Apa itu Rebranding, Fungsi & Panduan Strategi Rebranding

Apa itu Rebranding, Fungsi & Panduan Strategi Rebranding

Bicara rebranding, hal ini tentunya sudah dipertimbangkan dengan matang. Karena bicara rebranding bukan sekedar ganti identitas brand semata, tapi juga menciptakan persepsi baru tentang brand dan peningkatan value dari brand itu sendiri.

Harapannya, setelah rebranding, alias proses branding ulang, value brand harus lebih mentereng. Brand harus menjadi lebih diingat, lebih dikenal luas dan profit perusahaan juga menjadi lebih baik.

Bukankah ini kesuksesan yang diharapkan dari strategi rebranding ini?

Pengertian Apa itu Rebranding

Sebelum melangkah lebih jauh ngobrolin tentang Rebranding, Panda akan memaparkan lebih dulu tentang apa itu rebranding.

Menurut Market Business News, rebranding adalah proses yang dilakukan perusahaan untuk mengubah citra dirinya. Entah itu dari sisi logo, nama, simbol, atau bahkan semua aspek tersebut.

Tujuan melakukan branding ulang ini sendiri agar semakin banyak konsumen yang tertarik dengan produk atau layanan yang ditawarkan. Rebranding juga dilakukan agar tetap bertahan dalam persaingan bisnis yang semakin kompetitif dari waktu ke waktu. Artinya, perubahan citra brand adalah untuk tetap relevan dan kuat dari waktu ke waktu.

Secara garis besar, perusahaan melakukan branding ulang ini dengan dua harapan, yaitu :

  • Menciptakan image baru agar menonjol di tengah- tengah maraknya kompetitor.
  • Terhubung kembali dengan konsumen mereka.

Rebranding Perlu Dilakukan Dengan Hati- Hati

Kendati strategi ini terdengar wah untuk sebuah perusahaan dan merek, penting sekali untuk berhati- hati. Perlu melakukan riset yang mendalam dan berbagai pertimbangan sebelum melakukan eksekusi branding ulang.

Seperti PandaGila.com lansir dari The Economic Times, ada kemungkinan konsumen yang sudah ada justru tidak suka dengan tampilan dan konsep baru dari perubahan ini. Jika tidak menyadari ini, konsumen yang sudah lama berlangganan bisa- bisa meninggalkan brand kita dan beralih ke brand lain.

Maka dari itu, penting sekali untuk melakukan proses branding ulang ini dengan cermat berdasarkan data riset. Riset bisa dilakukan melalui data internal maupun eksternal.

Data internal bisa dengan melakukan survey ke pelanggan loyal. Tujuannya adalah untuk mengetahui berapa tingkat kepuasan mereka terhadap brand dan apa saja yang bisa brand tingkatkan.

Sedangkan data eksternal bisa kita lakukan dengan melakukan analisa terhadap strategi kompetitor kita. Apa saja yang mereka lakukan, kelebihan dan kekurangan mereka, apa tampaknya yang membuat mereka lebih unggul dari kita.

Data eksternal tentu saja bukan untuk kita duplikasi mentah- mentah. Namun data ini akan membuat langkah kita semakin matang untuk membuat fokus improvement dalam strategi rebranding.

Fungsi dan Tujuan Rebranding

Melakukan branding ulang berarti membangun identitas baru untuk sebuah merek. Strategi ini bisa memberikan semangat baru untuk nadi sebuah bisnis, sekaligus memperbarui strategi pemasaran perusahaan secara keseluruhan.

Berikut ini adalah rangkuman fungsi dan tujuan rebranding :

1. Memperbarui Logo

Sebuah logo perusahaan dirancang untuk mengikuti tren dan menjadi relevan dari waktu ke waktu. Ada kalanya logo lawas tidak sejalan dengan trend terbaru dan terlihat kuno.

Secara tidak langsung, logo yang sudah tidak sejalan ini juga bisa mendorong persepsi negatif. Bisnis akan terkesan masih mempertahankan cara- cara lama yang usang.

2. Mengubah Persepsi

Umumnya, sebuah brand tidak seharusnya mencerminkan pemiliknya. Namun seringkali, nama brand dipersepsikan dengan cara yang pemilik inginkan.

Untuk itu, rebranding diperlukan untuk membuat pergeseran persepsi merek dan menciptakan citra baru.

3. Perubahan Lini Produk

Dalam proses nya, bisnis mungkin mengembangkan lini produknya. Misalnya jika dulu hanya menjual paket wisata, kemudian mulai menjual paket dekorasi pernikahan dan event hiburan.

Jika nama brand sebelumnya mempersepsikan produk paket wisata ini, sedangkan bisnis berekspansi lebih jauh, perusahaan bisa mempertimbangkan rebranding ini sebagai penyesuaian.

4. Menghindari Konotasi Budaya Negatif

Sering terjadi, saat brand sudah mendunia, bisa saja nama, wanra atau aspek lain dikaitkan dengan hal- hal negatif atau ketidaksesuaian di negara atau budaya, saat perluasan terjadi. Konotasi negatif tentunya bisa mengganggu citra brand.

Jika hal ini terjadi, perusahaan bisa mempertimbangkan branding ulang agar brand mereka bisa lebih diterima.

5. Strategi Bersaing

Kompetisi bisa berubah setiap saat. Namun dalam banyak hal, persaingan cenderung semakin ketat daripada semakin longgar, kecuali memang untuk hal yang bersifat musiman.

Saat persaingan semakin ketat dan image antar brand hampir mirip satu sama lain, mungkin saatnya brand membuat sesuatu yang baru agar berbeda dari pesaingnya.

Dengan strategi rebranding, brand akan terlihat lebih berbeda dan menonjol. Ini sama artinya bahwa proses branding ulang bertujuan untuk menarik atau menarik kembali audiens yang lebih besar.

6. Memperbaiki Kesalahan dari Branding Asli

Sebuah brand tidak bisa diciptakan tanpa penelitian audiens target yang dan konsep yang tidak matang. Seringkali di awal terciptanya, perusahaan melakukan kesalahan- kesalahan ini.

Akhirnya, brand yang tercipta tidak terkonsep untuk mewakili kebutuhan persona buyer mereka. Dalam proses branding ulang, brand akan melakukan penelitian untuk menganalisa masalah dan kebutuhan klien.

7. Perubahan Kebutuhan Pelanggan

Sama seperti persaingan, masalah dan kebutuhan orang terhadap produk juga mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Hal ini biasanya terjadi karena pergeseran budaya, teknologi, atau gaya hidup.

Untuk bisa terus relevan dengan kebutuhan konsumen, rebranding kerap dilakukan untuk terus bisa menjangkau apa yang konsumen butuhkan.

8. Merger dan Akuisisi

Dalam proses penggabungan dua perusahaan, biasanya perusahaan akan membuat keputusan strategis terhadap brand mereka. Apakah akan mengoperasikan brand secara terpisah atau menggabungkan menjadi satu.

Jika ingin menggabungkan menjadi satu, perusahaan akan memutuskan untuk beroperasi di bawah satu identitas brand atau membuat brand baru yang merupakan gabungan dari entitas keduanya. Untuk itu, rebranding adalah jawaban dari permasalahan ini.

9. Perubahan Fokus Bisnis

Ada periode dimana pasar akan memaksa brand untuk mengubah penawaran atau audiens mereka. Untuk bisa terus berkompetisi, mau tak mau brand harus mengikuti perubahan ini agar tetap bisa bersaing di pasar yang semakin luas.

Jika ini yang terjadi, pergeseran fokus bisa brand lakukan melalui strategi rebranding ini.

10. Memperbaiki Reputasi

Reputasi dan kredibilitas adalah hal yang sangat penting untuk eksistensi sebuah bisnis. Jika karena suatu hal reputasi menjadi rusak atau buruk, ini bisa berdampak negatif pada kelangsungan brand dalam jangka panjang.

Dengan mempertimbangkan branding ulang, brand punya kesempatan untuk membuat awal baru dan memperbaiki citra yang buruk. Citra brand menjadi lebih segar sehingga konsumen lebih tertarik untuk memberi kesempatan baru dan mengenal brand lebih lanjut.

