Apa itu Malware dan Cara Menghilangkannya Hingga Tuntas

Apa itu Malware dan Cara Menghilangkannya Hingga Tuntas

Malware merupakan istilah yang cukup populer di dunia teknologi. Perkembangan teknologi yang sangat cepat memang pada akhirnya diikuti dengan berkembangnya hal- hal positif dan negatif.

Perkembangan positif dapat kita nikmati dari berkembangnya cyber security ke arah yang lebih baik, kecepatan jaringan internet dan keterbukaan informasi yang semakin luas. Di sisi lain, hal- hal negatif seperti malware juga turut terus berkembang.

Malware pada umumnya menyerang kesehatan perangkat dan keamanan jaringan. Karena saat ini banyak sekali pekerjaan yang mengharuskan terhubung dengan internet, tentu masing- masing dari kita perlu untuk melek apa itu malware dan bagaimana cara kerjanya.

Di artikel ini, Panda akan mengulasnya secara khusus. Mari kita simak bersama- sama! 🙂

Apa itu Malware (Malicious Software)?

Malware atau Malicious Software adalah perangkat lunak yang dibuat dengan tujuan memasuki ke sistem dan melakukan perusakan terhadap sistem komputer, jaringan atau server. Selaras dengan kata asalnya, malicious yang berarti “jahat” dan software yang berarti “perangkat lunak”.

Malware biasanya masuk ke jaringan internet dengan cara disusupkan. Korban biasanya tidak menyadari kapan perangkat lunak jahat ini mulai masuk, sampai akhirnya terjadi kekacauan di perangkat mereka atau terjadi pencurian data sensitif yang kemudian disadari.

Pencurian data sensitif ini bisa berupa data kartu kredit, email dan kata sandi, identitas pribadi, catatan kesehatan, hingga penambahangan bitcoin atau mata uang kripto lainnya.

Menurut McAfee, malware telah muncul lebih dari 30 tahun yang lalu dan telah menemukan beberapa metode penyerangan. Mulai dari masuk melalui lampiran email, iklan berbahaya di situs populer (malvertising), drive USB yang terinfeksi, aplikasi yang terinfeksi, email phishing, pemasangan perangkat lunak palsu dan bahkan pesan teks dengan link phising.

Mengenal Jenis- jenis Malware

Malware virus komputer

Setelah mengetahui apa itu malware, langkah selanjutnya adalah mengenal jenis- jenis malware. Dengan begitu, kita akan lebih berhati- hati dalam beraktivitas yang berkaitan dengan jaringan internet.

1. Virus

Kita mengenal virus sebagai salah satu jenis malware yang paling populer. Virus merupakan aplikasi atau program di komputer yang bisa menggandakan dirinya. Selanjutnya, virus kemudian menyebar dengan cara menyisipkan slinan dirinya ke program atau dokumen lain.

Ia kemudian bekerja untuk mengganggu proses kerja sistem operasi dan menyebabkan berbagai masalah. Mereka bisa merusak data dokumen yang ada di komputer dan membuat pengguna merasa terganggu karena penurunan kinerja device nya. Bisa juga membuat hilangnya data atau informasi user saat mengakses dokumen.

Virus biasanya menyebar melalui lampiran email. Berhati- hatilah saat Anda menerima email atau pesan menggunakan alamat mencurigakan atau melampirkan link yang tidak valid. Virus juga bisa menyebar lewat unduhan dari situs tidak aman.

Meskipun begitu, virus sendiri biasanya baru akan bekerja secara aktif setelah pengguna membuka dokumen atau file yang sudah terinfeksi.

2. Trojan

Berbeda dengan virus, trojan merupakan jenis malware yang pintar dalam melakukan penyamaran sebagai aplikasi yang tidak berbahaya. Karena kemampuannya ini, trojan bisa mengelabui pengguna dengan lebih mudah.

