Cara Mudah Mempercepat Loading Website dengan Plugin Wp Smush

Cara Mudah Mempercepat Loading Website dengan Plugin Wp Smush

Plugin WP Smush merupakan salah satu plugin optimasi WordPress untuk mempercepat loading website. Karena kecepatan dan waktu muat halaman adalah faktor penting, maka pemilik website kerap melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan loading website.

Loading website juga merupakan faktor yang menentukan user experience yang berpengaruh terhadap peringkat rangking website di mesin pencari. Loading web juga berkontribusi meningkatkan pageviews dan durasi lama pengunjung di website.

Dari sekian cara yang bisa kita lakukan untuk optimasi website, plugin WP Smush bisa berdampak positif untuk mengurangi waktu muat halaman.

Apa itu Plugin WP Smush?

Plugin WP Smush untuk optimasi gambar otomatis di WordPress

Bicara soal WordPress dan plugin, ada berbagai plugin optimasi yang berkontribusi meningkatkan kecepatan dan keamanan situs. Tapi tentu saja, kita juga harus selektif dalam memilih. Pilihlah plugin yang terpercaya, terbukti dan bekerja efektif.

WP Smush merupakan plugin dari WPMU Dev, salah satu pengembang terpercaya yang menyediakan plugin, dan tool untuk jutaan situs web dan blog berbasis WordPress.

Dengan banyak pengembangan, WPMU Dev menciptakan plugin WP Smush untuk pemilik web agar bisa mengoptimalkan gambar yang mereka unggah di situs web mereka. Optimasi ini dilakukan dengan sistem kompresi otomatis yang mampu menghemat ukuran setiap gambar.

Plugin ini bekerja dengan canggih dan cerdas sejak plugin mulai diaktifkan di situs. Dengan berbagai kelebihan yang diusungnya, WP Smush menjadi plugin yang bekerja efektif untuk meningkatkan kecepatan situs web, sembari menghilangkan ukuran file yang tidak diinginkan dan waktu pemrosesan.

Perbedaan WP SMush Free vs WP Smush Pro

WP Smush dapat digunakan dengan mudah dalam plugin gratis yang bisa kita unduh melalui dashboard WordPress. Untuk fitur yang lebih advanced, Anda bisa mendapat pilihan untuk upgrade ke versi Pro.

Ya, seperti plugin optimasi lainnya, selalu ada dua versi pilihan yang tersedia. Versi gratis dan versi premium tersedia untuk scope kebutuhan yang berbeda.

Plugin WP Smush versi gratis memungkinkan auto smush untuk memuat gambar baru dan bekerja di banyak situs. Jenis plugin ini bisa langsung pengguna tambahkan ke dashboard WordPress dengan mengetik kata kunci “WP Smush” di bagian Tambahkan Plugin di dashboard admin WordPress.

Sedangkan versi Pro memuat lebih banyak fitur canggih lainnya. Antara lain membedakan gambar yang buram dan melakukan tugas secara masal, kompresi lossy, integrasi galeri NextGen dan cadangan otomatis dari semua gambar asli. Selain itu, WP Smush Pro juga bisa menghapus gambar hingga 32MB dan tersedia untuk digunakan di banyak situs.

Apapun jenis solusi yang Anda pilih dari WP Smush ini, keduanya mempunyai kekuatan dan fitur yang bisa mengoptimalkan waktu muat situs Anda dengan penggunaan gambar dan optimasi ukuran file.

Cara Memasang Plugin WP Smush untuk Optimasi Kecepatan Website

Menginstall WP Smush di Website WordPress

  1. Dari dashboard admin WordPress, masuk ke bagian Plugin, lalu Tambah Baru
  2. Di bagian pencarian plugin, ketik WP Smush
  3. Install dan aktifkan plugin Smush dari developer WPMU Dev
Memasang Plugin WP Smush di Website

Cara Setting WP Smush versi Instan

Untuk pemula, menggunakan rekomendasi Quick Setup WP Smush adalah pilihan terbaik. Dengan setingan instan ini, fitur utama WP Smush akan otomatis mulai bekerja. Berikut adalah caranya :

  1. Saat pertama kali masuk ke dashboard WP Smush, klik ‘Begin Setup’ untuk mengikuti panduan pengaturan instan.
    Quick Setup WP Smush - Automatic Compression
  2. Aktifkan ‘Automatic Compression’ agar gambar dikompres otomatis saat Anda mengunggahnya. Lanjutkan dengan klik ‘Next’.
  3. Aktifkan ‘Strip My Image Metadata’ agar EXIF Metadata seperti tanggal, jam, dan lainnya terhapus otomatis. Lanjutkan dengan klik ‘Next’.
    Mengatur Strip My Image Metadata dan Lazy Load
  4. Lazy Load mempercepat waktu muat halaman karena semua gambar tidak perlu dimuat di waktu bersamaan. Jika ingin mengaktifkan fitur ini, aktifkan ‘Enable Lazy Loading’. Lanjutkan dengan klik Next.
  5. Terakhir, klik Finish Setup Wizard untuk menyelesaikan pengaturan. Anda juga bisa mengaktifkan fitur ‘Allow Usage Data Tracking’ jika memberi izin plugin ini untuk menganalisa data Anda.

Cara Setting WP Smush Secara Manual

Kebalikan dari cara di atas, pengaturan manual ini bisa Anda lakukan saat ingin melakukan pengaturan sesuai kebutuhan. Caranya, saat menjumpai rekomendasi Quick Setup di atas, pilih ‘Skip this, I’ll set it up later saat Setup Wizard.

Selanjutnya, masuk ke dashboard utama Smush dan lakukan beberapa pengaturan berikut :

1. Cek Gambar yang Perlu Dikompres

Cara Cek Gambar yang Akan Dikompres di WP Smush

Langkah pertama dalam optimasi gambar dengan WP Smush adalah mengecek gambar yang perlu dikompres. Cara sangat mudah, yaitu dengan klik button Re-Check Images di dashboard.

Dari tindakan ini, pemilik website akan mengetahui berapa banyak gambar yang perlu dioptimasi dan berapa ukuran gambar tersebut.

