9 Tips SEO yang Wajib Diterapkan oleh Pemilik Website eCommerce

9 Tips SEO yang Wajib Diterapkan oleh Pemilik Website eCommerce

Selama Google masih ada, belajar SEO wajib hukumnya. SEO tidak hanya dilakukan oleh pemiliki website berbasis konten ( Content Publishing ) saja, tapi juga pemiliki website toko online atau eCommerce. Dengan menerapkan SEO yang optimal, baik secara on page ataupun off page, Anda berpeluang untuk menaruh website Anda berada di posisi yang unggul di mesin pencari.

Dengan modal SEO, maka website #eCommerce Anda akan menjangkau lebih banyak konsumen yang membutuhkan dengan luapan trafik yang lumayan. Semakin besar trafik yang sesuai dengan keyword, maka konversinya akan semakin besar. Tentu saja ini yang paling Anda harapkan, bukan?


1. Awali Dengan Penempatan Keyword yang Efisien
Menemukan kata kunci yang tepat adalah kunci untuk mendapatkan ranking yang bagus di mesin pencari. Luangkan lah waktu untuk melakukan riset secara mendalam sehingga Anda dapat menemukan deretan kata kunci yang sesuai dengan website Anda. Long-tail keyword dapat membantu website Anda untuk memiliki ranking tinggi di niche tertentu dibandingkan dengan kompetitor Anda. Apalagi, kini banyak orang semakin spesifik dalam mengetik kata kunci sesuai dengan pencarian yang mereka butuhkan. Jadi, untuk mendapatkan awalan yang mantap, mulai lah dengan pemilihan kata kunci yang baik.

2 Gunakan Keyword yang Strategis di Anchor Teks
Menggunakan anchor text untuk meningkatkan SEO website eCommerce adalah solusi yang bagus. Tidak jarang kita melihat website eCommerce yang sangat minim Anchor Text karena dianggap mengurangi estetika. Padahal, tidak ada salahnya juga jika ini diterapkan. Asalkan… jangan dibuat berlebihan juga. Buat lah natural seperti dengan anchors “disini” atau variasi kata kunci lainnya. Yang pasti, jangan menggunakan keyword yang sama berulang kali untuk anchor tex untuk menghindari pinalty Google. Penggunaan #keyword anchor teks ini juga boleh diberlakukan di deskripsi produk ya, yang sekaligus dapat meningkatkan page view ke produk lain yang ingin di-push.

3. Hindari Duplikat Konten
Untuk website eCommerce, duplicate content alias konten duplikat adalah musuk. Nah ini dia, pada umumnya banyak website eCommerce yang kerap mengalami masalah dengan ini karena mereka memiliki produk berjumlah puluhan atau ratusan dan mereka bingung jika harus membuat deskripsi produk yang berbeda untuk jenis produk yang sama. Memang benar- benar menyita waktu dan energi kalau harus membuat deskripsi produk yang berbeda- beda untuk produk sejenis yang jumlahnya banyak. Tapi tentu saja ini sangat baik untuk website Anda.

4. Tulis Deskripsi Produk yang Menarik
Sama seperti headline, deskripsi produk pun memiliki pengaruh yang besar dalam konversi. Hindari untuk memasukkan deskripsi yang sama untuk semua produk, seperti yang telah dibahas di point no. 3. Buatlah masing- masing deskripsi unik dan menarik dengan keyword yang relevant agar lebih #SEOFriendly.

5. Optimasi Produk Anda dengan Gambar yang Menarik
Dalam website eCommerce, menampilkan produk dengan gambar yang menarik wajib hukumnya. Bukan hanya sekedar untuk pamer- pameran saja, tapi gambar ini benar- benar pemicu konversi yang sangat bagus. Buatlah gambar Anda memiliki resolusi yang cukup baik, menarik, proporsional dan unik. Bukan hanya dari segi visualisasi saja, Anda juga tidak boleh melupakan penggunakan Alt Tag agar gambar Anda juga mengandung keyword yang membantu performa website Anda di mesin pencari.

