Siapa sih yang nggak familiar dengan usaha laundry kiloan? Jika kita memang bukan salah satu peminat usaha ini, minimal kita adalah pengguna jasanya atau orang yang setiap hari selalu melihat usaha ini ada dimana- mana. Dengan perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia, harus diakui kalau usaha laundry kiloan ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat.
Pakaian yang bersih, rapi, dan wangi adalah kebutuhan kita sehari- hari. Meskipun ini kebutuhan yang vital, tidak semua orang memilih untuk mencuci baju mereka sendiri. Alasannya beragam, karena rutinitas yang terlalu padat, atau mereka memang lebih senang dimanjakan dengan layanan laundry ketimbang harus mencuci, dan menyetrika pakaian sendiri.
Itulah alasan kenapa menjalankan usaha laundry kiloan bisa menjadi bisnis yang sangat menggiurkan untuk dicoba. Bisnis ini bisa dilakukan oleh siapa saja, terutama para ibu rumah tangga yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan di rumah.
Bagaimana Peluang Usaha Laundry Kiloan Saat Ini?
Banyak sekali manusia modern yang dari hari ke hari semakin membutuhkan jasa laundry. Mulai dari pekerja yang berangkat kerja setiap hari dari pagi hingga sore, mahasiswa yang sibuk dengan kegiatan kuliah, atau ibu rumah tangga yang rutinititasnya sudah super padat sehingga mencuci dan menyetrika bisa menjadi pekerjaan tambahan yang sangat menguras energi dan waktu mereka. Mereka- mereka ini lah target market potensil untuk usaha laundry kiloan.
Bagi mereka, memilih jasa laundry kiloan akan jauh efisien dibandingkan melakukan pekerjaan mencuci dan menyetrika sendiri. Jika saat ini Anda tinggal di sekitar orang- orang super sibuk atau dekat kampus, cobalah untuk membuka usaha jasa laundry. Ingat, target market potensial sedang menanti Anda.
Tapi tunggu dulu, selain berada di lokasi dengan target market potensial, Anda tentu saja membutuhkan strategi yang tepat agar usaha laundry kiloan Anda berjalan dengan sukses.
Tips Memulai Usaha Laundry Kiloan
Optimis itu harus. Namun, sukses tidak terjadi begitu saja tanpa dibarengi dengan usaha nyata. Maka dari itu, Anda harus menyiapkan diri Anda sejak awal agar Anda dapat menjalankan dan mengembangkan bisnis Anda menjadi lebih besar lagi.
Jadi, apa saja yang perlu Anda siapkan? Berikut ulasannya 1. Siapkan Modal Usaha Terlebih Dulu Hal pertama yang penting untuk Anda siapkan adalah modal awal. Anda beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan modal awal, misalnya dengan meminjam modal dari bank, atau mengajak orang lain untuk bekerja sama dengan sistem bagi hasil. Untuk laundry kiloan skala kecil, setidaknya dana yang Anda butuhkan adalah berkisar Rp 3 hingga 5 juta untuk membeli sebuah mesin cuci dan peralatan lainnya.
Jika ragu untuk meminjam bank, yakin lah orang lain untuk bekerjasama dengan sistem bagi hasil. Jadi orang tersebut yang memberikan modal, dan Anda yang akan menjalankan usahanya. Dengan catatan, Anda harus mengembalikan modal sambil tetap menjalankan bisnis. Jika bisnis sudah berjalan, cobalah menabung modal untuk membuat bisnis Anda lebih besar lagi.
2. Pilih Lokasi Usaha yang Strategis Masih ingat kan lokasi usaha potensial yang disinggung di atas tadi? Yes, lokasi paling strategis untuk jenis usaha yang satu ini adalah sekitar kampus, area perumahan yang masyarakatnya terlalu sibuk untuk mencuci sendiri, atau juga kos- kosan dan kontrakan.
