Apa itu Long Tail Keyword & Cara Menggunakannya untuk Trafik SEO

Apa itu Long Tail Keyword & Cara Menggunakannya untuk Trafik SEO

Long Tail Keyword sering menjadi senjata ampuh para webmaster untuk bisa bersaing dengan optimal di hasil pencarian. Berbeda dengan short tail keyword yang tingkat kompetisinya lebih gila, tingkat kompetisi kata kunci long tail cenderung lebih kompetitif dan rendah.

Strategi long tail ini sendiri kerap para webmaster manfaatkan saat harus bersaing dengan website berkata kunci volume tinggi di hasil pencarian. Jika hanya mengandalkan short tail keyword saja akan sulit mendapatkan trafik, maka long tail akan menjadi penyangga ampuh untuk mengoptimalkannya.

Di artikel kali ini, Panda akan mengulas secara mendalam tentang apa itu long tail keyword, manfaat dan cara mengoptimalkannya dalam SEO. Mari kita simak bersama- sama!

Apa itu Long Tail Keyword?

Contoh google autocomple untuk keyword kacamata baca

Long tail keyword merupakan jenis kata kunci turunan yang lebih spesifik karena berisi penjabaran atau detail dari keyword utama yang dibidik.

Jenis kata kunci ini biasanya terdiri dari tiga sampai lima kata. Keyword biasanya akan menambahkan atribusi tertentu yang berkaitan dengan kata kunci utama. Misalnya saja profesional, terbaik, murah atau atribusi fungsi produk.

Dengan persaingan kata kunci utama yang biasanya sangat tinggi volume nya, penggunaan kata kunci turunan akan menghasilkan persaingan yang lebih rendah ke menengah karena sifatnya spesifik.

Meskipun volume pencarian rendah, jenis kata kunci ini lebih tepat sasaran karena memuat atribusi sesuai kebutuhan pencari. Hasil pencarian akan benar- benar sesuai dengan kebutuhan pengguna. Bukan hasil pencarian umum dari sebuah topik atau produk.

Mengenal Karakteristik Long Tail Keyword

Setelah mengetahui pengertian dari long tail keyword atau keyword turunan, langkah selanjutnya adalah mengenali karakteristik dari jenis keyword ini :

Terdiri dari Beberapa Kata (3-5 Kata)

Bukan berarti semua kata kunci yang terdiri dari beberapa kata termasuk ke dalam kategori long tail. Namun, karena memuat atribusi tambahan atau info spesifik, jenis long tail akan terlihat sebagai kata kunci yang agak panjang.

Long tail keyword terdiri dari beberapa kata untuk mendeskripsikan maksud spesifik dari kata kunci tersebut.

Volume Pencarian Rendah

Secara teknis, kata kunci ini tidak sepopuler kata kunci utama. Atribusi tambahan membuat jumlah pencarian kata kunci turunan menjadi lebih rendah. Dengan volume pencarian rendah sehingga persaingan kata kunci nya pun cenderung rendah sampai medium.

Contoh Short Tail Keyword vs Long Tail Keyword

Sebagai contoh, saat kita membidik kata kunci “kacamata baca” dengan mengandalkan kata kunci ini saja. Tingkat persaingannya jauh lebih tinggi karena kata- kata ini bersifat umum.

Sebaliknya, jika membidik kata kunci yang lebih spesifik dan tetap relevan dengan keyword utama produk, kita bisa menggunakan kata kunci “kacamata baca plus anti radiasi” atau embel- embel lainnya.

Contoh lain dari penggunaan short tail vs long tail keyword sebagai berikut :

  • Baju hamil vs (baju hamil kerja, baju hamil kantor, baju hamil muslim, baju hamil perawat, baju hamil rumahan)
  • Jasa SEO vs (Jasa SEO garansi, jasa SEO murah, jasa SEO profesional, jasa SEO halaman 1 google)
  • Wawancara kerja vs (tips wawancara kerja, pertanyaan wawancara kerja, wawancara kerja fresh graduate)

Manfaat & Tujuan Menggunakan Long Tail Keyword

Tentu saja kita tetap melakukan optimasi keyword utama dalam konten kita. Karena penggunaan keyword utama ini sendiri mempermudah dalam pencarian dan indexing konten. Namun, long tail keyword juga dapat kita optimalkan untuk mengoptimalkan potensi trafik ke website.

