Buku tentang startup bisa menjadi sajian menarik untuk sobat Panda yang ingin memulai atau sedang menjalani bisnis. Bukan hanya menawarkan insight dan inspirasi, deretan buku ini juga mengajak pembaca untuk belajar banyak tentang dunia startup.
Buku mungkin satu dari sekian banyak referensi untuk belajar. Semakin banyak sumber referensi untuk belajar, tentu semakin bagus. Selain itu, tidak lupa juga bahwa praktek, trial & error, pasti tidak kalah pentingnya.
Lika Liku Membangun Startup
Seperti yang Panda pernah ulas sebelumnya, startup adalah perusahaan rintisan yang saat ini tengah berkembang dan belum beroperasi dalam jangka waktu lama. Startup identik dengan inovasi kreatif dan teknologi sebagai terobosan dan menjadi solusi atas permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat.
Salah satu contoh startup populer adalah Gojek. Gojek terlahir sebagai inovasi dan transformasi dari ojek konvensional yang kurang fleksibel untuk pelanggan. Dengan terobosan teknologinya, Gojek adalah solusi untuk masyarakat akan kebutuhan transportasi instan.
Dan Gojek yang kita kenal sekarang, bukan hanya menyediakan layanan transportasi. Tapi juga layanan pengiriman makanan (Gofood), pengiriman dokumen dan barang (Gosend), dan layanan lainnya. Tapi dunia startup tidak hanya berisikan kisah manis Gojek saja.
Kita sering mendengar istilah ‘Hire fast, Fire fast’ melekat pada startup. Ya, startup dikenal sebagai bisnis yang mudah meroket, tapi juga mudah tenggelam. Banyak startup- startup yang pada perjalanannya akhirnya berguguran karena pondasi yang kurang kuat dan faktor lainnya.
Pada akhirnya, memulai startup bukan sekedar angan- angan untuk menciptakan bisnis dan menjalankannya. Untuk menempuh perjalanan panjang ini kita perlu mempersiapkan diri dengan bekal sebaik mungkin. Karena jika asal, sayang sekali kalau ujung- ujungnya hanya menyesal.
10 Buku Startup Terbaik yang Harus Kamu Baca!
Setiap orang yang memulai bisnis startup tidak selalu punya kesempatan untuk belajar langsung dari empunya. Tentu ini bukan akhir dari segalanya. Karena faktanya, belajar itu bisa dari mana dan dari siapa saja.
Buku tentang startup yang Panda ulas di artikel ini banyak berisikan pengalaman dari para founder startup. Para founder ini menuangkan pengalaman mereka di buku ini, tentang bagaimana mereka memulai bisnis, apa yang mereka persiapkan hingga hal- hal yang bisa kita jadikan pelajaran.
Dengan rekomendasi ini, Panda berharap pembaca bisa memperkaya perspektif saat akan mempersiapkan diri membangun bisnis startup. Semoga bermanfaat!
1. The Lean Startup – Eric Ries
The Lean Startup (2014) merupakan buku karya Eric Ries yang mengungkap metode baru yang efektif dalam membangun sebuah startup di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian. Metode ini meninggalkan kesan luar biasa dalam membantu para entrepreneur untuk mengetahui apa saja yang perlu orang- orang perhatikan dan apa saja kesalahan membangun sebuah startup yang perlu disingkirkan.
Siapa Penulis Buku ‘The Lean Startup’?
Penulis buku The Lean Startup, Eric Ries adalah seorang wirausahawan sekaligus penulis blog populer, Startup Lesson Learned. Ries juga kerap menjadi pembicara dalam acara- acara bisnis, menjadi konsultan strategi bisnis, dan produk untuk sejumlah startup, korporasi dan venture capital.
Reis juga kerap menjadi dosen tamu di Harvard Business School.
Apa Saja yang Diulas di Buku Ini?
Garis besar dari buku ini membahas tentang cara sukses membangun startup di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian. Ketidakpastian adalah hal yang sulit dihindari, sehingga para entrepreneur harus mengetahui cara- cara efektif agar startup rintisannya bisa bertahan, tumbuh, dan berkembang.
Metode yang diungkap dalam buku ini, “LeanStartup”, memberi solusi pada para entrepreneur untuk mengetahui hal- hal yang harus mereka lakukan dan perhatikan dalam merintis startup yang sukses.
Hal- hal Menarik Apa Saja yang Bisa Pembaca Pelajari?
Antara lain adalah :
Tentang mengapa manajemen gaya baru perlu hadir untuk membangun startup yang sukses.
Cara melakukan uji coba dan evaluasi di tengah pasar yang dinamis.
Apa saja hal- hal yang perlu kita uji sebelum mengambil keputusan besar dalam startup.
Mengapa entrepreneur sebaiknya melakukan produksi skala kecil terlebih dulu.
Bagaimana agar startup dapat beradaptasi dan terus bertumbuh.
