biasanya yang paling menentang untuk pindah haluan menjadi pengusaha.

5. Bingung Cara Mulainya

Tidak jarang kita mendengar banyak orang yang bertanya bagaimana cara memulai sebuah usaha atau bisnis.

“Mulainya darimana sih? Caranya gimana sih?”

Persis seperti salah satu quote terkenal dari Bob Sadino, bisnis terbaik itu bukan bisnis yang terus ditanyakan, tapi langsung dijalankan. Ilmunya memang tetap dibutuhkan, tapi tidak dengan tanya kesana kesini tanpa keberanian untuk memulai.

Jika memang Anda ingin memulai usaha, coba lah memulai dengan membaca- baca artikel bisnis, atau bisa juga dengan mengikuti seminar atau workshop.

6. Ragu dengan Kemampuan Diri Sendiri

Percaya lah, setiap orang pasti pernah meragukan dirinya sendiri. Yang menjadi pertanyaan, kalau kemampuan diri hanya disimpan dan tidak diasah, mana bisa jadi lebih baik?

Tidak ada salahnya mencoba sesuatu yang baru dan melatih diri kita menjadi lebih kreatif dan inovatif. Cobalah dengan mulai menjual beberapa produk kepada teman dekat dan keluarga. Tidak masalah jika mereka tidak membeli atau hanya membeli sedikit, it’s nice to try.

Atau cobalah iseng- iseng melakukan riset produk untuk dijual. Ini mungkin kegiatan sederhana, tapi bisa membangkitkan rasa ingin tahu untuk melangkah lebih jauh lagi. Awali dengan memancing diri untuk bergerak dan mengembangkan diri.

7. Mendengar Sahabat atau Kerabat Gagal dalam Bisnis

Pengalaman dari orang- orang yang ada di sekitar kita memang bisa mempengaruhi mindset dan action kita. Misalnya kita sering mendengar sahabat jatuh dari bisnis, ini bisa saja membuat nyali kita menjadi ciut, sehingga kita lebih pilih jalur aman menjadi karyawan.

Pikiran negatif seperti ini memang sangat bisa membekas di benak kita. Daripada terus berpikir negatif ini, ambillah kesempatan Anda. Tanpa mencobanya, Anda tidak akan pernah belajar dan melangkah maju.

8. Belum Menemukan Pola Bisnis yang Cocok

Jika ini yang menjadi alasan Anda, bisa jadi Anda sebetulnya sudah mulai memikirkan beberapa cara untuk memulai bisnis. Namun, karena merasa tidak cocok ini dan itu, maka ada rasa takut untuk memulai.

Memang baik sebenarnya memulai bisnis dengan cara yang sehati dengan kita. Jika memang keinginan sudah ada, bekali diri dengan mengenal berbagai pola bisnis lebih dulu. Proses ini akan membangkitkan ketertarikan Anda dan rasa ingin mencoba kembali.

9. Menimbang- nimbang Bisnis Apa yang Akan Dijalankan

Jenis binis memang banyak di dunia ini. Ada yang mencicipi bisnis kuliner, ada yang berbisnis ritel, dan ada juga yang fashion. Cara termudah untuk memulai adalah yang paling sesuai dengan passion kita.

Semakin sesuai ide bisnis dengan passion, maka akan semakin mudah untuk ketemu jalannya. Kenapa? Karena kita selalu memiliki tenaga dan semangat ekstra dalam menjalaninya.

10. Merasa Ingin Membangun Channel/ Jaringan Bisnis Dulu

Ya betul, membangun jaringan bisnis memang sangat penting dalam bisnis. Tapi, jangan sampai hal ini menjadi kendalamu dalam memulai bisnis. Membangun jaringan bisnis dapat dilakukan sambil berjalannya bisnis.

Dengan memulai bisnis Anda segera, Anda akan semakin mengenal potensi pasar. Selanjutnya, Anda akan berkenalan dengan orang- orang yang terkait dengan model bisnis Anda. Dengan sendirinya, jaringan bisnis akan terbentuk.

11. Pernah Mau Mencoba, Tapi Sudah Gagal Duluan

Apakah ada orang yang baru mau icip- icip memulai bisnis, tapi gagal duluan? Memang ada.

Khusus ini, artinya Anda sebenarnya sudah mencoba memulai usaha. Namun percobaan pertama meninggalkan kenangan buruk dan rasa ciut untuk melanjutkan.

Yang perlu Anda ketahui, it’s okay. Gagal itu memang menyakitkan, tapi ini adalah salah satu cara untuk melatih mental dan strategi Anda. Gagal dalam percobaan pertama tidak akan menghentikan Anda menjadi orang besar. Karena kenyataannya, orang besar pasti pernah gagal berkali- kali dalam jatuh bangun bisnis mereka.

Tidak ada kekhawatiran yang benar- benar harus Anda rasakan. Bangkitlah, persiapkan diri lagi dengan mental dan strategi yang lebih baik lagi.

Kesimpulan

Ada banyak alasan mengapa orang- orang tidak segera memulai usahanya sendiri. Namun, ada juga alasan mengapa Anda harus memulai usaha Anda segera.

Masing- masing dari kita mungkin pernah mengalami hal positif dan negatif yang membuat kita penuh pertimbangan untuk mencoba berwirausaha. Cobalah memulai kebiasaan baik lebih dulu untuk mengeliminir perasaan negatif kita dan membangun mindset positif.

Dengan begitu, keberanian untuk memulai usaha akan muncul kembali, dan Anda siap untuk ‘bertarung’ lagi.