Namun saat aplikasi diunduh, malware ini mulai menyebar dan mematai- matai pengguna untuk mendapatkan informasi penting yang tercantum dalam log komputer. Informasi ini bisa berupa password, informasi bank, data pribadi, transaksi, dan lain sebagainya.

3. Adware

Adware adalah tiper perangkat lunak yang kerap menampilkan iklan atau pop up saat pengguna melakukan tindakan tertentu. Sebenarnya tidak semua Adware  berbahaya. Kendati begitu, adware yang agresif bisa merusak keamanan perangkat dengan mengirim malware berbahaya yang termasuk spyware.

Selain itu, karena bersifat invasif, Adware tentu terasa sangat menjengkelkan saat muncul di perangkat pengguna.

4. Spyware

Spyware merupakan jenis malware yang dirancang khusus untuk memasuki perangkat, mengumpulkan data dan mengirimkannya ke pihak ketiga (third party) tanpa persetujuan dari pihak pengguna.

Jenis malware ini biasanya tertanam di perangkat pengguna tanpa sepengetahuan pemilik. Akibatnya, spyware bisa mencatat berbagai aktivitas dari informasi pribadi. Mulai dari kata sandi, data kartu kredit, catatan kesehatan, dan lain sebagainya.

5. Worm

Sama seperti virus, worm adalah jenis malware yang bisa menggandakan diri untuk menginfeksi perangkat pengguna. Hanya saja, worm bisa bekerja dan menggandakan dirinya secara mandiri tanpa membutuhkan aktivasi atau campur tangan apapun dari manusia.

Worm biasanya memasuki sistem melalui koneksi internet atau unduhan file.

6. Ransomware

Ransomware umumnya digunakan pelaku cyber criminal untuk mengancam dan memeras korban pemilik perangkat. Jenis malware ini merupakan skema penghasil uang secara kriminal dengan metode tautan email, website, atau pesan instan.

Ransomware mempunyai kemampuan untuk mengunci layar komputer atau mengenkripsi file penting milik korban. Untuk bisa mendapatkan aksesnya kembali, korban harus menebus sejumlah uang kepada pelaku.

7. Botnet

Jenis malware terakhir yang akan Panda ulas adalah Botnet. Boner merupakan jaringan perangkat komputer yang dibajak dan digunakan pelaku untuk melakukan berbagai serangan siber. Istilah botnet ini sendiri berasal dari kata “robot” dan “network”.

Tujuan dari penciptaan botnet adalah sebagai alat otomatisasi untuk menciptakan serangan massal. Mulai dari pencurian data, kerusakan server, dan distribusi malware. Botnet akan mengambil alih perangkat Anda untuk menipu orang lain atau menyebabkan gangguan.

Cara Kerja Malware di Website dan Perangkat

Malware bukan hanya bisa menyerang perangkat, tapi juga website atau halaman sebuah situs. Dan seringkali, pemilik situs dan perangkat tidak langsung menyadarinya, sampai terjadi masalah yang tidak diinginkan.

Untuk lebih jelasnya, mari kita simak bersama- sama bagaimana cara kerja dari malware itu sendiri :

1. Cara Kerja Malware di Website

Setidaknya ada tiga aspek yang bisa mempengaruhi aktivitas perangkat lunak berbahaya ini. Antara lain adalah sebagai berikut :

1.1 Plugin

Untuk pengguna WordPress, ada banyak sekali plugin di berbagai situs yang mengklaim dirinya bisa memaksimalkan fungsi sebuah website. Plugin- plugin ini pun menawarkan berbagai fitur menarik yang sangat menggoda.

Masalah sering terjadi saat kita menggunakan plugin dari developer tidak terpercaya atau bahkan plugin bajakan. Plugin ini besar kemungkinan telah disusupi kode program yang bisa merusak situs website.

Untuk menghindarinya, berikut beberapa tindakan preventif yang bisa Anda lakukan :

  • Hanya menggunakan plugin dari developer terpercaya.
  • Jangan menggunakan plugin bajakan dan waspadalah dengan plugin premium yang dijual murah atau gratis.
  • Selalu perbarui plugin Anda ke versi terbaru.