2. Zero to One – Peter Thiel
Zero to One (2014) adalah buku karya Peter Thiel yang mengulas cara membangun perusahaan startup sukses yang mampu menjawab tantangan masa depan yang penuh ketidakpastian. Buku mengajak pembaca untuk belajar prinsip- prinsip yang harus perusahaan startup miliki untuk sukses di masa depan.
Siapa Penulis Buku ‘Zero to One’?
Peter Thiel, penulis buku Zero to One, memang bukan orang sembarangan. Pria ini adalah salah satu pendiri PayPal dan Palantir, salah satu investor luar pertama Facebook, pemodal untuk perusahaan seperti SpaceX dan LinkedIn, dan juga pendiri Thiel Fellowship yang mendorong anak- anak muda untuk memprioritaskan belajar daripada alih- alih hanya pendidikan formal.
Apa saja yang Ada di Dalam Buku Ini?
Zero to One secara umum menceritakan proses Peter Thiel membangun sebuah bisnis di bidang teknologi. Thiel mengungkapkan bahwa ide terbaik dalam sebuah bisnis adalah apabila idie itu belum banyak orang eksekusi. Artinya, produk yang tercipta adalah sesuatu yang fresh dan menjadi perintis dari produk- produk lain yang serupa.
Thiel juga memaparkan bahwa yang terpenting dalam bisnis adalah bagaimana kita belajar untuk mementingkan kepentingan diri sendiri di tengah banyaknya pilihan. Buku ini akan menjadi buku terbaik untuk Anda yang punya idealisme di tengah kebutuhan masyarakat.
Hal- hal Menarik Apa saja yang ada di Buku Ini?
Hal- hal menarik yang dapat pembaca pelajari antara lain :
Cara menghadapi tantangan masa depan yang serba tidak pasti.
Mengapa sebaiknya kita menghindari kompetisi.
Apa saja keunggulan yang harus startup miliki.
Mengapa produk yang bagus tidak menjamin kesuksesan startup
Tujuh pertanyaan dasar yang harus perusahaan jawab untuk meraih kesuksesan.
3. The Four: The Hidden DNA of Amazon, Apple, Facebook, and Google
Siapa sih yang nggak kenal empat perusahaan raksasa teknologi ini? Amazon, Apple, Facebook dan Google adalah korporasi digital yang sangat populer yang telah mempengaruhi lebih dari 70% populasi dunia.
Buku tentang startup ini akan menjadi bacaan menarik karena pembaca akan diajak untuk mengintip resep sukses dari empat perusahaan ini.
Siapa Penulis Buku ‘The Four’?
Scott Galloway adalah seorang profesor di bidang marketing di New York University Stern School of Business. Selain itu, pria kelahiran 3 November 1964 ini juga seorang pembicara publik, penulis, pengusaha dan pembawa acara podcast.
Dalam buku The Four: The Hidden DNA of Amazon, Apple, Facebook, and Google (2017), Galloway menceritakan awal mula keempat perusahaan ini berdiri, dan menguraikan dengan baik cara- cara yang membuat perusahaan raksasa teknologi ini berkembang pesat.
Apa saja yang Ada di Buku Ini?
Persis seperti judulnya, buku ini mengulas tentang perjalanan para raksasa teknologi ini dalam meracik kesuksesan mereka. Dengan cerdik, Galloway memaparkan strategi ‘tersembunyi’ dari si Empat Raksasa ini. Ia mengungkapkan bagaimana mereka memanipulasi kebutuhan- kebutuhan emosional dasar yang telah mendorong manusia sejak zaman leluhur, dengan kecepatan dan jangkauan yang tidak tertandingi oleh perusahaan lain.
Buku ini juga mengungkapkan pelajaran- pelajaran sukses si Empat Raksasa yang bisa Anda terapkan untuk diri sendiri atau karir.
Hal- hal Menarik Apa saja yang ada di Buku Ini?
Buku ini akan menjadi bacaan seru untuk Anda yang ingin berkecimpung di dunia bisnis. Hal- hal menarik yang Anda temukan antara lain :
Gambaran secara nyata bagaimana perusahaan bekerja.
Apa yang membuat perusahaan jaman sekarang bertumbuh dengan lebih cepat, sedangkan ada perusahaan yang sulit berkembang hingga bangkrut.
Poin- poin penting yang yang harus para calon pebisnis sukses perhatikan.
Mengambil pelajaran dari kepemimpinan si Empat Raksasa, memberikan nasehat dan saran untuk pembaca, serta melihat ciri profesional yang bisa pembaca terapkan.
4. The Hard Thing About Hard Things – Ben Horowitz
Buku ‘The Hard Thing About Hard Things’ menceritakan tentang perjuangan Ben Horowitz dalam mendirikan startup hingga menghadapi masa- masa sulitnya dalam merintis sebuah bisnis. Membaca buku ini akan membuat kita melihat gambaran kalau mengelola bisnis tidak semudah anjuran untuk resign biar bisa jadi bos untuk diri sendiri, hahaha…
Siapa Penulis Buku ‘ The Hard Thing About Hard Things’?
