Efektif per 31 Desember ini, WhatsApp secara resmi berhenti bekerja di ribuan dan bahkan jutaan ponsel karena aplikasi chatting ini telah menarik dukungannya. Mulai hari ini, para pengguna smartphone besutan Microsoft seperti Windows Phone dan Nokia Lumia tak lagi bisa menggunakan aplikasi chatting terpopuler ini selamanya. Sebelumnya, WhatsApp mengingatkan pengguna Windows Phone bahwa aplikasi mereka bisa berhenti berfungsi kapan saja di ponsel mereka. Bahkan gaung berita ini sudah bergema sejak awal tahun. Sejak Juli 2019. WhatsApp tidak lagi tersedia di toko aplikasi Windows Phone. Di sisi lain, Microsoft sendiri telah berhenti mengembangkan Windows Mobile yang merupakan OS ponsel milik Microsoft pada 2017. Microsoft bahkan menyarankan penggunanya untuk beralih ke iOS atau Android.
Segera Update Android & iOS -mu
Menurut FAQ WhatsApp terbaru, WhatsApp tidak lagi mendukung semua ponsel Android dengan OS lama pada 1 Februari 2020. Yang dimaksud OS lama disini adalah ponsel yang masih menggunakan OS Android 2.3.7 (Gingerbread). Jika Anda masih menggunakan OS lama, maka sebelum tenggat waktu tersebut, Anda wajib update ponsel Anda ke sistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich dan iOS 9. Dengan begitu, Anda tetap bisa menggunakan WhatsApp. Menurut WhatsApp, keputusan mengakhiri dukungan untuk beberapa jenis ponsel Android dan iPhone tidak akan berpengaruh banyak ke pengguna lainnya. Dan update ini sendiri diperlukan WhatsApp karena fitur- fitur terbaru mereka akan membutuhkan sumber daya yang berat dan membutuhkan ponsel dengan RAM yang lebih memadai dengan OS yang lebih baru.
Kuartal ketiga tahun 2019 adalah puncak dari aktifitas digital di seluruh dunia. Bukan hanya jor- joran menghabiskan uang untuk campaign iklan saja, bahkan pendaftaran domain juga mengalami lonjakan tajam. Dilansir dari VeriSign, pendaftaran nama domain internet di kuartal ketiga ini tumbuh menjadi 359,8 juta untuk seluruh TLD atau top-level domain. Dalam laporan tersebut, tercatat ada peningkatan pendaftaran domain sebanyak 1,4% atau 5,1 juta pendaftaran bila dibandingkan dengan kuartal kedua. Sedangkan dari tahun ke tahun, menurut VeriSign ada peningkatan pendaftaran nama domain sebanyak 17,4 juta atau 5,1%. Pendaftaran TLD ini didominasi oleh .com. Gabungan domain dari .com dan .net saja berjumlah 157,4 di basis nama domain di kuartal ketiga 2019. Jumlah ini meningkat 1,3 juta pendaftaran atau 0,8% dibandingkan kuartal sebelumnya. Gabungan ini juga mengalami peningkatan sekitar 3,8% atau 5,7 juta pendaftaran nama domain dari tahun ke tahun. Di 30 September 2019, total pendaftaran .com berjumlah 144 juta pendaftaran, sedangkan total basis nama domain .net berjumlah 13,4 juta pendaftaran. Selain, .com dan .net, peningkatan jumlah pendaftaran domain juga terjadi untuk domain lokal, seperti .tk, .cn, .de, .uk, dan yang lainnya, Berikut ini adalah 10 besar peringkat pendaftaran TLD berdasarkan jumlah nama domain yang dilaporkan :
Pada umumnya kita mengetahui bahwa strategi black hat dalam SEO harus dihindari apapun alasannya. Para webmaster sebaiknya memfokuskan diri mereka dengan strategi SEO white hat atau setidaknya teknik gray hat. Namun, disadari atau tidak, sebenarnya ada beberapa strategi white hat SEO yang bisa merusak kinerja SEO jangka panjang. Alasannya sederhana, white hat dalam versi sederhana dianggap terlalu mudah diterapkan. Saat strategi ini dianggap menunjukkan hasil yang baik, banyak dari webmaster yang sudah puas dan akhirnya mulai slow down dalam melakukan optimasi. Akhirnya, kinerja pencarian organik pun mengalami penurunan.