1.2 Tema

Selain plugin, tema juga menjadi salah satu wadah untuk malware berkembang biak. Tema bajakan memang selalu menggoda banyak pengguna. Terutama saat tema yang kita inginkan mempunyai harga yang relatif mahal, sedangkan tema bajakan ini dijual hanya sekian persen dari harga asli atau bahkan gratis.

Namun percayalah, membeli tema original adalah yang terbaik meski harus menguras kocek lebih. Selain kualitas yang terjamin tingkat keamanannya, Anda akan mendapatkan support dari penyedia tema yang sekaligus terhindar dari serangan malware.

2. Desktop dan Smartphone

Malware bisa menyerang kesehatan perangkat apapun, baik itu komputer, laptop, smartphone hingga tablet. Begitu perangkat terinfeksi, keamanan data, kesehatan device, dan informasi perangkat adalah taruhannya.

Beberapa langkah pencegahan yang bisa kita lakukan dalam menangkal malware ini antara lain :

  • Selalu pastikan keamanan aplikasi atau file yang ingin kita unduh dan pasang.
  • Waspada terhadap tautan mencurigakan melalui email atau pesan instan.
  • Hanya berkunjung ke situs yang aman dengan enkripsi SSL/TLS (HTTPS) untuk keamanan perangkat.

Sedangkan untuk Android, Anda bisa juga membaca lebih lengkap artikel Panda : 5 Tips Mudah Melindungi Android dari Serangan Aplikasi Malware.

Cara Mencegah Malware Masuk ke Website dan Perangkat

Sebelum terjadi, tentu kita berharap bisa mencegah malware jenis apapun untuk bisa masuk ke website dan perangkat kita. Berikut adalah beberapa cara yang bisa ANda tempuh untuk melindungi diri dari serangan malware :

  • Selalu perbarui sistem operasi dan aplikasi secara berkala sesuai ketersediaan pembaruan.
  • Lakukan pembaruan theme, plugin dan versi WordPress sesuai ketersediaan pembaruan.
  • Unduh software anti-virus melalui situs web atau toko ritel resmi mereka.
  • Hindari untuk mengklik link mencurigakan.
  • Berhati- hatilah dalam membuka email yang meminta informasi pribadi.
  • Gunakan password manager agar terhindar dari jebakan phishing.
  • Selalu mengunduh aplikasi, theme dan plugin dari pihak resmi.
  • Tetap berhati- hati saat berselancar dan mengunduh file di internet.

Cara Ampuh Mengatasi Malware di Website dan Komputer

Cara menghilangkan malware dari laptop/ komputer/ pc

Setelah mengetahui jenis- jenis malware dan memahami bahaya serta cara kerjanya, langkah selanjutnya adalah cara mengatasi malware di website atau komputer. Berikut adalah beberapa cara yang bisa kita terapkan :

1. Menggunakan Wordfence untuk WordPress

Untuk pengguna CMS WordPress, WordPress adalah salah satu plugin keamanan populer yang paling direkomendasikan. Plugin ini bisa mengelola dan memperhatikan keamanan data situs secara realtime.

Selain itu, WordPress juga bisa membantu membersihkan malware dari website dengan mudah. Cara nya yaitu dengan melakukan proses scanning Website dari fitur Wordfence. Lama proses scan ini sendiri tergantung dari banyaknya file di website. Tunggu sampai proses scan selesai.

Saat plugin menemukan file terinfeksi, maka akan muncul pemberitahuan dari plugin. Selanjutnya Anda akan mendapatkan instruksi untuk menghapus file berbahaya tersebut.

Selain Wordfence, ada juga beberapa plugin keamanan alternatif yang bisa Anda coba, seperti iThemes, All in One WP Security, BulletProof dan lain sebagainya.

2. Menjalankan Safe Mode

Saat ada tanda- tanda infeksi malware, cobalah untuk menjalankan safe mode di komputer. Dengan safe mode, sistem akan berupaya memperbaiki masalah dalam sebuah perangkat sistem operasi yang tidak bisa diatasi saat sistem beraktivitas secara normal.