2. Lakukan Bulk Smush untuk Kompres Beberapa Gambar Sekaligus

Melakukan Bulk Smush untuk Kompresi Banyak Sekaligus

Di plugin ini, Anda bisa menggunakan fitur Bulk Smush untuk mengkompresi beberapa gambar sekaligus. Untuk versi gratis, Bulk Smush bisa kita lakukan hingga 50 gambar.

Untuk menggunakannya, masuk ke tab menu Bulk Smush, lalu klik Bulk Smush Now. Jika ingin melakukan kompresi gambar tertentu saja, pilih gambar yang diinginkan dari menu Media Library.

Di bawah menu Bulk Smush, Anda bisa menemukan menu Setting untuk mengatur opsi optimasi gambar yang ingin Anda lakukan. Pengaturan ini meliputi :

  • Image Sizes
    Di WordPress, setiap gambar yang kita unggah bisa menghasilkan beberapa thumbnail. Dengan opsi pengaturan Image Sizes, thumbnail ini juga bisa ikut terkompresi.

    Pilih opsi ‘All’ jika Anda memilih semua thumbnail dikompres. Atau pilih opsi ‘Custom’ yang memungkinkan thumbnail dengan dimensi tertentu yang dikompresi. Dimensi terkecil ini mulai 150*150, hingga terbesar 2048*2048.
Setting Image Size di Bulk Smush
  • Automatic Compression
    Yaitu opsi pengaturan otomatis agar setiap gambar yang pengguna unggah otomatis dikompres oleh plugin Smush.
    Automatic Compression Metadata
  • Metadata
    Saat aktif, pengaturan metadata berfungsi untuk menghapus info pengaturan kamera (EXIF) pada gambar yang Anda unggah.
  • Image Resizing
    Selain kompresi otomatis, Anda juga bisa melakukan resize dimensi gambar dengan plugin WP Smush. Caranya mudah, cukup dengan mengaktifkan ‘Resize My Full Size Images’. Anda bisa menentukannya secara manual jika menginginkan ukuran tertentu.
    Image Resizing WP Smush

3. Mengkompres Gambar di Folder Tertentu dengan Directory Smush

Selain melakukan bulk smush yang sangat mudah, Anda juga bisa memanfaatkan fitur Directory Smush. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengkompres gambar yang ada di luar folder penyimpanan gambar. Misalnya saja folder tema, folder plugin, dan folder lainnya.

Berikut cara menggunakannya :

  • Masuk ke tab menu Directory Smush, klik button Choose Directory.
  • Di window selanjutnya, pilih folder yang berisi gambar yang ingin Anda kompres.
    Directory Smush
  • Klik button ‘Choose Directory’ di bawah untuk mulai mengkompress gambar di folder tersebut.

4. Menggunakan Lazy Load

Lazy Load bisa membuat waktu muat halaman menjadi lebih cepat karena situs tidak menampilkan gambar sekaligus. Jika ingin mengaktifkan pengaturan ini, Anda tinggal klik Activate.

Pengaturan lanjutan yang bisa Anda lakukan di tab menu ini antara lain :

  • Media Type – Berfungsi untuk mengatur format gambar apa saja yang memanfaatkan fitur Lazy Load. Secara default, semua format gambar akan aktif. Namun Anda juga bisa memilih sesuai kebutuhan dengan mencentang opsi yang sesuai.
    Lazy Load Media Types
  • Output Location – Untuk mengatur format gambar apa saja yang akan memanfaatkan fitur Lazy Load. Dalam pengaturan default, semua lokasi aktif. Namun pengguna bisa menyesuaikannya dengan menghilangkan centang sesuai kebutuhan.
    Lazy Load Output Location
  • Display & Animation – Mengatur tampilan animasi saat gambar diakses pengunjung website. Ada tiga opsi yang bisa Anda pilih, yaitu Fade In, Spinner, dan Placeholder. Anda juga bisa meniadakan animasi dengan memilih opsi ‘None’.
    Mengatur display animation di Lazy Load WP Smush
  • Include/Exclude – Anda bisa dengan mudah mengatur di bagian mana saja Lazy Load akan aktif di website . Anda bisa mengaturnya berdasarkan jenis pos, lamanm URL, dan lain sebagainya.
    Pengaturan Exclude - Include di Lazy Load
  • Script – Secara default, script pendukung laman WordPress akan ditaruh di footer. Namun dalam pengaturan ini, Anda bisa juga memindahkannya ke bagian header website.
    Pengaturan script di Lazy Load
  • Native Lazy Load – Fitur ini tidak aktif secara default. Anda bisa membiarkannya seperti default atau mengaktifkan fitur lazy load bawaaan browser ini. Namun, pastikan kompatibilitas di browser pengunjung website Anda.
  • Disable Noscript – Jika menggunakan tool W3C HTML5 Validation, kemungkinan ANda akan melihat error karena  No Script di laman Anda. Solusinya, Anda perlu menyalakan opsi ini untuk mengatasi error tersebut.
    Pengaturan disable noscript di Lazy Load
  • Deactivate – Gunakan opsi ini jika ingin mematikan Lazy Load di website Anda.

5. Pengaturan Tambahan di Tools

Anda juga bisa mengaktifkan fitur Image Resize Detection di bagian Tool. WP Smush memungkinkan Anda mengetahui gambar yang ukurannya tidak sesuai.

Gambar dengan dimensi ukuran yang tidak sesuai bisa membuat gambar tidak maksimal, terlihat blur atau kurang proporsional. Untuk mencegah hal ini, Panda merekomendasikan untuk mengaktifkan fitur ini.

Fitur Image Resize Detection

Jangan khawatir, informasi ini hanya akan muncul di dashboard Anda. Jadi bukan ke pengunjung situs Anda.

6. Mengubah Format Gambar Menjadi WebP (WP Smush Pro)

WebP merupakan format gambar dengan ukuran yang lebih kecil, tapi dengan kualitas yang bagus. Format ini adalah pilihan terbaik untuk website modern dengan banyak gambar, seperti website traveling, kuliner, entertainment, dan sebagainya.

Jika Anda sudah menggunakan WP Smush Pro, Anda bisa memanfaatkan fitur Local WebP untuk mengkonversi gambar dengan format lain menjadi WebP. Tidak perlu khawatir jika browser pengunjung belum mendukung, karena format asli gambar dapat digunakan secara otomatis.

