Kisah Sukses & Biografi Larry Ellison, Pendiri Oracle Corporation

Kisah Sukses & Biografi Larry Ellison, Pendiri Oracle Corporation

Larry Ellison adalah tokoh terkenal dibalik suksesnya Oracle Corporation. Nama Oracle pasti sudah sangat familiar untuk mereka yang berkecimpung di dunia pengembangan teknologi. Khususnya dengan produk- produk Oracle seperti Oracle RDBMS, Mysql, dan Java.

Oracle sendiri merupakan perusahaan manajemen data (database management system) terbesar di dunia. Kesuksesan Larry Ellison dalam mengembangkan perusahaan ini berhasil membawanya ke jajaran 10 besar orang terkaya di dunia versi Forbes.

Ada banyak pelajaran menarik; yang bisa kita peroleh dari sosok Larry Ellison. Di artikel kali ini, Panda akan secara lengkap mengulas kisah & biografi Larry Ellison dan bagaimana perjalanannya menjadi salah satu tokoh sukses yang menginspirasi banyak orang.

Biografi Larry Ellison

Sosok yang mempunyai nama lengkap “Lawrence Joseph Ellison” ini lahir pada 17 Agustus tahun 1944 di New York. Sang ibu, Florence Spellman, menjadi orangtua tunggal Larry sejak berusia 19 tahun karena tidak menikah dengan ayah Larry.

Ayah Larry sendiri merupakan seorang pilot udara Amerika Serikat berkebangsaan Italia. Dengan kondisi ini di usia yang masih sangat muda, sang ibu belum siap untuk membesarkan Larry.

Masa Kecil

Masa anak- anak Larry Ellison
Foto anak- anak Larry Ellison/ via Pinterest

Masa kecil Larry Ellison terbilang tidak menyenangkan.

Di usia sembilan bulan, Larry menderita pneumonia. Karena kondisi yang tidak memungkinkan, sang Ibu mengirimnya ke Chicago untuk tinggal bersama bibi dan pamannya, Lillian Spellman Ellison dan Louis Ellison. Keduanya kemudian mengadopsi Larry sebagai anak, sementara sang Ibu mulai mencari pekerjaan di California.

Sang ayah sendiri tidak pernah tahu tentang adopsi ini sehingga Larry tidak pernah bertemu dengan ayahnya sampai usia remaja.

Paman yang kemudian menjadi ayah angkatnya adalah seorang imigran Rusia. Bibi Larry mengasuhnya dengan penuh kasih sayang. Sedangkan sang paman mempunyai watak yang lebih keras.

Ada banyak situasi yang membuat Larry terlibat pertengkaran dengan pamannya karena kesalahpahaman. Kendati begitu, Larry tetap tumbuh menjadi anak yang mandiri dan percaya diri di bawah asuhan keluarga kecilnya.

Masa Sekolah

Memasuki usia sekolah, Larry menempa pendidikan di Eugene Field Elementary School. Ia kemudian melanjutkan pendidikan SMA di Sullivan High School, lalu pindah ke South Shore High School.

Semasa sekolah, Larry dikenal sebagai pribadi yang cerdas. Ia mempunyai ketertarikan lebih di pelajaran teknologi, terutama pesawat ruang angkasa. Ia juga sangat suka dengan pelajaran olahraga seperti bola voli dan yang lainnya.

Nilai- nilai Larry cukup bagus di bidang ilmu pengetahuan alam dan matematik. Namun kemudian Larry mengalami perubahan perilaku saat mengetahui bahwa orang yang mengasuhnya selama ini bukanlah orangtua kandungnya.

Masa Muda

Masa muda Larry Ellison
Foto masa muda Larry Ellison

Lulus dari jenjang SMA,, Larry Ellison melanjutkan studi ke University of Illinois di Urbana, Champaign, jurusan ilmu Fisika, pada tahun 1962. Larry saat merasa bahwa masa depan cerah sudah ada di depan mata.

Namun kemudian kejadian tidak terduga terjadi, yaitu sang ibu angkat meninggal dunia. Larry sangat dekat dengan sang ibu angkat dan mempunyai hubungan yang sulit dengan ayah angkatnya. Sang ayah angkat, Louis sering mengatakan bahwa dia becus dalam melakukan segala hal dan tidak akan pernah berarti apa- apa.

Selain faktor biaya dan nilai yang kurang bagus, Larry menolak untuk mengikuti ujian akhir di bangku kuliah dan memutuskan keluar dari kampus.

Larry kemudian melanjutkan hidupnya dengan bekerja paruh waktu. Tidak lama kemudian, ia memutuskan untuk melanjutkan kuliah lagi di Chicago University. Ia mengambil jurusan fisika dan matematika.

Sayangnya, ia hanya bertahan selama satu semester. Larry berhenti karena masalah biaya dan juga sudah kehilangan minat belajar. Kala itu, motivasinya lebih kuat untuk bertahan hidup.

Usai berhenti kuliah, di tahun 1966 Larry memutuskan untuk pindah ke Berkeley, California. Larry menggunakan sedikit uang yang ia miliki sebagai modal kursus komputer, sembari belajar secara otodidak dari buku- buku komputer yang ia miliki.

Saat merasa pengetahuannya di bidang komputer sudah cukup memadai, Larry kemudian melamar pekerjaan di berbagai perusahaan. Namun perjuangannya untuk memperoleh pekerjaan pertama tidak mudah mengingat ia tidak mempunyai ijazah sarjana.

Ia mengalami beberapa penolakan sampai akhirnya mendapatkan pekerjaan pertamanya di perusahaan investasi bernama “Fireman’s Fund” sebagai teknisi Komputer. Dari sini pengalaman Larry semakin bertambah karena ia sering memperbaiki perangkat keras dari komputer rusak dan memperbaiki banyak masalah berkaitan dengan perangkat.

