Type to search

Marketing

Apa itu Unique Selling Point (USP) dan Cara Menentukannya

Cara menentukan Unique Selling Point (USP)

Unique Selling Point (USP) merupakan salah satu nilai penting untuk sebuah perusahaan dan brand. Dengan mempunyai USP ini, sebuah brand akan mempunyai nilai jual unik yang membedakan merek mereka dengan ratusan kompetitor lainnya.

Kompetisi akan terus berkembang dalam dunia bisnis. Persaingan yang semakin ketat mungkin membuat kita khawatir.

Kita mungkin sudah membekali diri dengan banyak strategi marketing dan memberikan kualitas produk yang terbaik, tapi ini tidak akan mengubah tingkat kompetisi. Keberhasilan kita dalam mengidentifikasi USP ini lah yang akan membuat perbedaan signifikan.

Di artikel kali ini, Panda akan mengulas secara khusus tentang apa itu Unique Selling Point (USP), dan cara menentukannya. Selamat membaca!

Apa itu Unique Selling Point (USP)?

Persis seperti namanya, Unique Selling Point (USP) atau sering disebut Unique Selling Proposition adalah keunikan yang membedakan sebuah brand dari pesaingnya. USP membuat sebuah brand menjadi lebih menonjol dan menjadi faktor penting yang harus brand miliki dalam menjalankan bisnis yang sukses.

Saat membeli produk, konsumen biasanya mempunyai pertimbangan tertentu sebelum menjatuhkan pilihan. USP adalah salah satu alasan mengapa akhirnya mereka rela merogoh koceknya untuk membeli produk brand Anda, bukan dari kompetitor.

Karena tanpa USP, semua bisnis akan terlihat menawarkan produk yang sama. Calon konsumen akan bingung siapa yang harus mereka pilih. Pada akhirnya, mereka akan membeli pada brand yang tampak memberi keuntungan lebih untuk mereka.

Keuntungan ini lah yang kita sebut dengan USP alias Unique Selling Point tadi.

Cara Menentukan Unique Selling Point (USP)

Ilustrasi Unique Selling Point (USP)
Ilustrasi Unique Selling Point (USP)/ via IdeaBuddy

Setelah menyadari pentingnya USP untuk kelangsungan bisnis, langkah selanjutnya adalah menentukan USP untuk bisnis kita. Ada banyak metode yang bisa Anda lakukan, dan ini bergantung pada jenis bisnis yang Anda jalankan.

Berikut adalah beberapa cara ampuh yang bisa Anda gunakan untuk menentukan Unique Selling Point :

1. Ketahui Apa yang Customer Benar- benar Inginkan

Cara pertama yang bisa Anda gunakan dalam menentukan Unique Selling Point (USP) adalah memikirkan apa yang pelanggan benar- benar inginkan dari brand Anda. Misalnya saat Anda mempunyai bisnis kopi.

Pelanggan menginginkan bukan sekedar kopi dengan cita rasa yang nikmat dan khas. Tapi seklaigus tempat ngopi yang nyaman untuk nongkrong dan mempunyai spot foto yang menarik.

Jika hanya kopi yang sekedar enak dan khas saja, sepertinya semua brand kopi juga mempunyai hal ini. Namun apa yang membuat mereka lebih memilih brand Anda daripada tempat ngopi pada umumnya?

Jawabannya mungkin ada di tempat ngopi dengan ambience modern tapi menenangkan, kualitas pelayanan yang bagus, penyajian yang menarik, kebersihan tempat, dan sejenisnya. Berbagai aspek pendukung ini lah yang bisa Anda jadikan USP.

Untuk menemukannya, tentu Anda harus mempelajari apa yang benar- benar pelanggan inginkan.

Metode yang bisa Anda gunakan untuk mengetahui apa yang menjadi keinginan customer adalah melakukan survey pelanggan. Survey ini bisa Anda lakukan melalui media form yang memuat berbagai pertanyaan mengapa mereka lebih memilih bisnis Anda daripada tempat ngopi lainnya.

Selain itu, ajak pelanggan untuk menilai beberapa aspek penting dari bisnis Anda. Misalnya dalam hal bisnis kopi tadi, tanya Anda bisa meminta mereka menilai rasa kopi, cara penyajian, harga, pelayanan prima (excellent service), dan kecepatan pemesanan.

Setelah mendapatkan feedback yang cukup, Anda bisa melakukan evaluasi terhadap aspek- aspek tersebut. Anda juga bisa mengeksekusi apa yang pelanggan inginkan menjadi USP. Fokuskan strategi pemasaran dan pengembangan bisnis pada aspek- aspek tersebut.

