15+ Ide Konten TikTok untuk Promosi Bisnis Online

15+ Ide Konten TikTok untuk Promosi Bisnis Online

Ide konten TikTok yang seperti apa yang cocok untuk promosi bisnis online kita ya?

Jika saat ini Anda sedang mencoba untuk menggunakan media TikTok sebagai channel baru untuk mengoptimalkan bisnis, mungkin ini yang sedang ada di pikiran Anda. Belakangan ini TikTok memang semakin populer di ranah media sosial.

Data terbaru dari Hootsuite menyebut bahwa TikTok telah berhasil meraih 800 juta pengguna aktif per bulan. Jumlah ini bahkan berhasil mengalahkan media sosial yang sudah hadir lebih dulu, seperti LinkedIn, Twitter, Snapchat, dan Pinterest.

Dengan insight ini, rasanya nyemplung ke TikTok akan membuka peluang baru untuk bisnis Anda. Tapi, konten seperti apa yang sesuai untuk promosi bisnis kita? Dance viral, voiceover, duet with me… atau video kreatif lainnya?

Konten video tentunya harus relevan tapi juga berpeluang masuk FYP agar promosi kita menjangkau lebih banyak audiens.

Apa itu FYP (For Your Page)?

FYP (For Your Page) merupakan fitur halaman rekomendasi di aplikasi TikTok yang akan muncul pertama kali saat kita membuka aplikasi TikTok. Halaman ini terletak di bagian dengan icon home dan berisikan video- video yang menurut TikTok layak untuk diunggulkan dan menjadi rekomendasi.

Karena menjadi featured video, deretan video yang muncul di FYP ini akan mendapatkan limpahan view yang banyak dari pengguna TikTok. Itulah mengapa banyak pengguna TikTok sangat ingin video mereka berhasil masuk ke FYP.

Karena masuk FYP sama artinya dengan video mereka akan, sedang dan semakin populer.

Inspirasi Ide Konten TikTok untuk Promosi Bisnis

Kira- kita konten seperti apa saja yang sesuai untuk promosi bisnis di TikTok? Berikut adalah deretan ide yang dapat Anda coba :

1. Konten dengan Hashtag Challenge

Seperti yang Panda ulas sebelumnya di Strategi Marketing TikTok, konten dengan hashtag challenge akan selalu menarik perhatian audiens TikTok. Konten ini sendiri merupakan konten tantangan khusus untuk para pengguna TikTok.

Salah satu brand yang berhasil dengan hashtag challenge ini adalah Tokopedia dengan #TokopediaHaul dan Indomie dengan #GoyangHotJeletot untuk mempromosikan varian Hype Abis.

Ide konten TikTok untuk promosi bisnis dengan hashtag challenge #TokopediaHaul
Konten TikTok dengan hashtag #TokopediaHaul

Mengapa banyak brand besar juga ikut menggunakan strategi ini? Selain mengoptimalkan strategi viral marketing, brand juga mendapatkan user generated content alias konten yang dibuat pengguna produk.

Dengan trik ini, promosi bisa berjalan secara masif tanpa harus repot menghasilkan banyak ide sekaligus. Menarik untuk kita contek? Panda sih yes!

2. Product Launching

Contoh konten produk launching di TikTok

Jika akun TikTok Anda sudah cukup established, TikTok bisa menjadi pintu perkenalan yang efektif untuk produk baru Anda ke audiens. Buatlah beberapa seri konten product launching yang saling berkaitan satu sama lain.

Konten pertama berisi video singkat tentang spoiler produk. Ciptakan konten video dengan angle yang membuat orang penasaran, deg- degan, atau menduga- duga itu tentang apa. Di seri selanjutnya, kita bisa memberi spoiler lebih lanjut dan menyisipkan alasan dibalik pembuatan produk tersebut.

3. Edukasi Produk & Brand

Ide konten TikTok tema edukasi untuk promosi bisnis

Bicara tentang konten edukasi, pengguna TikTok bisa mengemas konten jenis ini dengan ringan dan fun. Artinya, ini bukan konten edukasi boring dengan cara lama. Gunakan gerak tubuh, tampilkan spoiler fitur, gunakan mimik wajah, dan sebagainya.

Kita tidak akan membuat konten yang berat- berat di TikTok karena environment di platform ini adalah fun. Semakin fun konten edukasi kita, maka akan semakin mudah diterima audiens dan berpeluang masuk FYP.

Beberapa ide untuk membuat konten edukasi produk dan brand di TikTok :

  • FAQ atau tanya jawab
  • Cerita pendek tentang brand
  • Jenis produk yang best seller
  • Informasi spesifikasi atau bahan membuat
  • Kenapa konsumen banyak memilih produk ini daripada …

Sekali lagi, pastikan konten yang akan kita buat nanti ringan dan fun yaa.

4. Tutorial

Konten TikTok tema Tutorial

Untuk produk dengan tingkat kompetisi tinggi seperti skincare atau make up, kita perlu membangun strategi konten yang manis untuk menarik perhatian calon pelanggan. Kabar baiknya, dua jenis konten ini bisa menciptakan variasi ide konten TikTok yang beragam.

Salah satunya adalah konten tutorial make up yang selalu membuat orang penasaran dan tertarik. Dengan menghadirkan tutorial make up dan skin care, audiens biasanya mereka tertarik untuk berinteraksi dengan konten kita, follow akun dan selangkah lebih dekat dengan melakukan pembelian.

Membuat konten tutorial akan lebih mudah jika kita selalu mengikuti tren. Terutama dalam hal make up dan fashion, tren akan selalu ada dan berubah. Jadi, buatlah tutorial konten yang fresh dan menarik untuk pengguna TikTok.

5. Produk

Selain membuat konten edukasi dan tutorial, jangan lupa juga untuk menyajikan konten tentang produk kita sendiri. Kita mungkin sudah sering melihat video tentang produk di TikTok dan terinspirasi dengan bagaimana orang- orang membuat konten produk terasa mudah.

Yes, karena konsep dari TikTok sendiri adalah memamerkan sesuatu dengan tema yang ringan tapi bisa sama- sama dinikmati. Kadang video merupakan gabungan dari foto- foto dengan konsep kolase atau kombinasi dengan video.

Kita cukup menggunakan kamera smartphone dan mengambil video dan foto produk menarik dengan alat- alat sederhana. Alat- alat ini misalnya cermin, background yang rapi dan aesthetic, aksesoris pendukung untuk mempermanis.

Anda juga bisa meniru trik pamer produk yang sudah lebih dulu muncul di FYP. Misalnya untuk produk fashion, bisa menampilkan atraksi pergantian baju dalam beberapa gerakan. Saat meniru konsep yang sudah ada di FYP, konten kita juga berpeluang masuk ke FYP karena mengikuti apa yang sudah trend.

6. Workspace Tour

“Kenal kita lebih dekat yuk…. Sini- sini masuk rumah dulu, kita keliling buat lihat- lihat apa yang di dalem yaa..”

Kurang lebih seperti itu. Kira- kira apa yang audiens rasakan jika situasi real nya persis seperti dialog itu? Mereka akan merasa kalau pemilik rumah atau pemilik toko adalah orang yang ramah, nyaman dan membuat kita tertarik untuk eksplor lebih jauh.

Sama halnya dengan konsep konten workspace tour. Jenis konten ini seperti menarik pelanggan untuk mengenal kita lebih dekat, dan merasa lebih kenal. Kalau sudah merasa kenal dan dekat, selanjutnya mereka akan lebih sering berinteraksi dan lebih trust untuk bertransaksi.

Dalam membuat ide konten TikTok untuk promosi ini, cobalah untuk mengatur kantor atau ruang produksi sesuai kebutuhan. Tunjukkan bagaimana suasana saat tim sedang bekerja, menyusun inventori dan menyiapkan pesanan pelanggan.

Saat audiens menikmati konten ini, maka sejak itulah mereka menjadi sahabat Anda yang lebih dekat.

7. Behind The Scene (BTS)

Setelah membuat konten produk yang fun dan workspace tour yang ramah, konten behind the scene akan semakin meningkatkan engagement rate di TikTok. Video BTS ini tidak perlu yang rumit, cukup buat video sederhana yang menampilkan toko Anda hanya menggunakan produk berkualitas, memproses pesanan dengan hati- hati, teliti dan penuh kegembiraan.

