Type to search

SEO

8 Update Algoritma Google 2013 – 2019 yang Wajib Publisher Ketahui

Share
Pembaruan algoritma Google dari waktu ke waktu

Dari waktu ke waktu, Google terus melakukan pembaharuan atau update terhadap algoritma mereka. Tujuannya adalah agar Google semakin memberikan hasil pencarian yang akurat dan relevan untuk pengunjungnya, sekaligus untuk menentukan peringkat di hasil mesin pencariannya.

Pembaharuan algoritma ini sendiri sering berbeda antara yang satu dan yang lainnya. Ada pembaharuan yang bersifat mayor dan berdampak besar terhadap SERP. Namun ada juga yang minor dan tidak begitu terasa perubahannya di mata publisher.

Perubahan Algoritma Google dari Waktu ke Waktu

Bukan hanya tahun ini saja, perubahan algoritma Google sudah berlangsung sejak bertahun- tahun lamanya. Di artikel ini, Panda Gila akan mengulas update algoritma Google dari waktu ke waktu. Kita akan bersama- sama memahami perubahan apa saja yang terjadi dan beberapa rekomendasi SEO yang perlu dilakukan di setiap pembaharuan algoritma Google. Untuk para blogger, tentu saja ini ‘santapan’ yang sangat sayang sekali untuk dilewatkan.

1. Panda

Google Panda dirilis pada 24 Februari 2011. Dalam algoritma ini, Google fokus mengevaluasi situs web berdasarkan kualitas konten yang dimilikinya. Halaman konten berkualitas tinggi akan dihargai dengan peringkat tinggi, begitu juga sebaliknya. Pembaharuan ini pada dasarnya bermuara pada seberapa baik publisher dalam melakukan optimasi di halaman situs web mereka.

Beberapa pemicu Google Panda :

  • Konten berkualitas rendah. Artinya, halaman Anda berisi konten yang tidak menyenangkan untuk dilihat, apalagi dibaca. Ada banyak teks berformat buruk, kesalahan tata bahasa, gambar yang mengganggu, desain halaman yang memperburuk pengalaman pengguna, dan konten dangkal yang isinya tidak meyakinkan.
  • Keyword stuffing.
  • Duplikat konten atau plagiarism. Boleh saja menggunakan potongan- potongan konten dari halaman lain sebagai kutipan jika Anda menandainya dalam konteks yang tepat. Namun, menggunakan kembali teks dan membagikannya sebagai karya Anda adalah sebuah larangan yang bisa menghambat kualitas situs Anda.
  • Article Spinning, yang merujuk pada upaya menghindari duplikasi konten dengan menggunakan robot spinner. Sayangnya, menggunakan robot spinner ini akan membuat website Anda terjebak dalam menghasilkan artikel berkualitas rendah.

Cara memulihkan situs web terdampak Google Panda :
Cara terbaik untuk memulihkan situs web yang terdampak algoritma Google Panda adalah meningkatkan kualitas konten dan memperbaiki kerusakan. Cobalah periksa ulang situs web Anda dan hapus atau update konten yang buruk menurut algoritma ini. Konten yang buruk disini sesuai konteks Panda adalah duplikasi, konten yang sedikit, atau mengandung terlalu banyak kata kunci berulang (keyword stuffing).

Artikel Menarik Lainnya :   Apa Saja Manfaat Internal Link untuk Website/ Blog?

2. Penguin

Google Penguin dirilis pada 24 April 2012. Penguin mempunyai banyak kesamaan dengan Panda, namun yang dilakukan adalah mengevaluasi situs web untuk faktor yang berbeda, yaitu profil tautan mereka.

Dalam update ini, tautan balik (backlink) dapat secara positif mempengaruhi peringkat situs web jika :

  • Mereka ditempatkan di halaman yang berhubungan secara kontekstual dengan halaman yang terhubung dengan situs webAnda
  • Mereka dikelilingi oleh konten yang terkait dengan halaman tertaut Anda
  • Mereka menunjuk Anda dari sumber yang dapat dipercaya
  • Mereka berasal dari berbagai domain
  • Sebaliknya, tautan meragukan dari sumber yang tidak jelas akan berdampak negatif pada peringkat Anda.

Yang perlu dicatat, Google Penguin ini tidak sama dengan tindakan manual Google untuk penautan tidak wajar. Penguin bekerja secara otomatis dengan memberi ‘tanda’ di situs web Anda saat dicurigai ada backlink yang tidak wajar. Untuk menangani ini, pemilik website perlu mengirimkan permintaan peninjauan ulang sebagai langkah lanjutan usai membersihkan backlink.

