Type to search

Marketing Social Media

Cara Menemukan Formula Winning Campaign Facebook Ads

Menemukan formula winning campaign di Facebook Ads

Semua hal tentang winning campaign Facebook Ads selalu menarik perhatian marketer. Menjalankan Facebook Ads memang tricky jika kita hanya menerapkan istilah ‘Set & Forget’ tanpa melakukan analisa dan evaluasi berkala. Bukannya winning, yang ada malah iklan boncos 🙁

Beberapa jenis campaign memang bisa dibuat set & forget. Kendati begitu, 90% Facebook Ads justru Tidak. Kita perlu melakukan split test, monitoring performa iklan, dan scale up iklan dengan performa terbaik.

Apa itu Winning Campaign?

Saat ngiklan di Facebook, tentu kita menginginkan hasil yang optimal dari iklan yang kita jalankan. Kebalikannya dari boncos, kita ingin iklan kita ini winning.

Jadi bisa kita artikan, winning campaign Facebook Ads adalah keberhasilan seorang pengiklan dalam menjalankan kampanye iklan yang menghasilkan performa iklan maksimal dan paling menguntungkan.

Misalnya saja, kita menjalankan Facebook Ads dengan biaya iklan 500.000 untuk satu minggu.

Tentu kita ingin budget ini menghasilkan iklan yang mendatangkan lead berkualitas untuk bisa closing dengan nett profit di atas 500rb atau bahkan beberapa kali lipatnya. Jangan sampai nett profit di bawah biaya iklan yang kita keluarkan atau malah nombok.

Bagaimana Cara Menemukan Winning Campaign?

Ini adalah pertanyaan yang paling sering dipertanyakan seputar Facebook Ads. Jawabannya cukup sederhana, yaitu lakukan tes berulang- ulang alias split test.

Jika sebagian kita mungkin mengharapkan ada formula rahasia khusus dan terbatas atau sistem tersenyembunyi, padahal tidak bisa dibilang demikian. Melakukan split tes berulang adalah harga mati.

Kendati begitu, split test disini membutuhkan sistem berpikir yang terstruktur. Tidak harus rumit dan kompleks, namun perlu terstruktur.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat memandu Anda :

1. Pahami Peran dan Cara Kerja Masing- masing Obyektif

Obyektif Facebook Ads

Ada banyak obyektif yang tersedia di Facebook Ads. Masing- masing mempunyai peran dan cara kerja tersendiri. Misalnya saja, obyektif dalam kategori awareness cenderung “non-optimized, dan kategori conversion cenderung “high-optimized”. Sedangkan kategori consideration cenderung ditengah- tengahnya.

Obyektif Consideration bertujuan untuk mengoptimalkan interaksi audiens terhadap postingan. Optimasi ini meliputi view foto dan video, like, comment, share hingga klik.

Saat memilih obyektif Engagement, berarti Facebook akan menayangkan iklan Anda pada orang- orang yang cukup sering berinteraksi terhadap postingan yang berada di Facebook, dan sesuai dengan target iklan.

Jika memilih Traffic (dulu Click to Website), Facebook akan menayangkan iklan Anda ke audiens yang mempunyai riwayat sering mengklik tautan yang ada di Facebook. Karena goal nya adalah menghadirkan klik ke dalam website alias trafik.

Sedangkan deretan kategori yang ada di dalam Conversion merupakan kategori yang lebih high-optimized. Mereka dalam kelompok ini biasanya merupakan audiens yang sudah sangat matang dan cenderung lebih mudah convert ke pembelian.

Dengan orientasi yang lebih tinggi, obyektif ini cenderung lebih mahal dari jenis obyektif sebelumnya. Tapi potensi convertnya juga pastinya lebih bagus.

Banyak marketer menggunakan ketiga obyektif ini dalam satu cycle. Misalnya saja brand awareness (untuk pemanasan), Post Engagement (untuk meningkatkan interaksi di iklan) dan Conversions (untuk meningkatkan konversi) dengan optimasi link clicks.

Tapi tidak bisa dipungkiri kalau setiap advertiser bisa mempunyai hasil yang berbeda dari menggunakan strategi yang sama. Kuncinya kembali lagi ke tes, tes, dan tes.

Lakukan split test terstruktur untuk mengetahui mana yang work dan menghasilkan winning campaign untuk Anda.

2. Tentukan Niche yang menjadi Target Anda

Menentukan niche terdengar sederhana, tapi juga bisa sangat rumit. Faktanya banyak toko online terhenti begitu saja karena salah dalam menentukan niche di awal.

Bukan berarti niche yang kita pilih jelek, namun mungkin niche tersebut bukanlah niche yang kita kuasai. Bisa jadi pemilihan kita di awal kurang matang dan kita kurang menguasai niche tersebut.

Untuk itu, penting melakukan riset seputar niche agar kita memahami karakteristiknya, jenis- jenis produknya, kelebihan dan kekurangan, serta tingkat persaingan. Setelah mantap memilih niche, siapkan barang- barang yang terkait, temukan supplier terbaik, dan persiapkan strategi lanjutannya.

