Type to search

Marketing

Apa itu Landing Page? Kenali Jenis, Fungsi & Cara Membuatnya

Apa itu Landing Page dan Bagaimana Cara Membuatnya

Landing page adalah hal yang familiar untuk mereka yang bergelut dengan dunia internet marketing. Dengan menyajikan landing page yang baik dan berkualitas, Anda bisa mengoptimalkan potensi untuk menghasilkan lebih banyak konversi.

Namun jika landing page adalah sesuatu yang masih terdengar asing, Anda datang di halaman yang tepat. Karena di artikel ini, Panda akan mengupas tuntas tentang apa itu landing page, jenis, fungsi, dan cara membuatnya.

Meski mungkin belum pernah membuatnya secara langsung, Anda mungkin secara tidak langsung pernah menjumpai atau melakukan transaksi pembelian di sebuah laman arahan ini. Jadi, mari menjelajah lebih jauh lagi!

Apa itu Landing Page?

Secara harfiah, Landing page dalam bahasa Indonesia kerap disebut sebagai halaman arahan. Pengertian dari landing page adalah halaman dalam website yang didesain khusus untuk tujuan marketing. Baik itu penawaran atau penjualan produk tertentu.

Karena dikemas untuk tujuan marketing, halaman ini biasanya berorientasi pada
action atau tindakan pengunjung untuk melakukan sesuatu. Misalnya mengklik button WA, subscribe, add to cart, atau pengisian form.

Dengan goal seperti itu, maka penyusunan landing page perlu memperhatikan beberapa detail dan mempertimbangkan faktor- faktor tertentu. Misalnya pentingnya membuat konten persuasif atau menyingkirkan distraksi yang bisa mengganggu keputusan pembelian.

Halaman landing page ini juga kerap identik dengan link URL pada paid search atau pencarian berbayar.
Saat Anda melihat iklan di halaman pencarian dan mengkliknya, maka Anda akan masuk ke sebuah laman arahan.

Landing Page vs Homepage, Apa Bedanya?

Sama- sama halaman website, lantas apa perbedaan landing page dan homepage? Cukup mudah untuk membedakan keduanya.

Salah satunya adalah tujuan dari dibuatnya kedua halaman tersebut. Landing page umumnya dibuat dengan tujuan agar link atau tombol di halaman landing page melakukan tindakan tertentu yang kita inginkan.

Sedangkan dalam hal tampilan atau display website, Anda bisa memperhatikan gambar berikut ini :

Perbedaan Homepage vs Landing Page

Secara umum, homepage mempunyai banyak link, button, dan variasi konten. Sebaliknya, landing page adalah halaman website dengan sedikit variasi konten, serta penggunaan button dan link yang sangat terbatas dan biasanya mengarah pada tujuan tunggal.

Dengan keterbatasan ini, konten diharapkan menjadi lebih terfokus dalam mengarahkan pengunjung ke goal yang sudah dirancang. Berbeda dengan homepage dimana pengunjung diarahkan untuk melompat ke konten mana saja yang mereka inginkan.

Homepage bisa saja mempunyai lebih dari 43 link arahan atau button, dan dorongan untuk berpindah- pindah ke halaman lain secara lebih leluasa.

Untuk lebih mudah memahaminya, Anda bisa mengintip perbedaan karakteristik kedua jenis halaman tersebut sebagai berikut :

Karakteristik Homepage

  • Merupakan tampilan utama sebuah website.
  • Homepage umumnya merupakan halaman pertama yang dilihat saat seseorang membuat sebuah website.
  • Homepage menampilkan tombol navigasi dan URL menuju halaman penting di website.
  • Merupakan etalase bagi pengunjung untuk mempelajari semua produk dan layanan yang ditawarkan.

Karakteristik Landing Page

  • Merupakan sebuah halaman dengan fungsi khusus di dalam website
  • Mendorong pengguna untuk fokus pada satu produk dan segera melakukan transaksi atau mengikuti penawaran website.
  • Tersedia button Call to Action yang mendorong pengguna untuk melakukan tindakan di website. Misalnya membeli produk, berlangganan newsletter, mengisi formulir, atau mendownload media.

Yang menarik, dalam web perusahaan besar, homepage sendiri sering dikemas dengan konsep seperti landing page. Yaitu saat homepage langsung dibuat spesifik untuk tujuan tertentu dan ingin mempercepat action dari pengunjung website.

Mengetahui Perbedaan LandingPage vs Homepage

Jenis- jenis Landing Page

Secara garis besar, landing page terbagi ke dalam dua jenis. Yaitu jenis laman arahan untuk lead generation, dan yang kedua adalah Click-Through.