Berikut langkah- langkah menggunakan Local WebP Smush :

  • Masuk ke menu Local WebP, lalu klik GET STARTED.
    Masuk ke Local WebP
  • Scroll ke bawah untuk memilih web server yang Anda gunakan. Umumnya WP Smush sudah otomatis mendeteksi web server Anda. Namun jika tidak sesuai, Anda bisa menggantinya secara manual.
    Memilih web server yang digunakan
  • Setelah web server sesuai, klik Re-Check Status.
    Re-check status untuk melihat progres konversi WebP
  • Selanjutnya, akan ada notifikasi bahwa Local WebP yang sudah aktif akan muncul. Kini Anda sudah bisa mengubah format gambar menjadi WebP melalui Bulk Smush. Gambar- gambar yang Anda unggah selanjutnya juga akan otomatis berubah menjadi WebP.

Kesimpulan

Ada berbagai upaya yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kecepatan loading website. Namun sebelum itu, penting untuk mengidentifikasi masalah apa yang menyebabkan website lambat.

Langkah selanjutnya setelah identifikasi adalah optimasi. Ada banyak plugin WordPress yang bekerja membantu optimasi kecepatan situs. Salah satunya adalah plugin WP Smush.

Plugin ini merupakan plugin optimasi yang sangat efektif dan bekerja ampuh mempercepat loading WordPress. Selain kompresi otomatis, berbagai fitur pendukung plugin ini juga semakin membuat situs Anda bekerja optimal.

Selamat mencoba!

10+ Penyebab Website Lambat dan Cara Efektif Mengatasinya

10+ Penyebab Website Lambat dan Cara Efektif Mengatasinya

Website yang lambat atau lemot sudah pasti akan mengganggu kinerja bisnis kita. Tapi mungkin bagian paling menyebalkannya, kita tidak tahu betul faktor apa yang menyebabkan website berjalan lambat ini.

Jika tidak mengetahui penyebabnya, tentu akan terasa sulit mengatasinya. Padahal, kecepatan adalah hal yang signifikan bagi banyak orang. Semakin cepat loading website, pengalaman pengguna akan semakin baik.

Sebaliknya, website yang lambat akan membuat pengguna meninggalkan laman situs, bahkan sebelum situs Anda benar- benar utuh terbuka. Akibatnya, usaha Anda untuk mendatangkan orang- orang ke website Anda menjadi sia- sia.

Apa itu Kecepatan Website?

Kecepatan website adalah rentang waktu yang dibutuhkan sebuah halaman website agar untuk selesai dimuat di web browser. Kecepatan ini akan berpengaruh pada impresi pertama pengunjung saat masuk ke sebuah website.

Dalam proses loading website, setidaknya ada tiga proses yang terjadi, yaitu :

  • Proses mengirimkan file- file halaman website yang diakses dari server ke web browser.
  • Proses web browser merespon pengiriman file.
  • Terakhir, proses mengolah dan memuat laman website di web browser.

Dari ketiga proses ini, yang menjadi acuan kecepatan website adalah saat laman situs dimuat di browser. Nah, ini lah yang penting untuk kita perhatikan.

Lantas, seberapa cepatkah website seharusnya? Seorang ahli SEO, Geoff Kenyon, mengungkap :

  • Waktu muat dalam 5 detik, artinya website Anda lebih cepat daripada 25 persen website lainnya.
  • Waktu muat dalam 2.9 detik, artinya website Anda lebih cepat dari 50 persen website lainnya.
  • Jika berhasil dimuat dalam 1.7 detik, artinya website Anda lebih cepat dari 75 persen website lainnya.
  • Jika berhasil dimuat dalam 0.8 detik, artinya website Anda lebih cepat dari 94 persen website lainnya.

Secara umum, 5 detik sudah menandakan kalau website Anda termasuk cepat. Namun, jika ada hal lain yang bisa Anda optimalkan untuk menambah kecepatan website, tentu saja itu akan membuat website Anda semakin unggul.

Mengapa Website yang Cepat Penting untuk Bisnis?

Kecepatan website mempunyai pengaruh yang penting dalam bisnis. Menurut studi Google, 53 persen pengunjung akan meninggalkan laman web Anda jika waktu loadingnya lebih dari tiga detik.

Bukan itu saja, studi lainnya menyebut bahwa setiap keterlambatan satu detik pada loading website akan membuat Anda kehilangan tujuh persen konversi.

Sebagai contoh, saat website Anda menghasilkan omset senilai Rp 500.000.000 per hari. Dengan keterlambatan satu detik saja pada loading website, Anda berpotensi kehilangan Rp 35.000.000 per hari.

Bukan hanya di hitungan kasar penghasilan saja, tapi ada kerugian lain yang bisa terjadi. Kerugian tersebut antara lain :

  • 79 persen konsumen tidak puas dengan pengalaman mereka saat mengakses website. Mereka tidak ingin kembali ke website lagi.
  • 49 persen konsumen akan kehilangan kepercayaan pada bisnis Anda. Akibatnya, tingkat retensi akan rendah.
  • 44 persen konsumen akan memberitahukan kekecewaan mereka ke orang lain dan menciptakan word of mouth yang buruk untuk bisnis Anda.

Artinya, akan ada rentetan kerugian lain yang tak terlihat jelas, namun berimbas pada kualitas bisnis jangka panjang.

Imbas dari kecepatan website ini sudah dibuktikan oleh beberapa website besar. Saat berhasil mempercepat loading website nya dari tujuh ke dua detik, Shopzilla berhasil memperoleh pageview 25 persen lebih banyak.

Mozilla juga mempunyai pengalaman yang sama. Setelah mempercepat loading websitenya hingga 2.2 detik, browser ini diunduh 60 juta kali lebih banyak setiap tahunnya.

Dari sini terlihat dengan jelas bagaimana kecepatan sebuah website berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan, unduhan, dan juga penjualan, bukan?

10+ Penyebab Website Lambat/ Lemot

Jadi, apa saja sih yang menyebabkan website menjadi lambat alias lemot? Yuk sama- sama kita simak ulasan Panda kali ini :

1. Performa Server yang Kurang Optimal

Performa server adalah kunci penting dari kecepatan website. Server berperan menyimpan semua data dari website, sekaligus melayani permintaan data dari pengunjung website.