Hindari 6 Stretegi SEO ini di 2020
Idealnya, SEO white hat adalah optimasi yang harus dilakukan secara konsisten dan tidak berhenti karena kita sudah mencapai hasil yang kita harapkan. Karena di lapangan, kompetitor kita pun terus berupaya untuk mendapatkan hasil terbaik di SERP.
1. Strategi SEO by Template
Yang dimaksud strategi SEO by template adalah saat seseorang atau agensi menggunakan taktik yang persis sama untuk setiap klien. Bagi mereka yang mengelola beberapa bisnis secara bersama atau beberapa klien, ini dianggap sebagai cara yang efisien. Setelah satu situs melakukan optimasi dasar untuk halaman mereka, maka mereka akan berlanjut ke strategi SEO lainnya, termasuk blogging dan link building. Strategi ini relatif mudah, namun bukan yang terbaik untuk dilakukan. Jenis strategi ini mungkin bermanfaat untuk waktu yang singkat. Jika kompetisi minim, cara ini mungkin cukup ideal untuk mengalami peningkatan. Apa yang sebaiknya untuk dilakukan? Alih- alih terjebak dalam strategi berbasis rutinitas, cobalah untuk menemukan cara unik untuk memberikan nilai kepada audiens situs web Anda. Lakukan riset kecil- kecilan untuk mengetahui konten peringkat teratas pesaing Anda, dan bagaimana Anda bisa mendekati strategi konten mereka. Buat daftar semua strategi pesaing Anda dan cari peluang untuk mengurangi kesenjangan konten. Konten adalah bagian penting dalam sebuah situs web. Anda perlu mengambil peluang ini dan memastikan konten Anda dibuat untuk membuat pembaca Anda happy. Jika situs web Anda adalah e-commerce atau toko online, maka konten Anda harus membantu audience untuk lebih dekat funnel pembelian. Penelitian berkelanjutan dan produksi konten memang mungkin lebih memakan waktu, namun ini tentu lebih bermanfaat. Baik untuk audiens Anda maupun bisnis Anda.
2. Menyalahkan Pembaruan Algoritma
Algoritma memang sering menjadi kambing hitam saat trafik mendadak terjun bebas. Menyalahkah pembaruan algoritma Google karena penurunan kinerja mendadak seringkali masuk akal, namun Anda harus mempunyai bukti. Biar bagaimanapun, dipengaruhi atau tidak oleh algoritma, penurunan kinerja website bisa terjadi karena berbagai alasan. Beberapa alasan umum yang sering terjadi dalam pencarian organik antara lain :
Masalah teknis yang baru ditemukan di situs web
Perubahan konten yang signifikan
Trend pencarian musiman
Perubahan kompetisi
Tindakan atau optimasi lain yang baru- baru ini dilakukan dan mempengaruhi kinerja situs
Intinya, ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Penting untuk tidak mengambil jalan keluar yang mudah dan semata- mata menyalahkan pembaruan algoritma google. Catatan Penting :
Jika situs Anda tiba- tiba mengalami perubahan yang tiba- tiba dalam trafik, jangan panik. Hal seperti ini kerap terjadi dan peningkatan trafik dapat kembali dengan sendirinya. Yang perlu Anda lakukan adalah melakukan analisa, evaluasi, dan membuat perubahan untuk memperbaiki kinerja situs web Anda. Apa yang lebih baik untuk dilakukan?
Ada banyak beberapa panduan pemulihan SEO di luar sana yang bisa Anda jadikan rujukan untuk bangkit kembali dari penurunan kinerja organik yang terjadi tiba- tiba. Pertama- pertama, Anda perlu menyelidiki lebih dulu apakah situs Anda benar- benar terkena dampak perubahan algoritma :
Apakah Google Menemukan Masalah Teknis Baru?