Ben Horowitz yang mempunyai nama lengkap Benjamin Abraham Horowitz, merupakan seorang pebisnis Amerika, investor, blogger sekaligus penulis. Ben juga seorang pengusaha teknologi dan terkenal sebagai salah satu pendiri perusahaan modal ventura, Andreessen Horowitz, bersama dengan Marc Andreessen.
Selain itu, Ben sebelumnya juga ikut mendirikan dan menjabat sebagai presiden dan kepala eksekutif perusahaan perangkat lunak Opsware, yang kemudian diakuisisi oleh Hewlett-Packard pada 2007.
Apa saja Hal Menarik yang dalam Buku Ini?
Gagasan utama dari buku ‘The Hard Thing About Hard Things’ adalah bahwa kesuksesan startup tidak ada yang berjalan mulus. Setiap startup akan melewati jalan berliku, naik turun dan jalan bergelombang lainnya.
Tidak jarang kita hanya mendengar tentang kesuksesan startup tanpa mengetahui kalau para raksasa teknologi juga mengalami kegalauan yang sama. Sama halnya seperti tantangan dengan menjadi CEO perusahaan. Tidak pernah mudah dan akan selalu ada tantangan baru.
5. Hooked – Nir Eyal
Pernahkan Anda menyadari kalau kehidupan kita terbentuk karena sebuah pola kebiasaan? Misalnya saja saat bangun tidur, banyak di antara kita yang langsung mengecek telepon genggam untuk mengetahui apakah seseorang baru menghubungi atau berita terkini.
Dalam keseharian, kita seperti tidak pernah merasa bosan dan justru menjadi sebuah kebiasaan untuk menggunakan aplikasi tertentu seperti WhatsApp, dan Instagram. Mengapa bisa begitu?
Apa saja Hal Menarik dalam Buku ‘Hooked’?
Hooked (2013) karya Nir Eyal secara detail menjelaskan tentang bagaimana sebuah kebiasaan itu bisa terbentuk dengan sebuah aplikasi. Framework yang digunakan ini kita sebut dengan HOOK, yang isinya terdiri dari Trigger, Action, Reward, dan Investment.
Nir Eyal secara lengkap memberikan penjabaran Model kait proses empat langkah yang diterapkan oleh deretan aplikasi yang berhasil mempengaruhi perilaku pengguna. Tanpa harus beriklan besar- besaran, konsumen seperti terikat dan berulangkali menggunakan aplikasi tersebut.
Pembaca akan disuguhkan berbagai hal penting terkait kebiasaan, seperti pengetahuan praktis untuk menimbulkan kebiasaan, dan langkah- langkah membangun aplikasi yang mendorong orang menggunakannya berkali- kali.
Salah satu pelajaran terpenting dari buku tentang startup ini adalah untuk melupakan apa yang Anda pikir ketahui dan terbuka untuk menerima wawasan baru.
6. The Startup Owner’s Manual – Steve Blank dan Bob Dorf
The Startup Owner’s Manual secara rinci memaparkan tentang bagaimana seseorang bisa sukses dalam membangun startup. Persis seperti namanya, buku ini memuat panduan komprehensif dalam menjalankan perusahaan startup dengan benar.
Membaca buku ini seolah- olah pelaku usaha mendapat bimbingan melalui proses customer development. Pembaca seperti diajak untuk keluar dari gedung kantor menuju tempat tinggal pelanggan, lalu mengembangkan produk- produk unggulan yang sesuai kebutuhan pelanggan.
Apa saja Hal Menarik dalam Buku Ini?
Buku karya Steve Blank dan Bob Dorf ini mengusung konsep yang unik, dimana keduanya menuliskan langkah- langkah yang harus seseorang lakukan dalam beberapa fase, seperti satu hari, satu minggu, dan satu tahun.
Buku ini menggabungkan 10 tahun pembelajaran dan praktek terbaik dalam dunia startup. Berbekal 10 tahun pembelajaran ini, pembaca akan mendapat instruksi terperinci tentang cara memperoleh, mempertahankan, dan mengembangkan pelanggan dengan berbagai teknik.
7. Sprint: How to Solve Big Problems and Test New Ideas in Just Five Days
Proses Sprint dikembangkan di Google Ventures oleh Jake Knapp dan John Zeratsky, yang merupakan dua dari tiga penulis buku ini. Melalui buku ini, Sprint dijelaskan sebagai serangkaian proses yang sangat efektif untuk memecahkan masalah dengan membangun prototipe dan mengujinya dalam lima hari.
Apa saja Hal Menarik dalam Buku Ini?
Sprint adalah buku yang sangat insightful untuk orang- orang yang berkecimpung di industri teknologi. Para penulisnya, Jake Knapp, John Zeratsky, dan Braden Kowitz, adalah design partner di Google Ventures.
Ketiganya telah menjadi konsultan dan membantu ratusan perusahaan digital dalam mendesain dan mengembangkan produk yang bermanfaat di tengah- tengah masyarakat.
