Bicara tentang Brand Awareness, isi kepala kita akan langsung terpikir tentang kualitas sebuah merek di mata khalayak. Kita mungkin akan teringat dengan merek tertentu dengan segala kampanye promosi yang mereka lakukan lewat televisi atau media sosial.

Kita mungkin tiba- tiba ingat dengan brand Starbuck saat tiba- tiba punya rencana ngopi dengan kolega. Atau ingat dengan Shopee saat membicarakan marketplace yang identik dengan produk- produk wanita.

Dengan adanya strategi brand awareness, kita seperti mempunyai kesadaran yang kuat terhadap merek tertentu. Dengan begitu, orang- orang akan merasa lebih kenal dan mudah percaya terhadap sebuah merek tersebut. Menarik, bukan?

Untuk itu, di artikel kali ini Panda akan mengulas secara lebih lengkap tentang apa itu Brand Awareness, manfaat dan strategi membangun awareness terhadap brand.

Apa itu Brand Awareness (Kesadaran Merek)?

Starbucks Coffee
  • Save

Brand Awareness atau Kesadaran Merek merupakan kemampuan konsumen dalam mengenali atau mengingat sebuah brand. Mulai dari nama, gambar, logo, hingga slogan- slogan tertentu yang pernah sebuah merek gunakan dalam kampanye promo mereka.

Kemampuan konsumen dalam mengenal dan mengingat brand mempunyai andil besar dalam keputusan mereka untuk membeli barang.

Misalnya saja saat seseorang mengajak anak untuk menentukan tempat nongkrong buat ngopi bareng, Anda tiba- tiba saja bisa mengingat sebuah brand kopi kekinian di kota Anda. Ini lah peran brand awareness untuk sebuah merek.

Tidak heran, untuk kampanye kesadaran merek ini, perusahaan rela menghabiskan milyaran rupiah. Goal nya adalah untuk menanamkan nama merek mereka di benak pelanggan. Begitu nama merek menempel, dampaknya akan sangat luar biasa.

Fungsi dan Manfaat Brand Awareness

Faktanya, pelanggan lebih mudah membeli dari merek yang sudah terkenal daripada belum terdengar sama sekali. Kendati begitu, manfaat dan peran dari brand awareness tidak berhenti sampai disitu.

Berikut adalah peran penting, fungsi dan manfaat dari Brand Awareness untuk sebuah bisnis atau produk :

1. Menciptakan Persepsi

Kesadaran merek disebarkan melalui berbagai channel kampanye, seperti PR, berita, media sosial, referral, dan lain sebagainya. Saat berjalan sesuai dengan rencana perusahaan, terciptalah persepsi positif di benak pelanggan.

Misalnya saja seorang teman bercerita tentang pengalamannya menggunakan jasa digital marketing. Anda mungkin tidak langsung ikut menggunakan jasa digital marketing tersebut. Tapi ada kemungkinan Anda ikut merekomendasikan brand digital marketing itu secara positif saat berbicara tentang pemasaran online.

2. Menumbuhkan Kepercayaan

Brand awareness sangat ampuh untuk menumbuhkan kepercayaan pelanggan. Saat Anda melihat orang- orang berinteraksi dengan sebuah merek dan mendapatkan pengalaman positif, hal ini bisa membangun kepercayaan Anda terhadap brand tersebut, meskipun Anda sendiri belum mencobanya.

Misalnya saat Anda berkunjung ke Singapura dan hendak mencari restoran untuk makan siang. Ada beberapa restoran lokal dan satu lagi McDonald’s.

Dalam situasi ini, besar kemungkinan Anda akan memilih McDonald’s meski belum pernah makan di McDonald’s Singapura sebelumnya. Ini bisa terjadi dengan mudah karena Anda percaya tentang brand tersebut, kualitas produk, range harga dan layanan mereka.

3. Memperluas Jaringan

Saat terencana dengan baik, kesadaran mereka bisa menyebar layaknya sebuah api. Merek akan menjadi topik diskusi yang menyenangkan dan menciptakan jaringan yang bisa digunakan untuk menyebarkan informasi lebih lanjut.