Lead Generation Page

Landing untuk lead generation adalah laman arahan yang berfungsi untuk mengumpulkan data calon pelanggan. Laman jenis ini biasanya mempunyai button untuk link tunggal yang langsung mengarahkan pengguna ke tindakan yang diinginkan.

Halaman ini cocok untuk Anda yang ingin melakukan penawaran tunggal berkonversi tinggi. Konsepnya adalah melakukan penawaran yang spesifik, singkat, jelas, dan menarik.

Contoh penggunaan untuk Lead Generation ini antara lain :

  • Ebook atau white paper
  • Kupon diskon/ voucher
  • Konsultasi untuk layanan profesional
  • Pendaftaran webinar
  • Hadiah dan Giveaway untuk launching produk (melalui email langsung)
  • Free trial produk

Click-Through Page

Berbeda dengan Lead Generation, Click Through page mempunyai tujuan agar pengunjung melihat beberapa opsi penawaran dan mengkliknya untuk masuk ke halaman lain.

Jenis laman ini umumnya digunakan dalam bisnis e-Commerce. Halaman biasanya memuat koleksi produk dari kategori tertentu atau dengan penawaran tertentu untuk memancing pengunjung membeli salah satu atau lebih produk.

Click Through ini biasanya menghasilkan konversi yang lebih sedikit karena tidak ada informasi yang mendetail untuk pengunjung membuat keputusan. Untuk mendongkrak konversi, pemilik website biasanya akan memberikan promo berbatas waktu yang menggiurkan.

Dalam landing page ini, halaman biasanya dilengkapi dengan button
Call to Action (CTA) yang tampilannya sederhana dan seragam. Button biasanya diberikan teks action seperti “Pilih Sekarang”, “Beli Sekarang”, “Masukkan ke Keranjang”, dan lain sebagainya.

Saat button di klik, pengunjung diarahkan ke halaman baru untuk segera menyelesaikan transaksi sesuai produk yang dipilih.

Fungsi Landing Page

Setelah memahami jenis- jenisnya, akan menjadi mudah untuk mengetahui apa saja fungsi halaman arahan ini.

Halaman Penawaran

Jika ingin membuat penawaran yang spesifik, maka buatlah landing page. Ya, ini lah mengapa laman arahan ini sering identik sebagai halaman penawaran.

Dengan halaman khusus ini, penawaran akan lebih terfokus dan membuat pengunjung mudah dalam memahami isi penawaran. Dengan begitu, tingkat konversi pun akan menjadi lebih tinggi.

Promo Khusus Terbatas

Promo menjadi kurang optimal jika ditampilkan hanya dalam bentuk banner kecil dan terhenti begitu saja. Maksudnya, banner tersebut tidak terhubung dengan tautan yang mengarah ke informasi promo.

Berbeda saat tersedia laman khusus untuk promo. Promo bisa diinformasikan dengan cara yang berbeda dan lebih menggoda.

Edukasi & Awareness

Untuk kebutuhan spesifik, landing page bisa ditujukan untuk keperluan edukasi dan awareness. Misalnya saja untuk halaman edukasi tentang jenis konten atau produk tertentu.

Dengan penjelasan terfokus di satu halaman khusus, maka goal dari edukasi dan awareness ini akan lebih mudah untuk dicapai.

Contoh Landing Page

1. Netflix

Contoh landing page Netflix

Panda pribadi sangat suka dengan halaman landing ala Netflix. Simpel, elegant dan to the point. Jika brand Anda sudah populer, ini adalah tipe landing page yang menarik untuk dicoba.

Saat masuk ke laman Netflix, Anda akan diarahkan untuk mengisi email berlangganan. Scroll ke bawah, Netflix memberikan gambaran fitur yang mereka tawarkan, tanpa menyebut kata fitur itu sendiri. Ini membuat pengalaman pengguna terasa sangat mengalir dan smooth.

Dilanjutkan di bagian bawah adalah FAQ dan ditutup dengan button CTA lagi.

Tips membuat landing page ala Netflix :

  • Buat background gambar produk yang menarik, dan beri shadow warna sesuai keinginan.
  • Informasikan fitur dengan menampilkan gambar dan video.
  • Buat button CTA yang simpel, tapi kontras dengan background sehingga terlihat menonjol.
  • Tambahkan FAQ dan beri jawaban yang lugas di bagian akhir, sebelum ditutup dengan CTA lagi.