Kualitas server yang tidak optimal bisa berdampak pada website yang lambat. Nah, dari sisi server ini sendiri, ada dua faktor utama yang menjadi penyebabnya. Yaitu jenis server yang digunakan dan lokasi server.

Apache adalah server yang paling populer saat ini. Meski begitu, LiteSpeed mempunyai performa yang lebih baik, yaitu 84% lebih cepat dari Apache, dari beberapa kali uji coba.

Selain jenis server, lokasi server juga berpengaruh pada kecepatan website. Semakin jauh lokasi server dari pengunjung, maka prosesnya akan semakin lama dalam hal pengiriman data.

Jika pengunjung Anda berasal dari mayoritas Indonesia, memilih server berlokasi di Indonesia adalah yang terbaik. Jika pengunjung berasal dari beberapa negara berbeda, menggunakan CDN (Content Delivery Network) adalah solusi terbaik.

2. Kesalahan Konfigurasi

Saat pertama kali menggunakan website, biasanya kita akan terpaku menggunakan pengaturan default. Kemudian kita akan melakukan beberapa konfigurasi sesuai kebutuhan untuk meningkatkan performa website.

Beberapa pengaturan yang dimodifikasi antara lain adalah pengelolaan database, manajemen posting, pengaturan update, permalink SEO friendly, dan lain sebagainya.

Nah tidak jarang, dalam proses ini, terjadi kesalahan konfigurasi yang berdampak pada website lemot. Kesalahan konfigurasi juga kerap membuat website bermasalah dengan munculnya pesan error.

Untuk itu, berhati- hatilah saat akan melakukan konfigurasi pada website.

3. Penggunaan WordPress versi Lawas

WordPress memang CMS yang selalu bisa diandalkan. Selain mudah dalam proses konfigurasi, WordPress juga mempunyai banyak plugin dukungan untuk mengoptimalkan website Anda.

Yang perlu Anda perhatikan, pastikan WordPress Anda adalah versi terupdate. Menggunakan versi lawas yang sudah tidak kompatibel dapat berakibat buruk pada website. Selain lemot, website juga bisa mengalami kerentanan keamanan.

4. Penggunaan Database yang Terlalu Besar

Menyimpan data terlalu banyak di server juga bisa menjadi penyebab website lambat. Salah satu contohnya saat Anda mempunyai terlalu banyak postingan dengan banyak file gambar berukuran besar.

Tidak jarang juga, file gambar yang sudah tidak digunakan lagi juga masih menumpuk di database. Artinya ada banyak file sampah yang membebani database.

Penggunaan database yang terlalu besar juga bisa terjadi saat website Anda mengumpulkan data dari pengunjung. Ini lah salah satu alasan mengapa website dengan membership rentan dengan masalah loading website yang lambat.

5. Gambar yang Tidak Dioptimasi

Gambar mempunyai peranan yang penting untuk memastikan pesan kita sampai ke pengunjung. Tidak heran, banyak website berupaya menampilkan kualitas gambar terbaik di setiap postingan mereka.

Sayangnya, hal ini juga bisa berdampak buruk. Yaitu saat gambar- gambar tersebut belum dioptimasi dan berukuran besar. Gambar- gambar berukuran besar ini akan memakan banyak bandwidth dan membebani server.

Saat pengunjung mengakses konten berisi gambar berukuran besar ini, proses loading menjadi lama dan website terasa sangat lemot.

Untuk mengantisipasi ini, kurangilah penggunaan format gambar yang cenderung berukuran besar seperti GIF dan PNG. Selain itu, pastikan optimasi gambar lebih dulu sebelum mengunggahnya ke website.

6. Tidak Menggunakan CDN

CDN (Content Delivery Network), seperti yang Panda singgung di poin #1, punya peranan yang sangat penting untuk website dengan target audiens dari berbagai negara. Menggunakan CDN juga terbukti ampuh untuk mempercepat loading website.

CDN ini sendiri merupakan jaringan server global global yang saling terhubung dengan tujuan mendistribusikan konten dari server terdekat. Karena request visitor dilayani oleh server terdekat, maka akses pun menjadi lebih cepat.

Cara kerja CDN Content Delivery Network

Jika saat ini situs web Anda belum menggunakan CDN, cobalah untuk menggunakan layanan ini dan coba bandingkan performa sebelum dan sesudahnya.

7. Konten Flash yang Berlebihan

Konten flash dalam sebuah website memang menarik karena menampilkan animasi, konten audio, dan video, hingga game dengan lebih baik. Meski begitu, konten flash berdampak negatif pada kecepatan website.

Terutama, ukuran dari file flash cenderung besar sehingga memakan banyak resource server. Selain itu, proses download file saat tampil di browser juga lebih lama. Konten flash juga seringkali kurang aman dan berpotensi mengganggu kestabilan website.

8. Adanya Render Blocking Javascript

Javascript adalah bahasa pemrograman yang banyak digunakan dalam pengembangan web untuk membuatnya lebih dinamis dan interaktif. Di sisi lain, javascript juga berpotensi menimbulkan render block yang menyebabkan loading website lebih lama.

Render block ini sendiri adalah kondisi delay dimana semua file, termasuk Javascript akan tampil setelah loading secara sempurna. Tujuannya adalah agar laman website sudah tertata rapi saat diakses.

Meski begitu, pengunjung diharuskan menunggu selama proses berlangsung dan melihat laman kosong saja.

9. Konfigurasi Caching yang Kurang Optimal

Cache atau caching adalah proses penyimpanan data sementara, dimana browser, laman web atau aplikasi tidak perlu mengunduh data secara berulang- ulang atau terus- menerus untuk permintaan yang sama. Dengan pengaturan caching, penggunaan bandwidth dapat kita minimalkan dan proses loading menjadi lebih cepat.

Proses caching yang dimaksud disini adalah server-side caching, atau proses caching dari sisi server. Artinya, dalam hal ini, kinerja server-side caching sangat berpengaruh.

Selain itu, saat pemilik website tidak melakukan optimasi website dengan memasang plugin caching WordPress juga akan berpengaruh terhadap kecepatan website.