Kelebihan dan Kekurangan Rebranding

Pengaruh dan manfaat branding

Rebranding memang mempunyai banyak manfaat. Tapi seperti strategi marketing pada umumnya, tentunya strategi branding ulang ini juga mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Penting sekali mengenali keduanya agar rencana yang perusahaan canangkan dapat berjalan sesuai harapan.

Kelebihan

  • Perusahaan berpotensi menjadi lebih menonjol daripada kompetitor yang masih menggunakan citra brand lawas dan tidak melakukan pembenahan.
  • Rebranding bisa menjadi sarana untuk membangun keterikatan dan cerita bersama konsumen. Konsumen bisa menjadi saksi dari cerita perjalanan brand (brand journey) sehingga merasa lebih dekat dengan brand.
  • Rebranding bisa memperbaiki atau menghilangkan citra buruk dari masa lampau brand.

Kekurangan

  • Jika rebranding tidak mendapat tanggapan positif dari pasar, bisa muncul resiko kerugian yang lebih besar.
  • Resiko kehilangan konsumen jika strategi rebranding tidak berhasil dan memberi dampak positif.
  • Investasi biaya yang tidak sedikit.

Study Case / Contoh Brand yang Berhasil dalam Rebranding

Untuk lebih memantapkan diri dalam strategi ini, kita bisa mempelajari dari kasus brand yang berhasil dalam melakukan branding ulang ini.

1. Apple

Di awal hingga pertengahan 90an, Microsoft sangat mendominasi industri perangkat lunak komputer. Saat itu, Apple nyaris tidak bertahan.

Namun situasi menjadi jauh berbeda saat Steve Jobs melakukan perubahan besar- besaran pada Apple yang dimulai pada tahun 1998.

Apple memperkenalkan iMac yang mempunyai tampilan tema menarik, mudah beroperasi, spesifikasi mumpuni, dan menjadi device idaman dari versi PC sebelumnya. Mereka juga menciptakan tagline baru “Think different”.

Di kepemimpinan Steve Jobs, Apple tetap dengan tampilan baru mereka yang menampilkan desain clean dan perpesanan yang disederhanakan.

Mereka kemudian menciptakan produk yang inovatif, merilis iphone, ipod dan ipad. Pesaing Apple berusaha keras untuk mengikuti jejak Apple. Namun selama bertahun- tahun, Apple berhasil membangun base pengikut setia dan berhasil menjadi salah satu merek paling populer di seluruh dunia.

2. McDonalds

Kisah sukses pendiri McDonald's Ray Kroc

McDonalds berhasil menjadi pemimpin di industri makanan cepat saji dalam beberapa dekade. Sulit untuk menggeser mereka. Kendati begitu, merek ini sering terganggu dengan citra yang kurang positif.

Di awal tahun 2000 an, McDonalds secara luas dipandang sebagai pilihan makanan cepat saji paling tidak sehat dari kompetitornya. Bahkan banyak orang melakukan aksi boikot dengan sikap “terlalu-baik-untuk-McDonalds.”

Selain itu, peluncuran film dokumenter populer “Super Size Me” di tahun 2004 juga memainkan peran besar dalam masalah ini. Khususnya memanfaatkan citra McDonalds untuk membuktikan bahwa makanan cepat saji sangat buruk untuk kesehatan.

Tidak mau berlarut- larut, McDonalds mengambil tindakan. Di tahun 2006, mereka mengubah menu mereka dengan pilihan yang lebih sehat dan berkualitas lebih tinggi untuk orang- orang yang peduli dengan isu kesehatan.

Salad dan sandwich “signature crafted” menjadi menu baru mereka. Mereka juga menambahkan fokus baru di minuman kopi untuk membuat mereka unggul dari pesaing. Lebih lengkap lagi, McDonald mendesain ulang bangunan dan interior mereka menjadi tempat kopi favorit hipster.

Pencitraan baru yang McDonalds lakukan tampaknya berhasil. Bahkan pendapatan mereka meningkat 58% sejak strategi ini mereka lakukan!

Langkah- langkah Menerapkan Strategi Rebranding

Ada proses panjang dalam melakukan branding ulang. Karena kenyataannya, rebranding bukan sekedar mengganti logo, tagline atau nama merek saja.

Perusahaan perlu memikirkan secara mendalam tentang makna dan tujuan yang ingin dicapai dalam proses ini. Setelah proses branding dilakukan, PR perusahaan tidak selesai begitu saja.

Melainkan terus melakukan strategi untuk membuat merek baru memberi kontribusi maksimal. Kontribusi yang sama baiknya, dan harus lebih baik. Bukankah itu tujuan yang ingin bisnis capai dalam strategi ini?

Berikut adalah langkah- langkah yang akan kita capai dalam menerapkan strategi rebranding :

1. Evalusi & Riset

Rebranding adalah sebuah keputusan yang serius. Karena serius, eksekusi dan persiapannya tidak boleh main- main.

Bersama tim yang terlibat, perusahaan harus melakukan evaluasi secara mendalam tentang keadaan perusahaan saat ini. Cari tahu  terlebih dahulu :

  • Apa penyebab utama mengapa rebranding perlu dilakukan?
  • Apa tujuan yang ingin brand capai dengan proses rebranding ini?
  • Apakah perusahaan ingin menjangkau pasar yang lebih besar atau ingin terupdate (menjadi relevan) dengan situasi pasar terkini?


Untuk kebutuhan ini, perusahaan perlu melakukan riset untuk menentukan positioning brand yang baru, agar sesuai dengan kebutuhan dan tujuan perusahaan.

Cakupan riset bisa meliputi beberapa hal. MUlai dari keinginan dan kebutuhan customer, pendapat customer mengenai merek kita, persepsi masyarakat terhadap brand dan bisnis, aset yang bisnis miliki, pandangan internal karyawan terhadap bisnis dan brand, dan yang tidak kalah penting positioning produk/ jasa kompetitor.

2. Brainstorming Tim Manajemen & Pemegang Saham

Langkah selanjutnya, lakukan brainstorming dengan tim manajemen. Jika perusahaan mempunyai pemegan saham, penting untuk mengkomunikasikan rencana ini dengan jelas ke mereka. Pasalnya, proses ini bisa mempengaruhi masa depan bisnis perusahaan.

Beberapa hal yang perlu dikomunikasikan antara lain hasil riset dan evaluasi sebelumnya, timeline, pembiayaan, key objectives, competitive positioning, implikasi rebranding terhadap departemen terhadap divisi tertentu dan brand keseluruhan.

3. Mulai Menyusun Daftar Rencana

Rebranding membutuhkan banyak detail untuk bisa tereksekusi dengan baik. Untuk itu, perusahaan harus menyusun daftar rencana secara detail dan membuat rincian proses apa saja yang perlu dilakukan untuk mencapai target.

Mulai dari perubahan logo, tagline, dan media branding keseluruhan perlu dibuat rencana detail agar dapat terlaksana dengan rapi.

4. Dokumentasi Keseluruhan Proses Rebranding

Melakukan proses dokumentasi terhadap keseluruhan proses rebranding juga menjadi poin penting. Dokumentasi ini bisa menjadi arsip perusahaan sekaligus penentuan keputusan bisnis di kemudian hari.

5. Sosialisasi dan Promosi

Setelah proses rebranding selesai, langkah selanjutnya adalah melakukan sosialisasi terhadap khalayak. Tahapan ini biasanya menjadi tanggungjawab staff Public Relation (PR).

Sosialisasi umumnya bukan hanya dilakukan pada pihak eksternal alias masyarakat, tapi juga pihak internal. Pihak internal ini meliputi seluruh karyawan perusahaan tanpa terkecuali dan juga seluruh pemegang saham.

Kesimpulan

Rebranding adalah sebuah proses yang panjang dari perjalanan sebuah brand. Proses branding ulang ini sendiri juga dilakukan dengan berbagai tujuan dan latar belakang alasan. Untuk itu, strategi ini tidak boleh sekenanya.

Penting sekali untuk mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari strategi ini. Setelahnya, lakukan analisa dan evaluasi yang matang, buat detail rencana agar eksekusi bisa berjalan dengan maksimal. Jangan lupa, pastikan semua proses terdokumentasi dengan baik.

