Demi mengikuti gengsi, banyak orang yang mulai tertarik menggunakan HP iPhone HDC. Tujuannya jelas supaya terlihat mentereng karena menggenggam iPhone yang identik dengan HP classy nan elegan. Sayangnya, budget yang mepet sering membuat orang- orang yang mupeng iPhone akhirnya mencoba HP HDC.

Memang apa sih HP HDC? Bagaimana cara membedakan iPhone asli dan HDC? Apakah ada resiko menggunakan HDC? Di artikel ini, Panda akan mengulas dengan lebih lengkap!

HP HDC adalah

HDC merupakan singkatan dari Handphone Copy Draw. Artinya, HP HDC adalah handphone versi KW alias replika. HDC adalah handphone tiruan dengan bentuk yang menyerupai aslinya, sehingga sekilas akan sulit terlihat perbedaannya.

HP HDC yang beredar di pasaran umumnya dirakit dengan spesifikasi campuran antara handphone original dan handphone China. Perbedaan utama HP HDC dengan HP original adalah pada komponen internalnya. Meskipun casing sama, komponen seperti chipset, RAM, ROM, kamera, baterai kemungkinan besar berbeda dengan kualitasnya lebih rendah. 

Ponsel yang memiliki versi HDC biasanya merupakan smartphone kelas atas berharga mahal, seperti besutan iPhone atau Samsung seri Galaxy. Kendati begitu, dipastikan bahwa HDC bukan produk resmi dari Samsung maupun Apple. Dengan spesifikasi yang lebih rendah dari versi original, tentunya harga jualnya jauh lebih murah.

Cara Mengenali HP HDC

HP HDC atau handphone hasil tiruan sekilas sulit dibedakan dengan smartphone originalnya. Namun ada beberapa ciri fisik dan kebiasaan penjual yang bisa menjadi petunjuk bahwa HP tersebut bukan versi ori.

Ciri-ciri Fisik HP HDC

Meski memiliki logo dan model yang sama persis dengan handphone original, ponsel HDC mempunyai komponen yang berbeda dengan ponsel original. Ciri- ciri HP HDC antara lain : 

  • Tampilan fisik tidak sama persis dengan aslinya meski merk dan modelnya sama. Contohnya tombol, lubang charger, atau port lainnya agak bergeser dari posisi seharusnya.
  • Bahan yang digunakan terasa lebih murah dan mudah tergores atau terkelupas.
  • Layar sentuh kurang responsif dan terkadang tidak berfungsi dengan baik.
  • Kamera depan dan belakang menghasilkan kualitas foto yang lebih buruk. 
  • Baterai cepat habis meski baru di-charge penuh.
  • Performa lambat, sering lag dan hang saat digunakan.
  • Fitur-fitur canggih seperti face unlock dan fingerprint scanner tidak berfungsi dengan baik.
  • IMEI (International Mobile Equipment Identity) tidak terdaftar resmi di database pabrikan.

Kebiasaan Penjual

Seringkali penjual tidak menginformasikan dengan jujur bahwa smartphone yang mereka jual adalah versi HDC. Jadi, seringkali konsumen yang sebenarnya mencari versi ori juga bisa terjebak dengan membeli HP HDC. Sebagai antisipasi, kita dapat mengamatinya dari ciri- ciri kebiasaan penjual ini : 

  • Menjual dengan harga jauh di bawah pasaran HP original.
  • Tidak mau membuka kemasan saat diperlihatkan.
  • Tidak memberikan garansi resmi.
  • Menolak saat calon konsumen minta tes kamera.
  • Tidak mau menyalakan HP saat ingin di tes.
  • Buru-buru saat transaksi dan menghindari pertanyaan detail.
Baca Juga :  Jangan Salah Pilih! Ini 7 Perbedaan HP HDC dan Ori

Dengan mengetahui ciri-ciri di atas, konsumen bisa lebih berhati-hati dalam membeli smartphone agar tidak salah membeli HP tiruan ini. Untuk keamanan, pastikan kamu membeli smartphone idamanmu di penjual resmi dan cek IMEI sebelum transaksi agar terhindar dari HP tiruan.

Berapa Harga HP HDC?

Mengenal HP HDC (Handphone Copy Draw)
  • Save
via freepik.com

Harga ponsel HDC umumnya jauh lebih murah daripada harga ponsel original. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang ingin mendapatkan HP dengan spesifikasi yang mirip namun dengan harga lebih terjangkau.