6. Optimasi URL untuk Crawling Mesin Pencari yang Maksimal
URL atau hyperlink adalah bagian yang penting dalam SEO. Mengoptimasi URL dengan keyworod dapat membantu robot mesin pencari untuk menemukan dan merayapii website Anda dengan lebih baik dan instant. Selain itu, struktur URL website yang baik juga mempermudah dalam proses indexing sebuah website.Mau lebih banyak lagi? URL yang baik akan memberi informasi langsung kepada calon pengunjung bahwa website Anda memang memberikan informasi yang tepat sehingga akan memberikan pengalaman yang menyenangkan untuk mereka.

7. Analisa Berapa Trafik yang Ter-konversi Menjadi Sales
Memiliki trafik ribuan memang mengesankan. Tapi bagaimana dengan konversi salesnya? Sangat baik juga kah? Atau masih melempem? Nah ini dia.. Anda wajib menganalisa berapa banyak pengunjung rata- rata yang akhirnya convert menjadi buyer. Untuk mempermudah pekerjaan Anda, Anda bisa menggunakan Google Analytics untuk menganalisa jumlah trafik dan point- point lainnya. Anda dapat mengenali darimana trafik itu datang, perangkan yang digunakan, jenis persona buyer yang banyak convert dan lain- lain.

8. Bagaimana Navigasinya?
Sudah cukup nyamankah website Anda digunakan? Mudahkah mencari menu ini dan itu? Sudah Mobile Friendly kah? Jika belum, maka ini menjadi PR penting untuk Anda. Sebenarnya bukan hanya untuk eCommerce saja, jenis website apa pun, memiliki navigasi yang baik dan mobile friendly itu penting. Anda akan rugi besar jika sampai mengabaikan ini. Navigasi yang baik akan membuat pengunjung Anda betah berlama- lama sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli yang diinginkannya. Sedangkan navigasi yang buruk justru dapat membuat membuat pengunjung Anda langsung buru- buru mencari tombol x di browser.

9. Hindari Broken Links
Jika Anda ingin setiap pengunjung mendapatkan pengalaman yang menyenangkan selama berselancar di website Anda, maka pastikan tidak ada broken link yang menuju “Page 404 Halaman Tidak Ditemukan”. Percaya lah, pengunjung Anda secara instant akan merasa sebal dengan halaman ini. Untuk menghindari hal ini terjadi, lakukan lah pengecekan untuk website Anda secara rutin sehingga ketika broken link terjadi, Anda dapat memperbaikinya dengan segera.

Bagaimana.. siap meng-optimasi website eCommerce Anda dengan SEO yang lebih baik lagi? Kenapa tidak? Sampai jumpa di page one!

5 Cara Mengatasi Keyboard Laptop yang Sering Error/ Rusak

5 Cara Mengatasi Keyboard Laptop yang Sering Error/ Rusak

Di laptop, keyboard adalah salah satu komponen terpenting yang dapat membantu kita dalam menyelesaikan pekerjaan atau tugas lainnya. Hampir semua hal yang akan kita lakukan di laptop kita juga sangat berkaitan dengan fungsi keyboard itu sendiri. Entah itu untuk mengetik data atau mencari file tertentu, tanpa keyboard, rasanya banyak hal akan sulit dilakukan.

Lalu bagaimana jadinya jika keyboard laptop kita sering mengalami error atau bermasalah? Tentu ini bisa menjadi trouble tersendiri untuk kita. Pekerjaan menjadi terhambat dan untuk melakukan ini itu, kita seperti orang buta yang berjalan tanpa tongkat. Benar- benar  vital kan fungsi keyboard ini?

Cara Mengatasi Keyboard yang Sering Bermasalah

Jika Anda sudah merasakan ada yang tidak beres dari keyboard Anda, lakukan lah identifikasi masalah dan cari solusi perbaikan segera. Menunda perbaikan atau tidak melakukan apa pun sama sekali bisa membuat kondisi papan ketik laptop Anda menjadi lebih buruk lagi. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk memperbaiki keyboard laptop yang bermasalah.

1.Mulai lah dengan Membersihkan Kotoran di Keyboard Laptop Terlebih Dahulu

Langkah pertama yang paling mudah dan Anda harus ambil saat itu juga adalah dengan mulai membersihkan keyboard dari kotoran- kotoran kecil yang ada di dalamnya. Sering tidak disadari, membersihkan keyboard adalah kebiasaan yang jarang kita lakukan, padahal salah satu komponen laptop ini sangat mudah dimasuki kotoran dan debu melalui celah- celah kecil. Kotoran dan debu yang dibiarkan ini lah yang akhirnya menumpuk di dalam dan mempengaruhi performanya.