Masalah teknis adalah salah satu alasan umum mengapa kinerja situs mengalami penurunan. Biasanya webmaster baru menyadari adanya masalah teknis setelah masalah menjadi signifikan.
Untuk mencari tahu apakah masalah teknis benar- benar terjadi,cobalah beberapa hal berikut ini :
Periksa laporan jangkauan di Google Search Console
Jalankan Screaming Frog atau Sitebulb crawl untuk mengetahui perubahan struktural dan crawl traps
Jalankan audit otomatis dalam alat SEO pilihan Anda untuk mencari kesalahan tersembunyi
Periksa robots.txt untuk arahan larangan baru
Jalankan pengambilan dan render untuk melihat bagaimana Google merender situs Anda
Perubahan konten yang signifikan
Selain itu, jika situs Anda jarang memperbarui konten dan mengalami penurunan trafik secara organik, cobalah untuk menyelidiki apakah klien Anda atau admin situs lain melakukan perubahan yang tidak terduga.
Cek Perubahan yang Terjadi
Untuk menyelidiki perubahan situs, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Anda coba :
Periksa dengan alat pengecek perubahan seperti Wayback Machine.
Pasang plugin log aktivitas untuk melacak perubahan situs.
Selidiki halaman mana di Google Analytics yang paling sukses dan analisa halaman tersebut.
Cek trend pencarian.
Jarang sekali sebuah situs tidak terpengaruh oleh trend pencarian. Itulah mengapa biasanya jumlah trafik kerap mengalami fluktuasi dari waktu ke waktu. Sebagai tolak ukur, Anda dapat membandingkan kinerja situs Anda dalam satu periode tertentu dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Jika Anda menemukan keanehan, cobalah mencari tahu sumber permasalahannya ada dimana. Selanjutnya, Anda dapat memperkirakan strategi yang dapat Anda siapkan untuk mengantisipasi penurunan yang mungkin terjadi di masa mendatang berdasarkan hasil tren pencarian tersebut.
Perubahan Kompetisi
Beberapa perubahan lalu lintas bisa terjadi karena kompetitor Anda mungkin meningkatkan strategi organik mereka. Tolak ukurnya adalah penurunan yang stabil dalam kinerja organik. Jika Anda berpikir bahwa kompetitor Anda mulai mencuri peringkat Anda dari Anda, sebaiknya Anda jangan panik. Saatnya berbenah dan fokus memperbaiki konten- konten yang hasil pencariannya menurun tajam.
3. Menyalin Salinan Halaman Kategori
Saat mengembangkan halaman kategori untuk sebuah situs web besar dengan banyak kategori, membuat salinan unik untuk setiap lokasi bisa membosankan dan menghabiskan waktu. Anda mungkin berpikir untuk membuat salinan yang sama untuk setiap halaman tersebut, namun tentu saja ini tidak direkomendasikan. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, Anda harus berfokus untuk membuat setiap salinan menjadi unik untuk setiap halaman lokasi. Hal yang sama berlaku untuk membuat halaman lokasi jika sebuah bisnis mempunyai banyak lokasi. Tujuannya adalah agar kinerja peringkat lokasi (SEO Lokal) menjadi lebih optimal.
4. Menggunakan Tool Audit Otomatis
Mengandalkan alat otomatis mungkin bukan cara terbaik untuk mengarahkan strategi organik. Namun, untuk profesional SEO, tool audit otomatis tentu akan sangat membantu mereka dalam memberikan panduan strategi SEO global mereka. Namun, kita tentu perlu menyadari kelemahan dari penggunaan tool otomatis ini. Salah satunya adalah alat pengukur SEO ini tidak “mengajukan pertanyaan.” Sedangkan kunci dari strategi SEO yang baik adalah dengan mengajukan beberapa pertanyaan seperti :
Siapa target audiens Saya dan informasi apa yang mereka butuhkan untuk mengambil tindakan?
Apa hambatan bagi Google untuk merayapi dan menafsirkan situs Saya?
Apakah struktur internal Saya memfasilitasi optimalisasi entitas?
Apa hal yang Harus Dilakukan?
