8 Kesalahan yang Dapat Membuat Startup Anda Gagal di Tengah Jalan

Mendirikan startup, sebaiknya bukan hanya mengikuti trend terkini saja. Ada banyak modal yang dibutuhkan ketika Anda mendirikan model bisnis ini. Modal disini bukan hanya melulu soal uang atau pendanaan, melainkan juga ilmu pengetahuan, pengalaman, keberanian, kreatifitas, partner dan mental.

Tentu saja para pendiri startup akan ngotot bahwa mereka tidak ingin melakukan kesalahan apa pun dan berusaha mati- matian untuk menghindarinya. Namun, betapa pun Anda berhati- hati, kadang ada saja yang bisa membuat Anda tergelincir, dan seringkali ini justru datang dari hal sepele yang tidak Anda sadari. Dari hal yang remeh temeh tersebut, hal ini bisa mengakibatkan bisnis Anda jatuh, berhenti di tengah jalan, gagal total atau hancur lebur. Tapi jangan patah semangat, bukan kah gagal itu bagian dari kesuksesan yang lebih besar? Ya, ada banyak hikmah yang dapat kita ambil dari kegagalan tersebut.

Beberapa Jenis Kesalahan yang Bisa Membuat Startup Anda Berhenti

Ada beberapa hal mendasar yang sering terjadi yang dapat mengakibatkan #startup Anda gagal. Permasalahan tersebut seringkali berakar dari kecerobohan Anda yang tidak membuat solusi untuk masalah yang dialami oleh konsumen Anda. Namun di penjabaran yang lebih luas lagi, ada beberapa kesalahan lain yang dapat membuat startup Anda gagal. Mari kita pelajari bersama :

1. Terlalu Memaksakan Diri untuk Berjuang Sendirian
Berani untuk menjadi single fighter alias berjuang sendirian itu bagus. Modal nekat memang seringkali menjadi senjata semangat yang mematikan. Tapi ingat lah juga bahwa berjuang sendirian berarti menanggung resikonya sendirian juga. Lagi pula, tidak ada salahnya kan berjuang bersama seorang partner yang memiliki kesamaan misi dan visi? Apalagi jika partner Anda memiliki keahlian tertentu? Maka kalian dapat melengkapi kekurangan satu sama lain.
Dengan memiliki partner yang tepat juga, Anda akan memiliki tenaga ekstra untuk menyelesaikan setiap kerikil tajam yang hadir dalam perjuangan mendirikan startup. Ketika ada sesuatu yang menjatuhkan Anda, maka Anda memiliki kemampuan yang lebih besar untuk segera bangkit dari keterpurukan. Tentu saja ada banyak untungnya kan memiliki partner yang sejalan? Jadi, kenapa tidak?

2. Anda Memiliki Target Market yang Kecil
Memilih target pasar dengan persaingan yang rendah mungkin akan membuat Anda merasa aman sementara dan meraup keuntungan dengan margin yang besar. Tidak sedikit para pengusaha startup yang memilih target market yang kecil untuk menghindari persaingan yang besar. Padahal, target market yang kecil bukan berarti tanpa kendala. Masing- masing pasti ada plus minusnya.

Cobalah lakukan tes market terlebih dahulu sebelum benar- benar meluncurkan startup Anda. Jangan focus memilih target market kecil dengan harapan persaingan akan lebih lengang. Anda juga tidak perlu takut untuk memilih target yang lebih besar, karena meskipun persaingan ketat, Anda akan belajar banyak hal disana. Selain kaya akan pengalaman baru, Anda juga sudah memiliki market yang teredukasi sehingga proses pengembangan akan menjadi lebih mudah. Yang perlu diingat, Anda tidak perlu terburu- buru dalam menentukan target market ini. Lakukan lah analisa dengan sebaik mungkin.

3. Merekrut Personil yang Buruk
SDM yang buruk tentu sebuah kerugian untuk perusahaan mana pun, terutama untuk startup yang memulai dari bawah. Untuk mendapatkan personil yang berkualitas untuk membantu bisnis Anda berkembang, lakukan lah seleksi yang cukup ketat. Bukan hanya memandang darii segi tingkat pendidikan, tapi juga karakter dan integritas sebagai faktor terpentingnya. Suka atau tidak, nyatanya salah dalam memilih personil akan memberikan dampak buruk yang berkepanjangan untuk startup Anda.