Awal Karir

Dari Fireman’s Fund, Larry Ellison memutuskan untuk pindah kerja di Bank Wells Fargo. Di tempat ini ia juga bekerja sebagai seorang teknisi. Ia cekatan dalam hal pekerjaan, sayangnya ia merasa kurang mendapatkan penghargaan dari etos kerjanya.

Di tahun 1973, dia mulai bekerja di Ampex, perusahaan elektronik Amerika Serikat. Disini ia bertemu dengan sesama programmer, Ed Oates dan Bob Miner. Saat bekerja di Ampex Corp, Larry bertanggungjawab membuat database untuk CIA (Central Intelligence Agency).

Ampex ini lah yang kemudian menginspirasinya untuk mendirikan Oracle yang kemudian menjadi perusahaan database terbesar di dunia.

Breaking point nya adalah saat Larry membaca sebuah teori database relasional yang ditulis oleh Edgar F. Codd. Tulisan itu mendorong Larry untuk mengembangkan teori dalam membangun bisnis berkonsep “Structured Query Language” atau SQL. Proyek ini kemudian ia beri nama Oracle.

Kisah Sukses Larry Ellison Bersama Oracle Corporation

Di tahun 1977, Larry Ellison mengajak dua rekannya saat bekerja di Ampex, Ed dan Robert Miner untuk resign dan mendirikan perusahaan database milik mereka sendiri, Relation Software Inc.

Awal Berdiri Oracle Corporation

Pendiri Oracle Corporation
Pendiri Oracle Corporation

Larry memulai perusahaannya ini dengan modal $2000 dan karyawan kurang dari 10. Saat akan menggaet klien besar, Larry menyadari bahwa korporasi tidak akan berani mengambil resiko untuk produk baru.

Untuk itu, Larry dan rekannya memutuskan untuk tidak menggunakan label version 1.0, melainkan langsung version 2. Rencana ini ternyata berjalan sukses.

Pada tahun 1979, Relational Software Inc merilis Oracle yang menjadi program database relasional komersil paling populer. Mereka mengakuisisi klien besar sekelas CIA yang merupakan Dinas Intelijen Amerika Serikat.

Mereka selanjutnya juga menangani Wright Patterson Air Force Base dan menekan kesepakatan dengan perusahaan komputer IBM di tahun 1981.

Berganti Nama Menjadi Oracle Corporation

Oracle Corporation

Dengan inovasi dan pemasaran agresif, perusahaan Larry akhirnya resmi berganti nama menjadi Oracle System Corporation dan menjadi Oracle Corporation di tahun 1982 usai pertumbuhan yang masif.

Di tahun 1982 ini, pendapatan Oracle mencapai $2,5 juta dengan mempunyai 75 klien mikro. Di tahun 1986, Oracle mampu menghasilkan $55 juta. Perusahaan semakin berkembang pesat dan jumlah karyawan yang mereka miliki juga semakin bertambah banyak.

Larry Ellison dan Jatuh Bangun Oracle

Kesuksesan Oracle semakin pesat seiring dengan berkembangnya kebutuhan database dunia yang semakin banyak. Di tahun 1986, Oracle resmi go public di bursa saham.

Namun tentu saja, sama seperti perusahaan lainnya, Oracle pernah mengalami jatuh bangun dan mengalami beberapa masalah.

Di tahun 1990, pemegang saham melakukan gugatan untuk audit internal untuk mengungkap bahwa Oracle telah melebih- lebihkan pendapatannya. Kejadian ini membuat saham perusahaan anjlok secara drastis dan nilai jual berkurang sebanyak 80%.

Di ambang kebangkrutan, Oracle harus membayar gugatan class action dari pemegang saham sebesar $24 juta. Mereka juga harus memecat karyawan sekitar 400 orang sebagai langkah efisiensi perusahaan.

Di pertengahan 1990 an, Larry juga sempat melihat peluang untuk bersaing dengan Microsoft Corporation. Ia pun mengembangkan alternatif murah untuk komputer pribadi desktop (PC), yang kemudian ia beri nama Komputer Jaringan (NC – Network Computer).

Sayangnya, NC tidak sepenuhnya bekerja seperti PC standar dan ada banyak kendala dalam pengembangannya. Pada akhirnya, Microsoft terus mendominasi desktop dan Ellison mengakui bahwa NC masih terlalu dini secara teknologi.

Berbagai masalah yang timbul membuat Larry melakukan restrukturisasi manajemen Oracle. Di akhir tahun 1992, Oracle kembali sehat secara finansial dan kembali terus berkembang.

Tangan Dingin Larry Ellison

Kisah Sukses Larry Ellison

Larry Ellison tidak pernah menyerah dengan keadaan. Dia selalu mempunyai berbagai macam strategi untuk terus mengembangkan bisnisnya di bidang perangkat lunak.

Di tahun 1994, Oracle melakukan akuisisi resmi manajemen bisnis data relasional (RDBMS). Selain itu, ada banyak strategi yang Larry lakukan untuk terus mempertahankan dan mengembangkan Oracle.

Di awal tahun 200 an, Larry memulai strategi agresif membeli perusahaan perangkat lunak saingan. Dia melakukan banyak akuisisi bernilai miliaran dollar, termasuk pembelian PeopleSoft (2005), Siebel (2006), BEA (2008), dan Sun Microsystem (2010).

Kini Oracle menjelma sebagai perusahaan penguasa database di dunia. Banyak sekali produk database yang menggunakan produk dari Oracle, seperti Mysql dan Java. Selain itu, produk- produk lain yang tidak kalah mentereng antara lain Development Tool (Oracle Developer, Oracle Designer), Application Server (Web DB, OAS) dan Oracle Application Server.