2. Pelajari Perilaku & Motivasi Konsumen Saat Membeli Produk

Selain mengetahui apa yang konsumen inginkan dari brand Anda, cara selanjutnya adalah mempelajari perilaku dan motivasi konsumen saat membeli produk. Hal ini berkaitan erat dengan buyer persona yang pernah Panda ulas sebelumnya.

Buyer persona adalah gambaran rinci tentang siapa yang membeli dari brand Anda, apa yang mereka inginkan, dan bagaimana cara mereka menerima informasi tentang sebuah produk.

Dengan mengenali buyer persona, kita akan mendapatkan banyak wawasan tentang konsumen. Untuk mulai membuat buyer persona, Anda dapat membaca artikel Panda sebelumnya : Mengenal Buyer Persona : Pengertian, Manfaat & Cara Membuatnya.

3. Berikan Kepuasan Batin pada Konsumen

Dalam bisnis, penting sekali untuk mempelajari psikologi konsumen. Karena dengan memahami psikologi mereka, kita jadi mengerti seperti apa kepuasan batin yang konsumen inginkan dari produk yang kita jual. Ini bisa membantu brand Anda dalam menghasilkan USP yang efektif.

Beberapa contoh kepuasan batin yang bisa kita berikan kepada konsumen antara lain :

3.1 Charity (Amal)

Charity akan membuat konsumen mendapatkan kepuasan batin tersendiri. Mereka akan merasa bahwa mereka bukan sekedar menikmati sebuah produk, tapi juga berkontribusi untuk membantu seseorang yang membutuhkan.

Untuk menerapkan metode ini, staf bisa menawarkan donasi secara tidak langsung di saat pembelian. Atau bahkan menonjolkan campaign charity dan donasi di campaign media sosial.

3.2 Gaya Hidup Sehat

Jika produk Anda berkaitan dengan nutrisi atau good consumer, gaya hidup sehat bisa menjadi bagian kampanye yang meningkatkan kepuasan batin konsumen. Mereka yang membeli produk Anda karena motivasi yang kuat biasanya akan menularkannya pada orang lain.

3.3 Prestige (Gengsi)

Dalam muatan gengsi, ada perasaan bangga yang konsumen rasakan saat mereka mengenakan produk Anda. Hal ini biasanya berkaitan dengan kualitas dan prestige sebuah merek.

Misalnya saja brand Apple. Brand ini terkenal dengan harganya yang mahal namun mempunyai prestige yang kuat di mata penggunanya.

3.4 Ramah Lingkungan

Kepedulian pada alam dan lingkungan juga menarik konsumen untuk melakukan hal yang sama. Poin ini bisa menjadi kampanye brand yang positif di mata konsumen.

Konsumen pun ikut bangga menjadi bagian dari pelanggan karena merasa berkontribusi dalam membantu lingkungan.

4. Mengintip USP Kompetitor

Mengintip USP kompetitor bukan berarti mencontek habis USP mereka. Karena mencontek USP yang sudah melekat erat pada brand tertentu, justru membuat USP kita tidak menarik.

Kita mengintip USP kompetitor untuk tujuan yang berbeda. Antaralain untuk mencari tahu apa yang kurang dari mereka, sehingga kita bisa menggunakan kelemahan kompetitor untuk menciptakan USP terbaik demi kepentingan bisnis kita.

Cara yang bisa kita gunakan dalam metode mengintip USP kompetitor ini :

4.1 Tes Pengalaman Berbelanja di Kompetitor

Cobalah untuk mengunjungi toko kompetitor, baik online maupun offline. Tujuannya adalah untuk mengetahui tentang sistem yang mereka jalankan dan bagaimana cara mereka menangani pesanan. Perhatikan setiap aspek secara mendetail, seperti cara transaksi, desain website, layanan pelanggan, kualitas layanan, stok produk, dsb.

4.2 Cek Ulasan Pelanggan

Cek ulasan pelanggan yang ada di website atau fitur Google Bisnis atau media sosial. Simak apa yang menjadi keluhan pelanggan dan apa yang mendapat apresiasi dari pelanggan.

4.3 Buat Analisa Pengalaman

Catat aspek ke dalam dua kategori berbeda, mana yang bagus dan mana yang kurang. Baik dari pengalaman saat berbelanja,dan juga ulasan pelanggan.

4.4 Buat Kesimpulan dan Tentukan USP

Brainstorming dengan tim tentang apa yang sudah Anda temukan dan mulai buat USP untuk brand Anda. Misalnya jika keluhan terbesar dari pelanggan kompetitor adalah pelayanan yang lambat, artinya kualitas pelayanan Anda harus super dan mengesankan.