4. Pemilihan Lokasi yang Tidak Tepat
Tidak semua pebisnis mempertimbangkan lokasi sebagai factor penting untuk bisnisnya. Namun, bisa jadi lokasi memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap berkembangnya sebuah startup. Misalnya Anda mendirikan sebuah startup di wilayah yang masih miskin infrastruktur dan fasilitas lainnya, tentu hal ini dapat menjadi kendala yang serius untuk bisnis Anda. Pastikan Anda memilih lokasi dengan infrastruktur yang cukup baik untuk bisnis Anda.

5. Anda Menggunakan Platform yang Salah dan Tidak Menyadarinya
Platform adalah bagian penting untuk sebuah startup tumbuh dan berkembang. Beberapa platform yang dimaksud disini adalah media bekerja, bahasa pemrograman, software pendukung, hingga jenis teknologi apa yang akan digunakan. Di awal berdiri, banyak startup yang cenderung memilih platform dengan harga terjangkau demi hemat biaya, tanpa melihat lebih detail fitur yang ditawarkan.

6. Kurang Matang dalam Launching
Kesan pertama sudah seharusnya menggoda. Menurut beberapa study, ketika market memberikan respon positif terhadap startup yang baru di launching, maka besar kemungkinan startup tersebut akan cepat berkembang dan mudah berkibar. Sebaliknya, jika dalam periode launching kurang mendapatkan sambutan dari pasar, maka startup Anda berpeluang untuk tumbuh apa adanya.

Maka dari itu, pastikan startup Anda cukup matang untuk diluncurkan. Jangan terlalu cepat dan buru- buru, jangan juga terlalu terlambat dan member celah untuk competitor mencuri ide gemilang Anda. Pertimbangkan baik- baik dan diskusikan dengan tim Anda kapan moment terbaik startup untuk diluncurkan. Usahkan untuk langsung mendapatkan respon yang positif dan reputasi yang baik.

7. Anda Bernafsu untuk Cepat Mengejar Keuntungan
Meraih keuntungan maksimal memang sudah pasti menjadi ekspektasi setiap bisnis yang akan diluncurkan. Namun, sebelum berpikir tentang keuntungan, pikirkan lah dengan seksama tentang kepuasan konsumen Anda. Pastikan konsumen Anda bahagia dengan produk atau layanan yang startup mu sajikan. Apa pun tipe bisnis Anda, tempatkan lah konsumen sebagai yang utama. Jika Anda berhasil membuat mereka puas, secara otomatis reputasi startup Anda akan meroket dan ini adalah sinyal awal bahwa bisnis Anda akan meraih pintu gerbang kesuksesan.

Sebaiknya, terlalu bernafsu mengejar keuntungan akan membuat startup Anda terjungkal, konsumen kecewa dan reputasi Anda meredup. Anda bisa menebak bagaimana ending-nya kan? Mau hal ini terjadi? Saya yakin jawabannya pasti tidak.

8. Anda Berselisih dengan Partner Pendiri dan Manajemen
Perbedaan pendapat bisa muncul kapan saja dan dimana saja. Namun usahakan, apa pun perbedaan tersebut jangan sampai menciptakan perselisihan antar manajemen apalagi pendiri. Pendiri yang saling menyerang dan tidak akur adalah awal kehancuran sebuah startup. Selain mempengaruhi suasana kerja menjadi tak nyaman, secara perlahan tapi pasti manajemen dan komunikasi Anda akan menjadi semakin berantakan dan menuju jurang.

 

8 point di atas mungkin sering terjadi tanpa kita sadari. Maka dari itu, penting untuk memiliki merencanakan setiap hal yang akan Anda lakukan untuk startup Anda. Sadari juga bahwa seberapa teliti Anda, membuat kesalahan itu selalu mungkin sehingga Anda dapat semakin berhati- hati dalam melaksanakan misi Anda. Selamat mencoba! Semoga artikel ini menginspirasi Anda.

Resign Demi Fokus ke Bisnis Online dan Startup? Pertimbangkan Dulu Hal Ini?

Jika sudah menghasilkan ‘ikan paus’ secara rutin dari bisnis online, memang sudah sewajarnya jika kita ingin fokus beternak ‘ikan paus’ dan mundur dari pekerjaan kita di perusahaan swasta/ negeri. Apalagi di #socialmedia seperti Facebook banyak teman- teman Anda yang membuat status yang membuat Anda merasa panas dingin dengan sliweran ‘Udah resign ajaaa………’. Resign nya sih memang enak, tapi sudahkah Anda benar- benar mempersiapkan diri dengan matang?