Eksekusi maksimal dan proses yang detail adalah harga mati dari proses rebranding. Tentunya tak seorang pun ingin proses branding ulang gagal dan mengakibatkan kerugian yang lebih besar.

Semoga bermanfaat!

Brand Awareness : Pengertian, dan 8 Cara Membangun Kesadaran Merek

Brand Awareness : Pengertian, dan 8 Cara Membangun Kesadaran Merek

Bicara tentang Brand Awareness, isi kepala kita akan langsung terpikir tentang kualitas sebuah merek di mata khalayak. Kita mungkin akan teringat dengan merek tertentu dengan segala kampanye promosi yang mereka lakukan lewat televisi atau media sosial.

Kita mungkin tiba- tiba ingat dengan brand Starbuck saat tiba- tiba punya rencana ngopi dengan kolega. Atau ingat dengan Shopee saat membicarakan marketplace yang identik dengan produk- produk wanita.

Dengan adanya strategi brand awareness, kita seperti mempunyai kesadaran yang kuat terhadap merek tertentu. Dengan begitu, orang- orang akan merasa lebih kenal dan mudah percaya terhadap sebuah merek tersebut. Menarik, bukan?

Untuk itu, di artikel kali ini Panda akan mengulas secara lebih lengkap tentang apa itu Brand Awareness, manfaat dan strategi membangun awareness terhadap brand.

Apa itu Brand Awareness (Kesadaran Merek)?

Starbucks Coffee

Brand Awareness atau Kesadaran Merek merupakan kemampuan konsumen dalam mengenali atau mengingat sebuah brand. Mulai dari nama, gambar, logo, hingga slogan- slogan tertentu yang pernah sebuah merek gunakan dalam kampanye promo mereka.

Kemampuan konsumen dalam mengenal dan mengingat brand mempunyai andil besar dalam keputusan mereka untuk membeli barang.

Misalnya saja saat seseorang mengajak anak untuk menentukan tempat nongkrong buat ngopi bareng, Anda tiba- tiba saja bisa mengingat sebuah brand kopi kekinian di kota Anda. Ini lah peran brand awareness untuk sebuah merek.

Tidak heran, untuk kampanye kesadaran merek ini, perusahaan rela menghabiskan milyaran rupiah. Goal nya adalah untuk menanamkan nama merek mereka di benak pelanggan. Begitu nama merek menempel, dampaknya akan sangat luar biasa.

Fungsi dan Manfaat Brand Awareness

Faktanya, pelanggan lebih mudah membeli dari merek yang sudah terkenal daripada belum terdengar sama sekali. Kendati begitu, manfaat dan peran dari brand awareness tidak berhenti sampai disitu.

Berikut adalah peran penting, fungsi dan manfaat dari Brand Awareness untuk sebuah bisnis atau produk :

1. Menciptakan Persepsi

Kesadaran merek disebarkan melalui berbagai channel kampanye, seperti PR, berita, media sosial, referral, dan lain sebagainya. Saat berjalan sesuai dengan rencana perusahaan, terciptalah persepsi positif di benak pelanggan.

Misalnya saja seorang teman bercerita tentang pengalamannya menggunakan jasa digital marketing. Anda mungkin tidak langsung ikut menggunakan jasa digital marketing tersebut. Tapi ada kemungkinan Anda ikut merekomendasikan brand digital marketing itu secara positif saat berbicara tentang pemasaran online.

2. Menumbuhkan Kepercayaan

Brand awareness sangat ampuh untuk menumbuhkan kepercayaan pelanggan. Saat Anda melihat orang- orang berinteraksi dengan sebuah merek dan mendapatkan pengalaman positif, hal ini bisa membangun kepercayaan Anda terhadap brand tersebut, meskipun Anda sendiri belum mencobanya.

Misalnya saat Anda berkunjung ke Singapura dan hendak mencari restoran untuk makan siang. Ada beberapa restoran lokal dan satu lagi McDonald’s.

Dalam situasi ini, besar kemungkinan Anda akan memilih McDonald’s meski belum pernah makan di McDonald’s Singapura sebelumnya. Ini bisa terjadi dengan mudah karena Anda percaya tentang brand tersebut, kualitas produk, range harga dan layanan mereka.

3. Memperluas Jaringan

Saat terencana dengan baik, kesadaran mereka bisa menyebar layaknya sebuah api. Merek akan menjadi topik diskusi yang menyenangkan dan menciptakan jaringan yang bisa digunakan untuk menyebarkan informasi lebih lanjut.

Salah satu contoh nya adalah TikTok yang jarang mengiklankan dirinya sendiri. Pengguna TikTok bertumbuh karena kesadaran mereka untuk menyebarkan konten melalui videonya dan juga dari mulut ke mulut (Word of Mouth Marketing).

4. Menciptakan Asosiasi

Saat dilakukan dengan tepat, kesadaran merek akan menghasilkan asosiasi. Asosiasi ini hadir dalam dua jenis :

  • Saat orang memikirkan merek saat mereka menemukan kategori produk.
  • Saat mereka menggunakan nama merek untuk menyampaikan kategori produk.

Tidak mudah untuk mencapai level ini. Kendati begitu, banyak brand- brand besar yang berhasil melakukannya. Sebut saja Google, Starbuck, Xerox, Indofood, dan lain sebagainya.

5. Membangun Ekuitas Merek (Brand Equity)

Ekuitas merek atau Brand Equity adalah nilai merek sebagai aset terpisah sebuah perusahaan.

Semakin banyak orang yang mengenal sebuah merek, maka merek itu akan semakin tinggi nilainya. Ini lah konsep dibalik ekuitas merek. Brand awareness sendiri merupakan salah satu cara ampuh untuk membangun nilai dari sebuah merek.

Tingkatan dalam Brand Awareness

Pengaruh dan manfaat branding

Brand Awareness sangat penting untuk berbagai jenis bisnis. Karena saat kesadaran merek sudah tertancap di benak konsumen, ada andil besar yang mendorong konsumen terus melakukan pembelian.

Setiap tahunnya, perusahaan akan berinvestasi secara terus menerus untuk memperbaiki dan meningkatkan tingkat brand awareness mereka. Saat terjadi penurunan, perusahaan mungkin menggunakan berbagai strategi pemasaran untuk mengembalikan tingkat kesadaran mereknya.

Dalam mengukur brand awareness ini, ada 3 tingkatan yang menjadi pengkategoriannya :

1. Brand Recognition (Aided Recall)

Brand Recognition adalah kemampuan konsumen dalam mengenali sebuah produk saat mereka melihat produk tersebut. Konsumen belum tentu mengingat nama mereka, tapi bisa mengenalinya dengan mudah saat melihat visual produk, seperti logo, slogan, atau warna tampilan.

2. Brand Recall (Unaided Recall/ Spontaneous Recall)

Brand recall mengacu pada kemampuan konsumen dalam mengingat nama sebuah merek dari memori mereka berdasarkan kategori produk.

Dalam tingkatan ini, konsumen cukup mendengar kategori produk atau melihat sekilas produk yang mereka butuhkan untuk mengingat merek produk tersebut. Brand yang sudah berada dalam posisi menandakan bahwa konsumen dan calon konsumen sudah mempunyai simpanan ingatan tentang brand Anda.

Menurut riset, umumnya konsumen bisa mengingat 1-7 merek dalam satu kategori produk. Misalnya saat ingin membeli air mineral dan melihat display minuman, mereka biasanya akan memilih brand yang familiar di ingatan mereka.

Kemampuan seseorang dalam mengingat ini bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti brand loyalty atau frekuensi pemakaian produk. Semakin sering mereka menggunakan sebuah produk dan bila mempunyai ketertarikan tinggi terhadap produk tersebut, mereka bisa mengingatnya lebih banyak.

Hal ini berbading terbalik dengan konsumen yang tidak terlalu sering menggunakan produk dan kurang tertarik dengan jenis produk tersebut.

3. Top-of-Mind Awareness (TOMA)

Top-of-Mind Awareness adalah saat sebuah brand menjadi merek utama yang muncul di benak pelanggan saat mendapat pertanyaan tentang kategori produk. Merek yang sudah berada dalam level Top of Mind pelanggan sangat mungkin mempengaruhi pertimbangan mereka untuk terus menerus melakukan pembelian.