Untuk masuk ke Safe Mode adalah dengan merestart komputer tau laptop, lalu tekan tombol F8 pada keyboard. Tunggu hingga muncul pilihan safe mode di monitor. Selanjutnya, akan muncul pilihan safe mode yang dapat Anda pilih sesuai kebutuhan.

3. Mengaktifkan Windows Defender

Langkah selanjutnya, Anda bisa mengaktifkan layanan Windows Defender untuk perlindungan awal dari software berbahaya yang bisa mengancam kinerja perangkat.

Selain Windows Defender, Anda  juga bisa mengaktifkan WIndows Firewall agar sistem bisa mentracking lebih awal dan memberikan diagnosa dengan tepat saat terjadi serangan.

4. Menggunakan Software Anti Malware

Tips terakhir, selain memanfaatkan fitur bawaan perangkat untuk meningkatkan keamanan, Anda bisa juga menggunakan software anti malware. Berikut adalah beberapa referensi software yang bisa mencegah dan mematikan aktivitas malware di perangkat :

  • AdwCleaner
  • Malwarebytes 
  • ComboFix
  • SUPERAntiSpyware
  • BitDefender
  • Reason Core Security
  • Norman Malware Cleaner

Untuk tips yang lebih lengkap, Anda juga bisa membaca artikel Panda sebelumnya : 7+ Cara Ampuh Menghilangkan Malware Hingga Tuntas!

Kesimpulan

Malware atau malicious software adalah perangkat lunak jahat yang bisa menginfeksi situs dan perangkat siapa saja. Penting sekali untuk mengenali apa saja jenis- jenis mereka, cara mencegah dan cara mengatasi malware.

Pasalnya, malware bukan hanya mengganggu sistem yang berjalan dan kinerja perangkat, tapi juga bisa mencuri data- data penting, mengubahnya, hingga mengendalikan sistem yang ada.

Malware pada umumnya sangat mudah menyebar dalam sistem. Kendati begitu, hal ini bisa kita cegah dan atasi. Salah satunya adalah dengan melakukan pemindaian malware secara berkala dan melakukan pengecekan saat mendapati file mencurigakan.

Semoga artikel ini bisa menjadi tambahan referensi untuk Anda yang sedang mencari informasi tentang apa itu malware, jenis- jenis malware, cara mencegah dan cara mengatasi malware. Semoga bermanfaat!

Pengertian Cyber Security, Jenis Ancaman dan Manfaat untuk Pengguna

Pengertian Cyber Security, Jenis Ancaman dan Manfaat untuk Pengguna

Selain mengenal istilah Cyber Crime, kita juga mengenal adanya istilah Cyber Security. Semakin canggihnya teknologi, masing- masing individu membutuhkan perlindungan yang ketat dari serangan siber.

Dalam hal lalu lintas transfer data misalnya, berbagai resiko keamanan dan kejahatan dunia maya bisa mengancam. Jika tidak waspada, kita bisa menjadi korban pencurian dan penyalahgunaan data.

Di artikel kali ini, Panda akan mengulas secara lengkap segala hal tentang cyber security. Mulai dari pengertian cyber security, konsep, jenis serangan, hingga cara melindungi diri dari kejahatan siber.

A. Apa itu Cyber Security?

Menurut CISCO, cyber security adalah proses perlindungan data, sistem, jaringan, dan program dari ancaman serangan digital.

Sedangkan secara umum, pengertian dari Cyber Security adalah tindakan yang pengguna lakukan untuk melindungi sistem komputer dari serangan atau akses ilegal.

Serangan ilegal ini biasanya dilakukan oleh pihak tak bertanggungjawab dengan berbagai metode. Misalnya saja mengakses informasi sensitif dan mencurinya, atau mengubah dan menghancurkan data penting.