Salah satu contoh nya adalah TikTok yang jarang mengiklankan dirinya sendiri. Pengguna TikTok bertumbuh karena kesadaran mereka untuk menyebarkan konten melalui videonya dan juga dari mulut ke mulut (Word of Mouth Marketing).

4. Menciptakan Asosiasi

Saat dilakukan dengan tepat, kesadaran merek akan menghasilkan asosiasi. Asosiasi ini hadir dalam dua jenis :

  • Saat orang memikirkan merek saat mereka menemukan kategori produk.
  • Saat mereka menggunakan nama merek untuk menyampaikan kategori produk.

Tidak mudah untuk mencapai level ini. Kendati begitu, banyak brand- brand besar yang berhasil melakukannya. Sebut saja Google, Starbuck, Xerox, Indofood, dan lain sebagainya.

5. Membangun Ekuitas Merek (Brand Equity)

Ekuitas merek atau Brand Equity adalah nilai merek sebagai aset terpisah sebuah perusahaan.

Semakin banyak orang yang mengenal sebuah merek, maka merek itu akan semakin tinggi nilainya. Ini lah konsep dibalik ekuitas merek. Brand awareness sendiri merupakan salah satu cara ampuh untuk membangun nilai dari sebuah merek.

Baca Juga :  Mana yang Lebih Baik untuk Jualan Online, Marketplace atau Toko Online Sendiri?

Tingkatan dalam Brand Awareness

Pengaruh dan manfaat branding
  • Save

Brand Awareness sangat penting untuk berbagai jenis bisnis. Karena saat kesadaran merek sudah tertancap di benak konsumen, ada andil besar yang mendorong konsumen terus melakukan pembelian.

Setiap tahunnya, perusahaan akan berinvestasi secara terus menerus untuk memperbaiki dan meningkatkan tingkat brand awareness mereka. Saat terjadi penurunan, perusahaan mungkin menggunakan berbagai strategi pemasaran untuk mengembalikan tingkat kesadaran mereknya.

Dalam mengukur brand awareness ini, ada 3 tingkatan yang menjadi pengkategoriannya :

1. Brand Recognition (Aided Recall)

Brand Recognition adalah kemampuan konsumen dalam mengenali sebuah produk saat mereka melihat produk tersebut. Konsumen belum tentu mengingat nama mereka, tapi bisa mengenalinya dengan mudah saat melihat visual produk, seperti logo, slogan, atau warna tampilan.

2. Brand Recall (Unaided Recall/ Spontaneous Recall)

Brand recall mengacu pada kemampuan konsumen dalam mengingat nama sebuah merek dari memori mereka berdasarkan kategori produk.

Dalam tingkatan ini, konsumen cukup mendengar kategori produk atau melihat sekilas produk yang mereka butuhkan untuk mengingat merek produk tersebut. Brand yang sudah berada dalam posisi menandakan bahwa konsumen dan calon konsumen sudah mempunyai simpanan ingatan tentang brand Anda.

Menurut riset, umumnya konsumen bisa mengingat 1-7 merek dalam satu kategori produk. Misalnya saat ingin membeli air mineral dan melihat display minuman, mereka biasanya akan memilih brand yang familiar di ingatan mereka.

Kemampuan seseorang dalam mengingat ini bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti brand loyalty atau frekuensi pemakaian produk. Semakin sering mereka menggunakan sebuah produk dan bila mempunyai ketertarikan tinggi terhadap produk tersebut, mereka bisa mengingatnya lebih banyak.

Hal ini berbading terbalik dengan konsumen yang tidak terlalu sering menggunakan produk dan kurang tertarik dengan jenis produk tersebut.

3. Top-of-Mind Awareness (TOMA)

Top-of-Mind Awareness adalah saat sebuah brand menjadi merek utama yang muncul di benak pelanggan saat mendapat pertanyaan tentang kategori produk. Merek yang sudah berada dalam level Top of Mind pelanggan sangat mungkin mempengaruhi pertimbangan mereka untuk terus menerus melakukan pembelian.