4. Brand Dominance

Brand Dominance terjadi saat konsumen hanya bisa mengingat satu nama merek dalam kategori produk. Ya, persis seperti namanya, artinya kepopuleran brand ini sangat mendominasi di kategori produk tersebut.

Saat banyak orang hanya bisa mengingat satu nama merek seperti ini, ini merupakan salah satu indikator keberhasilan sebuah merek. Misalnya saat akan membeli mie instan, tanpa ba bi bu kita cenderung menyebut nama Indomie.

Cara Mengukur Brand Awareness

Ada dimana posisi brand kita saat ini? Atau mungkin Anda masih bingung dengan cara mengukur tingkat kesadaran merek?

Berikut ini adalah beberapa metode yang bisa kita gunakan untuk mengukur level awareness :

1. Survey

Survey adalah salah satu cara populer untuk mengukur tingkat kesadaran merek. Dalam survey, ajak sejumlah konsumen untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan pengetahuan tentang sebuah brand atau kategori.

  • Unaided Recall Test
    Tes ini berfungsi untuk mengukur brand recall. Konsumen hanya diberikan satu kategori produk dan diminta menyebutkan brand yang muncul di benak mereka sebanyak yang mereka bisa.
  • Aided Recall Test
    Tes ini bertujuan untuk mengukur brand recognition. Konsumen diberikan sebuah nama brand dan diminta untuk menyebutkan apa yang pernah mereka lihat atau dengar berkaitan dengan brand tersebut.

    Selain itu, minta juga mereka untuk menjelaskan tentang apa yang mereka tahu tentang brand tersebut. Misalnya menjelaskan warna, logo, bungkus produk, dan juga hal- hal spesifik lainnya mengenai brand tersebut.

2. Google Analytics

Dari analytics website, perhatikan apakah terjadi peningkatan atau penurunan secara signifikan. Misalnya saja bisa menggunakan Google Analytics untuk melihat volume trafik website dan berapa banyak keterlibatan pengguna, external link, dan trafik yang masuk dengan mengetikkan nama brand, dsb.

Selain itu, Anda juga bisa melihat performa dari direct trafik atau konsumen yang berkunjung ke website dengan mengetik URL di address bar secara langsung. Saat performanya terus positif, ini bisa menjadi salah satu indikator untuk melihat performa brand awareness.

3. Media Sosial

Media sosial adalah media branding dan membangun brand awareness yang ampuh. Selain itu, media sosial juga bisa membantu Anda untuk mengukur brand awareness Anda. Melalui fitur analytics, kita bisa melihat perkembangan jumlah follower, hingga tingkat interaksi brand dengan follower.

Anda juga bisa memanfaatkan tool analitik khusus untuk media sosial seperti yang pernah Panda ulas di daftar tool analitik Instagram.

8 Cara Membangun dan Meningkatkan Brand Awareness

Dari uraian panjang di atas, kita menyadari betapa pentingnya untuk membangun brand awareness. Saat kesadaran merek ini berhasil terbangun, akan lebih mudah untuk sebuah brand menjangkau pasar yang luas.

Berikut adalah beberapa tips dalam membangun dan meningkatkan brand awareness :

1. Strategi Social Media Marketing

Media sosial adalah bagian penting dari sebuah brand. Melalui media sosial, kita bukan hanya menyebarkan informasi produk melalui konten yang menarik, tapi juga membangun interaksi dengan konsumen.

Di media sosial, kita bisa menciptakan brand experience yang menjembatani keinginan konsumen dan bisa melibatkan mereka menjadi bagian dari brand narrative kita. Hal ini bisa membantu untuk meningkatkan rasa percaya konsumen terhadap brand dengan mudah daripada cara- cara marketing konvensional.

Dalam penggunaan media sosial untuk bisnis dan brand, penting sekali untuk Anda menyusun strategi yang tepat. Tim creative harus bisa menyajikan varian konten yang sesuai dengan jenis audiens dan membuat audiens merasa terlibat.

Beberapa hal yang perlu brand perhatikan dalam menyusun strategi marketing media sosial :

1.1 Content Creation

Konten tidak harus melulu tentang informasi seputar produk dan brand, karena ini pasti akan sangat membosankan. Anda perlu menyisipkan konten hiburan, entertainment dan konten interaktif lain agar terhubung dengan follower.

Anda bisa membuat konten plesetan dari sesuatu yang sedang viral dan sesekali membuat giveaway berhadiah untuk meningkatkan jumlah follower dengan lebih cepat.

1.2 Desain Visual & Video

Secara visual, konten harus eye catching dan selaras dengan color tone brand Anda. Hal ini akan membuat konten media sosial Anda menarik, sekaligus memperkuat visual brand.

Kemasan desain visual bisa dikemas dalam konten feed single post atau juga carousel. Selain itu, bermainlah dengan konten video.

Konten video mempunyai daya tarik yang lebih tinggi daripada konten feed biasa. Terutama untuk tipikal konten video pendek ala TikTok dan Reels Instagram. Konten- konten ini cenderung lebih menyita perhatian dan mendapatkan banyak view.

1.3 Posting di Waktu yang Tepat 

Bukan rahasia lagi, ada jam online para follower adalah waktu terbaik untuk posting di media sosial. Karena di waktu ini, adalah waktu dimana mereka siap melihat konten Anda dan siap berinteraksi.

Jika konten Anda cukup menarik perhatian mereka dan memancing untuk berinteraksi, bukan tidak mungkin konten Anda akan lebih panen likes dan komentar.

2. Content Marketing

Dalam strategi content marketing, penting untuk Anda menciptakan konten yang menarik, relevan dan mempunyai nilai. Konten yang berkualitas secara tidak langsung akan meningkatkan brand awareness untuk merek Anda.

Perlu digarisbawahi juga, dalam content marketing untuk tujuan membangun kesadaran mereka, tujuan kita bukanlah untuk berjualan. Tujuan kita adalah menyajikan konten yang positif dan informatif untuk memberi value pada konsumen.

Goal utamanya adalah membantu perusahaan dalam menekankan citra dan pesan dari bisnis kita. Untuk memulai content marketing, langkah pertama yang bisa Anda ambil adalah membuat strategi yang jelas.

Gunakan waktu kita untuk memikirkan apa yang ingin Anda sampaikan ke konsumen, bagaimana Anda membuat cerita yang terpadu untuk menggambarkan brand kita dan apa yang ingin kita capai melalui konten- konten kita.

Beberapa media untuk penyaluran content marketing brand awareness ini antara lain :

  • Blog
  • Halaman About Us (Tentang Kami)
  • Channel YouTube
  • Forum untuk Q&A

Dalam membuat konten pemasaran, jangan lupa untuk menyisipkan konten visual, baik berupa gambar atau video, yang menarik ya.

3. Bekerjasama dengan Influencer

Influencer adalah salah satu strategi marketing ampuh dalam mengkampanyekan sebuah produk melalui platform media sosial, YouTube, blog, dan lain sebagainya.

Persis seperti namanya, influencer adalah sekumpulan tokoh yang mempunyai pengaruh besar terhadap follower mereka. Mereka bisa saja seorang selebgram, blogger, YouTuber dan sebagainya.

Menurut survey yang dilakukan oleh Bloglovin, banyak brand menggunakan jasa influencer marketing karena metode ini sangat ampuh untuk mendorong kampanye kesadaran merek.

Survey Influencer Marketing versi Bloglovin

Bahkan dari hasil survey di atas, terlihat influencer marketing bisa meningkatkan brand awareness sebesar 76% dan mendorong audience baru sebesar 71%. Intinya, influencer marketing terbukti mampu meningkatkan brand awareness.

Mereka adalah sosok yang sangat dipercaya. Dengan begitu, saat memperkenalkan produk melalui konten mereka, target audiens akan mudah terpengaruh dan mencari tahu lebih lanjut tentang brand tersebut.

Bahkan bila bertemu dengan influencer yang tepat dan momen yang tepat, tidak jarang jumlah follower bisa cepat meningkat. Efeknya bisa juga sampai ke penjualan. Tertarik untuk mencobanya?

4. Mengadakan Event Khusus

Event khusus juga menjadi salah satu cara dalam membangun kesadaran merek. Apapun jenis bisnisnya, mengadakan event khusus bisa menarik perhatian konsumen dan calon konsumen.