Jika lokasi rumah Anda sudah cukup strategis, maka Anda tidak perlu menyewa toko lagi. Dengan cara ini, Anda tidak perlu menyiapkan modal yang terlalu besar. Namun jika Anda sudah mantap untuk menjalani bisnis laundry dengan skala besar, maka siapkan modal untuk membuka bisnis Anda di ruko atau toko.
3. Menyiapkan Perlengkapan Usaha Terlebih Dulu Membuka usaha laundry kiloan, perlengkapan apa saja yang Anda perlukan? Selain mesin cuci, Anda juga membutuhkan alat setrika, pengering pakaian (jemuran), pewangi pakaian, detergen, timbangan, tempat meletakkan cucian, tag nama cucian, plastik kemasan, dan lain sebagainya. Cobalah masukkan detail- detail kecil lainnya juga untuk disertakan dalam penghitugan modal Anda.
Seperti bisnis- bisnis lainnya, modal yang diperlukan di awal selalu cenderung lebih besar. Namun saat bisnis laundry Anda mulai berjalan, maka modal tersebut kembali dan Anda mulai meraih keuntungan.
4. Buat SOP untuk Layanan yang Memuaskan Mencuci dan menyetrika memang terkesan hal sepele. Namun kenyataannya, tidak semua orang paham bagaimana mencuci dengan benar dan efisien. Maka dari itu, SOP pun diperlukan saat Anda membukan bisnis laundry. Pastikan Anda mencuci baju dengan benar, dan mengerti bahwa setiap jenis kain mempunyai cara perawatan yang berbeda- beda.
Contoh sederhana, ada kain yang tidak boleh dicampur karena mudah luntur, bagaimana cara mencuci sweater, jeans, atau menghilangkan noda membandel. Selain itu, SOP yang baik, mulai dari menerima order laundry dari konsumen, cara berkomunikasi dengan pelanggan, proses pencucian, penyetrikaan, hingga kemasan saat selesai laundry juga akan membantu pekerjaan Anda menjadi lebih efisien.
Kabar baiknya lagi, saat Anda sudah terbiasa meng- SOP-kan bisnis Anda ini, maka saat usaha laundry kiloan ini mulai bertumbuh, maka akan semakin mudah bagi Anda untuk mendelegasikan pekerjaan ke karyawan, tanpa mengurangi standar kualitas dan layanan yang Anda terapkan selama ini. Dan pada akhirnya : customer pasti happy.
5. Perhitungkan Juga Biaya Operasional Setelah modal usaha untuk perlengkapan awal, Anda juga wajib menghitung biaya operasional yang Anda keluarkan setiap bulannya. Biaya operasional ini mencakup biaya air, biaya listrik, gaji karyawan, pengadaan perlengkapan (detergen, pewangi pakaian), dan keperluan lainnya.
Selain itu, jika tempat usaha Anda adalah sewaan, maka Anda wajib menyiapkan biaya sewa tersebut jauh- jauh hari sebelum tanggal jatuh tempo.
6. Buatlah Promo Layanan yang Menarik Selain menentukan standar kualitas pelayanan terbaik seperti di point SOP, Anda juga bisa membuat promo untuk menarik pelanggan baru ke dalam usaha laundry kiloan Anda. Contoh promo yang bisa Anda lakukan adalah layanan antar jemput pakaian gratis. Dengan begitu, para pelanggan akan betah menggunakan jasa laundry Anda.
7. Tentukan Harga Jasa Laundry Anda Sebelum mematok harga, Anda perlu melakukan riset harga terlebih dulu, yaitu dengan mencari tahu harga yang diberikan kompetitor ke jasa laundry di sekitar usaha Anda. Setelah melakukan riset harga, tetapkan lah harga yang ideal untuk jasa Anda.