Di tahun 2014, Ellison mengundurkan diri dari posisi CEO Oracle. Kendati begitu, dia masih terlibat di perusahaan sebagai ketua eksekutif dan CTO.

Tangan dingin Larry telah berhasil menjadikan Oracle sebagai perusahaan pengembang perangkat lunak terbesar kedua setelah Microsoft. Hal ini sekaligus membuat nya menjadi orang terkaya dunia ke 7 tahun 2021 versi Forbes, dengan kekayaan US$ 118.1 miliar.

Biografi Larry Ellison – Kisah Kehidupan Pribadi

Larry Ellison bersama putri dan putranya
Larry Ellison bersama putri dan putranya

Dalam kehidupan pribadinya, Larry kurang bersahabat dengan pernikahan. Ia pernah menikah sebanyak 4 kali dan semua berakhir dengan perceraian. Larry mempunyai putra putri yang berbakat di bidangnya masing- masing, serta sukses dalam menjalani bisnis mereka.

Putranya yang bernama David Ellison yang merupakan CEO media Skydance. Sedangkan putrinya Megan Ellison adalah pendiri Anna Pictures dan salah satu produser film Amerika.

Larry Ellison mempunyai pulau pribadi di Hawai, Lanai Island, yang ia beli pada tahun 2012 seharga $300 juta. Larry berencana  mengembangkan infrastruktur di pulau tersebut dan memproduksi buah serta sayuran untuk dijual di seberang lautan.

Lanai Island di Hawai, pulau pribadi Larry Ellison
Lanai Island di Hawai, pulau pribadi Larry Ellison

Selain menuai prestasi di bidang bisnis, Larry juga menjadi kepala tim kapal pesiar Amerika yang ia dirikan di tahun 2000. Ia mempunyai kapal pesiar bernama Rising Sun yang merupakan kapal pesiar kedelapan terbesar di dunia. Kapal ini mempunyai ukuran panjang 453 kaki atau sekitar 138 meter. Sayangnya ia menjual kapal ini pada David Geffen pada 2010 silam.

Kapal pesiar Rising Sun milik Larry Ellison
Kapal pesiar Rising Sun milik Larry Ellison

Selain itu, Larry juga gemar bermain tenis dan merupakan pilot berlisensi. Ia mempunyai beberapa pesawat jet militer yang salah satunya adalah SIAI-Marchetti S.211.

Memang, ada banyak sisi menarik dari kehidupan Larry Ellison ini. Dengan background keluarga yang tidak harmonis, Larry belajar tentang ketekunan, mandiri, percaya diri dan kerja keras.

Perjuangan Larry tidak mudah. Namun dengan tekad kuatnya, ia berhasil menaklukkan tantangan dalam hidupnya dan meraih titik kesuksesan.

Semoga biografi dan kisah sukses Larry Ellison ini menginspirasi harimu untuk menjadi lebih baik ya! 🙂

Kisah Sukses Pendiri McDonald, Ray Kroc, yang Gigih Membangun Bisnis

Kisah Sukses Pendiri McDonald, Ray Kroc, yang Gigih Membangun Bisnis

Dari sekian banyak kisah sukses yang menginspirasi, bisa dipastikan kalau Kisah Sukses Pendiri McDonald, Ray Kroc, menjadi salah satunya. Brand restoran cepat saji ini memang mempunyai reputasi yang fenomenal dengan perjalanan panjang yang menarik di belakangnya.

McDonald diperkirakan mempunyai lebih dari 36.000 cabang di seluruh dunia dengan penghasilan lebih dari US $75 juta dari 68 juta pengunjung dalam sehari. Pertumbuhan McD memang luar biasa sehingga menjadikannya bisnis waralaba paling menguntungkan di dunia.

Dibalik kesuksesan McD, ada sosok wirausahawan asal Amerika yang turut campur tangan. Ya, dialah Ray Kroc! Mari kita simak kisah sukses dan biografi pendiri McDonald ini.

Sejarah Awal Perjalanan McDonald

Pada awalnya, restoran McDonald didirikan oleh McDonald bersaudara, yaitu Richard “Dick” J. McDonald dan Maurice “Mac” McDonald.

Pada 1954, Ray Kroc pergi ke restoran milik Dick dan Mac di San Bernardino, California, lantaran dua bersaudara ini ingin membeli mixer miliknya dalam jumlah banyak. Saat sampai di restoran, Kroc terkesan dengan operasional restoran yang sederhana dan efisien.

Dari kunjungan pertama itu, Kroc tertarik dengan konsep McDonald’s milik dua bersaudara itu. Kroc lantas menawarkan diri bekerja sebagai agen waralaba yang akan memperoleh upah dengan memotong keuntungan.

Tampilan McDonald's pertama Dick & Mac
Tampilan McDonald’s pertama Dick & Mac

Dari agen waralaba, ambisi Kroc semakin bertumbuh. Ia ingin merubah kesepakatan bisnis antara dirinya dengan McDonald bersaudara. Saat itu, keduanya tidak setuju dengan Kroc dan sempat terjadi konflik.

Lalu, tanpa sepengetahuan McDonald bersaudara, Kroc membuat perusahaan real estate Franchise Realty Corporation. Ia membeli lahan kosong, membangun resto iconic pertama McDonald’s, dan menyewakan tempat tersebut pada para investor.

Pendapatan Kroc melesat karena para investor memberikan keuntungan bersih setiap bulan, sekaligus membayar biaya sewa. Gerai McD juga semakin tersebar dan berkembang.