3. Unique Selling Point (USP)

Unique Selling Point (USP) merupakan keunggulan dari produk yang kita miliki dibandingkan dengan produk kompetitor yang serupa atau sama. USP bisa menjadi bagian dari campaign iklan, baik itu di bagian copywriting headline atau deskripsi iklan, untuk menarik perhatian konsumen.

Headline yang nendang akan lebih mudah menyita perhatian audiens untuk membaca iklan dan berinteraksi dengan konten iklan. Tapi jika dari headline saja sudah tidak menarik, mereka akan skip iklan Anda dan lanjut scroll.

Kebanyakan audiens suka dengan headline iklan yang menggambarkan solusi atas kebutuhan mereka, atau headline yang relate dengan masalah yang mereka hadapi. Jadi, cobalah menonjolkan hal ini untuk mengoptimalkan iklan Anda.

4. Split Test Iklan

Strategi yang sama bisa mempunyai hasil yang berbeda di setiap pengiklan. Seperti yang sempat Panda ungkapkan di atas, lakukan tes, tes, tes. Di sela- sela itu, tentu saja evaluasi dan analisa.

Perlu kita ketahui juga, iklan yang sudah tayang lama, kemungkinan mengalami saturasi alias kejenuhan. Audiens nya hanya itu- itu saja karena berputar di audiens yang sama. Iklan tidak akan lebih optimal lagi karena Facebook merasa tidak akan mengoptimalkan iklan yang sudah jenuh atau dianggap buruk.

Gambarannya kurang lebih seperti lingkaran setan berikut ini :

Lingkaran setan Facebook Ads

Dalam situasi ini, kita perlu segera mengambil beberapa tindakan. Misalnya saja memperbaiki ads copy, mengganti video, gambar atau angle, atau memperbarui targeting audiens.

Dalam split test ini sendiri, secara umum berikut adalah yang perlu dites :

  • Materi iklan (Gambar, video, carousel konten)
  • Copywriting iklan
  • Setting targeting

Marketer umumnya membuat beberapa adset dalam satu campaign untuk melakukan tes iklan dengan angle yang berbeda- beda. Masing- masing set iklan ini mempunyai setting targeting yang berbeda, dan ada split test untuk materi iklan (video/ gambar) di setiap adset nya.

5. Membaca Data dan Analisa

Setelah melakukan split test, tentu penting untuk melakukan analisa dan evaluasi secara berkala. Apa saja yang perlu kita perhatikan di awal?

Pertama yang wajib kita perhatikan adalah hasil awal dari performa iklan ini sendiri. Apakah harga engagement nya terlihat sangat murah sekali? Atau klik tautan juga murah sekali?

Khusus klik tautan, selalu optimalkan materi iklan dengan mengatur parameter URL agar bisa kita bandingkan hasil trafiknya di Google Analytics. Karena tidak jarang, harga klik tautan sangat murah dan jumlah klik di FB Ads banyak, tapi yang benar- benar masuk ke website hanya 40% nya.

Untuk kasus ini, biasanya audiens sudah mengklik iklan. Namun saat akan beralih ke halaman website dan mendapat notifikasi Facebook apakah akan beralih halaman, mereka tidak jadi mengakses. Sebagian dari audiens juga masuk ke website, tapi segera memencet tombol kembali.

Dalam parameter URL sendiri, biasanya kami membuat rule sebagai berikut :

  • Source : social
  • Medium : retargeting (kami isi retargeting untuk membedakan iklan retargeting dan non retargeting
  • Campaign : sesuai nama campaign berjalan
  • Content : sesuai materi iklan

Untuk parameter URL, silahkan teman- teman menggunakan rule yang sesuai dengan kebutuhan masing- masing ya.

Dengan membandingkan hasil FB Ads di Google Analytics, kita juga bisa melihat iklan mana yang paling banyak bounce, mana yang menghasilkan sesi berkualitas dan lebih optimal dalam mencapai goal website (konversi).

Google Analytics parameter URL split test Facebook Ads

Menurut Panda membandingkan hasil FB Ads dengan hasil metrik di Analytics juga bisa menjadi pertimbangan untuk mengoptimalkan iklan yang lebih winning. Terlebih kita sering merasa, ini klik tautan nya dari FB Ads banyak kok, tapi kok nggak sinkron ya dengan di Analytics?

Kesimpulan

Menemukan Winning Campaign adalah sesuatu yang sangat berarti untuk pengiklan di Facebook. Kendati begitu, winning campaign tidak serta merta kita peroleh dari satu kali setting iklan.

Meskipun winning campaign selalu terdengar menggiurkan, kenyataannya tidak ada formula khusus dalam meraihnya. Kita hanya perlu membuat persiapan yang tepat sebelum beriklan, menyajikan materi iklan berkualitas, split test dan evaluasi. Do it and repeat!.

Dengan jurus yang sama, meniru tips yang sama dari pakar sekalipun, hasilnya bisa berbeda untuk setiap pengiklan. Maka dari itu, melakukan testing mandiri dengan berbagai kombinasi adalah cara yang terbaik untuk menemukan campaign yang winning.

Selamat mencoba!

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.