Ada berbagai motif dalam serangan ini, mulai dari unsur politik, persaingan bisnis, atau pemerasan uang untuk kepentingan pribadi.

Beberapa orang sering menganggap bahwa cybersecurity dan information security (InfoSec) itu sama. Namun, keduanya berbeda.

InfoSec merupakan elemen penting dari cyber security, yang secara khusus bekerja menangani keamanan data. Sedangkan Cyber Security adalah induk atau payung besar dari InfoSec dan beberapa elemen lain.

B. Mengenal Konsep Cyber Security

Konsep Cyber Security mengacu pada tiga poin yang terkenal dengan sebutan CIA Triad. Tiga poin tersebut adalah confidentiality (kerahasiaan), integrity (integritas), dan availability (ketersediaan) informasi.

Selanjutnya, CIA Triad menjadi model keamanan yang dikembangkan untuk membantu manusia dalam memikirkan berbagai faktor keamanan dalam teknologi informasi.

B.1 Confidentiality (Kerahasiaan)

Confidentiality artinya usaha untuk merahasiakan atau menyimpan data. Dalam prakteknya, Confidentiality merupakan tindakan untuk mengontrol akses data agar tidak terjadi kebocoran dan pencurian data.

Salah satu caranya yaitu dengan membatasi wewenang akses ke pihak yang tidak berkepentingan. Contohnya dalam akses otorisasi website, karyawan yang memang berstatus murni Content Writer, hanya mendapatkan akses sebagai penulis (author).

Dengan begitu, karyawan tersebut tidak punya akses untuk mengotak- atik pengaturan website atau melihat fitur- fitur yang bukan otorisasinya.

Hal yang sama berlaku untuk bidang- bidang lainnya. Hanya berikan karyawan akses sesuai dengan otorisasi yang mereka miliki untuk menghindari hal- hal yang tidak diinginkan.

Confidentiality juga bisa dilakukan dengan mengaktifkan 2FA atau two factor authentication. Dengan metode 2FA, pengguna akan melewati dua tahap otentikasi sebelum bisa mengakses data. Tahap pertama adalah password, dan yang kedua adalah kode OTP (One Time Password) yang dikirimkan ke perangkat tertentu.

Dengan 2FA, peretas yang berhasil mendapatkan username dan password akan tetap gagal login karena tidak berhasil mengkonfirmasi OTP. Website menjadi lebih aman dari peretas yang usil.

B.2 Integrity (Integritas)

Dalam teknologi informasi, Integrity artinya upaya memberikan data yang konsisten, akurat, dan terpercaya.

Misalnya saat mempunyai toko online, penting untuk menampilkan informasi produk yang jelas, dan kredibel, serta harga yang akurat. Dengan begitu, pelanggan akan mempercayai integritas toko Anda.

Sedangkan dalam hal database pelanggan, penting untuk menjaga keamanan data mereka sebaik mungkin. Jangan sampai terjadi kebocoran data yang bisa merugikan mereka.

Dalam menjaga integritas data, beberapa cara yang bisa kita lakukan antara lain enkripsi, tanda tangan digital, dan certificate authority (CA) digital. CA digital misalnya dengan memasang sertifikat SSL/ TLS sebagai langkah verifikasi identitas pengguna situs website.

B.3 Availability (Ketersediaan)

Availability dalam komponen CIA Triad mengacu pada ketersediaan data. Dalam bisnis, ketersediaan sistem, aplikasi dan resource data yang bisa diakses pelanggan adalah hal wajib dan vital.

Misalnya saja saat menggunakan mobile banking untuk kebutuhan transfer mendadak. Tentu akan menjadi masalah yang mengecewakan jika aplikasi down tiba- tiba. Terlebih jika ini sering terjadi, reputasi pelanggan terhadap bank bersangkutan akan menurun secara perlahan.