Saat mengetahui hal ini, McDonald bersaudara merasa telah dicurangi. Sayangnya, keduanya tidak bisa berbuat banyak karena tindakan Kroc tidak melanggar kesepakatan.

Kroc juga sempat membuat eksperimen vital dengan mengganti es krim dari susu sapi asli menjadi susu bubuk untuk efisiensi biaya. Dic yang dari awal ingin menjaga kualitas McD daripada keuntungan pun marah besar. Namun Kroc tetap pada keputusannya.

Pada tahun 1955, Kroc mengubah Franchise Realty Corporation menjadi The McDonald’s Corporation, juga membuat logonya sendiri.

Di titik itu, MCDonald bersaudara menyadari mereka tidak mempunyai kekuatan finansial yang cukup untuk menuntut Kroc. Akhirnya, Kroc membeli perusahaan McDonald secara resmi pada 1961 seharga US$ 2,7 juta. Kroc pun mempunyai hak eksklusif sebagai pemilik merek McDonald’s.

Biografi dan Kisah Sukses Pendiri McDonald, Ray Kroc

Masa Kecil Ray Kroc

Raymond Albert Kroc, atau yang kita kenal sebagai Ray Kroc, lahir pada 5 Oktober 1902. Kedua orangtua Kroc berasal dari Ceko. Ia merupakan anak tertua dalam keluarganya.

Ayahnya, Alois “Louis” Kroc, berasal dari desa Bøasy dekat Plzeò di Bohemia. Ia bekerja di perusahaan telegraf, Western Union dan terkenal sebagai pribadi yang sangat disiplin dan pekerja keras.

Sedangkan sang ibu, Rose Mary nee Hrach, lahir di Illinois. Sang ibu merupakan wanita penuh kasih sayang dan seorang ibu rumah tangga yang handal.

Sang ibu juga pandai bermain piano dan menghasilkan uang tambahan dari memberikan pelajaran kepada anak- anak dan orang dewasa. Selain itu, Kroc juga belajar bermain piano dari sang ibu.

Ray Kroc mempunyai dua adik laki- laki, yaitu Robert dan Lorraine.

Kroc terbiasa dengan buku novel dan kerap memimpikan rencana rumit yang membuatnya bekerja dengan giat. Ia bahkan sampai mendapat julukan “Danny Daydreamer“. Namun, ia tak pernah berhenti untuk bermimpi.

Ray sudah menunjukkan banyak tekad, kecerdasan dan kepercayaan diri sejak kecil. Saat belajar di Lincoln School di Oak Park, ia unggul dalam debat dan mudah meyakinkan orang.

Ray Kroc mulai mendapat uang tambahan saat melakukan pekerjaan sampingan di toko bahan makanan dan toko obat saat belajar di sekolah tata bahasa. Ia juga menjual limun di sebuah kios dekat rumahnya, yang merupakan bisnis makanan pertamanya.

Awal Karir

Saat berusia 14 tahun, Kroc bersama dua temannya membuka toko musik yang ia sebut ‘Ray Kroc Music Emporium’. Di toko itu, ia menjual lembaran musik sambil bermain piano. Sayangnya toko tersebut tutup dalam beberapa bulan.

Saat berusia 15 tahun, ia mendaftar menjadi sopir Ambulance untuk Palang Merah. Saat perang dunia II, ia juga turut serta dalam Perang Dunia II dan harus mengorbankan sekolahnya.

Usai perang, sempat mencoba berbagai pilihan karir. Ia sempat menjadi pianis, sutradara musikal, hingga agen perumahan. Karirnya mulai menanjak saat ia bekerja sebagai salesman di perusahaan gelas kertas, Lily-Tulip Cup. Kroc berhasil menunjukkan semangat kerja yang tinggi sehingga mendapat penghargaan sebagai karyawan terbaik di perusahaan dan naik pangkat menjadi manajer penjualan di Midwestern.

Perjalanan Kroc selanjutnya berkaitan dengan toko es krim Earl Prince. Saat itu menemukan mesin yang mampu menghasilkan lima gelas milkshake secara bersamaan. Ia pun berfokus pada penjualan multi mixer ini ke segala penjuru Amerika.

Ray Kroc Membeli McDonald dari Dic & Mac

Ray Kroc mungkin melakukan beberapa hal kontroversial sampai akhirnya berhasil mendapatkan restoran cepat saji ini dari McDonald bersaudara.

Setelah berkenalan dengan McDonald bersaudara, Kroc membuka cabang restoran pertamanya di Des Plaines, Illinois pada tahun 1955. Empat tahun selanjutnya pada 1959, cabang restoran cepat saji ini telah mencapai 100 buah.

Tampilan McDonald's pertama Ray Kroc
Tampilan McDonald’s pertama Ray Kroc

Namun hal ini tidak membuat Kroc puas. Ia merasa belum mendapatkan untung besar dari bisnisnya.

Harry J. Sonneborn, yang merupakan Presiden Pertama McDonald’s Corporation menyarankan untuk membuat sistem dimana perusahaan bisa membeli atau menyewa lahan untuk membuka cabang baru.

Ide yang ia eksekusi ini mendapat perlawanan habis- habisan dari pendiri awal McDonald. Sampai akhirnya, Kroc membeli perusahaan tersebut pada 1961 dengan dana pinjaman US $27 yang ia peroleh dari Sonneborn.

Meraih Sukses dengan McDonald

Mempunyai kepemilikan penuh McDonald, Kroc tetap menjalankan restoran cepat saji ini dengan beberapa elemen kreatif baru sambil tetap mempertahankan karakter asli. Salah satunya adalah menu hamburger untuk pelanggan masih terus ia pertahankan.

