Sebelum berinvestasi, penting sekali untuk mengenal apa itu manajer investasi. Karena dengan mengenali hal- hal yang berkaitan dengan investasi ini, sobat Panda tentunya menjadi lebih siap dan lebih memahami bagaimana prospek dana yang diinvestasikan kedepannya.

Terlebih, dunia investasi termasuk cepat berkembangnya. Jenis investasi semakin beragam yang memungkinkan untuk ā€˜bingung investasiā€™ dalam menaruh dana kita. Apalagi dengan dukungan teknologi, yang memungkinkan kita untuk mempunyai lebih banyak pilihan cara berinvestasi.

Investasi pada dasarnya bisa kita lakukan dan kelola sendiri. Tapi dalam cara yang lebih mudah, kita bisa memanfaatkan peran manajer investasi.

Manajer Investasi seolah- olah menjadi asisten yang bisa kita andalkan dalam mengelola portofolio investasi para investor. Mereka tentunya mempunyai bekal pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya yang bisa memaksimalkan potensi investasi agar sesuai dengan tujuan keuangan yang ingin nasabah raih.

Apa itu Manajer Investasi?

Seperti Panda lansir dari laman web OJK, pengertian dari Manajer Investasi (MI) adalah pihak yang mengelola portofolio efek untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku.

Dalam versi yang lebih sederhana, definisi dari Manajer Investasi (MI) adalah pihak yang mengelola portofolio nasabah atau pihak- pihak yang menggunakan jasanya. MI akan mengelola dana kolektif dari para investor, lalu menginvestasikannya pada sejumlah instrumen investasi. Baik itu saham, obligasi, maupun deposito.

Tidak sembarang orang bisa menjadi Manajer Investasi. Pasalnya, untuk bisa menjadi seorang MI, seseorang harus memperoleh sertifikat profesi WMI (Wakil Manajer Investasi) terlebih dulu.

Fungsi, Tugas dan Peran Manajer Investasi

Mengenal Peran dan Tanggungjawab Manajer Investasi
  • Save

Peran utama dari seorang Manajer Investasi adalah mengelola portofolio investasi untuk kepentingan para investasi. Kendati begitu, peran ini sebenarnya adalah sebagian dari keseluruhan tugas yang menjadi tanggung jawab mereka.

Setidaknya, ada empat hal yang menjadi fungsi dan tugas Manajer Investasi. Simak penjelasan Panda berikut ini :

1. Mengelola Aset

Seperti yang Panda singgung sebelumnya, tugas utama seorang Manajer Investasi adalah mengelola aset atau portofolio investasi. Saat investor menyerahkan dana mereka untuk membeli produk investasi, seorang MI akan mengelola dana tersebut.

Selanjutnya MI akan mengalokasikan dana terkumpul investor ke beberapa aset atau instrumen investasi. Instrumen ini bisa berupa saham, obligasi, atau deposito. Pilihan instrumen ini juga tergantung dari jenis produk investasi apa yang investor beli.

Misalnya saja investor membeli reksadana saham, maka mayoritas dana akan diinvestasikan ke instrumen saham. Atau jika investor pilih membeli reksadana pasar uang, maka MI akan mengalokasikan dana terkumpul ke deposito.

2. Memilih Instrumen Investasi

Salah satu tantangan dalam berinvestasi adalah menentukan instrumen yang akan dibeli. Pasalnya, setiap instrumen mempunyai potensi return (imbal hasil) dan resiko masing- masing. Untuk itu, investor perlu berhati- hati dan jeli dalam memilih. Jika tidak, tentu hasil akan jauh dari harapan.

Nah disinilah fungsi dari seorang Manajer Investasi. Kehadiran MI berperan untuk meminimalisir kebingungan ini. Dengan jasa MI, investor tidak perlu pusing memikirkan saham apa saja yang sebaiknya dipilih, karena ada seorang MI yang menangani ini.

Untuk mengoptimalkan potensi return, MI akan membantu memilihkan beberapa saham yang menjanjikan. Mereka juga akan terus menganalisa saham- saham yang sudah dipilih.

Baca Juga :  Mengenal Saham Blue Chip untuk Investasi Cuan Jangka Panjang

3. Membuat Keputusan Jual Beli

Dalam proses membeli produk reksadana, investor menyerahkan semua keputusan jual beli aset ke Manajer Investasi. Untuk itu, MI mempunyai wewenang penuh dalam mengambil keputusan jual atau beli.

MIa tidak perlu minta ijin pada investor untuk melakukan penyesuaian portofolio. Namun tentu keputusan ini MI ambil untuk mengoptimalkan keuntungan atau meminimalisir kerugian investor.

Misalnya saja saat salah satu aset harganya jatuh dan prediksi tren akan memburuk. MI bisa segera bertindak untuk menjual aset sebelum harganya jatuh semakin dalam.
Sebaliknya, saat mereka mempunyai keyakinan terhadap sebuah sektor atau aset, mereka akan mempertahankan aset yang mempunyai potensial pertumbuhan di masa depan atau bahkan membeli lagi untuk mengoptimalkan portofolio.