Apa saja yang menjadi pemicu Penguin :

  • Membeli backlink, yang merupakan pelanggaran terhadap Pedoman Webmaster Google
  • Kurangnya variasi anchor text yang terlihat seperti upaya untuk memanipulasi peringkat di Google
  • Tautan berkualtias rendah atau tidak relevan
  • Kata kunci yang buruk, misalnya saat Anda menemukan halaman dengan kalimat yang panjang dan hampir tidak berarti, kemudian diisi dengan lusinan permintaan pencarian.

Cara mencegah dan mengatasi Google Penguin :
Anda perlu memantau pertumbuhan profil link atau backlink- backlink Anda. Lakukan pemindaian backlink secara rutin dengan software online untuk pemeriksaan backlink. Jika Anda menemukan backlink berkualitas buruk, Anda sebaiknya menghapusnya dan mengubah anchor text pada halaman di situs web Anda.

3. Hummingbird

Setahun setelah Google Penguin, Google merilis Hummingbird pada 22 Agustus 2013. Fokus utama dari pembaharuan ini adalah memerangi keyword stuffing dan konten berkualitas rendah.

Ingatkan dulu saat kita mencari sesuati di Google, kemudian kita masuk ke halaman website yang ternyata mengarahkan ke halaman yang tidak seperti yang kita butuhkan? Dengan Hummingbird, strategi blackhat seperti ini mulai diberantas. Pengunjung akan diarahkan ke halaman yang lebih akurat dengan pemrosesan bahasa alami yang bergantung pada pengindeksan semantic laten dan sinonim.

Tips untuk optimal dalam pembaharuan Google Hummingbird :
Lakukan riset keyword secara komprehensif dan fokus pada konsepnya, bukan pada keyword itu sendiri. Riset ini bisa Anda gunakan untuk menemukan adanya penelurusan pada sinonim atau istilah yang mirip- mirip atau terjadi bersamaan. Untuk mengoptimalkan riset ini, Anda bisa memanfaatkan berbagai software untuk menemukan semua kata kunci berkaitan dan memasukannya ke dalam keyword tracker module.

Artikel Menarik Lainnya :   Tips Meningkatkan Ranking SEO dengan Menggunakan Sosial Media

4. Pigeon

Google Pigeon dirilis pada 24 Juli 2014 dengan fokus utama yaitu meningkatkan kualitas on-page dan off-page yang kurang teroptimasi. Di pembaharuan ini, peringkat situs web bisa ditentukan dengan lokasi bisnis dan jaraknya masing- masing dari pengguna.

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi dari pakar SEO dunia untuk mengoptimalkan situs web ktia di era Pigeon ini :

  • Buat konten berkualitas tinggi sesuai dengan niche Anda
  • Gunakan kata kunci yang menyertakan lokasi Anda
  • Optimalkan situs web untuk perangkat seluler
  • Kembangkan SEO On Page dan Off Page
  • Bangun tautan dengan sumber yang mempunyai reputasi baik
  • Optimalkan untuk algoritma pencarian local adalah menyajikan teks, gambar, dan video dalam  konten uagn dekat dengan lokasi
  • Buat daftar di direktori bisnsi dan Google Bisnisku
  • Sertakan kontak yang dpaat dihubungi di situs web Anda
  • Ulasan dan survey ke halaman situs web
  • Leverage data terstruktur di halaman webite

5. Mobilegeddon

Mobilegeddon dirilis pada 21 April 2015 dengan fokus utama menyangkut aksesbilitas website dari berbagai perangkat, terutama mobile. Persis seperti nama algoritma ini, proyeksi Google kali ini adalah untuk memastikan bahwa web page yang ramah selular akan muncul di posisi atas dalam hasil pencarian perangkat seluler.

Sebaliknya, untuk website yang tidak teroptimasi dengan perangkat seluler dapat menduduki peringkat bawah yang membuat peluang halaman website ini diakses oleh banyak pengguna hanyalah tinggal mimpi.

Cara menangani algoritma Mobilegeddon :
Situs web Anda wajib untuk mobile friendly dan fokus pada kecepatan serta kegunaan (user experience). Untuk memastikan situs web Anda sudah mobile friendly atau belum, Anda bisa menggunakan tool Google Mobile Friendly test. Dengan tool ini Anda dapat melihat aspek mana dari versi seluler yang perlu ditingkatkan.