Rentang harga HP HDC sangat bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga beberapa juta rupiah. Harga pastinya akan sangat dipengaruhi oleh merek, seri, dan spesifikasi ponsel HDC tersebut.

Sebagai perbandingan, HP HDC dengan spesifikasi menengah biasanya dijual dengan harga Rp500.000 – Rp1.500.000. Sementara untuk HP original dengan spesifikasi yang sama, harganya bisa mencapai Rp2.000.000 – Rp5.000.000.

Jadi bisa dikatakan, harga smartphone HDC rata-rata lebih murah 30-50% dari smartphone originalnya. Tentu saja hal ini menjadi faktor paling menarik bagi konsumen dengan budget terbatas yang ingin mendapatkan HP dengan spesifikasi bagus tanpa harus mengeluarkan uang terlalu banyak.

Namun perlu diingat bahwa harga murah ponsel HDC tidak luput dari berbagai resiko dan kerugian. Oleh karena itu, konsumen disarankan untuk cermat sebelum memutuskan membeli ponsel HDC.

Perbedaan HP HDC dan Ori

Lebih lanjut, sobat Panda juga bisa mengenali perbedaan ponsel HDC dan ori dari detail informasi berikut ini : 

1. Harga yang Jauh Lebih Murah

Pernah mendapat tawaran iPhone tapi dengan harga tidak masuk akal? Hati- hati, bisa jadi ini adalah iPhone HDC. Pasalnya, harga yang tidak masuk akal ini bisa menjadi indikasi bahwa produk tersebut tidak resmi dan merupakan tiruan.

Perbedaan antara HP HDC dan ori pun bisa sangat bervariasi tergantung dari berbagai faktor. Mulai dari kualitas, spesifikasi, hingga negara tempat produk tersebut dijual. Ponsel HDC bisa dijual dengan harga ratusan ribu rupiah lebih murah dari ponsel ori yang spesifikasinya sama. 

Hal ini karena ponsel HDC memiliki perbedaan komponen dengan ponsel ori, tidak memiliki biaya lisensi merek, dan iklan seperti pada HP ori. Selain itu, ponsel HDC juga tidak dikenai pajak impor karena tidak masuk ke Indonesia secara resmi.

Baca Juga :  Waspadalah! Ini Modus Penipuan Online yang Paling Sering Terjadi

2. Kualitas Material dan Komponen yang Berbeda

Perbedaan kedua adalah dalam hal penggunaan material dan komponen yang berbeda antara smartphone HDC dan original. Umumnya, smartphone HDC menggunakan material yang lebih murah dengan kualitas di bawah HP ori. Tidak heran, body dari perangkat HDC terasa lebih ringkih dan bahannya lebih mudah rusak.

Selain itu, proses produksi HDC juga tidak seketat ponsel ori. Alhasil, detail dan finishing pada body perangkatnya sering kurang presisi dan kurang halus. Hal ini lah yang membuat HP HDC kurang tahan terhadap benturan dan goresan. Perangkat juga cenderung lebih cepat mengalami kerusakan.

3. Fitur dan Kinerja yang Kurang Memuaskan

Meski mempunyai tampilan yang sekilas mirip versi ori nya, fitur dan kinerja pada HP HDC tentu tidak sebaik produk ori yang resmi. Hal ini biasanya mulai terasa setelah beberapa kali pemakaian. Prosesor terasa lebih lambat, kualitas kamera yang berbeda dan kelengkapan fitur yang tidak sebanding.

Misalnya saja pada iPhone HDC yang mempunyai proses lebih lambat sehingga kinerjanya kurang responsif dan kurang handal dalam menjalankan aplikasi terkini. Dari sisi kamera, iPhone HDC kualitasnya juga jauh lebih rendah dengan hasil foto yang kabur dan kurang detail. Sedangkan untuk baterai, meski terlihat serupa, namun daya tahan baterai dan efisiensi penggunaan energi iPhone HDC juga berbeda jauh dengan perangkat iPhone asli.

Dalam hal interface pengguna, meski berupaya meniru iOS, iPhone HDC sebenarnya menjalankan versi OS yang berbeda. Alhasil, ini akan berdampak pada kemampuan perangkat dan fungsionalitas secara keseluruhan.