2. Sprout Social

Landing Page Sprout Social

Sprout Social mempunyai konsep halaman landing yang sederhana, minimalis, dan to the point. Dengan gambar yang menonjol di bagian kanan, mereka memberi headline copywriting dan deskripsi singkat, lalu ditambah button CTA berwarna hijau.

Dengan tipe page ini, Sprout Social kemungkinan mengincar pasar yang sudah tereduksi dan membutuhkan layanan social mereka. Untuk meyakinkan calon pelanggan, mereka menonjolkan brand- brand besar yang sebelumnya sudah bergabung menjadi pelanggan mereka, fitur, dan juga testimoni.

Tips membuat landing page ala Sprout Social :

  • Siapkan gambar ilustrasi yang paling mewakili produk dan layanan Anda
  • Siapkan copywriting headline dan deskripsi yang menarik, tapi dikemas secara padat dan singkat.
  • Tunjukkan jumlah list pelanggan yang sudah menggunakan jasa Anda.
  • Jika dalam list pelanggan terdapat nama orang atau brand terkenal, tampilkan mereka di landing page.
  • Manfaatkan fitur video untuk semakin meyakinkan calon pelanggan Anda.

3. Properti BTN

Landing page website properti BTN

BTN menggunakan konsep Click Through dalam laman arahannya. Saat masuk ke halaman tersebut, Anda akan diarahkan untuk menginformasikan area tempat tinggal dan range harga, untuk menemukan rumah yang sudah lama diimpikan.

Setelah mengisi kebutuhan Anda, maka daftar pencarian rumah impian yang relevan pun akan muncul. Anda bisa mengintip mana hasil pencarian yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Tips membuat landing page ala Properti BTN : 

  • Bangun list produk Anda berdasarkan kategori pencarian tertentu.
  • Buat search bar dengan filter pencarian sesuai kategori yang dibutuhkan.
  • Siapkan gambar yang menarik dengan ukuran standar yang sesuai untuk website
  • Buat setiap produk mempunyai judul dan deskripsi unik sesuai kebutuhan.
  • Tampilkan button button CTA lanjutan (Misalnya Beli Sekarang/ Masukkan ke Keranjang) saat orang mengklik salah satu produk.

Cara Membuat Landing Page

Nah sampai di tahap ini, kita akan bersiap- siap membuat Landing Page sendiri. Sebelum membuatnya, dari ilustrasi di atas, sudahkah kita memikirkan seperti apa laman arahan kita nanti?

Tips Membuat Landing Page

Sebagai langkah persiapan, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda contek habis dalam membuat sebuah laman arahan:

  1. Headline yang Singkat, Padat, dan Jelas
Artikel Menarik Lainnya :   6 Plugin Landing Page Terbaik untuk Situs WordPress Anda

Headline Anda harus berhasil mengesankan pembaca dalam kesempatan pertama. Karena jika tidak, mereka tidak akan membaca lebih lanjut atau men-scroll konten sampai selesai.

Berikut ini adalah beberapa tips dalam membuat headline untuk landing page :

  • Gunakan headline copywriting yang menarik dan jelas, Anda mungkin bisa mendapatkan inspirasi ide headline dalam artikel kami sebelumnya : Membuat 8 Headline Copywriting yang Paling Menjual di Dunia.
  • Headline sebaiknya tidak lebih dari 20 kata.
  • Gunakan sub headline tepat dibawah headline untuk menguatkan penawaran Anda.
  1. Buat Konsep Simpel dan Unik, Tapi Tetap Utamakan Pembaca

Setiap laman arahan umumnya disusun dengan konsep yang berbeda dari pemilik website nya. Biasanya ini akan sangat tergantung dari tujuan dari masing- masing individu. Yang pasti dengan keunikan yang diusung, UI dan UX harus menjadi poin penting yang diperhatikan.

Jangan sampai keunikan ini membuat interface dan user experience menjadi terganggu. Misalnya karena memaksakan fitur tertentu, loading web menjadi sangat lamban dan tidak mobile friendly. Tentu ini justru merugikan diri sendiri.

  1. Deskripsi yang Menarik dan Jelas
Artikel Menarik Lainnya :   Toko Online: Cara Membuat Sales Letter yang Meledakkan Penjualan

Anda mungkin ingin menuliskan fitur atau keunggulan produk Anda, bukan? Ya, ini memang sangat diperlukan.

Dalam memberikan deskripsi, Anda tidak perlu terlalu detail. Kecuali jika situs Anda khusus menjelaskan manfaat produk tunggal dari jenis produk ‘sensitif’.

