Type to search

Ecommerce

Waspadalah! Ini Modus Penipuan Online yang Paling Sering Terjadi

Share
Mengetahui jenis- jenis modus penipuan belanja online

Penipuan online makin marak dan bisa mengincar siapa saja. Bahkan saat kita merasa tidak cukup gaptek dan sudah berhati- hati, penipuan online masih bisa menjerat kita dan kerabat kita.

Tidak main- main, nominal penipuan online bisa sangat beragam. Mulai dari yang hanya ratusan ribu, hingga bernilai puluhan juta!

Lantas bagaimana cara mengakalinya? Salah satu point pentingnya adalah memahami modus- modus penipuan online yang paling sering dilancarkan oleh si pelaku. Dengan mengetahui modus yang sering dilakukan, kita akan menjadi lebih waspada saat hendak melakukan transaksi dengan orang lain.

Kenali Modus Penipuan Online untuk Mencegahnya

Saat kita menjadi korban penipuan online, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melaporkan penipuan online yang kita alami. Namun, tentu saja kita tidak berharap hal itu terjadi.

Maka dari itu, penting sekali untuk mengenali berbagai modus penipuan online agar kita bisa berupaya mencegahnya.

Artikel Menarik Lainnya :   Mau Jualanmu Laris di Tokopedia?? Ikutilah 12 Tips Cerdas Ini!

1. Undian Berhadiah

Modus undian berhadiah bukan saja dilakukan dalam kasus penipuan offline, namun juga online. Pelaku biasanya mengaku berasal dari perusahan teknologi, brand ternama, atau marketplace. Dengan membawa ‘nama besar’ dan iming- iming hadiah, pelaku berusaha menjerat korbannya untuk mentransfer sejumlah uang dengan dalih sebagai ‘uang administrasi’ untuk menebus hadiah. Untuk meyakinkan korbannya, pelaku biasanya akan menelepon dan memainkantrik komunikasi yang lihai.

2. Phising

Phising adalah sebuah trik untuk mengelabui target dengan tujuan untuk penyalinan informasi pribadi pengguna untuk disalahgunakan lebih lanjut. Phising ini biasanya banyak manargetkan pemilik kartu kredit dan juga para pelaku pinjaman online tanpa agunan.

Dengan link phising yang mengarah ke halaman palsu, target akan diminta untuk mengisi data diri secara lengkap, termasuk informasi kartu kredit berserta pinnya. Berbekal data tersebut, penipu akan menjual informasi data tersebut atau menggunakannya untuk menguras uang Anda.

3. Ponzi Scheme

Ponzi Scheme atau Skema Ponzi mirip dengan penipuan berkedok MLM, hanya saja ranah lingkup modus ini berada didunia investasi. Bisa dibilang, jenis penipuan ini lebih familiar dikenal sebagai skema investasi bodong.

Pelaku akan menawarkan korban untuk melakukan investasi dengan keuntungan yang menggiurkan dan nyaris tidak masuk akal. DI awal investasi biasanya korban akan mendapatkan keuntungan untuk memancing korban berinvestasi lebih banyak, hingga akhirnya proses investasi mandek dan uang lenyap begitu saja.

Artikel Menarik Lainnya :   5 Point Penting Aturan eCommerce di Indonesia untuk Pelaku Bisnis

4. Kode Verifikasi

Penipuan dengan kode verifikasi berarti si pelaku penipuan mencoba masuk dan menggunakan akun Anda, baik ituakun media sosial, marketplace, atau transportasi online, kemudian meminta Anda mengirimkan kode verifikasi ke pelaku. Kode verifikasi ini biasanya berjumlah4-6 digit dan digunakan sebagai konfirmasi bahwa Anda memang masuk melalui device baru atau device yang mencurigakan.

Sama seperti PIN ATM atau kartu kredit, kode verifikasi ini adalah milik pribadi Anda dan tidak boleh dibocorkan kepada pihak manapun, kecuali untuk akses Anda pribadi. Jika ada pihak yang meminta Anda mengirimkan kode ini,berarti ada pihak yang sedang berupaya untuk masuk ke akun Anda untuk melakukan penipuan.

Artikel Menarik Lainnya :   Mau Sukses Berbisnis Online di Instagram? Begini Caranya…

5. Pesan Permintaan Pembayaran Palsu

Modus ini juga sangat familiar.Tiba- tiba saja ada orang yang meminta Anda untuk mengirim sejumlah uang untuk pelunasan kontrakan, atau modus lainnya. Kadang mereka hanya menggunakan kalimat yang sederhana seperti, “Nomer rekeningnya ganti kesini ya…”

Jika Anda memang sedang tidak terlibat transaksi dengan siapapun, maka dipastikan tidak berefek pada Anda. Namun bila kebetulan Anda berada dalam moment yang senada dengan trik penipu, berhati- hatilah. Selalu pastikan Anda melakukan pembayaran ke rekening orang yang telah melakukan kesepakatan denganAnda sebelumnya.

Kesimpulan : Kuncinya adalah Berhati- hati

Jangan mudah percaya, janganmudah panik! Biasanya penipu online memanfaatkan dua celah itu pada korbannya. Unsur kepercayaan dalam melakukan transaksi jual beli online memang harus dipegang, tapi berhati- hati tetap harus menjadi hal utama yang wajib Anda lakukan.

Hindari juga cepat panik saat ada masalah mendesak. Saat panik seringkali Anda tidak berpikir panjang. Dan ini lah yang banyak membuat korban akhirnya termakan oleh jebakan penipuan online.

Untuk pembahasan khusus penipuan belanja online, Anda dapat membaca artikel kami sebelumnya : 11 CaraTerbaik Menghindari Penipuan Belanja Online.

Semoga bermanfaat!

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.