Yang perlu diingat, jangan mematok harga yang kelewat mahal, karena hal ini bisa sangat mempengaruhi jumlah konsumen yang akan menggunakan jasa anda. Namun, Anda juga tetap harus memperhitungkan biaya operasional agar tidak mengalami kerugian.
Sebagai clue, Anda bisa menerapkan harga yang sama persis dengan kompetitor Anda, tapi dengan memberi promo layanan tambahan, seperti jasa antar jemput gratis untuk jarak tertentu. Selain itu, pastikan bahwa Anda juga memberikan jaminan kualitas yang baik untuk pengguna jasa Anda.
8. Pemasaran Bisnis Laundry Harus Tepat Sasaran Untuk menentukan strategi pemasaran, Anda harus mengetahui siapa target market Anda terlebih dulu. Misalnya, karena beroperasi di sekitar kos- kosan atau kontrakan, maka target Anda adalah penghuni kos dan kontrakan yang membutuhkan jasa laundry kiloan murah dan cepat. Namun bila target market Anda adalah mereka yang berpenghuni di perumahan elit, maka yang diutamkaan adalah cucian yang bersi, rapi, dan wangi, dan mereka tidak keberatan dengan harga yang sedikit lebih mahal.
Selain itu, strategi pemasaran yagn tak kalah pentingnya adalah dengan membagi target penjualan Anda berdasarkan jenis konsumen, yaitu konsumen baru dan konsumen lama.
Untuk memikat konsumen baru, lakukan pemasaran dengan memasang banner usaha laundry Anda di tempat usaha, dan beberapa titik yang sering dilewati orang. Selain itu, Anda juga bisa melakukan penyebaran flyer dan juga menempelkan poster di tempat tertentu. Jangan lupa untuk cantumkan nomer kontak Anda.
Untuk konsumen lama, cobalah untuk merapikan kontak mereka di WhatsApp Anda. Sering- sering hubungi mereka untuk sekedar menyapa atau menawarkan jasa untuk menjemput pakaian kotor mereka. Namanya juga marketer, nggak ada salahnya kan jemput bola? Hehehe….
9. Cobalah untuk Selalu Kreatif dan Inovatif “Ah, namanya juga bisnisa laundry kiloan. Paling juga gitu- gitu aja.” Eittssss…. Jangan salah! Semua jenis bisnis, termasuk layanan laundry, membutuhkan kreatifitas dan inovatif untuk tumbuh dan berkembang. Ingatlah bahwa kebutuhan masyarakat selalu berkembang seiring berjalannya waktu. Jika Anda kreatif dan inovatif, maka akan semakin banyak layanan yang bisa Anda buka dan membantu banyak orang. Setuju?
Misalnya saja, jika selama ini Anda hanya bisa melayani laundry pakaian biasa, maka untuk meningkatkan layanan, Anda bisa juga menawarkan layanan laundry jas, boneka, cover bed, sepatu, helm, dan lain- lain. Di awal tren laundry dulu hal ini masih terdengar aneh. Namun nyatanya, layanan ini kini semakin populer di Indonesia.
Punya ide baru lainnya? Why not!
10. Perhatikan Perkembangan Bisnis Anda dari Waktu ke Waktu Seiring berjalannya waktu, mungkin ada kalanya usaha laundry kiloan Anda tidak berjalan sesuai yang Anda inginkan. Memang benar, bisnis kerap mengalami penurunan dan peningkatan. Hal- hal seperti ini lah yang perlu Anda perhatikan agar bisa mengantisipasi masalah yang akan terjadi di masa depan.
Misalnya saja mengatasi orderan yang meningkat di saat musim penghujan. Jika tanpa persiapan matang, akhirnya Anda akan kewalahan dan tidak bisa mengantisipasi masalah yang ada. Orderan yang berdatangan pun dengan terpaksa Anda tolak satu per satu.
Namun jika Anda sudah memperhitungkan masalah ini terlebih dulu, maka Anda mungkin sudah mempersiapkan langkah antisipatif menyambut musim penghujan, misalnya alat pengering tambahan. Anda pun bisa memaksimalkan musim ini menjadi musim panen Anda.