Dalam buku ini, pembaca akan mempelajari tentang metode yang menjawab bagaimana sebuah ide bisa dieksekusi dengan baik dan dikonversi menjadi produk yang orang lain gunakan.
8. Scrum: The Art of Doing Twice the Work in Half the Time
Buku karya Sutherland bersaudara ini berbicara banyak terkait pengembangan software dalam suatu bisnis, alias software developer. Seperti yang kita tahu, startup tentunya tidak jauh- jauh dari teknologi.
Apa saja Hal Menarik dalam Buku tentang Startup Ini?
Berkaitan erat dengan pengembangan software yang dirancang oleh programmer, buku ini memaparkan metodologi manajemen proyek yang efektif dalam manajemen startup.
Melalui buku ini, pembaca akan mendapatkan wawasan berkaitan dengan manajemen tim untuk menghasilkan tim yang solid dan berjalan dengan satu visi selaras. Metode Scrum menulisnya sebagai mekanisme proporsional dalam menjalankan roda sebuah bisnis. Istilah inilah yang kemudian dikenal sebagai metodologi manajemen proyek.
9. The $100 Startup – Chris Guillebeau
The $100 Startup (2012) memaparkan cara mendapatkan kesuksesan dan kenyamanan hidup dari apa yang kita cintai. Lewat buku semi-autobiografi ini, pembaca akan mempelajari cara praktis menuju transisi kehidupan yang penuh petualangan, makna dan tujuan, serta mendapatkan banyak uang.
Buku ini sendiri bercerita tentang pengalaman Chris dalam membangun startup dengan modal awal hanya $100. Upayanya tentu tidak mudah.
Siapa Penulis Buku ‘The $100 Startup’?
Sang penulis buku ‘The $100 Startup’ adalah seorang pembicara, penulis, sekaligus traveler. Salah satu hobinya adalah berkeliling mengunjungi setiap negara di dunia. Beberapa karya populernya yang juga menjadi buku best seller antara lain The $100 Startup, The Art of Non-Conformity, dan masih banyak lagi.
Apa saja Hal Menarik yang dalam Buku Ini?
Buku ini secara menarik memberi Anda inspirasi untuk memperoleh penghidupan yang lebih baik dan penuh tujuan. Anda bisa menghabiskan banyak waktu melakukan pekerjaan yang sesuai keinginan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Tentu saja ada seni untuk melakukan hal ini dan itulah yang akan Anda pelajari.
Buku ini secara garis besar membuka wawasan tentang cara mengkombinasikan antara gairan, keterampilan dan manfaat. Anda juga akan mendapat pengetahuan tentang merencanakan usaha secara praktis dan efisien.
10. Dari Start-up Menuju Unicorn – Eileen Rachman
Selain buku pilihan karya penulis luar, Panda juga merekomendasikan buku tentang startup karya anak bangsa, yaitu Dari Startup Menuju Unicorn. Buku karya Eileen Rachman ini bicara banyak tentang dinamika dan problematika saat membangun startup dengan berbagai badai yang menghadang.
Eileen juga mengupas kisah sukses startup Indonesia, seperti Tokopedia, Gojek, Bukalapak, dan beberapa startup lainnya. Deretan startup ini terus bertumbuh bukan karena tidak ada masalah. Melainkan berhasil mengelola permasalahan mereka dan berinovasi tanpa henti.
Siapa Penulis Buku ‘Dari Startup Menuju Unicorn’?
Eileen Rachman berprofesi sebagai seorang psikolog, dosen, motivator, dan konsultan sumber daya manusia. Berbekal background psikolog, Eileen adalah sosok yang piawai dalam menularkan optimisme dan membangkitkan antusiasme seseorang untuk maju.
Eileen juga kerap membagikan pemikirannya lewat kanal media sosial dan menulis di berbagai media cetak di Indonesia.
Apa saja Hal Menarik yang dalam Buku Ini?
Buku ‘Dari Start-Up Menuju Unicorn’ membuka wawasan pembaca tentang hal- hal yang sebelumnya tidak terpikirkan sehingga kita bisa memanfaatkan human creativity dengan lebih baik lagi.
Buku ini adalah pengingat bahwa semua kecerdasan dan kreativitas punya peran yang sangat penting untuk masa depan. Selain itu, Eileen juga memaparkan kalau startup yang dibangun bisa melalui fase- fase tidak menentu.
Kesimpulan
Pasti sangat membanggakan untuk mulai merintis startup sendiri. Namun perlu kita sadari juga, membangun startup tidak semudah membalikkan telapak tangan. Terlebih, sudah banyak jenis startup yang datang dan pergi begitu saja.
Untuk itu, penting sekali untuk membekali diri dengan persiapan sebaik mungkin saat berniat untuk membangun startup. Ada banyak referensi yang bisa menjadi bekal awal, salah satunya adalah membaca buku tentang startup.
Buku tentang startup bisa memberi kita pengetahuan, inspirasi, ilham untuk tetap berhati- hati dan merancang strategi untuk melangkah kedepan. Buku yang membahas bisnis dan startup juga sangat beragam. Dari sekian banyak pilihan, 10 buku startup di atas adalah deretan buku inspiratif yang cocok untuk mendampingi perjalanan startup Anda.