Jika tidak, desktipsi yang menarik, singkat, dan padat dalam tiap subheading dan gambar sudah cukup.

  1. Sisipkan URL ke Laman Privacy Policy dan Term of Service

URL ke laman Privacy Policy dan Term of Service penting, terutama untuk produk yang berupa jasa. Dengan laman ini, Anda bisa menghindari hal- hal yang seharusnya tidak terjadi dalam after sales. Misalnya saja komplain kerusakan yang sudah tidak menjadi tanggung jawab perusahaan Anda lagi.

Jika keberatan untuk menyisipkan langsung di konten laman, Anda bisa mencantumkan link ini di bagian footer.

Cara Membuat Landing Page

Setelah membuat persiapan tadi, langkah selanjutnya adalah mulai membuat laman arahan Anda sendiri. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana cara membuatnya?

Meski terdiri dari beberapa blok dan variasi konten, membuat landing sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Terlebih untuk pengguna WordPress, Anda dapat menyusun laman Anda dengan plugin WordPress.

Plugin apa saja yang Panda rekomendasikan? Anda bisa melihat daftar di artikel Panda sebelumnya :
6 Plugin Landing Page Terbaik untuk Situs WordPress Anda

Dengan deretan plugin di atas, Anda dapat membuat landing page instan dengan template yang Anda atau meng customize sesuai kebutuhan Anda.

Plugin- plugin tersebut umumnya menerapkan fitur drag and drop. Artinya, Anda akan menarik blok atau elemen yang Anda butuhkan, lalu meletakkannya sesuai posisi yang diinginkan.

Dengan cara ini, Anda bisa mengatur penempatan teks, gambar, pricing table, dan button CTA dengan mudah. Jika template sudah sesuai, Anda bisa memasukkan gambar yang relevan, mengganti background halaman, dan mengatur teks paragraf.

Setelah semua pemilihan blok dan pengaturan konten dilakukan, Anda bisa klik Publish untuk mempublikasikan laman Anda menjadi sebuah halaman website. Terdengar mudah, kan?

Umumnya, Anda perlu melakukan beberapa eksperimen untuk merasa puas dengan laman arahan Anda sebelum mempublikasikannya.
Practice makes perfect, indeed.

Kesimpulan

Saat Anda berkecimpung dalam bisnis online, memanfaatkan website agar bisa menghasilkan konversi tertinggi adalah goal yang tak terbantahkan. Untuk mendukung hal ini, landing page adalah jawabannya.

Jadi, sudahkah Anda memikirkan bagaimana konsep apa yang akan digunakan nanti? Komposisi konten seperti apa yang akan mengisi laman Anda?

Sebagai penutup konten ini, Panda akan menampilkan FAQ yang berkaitan langsung dengan apa itu landing page dan bagaimana cara membuatnya.

Apa yang dimaksud dengan landing page?
Artikel Menarik Lainnya :   5+ Tips agar Bisnis Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Landing page adalah sebuah halaman website yang didesain secara khusus untuk strategi marketing. Entah itu merupakan sebuah halaman khusus untuk edukasi campaign tertentu atau untuk penawaran produk tertentu.

Bagaimana cara membuat landing page?

Anda bisa membuatnya secara mudah dan praktis dengan deretan plugin landing page berikut ini. Umumnya, plugin ini bekerja dengan fitur drag and drop dan juga menampilkan template instan yang membantu Anda menciptakan landing page dalam hitungan menit.

Jika ingin membuatnya mulai dari nol, Anda bisa ‘Add New Page’, lalu tarik elemen yang dibutuhkan dan letakkan di laman, sesuai dengan keinginan. Anda juga dapat meng-customize background dan mengoptimalkan pengaturan teks paragraf dan gambar.

Dengan deretan plugin di atas, Anda dapat membuat landing page instan dengan template yang Anda atau meng customize sesuai kebutuhan Anda.

Apa perbedaan landing page dan homepage website?

Perbedaannya terletak dalam konsep, tampilan visual, dan tujuan dari halaman. Landing page secara khusus didesain untuk mengarahkan pengunjung melakukan tindakan khusus. Itulah mengapa tampilannya terlihat terbatas, terfokus, dan selalu dilengkapi dengan button Call to Action.

Tags:
Aditya Rumi

a time traveller, an explorer and a lover of science-techno things & coffee of course. Saya menggunakan aktifitas menulis untuk menyalurkan pengetahuan Saya. Semoga bermanfaat dan memberi value untuk orang lain.

  • 1

You Might also Like

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x