Untuk membersihkan kotoran kecil di keyboard, lakukan dengan memiringkan laptop dengan sudut kurang lebih 75 derajat. Saat memiringkan laptop, Anda juga bisa sambil menggoyang- goyangkan laptop secara perlahan untuk merontokkan kotoran yang menempel. Setelah itu, coba cek kembali semua tombol di keyboard Anda, apakah mereka sudah normal kembali semuanya? Jika belum, coba tiupkan udara di celah- celah tombol tadi untuk membuat debu lebih berkurang lagi.

2.Restart Laptop

Masalah keyboard yang kerap terjadi selanjutnya adalah semua tombol tidak merespon. Hal ini bisa terjadi karena dipicu oleh beberapa hal seperti software dari keyboard driver. Jika Anda mengalami problem ini, maka langkah cepat yang dapat Anda lakukan adalah dengan me-restart komputer. Setelah laptop Anda hidup kembali, coba cek kembali apakah semua tombol berfungsi. Jika memang sudah kembali berfungsi, berarti masalah Anda sudah teratasi.

3. Melakukan Restore System

Seringkali keyboard laptop tiba- tiba error karena Anda memasang aplikasi baru atau mengubah pengaturan laptop. Jika Anda mencurigai kerusakan tombol- tombol ketik Anda dipicu hal ini, maka langkah perbaikan yang dapat Anda lakukan adalah dengan me-restore system laptop. Untuk melakukan tindakan ini, klik tombol ‘Start’, lalu klik ‘Control Panel’, lalu pilih ‘System and Security’ >> ‘Back up Your Computer’.

Langkah selanjutnya klik “Recover system setting or your computer” >> “Open System Restore”. Selanjutnya, ikuti panduang sederhana yang diberikan laptop Anda untuk me-restore sistem komputer Anda. Setelah proses restore selesai, Anda akan diminta untuk melakukan reboot. Setelah semua prosedure restore system terpenuhi, maka keyboard laptop Anda akan kembali seperti semula.

4. Memperbaiki Keyboard Driver

Keyboard bisa mengalami malfungsi ketika driver nya tidak up to date atau terganggu oleh program lainnya. Untuk memastikan ini yang sedang terjadi, Anda dapat mengeceknya dengan mudah di Device Manager. Untuk melihatnya, buka ‘Control Panel’ >> ‘System and Security’ >> ‘System’ >> ‘Device Manager’.

Pada Device Manager ini Anda dapat melihat semua drivers dari perangkat keras yang ada di dalam laptop Anda. Untuk memastikan keyboard driver laptop Anda tidak bermasalah, maka pilih ‘keyboard’. Jika Anda menemukan ada tanda peringatan berupa segitiga berwarna kuning dengan tanda seru di dalamnya, maka berarti keyboard driver Anda memang sedang bermasalah. Untuk mengatasi ini, maka Anda dapat meng-update nya dengan driver yang baru. Bagaimana caranya? Kunjungi lah #website produsen laptop Anda dan biasanya disana Anda bisa mendownload driver yang Anda butuhkan ini secara gratis.

5. Tidak Yakin Mengatasinya Sendiri? Bawa ke Tempat Servis
Jika setelah mencoba langkah satu sampai empat dan masih tidak ada perbaikan di keyboard Anda, maka langkah terbaik adalah dengan membawanya ke tempat servis. Di tempat tersebut, teknisi profesional akan membantu Anda untuk mengetahui masalah utama keyboard dan apakah keyboard masih bisa diperbaiki atau harus direkomendasikan untuk diganti dengan yang baru.

Facebook Ads vs Google Adwords, Mana yang Lebih Efektif?

Facebook Ads vs Google Adwords, Mana yang Lebih Efektif?

Facebook Ads dan Google Adwords bisa dibilang merupakan dua platform beriklan paling popular dan paling besar digunakan oleh para pebisnis dan internet marketer. Beriklan itu sendiri adalah salah satu porsi penting dilakukan untuk menggaet calon konsumen. Dengan promosi yang tepat, maka calon konsumen akan mengetahui apa produk kita, manfaat dan keunggulannya. Jika mereka sudah mengetahui produk kita dengan baik, maka potensi produk kita untuk terjual akan menjadi semakin besar.