Bicara tentang bisnis dan investasi, ROI (Return on Investment) adalah istilah penting yang harus kita pahami. Terutama untuk sobat Panda yang bekerja di bidang marketing, operasional, bisnis dan komersil.
Alasan utama untuk memahaminya karena ROI sendiri merupakan tolak ukur keuntungan bisnis yang paling efektif. Untuk lebih lengkapnya, Panda akan mengulas secara lengkap tentang apa itu ROI (Return on Investment), manfaat, dan cara menghitung ROI.
Apa itu ROI (ROI (Return on Investment)?
Kita mulai dengan memahami pengertian dari ROI. Return on Investment (ROI) adalah rasio untuk memperhitungkan efektivitas sebuah investasi yang diberikan. ROI bisa kita definisikan juga sebagai rasio antara keuntungan yang diperoleh dan biaya yang dikeluarkan.
ROI (Return on Investment) adalah suatu konsep yang sangat penting dalam dunia bisnis. Parameter ini mengukur seberapa besar keuntungan yang dihasilkan dari suatu investasi dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk investasi tersebut.
Contohnya, jika seseorang berinvestasi sebesar 100 juta rupiah dalam suatu bisnis dan mendapatkan keuntungan sebesar 150 juta rupiah, maka ROI-nya adalah 50%. Artinya, untuk setiap 1 rupiah yang diinvestasikan, bisnis tersebut menghasilkan 1,5 rupiah.
Mengapa ROI Penting dalam Bisnis?
via Freepik.com
ROI sangat penting dalam bisnis. Pasalnya, parameter ini bisa memberikan informasi yang berguna tentang efektivitas investasi.
Apakah profit yang diperoleh lebih besar dari nilai investasi awal? Apakah investasi terbaik ini hadir dalam bentuk research & development, promosi marketing atau penambahan tim sales? Atau ada beberapa segmen yang justru lebih banyak mendatangkan kerugian?
Dengan perhitungan ini, pebisnis akan melihat gambaran performa bisnis di periode tertentu.
1. Menentukan Strategi Bisnis
Dengan memahami ROI, seorang pengusaha dapat menentukan apakah investasi yang mereka lakukan layak atau tidak untuk dilanjutkan.
Seorang pengusaha yang berhasil memperoleh ROI tinggi cenderung akan berhasil dalam bisnisnya. Sebaliknya, seorang pengusaha yang mendapatkan ROI yang rendah cenderung mengalami kesulitan dalam menjalankan bisnisnya.
Selain itu, ROI juga dapat membantu pengusaha dalam pengambilan keputusan bisnis. Seorang pengusaha yang memiliki informasi yang jelas tentang ROI dapat menggunakan informasi tersebut untuk menentukan investasi yang akan dilakukan di masa depan.
2. Alokasi Sumber Daya dengan Lebih Efektif
Yang tidak kalah pentingnya, ROI juga dapat membantu pengusaha untuk mengalokasikan sumber daya dengan lebih efektif. Seperti Panda lansir dari Oberlo, perhitungan ROI berdampak meringankan beban HR dalam menilai pekerjaan di tim sales.
Dalam hal ini, perusahaan akan menghitung ROI di jangka waktu tertentu. Selanjutnya, perusahaan akan membandingkan tingkat penjualan dan gaji karyawan perusahaan.
Bisa jadi, perusahaan perlu melakukan pengurangan gaji untuk karyawan yang performanya tidak berkualitas.
3. Kalkulasi Performa Produk Baru
Selanjutnya, ROI juga menjadi penting untuk bisnis karena punya andil dalam menghitung performa produk baru. Tingkat keuntungan produk perlu disandingkan dengan biaya produksi, promosi dan penjualannya.
Dan akhirnya, ini bisa menjawab pertanyaan apakah strategi marketing yang digunakan sudah cukup efektif atau justru tidak mempan?
Faktor yang Mempengaruhi ROI
Tentunya ada hal- hal yang bisa mempengaruhi tinggi rendahnya sebuah Return on Investment. Secara garis besar, hal ini terbagi ke dalam dua faktor berikut ini :
1. Tingkat Turnover dari Operating Asset
Tingkat turnover atau tingkat perputaran aktiva dalam kegiatan operasional artinya kecepatan berputarnya operating asset dalam satu periode tertentu.
2. Profit Margin
Faktor selanjutnya adalah profit margin yang perusahaan hasilnya. Pebisnis bisa menganalisa laba bisnis perusahaan untuk menyimpulkan apakah ROI perusahaan sudah sesuai harapan atau tidak.
Cara Menghitung ROI (Return on Investment)
Setelah mengetahui pentingnya Return on Investment, langkah selanjutnya adalah mengetahui cara menghitung ROI. Dengan cara ini, kita bisa mengetahui jumlah keuntungan yang diperoleh dan biaya yang keluar untuk investasi tersebut.