Buat konten BTS Anda sebagai salah satu konten yang penuh dengan energi positif untuk disalurkan ke audiens. Saat melihatnya, audiens akan merasa semakin terhubung dan kagum dengan semua proses di belakang.

8. Packaging dan Shipping

Coba deh sekali- kali membuat konten saat proses packaging banyak pesanan dari pembeli. Bukan sekedar pamer, tapi ini adalah cara untuk menunjukkan social proof bahwa produk benar- benar diminati dan toko Anda terpercaya.

Menampilkan social proof akan meningkatkan psikologis audiens yang awalnya cuek atau takut bertransaksi meningkat ke arah kepo dan mulai tertarik untuk berinteraksi hingga membeli.

Untuk pelanggan yang sudah pernah membeli, ada kepuasan tersendiri saat mereka melihat bagaimana seorang seller memproses pesanan mereka. Tidak jarang ini memancing mereka untuk berkomentar, “Wahhhh… ini salah satu paketku ada di sana nih minn :D”

9. Testimoni

Testimoni juga bisa menjadi ide konten TikTok untuk promosi bisnis online kita selanjutnya. Bukan hanya di TikTok, di platform manapun Testimoni akan selalu mempunyai bobot lebih. Karena dengan hadirnya testimoni, bisa memperkuat efek trust dari produk dan toko itu sendiri.

Selain menggunakan konten testimoni dengan tampilan biasa, cobalah untuk membuat konten testimoni dengan melakukan mention, dan duet/ stitch.

10. Company Profile

Alih- alih membuat konten penjabaran tentang brand, kita bisa membuat konten cerita dibalik berdirinya brand itu sendiri. Kita bisa mengemasnya dengan konsep story telling yang ringan, fun, dan menyentuh sisi emosional audiens.

Sebagai ide, cobalah menceritakan motivasi dan alasan dari berdirinya bisnis Anda. Bisa juga menunjukan portofolio dan mengajak orang- orang yang pernah terlibat dalam bisnis Anda.

11. Success Story

Konten Success Story di TikTok

Kisah manis dengan muatan success story juga bisa menjadi ide konten TikTok yang menarik untuk promosi bisnis. Selain itu, tipe konten Success Story bisa memperkuat branding.

Salah satu ide yang dapat Anda gunakan adalah menampilkan foto keadaan perusahaan dulu dan sekarang, atau membuat timeline kisah yang menjadi titik balik bisnis Anda.

Kabar baiknya, kisah Anda bisa memotivasi audiens yang saat ini dalam situasi terpuruk. Mereka yang relate dengan konten tersebut kemudian akan merasa terhubung dan merasa dekat dengan brand Anda.

12. Aktivitas/ Rutinitas (Day in My Life)

Bicara rutinitas bukan berarti kita bicara tentang hal yang selalu membosankan. Kenyataannya, orang zaman now semakin mudah penasaran dengan rutinitas orang lain. Itulah salah satu alasan mengapa konten seperti vlog atau Day in My Life cukup populer.

Dalam konten ini, pemilik bisnis atau siapapun akan mengungkap sisi personal dirinya. Ini mencakup kebiasaannya, rutinitas nya, atau bahkan saat berkaitan dengan pelanggan.

Nah, untuk membuat konten yang menarik, pemilik bisnis juga bisa memperlihatkan aktivitas personalnya lewat konten. Misalnya saat menyiapkan bahan produksi, menghandle klien, mendapatkan pesanan yang tidak biasa atau reaksi saat mendapat testimoni.

Dengan cara ini, audiens akan merasa semakin dekat dengan brand sekaligus kehidupan si pemilik bisnis.

13. Meet The Team

Hubungan antara pemilik bisnis dan karyawan nya bisa menjadi isu sekaligus daya tarik untuk sebuah perusahaan. Menjadi isu saat hubungan perusahaan dan karyawan tidak baik, kemudian terekspose ke audiens bahwa perusahaan telah mengeksploitasi karyawan dengan image negatif.

Sebaliknya, jika perusahaan, owner dan karyawan mempunyai hubungan yang hangat, maka atmosfer positif bisa terbawa ke audiens. Audiens akan lebih respect dengan brand kita. Dan tentu saja, ini bisa menjadi ide konten yang menarik untuk TikTok dan platform media sosial lain yang Anda miliki.

Jenis konten ini sekaligus menjadi bukti bahwa perusahaan bukan hanya mengapresiasi karyawannya, tapi juga merawat reputasi bisnis nya dengan baik. Jadi, di satu kesempatan, buatlah konten dimana Anda memperkenalkan anggota tim satu per satu dan beritahu audiens kontribusi menarik mereka terhadap tim.

14. Pengumuman/ Announcement

Di media mana saja biasanya perusahaan Anda memberitahukan pengumuman untuk audiens? Waktu libur, perubahan alamat atau perubahan kebijakan toko misalnya?

Jika sebelumnya Anda menggunakan email, Facebook dan Instagram, kini saatnya untuk turut melibatkan TikTok.

Konten ringan ala TikTok akan membuat brand Anda menghadirkan konten announcement yang fun, ringkas dan menarik untuk audiens. Jadi, mulailah untuk melakukan ini juga di TikTok.

15. Promo Toko

Yang tidak kalah pentingnya, jangan lupa untuk mengkonfirmasikan promo yang sedang berlangsung sebagai campaign konten di TikTok juga. Konten promo disini tentu saja yang mengarah ke hard selling ya.

Jadi selain kita melakukan teknik pendekatan yang soft, kita juga melakukan pendekatan hard dengan membuat konten produk dan juga promo yang sedang berlangsung. Untuk konten- konten seperti ini, jangan lupa untuk menutup konten dengan call to action yang mengarahkan audiens ke website atau mengarah ke closing.

16. Kolaborasi dengan Influencer

Brand Augmented Reality di TikTok Ads

Selain membuat konten mandiri yang benar- benar seputar brand dan toko Anda, kolaborasi dengan influencer juga bisa menjadi jurus ampuh dalam promosi di TikTok.

Sama seperti influencer di Instagram, menggunakan jasa influencer di TikTok juga berperan untuk mengoptimalkan eksposur terhadap brand.

Cobalah mulai membuat daftar influencer yang relevan dengan brand dan audiens Anda, dan analisa performa akun serta konten mereka. Setelah menemukan influencer yang cocok, ajak mereka untuk berkolaborasi mempromosikan bisnis kita dengan konten yang menarik. Setelah itu, jangan lupa untuk melakukan evaluasi kinerja influencer yang ANda lakukan ya.

Sudah Siapkan Mengeksekusi Ide Konten TikTok mu untuk Promosi Online?

Ada banyak ide konten TikTok yang bisa kita gunakan untuk promosi bisnis kita secara online. Dengan jumlah audiens aktif yang semakin besar, jelas TikTok merupakan salah satu platform media sosial yang bisa menyumbang kontribusi positif untuk akun kita.

Kuncinya adalah dengan menyajikan konten yang relate dan relevan dengan audiens ala  TikTok. Sebagian besar pengguna TikTok adalah fans dari konten- konten yang ringan dan fun. Jadi, sering- seringlah menciptakan konten menarik dengan kriteria tersebut.

Selamat mencoba!

6 Point Penting Strategi Content Marketing untuk Brand dan Bisnis

6 Point Penting Strategi Content Marketing untuk Brand dan Bisnis

Dalam bisnis digital, content marketing adalah salah satu hal penting yang tidak boleh luput dari perhatian kita. Mengapa begitu? Apa sebenarnya content marketing itu? Bagaimana penggunaan content marketing yang hebat bisa membantu seseorang dalam mengembangkan bisnis mereka? Dirangkum dari berbagai sumber kredibel, artikel ini akan membahas secara lengkap tentang dasar- dasar content marketing dan semua hal yang perlu Anda ketahui tentang content marketing.

Content Marketing, Nyawa Digital Marketing

Tanpa mengetahui apa itu content marketing, Anda sebenarnya sudah melihat content marketing dimana- mana. Misalnya saja di aplikasi, subscriptions, ebook, banner iklan digital, dan lain sebagainya.