Jika pelanggan mengeluh karena minimnya metode pembayaran, Anda bisa menyediakan payment gateway yang lebih beragam untuk toko Anda.

Contoh Unique Selling Point (USP) dari Brand Populer Dunia

Menurut Shopify, cara terbaik untuk memahami dan menentukan Unique Selling Point (USP) adalah dengan mengamati beberapa contoh langsung.

Berikut adalah beberapa contoh USP dari brand populer dunia yang bisa menjadi referensi Anda :

1. Starbucks

Starbucks Coffee

Anda pasti sudah tidak asing dengan nama brand yang satu ini. Berawal dari kedai kopi kecil di Washington, Starbuck kini sudah mempunyai banyak gerai di seluruh dunia.

Apa yang membuat Starbucks begitu fenomenal di banyak negara? Tentu saja karena mereka mempunyai USP yang tepat, yaitu sebagai gerai kopi premium.

Harga kopi Starbucks ini tentunya jauh lebih mahal daripada kopi ala- ala minimarket atau warung kopi biasa. Namun, mengapa mereka terus diminati dan semakin sukses?

Salah satu faktornya adalah konsistensi mereka dalam menjual kopi premium. Harga kopi mereka memang mahal, naun soal kualitas, tidak perlu diragukan lagi. Mereka juga menyediakan tempat ngopi dengan ruangan yang terasa nyaman untuk anak muda, hingga pebisnis.

Dengan konsistensi dan fokus meningkatkan kualitas kopi premiumnya, Starbuck mempunyai USP yang membuat mereka unik dan menonjol dari kompetitornya.

2. Tom Shoes

Contoh Unique Selling Point (USP) Tom Shoes

Secara produk, Tom Shoes pada dasarnya menjual produk yang sama seperti produsen sepatu lainnya. Namun di tahun 2006, meluncurkan sebuah kampanye yang menarik.

Produsen dari Tom Shoes meluncurkan program ‘One for One’ dimana mereka akan mendonasikan sepasang sepatu untuk setiap sepatu terjual. Kampanye ini kemudian menjadi titik unik penjualan mereka selama beberapa tahun setelahnya.

Tujuan dari program ini sendiri adalah membantu mereka yang kurang beruntung. Dengan campaign charity ini, pelanggan yang mempunyai visi sama akan mendukung dan meilih membeli sepatu dari brand ini.

USP ala Tom Shoes adalah memberikan kepuasan batin tersendiri untuk konsumen. Mereka bisa membeli sepatu dengan kualitas baik yang mereka inginkan, dan berbuat baik di waktu bersamaan.

3. Zappos

Zappos adalah toko online yang fokus menyediakan sepatu, pakaian, dan aksesoris. Produk mereka berkaitan dengan fashion tapi mereka mempunyai USP yang terbilang menarik.

USP ini yaitu pengiriman dan pengembalian barang secara gratis. Konsumen kerap dihadapkan dengan situasi khawatir tidak mempunyai ukuran yang pas di kaki saat membeli sepatu online.

Dengan garansi yang mereka berikan, Zappos ingin pelanggannya tidak lagi ragu untuk memesan sepatu dari online. Kalau ukuran tidak sesuai, toh mereka bisa mengembalikannya.

Meskipun apa yang mereka lakukan ini bisa memangkas keuntungan, tapi Zappos berhasil membuat USP yang menjadi daya tarik unik untuk konsumen. Zappos juga berhasil membangun loyalitas pelanggan dengan USP yang mereka miliki ini.

Kesimpulan

Unique Selling Point (USP) adalah faktor vital dalam sebuah bisnis. Karena dengan menemukan dan menentukan USP yang tepat, bisnis kita akan lebih dilirik oleh calon konsumen.

USP bisa menjadi senjata ampuh untuk kelangsungan bisnis jangka panjang, sekaligus menjadi bagian dari loyalty program yang menarik. Dari keseluruhan artikel ini, resume dari cara menentukan Unique Selling Point adalah sebagai berikut :

  • Posisikan diri sebagai konsumen dan ketahui apa yang mereka inginkan.
  • Pelajari perilaku dan motivasi konsumen saat membeli sebuah produk.
  • Strategi kepuasan batin sangat ampuh untuk memikat pelanggan dan menjadikan mereka loyal.
  • Intip dan pelajari USP kompetitor.

Sudah siapkah Anda menerapkan USP untuk bisnis Anda sendiri?

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.