Tertarik untuk mencoba bisnis rumahan yang satu ini? Semoga bermanfaat!
Dalam sebuah pernyataan resmi, Google mengungkapkan bahwa mereka akan menghentikan layanan url shorterner atau pemendek url milik mereka yang sering dikenal dengan sebutan goo.gl. Anda pasti sudah tidak asing dengan pemendek url ini, bukan?
Layanan goo.gl ini diluncurkan sejak tahun 2009, dan sayangnya tidak akan diperpanjang lagi. Alasannya, Google memilih untuk menggantikan layanan tersebut dengan layanan Firebase Dinamic Links (FDL) yang akan berjalan per 13 April nanti. Jadi, bisa dibilang, layanan ini sudah tidak bisa lagi digunakan sejak tanggal tersebut.
Namun bagi pengguna lama, Anda masih bisa menggunakannya hingga satu tahun kedepan, atau tepatnya hingga 30 Maret 2019. Anda bisa memanfaatkannya untuk menyingkat url dan memindahkannya dari data konsol.
Lantas apa bedanya layanan goo.gl dan layanan FDL baru nantinya? Secara kelebihan, layanan goo.gl mempunyai kelebihan dalam fitur penambahan third-party API yang memungkinkan untuk membuat QR Code Link yang dapat dibagikan. Sedangkan layanan FDL nanti akan mempunyai smart URL baru yang dapat mengirimkan lokasi orang kemanapun pada Android, IOS, dan aplikasi web. FDL juga dapat mengotomatisasi dan mendeteksi platform yang digunakan pengguna.
Menurut Michael Hermanto, Software Engineer Firebase, sejak dirilis, layanan goo.gl memang telah membantu banyak orang dalam membagikan tautan, menemukan konten yang lebih mudah, dan mengukur trafik online. Sejak perilisan layanan url shortner dari Google, banyak layanan yang sama dari pihak lain bermunculan.
Ia tidak menampik bahwa URL shortener memang sebuah alat yang hebat dan ia mengagumi ciptakan tersebut. Namun untuk selanjutnya, Michael mengaku lebih tertarik pada integrase FDL yang sudah lebih dulu ada dalam fitur Firebase. Ia akan menyematkan dan mengintegrasikan tautan FDL agar dapat mendeteksi platform secara dinamis dan tautat dapat bertahan selama proses pemasangan aplikasi.
Ia juga menambahkan bahwa keputusan menghentikan layanan Google shortener ini juga merupakan upaya untuk memfokuskan kembali usahanya karena beralih ke layanan FDL. Karena layanan goo.gl ini akan dihentikan sepenuhnya setelah tanggal 30 Maret 2019, pihak Google menyarankan agar pengguna segera beralih menggunakan FDL atau menggunakan layanan url shortener dari pihak ketiga lainnya.
Bagi Anda yang ingin serius terjun menjadi seorang Facebook Ads Advertiser, wajib bagi Anda untuk mengenal Edgerank lebih dekat. Apakah Edgerank ini sama seperti Pagerank yang selama ini sangat familiar di kalangan blogger? Well, bisa iya, bisa tidak.
Lebih tepatnya, ederank ini kita kenal dengan sebutan algoritma Facebook. Dan Edgerank ini punya kaitan yang sangat erat dengan Newsfeed atau thread- thread yang muncul di beranda Facebook kita.
Pengertian dan Fungsi Edgerank
Sebelum adanya update algoritma beberapa waktu lalu, Facebook mendapatkan banyak keluhan dari sebagian besar user yang merasa newsfeed mereka penuh dengan update-an tidak bermutu, hoax, dan postingan yang isinya jualan melulu.