Rumus dasar menghitung ROI :
ROI = (Keuntungan – Biaya) / Biaya x 100%
Contoh studi kasus :
Jika seseorang menginvestasikan Rp 100 juta rupiah untuk sebuah bisnis dan mendapatkan keuntungan sebesar 148 juta rupiah, maka ROI nya adalah sebagai berikut :
ROI (148-199)/100 x 100% = 48%
Dengan demikian, tingkat ROI dari studi kasus ini adalah 48%.
Kelebihan dan Kekurangan ROI
ROI memang memberikan perbedaan saat kita berhasil menggunakannya untuk analisa. Kendati begitu, parameter ini juga mempunyai kekurangan dan kelebihan.
Kelebihan
Berikut adalah beberapa kelebihan dari Return on Investment :
Perhitungan yang mudah dan sederhana
Rumus bersifat general sehingga bisa diterapkan dan diadaptasi ke berbagai industri
Mampu mengukur efisiensi investasi dari segala aspek. Mulai dari modal, biaya operasi, hingga transaksi.
Membantu untuk membuat keputusan dan strategi bisnis yang lebih efektif.
Kekurangan
Sedangkan kekurangan dari ROI antara lain :
Bisa berpengaruh ke dividen kas secara signifikan
Sulit menentukan mana investasi yang paling berdampak karena semua investasi dipukul rata, sehingga sulit menentukan investasi mana yang paling menguntungkan.
Perhitungan ROI rawan tidak akurat karena tidak melibatkan metrik lainnya. Seperti inflasi, pajak, dan sejenisnya. Sehingga ini bisa menyebabkan perhitungan menjadi tidak aktual dengan situasi di lapangan.
Kesimpulan
Pengertian dari ROI (Return on Investment) adalah konsep yang sangat penting dalam dunia bisnis. ROI memberikan informasi tentang efektivitas investasi dan dapat membantu pengusaha dalam pengambilan keputusan bisnis.
Cara menghitung ROI cukup mudah, yaitu dengan menggunakan rumus ROI = (Keuntungan – Biaya) / Biaya x 100%. Namun tidak serta merta melihat hasil metrik ini di atas kertas, karena kita perlu mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya dengan seksama.
Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda dan dapat meningkatkan pemahaman tentang ROI dalam bisnis.
Kian hari semakin banyak masyarakat yang mengeluhkan terjebak jeratan pinjol, alias pinjaman online. Penyebabnya pun beragam. Mulai dari iming- iming limit besar, bunga kecil, dan juga kemudahan dalam meminjam.
Namun setelah mengambil pinjaman, ternyata besaran bunga seringkali tidak sesuai ekspektasi awal. Selain itu banyak peminjam yang terjebak dalam budaya gali lubang tutup lubang. Tak ayal, akhirnya kreditur pun menjadi sasaran teror debt collector.
Fenomena Pinjaman Online yang Kian Populer Tapi Memakan Banyak Korban
Mengapa banyak orang tertarik berhutang di pinjol? Sekilas yang Panda sebutkan tadi adalah kemudahan. Meminjam di pinjaman online sangat lah mudah, karena tidak melalui prosedur ala perbankan yang cenderung lebih ketat.
Peminjam bisa dengan mudah mengajukan pinjaman melalui gadget. Hanya dengan modal foto diri dan kartu identitas, peminjam bisa mendapatkan pinjaman tanpa agunan.
Namun dibalik kemudahan itu, ternyata ada banyak celah yang membuat peminjam mengalami kerugian besar. Mulai dari bunga yang lebih mahal dari perbankan, hingga penyalahgunaan data privasi. Akhirnya,banyak yang terjebak dalam masalah finansial yang lebih pelik akibat pinjaman online ini.
Tips Agar Tidak Terjebak dalam Jeratan Pinjol
Korban pinjol bisa sangat depresi setelah terjebak terlalu dalam/ via CNN Indonesia
Kenyataannya, ada beberapa situasi dimana mau tidak mau kita terlibat dengan hutang piutang. Daaannn… pinjaman online adalah salah satu opsi yang memberi kita kemudahan dalam meminjam uang. Sangat mudah, nyaris instan!
Tapi rasanya akan mengerikan jika kemudahan ini harus kita tebus dengan menyerahkan data pribadi ke oknum yang tidak bertanggungjawab. Untuk itu, agar bisa meminimalisir jebakan jerat pinjol, ada beberapa upaya yang bisa sobat Panda lakukan. Simak ulasan Panda berikut ini ya :
1. Cek Legalitas Pinjol di OJK
Untuk menghindari masalah di kemudian hari, penting sekali untuk memastikan apakah platform pinjaman yang akan kita gunakan terdaftar resmi di OJK (Otoritas Jasa Keuangan).
Kita bisa mengeceknya dengan mudah melalui situs resmi OJK. Selain itu, cari tahu juga apakah platform pinjol ini sudah lama beroperasi atau masih baru untuk pertimbangan lebih lanjut.