Bisa dibilang, Indonesia adalah surganya bisnis online. Bagaimana tidak… dengan jumlah penduduknya yang luar biasa dan kultur masyarakat yang konsumtif, Indonesia menyimpan potensi yang gila untuk membuat setiap bisnis online dan startup mudah laris manis. Meskipun startup baru kerap muncul setiap bulannya, startup lama pun tetap unjuk gigi dan persaingan berjalan dengan sangat kompetitif.

Kini, hampir setiap online marketer ingin mendirikan startup dan resign dari pekerjaan mereka. Tentu saja ini sangat positif dan sah- sah saja. Tapi… tentu ada beberapa hal yang wajib menjadi pertimbangan. Mengapa? Karena mendirikan startup atau bisnis lainnya selalu ada ups and down. Tidak sama dengan menjadi karyawan yang selalu mendapat gaji bulanan dan THR tahunan. Menjadi pengusaha, selain Anda siap dengan ikan paus Anda harus waspada juga bila terhadap resiko untuk mendapatkan ikan teri. That’s entrepreneur life.

 

Pertimbangkan 3 Hal Ini Sebelum Anda Mantap Resign untuk Bisnis Online dan Startup

Sudah mantap untuk resign demi memaksimalkan bisnis online atau mendirikan startup baru? #Resign atau memulai bisnis, keduanya membutuhkan persiapan. Baik lah, setidaknya ada 3 hal yang wajib menjadi perhatian Anda kali ini :

1. Anda Memiliki Model Bisnis yang Jelas dan Siap Bersaing
Meskipun di atas tadi sempat Saya singgung bahwa Indonesia itu surga, bukan berarti Anda akan kebagian enak terus dalam berbisnis.  Jika ingin lebih sering enak dan nyaman, tentu persiapannya harus matang. Salah satunya adalah dengan memiliki model bisnis yang jelas. Startup atau bisnis Anda harus memiliki konsep yang bisa terus berkembang dan terus berjalan di segala kondisi. Anda harus dapat memahami kemauan pasar dan mempunyai pengalaman dalam menjangkau pasar Anda sehingga meskipun persaingan semakin ketat, Anda tidak tenggelam begitu saja. Bagaimana cara mendapatkan pengalaman tersebut? Tentu saja karena Anda sudah sempat menjajaki bidang yang ingin Anda tekun itu dalam kurun waktu tertentu. Jadi, tentu saja tidak asal resign, kan?

3. Anda Memiliki Produk yang Siap Bersaing
Jika sudah memiliki konsep bisnis yang matang, maka pastikan produk Anda juga siap. Siap disini berarti Anda sudah pernah menguji produk Anda ke pasar dan produk Anda mendapatkan respon yang baik dari pasar. Produk Anda harus berkualitas, bermanfaat untuk konsumen, siap bersaing dan inovatif. Percaya lah, di bisnis online, Anda tidak sedang sendirian. Produk Anda, apa pun jenisnya, pasti memiliki ‘teman’. Untuk dapat eksis dalam jangka waktu yang lama, Anda harus lebih unggul dari ‘teman’ Anda. Sebagai catatan, jika menyangkut soal kualitas, sebenarnya bukan hanya produk saja ya, tapi juga Anda harus memiliki layanan yang prima untuk konsumen.

4. Temukan Partner untuk Tumbuh Bersama
Mengapa harus sendiri kalau bersama- sama akan menjadi lebih mantap dan menjadi lebih hebat? Temukan lah partner yang dapat membantu Anda mengembangkan #startup Anda. Tidak mudah memang menemukan partner ahli yang sejalan, tapi dengan melakukan riset dan membuka diri, Anda pasti akan menemukan partner untuk menjadikan bisnis online atau startup Anda menjadi lebih sensasional.

Beberapa keuntungan ketika Anda menemukan partner ahli antara lain dapat menyusun rencana untuk mengembangkan startup, menggabungkan variasi ide, mengeksekusi sesuai keahlian masing- masing dan juga ada teman untuk menanggung resiko bersama. Karena akan ada hal yang akan kalian bagi bersama, maka teliti dan sabar lah untuk mencari partner bisnis ini.