Kroc mengoptimalkan pertumbuhan bisnis restorannya di daerah pinggir kota. Ia menargetkan pangsa pasar baru dengan makanan yang familiar dan harga yang murah.

Banyak yang mengkritisi kandungan gizi dalam McDonald dan reputasi Kroc untuk sistem transaksi bisnis yang kurang baik.

Kisah Ray Kroc, pendiri McDonald

Meski begitu, tak ada yang bisa membantah jika strateginya ini sangat menguntungkan secara keuangan. Ia mempunyai pedoman ketat terkait persiapan penjualan, ukuran porsi makanan, metode memasak dan mengemas. Kroc juga memastikan standar menu McDonald mempunyai kualitas yang sama di seluruh cbaang waralaba.

Di akhir hidupnya, Ray Kroc telah mempunyai 7.500 cabang di lebih dari tiga puluh negara dengan penjualan kotor senilai US $8 milyar atau setara Rp 114 triliun.

Inovasi Ray Kroc

McDonald menjadi sukses seperti sekarang ini tidak lepas dari inovasi Kroc di restoran cepat saji ini. Dengan inovasi yang ia lakukan, ia telah membuat pemilik waralaba menghasilkan uang cepat dan memungkinkan mempunyai lebih banyak kontrol, berkontribusi pada pengembangan restoran dan waralaba.

Kroc berusaha melakukan efisiensi biaya operasional di setiap cabang restorannya.

Tampilan dapur McDonald's

Inovasi penting yang ia lakukan adalah mendirikan Hamburger University di Oak Brook, di tepi barat Chicago. Universitas ini berdiri di atas lahan seluas 80 hektar.

Peserta utamanya adalah pemilik tiap waralaba yang dipilih berdasarkan ambisi dan track karir mereka. Lulusan dari pelatihan ini nantinya akan mendapatkan sertifikat bertuliskan “hamburgerology with a minor in french fries“.

Kehidupan Pribadi, Karir yang Lain, & Penghargaan Ray Kroc

Ray Kroc menikah dengan istri pertamanya, Ethel Fleming, yang merupakan kekasihnya di sekolah menengah, pada 1922. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai anak perempuan bernama Marilyn Kroc. Sayangnya, pernikahan ini harus berakhir pada 1961.

Tampilan Ray Kroc dengan istri pertama
Ray Kroc bersama istri pertamanya, Ethel Fleming

Pada 1963, Kroc menikahi Jane Dobbins Green yang merupakan seorang sekretaris. Namun pernikahan ini juga kandas. Keduanya bercerai pada tahun 1968

Pada 1969, Kroc menikah dengan Joan Beverly Smith nee Mansfield. Kedua pasangan ini pertama bertemu pada 1957, saat Kroc masih menikah dengan Fleming dan Beverly masih menikah dengan veteran Angkatan Laut dan pemilik waralaba McDonald’s, Rawland F. Smith.

Keduanya melakukan hubungan rahasia selama bertahun- tahun sampai akhirnya bercerai dari pasangan masing- masing dan menikah.

Ray Kroc dengan istri ketiga
Ray Kroc dengan istri ketiga

Pada 1972, Kroc menerima Horatio Alger Award dari Horatio Alger Association of Distinguished Americans sebagai penghargaan untuk dedikasi dan kejujurannya.

Kroc juga membeli klub  baseball Diego Padres pada 1974 dan menjadi pemilik tim Liga Utama Baseball. Pada tahun 1977, ia menerbitkan buku autobiografi bertajuk Grinding It Out: The Making of McDonald’s.

Ray Kroc menderita radang sendi dan diabetes, yang sekaligus merupakan pecandu alkohol. Ia dirawat di pusat rehabilitas karena kecanduannya itu, setelah menderita stroke pada 1980.

Ray Kroc meninggal pada 14 Januari 1984 di Scripps Memorial Hospital di San Diego, California karena penyakit gagal jantung. Saat meninggal, kekayaan pribadi Kroc ditaksir mencapai US $ 500 juta.

Kurang lebih tiga dekade usai kematiannya, yaitu pada 2016, kisah Kroc diangkat ke layar lebar melalui film “The Founder”. 

Michael Keaton dalam film The Founder
Michael Keaton dalam film The Founder
Biografi Bong Chandra : Bangkrut Berkali- kali Hingga Jadi Pengusaha Sukses Asia

Biografi Bong Chandra : Bangkrut Berkali- kali Hingga Jadi Pengusaha Sukses Asia

Sebagai salah satu motivator populer di Indonesia, Bong Chandra adalah inspirasi untuk banyak orang. Bong Chandra tidak meraih kesuksesannya secara instan, melainkan dengan banyak perjuangan dan berkali- kali bangkit dari keterpurukan.

Di usianya yang relatif masih sangat muda, ia adalah sosok motivator, sekaligus pengusaha sukses yang berhasil menata karirnya dari level bawah. Pria yang mempunyai slogan hidup “live begin at 20” ini mempunyai mimpi untuk melihat pemuda Indonesia untuk mampu mengubah mindset bahwa kesuksesan besar tidak perlu menunggu waktu untuk diraih.

Dengan perjalanan hidupnya yang luar biasa ini, Panda akan mengupasnya dalam sebuah konten Biografi Bong Chandra. Kita akan belajar banyak dari perjalanan hidupnya, dan menginspirasi untuk bangkit dari keterpurukan.