Bisa dibilang, content marketing adalah nyawa dari sebuah campaign promo yang dilakukan oleh berbagai jenis dan ukuran bisnis, baik itu bisnis kecil, menengah, atau besar. Terutama untuk Anda yang terjun ke bisnis digital, content marketing adalah salah satu esensi penting yang wajib Anda pelajari.

Untuk menjawab rasa ingin tahu Anda, berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang sering muncul terkait content marketing.

Apa itu Content Marketing?

Content marketing adalah teknik pemasaran dalam menciptakan dan mendistribusikan konten yan gbernilai, relevan, serta konsisten untuk menarik perhatian audiens yang ditargetkan. Goal utamanya adalah menggiring customer untuk melakukan tindakan yang menguntungkan brand atau perusahaan.

Apa saja yang Bukan Bagian dari Content Marketing?

Ada beberapa yang beranggapan kalau content marketing termasuk bagian dari iklan tradisional. Namun nyatanya, asumsi ini salah besar.

Content marketing bukan bagian dari iklan tradisional yang akan mengganggu audiens Anda, apalagi meminta mereka untuk membeli. Namun, Anda bisa menggabungkan content marketing dengan pemasaran tradisional sebagai rekan kerja.

Penggunaan content marketing akan membantu audiens Anda untuk memanfaatkan media blog, media sosial, dan alat- alat lain sebagai saran untuk mendistribusikan pesan Anda.

Penggabungan content marketing cara baru dan cara lama yang bekerja secara beriringan dapat menciptakan pertumbuhan dan menghubungkan audiens Anda ke sales funnel Anda. Hal ini akan membuat strategi pemasaran Anda semakin kuat dan kokoh.

Bagaimana Jika Saya Tidak Ingin Menjadi Content Marketer? Apakah itu Sebuah Keharusan?

Tidak, Anda tidak harus menginvestasikan waktu dan energi Anda ke dalam strategi content marketing.

Namun, sangat disayangkan jika Anda mengabaikan potensi content marketing yang bisa membantu bisnis Anda untuk tumbuh dan berkembang dengan lebih baik. Anda juga akan kehilangan kesempatan besar dalam menciptakan pengikut dan pelanggan loyal, membangun kesadaran merek Anda, meningkatkan penjualan repeat customer, dan mendorong kampanye penjualan yang lebih sukses.

Tanpa disadari, kini sudah banyak pebisnis kecil yang sudah menjadi seorang content marketing dengan adanya internet dan jejaring sosial. Jika saat ini Anda sudah membuat konten dan terlibat percakapan untuk membantu membangun brand Anda, itu artinya Anda sudah setengah jalan.

Jika ternyata Anda sudah pernah mencicipi podcast, YouTube, IGTV, ebook atau infografis, Anda sudah lebih berpengalaman dari yang Anda ketahui. Hanya saja, mungkin Anda belum menerapkan strategi yang solid, target yang terukur, dan kalender editorial yang membantu Anda untuk lebih konsisten dan ahli dalam content marketing. Mengapa tidak mempelajarinya lebih lanjut?

Faktanya, lebih dari 90% pebisnis kini sudah menggunakan content marketing dalam mengenalkan brand dan produk mereka kepada khalayak. Kapan Anda akan memulainya?

Statistik Content Marketing dalam Bisnis Digital

Bagaimana Cara Mengetahui Konten Apa yang Harus Dibuat?

Jika selama ini Anda sudah berada di setengah jalan atau sudah memulai tapi merasa masih meraba- raba, kini saatnya untuk selangkah lebih maju. Anda harus mengetahui jenis konten apa yang harus Anda buat.

Untuk setiap campaign yang akan Anda lakukan, sebaiknya ada 3 hal yang harus Anda tentukan :

  • Topik
  • Format
  • Platform

Langkah selanjutnya, untuk menjawab pertanyaan ini, Anda harus mencari tahu lebih lanjut. Bagaimana caranya, yaitu dengan mendengarkan (Listen), Ask (Menanyakan), dan Plan (Merencanakan).

Langkah 1 : Listen

Anda perlu meluangkan waktu untuk mendengarkan dan melacak target audiens Anda sebelum berkompetisi. Langkah #1, berarti Anda menggali lebih dalam dengan mencari tahu hal yang paling dibutuhkan oleh target audiens Anda.

Anda bisa melakukan riset kecil- kecilan terkait topik, format, dan platform pada waktu tertentu, seperti siang hari atau malam hari. Anda juga bisa melakukan langkah #1 ini dengan mengirimkan blast email atau pesan WhatsApp kepada target audiens Anda.

Beberapa list pertanyaan yang bisa membantu Anda :

  • Apa saja hal yang telah berjalan baik untuk brand Saya di masa lalu? Seperti apa konten dengan konversi terbaik Saya?
  • Pertanyaan seperti apa yang pernah ditanyakan sebelumnya tentang perusahaan saya?
  • Jenis konten / format seperti apa yang customer saya sukai?
  • Langkah apa saja yang sudah diambil oleh kompetitor Saya?
  • Topik apa yang menarik customer saya sehingga mereka terlibat dalam diskusi?
  • Pertanyaan apa yang customer ajukan kepada Saya secara langsung?

Tip : Cobalah me- review kembali balasan Anda terhadap email yang dikirimkan oleh customer. Perhatikan cara mereka mengirim pesan, dan bentuk web pengiriman.

Langkah 2 : Ask

Ingin mendapatkan sumber yang paling valid? Datangilah customer Anda. Tidak peduli seberapa banyak atau sedikit customer dan audiens Anda saat ini, dari mereka lah Anda bisa mendapatkan ide baru yang relevan untuk strategi content marketing Anda.

Anda bisa menanyakan langsung kepada mereka hal- hal yang mereka sukai. Hal ini Anda lakukan untuk mendapatkan ide format, topik, dan platform terbaik sesuai versi customer Anda.

Hal menarik saat Anda mencoba menanyakan kepada customer Anda adalah mereka akan merasa bahwa brand Anda memperhatikan mereka dan beranggapan bahwa pendapat mereka akan menjadi masukan berharga untuk brand Anda.

Langkah 3 : Plan

Setelah mendengarkan dan mencari tahu lebih lanjut, Anda kini telah mempunyai pemahaman yang lebih baik terkait pola kebutuhan, kebiasaan, dan ketertarikan customer Anda. Langkah selanjutnya, buat lah perencanaan untuk strategi content marketing Anda!

Misalnya saja Anda menuliskan ide dari setiap orang di sebuah sticky notes. Kemudian tentukan cara- cara potensial untuk menanggapi pertanyaan- pertanyaan customer Anda, termasuk ide untuk menghubungkan headline atau judul, bentuk format atau platform yang ideal.

Kemudian, sediakan kalender untuk menjadwalkan eksekusi ide konten yang paling layak Anda publikasi dan distribusikan.

Tip: Anda bisa mencoba tools manajemen proyek seperti Trello dan content marketing editorial online seperti Coschedule untuk WordPress. Anda juga bisa memanfaatkan Google Calender untuk memberi Anda reminder terkait jadwal strategi content marketing Anda.

Bagaimana Cara Membuat Konten yang Baik Meski Bisnis Saya Tidak Begitu Menarik?

Anda mungkin punya kekhwatiran ini karena terbiasa berpikir tentang bisnis Anda dari sudut pandang yang sama.

Namun, justru itu, strategi pemasaran konten akan melatih Anda untuk menjadi pebisnis yang kreatif dan lebih out of the box dalam melihat bisnis Anda dari berbagai sudut pandang. Apa yang paling dibutuhkan? Kreatifitas!

Faktanya, 47% dari marketing B2B sendiri mengungkapkan bahwa menciptakan konten yang menarik telah menjadi tantangan tersendiri untuk mereka. Dan kabar baiknya, hal ini bisa dilatih.

Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda :

  • Jadikan Content Marketing sebagai hal yang menyenangkan, bukan tekanan atau paksaan
  • Buatlah konten yang benar- benar membantu orang- orang. Jangan lupa untuk melakukan riset agar Anda mendaptkan ide bagus untuk sebuah konten yang Anda inginkan
  • Gunakan konten visual yang menarik dan interaktif
  • Berikan sentuhan personal untuk membangun kedekatan brand bisnis Anda dengan customer Anda
  • Kemas konten Anda dengan memunculkan rasa eksklusif.