Yang menyebalkan, postingan- postingan yang tidak kita suka itu selalu saja ada di update newsfeed kita. User akhirnya bosan, dan jenuh. Dari sisi user, mereka ragu untuk me- remove teman yang ‘mengganggu’ nya itu karena alasan tertentu (misal merasa tidak enak dengan temannya sendiri).
Nah, sample kasus seperti ini lah yang mendorong Facebook melakukan update algoritma mereka secara berkala, atau yang disebut dengan edgerank. Jadi, secara garis besar, bisa dibilang Edgerank ini adalah algoritma Facebook untuk menentukan apakah sebuah thread atau konten akan tampil di newsfeed fans Anda.
Dengan kata lain, Facebook berusaha menyembunyikan update konten dari teman, fanpage atau grup yang meskipun kita ikuti, tapi ternyat tidak begitu penting buat kita.
Lantas, bagaimana cara Facebook menentukan sebuah konten penting atau tidak penting buat kita? Misalnya Anda baru saja menyukai sebuah page. Namun ketika page tersebut mempublikasikan postingan, satu dua tiga kali, dan hanya Anda melihat saja tanpa memberi reaksi (komentar/like), maka Facebook menilai bahwa Anda sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan fanpage tersebut.
Imbasnya, lama kelamaan, setiap fanpage tersebut update konten, maka konten tersebut tidak akan muncul di newsfeed Anda.
Sebaliknya, jika Anda beberapa kali aktif memberikan reaksi berupa komen, like atau share, maka edgerank dapat meningkat sendirinya secara bertahap. Dan inilah yang membuat fanpage tersebut sering muncul di newsfeed Anda nantinya.
Yang perlu dimengerti, edgerank ini bukan hanya berlaku untuk fanpage saja, tapi juga untuk profil pribadi, grup, dan app di Facebook. Sudahkan Anda menyadari hal ini??
Variabel Penting yang Menentukan Nilai Edgerank
Bisa dibilang, Edgerank ini adalah perkalian antara tiga variabel penting di Facebook, yaitu Affinity, Weight dan Time Decay (Waktu). Ingin mengenal variabel ini lebih dekat? Kami siap mengupasnya untuk Anda… 1. Affinity Affinity adalah kualitas hubungan antara user dengan pembuat konten (bisa perorangan, halaman atau grup di Facebook) yang digambarkan melalui tingkat interaksi antara fans dengan pembuat konten.
Study kasus, jika sebagai user Anda rajin memberikan like dan komen dengan fanpage A misalnya, maka aktifitas Anda ini akan mendongkrak edgerank si A tersebut. Sehingga apapun yang diupdate si A, maka kemungkinan besar akan muncul di newsfeed Anda.
2. Weight Weight dalam edgerank Facebook berarti tingkat reaksi (like, komen & share) yang diterima sebuah post di fanpage. Postingan yang mendapatkan like, komen dan share terbanyak akan dianggap Facebook mempunyai weight yang lebih besar.
Untuk mendapatkan weight yang tinggi secara konsisten, si pembuat konten tentu harus meningkatkan kreatifitasnya agar konten yang disajikan menarik minat pembaca. Untuk interaksi, point pemberian weight dari yang tertinggi secara berurutan adalah share, komentar, dan like (*setidaknya sampai artikel ini diterbitkan). Jadi, buatlah konten semenarik mungkin agar potensi share nya tinggi.
3. Time Decay
Time Decay dalam edgerank berarti tenggat waktu. Semakin lama konten Anda, maka edgerank nya akan semakin menurun karena Facebook menganggap konten Anda tidak lagi relevant (old news).
Misalnya ada sebuah fanpage yang update terakhirnya adalah jam 9 pagi. Sedangkan sebagian user-nya online setiap sore hingga malam. Hal ini mengakibatkan munculnya konten fanpage tersebut di newsfeed dia sangat kecil. Ini terjadi lantaran update fanpage tersebut sudah tertimpa postingan lain yang dianggap lebih fresh.