Beberapa contoh event ini misalnya :

  • Launching produk baru
  • Pameran/ Bazaar dengan komunitas
  • Seminar

Event juga memungkinkan brand untuk berinteraksi langsung dengan konsumen. Konsumen pun akan senang karena mendapat kesempatan untuk berkenalan lebih dekat dengan brand secara langsung.

5. Menjadi Sponsor Event

Selain berpartisipasi langsung dengan menggelar event, brand juga bisa menjadi sponsor event untuk meningkatkan brand awareness. Tentu saja brand perlu selektif untuk memilih event yang target audiens nya berkaitan dan relevan dengan bisnis. Atau bisa kita sebut juga, persona buyer yang mirip dengan brand kita.

Jangan sampai salah memilih event yang mempunyai persona buyer berbeda. Karena hal ini cenderung tidak berkontribusi apapun untuk kampanye kesadaran merek kita.

5. Brand Collaboration

Kolaborasi brand atau brand collaboration ternyata membawa banyak dampak positif untuk bisnis. Selain kolaborasi ini bisa berarti ekspansi produk, sebenarnya ini juga metode brand awareness modern yang menarik sekaligus memperluas jangkauan audiens.

Dalam kolaborasi ini, kita mendapat keuntungan dengan adanya audiens dari brand partner kolaborasi yang akhirnya jadi mengenal produk dan brand kita. Dari yang awalnya tahu menjadi kenal, bukan tidak mungkin mereka mulai penasaran dan jatuh hati.

Sama seperti saat kerjasama event, pertimbangkan untuk berkolaborasi dengan brand yang mempunyai jenis audiens mirip atau industri serupa.

6. Produk Gratis untuk Pelanggan

Produk gratis, dalam bentuk giveaway atau pembagian sampel bisa menjadi pintu masuk konsumen untuk mengenal lebih dekat tentang brand kita. Untuk menawarkan produk gratis ini, cara terpopuler adalah melalui platform media sosial.

Beberapa brand biasanya memberikan ketentuan tambahan dalam pemberian produk gratis ini. Dan tentu saja, ini hal yang mudah untuk pengguna media sosial. Biasanya brand akan meminta peserta untuk mengikuti akun medsos brand, dan mengajak teman untuk ikut bergabung.

Trik ini tentu saja simbiosis mutualisme. Di satu sisi konsumen senang karena mendapatkan produk gratis. Di sisi lain, brand juga senang karena mendapatkan iklan gratis dari kampanye ini. Sama- sama untung!

7. Kemasan Branded

Kemasan branded artinya adalah cara brand dalam mengemas produk mereka ke konsumen. Ini bisa berarti kemasan produk secara langsung untuk produk manufaktur dan industrial. Atau bisa juga penempelan logo atau atribut brand untuk jenis- jenis produk handmade.

Sedangkan untuk produk digital, kemasan branded juga bisa kita lihat melalui desain brand, penonjolan color brand (warna khas brand) dan logo.

8. Mengkombinasikan dengan Iklan Konvensional

Iklan konvensional melalui media- media offline seperti televisi, radio, dan reklame juga tidak bisa diremehkan. Beberapa iklan konvensional mempunyai jangkauan yang luas dan mempunyai gaya penyampaian pesan yang unik.

Maka dari itu, iklan konvensional bisa kita kombinasikan dengan iklan modern berbasis online. Dengan kombinasi periklanan yang beragam, kita bisa membidik beberapa jenis audiens sekaligus.

Sebagai contohnya, Gojek yang tetap memanfaatkan iklan televisi dan reklame, meski mereka juga jor- joran beriklan di media sosial.

Mengenal Word of Mouth & Strategi Ampuh Menciptakan WoM yang Efektif

Mengenal Word of Mouth & Strategi Ampuh Menciptakan WoM yang Efektif

Word of Mouth (WoM) memang bukan hal baru dalam dunia marketing. Teknik ini sangat populer, legendaris dan terbukti ampuh untuk mengangkat kinerja marketing sebuah branding. Sebagian dari kita mungkin juga sangat familiar dengan istilah WoM ini, ya kan?

Promosi ala WoM ini sebenarnya sering kita dengar dalam keseharian. Misalnya saat sedang ngobrolin skin care, ada seorang teman yang bicara tentang efektifnya salah satu merek skin care untuk wajahnya.

Teman kita mungkin tidak ada maksud untuk mempromosikannya. Dan kita pun tidak sedang merasa diajak mencoba sebuah produk. Tapi godaan untuk mencoba produk itu tiba- tiba bisa muncul sejak teman kita menceritakannya. Familiar dengan situasi ini?

Apa itu Word of Mouth (WoM)?

Pengertian Word of Mouth

Word of Mouth merupakan strategi pemasaran mulut ke mulut yang mengandalkan rekomendasi dan review dari konsumen, sehingga lebih meyakinkan orang- orang untuk mencoba sebuah produk atau jasa.

Dari kacamata marketing, Word of Mouth adalah bentuk komunikasi produk atau jasa oleh orang- orang independen. Mereka bukan berasal dari pihak penyedia barang atau jasa, bukan dari penjual. Karena itulah, kekuatan rekomendasi mereka mempunyai nilai lebih di mata calon pelanggan.

Dialog Word of Mouth berisikan testimoni, rekomendasi atau pengalaman mencoba sebuah produk. Misalnya saat teman berbicara tentang sebuah produk yang mereka coba sebelumnya, baik itu secara langsung atau pembicaraan melalui telepon, instant messaging, email dan media sosial.

Terutama di era digital seperti sekarang ini, WoM terutama dari media sosial mempunyai peranan penting. Mereka yang puas dengan produk dan layanan kita biasanya akan dengan senang hati membicarakan produk Anda.

Mereka mungkin memberi ulasan langsung di Google, atau bahkan membicarakan produk Anda di akun media sosial mereka. Semakin banyak pelanggan yang melakukannya ini untuk brand Anda, akan semakin banyak keuntungan yang brand peroleh.

Pengertian Word of Mouth Menurut Para Ahli

Selain itu, mari kita simak juga pengertian Word of Mouth (WoM) ini menurut para ahli :

  • Pengertian Word of Mouth menurut Hasan (2010), merupakan pujian, rekomendasi dan komentar pelanggan sekitar pengalaman mereka atas layanan jasa/ produk yang betul-betul mempengaruhi keputusan pelanggan atau perilaku pembelian mereka. 
  • Pengertian Word of Mouth menurut Lupiyoadi (2006:238), merupakan suatu bentuk promosi yang berupa rekomendasi dari mulut ke mulut tentang kebaikan dalam suatu produk. 
  • Menurut WOMMA (Word of Mouth Marketing Association), Word of mouth (WoM) adalah usaha pemasaran yang memicu konsumen untuk membicarakan, mempromosikan, merekomendasikan, dan menjual produk/ merek kita kepada pelanggan lainnya (Sumardy, 2011:68). 
  • Menurut Kotler dan Keller (2009:174), Word of Mouth Communication adalah komunikasi lisan, tertulis, dan elektronik antar masyarakat yang berhubungan dengan keunggulan atau pengalaman membeli atau menggunakan produk atau jasa.

Word of Mouth di Era Digital

Word of Mouth bekerja dengan baik melalui cara konvensional maupun digital. Di era digital, strategi Word of Mouth bisa semakin efektif karena bisa menjala pelanggan dalam skala yang lebih besar melalui berbagai platform modern.

Jika dengan cara tradisional rekomendasi hanya terbatas pada orang terdekat saja. Seperti teman, rekan kerja, saudara dan tetangga.

Maka di era digital, WoM bisa menjangkau lebih banyak orang karena keleluasaan akses. Anda bisa memanfaatkan website, media sosial, Google My Business, hingga marketplace untuk mengoptimalkan strategi Word of Mouth.

Semakin banyak review positif, maka eksposur dan social proof yang kita miliki akan semakin kuat. Akan semakin mudah untuk mendorong calon pelanggan potensial merapat ke brand kita.

Manfaat dan Keuntungan dari Word of Mouth

Menurut riset Nielsen, 92% orang akan lebih mempercayai produk yang berasal dari rekomendasi teman dan keluarga. Artinya, strategi Word of Mouth ini sangat efektif untuk mengoptimalkan trafik dan konversi produk Anda.