Selain itu, dari sisi manfaat dan tujuan, berikut adalah alasan untuk menggunakan long tail keyword :

1. Tingkat Persaingan Rendah

Sebagai contohnya, mari kita lihat perbedaan penggunaan keyword “jasa SEO” dan “jasa SEO profesional” berikut ini :

Perbandingan jumlah hasil pencarian short tail vs long tail keyword

Hanya menggunakan keyword utama saja, website kita harus bersaing dengan 9,3 juta website lainnya. Sebaliknya, saat menyertakan long tail dan kata kunci ini digunakan pengguna, kita bersaing dengan 1,5 juta website. Jumlah yang lebih sedikit.

Artinya, dengan kata kunci long tail kita akan lebih mudah mendapatkan peringkat yang baik di hasil pencarian Google.

2. Mendatangkan Banyak Trafik

Karena tingkat persaingan yang lebih kecil, penggunaan keyword turunan juga bisa mendatangkan banyak trafik organik. Pasalnya, website kita tidak hanya bergantung pada satu kunci utama dari topik, melainkan banyak kata kunci yang saling berkaitan.

Efeknya, dalam keyword yang berbeda- beda, konten kita bisa muncul maksimal di setiap hasil pencarian sesuai keyword turunan. Bukan hanya sekali saja karena bergantung pada satu keyword utama.

3. Mendorong Peringkat untuk Short Tail Keyword

Karena bersifat turunan dari kata kunci utama, long time keyword menyertakan kata kunci utama dan turut mengoptimalkannya. Dengan begitu, lebih mudah untuk mencapai dua tujuan sekaligus. Yaitu untuk membuat dua keyword ini mempunyai performa maksimal di hasil pencarian.

Saat keduanya mempunyai performa baik, lalu lintas organik akan semakin baik pula.

4. Meningkatkan Conversion Rate

Karena bersifat spesifik, pengguna dari jenis keyword ini merupakan kelompok audiens yang sudah lebih siap untuk melakukan pembelian. Hal ini berkebalikan dari pengguna short tail keyword yang cenderung mencari informasi general.

Contohnya adalah kata kunci utama “web hosting”. Saat orang menggunakan kata kunci itu, hasilnya akan sangat general dan kemungkinan tujuan pencarian infonya juga sangat general. Mungkin sekedar ingin tahu apa itu hosting dan cara kerjanya.

Berbeda dengan orang- orang yang menggunakan kata kunci “Hosting terbaik Indonesia”. Kelompok ini kemungkinan sedang mencari tahu perbandingan spek layanan hosting dan siap untuk melakukan pembelian dalam waktu dekat.

Cara Mencari Long Tail Keyword

Kita bisa menemukan long tail keyword ini dengan beberapa alat bantuan untuk riset keyword. Dengan begitu kita akan mendapatkan kata turunan yang menjadi ide konten, sekaligus menganalisa persaingan dan jumlah pencariannya.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mencari kata kunci long tail :

1. Gunakan Google Autocomplete

Contoh google autocomple untuk keyword kacamata baca

Google Autocomplete adalah fitur suggestion dari Google saat kita hendak mengetikkan keyword di search bar Google. Suggestion ini sendiri berasal dari long tail keyword yang sering orang- orang cari di Google.

Dengan mengandalkan suggestion ini, kita bisa menggunakan kata kunci turunan yang terbukti efektif dan relevan dengan pencarian pengguna. Bagaimana cara menggunakannya?

Cukup dengan memasukkan kata kunci utama dan ikuti dengan spasi, maka suggestion pun akan muncul.

2. Manfaatkan Penelusuran Terkait

Selau Google Autocomplete, selanjutnya kita juga bisa memanfaatkan fitur Penelusuran terkait dari Google.

Cara penggunaannya pun sangat mudah. Kita hanya perlu memasukkan keyword pencarian, kemudian scroll ke bawah dan melihat rekomendasi penelusuran terkait dari Google. Dan taraaa…. Anda bisa memanfaatkan informasi ini untuk membuat keyword turunan sesuai kebutuhan.