4. Memberi Laporan Investasi

Seorang Manajer Investasi bertanggung jawab terhadap investor dengan menerbitkan laporan investasi. Dengan laporan ini, investor bisa melihat portofolio mereka terhadap sebuah produk reksadana.

Laporan investasi ini bisa investor peroleh melalui website atau penjual reksadana. Melalui laporan ini juga, investor juga bisa melihat harga unit rata- rata yang mereka miliki, hingga persentase return yang mereka peroleh.


Dengan deretan fungsi dan tugas ini, artinya Manajer Investasi punya peran yang sangat besar untuk investor. Untuk itu, memilih MI pun tidak boleh asal- asalan.

Anda harus jeli dan melakukan riset terlebih dulu terkait pengalaman dan sepak terjang MI. Carilah seorangi manajer investasi dengan track record cemerlang dan jam terbang yang sudah panjang.

Tanggungjawab Manajer Investasi

Setelah memahami fungsi dan peran dari seorang Manajer Investasi, berikut tanggungjawab MI yang perlu sobat Panda ketahui : 

  • Monitoring portofolio investor untuk memastikan mereka mencapai tujuan investasi yang diinginkan. Misalnya saja menumbuhkan aset investasi atau menghasilkan profit.
  • Melakukan komunikasi secara rutin dengan nasabah untuk mendiskusikan kebutuhan dan pertumbuhan aset keuangan.
  • Menganalisa produk dan layanan investasi baru untuk memberi rekomendasi kepada investor.
  • Memberi informasi terbaru terkait aset investor, termasuk perubahan portofolio dan laporan kinerja.
  • Memberi rekomendasi saran dan keputusan investasi sesuai dengan kondisi pasar terkini atau potensi keuntungan di masa mendatang.
  • Mengembangan rencana investasi strategis berdasar tingkat toleransi resiko.
  • Menjelaskan kepada investor tentang produk dan strategi investasi dengan cara yang mudah dipahami.

Keterampilan yang Harus Dimiliki Seorang Manajer Investasi

Dengan fungsi dan peran yang dimiliki, menjadi seorang Manajer Investasi memang bukan tanggungjawab yang mudah. Seorang MI setidaknya harus mempunyai beberapa keterampilan berikut ini : 

1. Kepercayaan Diri yang Baik

Seorang MI harus mempunyai tingkat kepercayaan diri yang baik dalam melakukan peran dan tanggung jawabnya. Rasa percaya diri yang baik meningkatkan kemampuan untuk memotivasi diri saat bekerja dalam situasi penuh tekanan dan resiko.

Selain itu, pembawaan yang percaya diri akan mempermudah seseorang MI dalam memenuhi kebutuhan investor dan membaca situasi. Tentunya rasa percaya diri ini juga berkaitan erat dengan pengalaman seorang MI. Semakin tinggi keberhasilan MI dalam memenuhi tujuan investor, maka rasa percaya dirinya pun semakin bertumbuh.

Baca Juga :  6 Jenis Investasi Terbaik Generasi Milenial untuk Masa Depan Lebih Cerah

2. Manajemen Waktu

Keterampilan selanjutnya yang penting untuk seorang MI adalah manajemen waktu. Manajer Investasi harus bisa memperhatikan waktu saat pasar modal buka dan tutup untuk melacak kinerja saham di hari itu.

MI dengan pengalaman yang panjang biasanya akan mempunyai tim untuk berbagi tanggungjawab. MI akan mendelegasikan tugas pada timnya untuk mengurangi beban kerja dan mengalokasikan waktu lebih banyak untuk tugas prioritas tinggi.

3. Analisa Data

Seorang MI harus mempunyai keterampilan analitis agar bisa mengukur dan meninjau dampak investasi nasabah. Karena salah satu peran MI adalah membuat keputusan jual beli dan menentukan instrumen investasi, keputusan- keputusan ini tidak bisa dilakukan dengan sembarangan.

Untuk membuat keputusan yang tepat dan akurat, MI harus bisa menganalisa data dengan baik, membaca statistik dan tren pasar untuk memprediksi pergerakan pasar saham.

4. Memecahkan Masalah

Selanjutnya, seorang MI harus bisa menjawab semua pertanyaan nasabah dengan tepat. Saat terbentur masalah di luar prediksi, seorang MI bisa tetap tenang untuk mencari solusi dari masalah atau resiko yang timbul dari investasinya.

5. Komunikasi

Yang tidak bisa dipungkiri, seorang Manajer Investasi juga harus terampil dalam berkomunikasi. Keterampilan ini penting agar bisa mendiskusikan semua hal tentang investasi kepada nasabahnya.

Selain itu, ada banyak istilah yang cukup teknis dalam kegiatan investasi. Untuk itu, seorang MI harus bisa menerjemahkan bahasa yang rumit ke bahasa yang lebih mudah dipahami oleh nasabah.