4. Brand Dominance

Brand Dominance terjadi saat konsumen hanya bisa mengingat satu nama merek dalam kategori produk. Ya, persis seperti namanya, artinya kepopuleran brand ini sangat mendominasi di kategori produk tersebut.

Saat banyak orang hanya bisa mengingat satu nama merek seperti ini, ini merupakan salah satu indikator keberhasilan sebuah merek. Misalnya saat akan membeli mie instan, tanpa ba bi bu kita cenderung menyebut nama Indomie.

Cara Mengukur Brand Awareness

Ada dimana posisi brand kita saat ini? Atau mungkin Anda masih bingung dengan cara mengukur tingkat kesadaran merek?

Berikut ini adalah beberapa metode yang bisa kita gunakan untuk mengukur level awareness :

1. Survey

Survey adalah salah satu cara populer untuk mengukur tingkat kesadaran merek. Dalam survey, ajak sejumlah konsumen untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan pengetahuan tentang sebuah brand atau kategori.

  • Unaided Recall Test
    Tes ini berfungsi untuk mengukur brand recall. Konsumen hanya diberikan satu kategori produk dan diminta menyebutkan brand yang muncul di benak mereka sebanyak yang mereka bisa.
  • Aided Recall Test
    Tes ini bertujuan untuk mengukur brand recognition. Konsumen diberikan sebuah nama brand dan diminta untuk menyebutkan apa yang pernah mereka lihat atau dengar berkaitan dengan brand tersebut.

    Selain itu, minta juga mereka untuk menjelaskan tentang apa yang mereka tahu tentang brand tersebut. Misalnya menjelaskan warna, logo, bungkus produk, dan juga hal- hal spesifik lainnya mengenai brand tersebut.

2. Google Analytics

Dari analytics website, perhatikan apakah terjadi peningkatan atau penurunan secara signifikan. Misalnya saja bisa menggunakan Google Analytics untuk melihat volume trafik website dan berapa banyak keterlibatan pengguna, external link, dan trafik yang masuk dengan mengetikkan nama brand, dsb.

Selain itu, Anda juga bisa melihat performa dari direct trafik atau konsumen yang berkunjung ke website dengan mengetik URL di address bar secara langsung. Saat performanya terus positif, ini bisa menjadi salah satu indikator untuk melihat performa brand awareness.

Baca Juga :  Apa itu Branding? | Pengertian, Tujuan, & Tips Lengkap Branding

3. Media Sosial

Media sosial adalah media branding dan membangun brand awareness yang ampuh. Selain itu, media sosial juga bisa membantu Anda untuk mengukur brand awareness Anda. Melalui fitur analytics, kita bisa melihat perkembangan jumlah follower, hingga tingkat interaksi brand dengan follower.

Anda juga bisa memanfaatkan tool analitik khusus untuk media sosial seperti yang pernah Panda ulas di daftar tool analitik Instagram.

8 Cara Membangun dan Meningkatkan Brand Awareness

Dari uraian panjang di atas, kita menyadari betapa pentingnya untuk membangun brand awareness. Saat kesadaran merek ini berhasil terbangun, akan lebih mudah untuk sebuah brand menjangkau pasar yang luas.

Berikut adalah beberapa tips dalam membangun dan meningkatkan brand awareness :

1. Strategi Social Media Marketing

Media sosial adalah bagian penting dari sebuah brand. Melalui media sosial, kita bukan hanya menyebarkan informasi produk melalui konten yang menarik, tapi juga membangun interaksi dengan konsumen.

Di media sosial, kita bisa menciptakan brand experience yang menjembatani keinginan konsumen dan bisa melibatkan mereka menjadi bagian dari brand narrative kita. Hal ini bisa membantu untuk meningkatkan rasa percaya konsumen terhadap brand dengan mudah daripada cara- cara marketing konvensional.

Dalam penggunaan media sosial untuk bisnis dan brand, penting sekali untuk Anda menyusun strategi yang tepat. Tim creative harus bisa menyajikan varian konten yang sesuai dengan jenis audiens dan membuat audiens merasa terlibat.