10. Penggunaan Tema yang “Berat”

Tema bukan hanya berkontribusi terhadap tampilan dan fitur menarik dalam website saja. Namun juga bisa mempengaruhi kecepatan website.

Ada beberapa tema yang memuat atribusi visual dan animasi menarik yang cenderung “berat”. Alasannya, mereka menampilkan banyak elemen tambahan seperti slider, pop up, dan sebagainya.

Tambahan fitur itu tentunya akan berpengaruh terhadap loading website. Terlebih saat pengunjung mengaksesnya melalui jaringan seluler, dan ternyata tema belum mendukung responsif dan AMP (Accelerate Mobile Page).

11. Plugin Terlalu Banyak

Sering tidak kita sadari, kita memasang terlalu banyak plugin di website WordPress kita. Kita memang membutuhkan plugin untuk mendukung kinerja website kita.

Meski begitu, kita perlu selektif juga dalam memilihnya agar tidak menjadi bumerang untuk website itu sendiri. Karena semakin banyak plugin, artinya semakin banyak resource yang dibutuhkan. Ini dia yang menjadi penyebab website lambat.

Untuk mendapatkan insight lebih banyak terkait poin ini, Anda bisa membaca artikel Panda : 35 Plugin WordPress yang Memperlambat Website & Cara Mengatasinya.

12. Terlalu Banyak Iklan

Iklan memang penting untuk membuat website tetap bernafas. Meski begitu, terlalu banyak iklan di website akan mengurangi kualitas pengalaman pengguna dan menjadi penyebab website lambat.

Terlalu banyak iklan di website bisa membuat website lemot

Banyaknya iklan pada website akan mempengaruhi jumlah HTTP request atau permintaan data ke server. Saat jumlah request terlalu banyak, server berpotensi kewalahan dan sangat berdampak pada performa website.

13. Banyak Komentar Spam

Hal lain yang juga menjadi penyebab website lambat adalah banyaknya komentar spam di website. Banyaknya spam akan berpengaruh buruk pada kinerja website. Selain kecepatan website menurun, SEO juga bisa terdampak.

Tidak lupa juga, banjir komentar spam juga dapat menurunkan kredibilitas website dan membuat pengunjung website merasa tidak nyaman.

Cara Mengatasi Website Lambat

Setelah mengetahui penyebab website lambat, langkah selanjutnya adalah mencoba mengatasinya. Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat Anda terapkan :

1. Lakukan Audit Website

Sebelum mulai melakukan optimasi website yang lambat, penting untuk melakukan audit website lebih dulu. Audit website memungkinkan Anda mengetahui masalah yang ada di website, sehingga Anda bisa melakukan perbaikan yang sesuai.

Dalam audit ini, ada beberapa tool yang bisa membantu Anda untuk cek kecepatan website. Antara lain adalah :

  • Pingdom
  • GTMetrix
  • Web Page Analyzer
  • Google Mobile Website Speed

Untuk mendapatkan gambaran yang baik, cobalah membandingkan hasil testing antara satu tool dan yang lainnya. Anda juga bisa membandingkan hasil tes web Anda dengan hasil tes web lain.

2. Pilih Server dengan Performa yang Baik

Apakah server benar- benar menjadi kendala kecepatan website Anda?

Server seringkali menjadi sumber masalah utama dari website. Tak peduli berapa banyak optimasi yang Anda lakukan, website akan masih lambat jika memang sumbernya berasal dari server.

Untuk itu, pastikan Anda memilih server yang memang kualitasnya baik agar performa optimal. Pastikan juga lokasi server berdekatan dengan geolocation target pengunjung Anda. Jika target pengunjung berasal dari Indonesia, Anda bisa memilih hosting Indonesia terbaik yang mempunyai server di Indonesia.

3. Optimasi Gambar

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengoptimasi gambar, yaitu dengan melakukan kompres untuk mengecilkan ukuran gambar, resize, dan memilih format gambar yang tepat. Proses ini tidak selalu membuat kualitas gambarnya menurun secara drastis.

Pasalnya, ada banyak tool yang memungkinkan Anda untuk melakukan kompresi gambar tanpa menurunkan kualitasnya secara signifikan. Panda sendiri menggunakan tool Compressor.io untuk urusan kompresi.

Optimasi gambar dengan Compressor.io

Anda juga bisa menggunakan kompresi otomatis menggunakan plugin WordPress, seperti WP Smush.

Dan tidak kalah pentingnya adalah memilih format gambar yang tepat. Saat ini ada empat jenis file gambar paling populer untuk website, yaitu PNG, JPG, GIF dan SVG. Keempat jenis format ini mempunyai karakteristik yang berbeda- beda sesuai tabel berikut :

Perbedaan format gambar JPG, PNG, GIF, SVG

4. Menggunakan CDN

Menggunakan CDN untuk website dengan banyak konten dan targeting audiens dari berbagai lokasi adalah keputusan terbaik. Karena faktanya, banyak studi case yang menunjukkan kalau penggunaan CDN bisa meningkatkan kecepatan website hingga 362%!

Dalam penggunaan CDN, file statis seperti gambar, flash, file CSS< Javascript dan lainnya akan tersimpan di cache server CDN. Selanjutnya, file tersebut akan didistribusikan ke berbagai lokasi server di seluruh dunia.

Saat ada pengunjung masuk ke website, CDN akan mengirimkan permintaan mereka dari lokasi terdekat. Dengan begitu, setiap permintaan tidak selalu berasal dari server utama. Selain lebih cepat, CDN juga meringankan kerja dari server itu sendiri.

Selain keempat cara ini, Anda bisa membaca panduan lebih lengkap cara mempercepat loading website di artikel Panda : 20+ Cara Ampuh Mempercepat Loading Website WordPress.

Kesimpulan

Kalau Anda berbisnis secara digital atau mempunyai website untuk menunjang bisnis Anda, milikilah website yang cepat. Hal ini tidak bisa ditawar lagi. Titik.

Website yang lambat atau lemot akan menimbulkan kerugian yang besar untuk bisnis Anda. Mulai dari pengunjung yang ogah- ogahan untuk tinggal lama di laman web Anda, penurunan tingkat konversi, hingga menurunnya kepuasan pelanggan.