Biografi Singkat Bong Chandra

Biodata Bong Chandra

Berikut ini adalah biodata singkat Bong Chandra :

Nama Lengkap: Bong Chandra
Nama Panggilan: Bong
Profesi: Motivator , Pengusaha, Penulis
Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, Minggu, 25 Oktober 1987

Pendidikan :
SMA Kalam Kudus Jakarta
Universitas Bina Nusantara (Tidak Tamat)

Penghargaan :
“Forty under Forty” , 40 tokoh sukses  dibawah usia 40 tahun, Majalah Fortune Indonesia tahun 2010
Motivator Termuda di Asia, tahun 2010 (usia 23 tahun)

Social Media :
www.facebook.com/bongchandra
www.twitter.com/BongChandra

Masa Kecil Bong Chandra

Bong Chandra terlahir di Jakarta 25 Oktober 1987 dari pasangan Aditya dan Bong Su Ngo. Bong mempunyai dua saudara, yaitu Bong Megaria dan Bong Bertha. Sejak kecil, Bong sudha menderita penyakit paru- paru. Ia juga kerap mengalami kejang- kejang dan menderita penyakit asma.

Karena kondisi kesehatannnya yang kurang baik ini, Bong tumbuh menjadi anak yang minder dan kesulitan untuk mempunyai teman. Bong kecil juga dikenal sebagai anak yang biasa- biasa saja. Ia tidak pernah memenangkan lomba atau kompetisi apapun.

Kondisi keluarga Bong cukup baik hingga akhirnya krisis ekonomi tahun 1998 ikut menghantam usaha kue ayahnya hingga terancam gulung tikar dan bangkrut. Sejak saat itu, hidup keluarga Bong menjadi berat karena roda ekonomi mereka nyaris lumpuh.

Kondisi terpuruk ini yang ternyata mendorong Bong kecil untuk bergerak melakukan sesuatu. Kemandirian dan kepeduliannya memang sudah tertanam sejak kecil. Di bangku sekolah dasar, Bong memilih untuk membantu perekonomian keluarga dengan menjual kue- kue sisa produksi rumahnya di sekolah. Sambil berjualan, ia juga belajar untuk sabar dan menerima keadaan.

Belajar Berdagang

Keprihatinan terhadap kondisi keluarga ternyata membawa perubahan besar dalam hidup Bong. Masuk ke masa SMA adalah babak baru dalam cerita perjuangannya. Disana ia mulai memutar otak mencari peluang usaha yang bisa ia lakukan sambil sekolah. Beberapa barang pun pernah ia jajakan secara bergantian. Mulai dari baju, seragam, hingga parfum.

Untuk berjualan baju, Bong mendapatkan modalnya dari kota Bandung. Di sela- sela kesibukannya, ia berangkat dari Jakarta menuju Bandung sendirian. Ia mencari penjual baju yang mau mempercayakan baju nya untuk dijual ke Jakarta.

Ya, saat itu ia memang harus merayu pedagang agar mau mempercayakan bajunya untuk dijualkan di Jakarta. Kepercayaan dari penjual itu lah yang menjadi modal utamanya. Di Jakarta, ia kemudia menggelar lapak kecil di daerah Senayan dan Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan.

Selama belajar berdagang, Bong kerap mendapat cemooh dan sindiran dari teman- temannya. Tapi ia tidak peduli. Saat teman- temannya menikmati hidup, ia harus memutar otak untuk menyelesaikan masalah ekonomi keluarganya.

Meski di sisi lain keluarga dan orangtuanya tidak pernah menyuruh Bong untuk mencari uang tambahan.

Bong Chandra, Motivator Termuda No. se-Asia

Ditempa dengan kesulitan ekonomi membuat Bong Chandra tumbuh menjadi seorang pebisnis ulung. Didukung juga dengan support yang tak ada habisnya dari keluarga telah membuat Bong menjadi pribadi dengan karakter mental positif dan mempunyai pemahaman nilai kehidupan yang baik.

Bong juga dikenal sebagai pribadi yang santun dan ramah dalam memberi pendapat. Di orang- orang di sekitarnya, Bong dikenal sebagia pribadi yang menenangkan dan mampu memberi semangat kepada siapapun yang mendengarkannya.

Bong Chandra : Bangkrut Berkali- kali Kini Pengusaha Sukses Termuda Asia

Menyadari hal itu, Bong melihat sebuah peluang baru. Bersama dengan teman- temannya, Bong kemudian membentuk event organizer kecil yang berfokus pada pelatihan motivasi.

Di awal merintis, ia dan rekan- rekan masih belum bisa tahu akan membawa kemana bisnis baru ini. Sampai akhirnya mereka mendapatkan sebuah kesempatan untuk mulai menjalankan event pertamanya di sebuah perusahaan di Jakarta. Dalam  event tersebut, Bong berdiri di depan mic dengan sangat baik menyampaikan wejangan dan motivasi kepada staff pemasaran.

Bisnis Bong Chandra Semakin Menggeliat

Perlahan tapi pasti, bisnis Bong dan rekan- rekannya mulai menggeliat. Berawal dari event organizer dengan biaya operasional kecil kini menjadi salah satu event organizer motivasi terbesar yang ada di Indonesia. Sudah tak terhitung lagi berapa banyak orang yang mendapatkan kesempatan emas untuk memperoleh bimbingan motivasi dari Bong.

Puncaknya adalah saat ia dinobatkan sebagai motivator termuda di Asia di usia 23 tahun pada 2010 silam.

Dalam bisnis, Bong telah memimpin 3 perusahaan besar dan membawahi 150 staff karyawan. 3 Perusahaan tersebut adalah PT Perintis Triniti Property, PT Bong Chandra Success System, dan PT Free Car Wash Indonesia.

Bong juga dikenal sebagai seorang Developer yang sedang membangun perumahan bernama Ubud Village di selatan Jakarta, dengan nilai investasi berkisar RP 180 milyar. Ia juga berencana untuk membangun Super Blok terbesar di Serpong dan sebuah kota mandiri seluas 80 hektar di Menado.