2. Pinjam Sesuai Kebutuhan
Banyak yang terjebak jeratan pinjol karena menggunakan pinjaman untuk kebutuhan konsumtif. Padahal kebutuhan tersebut tidak urgent dan bisa untuk ditunda.
Akan lebih bijak jika kita meminjam sesuai kebutuhan saja. Dan mempertimbangkan bunga yang cenderung lebih tinggi dari perbankan, pinjol bisa jadi alternatif untuk kebutuhan darurat. Jika tidak darurat, perbankan bisa menjadi pilihan yang lebih baik.
3. Menjaga Data Pribadi itu Penting
Menjaga data pribadi di era digital seperti ini sangat penting agar kita terhindar dari kejahatan siber, alias cyber crime. Karena lengah sedikit saja, data pribadi kita bisa disalahgunakan oleh oknum untuk pinjaman ilegal.
Maka dari itu, berhati- hatilah dalam mengunduh aplikasi dan mengatur ijin/ permission setiap aplikasi. Terlebih jika aplikasi ini meminta mengunggah kartu identitas atau mengharuskan mengisi data pribadi.
Artinya, jika sobat Panda menerima pesan teks atau penawaran pinjaman, kita wajib berhati- hati. Karena bisa dipastikan bahwa ini bukan berasal dari pinjaman yang sah dengan izin OJK.
5. Bandingkan Suku Bunga dan Biaya Lain- lain
Langkah selanjutnya agar tidak terjebak dalam jeratan pinjol adalah membandingkan suka bunga dan biaya. Pastikan sobat Panda sangat teliti untuk membandingkan suku bunga dalam periode yang sama.
Karena tidak jarang ada yang mempromosikan suku bunga dengan angka sangat kecil, nyatanya itu adalah bunga harian. Setelah sama- sama dihitung sebagai bunga bulanan, ternyata angkanya menjadi lumayan besar. Pernah mengalami seperti itu?
Selain itu, cek juga perkiraan biaya administrasi, biaya provisi, dan juga biaya penalti jika terlambat membayar. Namun tentu saja, hindari untuk terlambat melakukan pembayaran pinjaman ya. Ini berlaku untuk pinjaman di platform dan media apa saja.
6. Selektif dalam Menerima Tawaran
Dengan berbagai alasan, pinjaman online sering menjadi penawaran menggiurkan. Dengan iklan yang cukup agresif, tidak jarang kita yang awalnya tidak tertarik, jadi mulai tergoda dan ingin mencoba.
Untuk itu, penting sekali untuk bijak dalam mengatur finansial dan selektif dalam melihat penawaran. Sebelum mengambil tawaran, cobalah menganalisis kebutuhan dan peluang dengan lebih teliti, kritis dalam menilai biaya, serta mempertimbangkan jangka waktu pinjaman.
Sekali lagi, jika tidak urgent, maka pinjol ini adalah sesuatu yang tidak benar- benar Anda butuhkan. Skip iklannya, hapus penawarannya.
7. Siapkan Dana Darurat
Yes, pengelolaan keuangan yang baik sebenarnya adalah salah satu kunci penting untuk menghindari jerat pinjol. Seperti Panda katakan di atas, dalam situasi urgent pinjol bisa menjadi penolong.
Tapi penolong ini bisa menjadi jebakan saat kita mulai tergantung dengan pinjol. Merasa urgent sedikit pinjol, merasa butuh sekali lalu pinjol. Kita merasa dimudahkan, lalu menjadi candu dan ketergantungan yang kita tebus mahal.
Padahal dengan mengelola dana darurat, kita bisa mempersiapkan diri dengan lebih aman, sekaligus mencegah ketergantungan yang memanjakan. Masuk akal, kan?
Kesimpulan
Banyak pinjol merugikan? Iya, saat kita terjebak dalam pinjol ilegal. Atau saat kita mulai terjerat dalam budaya gali lubang tutup lubang dengan beberapa aplikasi pinjaman online.
Kenyataannya, banyak orang tersadar dampak negatif pinjol ini setelah mereka terjebak dalam pusara ketergantungan pinjaman online dan stres untuk melunasinya. Padahal dengan lebih bijak finansial dan menerapkan 7 tips di atas, kita bisa meminimalisir masalah ini.
Jadi sebelum melakukan pinjaman online, cobalah untuk teliti dan berhati- hati terlebih dahulu ya! Semoga ulasan Panda kali ini bermanfaat!
Saat kita tengah menggunakan laptop atau komputer PC, ada saat dimana kita menghapus file secara tidak sengaja. File terhapus ini mungkin saja sangat penting untuk Anda. Lebih buruk lagi, kadang kita tidak langsung menyadarinya. Panik? Ini normal terjadi.
Namun file atau dokumen yang sudah terhapus ini masih bisa direcovery dengan mudah melalui keranjang daur ulang, atau Recycle Bin. Dan caranya pun cukup mudah.
Anda tinggal mencari file terhapus di Recycle Bin, lalu menyeretnya kembali ke salah satu folder di laptop Anda. Dengan begitu, file berhasil kembali.