Salah satu opsi menarik yang layak dicoba adalah berinvestasi dengan alat seperti Screaming Frog atau Sitebulb, dan pelajari cara melihat secara holistik di sebuah situs. Alat visualisasi ini sangat penting untuk menganalisa struktur sebuah situs. Selanjutnya, cobalah mencari peluang celah konten dan pastikan struktur teknis Anda baik. Saat dasar teknis Anda bersih, mesin pencari mungkin akan lebih mudah alam menemukan, dan me-render halaman situs web Anda.
5. Membeli Link
Artikel ini pada dasarnya berfokus pada taktik SEO white hat. Namun, kita juga mengenal teknik Grey Hat dimana Anda mungkin membayar sebuah perusahaan untuk tautan yang dijamin. Teknik ini disebut sebagai cara terbaik untuk menjamin bahwa Anda akan mendapatkan jumlah backlink tertentu untuk klien Anda setiap bulan. Hanya saja, seringkali kualitas dan relevansi masih belum seperti yang diharapkan.
Apa yang Harus Dilakukan?
Link building bisa mempunyai efek seperti bola salju. Saat Anda mendapatkan tautan dari blog yang sudah populer, ada kemungkinan blog atau penulis lain akan menulis ulang konten tersebut dan menautkan kembali link Anda mereka secara sukarela. Maka dari itu, webmaster disarankan untuk berinvestasi di beberapa mitra PR untuk mendapatkan benefit publikasi. Dampaknya adalah tingkat pertumbuhan backlink yang lebih signifikan secara organik dengan efek bola salju tadi.
6. Terlalu Takut Bertanya
Seringkali webmaster yang ragu- ragu tidak mengeksplor lebih jauh hal- hal yang menjadi pertanyaan mereka. Anda bisa membuat list pertanyaan seputar optimasi atau improvement situs web Anda, kemudian menanyakan ke teman yang ahli atau di forum- forum. Tidak perlu khawatir jika mendapatkan respon kurang menyenangkan. Hal seperti ini memang kadang terjadi. Dengan membuat daftar improvement yang perlu Anda lakukan dan berusaha mendapatkan jawabannya, maka Anda dan situs web Anda akan semakin berkembang dengan lebih baik.
Referensi : Search Engine Journal Featured Image : Reach Above Media
Nama Kaesang Pangarep bukan hanya dikenal sebagai putra bungsu dari orang nomor satu di Indonesia saja. Meski usianya relatif masih muda, Kaesang dikenal dengan sebagai pebisnis UMKM ulung. Mulai dari bisnis pakaian, bisnis kuliner, hingga bisnis aplikasi, semua sudah pernah dicicipinya. Dalam berbisnis, Kaesang menghindari memulai usaha dengan pinjaman dari bank. Sebaliknya, ia memilih mengandalkan uang tabungan saja. Menurutnya, ini adalah salah satu cara untuk meminimalisir resiko untuk pemula dalam memulai bisnis. Baginya, penting untuk tidak mempertaruhkan sesuatu yang belum pasti (dalam hal ini adalah keuntungan) dengan sesuatu yang pasti harus dibayarkan (bunga dan angsuran). Namun, bukan berarti Kaesang antipati dengan resiko. Mau tidak mau, resiko adalah bagian dari hidup pebisnis. Namun disisi lain, pebisnis harus berhati- hati dalam mengelola modal dan hutang mereka. Bahkan Kaesang pun menyarankan para UMKM milenial yang sedang merintis bisnisnya untuk tidak ragu mengambil resiko. Selalu lakukan promosi yang optimal dengan berbagai cara. Endorsement adalah salah satu tips yang layak untuk dicoba agar produk lebih cepat dikenal khalayak luas. “Jangan pernah pelit untuk promo. Bahkan endorse pun penting untuk mengembangkan brand image,” ungkap Kaesang Pangarep seperti dilansir dari CNBC Indonesia dalam event Media Gathering Hebat di Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2019). Salah satu promosi yang pernah Kaesang coba dan cukup ia sarankan adalah promo beli 1 gratis 1. Dari pengalamannya menggunakan promo ini, hasilnya cukup sensasional. Kaesang juga menyebut bahwa tantangan bisnis saat ini bukan sekedar banyaknya kompetitor saja, namun juga inovasi. Bisnis yang berpacu pada inovasi akan jauh lebih long lasting. Sebaliknya, tanpa inovasi bisnis akan cenderung jalan di tempat. Apakah Anda juga pelaku bisnis UMKM? Jika iya, tips bisnis sederhana dari Kaesang ini semoga cukup menginspirasi Anda 🙂