Sebagai penyempurna karirnya, Bong menelurkan sebuah buku best seller bertajuk Unlimited Wealth yang telah terjual lebih dari seratus ribu copy di seluruh Indonesia. Yang membanggakan, seluruh keuntungan royalty dari buku tersebut disumbangkan Bong untuk sebuah Yayasan sosial yang berada di kota Jakarta.

Kesimpulan

Sukses tidak mengenal waktu dan usia. Yang terpenting adalah Anda harus berani untuk memulainya. Bong berhasil melakukan semua pencapaian karirnya ini bukan melalui jalur instan. Ia mamulainya dari NOL, atau bahkan bisa dibilang minus.

Hal ini adalah bukti bahwa siapa saja punya kesempatan yang sama untuk berkembang dan menjadi besar asalkan punya tekad dan berani bekerja keras.

Meski sudah sukses, Bong mengaku bahwa dirinya adalah pribadi yagn tertutup dan lambat dalam bertindak.

“Saya tidak mudah akrab,”
Saya menuntut sempurna jadi kerap lama berpikir.”

Begitu tuturnya suatu ketika.

Semoga biografi Bong Chandra ini cukup menginspirasi Anda.

Resign dari Kantor, Wanita ini Raup Rp 8,4 M/bulan Berkat Bisnis Teh

Resign dari Kantor, Wanita ini Raup Rp 8,4 M/bulan Berkat Bisnis Teh

Hidup adalah pilihan. Dan setiap orang punya cerita tersendiri dalam meraih kisah suksesnya. Ada yang sukses dengan karir hebat di perusahaan besar. Ada juga yang memilih untuk mundur dari perusahaan dan membangun kerajaan bisnis sendiri. Dua- duanya sama baiknya. Yang terpenting adalah menjalani peran yang kita miliki dengan sebaik- baiknya.

Kisah sukses yang akan kita bagikan disini adalah kisah Gretta Rose van Riel, seorang wanita Australia yang sukses membangun bisnis tehnya. Awalnya, keputusan Gretta untuk keluar dari pekerjaan ditentang habis- habisan oleh orangtuanya. Meski begitu, ia akhirnya bisa membuktikan kepada orangtuanya bahwa bisnisnya bisa sukses dengan pendapatan miliaran rupiah per bulan.

Memulai Bisnis di Usia 22 Tahun

Gretta memulai bisnis e-commerce teh Skinny Me Tea pada 2012 silam. Saat itu, usianya masih 22 tahun. Enam bulan menciptakan bisnsi teh yang bisa mendetoks racun tubuh, Gretta mencetak pendapatan USD 600 ribu atau setara Rp 8,4 miliar per bulan.

Di awal bisnisnya, Gretta memulai Skinny Me Tea dengan modal awal USD 24 atau Rp 336 ribu. Saat itu ia masih berstatus sebagai karyawan di sebuah agensi media di Melbourne.

“Aku sangat menyukai teh dan detoks, jadi aku membuat teh racikanku dan teman-temanku ingin mencoba tehku, banyak kolegaku juga ingin mencoba tehku, dan itu mengapa aku hanya mempunyai 24 dollar di bank karena aku membuat teh gratis untuk banyak orang,” ungkap Gretta seperti dilansir dari Wollipop.

Bukan Ahli IT dan Tidak Punya Latar Belakang Bisnis

Meski kini menjadi pebisnis sukses, Gretta dulu adalah sosok yang tidak begitu paham hal- hal tentang IT atau bisnis. Ia bahkan tidak tahu apa itu e-commerce dan tak punya latar belakang bisnis. Namun, hal ini tidak menggoyahkan keyakinannya untuk terus melaju dan melakukan hal yang ia sukai.

“Kamu tahu apa cara termudah untuk menjual barang? Aku mendapatkan banyak pesan untuk membuat online store dan waktu itu aku tidak tahu apa itu e-commerce. Aku cari di Google dan mencari tahu bagaimana cara membuat online store,” ungkap Gretta.

Gretta Van Rose di tengah- tengah kesibukannya

“Aku tidak tahu kalau Instagram itu mulai populer sejak 2012, jadi aku membangun audiens dan konsumen potensialku di Instagram juga. Aku dapat penghasilan dari penjualan, tapi aku belum berani berhenti dari pekerjaan,” tambahnya.

Lambat laun, Gretta mulai kewalahan dalam mengatur waktu untuk pekerjaan dan bisnisnya. Sampai akhirnya Gretta memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan fokus mengembangkan bisnisnya. Keputusan ini lalu ditentang oleh orangtua dan teman- teman.

“Semua temanku dan orangtuaku bilang jangan gila, jangan bodoh, jangan berhenti dari pekerjaan, itu tidak semuanya akan baik. Aku tidak mendengarnya dan aku tetap berhenti dari pekerjaan,” tutur Gretta.

Skinny Me Tea Berkembang Pesat

Dalam waktu enam bulan, perusahaan Skinny Me Tea milik Gretta berkembang pesat. Perusahannya bahkan mendapatkan 20 ribu pesanan sebulan dan menghasilkan pendapatan Rp 8,4 miliar per bulan.

“Saya terus melakukan bisnis ini dan percaya pada Tuhan, dan mengikuti instingku bahwa setiap orang yang ada di lingkungan masyarakat itu menantangmu untuk melakukan hal yang penting dan yang kamu sukai,” ujar Gretta.

Hanya dalam waktu lima tahun, Skinny Me Tea terjual lebih dari 11 juta teh ke seluruh dunia dan membuatnya memenangkan Shopify Build a Business Competition pada 2013 silam. Selain itu, Skinny Me Tea juga membuat Gretta diganjar Forbes dalam daftar pengusaha muda sukses versi Forbes 30 under 30.

