Type to search

Bisnis Online

Contoh Produk Online yang Pasti Dicari Sepanjang Masa

Share
Contoh Produk Online yang Pasti Dicari Sepanjang Masa

Bicara tentang produk yang laku dijual online dan sifatnya evergreen, pikiran kita seringkali mengerucut pada jenis produk makanan, baju, atau peralatan elektronik. Namun, apakah benar tiga jenis produk ini selalu dibutuhkan, bersifat tetap, dan pasti dicari sepanjang masa?

Tidak sepenuhnya salah. Namun perlu diingat juga, ketiga jenis produk ini selalu dipengaruhi dengan apa yang disebut tren. Jika produk yang Anda miliki sudah ketinggalan tren, bisa jadi stok produk yang Anda miliki tidak lagi dilirik. Dibutuhkan inovasi atau bahkan perombakan total dan trik marketing agar produk tersebut diterima kembali oleh pasar.

Everlasting Produk? Benarkah Ada?

Lalu, adakah jenis produk online yang benar- benar bersifat everlasting? Tentu saja ada!

Dilansir dari Entrobuzz, ada salah seorang online seller yang per bulannya selalu bisa meraih penghasilan hingga 20 juta rupiah dari menjual tanaman yang tumbuh di kawasan rumahnya. Apa yang istimewa dari tumbuhan ini hingga bisa mengantongi jutaan rupiah dengan cukup mudah?

Memilih bisnis online yang tepat dijalankan

Usut punya usut, ternyata ini bukan tanaman biasa. Tanaman ini adalah salah satu ramuan herbal yang dipercaya bisa meningkatkan vitalitas pria dewasa. Sampai disini sudah tahu kan clue produknya? Hehehe…

Pertanyaan selanjutnya, mengapa produk seperti ini bisa mendatangkan keuntungan yang sangat besar? Sederhana saja, produk ini selalu dicari sepanjang masa. Demand (permintaan) selalu ada.

Dan karena demand selalu ada dan relative stabil, maka penjualan akan terus terjadi. Selain faktor demand, ada juga beberapa alasan lain mengapa produk yang berkaitan dengan vitalitas pria ini selalu berpotensi menjadi produk yang mempunyai pasar besar di dunia online.

Artikel Menarik Lainnya :   Strategi SEO Lokal Ampuh untuk Website Bisnis Online Anda

The Power of “Pasar Rahasia”

Di dalam dunia marketing, kita mengenal yang disebut dengan pasar rahasia. Sudah tahu apa maksudnya?

Kembali lagi ke cerita produk vitalitas pria yang selalu mempunyai konsumen tadi ya. Selain cerita produk vitalitas, ada juga online marketer yang menjual produk e-book berisi beragam tips berkaitan dengan kepercayaan diri pria yang berhubungan dengan benda ‘pusaka’ nya. Aneh memang. Meski produk ini sudah dijual cukup lama, namun profitnya yang sangat besar ini stabil.

Jika kita tarik ke dunia offline, coba kita kira- kira saja, ada berapa banyak pria sih yang berani dengan terang- terangan membeli produk semacam itu? Jangankan untuk beli, bahkan mampir ke warung jamu yang menyediakan obat ‘perkasa’ pun mereka cenderung enggan melakukannya.

Mengapa? Alasan yang paling umum adalah karena merasa malu dan tabu jika melakukan transaksi yang berkaitan dengan uruan ranjang atau vitalitas dan diketahui orang lain. Jika penjualan offline saja sepi, mengapa justru dunia online malah semakin menjamur dengan produk semacam ini?

Disinilah the power of ‘pasar rahasia’ ini beraksi.

Fakta ilmiah sendiri menyebut banyak pria modern yang masih merasa belum puas atau bermasalah dengan vitalitas mereka. Namun karena faktor sosial dan persepsi, mereka akan menghindari transaksi offline untuk produk yang berkaitan dengan privasi mereka ini. Haram hukumnya jika ada orang yang mengetahui masalah mereka ini. Begitulah kira- kira.

Dengan melakukan transaksi secara online, privasi mereka menjadi sangat aman. Karena melalui transaksi online, transaksi hanya diketahui oleh penjual dan konsumen saja. Bahkan, pembeli juga bisa melakukan pembelian secara anonim alias merahasiakan identias atau produk saat paket dikirim ke rumah atau kantor.

Artikel Menarik Lainnya :   Cara Memulai Bisnis Dropship dan Reseller- Bisnis Tanpa Modal

Tantangan dan Keuntungan

Meski produk yang berkaitan dengan vitalitas ini cenderung mudah dijual dan evergreen, bukan berarti tidak ada tantangan saat menggeluti bisnis ini. Karena produk ini sensitif, maka penjual diharuskan jago dalam urusan persuasi dan closing. Penjual wajib menguasai product knowledge agar bisa menjelaskan dengan tepat dan memberikan pandangan yang pas kepada calon konsumen.

Jika produk yang Anda jual adalah produk digital, harus dipastikan materi yang diberikan terbaca dengan baik dan mudah dicerna. Konsumen akan sangat excited bila produk yang dibelinya memberikan khasiat seperti yang diharapkan, jadi penjual perlu mengetahui bahwa produknya benar- benar terbukti bisa memberikan solusi. Jika tidak, ini justru bisa menjadi boomerang untuk penjual.

Kalimat Penenang yang Sekilas Terlihat Positif, Namun Bisa Menjebak Anda dalam Jurang Kegagalan

Belum lagi masalah persaingan. Harus diakui bahwa produk serupa cukup banyak di pasaran. Sebagai marketer, Anda tentu mengetahui bahwa jenis produk ini tidak bisa sembarangan diiklankan. Ada beberapa platform iklan besar yang dengan terang- terangan menolak jenis iklan dewasa seperti ini.

Sebagai alternatif, lakukanlah riset dan split test untuk memasarkan produk Anda kepada calon konsumen. Contohnya melalui media sosial, email marketing, affiliasi, atau website. Dengan affiliasi marketing misalnya, Anda bisa mendapatkan banyak konsumen dengan memberikan komisi penjualan yang sesuai kepada affiliate Anda.

Selain repeat order, keuntungan lain dari menjual produk ini adalah kecenderungan minimnya keluhan dari konsumen, terutama review negatif. Karena produk ini berkaitan dengan ranah privasi, sangat jarang sekali konsumen yang merasa kecewa dengan hasil produk akan menggembar- gemborkan kekecewaan mereka.

Tertarik untuk mencoba berjualan produk ini? Tidak ada salahnya, bukan? Siapa tahu jodoh :v

Artikel Menarik Lainnya :   Mengintip 3 Kategori Produk Paling Laris dalam Bisnis Online
Tags:

You Might also Like

1 Comment

  1. reston Jun 20, 2019

    Wah, informasinya cukup membantu buat saya yang mulai merintis bisnis.

    Balas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.