4. Persiapkan Tabungan Resiko
Siapa sih yang berani menjamin mendirikan startup dan fokus di bisnis akan selalu untung? Pengusaha yang sudah berpengalaman pun menyadari bahwa kerugian adalah bagian dari permainan. Maka dari itu, sebelum Anda resign, pastikan Anda sudah memikirkan hal ini dan juga sudah menyiapkan tabungan resiko jika saja bisnis Anda tidak berjalan sesuai rencana. Lho, belum apa- apa kok sudah pesimis? Mempersiapkan resiko tidak ada hubungannya dengan pesimis sama sekali. Resiko adalah bagian dari hidup yang wajib kita persiapkan. Khususnya jika Anda sudah berkeluarga, tentu saja Anda harus memikirkan tentang resiko ini lebih serius lagi karena ada pertanggungjawaban ekstra. Tabungan resiko ini juga dapat Anda gunakan untuk cadangan membiayai startup Anda jika membutuhkan dana tambahan tanpa harus terjebak pada hutang dengan bunga yang tinggi.

Bagaimana? Anda sudah mempertimbangkan 4 point di atas dengan seksama? Jika Anda sudah siap dan mantap, ayo resign sekarang juga!

5 Tips Penting untuk Meningkatkan Kepercayaan dan Reputasi Toko Online Anda

5 Tips Penting untuk Meningkatkan Kepercayaan dan Reputasi Toko Online Anda

Kepercayaan dan reputasi adalah modal penting untuk sebuah toko online. Dengan dua hal tersebut, maka transaksi dalam toko online Anda akan lancar jaya dan laris manis. Meskipun toko online sudah hits, namun di era yang rawan penipuan seperti ini, tidak sedikit orang yang masih ragu untuk bertransaksi secara online. Ini lah kenapa Anda harus terus berupaya untuk meningkatkan kualitas online shop Anda.

Apa saja keuntungannya jika toko online Anda memiliki reputasi yang bagus di mata customer? Yang pasti mereka akan yakin untuk membeli di toko Anda. Ketika mereka membeli dan mendapatkan apa yang mereka inginkan, repeat order bisa terjadi dan Anda dapat menjangkau pasar yang lebih luas karena customer yang puas akan cenderung menyebarkan informasi tersebut kepada orang- orang di sekitar mereka. Mau kan punya online shop yang laris manis? Kalau iya, silahkan meneruskan membaca artikel ini ^_^


Tips Agar Toko Online Anda Dipercaya oleh Konsumen Online

Tentu saja reputasi dan kepercayaan bukan lah yang mudah untuk didapatkan. Namun bukan berarti tidak bisa! Ikuti lah tips ini dan secara perlahan toko online Anda akan memiliki nilai ‘trust’ yang mantap di mata konsumen :

1. Menggunakan Domain .co.id
Apa sih domain .co.id? Wajib kah? Domain .co.id adalah domain resmi yang digunakan oleh website- website local di Indonesia. Website dengan menggunakan domain ini sudah pasti memiliki nilai trust yang tinggi karena berarti si pemilik serius dalam menggarap bisnis nya. Domain jenis ini pun adalah jenis domain yang tidak bisa sembarang didapatkan. Untuk mendapatkannya, si pemiliki harus memiliki dokumen resmi seperti KTP, SIUP, dokumen penunjang lainnya dan juga surat pernyataan bahwa domain yang di register berbeda dengan nama perusahaan.

Wah, ribet dong harus ada SIUP segala? Yes, memang. Maka dari itu, tidak semua bisnis bisa memiliki domain ini. Untuk memiliki domain ini memang prosedurnya cukup njelimet. Maka dari itu, hanya orang- orang yang memang serius dengan bisnis nya lah yang mau mendapatkan domain .co.id ini.

2. Menerima COD, Meskipun Ada Syarat dan Ketentuan
Jika dari awal Anda menegaskan menolak system COD, maka konsumen bisa langsung skeptis dan berpikir toko online Anda tidak kredibel atau mau melakukan penipuan. Padahal tidak gitu juga, ya? Untuk mengatasi ini, usahakan terima lah transaksi COD dengna syarat dan ketentuan tertentu sesuai dengan kemampuan atau kapasitas #bisnisonline Anda saat ini.

Misalnya Anda hanya bisa melakukan COD untuk wilayah Jakarta Barat saja, atau COD untuk minimal belanja Rp 100.000. Dengan kesepakatan dan fasilitas yang Anda berikan, maka konsumen akan nyaman dan puas dengan toko Anda. Bukan hal yang tidak mungkin bila selanjutnya konsumen tersebut menjadi pelanggan Anda, bukan?