Saya Bukan Orang yang Ahli dalam Menulis, Membuat Desain, dsb. Bagaimana Agar Saya Bisa Membuat itu Semua?

Untuk menciptakan konten yang nyaris sempurna di atas, Anda tidak harus melakukannya sendiri. Kenyataannya, banyak orang yang tidak menguasai banyak skill sekaligus. Kabar baiknya, Anda bisa mendapatkan pertolongan dari berbagai sumber yang berbeda, seperti menggunakan trik, tools, atau bahkan jasa freelancer/ outsources.

Jika Saya Sudah Mempunyai Konten, Lalu Apa Selanjutnya?

Jika sebelumnya Anda sudah pernah menjalankan campaign digital, seperti  email marketing dengan list subscriber yang lumayan, maka optimalkan lah list subscriber tersebut.

Sebaliknya, jika Anda pemilik usaha kecil, maka Anda perlu berjuang untuk menarik trafik dan lead yang menjadi bagian penting untuk bisnis Anda. Berikut ini adalah beberapa point yang perlu digarisbawahi :

  • Email marketing masih efektif sampai saat ini, sebagai rujukan Anda juga bisa membaca : Email Marketing vs Social Media, Mana yang Lebih Baik untuk Mendongkrak Penjualan Anda?
  • Jika Anda sudah berada dalam tahap berkembang, tidak ada salahnya untuk bereksperimen dengan iklan berbayar. Dengan iklan berbayar, harapannya Anda bisa mendapatkan pasokan trafik dan lead yang berkualitas.
  • Jangan sepelekan network sebagai link untuk memperkuat bisnis Anda di masa depan
  • Jangan ragu untuk minta bantuan orang lain jika memang Anda mengalami kesulitan dalam membangun bisnis Anda. Ingat lah, segala sesuatu yang besar selalu dimulai dari hal kecil yang dikembangkan.

Dengan kolaborasi perusahaan manajemen real estat  Caza Solution

AIDA : Jurus Ampuh Melipatgandakan Penjualan dengan Copywriting

AIDA : Jurus Ampuh Melipatgandakan Penjualan dengan Copywriting

Apapun yang Anda jual, AIDA membuat semuanya menjadi lebih optimal. Ya, AIDA memang rumus penting dalam dunia periklanan dan marketing. Jika Anda belum menggunakannya, penting untuk mengetahuinya lebih lanjut.

AIDA bekerja secara persuasif mengoptimalkan sebuah trafik, dari tahap awareness, sampai akhirnya calon pelanggan membuat keputusan pembelian. Dalam sales funnel, AIDA berfungsi menarik perhatian calon konsumen hingga akhirnya memutuskan untuk membeli.

Penasaran seperti apa rumus AIDA ini dan bagaimana cara menerapkannya? Simak ulasan Panda kali ini ya 🙂

Apa itu AIDA?

AIDA adalah singkatan dari Attention, Interest, Desire, Action. Dalam bahasa Indonesia, bisa kita artikan sebagai atensi (perhatian), ketertarikan, keinginan dan tindakan (keputusan). Secara singkat, AIDA juga sering diartikan sebagai model efek iklan.

Berikut adalah penjelasan singkat dari tiap tahapan :

  • Attention (Perhatian) : Menarik perhatian calon konsumen.
  • Interest (Ketertarikan) : Membahas permasalahan calon konsumen untuk menarik minat mereka.
  • Desire (Kebutuhan) : Menawarkan produk Anda sebagai solusi atas masalah mereka.
  • Action (Tindakan) : Mendorong mereka untuk bertindak dengan melakukan pembelian segera atau sekarang juga.
Diagaram model AIDA dan artinya

AIDA adalah salah satu formula copywriting, dan menjadi salah satu senior karena kerap dipakai marketer dari zaman dulu. Karena masih efektif, formula copywriting ini masih berlaku sampai saat ini dan menjadi pondasi penting dalam iklan dan pemasaran.

Ada perbedaan mencolok penerapan formula copywriting yang satu ini di zaman dulu dan zaman sekarang. Dulu formula ini diterapkan untuk jenis media konvensional seperti brosur, iklan koran, radio dan televisi. Kini, metode ini telah bertransformasi ke media pemasaran jenis baru seperti
landing page, email marketing, dan iklan digital berbayar.

Formula AIDA ini diperkenalkan pertama kali oleh
Elias St. Elmo Lewis pada tahun 1898. Elias kemudian populer sebagai salah satu tokoh pemasaran legendaris.

Ilmu copywriting terus berkembang. Namun seperti yang Panda sebutkan, AIDA adalah pondasi penting dalam ilmu copywriting ini sendiri.

Dengan menerapkan formula ini, marketer akan lebih fokus menyajikan konten berkualitas yang memberi hasil signifikan dalam kampanye marketingnya.

Mengapa Formula AIDA Sangat Penting?

Dalam ilmu copywriting dan marketing, penting untuk mengenali calon customer atau klien potensial kita. Dengan bekal ini, kita akan lebih terarah dalam menyajikan strategi marketing yang tepat sasaran dan menghasilkan banyak konversi.

Beberapa hal yang penting untuk kita perhatikan dalam hal ini antara lain demografi, perilaku pengguna, karakteristik, hingga ketertarikan dan motivasinya. Dengan menemukan karakter customer ideal atau buyer persona, semua akan menjadi lebih mudah.

Selanjutnya, Anda bisa menciptakan formula AIDA yang powerful sehingga iklan Anda menjadi lebih nendang dan menghasilkan konversi. Jadi, formula ini sebenarnya mengarahkan Anda untuk menciptakan konten marketing berkualitas yang tepat sasaran, sehingga hasilnya akan lebih optimal ke penjualan.

Cara Menerapkan Konsep Formula AIDA

Sebagai formula, AIDA terbilang sederhana. Kendati demikian, tidak jarang orang melewatkannya atau menggunakan hanya secuil dari apa yang bisa mereka optimalkan.

Misalnya saja, banyak yang selama ini hanya menggunakan formula ini untuk landing page. Padahal, teknik ini juga bisa menjadi fondasi untuk promosi di media sosial, membuat konten di YouTube, meracik konten email marketing, dan lain sebagainya.

Dan tentu saja, formula ini juga bisa kita kombinasikan dengan ilmu copywriting lainnya. Anda bisa membuat konten story telling dan covert selling dengan pondasi formula ini juga.

Untuk lebih mudah memahami penerapannya, Anda bisa mengikuti keempat tahapan ini secara berurutan :

1. Attention

Attention atau Perhatian adalah tahapan pertama dalam formula AIDA. Artinya, langkah Anda berawal dari menarik perhatian calon pelanggan lebih dulu. Mereka harus menyadari keberadaan brand dan produk Anda.

Bagaimana caranya?

Sederhananya, konten Anda Harus menarik dan bisa memancing perhatian mereka. Titik.

Perlu kita garis bawahi juga, yang ingin kita tarik perhatiannya adalah mereka yang relevan dengan target market Anda. Jangan sampai salah sasaran. Untuk itu, Anda harus mengidentifikasi buyer persona target market Anda lebih dulu.

Dengan mengenali siapa mereka dan apa saja minat mereka, langkah selanjutnya adalah menciptakan konten yang menarik perhatian mereka. Konten menarik ini bisa saja berisi pesan yang kontradiktif, provokatif, atau informatif.

Tips menerapkan Attention :

  • Menggunakan headline copywriting menjual yang membuat penasaran
  • Video atau Gambar yang menarik perhatian
  • Tata letak konten yang tepat
  • Penggunaan jingle iklan yang menarik perhatian
  • Penempatan iklan billboard yang tepat

Contoh penerapan AIDA dalam konten marketing :

  • Siapa lagi yang omsetnya mau dibikin meroket?
  • Kalau wajah glowing gini, pasti suami tambah sayang sama kita kan?

Jika ingin menyelipkan humor atau meme, Anda juga bisa meniru konten hiburan KFC berikut ini :

Contoh penerapan Attention AIDA

Konten hiburan seperti ini adalah salah satu cara untuk menarik perhatian target market Anda. Pastikan relevan dengan target market Anda, ya! 