3. Menggunakan Answer The Public

Salah satu hasil riset Answer the Public

Situs answerthepublic.com memang tidak tersedia dalam bahasa Indonesia. Kendati begitu, saat kita memasukkan keyword bahasa Indonesia, tool ini secara otomatis menyajikan suggestion long tail keyword sesuai dengan bahasa pencarian.

Suggestion yang muncul ini berdasarkan kata- kata yang sering pengguna cari di mesin pencari dan tampil dengan format 5W+1H (What, Where, When, Why, Who, dan How). Dengan begitu, suggestion ini akan memberikan banyak ide untuk menciptakan long tail keyword sesuai kebutuhan.

4. Gunakan Soovle

Soovle untuk mencari long tail keyword

Soovle merupakan situs yang berfungsi menyajikan rekomendasi kata kunci dari beberapa situs populer, seperti Google, Bing, Yahoo, Amazon, Wikipedia, Answer.com, dan YouTube.

Untuk menggunakan tool ini, kita hanya perlu memasukkan kata kunci utama di search bar. Setelah itu, Soovle akan menyajikan hasil rekomendasi kata kunci dari beberapa situs populer.

Kesimpulan dan Penutup

Ringkasnya, long tail keyword merupakan salah satu trik sederhana namun efektif dalam mengoptimalkan trafik organik. Karena dengan memanfaatkan jenis keyword ini, kita memanfaatkan kata kunci utama sekaligus turunan agar keduanya saling menyokong dan tampil optimal di hasil pencarian.

Ada beberapa cara yang bisa kita gunakan untuk mencari atau mendapat ide keyword turunan ini. Mulai dari cara yang sederhana yang sudah sangat familiar untuk kita semua, hingga menggunakan bantuan tool web.

Long tail keyword sendiri mempunyai volume pencarian yang rendah. Dengan begitu, tingkat persaingan pun cenderung lebih mudah kita tembus. Saat memanfaatkanya dengan tepat, kita bisa mendapatkan trafik melimpah dari penggunaan keyword ini.

Selamat mencoba!

4 Cara Mudah Menghilangkan Tanggal Postingan di Hasil Pencarian Google

4 Cara Mudah Menghilangkan Tanggal Postingan di Hasil Pencarian Google

Ada beberapa webmaster yang memilih untuk menghilangkan tanggal postingan yang muncul di hasil pencarian Google. Bukan tanpa alasan, tentunya keputusan agar tanggal postingan tidak muncul di hasil pencarian sudah dipikirkan dengan matang- matang.

Panda sendiri memutuskan untuk melakukan praktek ini menjelang pertengahan tahun 2021. Terasa nggak sih dampaknya? Lumayan terasa!

Yang paling ketara terjadi peningkatan dari sisi CTR. Menurut Panda, ini ada kaitannya dengan sisi psikologis pengguna Google.

Misalnya saja ada salah satu postingan di mesin pencari dengan tanggal postingan setahun yang lalu. Konten nya bisa jadi masih sangat relevan untuk kita baca lagi saat ini.

Namun untuk sebagian pembaca, melihat tanggal lawas seolah- olah melihat konten yang sudah usang. Mereka pun cenderung mengklik konten dengan tanggal terbaru atau yang tanpa tanggal saja.

Konten dengan tanggal lawas sudah kalah lebih dulu karena dipersepsikan sebagai konten usang. Sedangkan konten tanggal terbaru dan tanpa tanggal akan cenderung mendapatkan lebih banyak klik. Pengaruhnya bisa tergantung dari pemilihan judul artikel dan meta SEO, seperti yang Panda ulas di artikel : Cara Mengoptimalkan Meta Tag agar Website Mendapat Banyak Klik.

Keuntungan Menghilangkan Tanggal Postingan di Blog/ Website

Tampilan Tanggal Postingan di Hasil Pencarian

Secara sederhana, menghilangkan tanggal postingan di artikel akan membangun persepsi bahwa konten tidak usang dan selalu relevan. Tidak peduli bahwa konten itu ditulis kemarin atau bahkan tiga tahun lalu.

Tentu saja ini bukan faktor satu- satunya untuk langsung meningkatkan pengunjung organik ke website. Ada banyak faktor lainnya.

Kendati begitu, karena persepsi ‘selalu relevan’ ini, konten yang muncul di hasil pencarian akan cenderung mendapatkan banyak klik daripada konten yang tanggalnya terkesan usang.