3. Kumpulkan Testimoni Pelanggan
Testimoni pelanggan ini hukumnya wajib. Bukan hanya membuat konsumen percaya pada online shop Anda, tapi testimoni secara tidak langsung juga dapat merayu konsumen agar membeli produk Anda. Jadi, sediakan lah halaman khusus yang memuat testimoni pelanggan yang sudah membeli. Untuk testimoni ini usahakan berupa screenshot percakapan di text messeging atau social media, seperti BBM, WhatsApp, Facebook dan lain sebagainya. Tipe testimoni ini memiliki kekuatan tersendiri daripada teks yang ditulis ulang.

4. Verifikasi Toko Online mu di PolisiOnline.com
Jika Anda sering mengunjungi toko online, maka Anda bisa jadi cukup familiar dengan badge ‘verified by Polisi Online’, kan? Nah, Anda juga dapat melakukan tips ini untuk toko online Anda. PolisiOnline.com ini sendiri adalah sebuah web portal yang dibuat untuk menganalisa mana saja toko yang jujur dan mana yang penipu. Kunjungi lah web nya dan daftarkan toko online Anda untuk direview dan selanjutnya diverifikasi. Jika online shop Anda lulus tes, maka akan dimasukkan ke dalam kategori toko online yang aman. Disini Anda akan mendapatkan badge “verified by Polisi Online” yang dapat dipasang di website Anda. Jika Anda tidak bisa mendapatkan domain .co.id, setidaknya cara ini cukup membantu meningkatkan reputasi ‘trust’ Anda.

polisi online,toko online

5. Jangan Kecewakan Konsumen
Jika ingin toko online Anda sukses dan dipercaya, jagalah kepuasan pelanggan. Jangan menjanjikan sesuatu yang tidak dapat Anda penuhi. Jangan juga PHP konsumen  dengan memajang produk bagus, namun ternyata produk yang Anda berikan tidak sesuai. Ada juga pemilik toko yang mengatakan produknya original, padahal ternyata hanya KW. Hal- hal seperti ini kerap tidak sadar membuat pelanggan kecewa dan akhirnya mereka lari ke kompetitor dan menyebarkan informasi buruk untuk toko dan produk Anda. Kalau sudah seperti ini, siapa pihak yang paling dirugikan? Nah, berpikirlah dua kali sebelum melakukan tindakan yang merugikan konsumen.

Jika Anda serius ingin membangun toko online Anda, maka sangat penting untuk menjaga kepercayaan calon konsumen. Jadi, mari lakukan itu!

Strategi Menghadapi Toko Online yang Sepi dan Menurun Omsetnya

Strategi Menghadapi Toko Online yang Sepi dan Menurun Omsetnya

Apapun jenis bisnis, termasuk toko online, pasti kerap mengalami dinamika naik turun. Ada kalanya bisnis dengan tingkat kesulitan yang tinggi dapat laris manis seperti menjual kacang goreng. Ada kalanya juga menjual barang yang sudah luas marketnya terasa amat sulit.  Atau bisa juga juga bisnis Anda yang biasanya selalu mencetak omset tinggi tiba- tiba sepi. Ini mungkin terjadi? Sangat mungkin dan terjadi dimana saja!

Ketika bisnis mengalami penurunan, banyak pebisnis, khususnya pemula yang langsung pesimis dan menjadi pasif, alias tidak mengoreksi dan melakukan inovasi apa- apa. Padahal, ketika hal ini terjadi, ini adalah pertanda bahwa bisnis Anda sedang diuji. Jika Anda pesimis dan tidak melakukan apa- apa, maka bisnis Anda akan semakin jatuh dan tenggelam, karena persaingan yang semakin ketat dan kompetitor Anda selalu melakukan perbaikan di segala hal. Sebaliknya, jika Anda mengoreksi diri dan melakukan perbaikan, maka bisnis Anda akan selamat dari badai cobaan dan bahkan menjadi semakin kokoh berdiri.