Selain tiga variable krusial diatas, sebenarnya ada satu lagi yang juga mempengaruhi Edgerank, yaitu… 4. Feedback Negatif Ini perlu menjadi pertimbangan Anda sebelum membagikan konten negatif di Facebook dengan harapan viral, eh ternyata malah bisa menurunkan edgerank Anda. Berikut ini adalah hal- hal lain di luar tiga variable penting yang mempengaruhi Edgerank Facebook :
– Hide Post, mempengaruhi sebanyak 76%
– Hide All Posts, mempengaruhi sebanyak 16%
– Report as Spam, mempengaruhi sebanyak 8%
– Unlike Page, mempengaruhi sebanyak 1%
Tips Ampuh Meningkatkan Edgerank Facebook
Dari postingan ini, sebenarnya Anda sudah mendapakatkan kesimpulan bagaimana cara meningkatkan edgerank di Facebook. Namun jika melewatkannya, maka Saya akan memberi review singkat sekaligus sebagai penutup. Berikut ini adalah tips yang dapat Anda gunakan : 1. Buatlah Konten yang Menarik Yes, sudah jelas. Goal nya adalah meningkaktan engagement alias share, komen dan like di konten yang Anda buat. Tanpa konten yang menarik, maka bisa saja konten yang Anda buat hanya numpang lewat saja, di-scroll user tanpa dibaca. Efeknya, secara perlahan, edgerank akan terus menurun. Selain membuat konten yang lebih kreatif, jangan lupa untuk memantau engagement konten Anda secara berkala. Bisa jadi yang menarik dan kreatif untuk Anda, ternyata belum maksimal di mata fans Anda. Nah lhooo….
2. Pertimbangkan Posting di Jam Online User Ingat variable ‘Time Decay’ tadi? Sayang sekali konten yang sudah menarik dan tepat untuk fans Anda ternyata diposting di jam yang salah. Konten Anda hanya terlewat karena si user membaca konten lain yang sudah nangkring duluan di newsfeed nya. Dan konten Anda hanya terkubur di dasar. Sangat disayangkan, bukan?
3. Boleh Posting Sering, Tapi…. Posting sering boleh? Boleh dong, tapiii… pertimbangkanlah untuk memberi jeda yang cukup. Posting terlalu sering bisa mengganggu fans Anda dan mendorong mereka untuk ‘Report as Spam’, yang artinya feedback negatif untuk konten Anda. Jeda yang disarankan paling sedikit adalah 20 menit sekali.
4. Dibantu Klonengan Perlu Nggak Sih?? Perlu nggak ya? Hahaha….. Kalau soal klonengan sih Saya bilang perlu nggak perlu. Dan karena ini cenderung pro dan kontra, Saya mempersilahkan Anda untuk mengetesnya sendiri. Pada dasarnya, kalau fanpage Anda sudah besar dan engagement oke, klonengan sih sudah sangat tidak diperlukan. Setuju??
Secara resmi, Grab telah mengumumkan akusisi terhadap seluruh bisnis Uber di Asia Tenggara. Dari kesepakatan tersebut, maka semua asset serta pangsa pasar Uber yang ada di Asia Tenggara akan dikuasi Grab. Hal ini sontak membuat Grab menjadi pemain di bisnis transportasi daring terbedar di kawasan Asia Tenggara.
“Sebagai bagian dari akusisi, Uber akan memiliki 27,5 persen saham di Grab dan Dara Khosrowshahi selaku CEO Uber akan bergabung dengan dewan direksi Grab,” kata Group CEO and Co-founder Grab Anthony Tan seperti dikutip dari Kompas.com, Senin pagi.