Jika Anda tertarik menerapkan trik ini, jangan lupa untuk melakukan review sebelum dan setelah penerapan di statistik Google Analytics Anda.

4 Cara Mudah Menghilangkan Tanggal Postingan di Website WordPress

Ada beberapa cara yang bisa kita gunakan untuk menghapus tanggal postingan di website agar tidak muncul di hasil pencarian. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk website WordPress :

  • Menggunakan Pengaturan WordPress
  • Custom CSS
  • Menggunakan Editor Tema
  • Plugin WordPress

Anda bisa menggunakan salah satu metode tersebut agar tanggal postingan website tidak muncul. Mari kita coba satu per satu!

1. Menghapus Tanggal Postingan dengan Pengaturan WordPress

Login ke dashboard admin WordPress Anda, masuk ke bagian Setting > General. Di bagian pengaturan Format Tanggal, pilih Custom Field dan hapus F j, Y seperti screenshot berikut. Setelah itu pilih Simpan Perubahan.
Menghapus Tanggal Postingan di Pengaturan Format Tanggal di WordPress
Setelah melakukan pengaturan ini, tanggal dari postingan WordPress tidak akan disembunyikan.

2.Menggunakan Custom CSS

Cara selanjutnya yang bisa kita gunakan untuk menghilangkan data dari postingan WordPRess adalah menggunakan kode custom CSS. Berikut langkah- langkahnya :

Masuk ke Dashboard > Tampilan > Sesuaikan.

Scroll ke bawah, pilih CSS Tambahan, dan tempel kode berikut :

.entry-meta .entry-date.published 
{ display: none; }

Jika kode di atas tidak bisa, gunakan kode alternatif berikut ini :

.entry-meta 
{ display: none; }


Tanggal masih terlihat?
Jika tanggal masih terlihat, ada kemungkinan tema WordPress Anda menggunakan CSS class yang berbeda untuk format tanggal. Untuk melihat CSS Class nya, klik kanan di bagian tanggal dan pilih “Inspect”, seperti screenshot berikut :

Copy nama class nya dan atur ke tampilan “none” seperti berikut :

.CLASS-NAME { 
  display: none; 
}

Sebelumnya jangan lupa untuk mengganti nama kelas (Class-Name) dengan nama kelas di tanggal posting tema website. Setelah itu, tempel di bagian CSS Tambahan. Dalam contoh ini misalnya, kita akan mengganti class name dengan .post-date.meta-wrapper sesuai nama class di tema. Setelah itu, pilih Terbitkan.

Inspect Elemen Format Tanggal di Postingan
Mengganti Class Name dan Tempel di CSS Tambahan

3. Menggunakan Penyunting Tema

Menggunakan penyunting tema atau theme editor juga bisa menghapus tanggal dari postingan di WordPress. Anda bisa masuk ke pengaturan ini di bagian Dashboard > Tampilan > Penyunting Tema.

Catatan : Disarankan untuk membuat cadangan file sebelum mengedit. Atau gunakan Child Theme untuk mengedit tema.

  • Perlu dicatat juga, setiap tema WordPress bisa punya pengaturan yang berbeda dalam menaruh kode yang memuat tanggal post ini. Dalam tutorial ini, kode tanggal terletak di folder template-part > content-single.php.
  • Di bagian ini, temukan baris kode yang memuat bagian kode tanggal. Setelah menemukannya, hapus bagian kode tersebut.
    Menghilangkan format data tanggal di Penyunting Tema
  • Simpan perubahan dengan klik ‘Perbarui Berkas’.

4. Menyembunyikan Tanggal Postingan WordPress dengan Plugin

Sebagian webmaster tidak cukup nyaman untuk mengedit kode karena mungkin tidak expert dalam hal coding. Untuk website WordPress, tentu saja itu bukan akhir dari segalanya.

Untuk menghilangkan tanggal postingan, plugin WordPress yang bisa kita gunakan yaitu WP Date Remover. Berikut langkah- langkahnya :

Plugin WP Date Remover
  • Masuk ke Dashboard admin > Plugin > Tambah Baru.
  • Di kotak pencarian, ketik WP Meta and Date Remover, lalu Instal dan Aktifkan.
  • Setelah aktif, masuk ke Dashboard > Pengaturan > WP Date Remover.
  • Disini Anda bisa mengatur kategori mana saja yang ingin Anda hilangkan tanggal postingannya.
    Setting Plugin WP Date Remover utnuk Menghilangkan Tanggal Postingan WordPress
  • Setelah semua selesai, klik Simpan.