Kembali lagi ke media beriklan. Jika dulu sebelum mengenal dunia internet media beriklanan akan berfokus pada media elektronik dan media cetak, maka kini berbeda. Pilihan beriklan makin banyak, khususnya untuk dilakukan secara online. Tapi tentu saja bukan asal memilih platform beriklan, promosi online pun wajib direncanakan degnan baik agar strategi yang dijalankan dapat memberikan hasil yang maksimal.

Asyiknya beriklan secara online, produk fisik atau jasa kita bisa dijangkau oleh lebih banyak pemirsa, baik secara gratis maupun berbayar. Yang gratis ada? Adaaaa… tapi kalau mau hasil maksimal, jangan sayang ya untuk mengeluarkan sedikit biaya untuk beriklan J.

Untuk platform beriklan yang paling handal adalah Facebook dan Google Adwords.  Google Adwords memang lebih senior karena sudah hadir sebelum era  Facebook Ads. Tapi jangan salah, Facebook Ads kini semakin popular dan banyak digunakan.

Dengan kedua jenis platform iklan berbayar ini, maka bisnis online Anda berpotensi untuk lebih baik lagi dan meningkat omsetnya. Nah di postingan kali ini kita akan membahas tentang perbandingan keduanya. Semoga saja ini bisa membantu teman- teman untuk memilih platform beriklan yang tepat sesuai dengan tujuan yang ingin diraih ya.

Facebook Ads vs Google Adwords, Bagus Mana Sih?

Baik #FacebookAds dan Google Adwords, keduanya menjanjikan hasil yang maksimal untuk menggirik investasi biaya iklan Anda ke target audiens yang luas. Sebagai mesin pencari, Google kerap digunakan sebagai rujukan utama untuk menampilkan iklan berdasarkan hasil pencarian. Sedangkan Facebook sebagai raksasa media sosial adalah tempat yang pas untuk beriklan sesuai dengan minat/ interest audiens. Sampai disini masih agak bingung ya mana iklan yang lebih efektif antara Facebook Ads dan Google Adwords? Kalau begitu mari kita jabarkan satu per satu. Terus simak postingan ini sampai selesai ya ^_^

Plus Minus Facebook Ads

Ketika Anda membaca postingan ini, sudah pernahkah Anda mencoba Facebook Ads? Jika sudah, tentu sudah tahu dong dahsyatnya beriklan di Facebook, khususnya untuk produk- produk fashion dengan harga menengah? Jika Anda belum pernah mencoba, setidaknya Anda sudah pernah beberapa kali melihat di beranda ada beberapa postingan di Facebook dengan keterangan “Sponsored” dan juga di bagian kanan newsfeed.

Kelebihan Facebook Ads :
– Facebook adalah #socialmedia dengan jumlah pengguna aktif terbanyak di dunia
– Iklan bisa disetting secara mendetail berdasarkan usia, status, bahasa,  Negara, minat dan juga behavior.
– Bisa memanfaatkan efek viral dari penggunanya dan juga trend terkini
– Bisa sangat tertarget
– Bisa sangat luar biasa konversinya, terutama untuk produk fashion dengan harga menengah
– Bisa berinteraksi dengan user secara langsung
– Pembayaran bisa dengan kartu  kredit, paypal dan bank transfer

Kekurangan Facebook Ads :
– Iklan hanya dilihat oleh mereka yang menggunakan Facebook
– Menguras cukup banyak waktu dan tenaga untuk manajemen interaksi dengan audiens

Plus Minus Google Adwords

#GoogleAdwords adalah sebuah media periklanan yang berada di bawah naungan mesin pencari terbesar di dunia, Google. Bukan rahasa lagi, banyak sekali orang yang membutuhkan produk tertentu maka mereka akan mengetikkan apa yang mereka butuhkan di Google. Sehingga potensi iklan kita untuk dilihat audiens yang membutuhkan sangat besar.