Saat Anda berupaya membuat strategi konten promosi yang tepat, Anda tentu berpikir untuk memisahkan karakter email yang Anda tujukan kepada cold audience dan hot audience. Dengan konsep yang berbeda dan dirancang sedemikian rupa, maka konten email Anda akan terasa lebih mengena dan tepat sasaran. Terkadang untuk mempersiapkan konten yang super duper mengena ini membuat Anda menghabiskan waktu berhari- hari. Anda perlu melakukan riset konten, kemudian mengolahnya, menciptakan data statistik yang bisa menggugah persepsi audience, melakukan beberapa revisi, dan yang terakhir menyempurnakan dengan media yang tepat. Terdengar seperti proses yang lama? Memang! Namun bukan durasi waktu pembuatannya yang menjadi hal krusial. Hal krusial sebenarnya adalah Anda menggunakan strategi yang tepat dalam berpromosi. Namun pada umumnya, untuk segmen cold audience, promosi bukanlah hal utama yang Anda lakukan. Sekalinya Anda memaksakan untuk melakukan promosi secara langsung, Anda mungkin tetap mendapatkan beberapa suka dan komentar, namun pendekatan yang Anda lakukan ini tidak mengikat daya tarik mereka seperti yang Anda harapkan. Mengapa ini sering terjadi? Karena Anda telah melakukan strategi promosi yang tidak seharusnya atau seharusnya tidak Anda lakukan. Inilah mengapa Anda perlu membaca konten strategi cold email marketing ini. Untuk cold audience, promosikan lebih sering daripada Anda membuat konten itu sendiri. Ada banyak opsi yang bisa Anda lakukan, mulai dari berbagi ke media sosial, situs bookmark, promosi berbayar, promosi internal, dan masih banyak lagi. Namun yang perlu dicatat, menurut data BuzzSumo, social sharing atau aktifitas berbagi di media sosial saat ini tidak se-powerful beberapa tahun yang lalu. Data dari BuzzSumo menunjukkan bahwa social sharing antara 2015 dan 2017 mengalami penurunan hingga setengahnya. Social sharing masih sangat baik, namun Anda tidak bisa hanya bergantung pada pengguna di Facebook dan Twitter saja. Back to basic, hal penting apa yang perlu dilakukan? Merumuskan ulang strategi email marketing untuk cold audience!
Cold Email untuk Cold Audience
Tertaring untuk memaksimalkan strategi email marketing untuk cold audience? Anda bisa menyebutnya dengan cold email. Sampai saat ini, email masih menjadi salah satu channel terbaik untuk menjangkau audience secara umum dan melakukan pemasaran. Email marketing disebut 4x lebih efektif dibandingkan strategi lainnya yang menjadi salah satu alasan mengapa 89% marketer memilih menggunakan email sebagai channel lead generator utama untuk pelanggan mereka. Email menghasilkan 174% lebih banyak konversi dari media sosial, sementara 81% pebisnis menggunakannya sebagai media utama untuk meng-akuisisi pelanggan utama mereka, dan 80% menggunakannya untuk memaksimalkan retensi pelanggan mereka. Di semua industri, email mempunyai tingkat open rate hingga 32% dan rasio klik-tayang rata- rata 4,19 (tertinggi sejak 2010). Dan inilah salah satu godaan mengapa kita perlu membuat strategi cold email dalam promosi konten.