Sebagai alternatif, Anda juga bisa juga menggunakan plugin serupa, yaitu WP Meta & Date Remover.

Kesimpulan

Bukan tanpa alasan saat seorang webmaster memilih menyembunyikan atau menghilangkan tanggal postingan agar tidak muncul di hasil pencarian. Salah satu alasan paling populer adalah masalah relevansi waktu.

Postingan lawas yang tanggalnya terlihat di SERP bisa mendorong adanya persepsi konten usang di mata pengguna Google. Dengan persepsi tersebut, ada kemungkinan besar mereka enggan meng-klik konten. Akibatnya, trafik organik akan menurun karena CTR yang rendah.

Untuk itu, opsi untuk menghilangkan tanggal postingan ini menjadi opsi yang menarik perhatian webmaster. Kabar baiknya, menghapus tanggal postingan ini relatif mudah dilakukan.

Anda hanya perlu mengubah pengaturan tanggal, melakukan editing kode dan CSS, atau bahkan dengan bantuan plugin WordPress.

Setelah melakukan salah satu dari keempat cara di atas, tanggal di halaman pencarian biasanya tidak langsung hilang. Anda perlu bersabar karena butuh waktu hingga Google mengcrawl ulang website Anda. Atau untuk mempercepatnya, Anda bisa submit ulang website Anda ke Google Search Console.

Selamat mencoba!

6 Hal yang Harus Dihindari Profesional SEO di 2020

6 Hal yang Harus Dihindari Profesional SEO di 2020

Pada umumnya kita mengetahui bahwa strategi black hat dalam SEO harus dihindari apapun alasannya. Para webmaster sebaiknya memfokuskan diri mereka dengan strategi SEO white hat atau setidaknya teknik gray hat.

Namun, disadari atau tidak, sebenarnya ada beberapa strategi white hat SEO yang bisa merusak kinerja SEO jangka panjang. Alasannya sederhana, white hat dalam versi sederhana dianggap terlalu mudah diterapkan.

Saat strategi ini dianggap menunjukkan hasil yang baik, banyak dari webmaster yang sudah puas dan akhirnya mulai slow down dalam melakukan optimasi. Akhirnya, kinerja pencarian organik pun mengalami penurunan.

Hindari 6 Stretegi SEO ini di 2020

Idealnya, SEO white hat adalah optimasi yang harus dilakukan secara konsisten dan tidak berhenti karena kita sudah mencapai hasil yang kita harapkan. Karena di lapangan, kompetitor kita pun terus berupaya untuk mendapatkan hasil terbaik di SERP.

1. Strategi SEO by Template

Yang dimaksud strategi SEO by template adalah saat seseorang atau agensi menggunakan taktik yang persis sama untuk setiap klien. Bagi mereka yang mengelola beberapa bisnis secara bersama atau beberapa klien, ini dianggap sebagai cara yang efisien.

Setelah satu situs melakukan optimasi dasar untuk halaman mereka, maka mereka akan berlanjut ke strategi SEO lainnya, termasuk blogging dan link building. Strategi ini relatif mudah, namun bukan yang terbaik untuk dilakukan.

Jenis strategi ini mungkin bermanfaat untuk waktu yang singkat. Jika kompetisi minim, cara ini mungkin cukup ideal untuk mengalami peningkatan.

Apa yang sebaiknya untuk dilakukan?
Alih- alih terjebak dalam strategi berbasis rutinitas, cobalah untuk menemukan cara unik untuk memberikan nilai kepada audiens situs web Anda.

Lakukan riset kecil- kecilan untuk mengetahui konten peringkat teratas pesaing Anda, dan bagaimana Anda bisa mendekati strategi konten mereka. Buat daftar semua strategi pesaing Anda dan cari peluang untuk mengurangi kesenjangan konten.

Konten adalah bagian penting dalam sebuah situs web. Anda perlu mengambil peluang ini dan memastikan konten Anda dibuat untuk membuat pembaca Anda happy.