Selain keterampilan di atas, seorang MI juga harus memenuhi beberapa kualifikasi tertentu. Seorang MI harus berlatar belakang pendidikan yang kuat dalam bidang ekonomi, keuangan, dan investasi. Bukan itu saja, seorang MI juga perlu mempunyai sertifikat dan lisensi untuk bisa membuktikan keahliannya.

Tips Memilih Manajer Investasi Berkualitas

Dalam berinvestasi, kehadiran Manajer Investasi memberi dampak yang krusial. Saat kita menggunakan jasa MI yang berkualitas, tentu hasil dan keuntungan akan semakin baik dan sesuai dengan harapan. Sebaliknya, jika salah memilih Manajer Investasi, kemungkinan untuk mendapat return yang sesuai harapan menjadi lebih minim.

Agar tidak salah pilih, berikut beberapa tips yang dapat sobat Panda gunakan dalam memilih Manajer Investasi yang berkualitas : 

1. Legalitas dalam OJK

Langkah pertama dan paling penting dalam memilih Manajer Investasi adalah memastikan kalau MI sudah resmi dan berizin OJK. Izin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) adalah kunci dari legalitas, sekaligus tanda bahwa OJK berperan dalam mengawasi kinerja MI dalam mengelola dana investasi nasabah.

Jika sobat Panda menemukan aplikasi investasi online yang belum mengantongi izin OJK, sebaiknya hindari memilihnya karena lebih rentan resiko penipuan terhadap pengelolaan dana nasabah.

Baca Juga :  Sebelum Mulai, Kenali Dulu Apa itu Investasi, Jenis Investasi, Manfaat dan Resiko nya

2. Rekam Jejak

Sebelum menentukan Manajer Investasi, penting untuk melakukan riset mendalam tentang MI tersebut. Rekam jejak MI patut menjadi pertimbangan yang akurat dalam memilih reksa dana online.

Beberapa hal yang perlu Anda ketahui antara lain seberapa lama perusahaan beroperasi, isu negatif, dan bagaimana sepak terjang mereka di industri pasar modal. Apakah Manajer Investasi mempunyai prestasi bagus atau justru pernah terserang isu negatif?

3. Kinerja

Kinerja MI pada umumnya kita ketahui secara detail setelah membeli produk dari reksa dana ini. Dari laporan portofolio, kita bisa melihat seperti apa gaya dan strategi investasi yang MI lakukan.

Misalnya saja, ada yang menawarkan keuntungan tinggi, tapi dengan resiko tinggi pula atau yang menawarkan keuntungan tidak terlalu tinggi karena lebih berhati- hati.

Dan jika setelah beberapa waktu Anda merasa kurang nyaman dengan strategi dan gaya investasi, Anda bisa mengalihkan dana investasi ke produk reksadana lain untuk mencegah kerugian yang tidak diharapkan di masa mendatang.

4. Transparansi Biaya

Setiap kali berinvestasi, biasanya ada biaya- biaya yang perlu dibayarkan, seperti manajemen fee. Berkaitan dengan hal ini, pastikan Anda memilih MI yang transparan dalam merinci biaya- biaya tersebut. Pastikan juga kalau biaya- biaya tersebut termasuk ke dalam kategori wajar.

Kesimpulan

Dalam dunia investasi yang kompleks dan berisiko tinggi, Manajer Investasi berperan penting dalam membantu investor mencapai tujuan keuangan mereka. Dengan keahlian dan pengalaman mereka, MI dapat memberikan keuntungan yang signifikan kepada klien mereka.

Manajer investasi yang berkualitas memiliki kemampuan untuk melakukan analisis yang mendalam dan strategi investasi yang cerdas. Mereka mampu melakukan diversifikasi portofolio, mengelola risiko, dan mencapai kinerja yang konsisten di pasar yang fluktuatif.

Selain itu, manajer investasi juga memahami tujuan dan toleransi risiko klien. Mereka bekerja sama dengan klien untuk mengembangkan rencana investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.

Dalam hal ini, seorang MI juga berperan sebagai pendidik dan komunikator yang baik, memberikan informasi yang transparan dan membantu klien memahami strategi investasi yang diterapkan.

Namun, penting untuk mencatat bahwa biaya layanan manajer investasi harus seimbang dengan keuntungan yang diberikan. Investor perlu mempertimbangkan biaya tersebut dalam konteks kinerja investasi yang dihasilkan.

Secara keseluruhan, Manajer Investasi yang berkualitas dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi investor. Dengan pengetahuan, pengalaman, diversifikasi portofolio, pengelolaan risiko, dan kinerja yang baik, mereka dapat membantu investor meraih kesuksesan finansial jangka panjang.

Oleh karena itu, mempercayakan keputusan investasi kepada manajer investasi yang terpercaya dan kompeten dapat menjadi langkah yang bijaksana bagi individu yang ingin mencapai tujuan keuangan mereka dengan lebih efektif dan efisien.

0 Shares
Share via
Copy link
Powered by Social Snap