Performa CTR Email 2010 – 2017/ via superoffice.com
Tergantung pada negara, industri, dan bahkan email provider, angka- angka di atas bisa sedikit lebih tinggi atau lebih rendah. Untuk provide Constant Contacts misalnya, rata- rata open rate email mereka di tahun 2018 mencapai 18,6% dan rata- rata klik tayang mencapai 7,77%. Angka ini cukup menggambarkan betapa efektifnya strategi email marketing dalam menjangkau audience, mengakuisisi, dan meningkatkan retensi audience. Berikut ini adalah 12 strategi cold email marketing untuk promosi konten :
1. Beri Kesan Pertama yang Menggoda
Email untuk cold audience harus dikemas semenarik mungkin karena Anda sedang melakukan pendekatan ke kelompok audience yang belum terlalu mengenal Anda. Buat konten dengan pesan yang jelas dan profesional yang menarik perhatian audience. Tonjolkan pesan Anda dengan anatomi email yang jelas. Gunakan subjek email yang unik, menarik, atau out of the box, tapi memberikan pesan yang jelas. Buat body email yang sederhana, namun mengena dalam menyampaikan pesan Anda. Pastikan Anda menggunakan tata bahasa yang enak dibaca dan hindari kesalahan ejaan. Jangan lupa juga menggunakan alamat email yang profesional untuk meningkatkan otoritas Anda di mata audience. Periksa pesan Anda sebelum Anda mengirimkan ke audiens.
“Kamu tidak pernah mendapatkan kesempatan kedua untuk membuat kesan pertama. Jangan takut untuk mengambil kursus copywriting untuk mempertajam keterampilan copywriting Anda. Ingat, semakin sedikit, semakin sederhana itu lebih baik, dan jangan lupa untuk menyertakan CTA yang jelas di semua email Anda. “~ David Campbell, manajer pemasaran konten, Voila Norbert
2. Cold Email Tidak Berarti “Dingin”
Untuk membuat strategi email menjadi efektif, Anda perlu melakukan segmentasi dari list email Anda dan membuat personalisasi pesan sebanyak mungkin. Jangan kaku, karena cold email bukan berarti Anda menciptakan konten yang dingin dan datar.
Segmentasi yang baik, performa email marketing akan baik/ Image via MailChimp
Buatlah campaign yang tersegmentasi sesuai dengan jenis audiens Anda, dan siapkan personalisasi konten untuk setiap campaign tersebut. Jika pesan tersebut dirasa tidak relevan untuk mereka, mereka tidak akan merespon. Sesederhana itu.
“Angka-angka ini mengungkapkan bahwa klik masih didorong oleh relevansi, tetapi pembukaan didorong oleh minat.” ~ Skip Fidura, Strategy and Insight Director, dotMailer
3. Subjek Pesan adalah Kunci Penting
Konten dengan personalisasi yang tepat dan relevan akan mendapatkan klik, namun jika subjek tidak menggugah audiens, maka pesan Anda tidak akan dibuka. Faktanya, 47% dibuka karena pengaruh dari subjek atau judul sebuah email. Tarik perhatian mereka dengan judul yang menarik dan membuat mereka penasaran. Anda juga perlu fokus dengan baris pertama dari pesan Anda, karena baris pertama ini biasanya akan ditampilkan dalam pratinjau mereka. Jika kombinasi subyek dan baris pertama berhasil menarik perhatian mereka, Anda sudah setengah langkah berada di jalan yang tepat.
“Jadilah kreatif dengan headline Anda dan baris pembuka pesan di body email. Ini adalah dua hal yang muncul dalam snippet popup dan dalam pra-pembukaan akun Outlook. Menarik ego dengan pujian dan personalisasi adalah pembeda utama yang menurut saya paling membantu dengan open rate cold email dan balasannya. ”~ Lee Wilson, SEO Head, Vertical Leap
Singkat, dipersonalisasi, ringkas, jelas, dan kasual adalah kombinasi yang dapat Anda andalkan dalam menciptakan cold email yang menarik. Jangan ragu untuk melakukan split-
4. Jangan Takut Bereksperimen untuk Promosi Konten
Bicara tentang eksperimen dan testing, Anda harus memprioritaskan penggunaan A/B testing dengan cara menguji setiap aspek, bukan hanya sebatas subyek, tapi juga CTA, penggunaan CTA, copywriting, dan masih banyak lagi. Ciptakan berbagai kemungkinan untuk dapat Anda tes.