Jika situs web Anda adalah e-commerce atau toko online, maka konten Anda harus membantu audience untuk lebih dekat funnel pembelian.

Penelitian berkelanjutan dan produksi konten memang mungkin lebih memakan waktu, namun ini tentu lebih bermanfaat. Baik untuk audiens Anda maupun bisnis Anda. 

2. Menyalahkan Pembaruan Algoritma

Algoritma memang sering menjadi kambing hitam saat trafik mendadak terjun bebas. Menyalahkah pembaruan algoritma Google karena penurunan kinerja mendadak seringkali masuk akal, namun Anda harus mempunyai bukti.

Biar bagaimanapun, dipengaruhi atau tidak oleh algoritma,  penurunan kinerja website bisa terjadi karena berbagai alasan. Beberapa alasan umum yang sering terjadi dalam pencarian organik antara lain :

  • Masalah teknis yang baru ditemukan di situs web
  • Perubahan konten yang signifikan
  • Trend pencarian musiman
  • Perubahan kompetisi
  • Tindakan atau optimasi lain yang baru- baru ini dilakukan dan mempengaruhi kinerja situs

Intinya, ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Penting untuk tidak mengambil jalan keluar yang mudah dan semata- mata menyalahkan pembaruan algoritma google.

Catatan Penting :

Jika situs Anda tiba- tiba mengalami perubahan yang tiba- tiba dalam trafik, jangan panik. Hal seperti ini kerap terjadi dan peningkatan trafik dapat kembali dengan sendirinya.

Yang perlu Anda lakukan adalah melakukan analisa, evaluasi, dan membuat perubahan untuk memperbaiki kinerja situs web Anda.

Apa yang lebih baik untuk dilakukan?

Ada banyak beberapa panduan pemulihan SEO di luar sana yang bisa Anda jadikan rujukan untuk bangkit kembali dari penurunan kinerja organik yang terjadi tiba- tiba.

Pertama- pertama, Anda perlu menyelidiki lebih dulu apakah situs Anda benar- benar terkena dampak perubahan algoritma :

  • Apakah Google Menemukan Masalah Teknis Baru?
  • Masalah teknis adalah salah satu alasan umum mengapa kinerja situs mengalami penurunan. Biasanya webmaster baru menyadari adanya masalah teknis setelah masalah menjadi signifikan.

Untuk mencari tahu apakah masalah teknis benar- benar terjadi,cobalah beberapa hal berikut ini :

  • Periksa laporan jangkauan di Google Search Console
  • Jalankan Screaming Frog atau Sitebulb crawl untuk mengetahui perubahan struktural dan crawl traps
  • Jalankan audit otomatis dalam alat SEO pilihan Anda untuk mencari kesalahan tersembunyi
  • Periksa robots.txt untuk arahan larangan baru
  • Jalankan pengambilan dan render untuk melihat bagaimana Google merender situs Anda
  • Perubahan konten yang signifikan


Selain itu, jika situs Anda jarang memperbarui konten dan mengalami penurunan trafik secara organik, cobalah untuk menyelidiki apakah klien Anda atau admin situs lain melakukan perubahan yang tidak terduga.

Cek Perubahan yang Terjadi

Untuk menyelidiki perubahan situs, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Anda coba :

  • Periksa dengan alat pengecek perubahan seperti Wayback Machine.
  • Pasang plugin log aktivitas untuk melacak perubahan situs.
  • Selidiki halaman mana di Google Analytics yang paling sukses dan analisa halaman tersebut.

Cek trend pencarian.

Jarang sekali sebuah situs tidak terpengaruh oleh trend pencarian. Itulah mengapa biasanya jumlah trafik kerap mengalami fluktuasi dari waktu ke waktu.

Sebagai tolak ukur, Anda dapat membandingkan kinerja situs Anda dalam satu periode tertentu dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Jika Anda menemukan keanehan, cobalah mencari tahu sumber permasalahannya ada dimana.

Selanjutnya, Anda dapat memperkirakan strategi yang dapat Anda siapkan untuk mengantisipasi penurunan yang mungkin terjadi di masa mendatang berdasarkan hasil tren pencarian tersebut.

Perubahan Kompetisi

Beberapa perubahan lalu lintas bisa terjadi karena kompetitor Anda mungkin meningkatkan strategi organik mereka. Tolak ukurnya adalah penurunan yang stabil dalam kinerja organik.