Anthony menyatakan bahwa semua asset, sisi teknis dan aspek operasional Uber di negara tempat mereka beroperasi sebelumnya akan dialihkan secara menyeluruh ke Grab. Negara ini termasuk disini adalah Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Pasca akuisisi, bagaimana nasib driver dan penumpang Uber? Dalam waktu dekat, keduanya akan bekerjasama untuk migrasi mitra driver, rekanan pengantaran, penumpang, pelanggan, hingga merchant yang ada di aplikasi Uber ke aplikasi Grab. APlikasi Uber sendiri sementara masih akan beroperasi hingga dua pekan ke depan.
Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia, mengungkapkan bahwa akusisi ini akan menciptakan sebuah platform terpadu yang berdampak terhadap banyaknya mitra pengemudi. Menurutnya, dengan mitra pengemudi yang lebih banyak, maka kebutuhan perjalanan, pengantaran, dan pembayaran akan menjadi lebih cepat.
“Penumpang dapat menikmati waktu tunggu yang lebih singkat, perjalanan yang lebih nyaman dan terjangkau melalui satu aplikasi,” kata Ridzki seperti dilansir dari Kompas.com.
Pasca akuisisi ini, Ridzki menjanjikan Grab akan selalu berinovasi dan menemukan beragam cara untuk memberikan layanan terpercaya dan relevan untuk konsumen mereka.
Di sisi lain, Uber akan fokus melakukan pembenahan sektor bisnisnya di kawasan yang kinerjanya baik saja. Dengan menarik diri dari pasar Asia Tenggara, Uber berharap dapat meningkatkan profit mereka yang sebelumnya telah merugi hingga 10,7 milar dolar Amerika selama Sembilan tahun terakhir. Uber juga memberi sinyal bahwa mereka kini akan fokus pada Jepang dan India untuk pasar di Asia.
Apa yang ada di benak Anda begitu mendengar kata Starbucks? Sebuah brand kopi bergengsi untuk kelas menengah ke atas? Atau tempat nongkrong seru usai penat bekerja?
Satu hal yang pasti Anda ketahui, Starbucks yang dulunya hanya warung kopi kecil itu kini telah menjelma menjadi brand kopi ternama di dunia. Lalu, apakah sekali saja Anda pernah penasaran siapa sosok pengusaha sukses di balik kisah Starbucks?
Dialah Howard Schultz. Sosok yang telah melalui perjalanan panjang dan berliku untuk membesarkan nama Starbucks. Sebelum resign pada April 2017 lalu, ia telah menjabat sebagai CEO Starbucks selama beberapa tahun terakhir.
Dari Starbucks, Howard Schultz kini menempati posisi #23 daftar orang terkaya di dunia. Tidak banyak yang tahu kalau dulu ia adalah orang yang hidupnya serba kekurangan, bahkan pernah bekerja sebagai karyawan Starbucks itu sendiri.
Sepenggal Perjalanan Howard Schultz
Meski ia mempunyai masa kecil yang menyedihkan, namun perjuangan Schultz telah menjadi inspirasi banyak orang. Penasaran seperti apa kisah hidupnya? Simak dalam ulasan berikut ini : 1. Menjalani Hidup Serba Kekurangan di Brooklyn
Howard Schultz lahir di Brooklyn, New York, 19 Juli 1953. Ia tinggal bersama sang ayah yang bernama Fred Schultz yang seorang supir setelah dulunya sempat berprofesi sebagai tentara. Sebuah kecelakaan fatal mengakibatkan sang ayah mengalami patah kaki sehingga harus kehilangan pekerjaannya.
Peristiwa ini adalah awal dari kehancuran perekonomian keluarga Schultz. Howard bahkan sudah harus bekerja di usia 12 tahun untuk membantu perekonomian keluarganya. Saat itu, ia menjadi pengantar koran (loper koran), dan menjadi pelayan kafe. Howard juga sempat menjadi penjaga toko saat usianya baru 16 tahun.