Jika tidak mengatasi masalah website lemot ini segera, kerugian ini akan semakin membesar dan berdampak lebih jauh. Jadi, tak ada tawar menawar lagi. Kenali penyebab website Anda lambat dan atasi segera!

Mengenali penyebab website lemot akan membantu Anda mengetahui pemicu loading lambat ini. Dengan begitu, Anda bisa mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasinya.

Selamat mencoba!

20+ Cara Ampuh Mempercepat Loading Website WordPress

20+ Cara Ampuh Mempercepat Loading Website WordPress

Bicara soal optimasi WordPress, mempercepat loading website adalah poin penting yang tidak boleh kita lewatkan. Dengan website yang cepat dan bisa diandalkan, visitor akan betah berlama- lama bereksplorasi di website kita.

Selain itu, kecepatan website juga menjadi salah satu pertimbangan Google dalam menilai kualitas sebuah website. Website yang cepat akan mempunyai skor baik dalam analisis Google, dan secara tidak langsung akan berkontribusi pada performa web di mesin pencari.

Mengapa Penting untuk Punya Website yang Loadingnya Cepat?

Pernahkah Anda berkunjung ke sebuah website, dan halaman yang Anda akses terasa berat sekali sehingga lama terbuka? Apa yang Anda lakukan setelah itu? Anda cenderung tidak sabar dan segera menutup halaman web tersebut.

Tidak cukup di situ, Anda kemudian akan mengklik website lain dari hasil penelusuran, dan kemudian menjelajah dengan lebih lama dan leluasa karena website lebih cepat. Familiar dengan situasi ini?

Ya, website yang lambat memang menjadi salah satu alasan utama mengapa pengunjung pergi. Bahkan menurut data Kissmetrics, 40% pengunjung akan meninggalkan website dengan loading melebihi 3 detik.

Sedangkan di perangkat seluler, jumlah ini meningkat menjadi 53%. Artinya, separuh dari seluruh audiens Anda akan batal masuk ke website saat loadingnya lambat.

Kerugian lain yang bisa Anda peroleh antara lain :

  • Trafik website menurun.
  • Pengalaman pengguna yang buruk.
  • Tingkat konversi rendah, karena customer pergi, bahkan sebelum melihat produk Anda.
  • Menurunnya performa di hasil penelusuran mesin pencari karena Google tidak akan memprioritaskan website yang lambat.

Cara Cek Kecepatan Website

Sebelum mempercepat loading website, tentu kita perlu mengetahui di posisi mana website kita saat ini. Untuk cek kecepatan website, berikut ini adalah beberapa tool yang bisa Anda gunakan :

Untuk menilai apakah kecepatan website ini termasuk cepat, rata- rata atau jelek, sebenarnya sedikit abu- abu. Namun, beberapa pakar SEO menggunakan angka ini sebagai pedoman menilai kecepatan website :

  • Dibawah 1 detik = Sempurna
  • 1-3 detik = Diatas rata-rata
  • 3-7 detik = Rata-rata
  • 7 detik ke atas = Termasuk jelek

Cara Mempercepat Loading Website WordPress

Terlepas dari data diatas, MachMetrics (layanan monitoring kecepatan website) setuju jika waktu loading ideal website adalah tiga detik atau kurang. Jika sudah 7 detik ke atas, artinya website harus segera dioptimalkan.

Berikut ini adalah beberapa cara ampuh untuk mempercepat loading website WordPress Anda :

1. Aktifkan Caching WordPress

Caching adalah salah satu trik terbaik untuk mempercepat loading website WordPress. Ada beberapa plugin caching terbaik yang bisa Anda gunakan. Misalnya saja WP Super Cache, W3 Total Cache atau LiteSpeed Cache.

Plugin caching ini nantinya akan bekerja membuat file html statis. File ini lah yang akan pengguna akses kembali dengan lebih cepat karena menyajikan data tersimpan. Dengan begitu, kinerja server akan lebih ringan dan halaman diakses dengan lebih cepat.

Selain itu, plugin caching juga mempunyai berbagai fungsi tambahan, seperti minify file HTML, CSS dan juga caching browser.

2. Menggunakan WordPress Versi Terbaru

WordPress adalah open source yang terus berkembang dan disempurnakan. Dalam setiap pembaruannya, ada perbaikan bug dari versi sebelumnya dan juga memperbarui fitur.

Dari sisi kecepatan, WordPress versi terbaru tentu lebih optimal dan masalah kerentanan lebih teratasi. Sebaliknya, WordPress versi lawas cenderung lebih lamban dan rentan dengan ancaman keamanan.

3. Melakukan Kompresi Gambar di Website

Mengecilkan ukuran gambar dengan Compressor.io

Gambar sering menjadi masalah untuk kecepatan website. Gambar berukuran besar di website sudah pasti akan meningkatkan loading website. Maka dari itu, penting untuk memastikan gambar sudah terkompresi dengan optimal.

Cara mengkompres gambar yang baik adalah dengan meminimalkan ukuran gambar, tapi tetap terlihat dengan resolusi yang baik. Untuk mengatasi ini, Anda bisa menggunakan plugin kompresi seperti WP Smush.

Wp-Smush akan membantu optimasi gambar di seluruh website dengan tetap menjaga resolusinya. Jika Anda tidak ingin menggunakan plugin, bisa juga menggunakan website layanan kompresi gambar, seperti
compressor.io.

Anda juga bisa membaca artikel Panda “Cara Mengecilkan Ukuran Foto/ Gambar Website”, untuk mendapatkan panduan dari poin ini.

4. Kurangi Plugin yang Tidak Perlu

Tentu saja, semakin banyak plugin akan menambah beban loading website. Bukan berarti Anda harus menghapus banyak plugin sekaligus. Karena faktanya, plugin adalah bagian penting dalam membangun website WordPress.

Namun disini, Anda perlu mempertimbangkan mana saja plugin tidak perlu atau yang mempunyai fungsi saling melengkapi dan mirip. Hapus plugin tidak perlu dan pertahankan plugin yang mendukung fungsionalitas dan optimasi website. 

5. Optimalkan dengan CDN (Content Delivery Network)

Cara kerja CDN Content Delivery Network

CDN atau Content Delivery Network adalah jaringan server data yang tersebar secara geografis. Penggunaan CDN akan mengurangi latensi dan meningkatkan kecepatan server dalam penyajian konten.