3 Jenis Ancaman dalam Cyber Security

Jenis ancaman dalam Cyber Security

Dalam prakteknya, cyber security harus menghadapi berbagai jenis ancaman yang mungkin terjadi. Ancaman ini antara lain :

1. Cyber Crime

Cyber crime adalah tindak kejahatan siber yang menyasar sistem komputer. Attacker bisa melakukannya dengan akses ilegal, transmisi data atau manipulasi data untuk tujuan tertentu. Motif dari ancaman ini adalah untuk menciptakan gangguan dan mencari keuntungan finansial.

2. Cyber Attack

Berbeda dengan ancaman siber yang bisa menyasar siapa saja, target cyber attack kerap melibatkan kepentingan politik. Pelaku akan mengumpulkan informasi, melakukan pencurian data, hingga mengambil alih sistem milik target.

3. Cyber Terrorism

Cyber Terrorism adalah upaya mengancam, memprovokasi, atau mengintimidasi melalui sistem komputer. Ancaman ini sangat serius dan berbahaya karena bisa memicu kepanikan, kerusakan dan ketakutan dalam skala besar.

Metode Ancaman dalam Cyber Security

Untuk bisa menerapkan cyber security, kita perlu mengenal apa saja metode ancaman yang para attacker ini lakukan. Beberapa metode yang paling umum diterapkan antara lain :

1. Malware (Malicious Software)

Malicious software, alias Malware adalah salah satu ancaman siber yang paling sering terjadi. Malware menyerang perangkat lunak dan merusak sistem komputer pengguna. Dalam prakteknya, malware sering menyebar melalui lampiran email atau unduhan dari situs tidak aman.

Malware terdiri dari beberapa jenis, yaitu :

  • Virus : adalah program yang menggandakan diri, menempel di file bersih dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan diri nya ke program atau dokumen lain. Virus menginfeksi file dengan kode berbahaya.
  • Trojans : merupakan malware yang menyamar sebagai perangkat lunak yang sah. Attacker menipu pengguna agar mengunggah Trojan ke komputer merek untuk mengumpulkan data atau menyebabkan kerusakan.
  • Ransomware : adalah malware yang mengunci file dan data pengguna. Malware ini memberikan ancaman kepada pemiliknya akan menghapus file penting, dan pemilik harus membayar tebusan untuk mendapatkan file itu kembali.
  • Adware : yaitu perangkat lunak periklanan yang digunakan untuk menyebarkan malware.
  • Spyware : yaitu program yang secara diam- diam memata- matai aktivitas pengguna dan mengumpulkan informasi penting. Spyware salah satunya bertujuan untuk mencuri detail kartu kredit dan aktivitas penting dari pengguna.
  • Botnet : merupakan jaringan komputer yang sudah terinfeksi malware dan attacker gunakan untuk melakukan aktivitas online tanpa izin pengguna.

2. Injeksi SQL (Structured Query Language)

Injeksi SQL adalah metode ancaman yang digunakan untuk mengambil kendali dan mencuri informasi sensitif dari pusat data.

Attacker memanfaatkan kerentanan dalam aplikasi berbasis data ini dengan memasukkan kode berbahaya ke dalam basis data melalui pernyataan SQL. Akibatnya, mereka bisa mendapatkan akses ke data sensitif pengguna.

3. Phishing

Hover link untuk melihat alamat website

Phishing adalah salah satu jenis kejahatan siber yang cukup populer. Dalam metode ini, attacker melakukan penipuan untuk mengelabui target dengan cara mencuri akun dan data pribadi target.

Phishing biasanya banyak dilakukan via email dengan berpura- pura menjadi perusahaan atau brand yang sah, dan memancing korban untuk memberikan informasi sensitif.

4. Man-in-the-Middle Attack (MiTM)

Contoh Man in The Middle (MitM)

Serangan MiTM  berbentuk penyadapan atau pencegatan komunikasi antar dua individu untuk mencuri informasi secara diam- diam.

MiTM sering terjadi saat pengguna menggunakan akses WiFI tidak aman di area publik. Penyerang bisa mencegat informasi yang dikirimkan dari perangkat dan jaringan korban.