Bukan Skinny Tea saja, Gretta juga membuat Teh 5th Watch yang meraih USD 1 juta dalam satu hari penjualan dengan keuntungan mencapai USD 100 ribu.

Kesuksesan ini tidak membuat Gretta lantas berpuas diri. Sebagai buktinya, ia terus mencoba lini bisnis yang lain. Salah satunya adalah Hey Influencer, yaitu platform yang membantu memberikan jaringan dan membangun hubungan antar brand dengan para influencer di media sosial.

Referensi : Wollipop

Kisah Inspiratif Sally Giovanny, Dari Keliling Pasar Kini Sukses Jadi Pebisnis Batik Trusmi

Kisah Inspiratif Sally Giovanny, Dari Keliling Pasar Kini Sukses Jadi Pebisnis Batik Trusmi

Peluang bisnis bisa datang kepada siapa saja. Memulai dari bawah pun tak mengapa, asal tekun dan bekerja keras, impian menjadi jutawan bahkan miliuner pun pasti bisa diraih. Asal ada kemauan, mengapa tidak? Cepat atau lambat, itu bukan perkaranya.

Berbicara soal impian menjadi jutawan, mungkin hal ini pernah mampir juga di benak Sally Giovanny. Ia adalah sosok wanita muda nan cantik yang berkecimpung di dunia wirausaha. Meski berasal dari keluarga yang bisa dibilang kurang mapan, Sally tidak pernah berkecil hati. Ia bahkan memutuskan utnuk berwirausaha sejak berusia 18 tahun. Simak kisah inspiratif Sally Giovanny berikut ini :

 

Perjalanan Bisnis Sally Giovanny Dimulai dari Keliling Pasar

Memulai bisnisnya dari bawah, Sally menjalani perjalanan bisnis yang tidak mudah. Awalnya, ia memulai usaha dengan berjualan batik khas Cirebon. Ia menawarkan produk dagangannya berkeliling pasar di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya demi mendapatkan pelanggan batiknya.

Meski ia menghadapi perjuangan yang tidak mudah karena harus berteman dengan panas, dan jalanan, namun nyalinya tidak pernah surut. Ia terus bekerja keras agar mimpinya menjadi nyata sesegera mungkin. Demi meraih itu, ia bahkan memutuskan berwirausaha untuk meringankan beban ekonomi keluarga begitu lulus SMA.

Kini di usia yang masih sangat muda, yaitu 26 tahun, Sally Giovanny telah menjadi seorang pebisnis wanita yang namanya diperhitungkan di Indonesia.

 

Kesuksesan Luar Biasa Sally Giovanny

Memilih membesarkan batik Trusmi yang merupakan batik khas daerahnya telah membawanya pada kesuksesan yang luar biasa. Dengan mengumpulkan keuntungan yang ia peroleh dari berdagang keliling pasar, Sally Giovanny akhirnya mendirikan sebuah toko batik Trusmi- nya.

Seiring dengan popularitas kain batik di Indonesia, batik Trusmi Sally Giovanny pun menjadi semakin ramai pembeli. Semakin berkembangnya kota Cirebon sebagai kota tujuan wisata juga semakin membesarkan bisnis batik Trusmi Sally.

Jika awalnya Sally hanya mempunyai toko permanen berukuran kecil, namun berkat kesuksesan yang diraihnya, Sally kini mempunyai sebuah toko grosir batik Trusmi dengan luas mencapai 1,5 hektar. Bisa dibilang, toko batiknya kini telah menjadi toko batik yang terluas di Indonesia. Luar biasa, bukan?

 

Semakin bertambah tahun, toko batik mualaf cantik ini semakin berkembang dan mempunyai cabang di berbagai kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Mengikuti perkembangan bisnis digital, Sally juga gencar mengembangkan bisnisnya di dunia online. Beberapa langkah yang dilakukan adalah dengan mengelola akun Instagram @btbatiktrusmi dan website resmi eBatikTrusmi.com.

Saat ini Sally Giovanny telah mempunyai lebih dari 850 karyawan tetap dan 500an pengrajin batik. Setiap hari gerainya nyaris tidak pernah sepi dengan estimasi pengunjung hingga ribuan. Omzet yang ia peroleh bahkan bisa mencapai 100 juta setiap harinya.

 

Strategi Bisnis Sally Giovanny

Setiap pebisnis mempunyai strategi bisnis yang beragam. Untuk Sally Giovanny sendiri, ia mengaku lebih mengutamakan kualitas dengan harga sedikit lebih mahal daripada harga murah namun kualitasnya mengecewakan.

Menurut Sally, lebih baik ia dikomplain karena harga daripada dikomplain karena mutu yang buruk. Selain itu, mengutamakan kualitas yang baik membuatnya terhindar dari jebakan persaingan harga yang tidak pernah ada habisnya dan menguras energi.

Selain itu, strategi bisnis batik dengan pendekatan kualitas yang dilakukan Sally Giovanny memang sangat tepat. Karena di Indonesia, batik bisa dipakai semua kalangan. Saat Sally memutuskan untuk berfokus pada kualitas dengan harga sedikit relatif lebih mahal, hal ini akan menarik pasar menengah ke atas.

Tanpa memandang pasar menengah ke bawah, pasar ini relatif stabil dan jarang sekali membanding- bandingkan harga. Selama kualitas yang baik terus bertahan, target pasar yang terlanjur nyaman karena faktor kualitas ini akan menjadi pelanggan setia dan menjadi word of mouth marketing yang bisa meningkatkan branding dan penjualan Batik Trusmi milik Sally Giovanny.