Kelebihan Google Adwords :
– Pasar besar dan luas
– Pengiklan dapat mengatur letak iklan agar mudah dilihat oleh pemirsa
– Kita dapat memilih kategori iklan sehingga ketika calon konsumen mencari dengan kata kunci yang masih berhubungan dengan produk kita, maka iklan kita akan terlihat
– Iklan sangat tertarget, sesuai dengan pilihan kata kunci yang dicari
– Pengunjung tidak harus login ke Google untuk melihat iklan kita sehingga iklan kita dapat dilihat oleh siapa saja yang menggunakan Google sebagai mesin pencari

Kekurangan Google Adwords :
– Jika di dalam iklan kita terdapat link yang mencurigakan atau iklan melanggar peraturan dari Google Adwords, maka iklan kita dapat di- banned secara permanen. Berhati- hatilah karena peraturan Google sangat lah ketat
– Pembayaran baru bisa dengan kartu kredit

 

Dari ulasan ini manakah yang lebih efektif dan lebih baik antara Facebook Ads dan Google Adwords? Saya kira itu tergantung dari tujuan Anda beriklan dan pasar yang ingin Anda tuju. Jika Anda hanya ingin berjualan di sosial media saja, maka Facebook Ads saja sudah cukup. Selain itu, Anda juga dapat memperhatikan faktor- faktor lainnya seperti pasar yang dituju dan metode pembayaran.

Semoga bermanfaat.

Cara Membuat Status Terjadwal di Facebook Fans Page

Cara Membuat Status Terjadwal di Facebook Fans Page

Saking pentingnya Facebook untuk bisnis, kini hampir semua bisnis, blogger dan brand memiliki sebuah fanpage Facebook. Dengan fanpage, maka pemilik bisnis dapat terhubung dengan mudah dengan fan atau basis penggemar mereka. Bukan rahasia lagi, fanpage dikenal sebagai media promosi yang sangat efektif. Anda sudah menggunakan kan pastinya?

Jika Anda ingin serius menggunakan fanpage sebagai salah satu tool bisnis Anda, tentu wajib hukumnya untuk merawat fanpage Anda dengan posting teratur. Sayangnya, kita seringkali tidak bisa selalu online di prime time alias jam- jam yang efektif untuk diterima pemirsa karena sedang sibuk dengan kegiatan lain. Selain itu, bisa- bisa tidak efisien waktu untuk melulu mencari konten di beberapa waktu yang berbeda.

Dengan menggunakan status terjadwal, kita bisa mengumpulkan materi pada satu waktu tertentu dan mengaturnya untuk muncul secara berkala sesuai tenggat waktu yang kita inginkan. Dengan begini, kita bisa membuat status kita muncul di prime time untuk dilihat lebih banyak pemirsa kita.

 

Cara Memposting Secara Terjadwal Langsung dari Akun Facebook

Memposting secara terjadwal pada dasarnya bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui akun Facebook Anda sendiri atau dengan bantuan third party alias pihak ketiga. Mana yang akan kita pelajari di postingan ini? Dua- duanya dong, biar nggak nanggung.

Tapi yang akan kita bahas terlebih dahulu adalah membuat status terjadwal langsung dari Facebook. Beberapa orang pada dasarnya lebih suka untuk memposting langsung dari Facebook karena dianggap lebih praktis dan cepat. Facebook sendiri juga memberi kemudahan user untuk menjadwalkan postingan statusnya dengan mudah.

Berikut ini adalah langkah- langkah yang harus diikuti :
1. Masuklah ke halaman #fanspage Anda, lalu klik pada bagian kotak dimana Anda biasa menulis status.
2. Tulis status Anda seperti biasa.
3. Jika biasanya Anda akan langsung klik ‘Publish’ atau ‘Posting’, kali ini klik tanpa drop down kecil disampingnya, disana Anda akan menemukan opsi memposting ‘Schedule’, ‘Backdate’ dan ‘Save Draft’.
4. Untuk menjadwalkan postingan Anda, pilih ‘Schedule’. Lalu akan muncul kotak dialog baru yang meminta Anda untuk menentukan tanggal dan jam detail postingan.