Berikut adalah beberapa keuntungan dari melakukan strategi marketing Word of Mouth :

1. Meningkatkan Kepercayaan

Keuntungan pertama dari strategi Word of Mouth adalah meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk dan jasa dari brand kita. Word of Mouth sering terjadi saat pelanggan merasa sangat puas dalam menggunakan sebuah produk.

Dan dalam cerita kepuasan atau pengalaman menyenangkan ini, ia akan percaya pada brand tersebut dan menularkannya pada orang lain. Rekomendasi yang ia ceritakan pada orang lain akan mendorong banyak orang untuk percaya pada kualitas produk tersebut.

2. Membangun Branding Positif

Untuk banyak bisnis baru, penting sekali untuk melakukan berbagai upaya agar brand mudah dikenal. Selain melakukan branding lewat media sosial dan platform lain, strategi Word of Mouth juga bisa menjadi media branding yang efektif.

Menurut Chron, kehadiran WoM akan membantu eksposur brand yang positif dan terlihat kredibel. Semakin banyak orang yang membicarakan manfaat dan sisi positif sebuah brand, maka brand akan semakin mudah dikenal.

Selain itu, tentu saja perusahaan perlu melakukan berbagai upaya- upaya lainnya untuk mengoptimalkan kinerja branding tersebut.

3. Relatif Mudah dan Tanpa Biaya Mahal

Word of Mouth adalah promosi gratis dari pelanggan untuk perusahaan. Ada juga perusahaan yang mendorong pelanggan nya untuk memberikan testimoni dengan iming- iming tertentu dengan biaya marketing yang terjangkau.

Tapi bahkan tanpa mengeluarkan budget khusus, perusahaan sudah bisa mendapatkan WoM dari pelanggan. Trik nya adalah menyediakan ruang atau sedikit dorongan untuk pelanggan berbicara tentang brand.

Misalnya saja, usai pelanggan selesai bertransaksi, mereka bisa mendapatkan campaign email marketing yang berisi ajakan untuk mengulas produk mereka di website atau di platform lain.

Jika pelanggan membeli lewat marketplace, Anda bisa mengirimkan pesan lewat media chat sebagai pengingat ulasan. Sangat mudah, kan?

3 Alasan Dasar yang Mendorong Orang Melakukan Word of Mouth

Menurut penulis buku Word of Mouth Marketing: How Smart Companies Get People Talking, Andy Sernovitz, ada tiga alasan dasar yang mendorong orang- orang melakukan WoM :

Word of Mouth Marketing: How Smart Companies Get People Talking, Andy Sernovitz

1. Orang menyukai produk yang mereka konsumsi

Karena rasa suka dan pengalaman menyenangkan, pelanggan akan dengan membahas tentang produk tersebut secara sukarela. Secara alami mereka akan terdorong untuk berbicara produk yang memberi manfaat untuknya.

2. Orang- orang merasa baik saat berbicara dengan sesamanya

Pembicaran mengenai WoM bukan terbatas pada fitur sebuah produk, melainkan masalah emosional. Saat memberikan rekomendasi, orang merasa lebih pintar, merasa membantu orang lain dan membuat mereka merasa berharga.

3. Komunikasi WoM membuat orang merasa terhubung dalam sebuah kelompok

Masih ada kaitannya dengan emosional, saat berbicara tentang sebuah produk yang mereka gunakan, orang- orang akan merasa terlibat dalam sebuah kelompok yang sama. Menyuarakan tentang produk menggambarkan tentang keinginan orang- orang untuk berada di kelompok yang sama.

Misalnya saat bicara soal marketplace, ada orang- orang yang merasa dengan bangganya menjadi Tim si Hijau atau Tim si Orange. Mereka merasa menjadi bagian dari komunitas tertentu.

Strategi Ampuh Mengoptimalkan Word of Mouth Marketing

Seperti yang Panda ungkapkan tadi, WoM tidak membutuhkan biaya yang mahal. Kendati begitu, kita perlu menyiapkan strategi yang efektif agar WoM dapat berjalan optimal.

Berikut adalah beberapa strategi yang ampuh dalam menerapkan WoM marketing :

1. Produk dan Layanan Berkualitas

Kunci utama dari Word of Mouth adalah pelanggan yang bahagia. Dan untuk membuat pelanggan bahagia, hal yang paling vital adalah menghadirkan produk dan layanan berkualitas.

Untuk itu, penting untuk brand bisa menerapkan excellent service/ pelayanan prima di dalam bisnisnya. Mulai dari penanganan pelanggan yang baik, ramah dan fast respon sejak awal, sabar dalam menangani komplain pelanggan, bisa memberikan solusi atas masalah pelanggan, hingga melakukan berbagai follow up dengan baik.

Dengan pelayanan prima tersebut, pelanggan akan mempunyai tingkat kepuasan tinggi terhadap sebuah brand. Mereka akan dengan senang hati merekomendasikan produk kita ke teman dan kerabat, atau menulis ulasan di media sosial.

2. Siapkan Media Komunikasi

Contoh email permintaan review

Untuk mendorong pelanggan dalam memberi review, berikan mereka media atau ruang untuk berkomunikasi. Selain media telepon dan aplikasi chat, cobalah mengaktifkan fitur ulasan di platform media sosial, mengatur review Google dan menyediakan kolom ulasan di website.

Untuk di Instagram, Anda bisa membuat highlight instastory khusus yang memuat testimoni atau WoM pelanggan. Saat ada pelanggan lain yang mengeksplorasi Instagram Anda dan membacanya, ini akan meningkatkan motivasi mereka untuk nantinya menulis testimoni versi mereka.

Bagaimana jika ada pelanggan menulis review negatif di ruang yang diberikan?

Tidak perlu panik. Justru Anda harus menanganinya dengan baik agar pelanggan juga melihat bahwa Anda bertanggungjawab terhadap keluhan yang masuk.

Anda juga bisa membaca artikel Panda sebelumnya : 3 Cara Efektif Mengatasi dan Merespon Review Negatif untuk mendapat insight tambahan.

3. Ciptakan Kampanye yang Menyentuh Sisi Emosional

Strategi selanjutnya untuk menerapkan WoM adalah membuat kampanye yang menyentuh sisi emosional pelanggan. Menurut Entrepreneur, cara ini akan berhasil untuk membuat brand lebih dikenali dan menjadi populer.

Saat brand terhubung secara emosional dengan pelanggan, produk mereka akan lebih sering dibicarakan. Seperti yang Panda sebutkan sebelumnya, Word of Mouth akan bekerja dengan baik saat pelanggan mempunyai pengalaman menyenangkan terhadap produk.

4. Menggunakan Jasa Influencer

Brand Endorsement, untung atau rugi?

Selain mendorong WoM secara alami, perusahaan juga bisa menggunakan strategi influencer marketing untuk mengoptimalkan WoM. Dengan strategi ini, brand bisa menjangkau lebih banyak pelanggan.

Selain itu, influencer juga sudah banyak mempunyai follower dan apa yang menjadi rekomendasi mereka cenderung mudah diikuti oleh follower mereka. Influencer juga bisa mengoptimalkan branding dan berpotensi meningkatkan awareness sebuah brand dan produk.

Namun, memilih influencer juga tidak boleh sembarangan. Anda bisa membaca artikel Panda : Cara Cerdas Memilih Influencer Endorser yang Tepat untuk Bisnis untuk rekomendasi memilih influencer.

5. Buat Pelanggan Merasa Terlibat

Untuk terhubung dengan pelanggan, buat mereka merasa terlibat dengan brand dan produk Anda. Di media sosial misalnya, cobalah untuk melibatkan pelanggan dengan konten Anda.

Posting konten foto pelanggan saat menggunakan produk, lalu mention dan tag mereka. Atau bisa juga membuat strategi konten yang relate dengan masalah mereka sehari- hari dan ciptakan caption yang mendorong mereka untuk berkomentar. Respon komentar yang mereka berikan untuk membuat mereka merasa terhubung.

6. Minta Feedback Pelanggan

Meminta feedback pelanggan bisa membantu brand untuk mengevaluasi kinerja pelayanan dan produk. Jika ada kualitas produk dan layanan yang menurun, brand segera mengetahuinya.