Beberapa hal yang perlu brand perhatikan dalam menyusun strategi marketing media sosial :

1.1 Content Creation

Konten tidak harus melulu tentang informasi seputar produk dan brand, karena ini pasti akan sangat membosankan. Anda perlu menyisipkan konten hiburan, entertainment dan konten interaktif lain agar terhubung dengan follower.

Anda bisa membuat konten plesetan dari sesuatu yang sedang viral dan sesekali membuat giveaway berhadiah untuk meningkatkan jumlah follower dengan lebih cepat.

1.2 Desain Visual & Video

Secara visual, konten harus eye catching dan selaras dengan color tone brand Anda. Hal ini akan membuat konten media sosial Anda menarik, sekaligus memperkuat visual brand.

Kemasan desain visual bisa dikemas dalam konten feed single post atau juga carousel. Selain itu, bermainlah dengan konten video.

Konten video mempunyai daya tarik yang lebih tinggi daripada konten feed biasa. Terutama untuk tipikal konten video pendek ala TikTok dan Reels Instagram. Konten- konten ini cenderung lebih menyita perhatian dan mendapatkan banyak view.

1.3 Posting di Waktu yang Tepat 

Bukan rahasia lagi, ada jam online para follower adalah waktu terbaik untuk posting di media sosial. Karena di waktu ini, adalah waktu dimana mereka siap melihat konten Anda dan siap berinteraksi.

Jika konten Anda cukup menarik perhatian mereka dan memancing untuk berinteraksi, bukan tidak mungkin konten Anda akan lebih panen likes dan komentar.

2. Content Marketing

Dalam strategi content marketing, penting untuk Anda menciptakan konten yang menarik, relevan dan mempunyai nilai. Konten yang berkualitas secara tidak langsung akan meningkatkan brand awareness untuk merek Anda.

Perlu digarisbawahi juga, dalam content marketing untuk tujuan membangun kesadaran mereka, tujuan kita bukanlah untuk berjualan. Tujuan kita adalah menyajikan konten yang positif dan informatif untuk memberi value pada konsumen.

Goal utamanya adalah membantu perusahaan dalam menekankan citra dan pesan dari bisnis kita. Untuk memulai content marketing, langkah pertama yang bisa Anda ambil adalah membuat strategi yang jelas.

Gunakan waktu kita untuk memikirkan apa yang ingin Anda sampaikan ke konsumen, bagaimana Anda membuat cerita yang terpadu untuk menggambarkan brand kita dan apa yang ingin kita capai melalui konten- konten kita.

Beberapa media untuk penyaluran content marketing brand awareness ini antara lain :

  • Blog
  • Halaman About Us (Tentang Kami)
  • Channel YouTube
  • Forum untuk Q&A

Dalam membuat konten pemasaran, jangan lupa untuk menyisipkan konten visual, baik berupa gambar atau video, yang menarik ya.

3. Bekerjasama dengan Influencer

Influencer adalah salah satu strategi marketing ampuh dalam mengkampanyekan sebuah produk melalui platform media sosial, YouTube, blog, dan lain sebagainya.

Persis seperti namanya, influencer adalah sekumpulan tokoh yang mempunyai pengaruh besar terhadap follower mereka. Mereka bisa saja seorang selebgram, blogger, YouTuber dan sebagainya.

Menurut survey yang dilakukan oleh Bloglovin, banyak brand menggunakan jasa influencer marketing karena metode ini sangat ampuh untuk mendorong kampanye kesadaran merek.

Survey Influencer Marketing versi Bloglovin
  • Save


Bahkan dari hasil survey di atas, terlihat influencer marketing bisa meningkatkan brand awareness sebesar 76% dan mendorong audience baru sebesar 71%. Intinya, influencer marketing terbukti mampu meningkatkan brand awareness.

Mereka adalah sosok yang sangat dipercaya. Dengan begitu, saat memperkenalkan produk melalui konten mereka, target audiens akan mudah terpengaruh dan mencari tahu lebih lanjut tentang brand tersebut.

Bahkan bila bertemu dengan influencer yang tepat dan momen yang tepat, tidak jarang jumlah follower bisa cepat meningkat. Efeknya bisa juga sampai ke penjualan. Tertarik untuk mencobanya?