4. Perbedaan Kualitas Tampilan

Terakhir, perbedaan ponsel HDC dan ori yang paling kentara dapat kita lihat dari tampilan layarnya. Meski berupaya meniru desain dari ponsel ori, versi HDC tidak sebaik ponsel ori dalam hal detail, kehalusan dan presisi. Hal ini terlihat dari perbandingan resolusi yang lebih rendah, warna yang kurang akurat hingga sudut pandang terbatas.

Contohnya untuk iPhone HDC tadi, perangkat menggunakan logo palsu Apple untuk menarik perhatian pengguna. Logo ini sekilas akan terlihat sangat mirip dengan logo aslinya, namun saat kita perhatikan detailnya, seperti huruf, warna atau bentuk, sebenarnya terdapat perbedaan. HDC masih tidak bisa meniru detail- detail kecil yang terdapat pada perangkat ori Apple.

5. Perbedaan Garansi dan Dukungan Resmi

Kelemahan utama smartphone HDC adalah tidak ada garansi resmi dan layanan purna jual dari vendor. Jika ponsel HDC rusak atau bermasalah, pengguna tidak bisa klaim garansi ke service center resmi.

Selain itu, ponsel HDC juga tidak mendapat update software dan fitur terbaru dari vendor. Oleh karena itu, sangat berisiko jika menggunakan ponsel HDC dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Menurut Bill Gates, Ini Penyebab Windows Mobile Kalah dari Android

Resiko Menggunakan HP HDC

Membeli ponsel HDC memang menggiurkan karena harganya yang jauh lebih murah dari ponsel original. Namun ada beberapa resiko yang perlu kamu pertimbangkan sebelum membeli HP HDC.

1. Cepat Rusak/Mudah Bermasalah

Salah satu resiko terbesar menggunakan ponsel HDC adalah cepat rusak atau mudah bermasalah. Komponen yang ponsel HDC gunakan umumnya kualitasnya tidak sebagus komponen asli pabrikan. Alhasil, ponsel versi HDC lebih rentan mengalami kerusakan meskipun penggunaannya normal.

Misalnya baterai yang cepat habis, layar sentuh yang kurang responsif, kamera depan dan belakang yang buram, speaker tidak jernih, dan masalah lainnya. Ponsel HDC juga rentan overheat saat digunakan berat seperti bermain game dan menonton video HD.

2. Sulit Service Jika Terjadi Kerusakan

Saat HP HDC mu mengalami kerusakan, akan sulit untuk diperbaiki karena tidak memiliki pusat layanan resmi. Bahkan layanan service HP di luar outlet resmi juga kebanyakan menolak memperbaiki HP HDC.

Kalaupun ada yang mau memperbaiki, biaya servisnya tidak murah karena sulit mencari suku cadangnya. Dan hasil perbaikannya pun tidak maksimal karena keterbatasan pengetahuan teknis servis HP lokal dalam memperbaiki HP HDC.

3. Tidak Ada Garansi Resmi

Saat membeli HP HDC, kamu tidak akan mendapat garansi resmi dari pabrikan. Jadi jika terjadi kerusakan, kamu tidak bisa melakukan klaim garansi.

Sebagian penjual HP HDC menjanjikan garansi, namun umumnya masa garansinya singkat yaitu 1-3 bulan saja. Proses klaim garansi juga rumit karena harus melalui penjual. Tidak jarang pembeli merasa mendapat kompensasi tidak memadai saat klaim garansi ponsel HDC.

Jadi pikirkan baik-baik sebelum membeli ponsel HDC. Pastikan Anda siap menanggung resiko cepat rusak, sulit mendapatkan servis, dan tidak ada garansi resmi. Lebih baik pilih HP original meski harganya lebih mahal demi kenyamanan dan keamanan dalam beraktivitas sehari-hari.

Kesimpulan

HP HDC (Handphone Copy Draw) adalah handphone tiruan atau replika dari handphone original. Meski memiliki persamaan dari segi desain dan punya spesifikasi yang mirip dengan versi original, namun versi HDC memiliki perbedaan dari segi kualitas dan harga yang jauh lebih murah.

Secara keseluruhan, HP HDC memiliki risiko lebih tinggi daripada HP original. Oleh karena itu, pertimbangkan dengan bijak sebelum memutuskan untuk membeli ponsel HDC. Tentu saja, lebih baik memilih HP original dengan kualitas dan garansi resmi untuk kenyamanan dan keamanan dalam berkomunikasi.

0 Shares
Share via
Copy link
Powered by Social Snap