5. Serangan Denial of Service (DoS)

Dalam serangan ini, attacker mencegah sistem komputer untuk memenuhi permintaan akses yang sah. Metode yang mereka lakukan adalah dengan membanjiri jaringan dan server dengan fake trafik, sehingga akses sah gagal masuk ke sistem.

C. Elemen dalam Penerapan Cyber Security

Terdapat beberapa elemen dalam cybersecurity. Masing- masing elemen mempunyai peran penting untuk memastikan keamanan pengguna sudah benar- benar terlindungi.

Beberapa elemen tersebut antara lain :

1. Application Security

Dalam elemen cybersecurity, application security ini merujuk pada proses peningkatan dan pemeliharaan keamanan sebuah aplikasi. Perlindungan ini bertujuan mencegah peretas agar tidak mencuri, membajak, atau mengeksploitasi data maupun kode dari program tersebut untuk melancarkan berbagai cyber attacks.

2. Network Security

Network security merupakan proses melindungi jaringan dan seluruh perangkat terhubung dari akses ilegal. Beberapa metode yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan network security antara lain :

  • Layanan VPN
  • Program Anti-malware
  • Email security
  • Firewall

3. Information Security

Information Security adalah upaya- upaya untuk mencegah akses ilegal dari pihak yang tidak berkepentingan. Akses ilegal ini meliputi melihat, menggunakan, memodifikasi, membeberkan, merekam, hingga menghancurkan data milik orang lain.

4. Operational Security/ Procedural Security

Elemen selanjutnya adalah operational security atau procedural security. Yaitu proses manajemen resiko untuk melindungi data sensitif dalam operasional, yang bisa disalahgunakan oleh peretas.

5. Disaster Recovery Planning/ Business Continuity Planning

Disaster recovery planning adalah upaya perusahaan dalam merespon berbagai insiden yang terjadi. Baik itu bencana alam, serangan siber, pemadaman listrik, dan beberapa hal lain yang tidak terduga.

Elemen cyber security ini bisa berupa dokumen formal yang memuat berbagai strategi yang bisa perusahaan lakukan untuk mengurangi dampak dari insiden. Dengan begitu, saat sebuah insiden terjadi, perusahaan mempunyai panduan untuk tetap bisa beroperasi atau segera pulih sebelum dampak yang lebih buruk terjadi.

6. End-User Education

End-user education artinya upaya untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran seluruh elemen di dalam perusahaan akan pentingnya menjaga keamanan digital.

Contohnya, perusahaan bisa melakukan program edukasi untuk meningkatkan wawasan karyawan terhadap berbagai jenis cyber attacks dan cara mencegahnya.

Menerapkan Cyber Security dengan Menangkal Cyber Crime

Setelah memahami apa saja jenis- jenis ancaman yang bisa mengancam keamanan, langkah selanjutnya adalah menerapkan langkah pencegahan. Pencegahan yang kita lakukan adalah dengan melakukan beberapa tips untuk menangkal cyber crime, antara lain :

1. Memperbarui Perangkat Lunak

Cyber crime akan mengeksploitasi perangkat lunak yang usang dengan menyerang celah keamanan. Untuk itu, penting untuk selalu memperbarui perangkat lunak secara rutin.

Pasalnya, patch keamanan terbaru dari sistem operasi mempunyai tingkat perlindungan yang lebih baik untuk mencegah kejahatan siber.

2. Menggunakan Antivirus

Memasang antivirus bisa menjadi salah satu solusi keamanan perangkat. Antivirus dapat mendeteksi kehadiran gangguan dan membersihkan sistem komputer dari ancaman malware. Pastikan untuk selalu memperbaharui antivirus Anda secara berkala ya!

3. Kata Sandi yang Kuat

Cyber crime akan mudah mengeksploitasi penggunaan password yang lemah. Untuk itu, selalu gunakan password yang kuat, yang merupakan gabungan kata, huruf, dan simbol.

Selain itu, cobalah mengganti password secara rutin. Anda bisa melakukannya secara manual atau menggunakan aplikasi password manager terbaik.