Alhasil, perusahaan bisa terus memperbaiki layanan dan menciptakan produk inovatif secara kontinyu. Dengan begitu, pelanggan selalu punya alasan untuk membicarakan produk dari brand.

7. Menjaga Hubungan Baik dengan Pelanggan

Loyalty Program

Customer relation atau menjaga hubungan baik dengan pelanggan sangat penting untuk kelangsungan bisnis jangka panjang. Menurut The Balance SMB, hubungan yang erat antara pelanggan dan brand akan lebih mudah mendorong mereka untuk merekomendasikannya pada orang lain.

Brand mungkin perlu menciptakan strategi dalam membina hubungan ini dengan menerapkan loyalty program. Semakin loyal pelanggan, maka semakin mudah untuk mereka merekomendasikan dan tentu saja, tetap menjadi pelanggan setia di sebuah bisnis.

Kesimpulan

Strategi marketing Word of Mouth (WoM) adalah teknik pemasaran yang tidak pernah usang. Dampak dari WoM ini memang seringkali tidak terlihat secara langsung, namun sangat berkontribusi untuk kelangsungan bisnis dalam jangka panjang.

Selain menjadi promosi gratis untuk sebuah brand, WoM juga menjadi salah satu cara untuk membangun kepercayaan dan branding positif. Social proof dari WoM akan berdampak secara psikologis untuk mempengaruhi keputusan pelanggan dalam membeli.

Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menerapkan strategi Word of Mouth ini. Bisa kita lakukan secara gratis atau dengan modal yang tidak terlalu besar. Mulai dari menyajikan pelayanan prima, menyiapkan media komunikasi, menciptakan kampanye yang emosional, menggunakan jasa influencer, dan menjaga hubungan baik dengan pelanggan.

Beberapa poin tersebut bahkan bisa Anda mulai saat ini juga.

Selamat mencoba!

Bagaimana Cara Meningkatkan Penjualan Melalui Branding?

Bagaimana Cara Meningkatkan Penjualan Melalui Branding?

Dalam digital marketing, kita sering berbicara tentang bagaimana cara meningkatkan penjualan melalui branding, dengan membawa contoh logo terkenal dari perusahaan sukses dan membujuk mereka untuk membuat identitas perusahaan mereka sendiri. Ini adalah hal yang kita semua bisa lakukan.

Di sisi lain, bicara tentang kebutuhan membuat merek dan logo, kita sering dihadapkan pada masalah tertentu. Terutama tentang mengapa kita sering membayar secara berlebihan?

Pertama-tama, kita membayar lebih untuk kepercayaan kita dalam pembelian tanpa konsultasi dan ulasan yang tidak perlu. Produk apa pun bisa memiliki kualitas yang tinggi. Tetapi logo dengan sejarah yang kaya dan penggemar yang banyak mengembangkan kepercayaan pada suatu produk atau layanan.

Produk seperti ini memberitahu konsumen bahwa jika mereka menyelesaikan pembelian ini, mereka tidak sedang membuang-buang uang, tetapi mengambil sesuatu yang sangat berharga.

Di waktu yang sama, apa yang diceritakan oleh produk yang bagus, tetapi tidak bermerek di tempat yang sama? Tidak ada.

Dalam artikel Panda kali ini, kita akan membahas bagaimana membuat produk dan layanan “tuli” yang mampu menarik khalayak secara tepat sasaran dan meningkatkan penjualan perusahaan.

Bagaimana Cara Membuat Merek yang Kuat

Pengaruh dan manfaat branding

Merek mempunyai pengaruh yang kuat terhadap penjualan jangka panjang. Dan saat kita menyadari hal ini, penting untuk mencari tahu bagaimana langkah awal membangun merek dan bagaimana cara mencapai hasil yang sama dengan logo kita. Karena komponen visual merek dimulai dengan logo.

Meski begitu, membuat logo bukan lagi perkara sulit di era digital sekarang ini. Ada begitu banyak layanan online yang membantu Anda menciptakan logo dengan mudah dan tidak memakan waktu.

Misalnya, Logaster menawarkan untuk membuat logo dan seluruh style perusahaan hanya dengan beberapa klik. Anda bisa melakukan pendekatan terbaik dalam membuat logo dengan merek Anda sendiri dalam beberapa menit.

Di tahap awal, Anda perlu membedakan dengan jelas antara konsep logo dan merek. Kembali ke situasi dengan konter dan produk yang mengisyaratkan di atasnya, kita dapat menyimpulkan bahwa kita tidak mempercayai sebuah gambar saja, yaitu logo. Tetapi kita mempercayai seluruh mereknya, yaitu pengalaman dan pencapaian perusahaan yang kita ketahui.

Dan logo dalam hal ini memungkinkan kami untuk mengidentifikasi perusahaan di balik produk tersebut. Artinya logo merupakan komponen penting dari branding. Namun ada elemen lain yang perlu diperhatikan.

Kualitas dan Harga

Kualitas produk atau layanan Anda harus dikonfirmasi dengan harga. Terkadang, tanpa konsultasi yang tepat waktu, konsumen mungkin menganggap produk yang lebih mahal memiliki kualitas yang lebih tinggi. Ini adalah persepsi yang sulit kita hindari.

Kendati begitu, Anda juga bisa kehilangan pelanggan dengan trik ini. Misalnya, merek Lexus diciptakan oleh Toyota Motors secara khusus untuk membedakan lini andalannya dengan slogan “The Unstoppable Rush for Success”. Mobil mewah kini hadir dalam 10 merek Jepang dengan harga pasaran.

Jika kebijakan penetapan harga Anda tidak melibatkan peningkatan harga untuk produk atau layanan yang bersaing, fokuslah pada penganggaran pembelian ini. Dengan menggunakan iklan dan petunjuk sederhana, biarkan pelanggan memahami bahwa fungsi dan kualitas produk Anda tidak kalah dengan yang diberikan oleh produsen yang lebih populer.

Ketidakkonsistenan kualitas hingga harga tinggi dapat berdampak buruk pada sikap pelanggan Anda terhadap perusahaan. Lebih baik mengandalkan sekelompok pembeli yang bersedia mempertaruhkan kualitas produk atau layanan dengan biaya rendah.

Perbedaan dalam menarik pelanggan

Cara membuat buyer persona
Infografis Buyer Persona/ via Slidesgo

Seberapa baik Anda mengenal audiens target atau buyer persona Anda?

Analisis ini diperlukan untuk mengembangkan strategi daya tarik pelanggan yang baik. Mempertimbangkan karakteristik audiens Anda diperlukan tidak hanya dengan menyediakan produk dan layanan, sambil mengembangkan identitas perusahaan dan memilih cat dinding di toko atau kantor.

Penting untuk selalu mengingat preferensi pelanggan potensial Anda dan bekerja dengan mereka, hanya dengan menggunakan metode dan pendekatan yang sesuai.


Artinya, saat membuka kamar bayi, Anda perlu mempertimbangkan layanan seperti apa yang akan diterima oleh orang tuanya, serta penawaran seperti apa yang akan menarik minat seorang anak untuk masuk ke ruang bermain Anda.

Jika ini tampak seperti tugas yang sulit, maka mari kita ingat Walt Disney. Dia tidak berhenti di industri utamanya, yaitu animasi. Dia juga mengambil resiko untuk membeli 60 hektar tanah di New Orleans, dimana dia membangun Disneyland dengan slogan “Tempat paling bahagia di dunia.”

Pendekatan baru untuk menarik pelanggan ini sangat menggembirakan dan meningkatkan penjualan perusahaan secara signifikan. Analisis fitur pelanggan Anda dan lakukan eksperimen dengan pendekatan untuk menarik pelanggan baru.

Bekerja dengan Pelanggan

Klien yang tersinggung bukanlah kerugian tunggal, tetapi virus yang menyebarkan ulasan negatif tentang perusahaan di mana pun memungkinkan. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya kehilangan pelanggan saat ini, tetapi juga pelanggan potensial. Hal ini penting untuk menghindari kelalaian dalam berkomunikasi dengan pelanggan.