CDN bekerja dengan cara menyajikan konten statis ke setiap server data di jaringan. Permintaan ini kemudian diterima oleh web server untuk diteruskan ke server terdekat dengan lokasi klien.

Untuk kamu yang bingung dalam memilih CDN apa yang tepat, cobalah untuk mengintip rekomendasi Panda dalam artikel CDN terbaik dan terfavorit WordPress.

6. Menggunakan Tema WordPress yang Ringan dan Original

Dalam memilih tema WordPress, tampilan sebaiknya bukan satu- satunya pertimbangan Anda. Anda perlu mendalami fitur- fitur yang provider tawarkan dan memastikan jika tema tersebut punya load yang ringan.

Selain itu, Panda juga menyarankan penggunaan tema WordPress premium dan original untuk mengoptimalkan SEO dan alasan keamanan website. Dengan begitu, selain mendukung loading yang cepat, tema juga mendukung situs Anda lebih optimal di mesin pencari.

7. Update PHP ke Versi Terbaru

Cara selanjutnya untuk mempercepat loading website adalah dengan memastikan versi PHP yang website unakan adalah yang terbaru. Misalnya saat Anda masih menggunakan versi PHP 5, dimana versi terbaru adalah 7.4.

Artinya, versi PHP Anda sudah usang dan perlu upgrade. Bermigrasi dari PHP 5 ke PHP 7 akan berdampak positif pada situs karena versi terbaru membantu pengoptimalan memori yang lebih baik.

Untuk memperbarui versi PHP, Anda bisa mengaksesnya melalui cPanel. Sebelum melakukan pembaruan PHP, pastikan plugin dan tema yang Anda gunakan sudah mendukung versi PHP terbaru.

8. Optimasi Database

Plugin WP Optimize

Ada banyak aktivitas di website WordPress yang menambah beban kerja server dan membuat database semakin berat. Selain postingan secara umum, selalu saja ada komentar spam, tags yang sudah tak terpakai, dan juga revisi konten yang menumpuk di database.

Untuk meringankan WordPress Anda, cobalah menggunakan plugin WP-Optimize. Dengan menginstal dan mengaktifkan plugin ini, Anda bisa melakukan pembersihan database secara berkala dengan mudah.

9. Mengaktifkan Gzip Compression

Mengaktifkan Gzip compression atau kompresi file juga menjadi salah satu cara untuk mempercepat loading website WordPress. Dengan mengaktifkan fitur ini, kita bisa mengkompres file berukuran 100MB ke ukuran 25MB ke dalam file berformat Zip.

Aktivasi Gzip Compression ini bisa dilakukan melalui plugin optimasi, atau secara manual dengan menambah baris kode di .htaccess. Untuk tutorial lengkap enable GZip Compression di website, Anda bisa membaca artikel Panda : Cara Mengaktifkan GZip Compression untuk Optimasi Kecepatan Website.

Untuk mengecek apakah website sudah mengaktifkan Gzip compression, Anda bisa mengetesnya dengan CleverStats.

Mengaktifkan Gzip Compression untuk mempercepat loading website

10. Minify CSS, Javascript dan HTML

Langkah selanjutnya untuk mempercepat loading website adalah memastikan file- file yang ada di web tidak berat. Untuk memastikan ini, Anda perlu melakukan Minify, yaitu proses menghilangkan karkater yang tidak terpakai dalam struktur kode.

Proses minify ini bisa dilakukan terhadap file CSS, javascript dan HTML. Melalui Minify, file kode menjadi lebih ringan sehingga loading website bisa lebih cepat. 

Plugin cache biasanya sudah menyertakan fitur minify di dalamnya. Jadi, Anda tidak perlu menggunakan plugin yang berbeda jika sudah mengoptimalkan fitur dari plugin cache yang ada.

11. Membatasi Jumlah Konten per Halaman

Tampilan konten yang terlalu banyak bisa menjadi beban untuk loading website. Cobalah untuk menghemat jumlah konten dan elemen yang Anda tampilkan di halaman utama atau bermain dengan pagination.

Pagination bisa Anda terapkan di bagian kolom komentar, postingan, serta halaman utama dengan banyak konten. Di sisi lain, pagination ini juga menghindarkan website dari pemborosan bandwidth, sekaligus meningkatkan pengalaman pengguna karena penyajian konten lebih efisien.

11.1. Pagination Komentar di Website WordPress

  • Berikut cara mengatur pagination di kolom komentar WordPress :
  • Masuk ke dashboard WordPress, buka Pengaturan > Diskusi.
  • Di halaman Diskusi, atur jumlah maksimal komentar per halaman dan urutan tampilannya.
    Pagination komentar di WordPress untuk meningkatkan kecepatan website
  • Scroll ke bawah dan klik Simpan Perubahan

11.2 Pagination Konten pada Postingan WordPress di Gutenberg Block Editor

Ada dua cara yang bisa kita lakukan dalam membuat pagination dalam postingan, yaitu secara manual atau otomatis. Untuk membagi konten dengan secara manual dengan Gutenberg :

  • Arahkan kursor ke area yang ingin dibagi, lalu klik ikon plus.
  • Cari “Page Break”, lalu klik opsi tersebut.
    Pagination manual di WordPress

Jika ingin menerapkan pagination secara otomatis di semua halaman, Anda dapat menggunakan plugin pagination yang tersedia di WordPress. Misalnya saja WP-Paginate atau WP-PageNavi. Dengan begitu, Anda dapat membagi halaman secara otomatis sesuai dengan batas kata minimal yang Anda tentukan.

12. Disable Fungsi Pingback dan Trackback

Trackback dan Pingback memang membantu website menjadi lebih cepat terindeks di mesin pencari. Di sisi lain, fitur ini juga kerap dimanfaatkan para spammer untuk mendapatkan backlink otomatis.

Nah, aktifitas ini mempunyai kecenderungan untuk menciptakan sampah di database WordPress. Akibatnya, loading website menjadi lebih lambat. Untuk menonaktifkan, cobalah menggunakan plugin Disable XML-RPC Pingback.

Anda juga bisa menonaktifkan secara manual dengan masuk ke Dashboard WordPress > Pengaturan > Diskusi, lalu menghilangkan centang di opsi Allow Link Notification.