Tips Menghadapi Toko Online yang Sedang Sepi

Jika Anda pelaku bisnis online dan kerap mengalami sepi pesanan dan mulai pesimis, sebaiknya Anda rubah dulu mindset dan perilaku Anda. Bisnis online adalah jenis bisnis yang paling mudah dijalankan dan memiliki ratusan bahkan ribuan kompetitor. Ikuti lah #tipsbisnis berikut ini untuk menghadapi bisnis online Anda yang sedang sepi :

1. Fokus Mengamati, Menganalisa dan Memperbaiki
Percaya lah, setiap bisnis pasti mengalami dinamika sepi – ramai. Khususnya jika bisnis Anda masih baru saja dirintis, dinamika ini akan menjadi godaan yang luar biasa. Ketika ini terjadi, lakukanlah pengamatan terhadap produk yang Anda pasarkan, kualitas pelayanan dan juga apakah pelanggan memiliki akses yang mudah ke produk Anda. Setelah melakukan pengamatan, coba tulis analisa Anda terhadap pengamatan tersebut di kertas. Buat garis besar dan urutkan faktor mana saja yang perlu diperbaiki pertama hingga terakhir. Setelah Anda mendapatkan data analisa tersebut, mulai lah perbaikan maksimal. Dengan perbaikan, bisnis online Anda akan bangkit kembali dan menjadi lebih baik.

2. Lakukan Update Produk Menjadi Lebih Variatif dan Kreatif
Normalnya para pelanggan akan lebih senang jika dapat memilih beragam variant produk yang berbeda. Mereka akan merasa memiliki banyak pilihan dan menjadi tidak mudah bosan. Selain itu,nilai pulusnya, mereka dapat menjadi pelanggan setia kita dan senang mengikuti perkembangan toko online kita.

Misalnya Anda memiliki toko online berupa fashion sport, maka selain jersey tim sepakbola, sediakan lah juga jaket bola, jaket training, aksesori tim, kaos bola,  singlet bola dan sebagainya. Pundalam hal fashion wanita, selain dress, maka pertimbangkan juga untuk menyediakan jaket, rok, kaos, scarf dan sebagainya. Hal ini juga berlaku untuk warna ya. Sedangkan jika produk Andalebih ke makanan atau kuliner, maka strateginya sama dengan varian produk dan juga variant rasa yang berbeda.

3. Berani Tampil Beda dan Unik
Jika Anda menjual produk fashion seperti dress, kaos, sepatu atau aksesoris, tentu sudah pasti toko online ‘tetangga’ juga menjual produk yang berbeda. Maka dari berinovasi lah untuk terlihat sedikit berbeda dari bisnis online yang lain. Anda mungkin dapat menambahkan beberapa jenis produk handmade, etnik, retro atau tradisional dengan tampilan yang berbeda dan eksklusif. Dengan sentuhan inovasi, toko online Anda akan memiliki daya tarik yang berbeda.

4. Berikan Bonus dan Reward kepada Pelanggan
Jika Anda memiliki beberapa pelanggan setia, jangan pernah sungkan atau pelit untuk memberikan binus kepada mereka. Bonus, betapa pun kecilnya akan membuat pelanggan Anda merasa senang dan merasa dihargai. Bonus yang dapat Anda berikan pun bisa beragam bentuknya, seperti bonus potongan harga, potongan ongkos kirim, voucher belanja dan sebagainya.

Ketika Anda memberikan bonus kepada pelanggan, pastikan juga Anda tidak rugi. Tidak masalah jika margin untung Anda menjadi lebih sedikit, nyatanya strategi ini cukup ampuh untuk menjaga pelanggan Anda tetap setia dan tidak loncat ke toko online lainnya. Anda bisa juga mengatur strategi ini untuk diadakan setiap pembelian ke 3, 6, 9, dst sehingga pelanggan termotivasi untuk berbelanja lagi, di sisi lain, Anda tetap sering mendapatkan margin untung yang sama. Oke untuk dicoba, kan?

5. Jangan Sepelekan, Pemasaran Offline dan Online Sama Pentingnya
Jika Anda selama ini berpikir jualan online yang hanya melulu tentang pemasaran online seperti marketplace, social media, chat, atau forum jual beli, maka rubahlah mindset Anda. Mulai lah untuk giat mengikuti event offline agar bisnis online Anda semakin menjangkau banyak orang dan semakin dikenal. Anda mungkin dapat mengikuti bazaar, pameran atau even sejenis lainnya. Siapkan kartu nama atau brosur mini yang memuat identias #bisnisonline Anda dan juga produk Anda. Semakin banyak orang yang mengenal toko online Anda, maka semakin besar peluang Anda untuk semakin memantapkan langkah kaki.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa ada banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk menghadapi bisnis Anda yang sedang sepi dan menurun omsetnya. Bisnis online itu seru dan menyenangkan, jadi gali lah lebih banyak strategi untuk menjaga bisnis Anda, dan memaksimalkannya. Dengan optimis, kerja keras dan terus inovati, bisnis online Anda pasti besar dan kokoh.