4. Waspada dengan Email dan Pesan Tidak Dikenal

Malware sering disisipkan melalui lampiran email. Saat Anda membuka lampiran ini, malware akan menyebar di sistem komputer.

Selain lampiran, malware juga kerap dilakukan lewat tautan. Biasanya pelaku akan menggoda Anda dengan iming- iming hadiah agar mengakses tautan yang mereka kirim.

Untuk itu, waspadalah selalu saat membuka email dari pengirim yang tidak Anda kenal. Berhati- hatilah juga untuk tidak membuka sembarang link yang ada di email.

5. Hindari Menggunakan Jaringan Wifi Asing di Tempat Umum

Jaringan Wifi asing rentan dengan serangan Evil Twin atau Man-in-The-Middle. Jika Anda berniat menggunakan jaringan Wifi di tempat umum, pastikan Anda mengetahui kredibilitas dari jaringan tersebut.

Manfaat Menerapkan Cyber Security dalam Bisnis

Sampai di tahap ini, Panda yakin kita semakin mengerti betapa pentingnya menerapkan cyber security ini. Bukan hanya untuk keamanan individu, tapi dalam skala yang lebih luas, ini sangat bermanfaat untuk bisnis.

Beberapa manfaat dari menerapkan Cyber Security antara lain :

1. Memastikan Keamanan Informasi Pribadi

Manfaat utama dari cyber security atau keamanan siber tentu saja menjaga informasi pribadi.

Terutama di era digital seperti ini, informasi pribadi merupakan sesuatu rawan disalahgunakan. Informasi ilegal bisa digunakan untuk berbagai motif. Mulai dari melakukan tindakan atas nama orang tersebut, hingga pemerasan ke korban.

Saat ada penyusup yang berhasil mengambil data pelanggan misalnya, data tersebut bisa mereka perjualbelikan di pasar gelap.

2. Produktivitas Terjaga

Komputer yang terinfeksi virus akan menghambat kinerja dan produktivitas seseorang. Komputer bisa berjalan sangat lambat, aplikasi tidak berperan maksimal seperti yang pengguna harapkan, dan bahkan harus mengganti unit komputer sebelum waktunya.

Dengan menerapkan cyber security, komputer menjadi lebih sehat dan karyawan bisa bekerja dengan produktif dan aman.

3. Memastikan Website Selalu Bisa Diakses

Dalam dunia digital, memastikan website selalu bisa diakses adalah hal yang vital. Saat sistem terkena ancaman, ada kemungkinan website shutdown dan tidak bisa diakses.

Tim IT membutuhkan waktu untuk membuat website pulih kembali. Sementara itu calon pelanggan potensial atau bahkan pelanggan loyal yang gagal mengakses website akan beralih ke kompetitor. Sangat merugikan, bukan?

4. Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan

Berkaitan dengan poin sebelumnya, ancaman siber bisa berdampak buruk untuk sebuah bisnis. Sebaliknya, saat berhasil menjamin keamanan cyber dan semua sistem bekerja seperti seharusnya, maka pelanggan akan percaya dengan kredibilitas bisnis Anda.

Sistem yang aman dan kredibel akan membuat pelanggan tidak ragu untuk melakukan transaksi di situs web Anda.

Siap untuk Menerapkan Cyber Security?

Cyber Security adalah upaya yang individu, bisnis atau institusi lakukan untuk meminimalisir ancaman dan resiko dari berbagai serangan cyber. Di era digital seperti sekarang ini, cyber security sangatlah vital.

Dengan menerapkan cyber security, kita telah memberikan perisai keamanan yang kuat terhadap perangkat maupun layanan bisnis, sehingga bisa beroperasi dengan baik tanpa adanya gangguan.

Cyber security berperan penting dalam membangun reputasi bisnis dan tentu saja kelangsungan perusahaan untuk jangka panjang. Jadi, sudah siap untuk menerapkannya ke dalam bisnis Anda, kan?