2. Interest

Setelah berhasil menarik perhatian, langkah selanjutnya adalah menarik minat calon pelanggan dengan membahas masalah yang mereka hadapi. Tentu saja, Anda perlu menggali lebih dulu permasalahan apa yang calon pelanggan Anda alami.

Dengan mengenali permasalahan mereka, Anda akan paham apa yang mereka butuhkan. Dalam banyak kasus, ada banyak orang yang tidak mengetahui atau tidak menyadari masalah yang mereka hadapi, sampai kita menjelaskannya. Artinya bisa jadi, kita akan menunjukkan pada target market tentang potensi masalah mereka.

Contohnya adalah konten marketing dari @finansialku_com yang mengupas tentang Dana Pendidikan Anak. Ada banyak orangtua yang tidak tahu cara mengelola dana untuk masa depan anak.

Konten ini bertujuan untuk mengedukasi calon konsumen jika ada beberapa trik yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Dengan mempersiapkan dana dengan baik, kekhawatiran tentang masa depan anak akan terasa sedikit teratasi.

Konten ini seperti membuka mata banyak orang dari masalah apa yang tidak mereka ketahui, kemudian menjadi tahu dan memikirkan hal- hal yang perlu mereka lakukan.

Tips dalam menggunakan Interest :

  • Sajikan informasi atau fakta
  • Statistik
  • Contoh studi kasus
  • Sampaikan kondisi idealnya
  • Alasan

Contoh penerapan Interest dalam AIDA :

  • Biaya pendidikan setiap tahun naik 12%, berapa yang harus kita persiapkan untuk kuliahnya nanti?
  • 300 orang sih bilang kalau mereka suka banget sama granola (sebut merek brand)
  • Terbukti efektif menurunkan berat badan sampai 15 kg dalam waktu kurang dari 30 hari

3. Desire

Setelah calon pelanggan menyadari tentang masalah yang akan mereka hadapi, Anda dapat beralih ke tahapan 3 dari formula AIDA.

Desire mirip dengan interest. Hanya saja, disini Anda berkesempatan untuk lebih memainkan emosi dan logika target market.

Tips dalam menerapkan langkah Desire :

  • Hindari tergesa- gesa menawarkan produk
  • Fokus pada manfaat, bukan fitur. Disini Anda akan menawarkan solusi, bukan langsung berjualan
  • Memancing emosi negatif dan memberi solusi

Apa bedanya fitur dan manfaat?

Ini adalah fitur :

  • Vitamin C konsentrasi 15%
  • 15mg L-Carnitine
  • 2mg vitamin B6
  • Komponen lengkap dengan 560 ml water tank dan 10 set sensor.

Jangan salah, dalam produk teknis seperti gadget atau motor, menginformasikan fitur sebagai spesifikasi memang penting. Tapi semua tidak ada artinya saat Anda lupa menonjolkan manfaat dari produk tersebut.

Sedangkan dalam banyak jenis produk lainnya, fitur bukan hal yang harus tampil dalam konten marketing. Tidak semua calon pelanggan ingin tahu. Manfaat adalah yang utama.

Contoh menginformasikan manfaat :

  • Dengan vitamin C berkonsentrasi tinggi, …. Bekerja optimal untuk meningkatkan produksi kolagen untuk membuat kulit lebih sehat dan kencang.
  • Dengan L-Carnitine, …. membantu Anda melindungi jantung, tulang, ginjal, otak dan sistem kekebalan tubuh. L-Carnitine juga melindungi ibu menyusui agar tetap bugar dan tidak kehilangan nutrisi.
  • Dengan visual dynamic navigation, Xiaomi Mijia 1C dapat menjangkau seluruh sudut rumah Anda, termasuk di bawah sofa dan kasur. Dalam hitungan menit, rumah Anda bersih tanpa harus repot nyapu dan ngepel sendiri.
Penerapan Desire dalam copywriting AIDA

Terlihat perbedaannya, bukan?

Tips lain dalam penerapan Desire adalah saat kita menggunakan emosi negatif dan memberikan solusi. Contohnya sering kita temui dalam iklan produk asuransi.

Iklan asuransi sering memainkan emosi negatif. Caranya dengan membuat target market memikirkan kemungkinan terburuk saat terjadi hal- hal yang tidak diinginkan. Emosi negatif ini mengarahkan target market untuk membuat perencanaan hidup yang lebih baik.. dengan produk asuransi.

4. Action

Wahhhh, tidak terasa Anda sudah mencapai tahap ini. Artinya, Anda sudah berhasil target market tertarik dan terkesan dengan produk Anda. Langkah selanjutnya, Anda perlu mengarahkan mereka untuk take action!

Apapun tindakan yang Anda inginkan dari calon pelanggan, optimalkan di bagian ini. Ini bisa berarti membeli produk, mendaftar, berlangganan email, atau chat otomatis ke WhatsApp.

Sederhananya, Anda akan menerapkan Call to Action atau CTA di tahapan ini.

Sesuai dengan fungsinya, Anda bisa menggunakan ajakan melakukan tindakan dengan kalimat persuasif dan dilengkapi dengan tombol CTA. Tombol ini bisa mengarah ke keranjang pembelian, form email atau chat WhatsApp.

Contoh kalimat Action dalam formula AIDA :

  • Slot Terbatas, Amankan Seat Anda Sekarang Juga!
  • Tambahkan ke Keranjang,
  • Isi alamat email untuk berlangganan,
  • dan sejenisnya
Call to Action Netflix
Try it Now, contoh CTA (call to action) di landing page Netflix

Contoh Iklan yang Menerapkan AIDA

Ada banyak iklan yang menerapkan AIDA untuk memaksimalkan konten promosi mereka. Salah satu contoh AIDA dapat Anda lihat dari konten marketing Ponds berikut ini :

Apa saja yang ada dalam iklan ini ?

  • A- Attention : Menarik perhatian target market dengan konten gif menarik, lengkap dengan how to– nya (tutorial melakukan produk)
  • I – Interest : Salah satu masalah wajah yang sering membuat galau adalah pori- pori lebar, karena membuat kotoran dan debu mudah masuk menyumbat pori- pori.
  • D – Desire : Mengatasi masalah pori- pori besar pada wajah sehingga bisa kulit terasa lebih bersih, sehat dan glowing.
  • A – Action : Memancing pengguna untuk meninggalkan komentar di konten mereka.

Kesimpulan

Iklan dan kontent marketing adalah media promosi yang populer dalam pemasaran. Namun, kampanye promosi apapun tidak akan maksimal jika tidak kita persiapkan dengan tepat dan efektif.

Formula AIDA adalah salah satu cara untuk memaksimalkan kampanye iklan menjadi lebih nendang. Menarik perhatian calon audiens, mengenali masalah mereka, menawarkan solusi dan mendorong mereka untuk melakukan tindakan. Mana saja yang sudah Anda lakukan?

Selamat mempraktekkan ilmu copywriting ini ya! 🙂

Content Marketing : Definisi, Contoh, dan Mengapa Penting untuk Bisnis

Content Marketing : Definisi, Contoh, dan Mengapa Penting untuk Bisnis

Content Marketing adalah istilah yang kian populer di era digital ini. Karena banyak hal sekarang dilakukan secara digital, konten memegang peranan yang semakin penting dalam pemasaran.

Terlebih, para ahli berpendapat bahwa content marketing atau pemasaran konten adalah model pemasaran digital terbaik. Dengan pendekatan konten berkualitas, funnel pemasaran menjadi lebih optimal. Baik itu di website, media sosial, video platform, atau email marketing.

Pengertian Content Marketing

Secara singkat, kita memahami content marketing sebagai pemasaran konten. Sedangkan per definisi, content marketing adalah strategi pemasaran yang melibatkan pembuatan dan distribusi konten yang mampu menarik perhatian audiens, dan mengkonversi mereka menjadi konsumen.

Dari pengertian ini, ada dua tujuan utama dari content marketing ini :

  • Menarik audiens baru yang tepat sasaran agar mengenal bisnis kita.
  • Mendorong audiens tersebut untuk menjadi konsumen.