Terimakasih sudah membaca. Semoga bermanfaat ^_^

Cara Memulai Bisnis Online Mudah dan Menguntungkan Untuk Pemula

Cara Memulai Bisnis Online Mudah dan Menguntungkan Untuk Pemula

Memulai bisnis online bisa sangat mudah sekaligus sulit. Bagi pemula yang belum punya pengalaman sama sekali, #bisnisonline tampak sebagai sesuatu yang masih terawang- awang, alias baru bisa sekilas membayangkan tapi masih bingung untuk melangkah kemana. Artikel di Google tentang bisnis online memang bertebaran dengan ratusan versi yang berbeda. Jika Anda masih belum tahu pasti apa yang akan dilakukan, tentu artikel- artikel tersebut justru akan membuat Anda menjadi semakin bingung.

Maka dari itu, penting sekali mengetahui dasarnya sebelum Anda melangkah jauh. Ketahuilah dahulu jenis- jenis bisnis online yang dapat dijalankan, ketahui juga minat Anda, resiko dan tingkat kesulitannya. Membangun bisnis online pun butuh keseriusan jika Anda ingin bisa melangkah jauh dan tidak hanya berjalan di tempat yang sama. Selain itu, mental positif dan kuat juga diperlukan dalam memulai bisnis online ini. Bukan bisnis online saja sebenarnya, bisnis apa pun, pasti membutuhkan komitmen dari Anda. Komitmen ini antara lain adalah sebagai berikut :
* Mau bekerja keras, tidak hanya ingin instant
* Mau belajar serius
* Pantang menyerah
* Memiliki goal yang jelas dan terukur
* Berani ambil resiko
* Menyadari bahwa menjadi pemula selalu banyak rintangan

 

Jenis- Jenis Bisnis Online yang Dapat Diikuti Pemula

Setelah memantapkan niat, Anda dapat mengikuti panduan berikut ini untuk memulai perjalanan bisnis online Anda. Tentu saja Anda boleh menjalankan lebih dari satu seperti pebisnis- pebisnis online lainnya. Namun di tahapan awal, sebaiknya pilihlah dulu salah satu dan tekuni. Setelah sukses di satu, baru belajar untuk mempelajari jenis bisnis online lainnya agar ilmu yang didapat semakin berkembang dan mantap.

1. Membangun Blog/ Website Sendiri
Bisa dibilang, membangun blog/ website sendiri adalah cara paling mudah untuk memulai bisnis online. Kenyataannya, banyak pebisnis online yang awalnya adalah seorang blogger. Setelah mereka expert dalam blogging, maka celah bisnis online lain akan semkin mudah untuk diikuti.

Untuk membangun sebuah blog, Anda dapat menggunakan cara gratisan dan dapat juga berbayar. Dengan cara gratis, Anda dapat memanfaatkan fasilitas web 2.0 alias platform blog gratisan seperti blogger, WordPress, weebly, tumblr dan masih banyak lagi. Jika Anda ingin lebih mantap lagi dan professional, tentu wajib hukumnya untuk self-hosting ( membayar hosting dan domain ).

Pertama- tama, tentukan lah topik yang akan Anda kupas di blog Anda. Dalam memilih topik, usahakan ini sesuai dengan minat atau passion Anda dapat meminimalisir efek jenuh atau kehilangan passion di tengah jalan ( ini salah satu penyakitnya blogger ^_^ ). Misalnya Anda menyukai topik kesehatan dan kecantikan, maka tulis lah blog dengan kedua topik tersebut. Jika Anda sangat suka memasak, tulislah blog dengan topik memasak.

Bangun lah blog/ website Anda dengan serius dan tekun sampai akhirnya memiliki cukup banyak pengunjung. Ketika jumlah pengunjung sudah memadai, Anda dapat mendaftarkan website Anda ke program monetize untuk mendapatkan komisis dari iklan yang tayang di website Anda. Salah satu program monetize yang kerap dipakai para blogger antara lain adalah Google Adsense. Selain itu, Anda juga dapat menjual slot iklan sendiri, iklan PPC, iklan affiliatet dan lain- lain. Yang pasti, semakin baik Anda merawat website Anda, maka kesempatan mendulang uang akan semakin besar.