Jika Anda berpikir bahwa kompetitor Anda mulai mencuri peringkat Anda dari Anda, sebaiknya Anda jangan panik. Saatnya berbenah dan fokus memperbaiki konten- konten yang hasil pencariannya menurun tajam.

3. Menyalin Salinan Halaman Kategori

Saat mengembangkan halaman kategori untuk sebuah situs web besar dengan banyak kategori, membuat salinan unik untuk setiap lokasi bisa membosankan dan menghabiskan waktu.

Anda mungkin berpikir untuk membuat salinan yang sama untuk setiap halaman tersebut, namun tentu saja ini tidak direkomendasikan.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, Anda harus berfokus untuk membuat setiap salinan menjadi unik untuk setiap halaman lokasi.

Hal yang sama berlaku untuk membuat halaman lokasi jika sebuah bisnis mempunyai banyak lokasi. Tujuannya adalah agar kinerja peringkat lokasi (SEO Lokal) menjadi lebih optimal.

4. Menggunakan Tool Audit Otomatis 

Mengandalkan alat otomatis mungkin bukan cara terbaik untuk mengarahkan strategi organik. Namun, untuk profesional SEO, tool audit otomatis tentu akan sangat membantu mereka dalam memberikan panduan strategi SEO global mereka.

Namun, kita tentu perlu menyadari kelemahan dari penggunaan tool otomatis ini. Salah satunya adalah alat pengukur SEO ini tidak “mengajukan pertanyaan.” Sedangkan kunci dari strategi SEO yang baik adalah dengan mengajukan beberapa pertanyaan seperti :

  • Siapa target audiens Saya dan informasi apa yang mereka butuhkan untuk mengambil tindakan?
  • Apa hambatan bagi Google untuk merayapi dan menafsirkan situs Saya?
  • Apakah struktur internal Saya memfasilitasi optimalisasi entitas?

 

Apa hal yang Harus Dilakukan?

Salah satu opsi menarik yang layak dicoba adalah berinvestasi dengan alat seperti Screaming Frog atau Sitebulb, dan pelajari cara melihat secara holistik di sebuah situs. Alat visualisasi ini sangat penting untuk menganalisa struktur sebuah situs.

Selanjutnya, cobalah mencari peluang celah konten dan pastikan struktur teknis Anda baik. Saat dasar teknis Anda bersih, mesin pencari mungkin akan lebih mudah alam menemukan, dan me-render halaman situs web Anda.

5. Membeli Link

Artikel ini pada dasarnya berfokus pada taktik SEO white hat. Namun, kita juga mengenal teknik Grey Hat dimana Anda mungkin membayar sebuah perusahaan untuk tautan yang dijamin.

Teknik ini disebut sebagai cara terbaik untuk menjamin bahwa Anda akan mendapatkan jumlah backlink tertentu untuk klien Anda setiap bulan. Hanya saja, seringkali kualitas dan relevansi masih belum seperti yang diharapkan.

 

Apa yang Harus Dilakukan?

Link building bisa mempunyai efek seperti bola salju. Saat Anda mendapatkan tautan dari blog yang sudah populer, ada kemungkinan blog atau penulis lain akan menulis ulang konten tersebut dan menautkan kembali link Anda mereka secara sukarela.

Maka dari itu, webmaster disarankan untuk berinvestasi di beberapa mitra PR untuk mendapatkan benefit publikasi. Dampaknya adalah tingkat pertumbuhan backlink yang lebih signifikan secara organik dengan efek bola salju tadi.

6. Terlalu Takut Bertanya

Seringkali webmaster yang ragu- ragu tidak mengeksplor lebih jauh hal- hal yang menjadi pertanyaan mereka.

Anda bisa membuat list pertanyaan seputar optimasi atau improvement situs web Anda, kemudian menanyakan ke teman yang ahli atau di forum- forum. Tidak perlu khawatir jika mendapatkan respon kurang menyenangkan. Hal seperti ini memang kadang terjadi.

Dengan membuat daftar improvement yang perlu Anda lakukan dan berusaha mendapatkan jawabannya, maka Anda dan situs web Anda akan semakin berkembang dengan lebih baik.