Baca Juga :  Pentingnya Mengoptimalkan Personal Branding untuk Meraih Sukses di Era Digital

4. Mengadakan Event Khusus

Event khusus juga menjadi salah satu cara dalam membangun kesadaran merek. Apapun jenis bisnisnya, mengadakan event khusus bisa menarik perhatian konsumen dan calon konsumen.

Beberapa contoh event ini misalnya :

  • Launching produk baru
  • Pameran/ Bazaar dengan komunitas
  • Seminar

Event juga memungkinkan brand untuk berinteraksi langsung dengan konsumen. Konsumen pun akan senang karena mendapat kesempatan untuk berkenalan lebih dekat dengan brand secara langsung.

5. Menjadi Sponsor Event

Selain berpartisipasi langsung dengan menggelar event, brand juga bisa menjadi sponsor event untuk meningkatkan brand awareness. Tentu saja brand perlu selektif untuk memilih event yang target audiens nya berkaitan dan relevan dengan bisnis. Atau bisa kita sebut juga, persona buyer yang mirip dengan brand kita.

Jangan sampai salah memilih event yang mempunyai persona buyer berbeda. Karena hal ini cenderung tidak berkontribusi apapun untuk kampanye kesadaran merek kita.

5. Brand Collaboration

Kolaborasi brand atau brand collaboration ternyata membawa banyak dampak positif untuk bisnis. Selain kolaborasi ini bisa berarti ekspansi produk, sebenarnya ini juga metode brand awareness modern yang menarik sekaligus memperluas jangkauan audiens.

Dalam kolaborasi ini, kita mendapat keuntungan dengan adanya audiens dari brand partner kolaborasi yang akhirnya jadi mengenal produk dan brand kita. Dari yang awalnya tahu menjadi kenal, bukan tidak mungkin mereka mulai penasaran dan jatuh hati.

Sama seperti saat kerjasama event, pertimbangkan untuk berkolaborasi dengan brand yang mempunyai jenis audiens mirip atau industri serupa.

6. Produk Gratis untuk Pelanggan

Produk gratis, dalam bentuk giveaway atau pembagian sampel bisa menjadi pintu masuk konsumen untuk mengenal lebih dekat tentang brand kita. Untuk menawarkan produk gratis ini, cara terpopuler adalah melalui platform media sosial.

Beberapa brand biasanya memberikan ketentuan tambahan dalam pemberian produk gratis ini. Dan tentu saja, ini hal yang mudah untuk pengguna media sosial. Biasanya brand akan meminta peserta untuk mengikuti akun medsos brand, dan mengajak teman untuk ikut bergabung.

Trik ini tentu saja simbiosis mutualisme. Di satu sisi konsumen senang karena mendapatkan produk gratis. Di sisi lain, brand juga senang karena mendapatkan iklan gratis dari kampanye ini. Sama- sama untung!

7. Kemasan Branded

Kemasan branded artinya adalah cara brand dalam mengemas produk mereka ke konsumen. Ini bisa berarti kemasan produk secara langsung untuk produk manufaktur dan industrial. Atau bisa juga penempelan logo atau atribut brand untuk jenis- jenis produk handmade.

Sedangkan untuk produk digital, kemasan branded juga bisa kita lihat melalui desain brand, penonjolan color brand (warna khas brand) dan logo.

8. Mengkombinasikan dengan Iklan Konvensional

Iklan konvensional melalui media- media offline seperti televisi, radio, dan reklame juga tidak bisa diremehkan. Beberapa iklan konvensional mempunyai jangkauan yang luas dan mempunyai gaya penyampaian pesan yang unik.

Maka dari itu, iklan konvensional bisa kita kombinasikan dengan iklan modern berbasis online. Dengan kombinasi periklanan yang beragam, kita bisa membidik beberapa jenis audiens sekaligus.

Sebagai contohnya, Gojek yang tetap memanfaatkan iklan televisi dan reklame, meski mereka juga jor- joran beriklan di media sosial.

2 Shares
Share via
Copy link
Powered by Social Snap