2. Howard Mendapatkan Beasiswa karena Kemampuan di Bidang Olahraga
Dengan fisik yang kuat, Howard dikenal mempunyai prestasi yang gemilang di bidang olahraga. Karena faktor ekonomi, keluarganya sebenarnya tidak mampu membayar biaya pendidikannya hingga ke perguruan tinggi. Hal ini tidak membuatnya berkecil hati.
Sampai akhirnya ia mendapatkan beasiswa kuliah karena prestasinya di bidang olahraga. Ia pun diterima di Universitas Northern Michigan, jurusan Komunikasi, dan lulus pada tahun 1975.
Usai lulus, Howard bekerja di Xerox sebagai manajer penjualan selama tiga tahun. Resign dari Xerox, ia pun mencicipi karir di perusahaan Swedia, Hammaplast. Disinilah awal dari pertemuannya dengan Starbucks.
3. Howard Melamar Menjadi Karyawan Starbucks
Awalnya, Starbucks adalah sebuah kedai kecil yang didirikan oleh Jerry Baldwin, Zev Siegl, dan Gordon Bowker. Namun sejak pertama menjadi karyawan Starbucks, Howard sudah punya optimism bahwa kedai kopi ini punya potensi besar untuk dikembangkan.
Di Starbucks, Howard bekerja sebagai tenaga pemasaran dengan gaji yang jauh lebih rendah dibandingkan saat ia bekerja di Hammaplast. Lantaran dianggap berprestasi, ia lalu dikirim ke Italia untuk belajar resep kopi disana. Disinilah awal inspirasi Howard untuk mengembangkan bisnis Starbucks hingga sebesar ini.
Dari sini, Howard Schultz mempunyai gagasan untuk membuat desain café yang nyaman untuk para pengunjungnya. Alasannya, ia melihat banyak orang yang suka menghabiskan waktu berjam- jam untuk ngopi di café.
Sayangnya, ide ini ditolak mentah- mentah oleh para pendiri Starbucks karena dianggap hanya akan merugikan Starbucks. Karena tak sejalan lagi, ia pun memilih resign dan membuat kedai kopinya sendiri di Seattle dengan modal awal sebesar US$ 1,7 juta.
4. Howard Schultz Mendirikan II Giornale
Resign dari Starbucks, Schultz mengawali bisnis kopinya dengan mendirikan kedai kopi ala Italia bernama Il Giornale. Siapa sangka, kedai kopi ala Italia ini langsung diterima oleh masyarakat dan berkembang dengan sangat pesat. Keberhasilan kedai kopinya ini bahkan melebihi kedai kopi Starbucks yang sudah berdiri lebih dulu.
5. Akhirnya Membeli Kembali Starbucks
Setelah meraih sukses dengan kedai kopi miliknya, Schultz akhirnya kembali ke Starbucks. Bukan untuk sekedar ngopi, tapi karena ia mendengar kabar kalau pemilik Starbucks akan menjual gerainya, lengkap dengan peralatan pembuatan kopi, serta brand nama Starbucks itu sendiri. Saat itu, nilainya baru sebesar USD 4 juta. Brand ini pun akhirnya melakukan IPO.
Di tahun 2000, Starbucks mulai go international. Dari kedai kopi sederhana, mereka menjelma menjadi brand kopi ternama dengan lebih dari 3500 gerai di manca negara dan total pendapatan bersih per tahun sebesar US$ 2,2 miliar. Howard Schultz pun masuk ke deretan orang terkaya di dunia.
Membongkar Rahasia Sukses Howard Schultz
Howard memang tidak lagi menjabat sebagai CEO Starbucks. Dirinya telah resmi mengundurkan diri. Meski begitu, Dia masih menjadi pemilik brand gerai ternama itu. Kisahnya akan selalu menjadi inspirasi karena berhasil menyulap kedai kopi sederhana menjad brand kopi berkelas internasional. Selain kerja keras, kreatifitas dan semangatnya akan selalu menjadi pemicu kita untuk mewujudkan mimpi- mimpi yang ingin kita raih.