Referensi : Search Engine Journal
Featured Image : Reach Above Media

3 Tren SEO di Tahun 2019 yang Perlu Anda Ketahui

3 Tren SEO di Tahun 2019 yang Perlu Anda Ketahui

Khususnya di beberapa bulan awal 2019, kita merasakan beberapa kejutan ‘update algoritma’ dari Google. Jika Anda memperhatikan dengan jeli, sebenarnya tidak ada pergeseran yang drastis, kecuali penegasan Google agar webmaster mengikuti guidelines yang mereka miliki. Meski begitu, tidak semua publisher jeli menangkap maksud dari Google.

Perubahan algoritma Google memang menjadi monster untuk beberapa webmaster. Bagaimana tidak, sudah konsisten melakukan optimasi dengan strategi A, tiba- tiba saja perubahan algoritma memporak- porandakan semua.

Padahal kalau dari Google sendiri, mereka meng- klaim tidak akan terjadi efek penurunan jika publisher mengikuti kaidah SEO yang disarankan Google. Dan percaya atau tidak, kaidah SEO yang disarankan Google ini, dari waktu ke waktu, bisa dibilang tidak ada perubahan yang begitu drastis.

Tren SEO Terbaru

Kuncinya, jika setiap perubahan algoritma Google situs web Anda nyaris tidak terpengaruh, Anda mungkin sudah melakukan optimasi sesuai dengan kaidah SEO yang disarankan Google. Misalnya saja jika selama ini Anda selalu mengedepankan page speed dan mobile friendly, maka besar kemungkinan situs web Anda akan cukup stabil dalam jangka panjang.

Yang perlu Anda lakukan selanjutnya adalah konsistensi dalam menjaga kualitas tersebut. Terlebih, dua faktor itu adalah dua dari tiga tren SEO 2019 yang dipercaya oleh para webmaster.

Di artikel kali ini, kita kan mengupas tren SEO 2019 yang perlu kita terapkan untuk performa situs web yang lebih optimal di mesin pencari :

1. Pengindex-an Melalui Mobile View

Tak perlu diragukan lagi, mobile friendly adalah komponen wajib untuk SEO era modern. Robot crawling mesin pencari bukan hanya melakukan indexing website kita dalam versi desktop, tapi juga versi mobile view.

Bahkan kedepannya, para pakar SEO meyakini bahwa indexing versi mobile akan lebih mendominasi dibandingkan indexing versi desktop. Jadi, persiapkanlah versi mobile dari situs Anda dengan sebaik- baiknya.

2. Page Speed

Kecepatan loading website disini bukan hanya dari tampilan desktop saja, namun juga versi mobile. Nah, ini yang sering dilupakan oleh banyak webmaster baru. Tidak sedikit yang melakukan optimasi page speed, tapi ternyata hanya ditujukan untuk optimasi page speed versi desktop saja. Sedangkan versi mobile nya lupa dicek.

Pastikan, situs web Anda cepat dari berbagai device. Baik desktop maupun mobile.

3. Branding sebagai Penguat Sinyal untuk Peringkat

Branding sebagai penguat sinyal peringkat mungkin termasuk hal yang relatif baru. Gary Illyes, analis tren webmaster Google, dalam sebuah public conference menyatakan bahwa Google menggunakan sebutan merek daring dalam pencariannya. Dalam konteks ini, ada dua point cara penggunaan brand sebagai sinyal peringkat yang perlu kita catat dan pelajari :

Yang pertama, Google akan mengoptimalkan sebuah merek sebagai ciri atau value baru, dimana mesin pencari akan belajar merayapi merek sebagai entitas pemilik sebuah produk atau layanan.

Yang kedua adalah sentiment dalam membaca. Maksudnya, Google akan memberikan peringkat pada situs- situs yang mengandung konektifitas yang baik dalam kaitannya dengan reputasi, kepercayaan, iklan, penyelesaian keluhan, dll. Dalam konteks ini, Google belajar untuk mengatakan yang baik dari yang buruk.

Sebagai contoh adalah panduan kualitas pencarian yang menyatakan bahwa reputasi itu penting untuk peringkat sebuah situs web dan akan mempengaruhi peringkat situs itu sendiri.

Sudah siapkah Anda mengoptimalkan tiga hal ini?

Featured Image: Wieting Design