Menurut Neil Patel, content marketing ini bertujuan untuk membangun relasi yang kuat dengan audiens dalam jangka waktu lama. Untuk memenuhi ini, ada beberapa syarat yang harus kita penuhi dalam proses content marketing, yaitu :

  • Relevan
    Kita mungkin membuat jenis konten yang tidak selalu sama dengan niche kita. Artinya, saat brand kita adalah fashion untuk wanita, kita tidak  selalu membahas tentang produk fashion semata.

    Apapun itu, selama masih relevan dengan brand kita dan jenis audiens kita, konten ini akan memberi value positif untuk audiens. 
  • Penting
    Relevan saja tidak cukup. Anda perlu menentukan skala prioritas yang berisikan topik- topik relevan, sesuai dengan target audiens Anda.

    Urutkan topik- topik tersebut dari yang penting hingga kurang penting. Dengan begitu, Anda akan menyajikan konten yang membaca sukai dan butuhkan.
  • Konsisten
    Dalam content marketing, menciptakan konten yang berkualitas tidak akan cukup jika tidak diimbangi dengan konsistensi. Konsisten lah, dalam jadwal, durasi posting, atau mengenali momen yang tepat.

    Dengan konsisten, Anda akan menjaga audiens untuk tetap keep in touch dengan brand Anda.

Contoh Penerapan Content Marketing

Ada banyak platform dan media untuk mengoptimalkan pemasaran konten Anda. Berikut ini adalah beberapa bentuk pemasaran konten yang paling sering marketer gunakan :

1. Blog

Blog adalah salah satu media paling penting dan fundamental untuk distribusi content marketing. Alasannya, blog memungkinkan Anda menuangkan ide dan informasi secara lengkap dan utuh dalam satu kesatuan artikel.

Selain itu, blog juga investasi jangka panjang untuk sebuah bisnis karena tingkat ketahanan kontennya paling tinggi daripada jenis konten lainnya. 

2. Media Sosial

Media sosial juga menjadi bagian penting dalam pemasaran konten. Dalam marketing, media sosial juga mempunyai cabang sendiri karena memuat informasi yang besar, yaitu social media marketing.

Ada banyak hal yang penting untuk kita optimalkan dalam media sosial. Mulai dari penyajian konten visual yang menarik, pembuatan konten video, dan caption yang menarik.

3. Video

Video adalah media content marketing yang penting untuk kita optimalkan. Dengan video yang menarik, pengunjung akan betah berlama- lama menikmati konten Anda.

Untuk website sendiri, content video mempunyai dampak positif untuk meningkatkan durasi kunjungan visitor. Selain itu, iMPACT juga menyebut jika konten video dapat meningkatkan trafik organik sebanyak 157 persen.

4. Email

Email mempunyai efektifitas yang tinggi sebagai media pemasaran konten. Ada banyak hal yang membuat email marketing jauh lebih powerful daripada Facebook dan Twitter., seperti yang pernah Panda kupas dalam artikel Email Marketing vs Media Sosial.

Dalam email marketing, ada banyak jenis konten yang bisa kita optimalkan. Mulai dari email promosi, email reminder shopping cart, newsletter, dan yang lainnya.

Kinerja email marketing vs social media
Statistik perbandingan kinerja email marketing vs Facebook vs Twitter

5. Ebook

Selain blog, ada medium lebih panjang lagi yang bisa marketer gunakan, yaitu eBook. Ebook ini seringkali menjadi media pancingan.

Dengan membuat konten premium dalam bentuk ebook, Anda bisa menarik perhatian pengguna untuk mengunduh konten dengan mendaftarkan email mereka. Dengan trik ini, Anda bisa mengumpulkan list pengunjung yang bisa Anda konversi menjadi konsumen di kemudian hari.

6. Podcast

Jenis konten apapun yang sedang naik daun, bisa Anda manfaatkan sebaik- baiknya sebagai media pemasaran konten. Termasuk podcast yang sedang hype di Indonesia.

Podcast bisa Anda gunakan untuk menciptakan awareness, mengedukasi audiens, sampai media branding. Pastikan untuk tetap relevan agar audiens setiap dengan brand yang Anda bangun.

Selain 6 media di atas, ada beberapa contoh lain dari content marketing, yaitu :

  1. Infografis
  2. Broadcast messages
  3. Jurnal
  4. Ilustrasi
  5. Buku

Mengapa Content Marketing Penting dan Efektif?

Dalam statistiknya, OneSpot (2015) mengungkap jika website yang menggunakan strategi pemasaran konten mendapatkan konversi dan penjualan 6x lebih tinggi daripada yang tidak. Mengapa?

Saat mempromosikan sebuah produk/ jasa, calon konsumen tidak tahu apapun tentang kredibilitas Anda. Ini karena Anda hanya menunjukkan apa yang Anda jual. Sedangkan saat Anda punya konten yang bernilai, masyarakat akan tahu kalau bisnis Anda bisa dipercaya.

Dan tentu saja, ada beberapa berikut mengapa Anda perlu menerapkan content marketing dalam bisnis Anda :

1. Meningkatkan Brand Awareness

Audiens mungkin mengenali dengan mudah produk yang Anda jual. Namun, apakah mereka membutuhkan produk mu? Apakah Anda bisa meyakinkan mereka untuk mencoba produk yang Anda jual?

Nah, disinilah seorang content marketer harus bisa menciptakan konten yang bisa membangun awareness bahwa produk Anda sesuai dengan kebutuhan audiens.

2. Investasi Jangka Panjang

Memang benar jika iklan bisa menghasilkan konsumen instan. Namun, Anda juga perlu mengoptimalkan berbagai channel untuk investasi jangka panjang.

Dengan content marketing, Anda mempunyai cara agar orang lain selalu bisa menemukan Anda. Entah itu lewat laman media sosial, konten blog, atau email marketing. Pemasaran konten yang relevan akan tahan bertahun- tahun dalam mendatangkan lead untuk bisnis Anda.

3. Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan

Audiens yang melihat produk kita tidak selalu langsung melakukan pembelian. Biasanya mereka akan mencari tahu lebih lanjut dengan melakukan riset online.

Riset ini bisa dimulai dengan mencari tahu keunggulan produk, keunikan, atau membaca review. Dengan content marketing, calon pelanggan akan lebih mudah menemukan konten yang mereka butuhkan, sebelum akhirnya membuat keputusan pembelian.

4. Meningkatkan Trafik

Ada banyak cara untuk meningkatkan trafik website. Dan salah satu yang paling memberi dampak positif adalah hasil dari content marketing. Menciptakan konten yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan audiens akan mengantar mereka datang ke website Anda.

Dalam kunjungan tersebut, mereka akan memperoleh informasi yang mereka cari. Sebagai timbal balik, Anda bisa mengarahkan pengunjung untuk mengintip produk Anda selangkah lebih dekat.

5. Mengoptimalkan SEO

Konten adalah bagian integral dari SEO. Dengan membuat konten yang berkualitas, Dan akan lebih mudah mengarahkan orang- orang untuk mereferensikan konten Anda.

Semakin banyak referensi yang mengarah ke website Anda, Google akan menilai website Anda sebagai rujukan terpercaya. Dengan begitu, website Anda berpotensi untuk memperoleh peringkat yang lebih baik lagi di hasil penelusuran.

6. Mengoptimalkan Konversi

Karena menghasilkan trafik yang lebih banyak, tentu saja potensi konversi lebih tinggi lagi. Namun, peran konten tidak berhenti di trafik saja. Dengan konten yang menarik dan meyakinkan, ada potensi yang besar juga untuk mengoptimalkan trafik tersebut menjadi konversi.

Pada akhirnya, pemasaran konten akan berdampak positif untuk meningkatkan penjualan dalam bisnis.

Kesimpulan

Dengan memahami definisi content marketing dan mengenali bentuk- bentuknya, kita memahami bahwa strategi ini benar- benar penting untuk mengoptimalkan bisnis kita. Melalui konten berkualitas, akan lebih mudah untuk menarik perhatian audiens, dan mendorong mereka menjadi audiens.

Sudahkah Anda mengoptimalkan pemasaran konten Anda?

Sebagai penutup, Panda akan menampilkan resume FAQ yang berkaitan dengan artikel pemasaran konten ini :

Apa itu Content Marketing?