Tidak masalah apakah Anda sedang melakukan dialog atau saling mengirim email, tunjukkan minat Anda dalam memecahkan masalah. Klien harus tahu bahwa bekerja dengan Anda aman. Selain itu, ketertarikan pada pendapat dan evaluasi pelanggan dapat membuka cara pengembangan perusahaan yang lebih prospektif bagi Anda.

Jadi perusahaan terkenal di dunia LEGO dan slogannya “Anak-anak Membantu Kami sebagai Contoh”, di pertengahan tahun 60-an menjadi yang pertama mendengarkan keinginan pelanggan. Ini mereka lakukan sebelum mulai mengembangkan produk baru.


Tindakan ini ternyata membantu perusahaan menyelesaikan salah satu proyek paling sukses: membuat rel kereta api dari balok, yang mendatangkan keuntungan besar bagi pemiliknya.

Jangan menunda-nunda, pelajari bagaimana menanggapi pelanggan dengan cepat. Ini menciptakan citra perusahaan Anda yang menguntungkan. Cara Anda berkomunikasi dengan pelanggan, suasana hati, dan gaya percakapan Anda dapat secara langsung mempengaruhi penjualan.

Seringkali, setelah berbicara dengan konsultan berpengalaman, klien melakukan pembelian yang sebelumnya tidak direncanakan. Selain itu, memahami prinsip dasar psikologi akan membantu Anda menarik minat pembeli dan menginspirasi kepercayaan padanya. Tapi ini membutuhkan dialog. Jangan takut untuk berbicara dengan pelanggan Anda.

Style yang Kreatif

Referensi logo populer dunia

Ciptakan styleperusahaan Anda yang khas dan pertahankan. Sehingga akan memudahkan pelanggan Anda untuk dengan kompak membentuk citra perusahaan Anda.

Style asli ini tidak hanya mencakup warna korporat atau penggunaan logo perusahaan. Ini juga tentang cara konten dibuat: tema dan style yang akan mendominasi blog atau media sosial Anda.

Dianjurkan untuk memposting foto produk atau komponen visual lainnya yang digabungkan satu sama lain ke sumber daya web Anda, menciptakan citra asli perusahaan. Untuk melakukan ini, Anda bisa menyewa fotografer atau cukup menggunakan kamera smartphone.

Bagaimanapun, setiap elemen gaya Anda harus secara harmonis menonjolkan kreativitas perusahaan Anda. Jaga hal ini.

Transparansi dan Kejujuran

Jangan mencoba menipu klien. Ini adalah sesuatu yang dapat menghancurkan hubungan kepercayaan Anda dengannya untuk waktu yang lama, atau bahkan selamanya. Bersikaplah sangat jujur tentang keuntungan dan kerugian produk Anda.

Jangan menggunakan konten manipulatif yang kompleks dalam email, iklan, artikel, dll. Konsumen tidak suka jika seseorang membodohinya. Selain itu, mereka dengan cepat merasakan ketidaktulusan merek Anda.

Cara terbaik adalah mencoba menciptakan persahabatan khusus dengan pelanggan. Untuk ini, bersikaplah terbuka.

  • Ceritakan pelanggan kisah perusahaan Anda di bagian “Tentang Kami” di laman website.
  • Bagikan prinsip perusahaan Anda dengan memposting foto atau informasi mengenai acara atau organisasi yang Anda dukung.
  • Ulasan pelanggan sebenarnya diperlukan, baik positif maupun negatif, sebagai social proof. Tidak ada yang mempercayai bahwa 100% pengguna menyukai produk.
  • Tuliskan deskripsi produk sebenarnya. Penting halnya bagi orang-orang untuk mengetahui untuk apa sebenarnya mereka mengeluarkan uang mereka.
  • Berikan jaminan perlindungan atas data privasi konsumen. Penting bahwa informasi pelanggan dari merek Anda tidak tersebar atau bocor di tempat lain.

Dorong Aktivitas Pelanggan

Buat platform untuk diskusi di halaman media sosial Anda, tempat pelanggan dapat berbagi pengalaman dan perasaan setelah pembelian. Buat penawaran khusus yang memotivasi mereka untuk memposting foto dengan merek Anda atau meninggalkan komentar. Yang terpenting, pelanggan mempercayai ulasan pelanggan lain.

Jadi cobalah untuk membuat halaman Anda terbuka untuk diskusi. Tarik pengunjung untuk berpartisipasi dalam polling dan aktivitas lainnya. Ini akan membantu menciptakan sekelompok orang yang menyukai produk dan layanan Anda.

Ini juga akan menciptakan perasaan keluarga besar yang ramah di antara pengguna. Dengan demikian, akan mengurangi risiko pelanggan pergi ke kompetitor.

Semua aspek bisnis ini merupakan komponen integral dari merek, yang akan membuat produk Anda berbicara sendiri dan mengajarkannya untuk memotivasi konsumen agar menjadi pelanggan Anda. 

Bagaimana Menarik Pelanggan dengan Mengubah Persepsi Merek?

Font untuk mendesain logo brand perusahaan terkenal

Mari kita pertimbangkan lagi situasi dengan produk bermerek di konter toko. Jika pilihan konsumen sudah jelas, maka semuanya baik-baik saja dan perusahaan tidak perlu khawatir. Tetapi bagaimana jika ada merek terkenal lainnya di samping produk Anda?

Kemungkinan besar ini akan terjadi. Memang, daya saing di pasar modern gila-gilaan. Tidak mungkin akan ada setidaknya satu niche dimana startup baru tidak perlu berjuang untuk mendapatkan tempat.


Tetapi bahkan jika Anda berhasil menemukan jalur baru dalam pemasaran, pastikan Anda tidak sendirian di sana untuk waktu yang lama. Pasar menciptakan berbagai macam produk untuk audiens dan, karenanya, persaingan yang lebih besar untuk perusahaan. Oleh karena itu, menciptakan merek saja tidak cukup; jaga daya saingnya juga.

Kesan Pertama

Startup yang melibatkan penyewaan atau kepemilikan real estate: perusahaan katering, sekolah swasta, pencucian mobil, dll, tampaknya kesan pertama pelanggan hanya dibuat oleh interior dan layanan. Tetapi Anda perlu melihat lebih jauh dan memikirkan tentang jalur lain yang ada antara Anda dan audiens target.

Anda harus mempertimbangkan semua opsi yang memungkinkan untuk bertemu dengan klien potensial: Landing page, kartu nama, iklan, dll. Untuk melangkah di jalur ini, ada baiknya mempertimbangkan preferensi audiens target Anda.

Konsistensi

Kami memiliki sedikit kepercayaan pada orang-orang yang tidak konsisten dalam cara bicaranya dan sering mengubah vektor kehidupan mereka. Dalam pemasaran, keragaman semacam itu dapat berdampak negatif pada status perusahaan Anda.

Untuk mempertahankan citra dengan cara yang jelas dan familiar bagi konsumen, Anda perlu membuat strategi promosi merek yang jelas dan mengikutinya. Penting juga untuk memantau hasil yang ditampilkan Google saat menelusuri informasi tentang perusahaan Anda.

Jika beberapa informasi tidak sesuai dengan perusahaan Anda, hapus dengan menghubungi penulis atau Google secara langsung.

Loyalitas

Loyalitas pelanggan mempercepat pertumbuhan pelanggan baru dan meningkatkan repeat order. Bersikaplah ramah dengan pelanggan Anda dan tunjukkan kepada mereka kesediaan Anda untuk membantu.

Untuk melakukan ini, yang terbaik adalah menggunakan email, di mana Anda dapat memberitahu pelanggan tentang penawaran khusus. Jumlah email penawaran perlu kita sesuaikan dengan kebutuhan. Jika Anda tidak memiliki apa-apa untuk dideklarasikan, cobalah mengirim email untuk mengingatkan mereka tentang diri Anda. 

Dengan menggunakan tip-tip ini, merek Anda akan segera berbicara kepada audiens target Anda dengan lebih percaya diri dan lebih keras daripada pesaing Anda.

Tapi pertama-tama, ambil langkah pertama untuk menciptakan merek perusahaan Anda yang kuat dan efisien, dengan membuat logo yang merepresentasikan seluruh gaya perusahaan sekarang.

Jangan lupa juga, ini bukan masalah: dengan layanan online, membuat logo profesional untuk merek Anda hanya memakan waktu beberapa menit saja.