“Tujuan utama Anda adalah membuat orang membuka pesan Anda, tetapi juga tidak kesal karena mereka melakukannya. Saya telah menemukan bahwa baris subjek clickbait yang terlalu tinggi dapat mendorong mereka membuka email, tetapi memberi sedikit balasan positif. Saya suka menjaga bagian subyek tetap informal, seolah saya sedang berbicara dengan seorang teman. Satu trik menggunakan semua huruf kecil – Saya melakukan test A / B untuk menguji hal ini dan mendapatkan kemenangan hampir setiap saat. “~ Ryan Farley
Jika apa yang Anda uji mendapatkan hasil positif, terus tingkatkan.
5. Skip Intro
Intro boleh- boleh saja sesekali, namun jangan terlalu sering. Tidak banyak orang yang begitu peduli, jadi lewati fokus mengenalkan diri Anda. Manfaatkan waktu singkat Anda untuk menunjukan value Anda. Beri tahu mereka apa yang Anda lakukan atau apa yang Anda miliki untuk mereka, dan beritahu bagaimana Anda bisa membantu mereka. Direktur pemasaran dari Manajemen Reputasi, Jonas Sickler menyarankan agar marketer tidak membuang banyak waktu mereka untuk memperkenalkan diri. Alih- alih fokus di intro, ia menyarankan agar marketer menciptakan konten yang bisa berbicara sendiri. Selanjutnya, di bagian akhir marketer boleh memasukkan nama, jabatan dan perusahaan di bagian signature.
Konten untuk cold email sebaiknya memuat konsep yang sama seperti subjek, yaitu jelas, ringkas, dan santai urutan hari. Langsung ke intinya.
“Dengan cold email, Anda memiliki waktu yang sangat singkat untuk menarik perhatian pembaca, sebelum Anda menemukan diri Anda di folder spam. Ketika mereka membuka email yang tidak diminta, mereka memindai untuk melihat apakah itu sesuatu yang penting, jadi memulai dengan pengenalan pribadi yang panjang hanya akan membahayakan tingkat respons Anda. Ringkas secara singkat tentang apa Anda, dan dorong mereka ke CTA, atau tugas yang ingin Anda selesaikan. ”~ Leighton Burley, Founder Artiiseo
6. Membuat Konten Luar Biasa
Jika Anda ingin membuat audience membaca pesan sampai selesai, memahami dan bahkan membagikan konten yang Anda bagikan ke circle mereka, pastikan Anda memang membuat konten yang layak.
Hindari konten yang sekedar ikut- ikutan. Membuat konten dengan konsep kontroversial atau menarik secara emosional patut dicoba. Cobalah menemukan sudut pandang baru. Jadikan konten Anda 100% unik dengan sebuah riset kecil- kecilan, entah itu melalui survei, jajak pendapat, studi kasus, atau wawancara. Anda juga bisa mengubah konten Anda ke dalam bentuk baru, seperti video, infografis, dan lain sebagainya.
“Cara terbaik untuk menangkap dan mempertahankan perhatian pengunjung adalah mengubah konten Anda menjadi video yang menarik secara visual. Menggunakan alat pembuat video DIY online seperti Biteable, Anda dapat dengan mudah mengubah posting blog yang ada menjadi penjelas atau tayangan slide yang menarik. Sesederhana memilih templat dan menambahkan teks Anda. Mengubah konten berbasis teks menjadi video memberi Anda peluang untuk membuat lebih banyak orang bersemangat tentang bisnis Anda, membantu meningkatkan waktu tunda, dan lalu lintas situs. “~ Tope Longe, Manajer Pemasaran Konten, Biteable
Saat Anda mengirimkan konten terbaik, audience Anda akan dengan senang hati membagikannya ke orang lain.
Strategi Selanjutnya Tak Kalah Pentingnya….
7. Beberapa Touchpoint
Tingkatkan keberhasilan campaign cold email Anda dengan menghubungkannya lebih dulu ke beberapa platform lain. Seperti yang sebelumnya di atas, cold email bukan berarti benar- benar ‘dingin’. Anda bisa melibatkan influencer di media sosial dengan cara aktif berinteraksi dengan mereka. Coba buat nama Anda terdengar familiar untuk pengguna dengan cara muncul di banyak tempat. Saat nama Anda mulai terdengar akrab, akan semakin mudah untuk melangkah.