Content marketing atau pemasaran konten adalah strategi pemasaran yang melibatkan pembuatan dan distribusi konten yang mampu menarik perhatian audiens, dan mengkonversi mereka menjadi konsumen.

Apa saja Contoh Content Marketing?

Ada banyak contoh content marketing yang bisa kita optimalkan. Mulai dari artikel blog, email marketing, media sosial, podcast, video, buku, dan masih banyak lagi.


Covert Selling : Pengertian, Contoh & Cara Membuatnya

Covert Selling : Pengertian, Contoh & Cara Membuatnya

Covert selling disebut menjadi magis baru dalam dunia marketing online. Bagaimana tidak, teknik ini adalah salah satu cara berjualan efektif karena membuat calon pembeli tidak merasa bahwa si seller sedang berjualan.

Sebagian besar dari kita mungkin paham, betapa tidak menyenangkannya saat setiap hari dijejali dengan aneka ragam produk toko online. Khususnya di media sosial, tempat dimana sebenarnya kiat ingin sedikit rehat dari melihat aneka promosi ala marketplace.

Namun kenyataannya, selalu saja ada orang yang mempromosikan produk mereka tak kenal tempat. Menyebalkan iya, dan membuat kita langsung skip.

Nah, disinilah mengapa Covert Selling menjadi begitu populer. Teknik ini berawal dari cerita betapa bosannya calon pembeli melihat begitu banyak promosi gencar yang tak mereka inginkan. Disisi lain, selling tetap harus berjalan.

Lantas bagaimana caranya agar calon pembeli kita tidak merasa terganggu dengan promosi kita? Bagaimana caranya agar mereka tidak langsung skip saat kita punya maksud untuk closing jualan kita?

Ini lah mengapa Panda akan mengulas tentang Covert Selling. Siap untuk membaca sampai selesai?

Apa itu Covert Selling?

Covert selling bisa diartikan sebagai penjualan terselubung. Secara harfiah, covert selling adalah teknik berjualan dengan memasukkan sebuah informasi yang berhubungan dengan penjualan secara sekilas, ke pikiran bawah sadar calon pembeli.

Karena terselubung maka teknik ini mengarahkan si seller untuk menjual, tapi tidak terlihat seperti sedang berjualan. Bahasa ngehits nya, ini adalah salah satu teknik marketing S3 Harvard,
hehehe

Yang menjadi sasaran disini adalah alam bawah sadar di calon pembeli. Itulah mengapa seorang seller disini akan mengarahkan calon pembeli melalui kalimat, informasi atau cerita yang tidak spesifik langsung ke produk.

Teknik covert selling ini banyak digunakan dalam dunia digital marketing, atau online marketing, terutama dalam bentuk status di media sosial.

Contoh ilustrasi gambar covert selling

Contoh Penerapan Covert Selling

Covert selling berbeda dengan hard selling yang cenderung mendorong seseorang berpikir logis dengan otak. Teknik ini cenderung soft selling, dengan membangkitkan perasaan, rasa ingin tahu, dan emosional pembaca.

Untuk lebih mudah memahaminya, simak contoh copywriting berikut ini.

Contoh Pertama :

“Yah Bun, T-Series baru saja mengeluarkan hijab edisi anak terbaru nih. Bahannya dijamin bagus dengan berbagai model cantik dan manis. Untuk Yah bUn yang mau order, silahkan chat WA di 0819xxxxxx ya.”

Contoh Kedua :

“Idola para bunda banget ini! Hijab edisi anak T-Series ini nggak nyangka langsung ludes dalam sehari. Seneng banget, tapi juga sedih karena banyak bunda yang nggak kebagian di PO pertama. Bismillah, semoga di PO selanjutnya bisa kebagian semua..”

Tujuannya sama- sama mempromosikan hijab edisi anak T-Series. Namun menurut Anda, mana yang lebih enak untuk dibaca dan membuat penasaran? Jawabannya sudah pasti yang kedua.

Selain contoh tersebut, coba amati beberapa contoh yang Panda sajikan di artikel ini :

Contoh Copywriting Covert Selling Produk Webinar

Gokil abis sih respon buat webinar akhir bulan nanti. Ternyata pesertanya juga banyak dari alumni webinar Saya sebelumnya. Kayaknya sih pada penasaran gara- gara materi dari webinar sebelumnya nendang dan daging abis, hahaha….

Semoga aja yang udah waiting list dari minggu kemarin kebagian semua. Dan semoga ilmu yang di-share nanti jadi berkah buat semuanya (Amin paling serius).

Contoh Copywriting Covert Selling Promo Tool

Berasa capek jadi berkah itu pas jaman cari follower instagram real dulu pake metode follow unfollow. Kayak dapet berkah luar biasa pas following, terus banyak yang follback. Berasa jadi Instagrammer paling beruntung, wkwkwkwk

Tapi capek nya sama konsistennya itu sebenernya warbiyasak juga. Pas sekarang udah pake tool otomatis ini, jadi berasa kalau yang dulu itu terlalu ngabisin waktu. Sekarang berasa kerja lebih efektif, dan follower nambahnya banyak terus setiap hari secara bertahap.

Ada yang mau dibisikin nggak nih tool yang lagi Saya pakai?

Contoh Copywriting Covert Selling Produk Skincare

Bahagianya cewek itu sebenarnya sederhana banget. Lagi jalan- jalan, eh ketemu temen lama. Dan dia keliatan pangling sama gue, “Bening amat lu sekarang, tambah cantik banget…”

Dalam hati gue bilang, “Iya lah… sekarang kan udah melek skin care. Pinter milih skin care jadi bikin gue nggak bulukan lagi kayak jaman baheula. Wkwkwkwk”

Contoh di atas adalah covert selling dalam format copywriting yang cenderung pendek ya. Anda juga bisa mengemasnya dalam versi panjang atau story telling seperti dalam artikel : Cara Menciptakan Konten Copywriting Storytelling yang Nendang dan Menjual.

Atau Anda yang punya contoh lain lagi? Boleh share di kolom komentar Panda ya 🙂

Komponen dalam Covert Selling

Covert Selling cukup mudah dipahami setelah mengintip contoh diatas. Selanjutnya, untuk bisa menciptakan konten Covert Selling yang baik, Anda perlu mengenal komponen penting dalam Covert Selling.

Komponen ini lah yang membantu Anda menciptakan konten jualan yang tidak terlihat langsung, namun ampuh mempengaruhi alam bawah sadar calon pembeli. Apa saja? Mari kita simak bersama tiga poin penting tersebut.

1. Curiosity (Membangkitkan Rasa Penasaran)

Kunci penting dalam memainkan Covert Selling adalah membangkitkan Rasa Penasaran untuk mereka yang membaca (konten teks), melihat (video), atau mendengarkan (audio, podcast, dsb) konten Anda.

Anda perlu membuat konten yang meningkatkan jiwa kepo pembaca sehingga mereka ingin bertanya atau mencari tahu tentang apa yang Anda bicarakan.

Misalnya dalam contoh covert selling di atas, konten tersebut memancing pembaca untuk bertanya atau mencari tahu tentang produk itu, meski kontennya tidak secara gamblang membicarakan tentang produk.

Pembaca akan bertanya- tanya, tool apa sih yang kerjanya efektif itu dibanding cara manual selama ini? Eh, emang itu webinar apaan sih yang materinya daging banget? Atau skin care apa ya yang sehat buat kulit dan memberi manfaat maksimal?

Konten ini membuat audiens mendapat gambaran tentang benefit dan kelebihan suatu produk. Selanjutnya, karena penasaran, mereka akan mencari tahu tentang produk itu, atau bahkan langsung bertanya lewat kolom komentar atau pesan inbox.

Anda bisa menebak ending nya, bukan? Yes, peluang closing lebih besar!

2. Ambiguity (Bermakna Ganda)

Poin penting selanjutnya dalam Covert Selling adalah membangun konten bermakna ganda atau ambiguitas. Artinya, pembaca satu dan yang lainnya, bisa mempunyai persepsi berbeda dalam menelaah konten Anda.

Anda tidak perlu repot- repot memikirkan seperti apa persepsi untuk pembaca.
Highlight nya, ini harus mengarahkan alam bawah sadar mereka ke persepsi positif terhadap konten dan produk Anda.