6. RankBrain

RankBrain dirilis pada 26 Oktober 2015 dengan fokus utama terkait kekurangan fitur pendukung query yang spesifik, konten yang sedikit, dan user experience yang buruk. RankBrain ini sendiri adalah bagian dari algoritma Hummingbird dan merupakan sistem pembelajaran mesin yang bisa membantu Google untuk memahami makna di balik kueri serta menyajikan hasil pencarian yang paling cocok untuk menjawab pertanyaan tersebut. Di mata Google, RankBrain disebut sebagai faktor peringkat yang sangat penting.

Tips lolos algoritma Google RankBrain :
Pastikan halaman situs web Anda ditampilkan dan dimuat dengan cepat. Jika tidak, pengunjung akan segera keluar dari situs web Anda dan berpengaruh pada rank Anda. Tidak harus menggunakan hosting mahal. Hosting murah asalkan bagus dan dapat menjamin kecepatan loading web Anda tidak masalah.

Jika situs web Anda mempunyai trafik tinggi atau padat pengunjung, Anda perlu memastikan situs web Anda tidak lambat dan terhindar dari crash. Selain itu, fokus untuk menghasilkan konten yang informatif, menarik, dan berkualitas juga harus tetap dilakukan.

Artikel Menarik Lainnya :   3 Elemen Penting SEO yang Tidak Boleh Dilupakan

7. Possum

Setelah RankBrain, Google kembali memperbaharui algoritma mereka yang bertajuk Possum pada 1 September 2016. Fokus utamanya adalah menempatkan kompetisi yang sesuai dengan lokasi yang lebih spesifik yang ditargetkan.

Pembaruan Possum membuat hasil penelusuran local menjadi lebih variatif tergantung dari lokasi si penelusur. Semakin dekat seseorang dengan lokasi bisnis, maka besar kemungkinan Anda melihat hasil local tampil di hasil pencarian.

Misalnya saat Anda mengetikkan kata kunci ‘rumah sakit mata’. Tanpa mengetikkan lokasi yang dituju, hasil pencarian akan menampilkan hasil sesuai dengan lokasi Anda.

Selain itu, Possum juga menghasilkan lebih banyak variasi diantara hasil peringkat untuk pertanyaan yang sangat mirip.

Tips menangani algoritma Google Possum :
Jika Anda mempunyai bisnis lokal, cobalah untuk memperluas daftar kata kunci yang Anda targetkan dan lakukanlah pelacakan peringkat dan lokasi yang spesifik. Dibandingkan sebelum ada Possum, bisnis lokal kini perlu menargetkan lebih banyak kata kunci.

8. Google Fred

Google Fred dirilis pada 8 Maret 2017. Saat pembaruan Google Fred dilakukan, banyak situs web melaporkan terjadinya penurunan tiba- tiba di website mereka. Fred ini sendiri sering disebut sebagai semua pembaruan kecil pada algoritma Google yang terjadi setiap hari. Namun, pembaharuan yang terjadi pada 8 Maret ini terasa begitu signifikan dirasakan para webmaster.

Apa yang memicu algoritma Google Fred?

  • Iklan yang agresif! Fred membantu situs web untuk lebih menekankan kualitas konten dibandingkan dengan pendapatan iklan. Itulah alasan mengapa pengunjung masuk ke sebuah situs web sejak awal.
  • Konten yang tipis dan bernilai rendah. Jika pengguna bisa menikmat konten yang lebih berkualitas di tempat lain, Fred akan memberikan penghargaan lebih ke situs tersebut dengan ganjaran peringkat yang baik.
  • Pengalaman pengguna yang buruk. Jika sebuah situs mempunyai iklan yang menutup satu layar penuh, tidak dioptimalkan untuk selular, dan mempunyai navigasi yang tidak ramah pengguna, maka situs ini akan mendapatkan penalti dari Fred

Bagaimana cara memulihkan situs yang terdampak Google Fred?
Jadikanlah konten dan pengalaman pengguna sebagai prioritas utama situs web Anda. Cobalah meninjau ulang situs web Anda.

Jika website Anda menampilkan iklan, pastikan halaman tersebut adalah halaman berkualitas dan menawarkan informasi yang relevan dengan kontennya. Atur iklan Anda agar tidak terlalu banyak dan terlihat seperti halaman spam iklan.

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.