Lihat Gambar :

postingan,fanpage,status,facebook,terjadwal

5. Setelah menentukan jadwal postingan Anda, klik ‘Schedule’
Lihat Gambar :

status,postingan,facebook,jadwal

6. Done, status Anda sudah dijadwalkan dan akan terbit tepat di jam yang Anda inginkan.

Bagaimana cara melihat status terjadwal Saya?
Di halaman timeline, tepat di status terakhir, Anda dapat melihat ada notifikasi dari Facebook bahwa Anda memiliki postingan terjadwal yang akan muncul pada jam tertentu. Selain itu, Anda juga dapat melihat daftar postingan terjadwal Anda di menu Publishing Tools >> Scheduled Post, seperti di gambar bawah ini :

Lihat Gambar :

facebook,status,postingan,terjadwal

Dengan trik ini Anda bisa menjadwalkan banyak status sekaligus dalam satu waktu tertentu. Status yang Anda buat ini bisa berupa postingan teks, teks disertai gambar dan juga video. Untuk album sampai saat ini belum bisa dibuat postingan terjadwal kecuali menggunakan aplikasi tertentu dari pihak ketiga.

 

Cara Memposting Secara Terjadwal Dengan Pihak Ketiga

Untuk memposting secara terjadwal dengan pihak ketiga ini tidak akan Saya jelaskan secara detail, karena terdapat beberapa pihak ketiga yang menyediakan layanan ini. Mungkin di postingan yang terpisah akan Saya kupas secara tuntas ya :D.

Enaknya menggunakan jasa pihak ketiga ini adalah aplikasi ini biasanya bukan hanya untuk membuat postingan terjadwal fanpage Facebook saja, melainkan bisa digunakan untuk platform #socialmedia lain seperti Twitter, Instagram dan juga Google Plus. Beberapa situs yang menyediakan jasa layanan ini antara lain adalah Buffer dan Hootsuite.

Kedua situs ini pada dasarnya memberikan layanan gratis. Namun untuk menggunakan fitur yang lengkap, Anda bisa meng- upgrade ke paket tertentu. Misalnya untuk Hootsuite, jika Anda menggunakan paket yang gratis, maka Anda dibatasi hanya bisa memasukkan 3 jenis akun sosial media saja. Akun sosial media yang di-support Hootsuite antara lain #Facebook, Twitter, Google+, Linkedin, Instagram dan bahkan juga bisa untuk YouTube. Dengan upgrade ke paket Pro atau Business, Anda bisa mengelola postingan terjadwal Anda hingga untuk 50 akun sosial media dan juga mendapatkan berbagai fitur bombastis lainnya.

Sedangkan di Buffer, dengan akun gratis Anda bisa mendaftarkan satu akun per platform sosial media dengan batasan maksimal hanya 10 post per profil. Akun sosial media yang di-support Buffer antara lain adalah Facebook, Twitter, Linkedin, Google+, dan Pinterest ( upgrade ).

Untuk dapat menikmati layanan dari Buffer atau Hootsuite, Anda dapat mendaftarkan diri Anda ke situs mereka. Setelah terdaftar dan ter-verifikasi, Anda dapat mulai menghubungkan akun sosial media Anda ke website tersebut dan mulai menjadwal postingan- postingan Anda.

Dari kedua situs tersebut, Hoosuite adalah situs yang sudah sering Saya gunakan dan menurut Saya sangat bagus memangkas waktu dan tenaga. Selain itu, situs ini juga support Instagram, yang menurut Saya sangat sayang untuk dilewatkan.

Cara memakainya pun cukup mudah. Setelah menghubungkan akun yang ingin dibuatkan postingan terjadwal, kita dapat mulai membuat postingan terjadwal kita melalui menu Penerbit, kemudian di kotak ‘Kirim kepada’ kita memilih akun sosial media yang akan kita buat schedule post nya. Di kotak sampingnya, kita dapat membuat postingan kita dan memilih foto yang akan digunakan dan kemudian mengatur penjadwalan. Setelah itu, atur tanggal dan waktu dan klik jadwal. Anda juga membuat postingan langsung tanpa jadwal dengan mengabaikan pengaturan tanggal dan jam.

Lihat Gambar :

postingan,status,social media,hootsuite,terjadwal

Contoh postingan terjadwal di Hootsuite Saya, sengaja di-blur demi keamanan negara 😀

 

Dengan kedua cara yang berbeda tersebut, kini Anda dapat dengan mudah membuat status terjadwal untuk akun fanpage Facebook Anda. Anda bisa saja membuat postingan sekedar mengucapkan selamat pagi atau membuat postingan seru dan informatif lainnya. Terimakasih telah membaca postingan ini. Semoga bermanfaat.