2. Membangun Toko Online
Berbeda dengan blogging yang harus dibangun dari nol dan penuh kesabaran di awal, ketika Anda membangun toko online, maka Anda akan dapat merasakan keuntungan seketika itu juga. Membangun toko online pun sekarang mudah dan tidak harus memiliki website. Anda dapat menggunakan smartphone Anda, memanfaatkan social media, marketplace dan rajin melakukan ‘pencintraan’ produk.

Bagaiman jika Saya tidak punya modal atau belum siap memiliki produk sendiri? Coba lah untuk menjualkan produk orang lain melalui system dropship atau reseller. Dengan kedua jenis model bisnis, Anda hanya membutuhkan sedikit modal atau bahkan bisa tanpa modal dan sangat minim resiko. Saat ini banyak sekali toko online besar yang memasarkan produknya dengan laris manis berkat bantuan dari reseller dan dropshipper. Jadi, kesempatan terbuka lebar!

3. Menjual Jasa
Kalau Anda memiliki keahlian dalam bidang tertentu, maka jual lah keahlian Anda. Jasa/ keahlian apa saja yang dapat dijual secara online? Beberapa diantaranya adalah jasa desain, jasa edit foto, jasa pembuatan logo, jasa pembuatan website/ blog, jasa menambah #follower, dan masih banyak lagi. Jadi, sudah saatnya Anda membuat kemampuan Anda dipasarkan secara online untuk menjangkau lebih banyak lagi audiens.

4. Menjual Produk Digital
Anda juga dapat menggunakan keahlian Anda untuk membaut produk digital dan menjualnya secara online. Produk digital yang dapat Anda buat antara lain adalah eBook, video tutorial atau membership. Produk- produk digital ini biasanya akan laris ketika Anda sudah masuk ke komunitas tertentu yang membutuhkannya. Sudah banyak internet marketer yang berkarya lewat produk digital dan tentu saja meskipun awalnya sulit mereka akhirnya bisa menuai sukses. Anda pun bisa melakukan hal yang sama. Berani coba?

5. Menjadi Affiliate Marketer
Blog Anda sudah ramai tapi masih ditolak Google Adsense? Coba lah menjadi affiliate marketer. Dengan menjadi Affiliate Marketer, Anda menjual produk orang lain, baik produk fisik, maupun produk digital dan mendapatkan komisi yang lumayan dari setiap pembelian yang berasal dari link affiliate Anda. Dalam menjual produk ini, akan lebih mudah bila produk yang Anda jual sesuai dengan topik yang sedang dibahas di blog Anda. Atau Anda sengaja membuat satu blog khusus untuk affiliate marketing ini.

Misalkan jika blog Anda memiliki niche blogging dan SEO, maka Anda bisa menjadi affiliate produk digital blogging dan SEO yang saat ini sedang fenomenal dari hari ke hari. Bukan hanya itu saja, Anda juga bisa menjadi affiliate di situs-situs yang memiliki program afiliasi. Beberapa situs besar yang menawarkan komisi affiliate ini antara lain Amazon, Clickbank, Lazada dan masih banyak lagi.

6. Menjual Jasa Penulis Artikel ( Menjadi Ghost Writer )
Jasa penulis artikel online sangat banyak dibutuhkan oleh pemilik website yang ingin situs mereka terupdate secara regular sedangkan mereka tidak memiliki banyak waktu. Peluang untuk menjalankan bisnis ini sangat besar jika Anda serius dan focus menawarkan diri di awal dan memberikan kualitas yang diinginkan calon customer.

Faktanya, ada banyak pebisnis online yang sukses dalam menjalankan profesi ini. Jadi jika Anda memiliki minat yang sangat besar di bidang menulis, ayo jadi penulis online saja. Anda berpeluang untuk merubah hobi Anda menjadi penghasilan. Asyik, bukan??

[Tweet “Ayo punya bisnis online, kalau bukan sekarang kapan lagi?”] Nah, dari keenam cara memulai bisnis online ini, mana kira- kira yang paling sesuai untuk Anda? Mana yang menurut Anda paling mudah dan paling Anda minati? Jika Anda berpikir itu sulit, tentu saja ini hanya karena Anda belum mencoba atau Anda sedang berusaha menemukan jalannya. Setelah ketemu jalannya dan enjoy, wah lebih asyik dan seru lagi! Selamat mencoba ya ^_^