“Anda harus selalu terhubung dengan mereka di LinkedIn dengan mengirim undangan yang dipersonalisasi sebelum Anda mengirimi mereka email. Beberapa titik kontak membantu meningkatkan tingkat balasan karena mereka lebih mempercayai Anda. ”~ Shaurya Jain
8. Gunakan Template yang Menarik
Cold email membutuhkan konten yang menarik untuk menjadi sebuah campaign yang powerful. Konten Anda harus bisa menjangkau banyak orang dengan cara seefektif mungkin. Untuk mempermudah pekerjaan Anda, gunakanlah berbagai template. Mulai dari template lengkap berbagai versi, hingga template yang sifatnya pendukung atau widget.
9. Jangan Ragu Memberi Lebih
Perlu trik khusus saat Anda mengirim email untuk cold audience. Anda tidak bisa buru- buru menggiring mereka untuk melakukan aksi karena ini justru membuat mereka segera kabur dari Anda. Sebaliknya, tarik ulur mereka. Beri umpan mereka dengan memberikan sesuatu yang akan mereka sukai, entah itu konten yang memang sedang mereka cari atau iming- iming suatu hal yang membuat mereka happy dan menunggu email Anda selanjutnya. Trik memberi ini sudah diterapkan oleh banyak marketer dan terbukti berhasil meningkatkan open rate sekaligus CTR. Bagaimana dengan konversinya? Jika open rate dan CTR meningkat, maka konversi pun akan mengikuti.
10. Menjadi Otentik dan Tulus
Pendekatan yang perlu dilakukan dalam cold email : tidak ada trik, tidak ada permainan tersembunyi, pujian tulus.
Cobalah untuk berinteraksi layaknya kita berinteraksi secara personal dengan orang- orang yang sebenarnya.
11. Memelihara Hubungan
Jangan buru- buru. Bangun hubungan secara perlahan, namun pasti.
“Jangan pernah mengirim nada penuh Anda di email pertama. Email pertama seharusnya hanya melayani tujuan pengantar singkat, dengan CTA kecil. Pesan proposal atau konten “berat” lainnya untuk korespondensi berikutnya, setelah email asli Anda mendapatkan perhatian mereka, dan mereka memiliki gagasan tentang siapa Anda. Jika Anda mencoba mengirimkan proposal lengkap Anda di email pertama, mereka akan mengalami ‘kelebihan informasi’, dan karena mereka tidak mengenal Anda, mereka akan merespons dengan mengabaikan email Anda. “~ Leighton Burley
Hindari membuat konten email seolah- olah Anda datang hanya untuk mengganggu waktu senggang mereka. Sebaliknya, pelihara lah hubungan di atas segalanya. Seperti yang telah dibahas di poin sebelumnya, Anda harus memberi, dan memberi lebih banyak. Beritahu mereka bahwa Anda telah terhubung dengan mereka, dan secara singkat beritahu mereka karya terbaru Anda. Atau Anda juga bisa memberi sesuatu gratis yang bisa mereka nikmati. Dengan fokus ke menjalin hubungan di email awal, mereka akan merasa lebih nyaman. Berilah konten yang luar biasa. Jadilah aset untuk mereka. Sisanya akan lebih mudah karena datang secara alami.
12. Selalu Tindak Lanjuti
Email pertama hanyalah permulaan. Selanjutnya, selalu tindaklanjuti, dan lebih dari satu kali. Promosi konten yang kuat sering berhasil. Namun kadang Anda melupakan kunci utamanya, yaitu tindak lanjut dan pengulangan. Pada akhirnya, Anda harus memastikan audiens memperhatikan dan bisa dimanfaatkan untuk action yang lebih jauh lagi. Setelah melakukan tindak lanjut, jangan lupa untuk selalu menganalisanya. Apakah strategi yang harus Anda lakukan ini sudah yang terbaik atau masih bisa ditingkatkan lagi?