13. Membatasi Jumlah Revisi Setiap Postingan

Revisi yang kerap webmaster lakukan seringkali meninggalkan sampah di database WordPress. Untuk meminimalisir hal ini, membatasi revisi postingan akan membuat database WordPress menjadi lebih ringan.

Untuk melakukannya, Anda perlu membuka file wp-config di CPanel atau via FTP dan menambahkan kode berikut ini :

define( 'WP_POST_REVISIONS', 5 );

Isi angka tersebut sesuai dengan jumlah revisi yang Anda inginkan.

14. Hindari Langsung Upload Video, Gunakan Embed URL

Jika Anda berniat menambahkan video di dalam konten website, hindari untuk menguploadnya secara langsung. Sebaliknya, manfaatkan lah fitur embed video dari platform penyedia Video dan menaruhnya di konten Anda.

Dengan fitur embed ini, video akan tampil secara otomatis saat publish, tanpa harus membebani kinerja website dan menghabiskan bandwidth. Dengan begitu, meski ada cukup banyak konten video di website, Anda tetap bisa mempercepat loading website Anda.

15. Disable Hotlink di Website

Hotlink mungkin tidak berimbas langsung pada kecepatan website. Namun menonaktifkannya akan menjadi salah satu optimasi untuk menjaga kecepatan situs web Anda.

Pasalnya, fitur hotlink ini memungkinkan pengguna dari website lain yang mengakses gambar situs Anda, akan mencuri bandwith server. Bandwidth menjadi boros dan terbebani.

Untuk menonaktifkannya, Anda hanya perlu mengupload file berikut ini ke .htaccess :

RewriteEngine on
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^$
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^http(s)?://(www.)?domainwebsiteAnda [NC]
RewriteRule .(jpg|jpeg|png|gif)$ – [NC,F,L]

16. Mengurangi Request Query

Jumlah request database ke server tentu berpengaruh terhadap kecepatan loading. Untuk mempercepat website, cobalah untuk mengurangi penggunaan tabel database dengan query tinggi.

Jika Anda ragu atau tidak tahu pasti tabel database mana yang bisa memberatkan server, Anda bisa menggunakan bantuan plugin. Anda bisa menggunakan plugin Query Monitor atau WP-Optimize.

Plugin Query Monitor akan membantu melakukan pengecekan database, sehingga Anda bisa melakukan optimasi performa server dengan mudah. Atau dengan WP-Optimize yang juga mempunyai opsi optimasi tabel database.

WP-Optimize untuk mengoptimalkan database request

17. Meminimalkan Redirect

Kadang redirect memang dilakukan untuk tujuan tertentu. Namun yang perlu kita garis bawahi, redirect juga membuat permintaan load HTTP berlebih dan memperlambat kecepatan website.

Untuk itu, Anda perlu mengontrol alur konten di website Anda agar tidak menghasilkan terlalu banyak redirect. Anda juga perlu mengurangi link ke halaman lain di luar website, jika memang tidak begitu memerlukannya.

18. Mengaktifkan HTTP Keep-Alive

Trik selanjutnya untuk mempercepat loading website adalah dengan mengaktifkan HTTP Keep-Alive. Dengan metode Keep Live, website akan memberi perintah agar request file ke server tidak berulang.

Untuk mengaktifkannya, Anda bisa menambahkan baris kode berikut ke .htaccess :

<IfModule mod_headers.c>
 Header set Connection keep-alive
 </IfModule>

19. Menghilangkan Query String dari Sumber Statis

Optimasi selanjutnya adalah menghilangkan query string dari sumber statis, seperti Javascript dan style-sheet. Perlu Anda ketahui, menghapus cache tidak bisa dilakukan pada link yang berisi tanda baca “?” dan “&”.

Query string mencegah server menyimpan situs web dalam cache. Akibatnya kecepatan halaman akan melambat. Dengan menghapus query string, Anda bisa mengoptimalkan cache dan mengurangi loading halaman.

Anda bisa menghapus query string dengan dua cara berbeda. Yang pertama adalah dengan menggunakan plugin optimasi seperti W3 Total Cache atau plugin WP Remove Query Strings From Static Resources.

Sedangkan untuk cara manual, Anda bisa menambahkan beberapa kode berikut di function.php :

function _remove_script_version( $src ){
$parts = explode( '?ver', $src );
return $parts[0];
}
add_filter( 'script_loader_src', '_remove_script_version', 15, 1 );
add_filter( 'style_loader_src', '_remove_script_version', 15, 1 );

20. Meletakkan CSS di Header dan Javascript di Footer

Mengatur penempatan CSS dan javascript juga bisa mempercepat loading website WordPress. Javascript adalah client side programming yang dijalankan dari sisi web browser klien, bukan dari sisi web server.

Maka dari itu, meletakkan file- file JS di bagian footer akan membuat web server memuat halaman lebih dulu sampai selesai, baru dari sisi klien merender file JS. Dengan trik ini, loading website akan bisa lebih cepat. 

21. Layanan Hosting yang Berkualitas

Tips terakhir untuk mempercepat loading website adalah dengan menggunakan layanan hosting yang tepat. Selain itu, Anda perlu mengidentifikasi kebutuhan hosting website Anda.

Jika Anda hanya membutuhkan kebutuhan server biasa, shared hosting mungkin sudah cukup. Namun jika tingkat kunjungan sudah tinggi dan membutuhkan resource lebih, mungkin sudah saatnya untuk menggunakan VPS.

Selain itu, pastikan Anda menggunakan layanan hosting yang berkualitas, baik dari sisi kualitas server, fitur, dan juga layanan. Untuk melihat referensi layanan hosting, Anda bisa membaca artikel Panda 5+ Rekomendasi Web Hosting Terbaik Indonesia.

Kesimpulan

Website adalah perangkat penting di era digital. Kita membutuhkan website bukan sekedar untuk “ada” saja. Namun benar- benar untuk mengoptimakan bisnis kita.

Mengoptimalkan website bukan tentang isi konten saja, namun juga menghadirkan website yang cepat sehingga memberi pengalaman pengguna yang baik. Jika saat ini website lemot menjadi kendala Anda, mudah- mudahan deretan tips dari Panda ini bisa membantu.

Selamat mencoba!