Resmi: Peraturan Jumlah Teks  di Gambar Facebook Ads Kini Berubah

Resmi: Peraturan Jumlah Teks di Gambar Facebook Ads Kini Berubah

Di bulan April yang lalu, Twitter sempat dihebohkan dengan kabar bahwa Facebook Ads telah mengubah kebijakan 20% teks untuk gambar. Sayangnya, setelah para marketer dunia berdiskusi dan melakukan beberapa percobaan, ternyata hal itu hanya lah isu belaka. Meski demikian, beberapa marketer percaya Facebook tengah menguji kebijakan mereka dengan melakukan beberapa tes terkait pembatasan jumlah teks ini.

Di awal bulan Juni ini, sepertinya keinginan banyak marketer dunia agar pembatasan jumlah teks maksimal 20% di gambar ini dihilangkan mulai menemukan titik temu. Dikutip dari Jon Loomer, seorang ahli Facebook Ads kelas dunia, Facebook kini sudah resmi menghilangkan peraturan teksk 20% untuk gambar iklan. Kini, sangat kecil kemungkinan iklan Anda di tolak atau dihentikan hanya karena memuat teks lebih dari 20%. Kabar gembira, bukan??

Beberapa tahun yang lalu, meskipun menuai protes dari para marketer, Facebook teteup keukeuh untuk memberikan batasan untuk jumlah teks yang diperbolehkan di gambar iklan. Jika jumlah teks di gambar Anda lebih dari 20%, alamat iklan Anda tidak akan berumur panjang. Setiap marketer yang akan mengunggah foto mereka wajib untuk memastikan jumlah teks mereka kurang dari 20% dengan menggunakan grid #tool.

Dengan tools tersebut, gambar dapat diidentifikasi jumlah teksnya. Jika jumlah teks lebih dari lima kota, maka alamat iklan Anda akan ditolak atau tidak akan berumur panjang. Padahal, lima square tersebut tidak selalu penuh dengan teks. Cukup menyebalkan, ya? Dan tentu saja kasus seperti ini sering membuat pengiklan kebingungan. Apalagi para jasa pengiklan yang sering berhadapan dengan customer yang tidak paham aturan seperti ini.

 

Mengapa Facebook Mengubah Peraturan Teks 20% di Gambar Iklan??

Merasa heran dengan perubahan peraturan ini? Afsheen Ali, seorang Manager Marketing Facebook mengatakan bahwa perubahan ini untuk memudahkan pengiklan. Selain itu, riset dari tim sosial media ini sendiri juga menyatakan bahwa audiens lebih memilih gambar dengan teks yang lebih sedikit, sehingga meskipun gambar dengan banyak teks nanti disetujui, kemungkinan jangkauannya lebih sedikit dan biayanya menjadi lebih mahal.

Our research has shown that people demonstrate a preference for ads with less text. Previously, if 20% of an ad image’s area was text, it was not approved to run on Facebook, Instagram or the Audience Network. We’ve heard from some advertisers that this can be confusing, as it’s not always clear that an ad does not meet the policy requirements until after creative has been submitted. We are shifting to a new solution to improve this experience which allows advertisers more flexibility while still allowing us to maintain an enjoyable experience for people.

atau jika diterjamahkan kurang lebih seperti ini :

Riset kami telah menunjukan bahwa banyak audiens lebih memilih sebuah iklan dengan teks yang lebih sedikit. Sebelumnya, jika 20% dari area gambar adalah teks, maka iklan tidak akan disetujui untuk berjalan di Facebook, #Instagram atau jaringan pemirsa. Kami telah mendengar dari beberapa pengiklan bahwa hal ini dapat membingungkan, karena tidak selalu jelas bahwa iklan tidak memenuhi persyaratan kebijakan sampai setelah kreatif ( materi iklan ) di-submit. Kami beralih ke solusi baru untuk meningkatkan pengalaman beriklan yang memungkinkan lebih banyak fleksibilitas sekaligus masih memungkinkan kami untuk menjaga pengalaman menyenangkan untuk banyak orang.