Misalnya untuk webinar tadi, persepsi mungkin terbagi ke beberapa hal. Yang pertama, materi webinar adalah daging dan bermanfaat. Kedua, harus cepat- cepat join waiting list agar kebagian.

Contoh lain :

Baru launching, udah ludes terjual. Gokil emang tool yang satu ini!

Nah, disini ada kata- kata yang mengandung ambiguitas atau bahkan satu frase kalimat. Sudah ludes terjual bisa menimbulkan persepsi semua produk habis terjual atau terjual dalam banyak satuan. Bisa 50 pcs, 100 pcs atau lebih, tidak ada angka pasti.

Gokil emang tool yang satu ini, mengisyaratkan jika tool bekerja dengan sangat efektif atau sangat cepat atau sangat maksimal.

3. Emotionally (Membangkitkan Emosi/ Perasaan)

Selain mengandung dua hal di atas, poin ini juga tidak boleh terlewatkan. Karena konten dalam covert selling harus bisa membangkitkan emosi dari calon pembeli. Saat mereka menyimak konten, emosi mereka akan ikut muncul ke permukaan.

Untuk memenuhi poin ini, Anda bisa mengkombinasikan copywriting Covert Selling dan Storytelling. Buatlah cerita menarik, bisa singkat atau sedikit lebih panjang, yang membuat emosi pembaca tersentuh.

Anda bisa melihat contoh copywriting covert selling berikut ini :

“Saya dulu memang paling ogah- ogahan ikut webinar marketing. Alasannya klasik sih, takut kecele. Karena dulu banget pernah 1-2 kali join, ehhh materinya biasa aja dong. Yang ada gue malah ngrundel di belakang : ‘Ini mah gue juga pernah baca di Google’.

Parahnya lagi, cara trainer nya nyampein juga kurang berkesan buat gue. Yang ada baru setengah jam, gue udah ngantuk berat. Ada yang senasib nggak disini?
Hahahaha

Sejak itu sih gue mau ikut webinar berbayar lagi udah males duluan. Atau kalau nggak, ya gue bakal selektif banget. Kalau penasaran buat ikutan, biasanya gue survey ke temen- temen dulu. Kenal nggak nih sama tutor ini, pernah ikut nggak, bagus nggak webinar nya.

Makanya waktu itu gue bela- belain join webinar Facebook Ads Mastery nya mas Anang. Dan bener, materinya nendang abis! Gokilnya lagi sih, langsung praktek juga selama webinar berlangsung.

Jadi kita bisa tau settingan yang bener itu kayak apa, dan kesalahan yang gue atau peserta lainnya lakuin, langsung ketauan dan kebuka semua!
Damn!

Langsung mbatin sih,
ooooo ternyata ini yang bikin iklan gue nggak maksimal, tapi budget nya boncos terus. Kayak gini nih, baru webinar yang bener, wkwkwk

Kalau minggu depan sih webinar nya mas Anang ada Marketplace Mastery. Penasaran banget kalau webinar nya bakal sebagus webinar yang pertama. Dapet ilmu daging yang langsung bisa dipraktekin dan langsung ngefek ke peningkatan omset gue sampai 300%.


Yes, 300%. Gokil abis emang!

Habis ini langsung
otw buat join, ah! Takut nggak kebagian seat gue, wkwkwk

Dalam konten tersebut, Panda sengaja menambahkan kata- kata yang mempunyai penekanan untuk membangkitkan emosi pembaca. Misalnya penggunaan kata ‘Damn’, ‘Saya dulu memang paling ogah- ogahan’, ‘langsung ngefek ke peningkatan omset gue’, ‘parahnya lagi’, dan yang lainnya.

Strategi Menyusun Copywriting Covert Selling yang Ciamik

Contohnya sudah, tekniknya sudah. Kira- kira apalagi yang belum?

Ohh, tentu saja, Panda akan menyisipkan sedikit tips untuk menyusun copywriting Covert Selling yang ciamik. Jadi, setelah membaca artikel Panda ini, Anda langsung bisa praktek membuat konten Covert Selling yang ampuh dan efektif.

1. Berikan Gambaran Masalah

Untuk bisa menarik perhatian audiens, Anda perlu memberi gambaran tentang masalah yang sedang Anda hadapi. Angle nya, masalah ini mungkin akan sama dengan masalah kebanyakan orang atau membuat mereka penasaran.

Misalnya saja, Anda memberikan gambaran masalah sebelum menggunakan produk. Dalam hal skincare misalnya, gambaran masalah kulit bisa menjadi angle yang baik dalam menghasilkan konten covert selling.

Atau bisa juga, masalah kesulitan membeli produk karena produknya sangat laris. Mau tidak mau, audiens akan merasa bahwa produk yang Anda bicarakan adalah produk berkualitas. Produk itu juga langka, dan mereka harus bergegas agar tidak kehabisan.

2. Informasi Metrik untuk Social Proof

Menginformasikan statistik atau angka juga menjadi salah satu teknik yang bisa Anda gunakan dalam Covert Selling. Mengapa?

Karena angka adalah data dan fakta yang bisa meningkatkan social proof dalam penawaran Anda. Dan sudah pasti, audiens akan terdorong untuk melakukan pembelian karena bukti sosial yang Anda informasikan.

Contohnya bisa Anda lihat dalam point Emotionally tadi. Disitu dengan sengaja menceritakan bahwa setelah mengikuti webinar si A, penulis mengalami peningkatan omset 300%. Tentu saja ini angka yang menggoda, bukan?

3. Kombinasi Cerita dan Gambar

Jangan lupa, Anda perlu menyisipkan konten visual untuk membuat konten Anda menarik. Karena covert selling adalah menjual secara terselubung, maka gambar sebenarnya bisa bersifat sebagai pemanis, atau sesuatu yang membuat penasaran.

Khusus untuk penjualan tool atau webinar yang meningkatkan kesuksesan, Anda mungkin bisa memberikan gambar visual berupa packing ratusan produk. Atau bisa juga gambar tertawa atau ekspresi kepuasan karena mendapatkan benefit yang luar biasa.

Gambar akan lebih efektif jika bisa memenuhi 3 komponen Covert Selling seperti penjelasan di atas.

Contoh copywriting hijab

4. Copywriting yang Menarik

Semua strategi yang dijabarkan dalam artikel Panda ini akan efektif saat diramu dengan teknik copywriting yang tepat. Artinya, secara keseluruhan, Anda harus memastikan bahwa konten Anda mudah untuk dicerna dan menyenangkan untuk dibaca.

Setelah memastikan hal ini, Anda bisa mulai memposting konten Covert Selling Anda untuk menghasilkan lebih banyak penjualan yang efektif. Siap untuk take action?

Kesimpulan

Covert selling adalah teknik penjualan yang sangat efektif. Dengan menjual secara terselubung dan langsung mengarah ke alam bawah sadar pembeli, penjualan menjadi lebih efektif.

Anda akan terhindar dari orang- orang yang langsung skip ketika melihat konten jualan. Sebaliknya, mereka akan tertarik untuk membaca konten lebih dulu dan menarik mereka untuk penasaran dengan penjelasan Anda.

Last but not least, perlu diingat juga bahwa dalam Covert Selling tidak ada
call to action (CTA) langsung, seperti kata- kata “BELI SEKARANG”. Pasalnya, metode ini fokus untuk menarik audiens tanpa memaksa mereka menerima penawaran.

Sebagai penutup, Panda akan memberikan resume FAQ yang berkaitan dengan artikel Covert Selling ini :

Apa itu Covert Selling?

Covert selling ini adalah teknik berjualan terselubung dengan memasukkan sebuah informasi yang berhubungan dengan penjualan secara sekilas, ke pikiran bawah sadar calon pembeli.

Bagaimana cara membuat copywriting covert selling?

Ada beberapa cara dalam membuat copywriting covert selling. Di artikel Panda ini, Anda bisa menyimak cara membuat konten covert selling dengan 3 komponen utama dan 4 strategi dalam membuat copywriting covert selling.

Bagaimana contoh covert selling?

Ada beberapa contoh covert selling yang bisa langsung Anda copas dari artikel Panda. Yang pertama adalah copywriting covert selling pendek secara umum, kemudian ada contoh copywriting webinar, berjualan tool, dan skin care.