 

Perubahan Ketentuan Teks dalam Gambar Iklan

Sudahkah Anda mencoba beriklan dengan jumlah teks yang lebih banyak dari sebelumnya? Dengan jumlah teks lebih dari 20%, iklan Anda tidak akan lagi ditolak oleh Google. Namun perubahan yang terjadi kini, semakin banyak teks dalam gambar Anda, maka kemungkinan jangkauannya akan lebih kecil dan biayanya menjadi lebih tinggi.

Facebook tidak akan lagi membagi area foto Anda ke dalam sebuah grid 5×5. Sebaliknya, di peraturan terbaru mereka, situs jejaring sosial ini akan membagi kepadatan teks Anda menjadi 4 kategori berbeda, yaitu :

  • OK
  • Low
  • Medium
  • High

Berikut ini adalah beberapa sampel kategori foto berdasarkan kategori yang dibagikan Facebook :

 Teks di Gambar Area : OK 

Semakin sedikit teks, maka performa iklan Anda berpeluang tampil lebih bagus
teks,gambar,facebook,facebook ads

Contoh Gambar dari Facebook :

teks,gambar,facebook,facebook ads

 Teks di Gambar Area : Low 

‘Your Ad’s Reach May be Slightly Limited’, jumlah jangkauan Anda akan sedikit dibatasi
teks,gambar,facebook,facebook ads,low

Contoh Gambar dari Facebook :

teks,gambar,facebook,facebook ads,low


 Teks di Gambar Area : Medium 
Menambahkan jumlah teks lebih banyak di gambar pertama dapat membuat jangkauan iklan Anda dibatasi
teks,gambar,facebook,facebook ads,medium
Contoh Gambar dari Facebook :

teks,gambar,facebook,facebook ads,medium

 Teks di Gambar Area : High 
Semakin banyak teks di gambar akan membuat iklan Anda semakin dibatasi. Dikawatirkan, jika Anda menggunakan gambar seperti yang ditunjukkan Facebook ini, maka iklan Anda tidak bisa benar- benar menjangkau audiens seperti yang Anda harapkan. Pikirkan lah kembali sebelum menggunakannya.
teks,gambar,facebook,facebook ads,high
Contoh Gambar dari Facebook :

teks,gambar,facebook,facebook ads,high

Pengecualian….
Facebook juga menambahkan bahwa peraturan ini tidak diaplikasikan pada jenis gambar sebagai berikut:

  • Poster Film
  • Cover Buku
  • Cover Album
  • Gambar Produk
  • Poster untuk konser/ festival, atau even tertentu
  • Brand/ bisnis yang berbasis teks, seperti kaligrafi, komik/ kartun dan sejenisnya
  • Screenshot aplikasi dan game
  • Teks legal
  • Infografis

Facebook Akan Meng- Update Tool Grid-nya Segera untuk Para Pengiklan
Meskipun perubahan peraturan ini sebenarnya terdengar menyenangkan, banyak pengiklan yang kawatir dengan jumlah teks yang mereka gunakan karena peng-kategorian ini bersifat ambigu. Artinya, jika dulu dengan tool grid mereka bisa mengira- ngira agar teks area mereka tidak sampai 20%, maka di peraturan baru ini mereka dibuat agak bingung menentukan apakah gambar mereka termasuk dalam kategori OK, Low, Medium atau High.

Tapi tidak perlu kawatir, Facebook sudah membaca hal ini ternyata. Dalam waktu dekat, Facebook akan meng- update tool grid mereka agar dapat mendeteksi kepadatan teks di gambar mereka dan meng-kategorikan gambar ke dalam salah satu kategori yang ada. Sebagai tambahan, kapan pun Anda membuat iklan di ad create tool atau power editor, Anda akan menerima peringatan apabila gambar Anda memuat terlalu banyak teks sehingga jangkauannya akan dibatasi oleh Facebook.

Kesimpulan…
Meskipun Facebook Ads kini menghilangkan peraturan 20% teks, tidak ada salahnya jika Anda tetap menggunakan acuan ini sebagai kontrol gambar iklan Anda. Semakin terkontrol jumlah teks yang Anda gunakan, maka performanya akan semakin baik. Sebaliknya, menggunakan terlalu banyak teks, meskipun iklan Anda tidak akan lagi ditolak oleh Facebook, akan membuat iklan Anda sulit dijangkau oleh audiens kecuali Anda menyediakan budget yang cukup besar. Bagaimana menurut Anda??