Namun masalah lain mungkin terjadi. Misalnya saja, bagaimana jika file sudah terhapus secara permanen di Recycle Bin? Apakah ada cara lain untuk mengembalikan file terhapus tadi?
Jawabannya, Iya!
Mengembalikan File yang Terhapus Permanen
Horor rasanya kehilangan file yang kita anggap penting. Saat kita pikir file sudah terhapus permanen karena tidak muncul lagi di Recycle Bin, ternyata ada trik untuk mengakalinya.
Ya, meski file terhapus secara permanen, masih ada beberapa cara untuk mengembalikan file tersebut. Di artikel Panda ini, ada tiga cara yang bisa kita gunakan untuk memulihkan file yang terhapus permanen.
Yang pertama adalah dengan metode backup & restore. Cara kedua dengan restore previous version. Dan ketiga, menggunakan program pemulihan file yang bekerja secara ajaib.
Menggunakan Program Pemulihan File
Cara termudah yang bisa Anda gunakan untuk memulihkan file yang terhapus adalah dengan layanan aplikasi. Layanan ini akan sangat membantu jika kita tidak mempunyai backup atau tidak bisa melakukan dua metode lain di bawah.
Berikut adalah beberapa aplikasi rekomendasi yang bisa Anda gunakan untuk mengembalikan file yang terhapus permanen :
1. WorkinTool Data Recovery Software
WorkinTool mengklaim dirinya sebagai software pemulihan file paling ampuh dan efektif. Software ini bisa menjadi solusi gratis untuk mengembalikan file yang hilang tanpa batas untuk Windows 11/10/8/7.
WorkinTool bisa memulihkan gambar, dokumen, video, audio, dan file lain yang hilang karena terhapus, terformat ulang, shutdown sistem, serangan virus, dll. Mereka juga mengklaim tingkat keberhasilan pemulihan file hilang mencapai 99,9%.
WorkinTool bisa Anda gunakan secara gratis, tanpa iklan atau batasan tersembunyi lainnya.
2. EaseUS Data Recovery Wizard
Software lain yang juga bisa Anda gunakan adalah aplikasi EaseUS Data Recovery Wizard. Jalankan aplikasi ini dengan memilih lokasi tempat file terhapus. Klik lokasi tersebut, lalu pilih opsi Scan.
Selanjutnya software ini akan secara otomatis memindai lokasi yang dipilih dan beberapa saat kemudian hasil pemindaian akan tampil di bagian Deleted Files.
Pilih file yang akan dikembalikan, dan klik Recover untuk menyimpannya di lokasi atau perangkat baru. Lanjutkan dengan klik OK untuk menyelesaikan proses ini. Done!
Menggunakan Backup & Restore
File yang terhapus permanen bisa dikembalikan dengan menggunakan fitur Backup & Restore dari Windows. Untuk bisa menggunakan fitur ini, tentu sebelumnya Anda harus sudah mengaktifkan fitur Backup lebih dulu.
Jika Anda menggunakan Windows 10, Anda bisa mengaktifkannya melalui Tombol Start/ Mulai >> Pengaturan >> Pembaruan dan Keamanan >> Cadangan >> Tambah Drive, lalu pilih Drive Eksternal atau lokasi jaringan untuk cadangan Anda.
Untuk di Windows versi sebelumnya, Anda bisa memilih Tombol Start >> Control Panel >> System & Maintenance, dan pilih Backup & Restore.
Selanjutnya, gunakan langkah berikut ini untuk memulihkan file penting yang tak sengaja dihapus :
Ketik ‘Pulihkan File’ di kotak pencarian, lalu pilih pulihkan file Anda dengan “Riwayat File”.
Temukan file yang Anda butuhkan, lalu gunakan tanda panah untuk melihat semua versi.
Saat menemukan versi yang kita inginkan, pilih “Pulihkan” untuk mengembalikan ke tempat penyimpanan awal.
Untuk menyimpannya ke tempat lain, tekan dan tahan (atau klik kanan) “Pulihkan”, pilih “Pulihkan ke”, dan pilih lokasi baru penyimpanan.
Tampilan Backup & Recovery terpisah tab di Windows 10
Kelemahan dari cara ini adalah Anda tidak bisa menggunakannya jika fitur Backup baru Anda aktifkan saat file sudah hilang. Idealnya, Anda sudah mengaktifkan fitur ini sejak awal.
Metode Restore Previous Version
Pengguna laptop dengan sistem operasi Windows 7,8, dan 10 bisa mengembalikan file yang terhapus permanen dengan cara mengembalikan versi sebelumnya. Untuk menggunakan ini, pastikan kalian tidak menonaktifkan fitur File History ya.
Untuk menggunakannya, masuklah ke folder yang file nya telah terhapus secara permanen. Klik kanan di folder tersebut, lalu pilih opsi Restore Previous Version.
Selanjutnya Anda akan akan melihat daftar yang berisi berbagai versi file atau folder. Pilih versi yang terbaru, lalu klik Restore untuk mengembalikan file tersebut.
Kesimpulan
Kehilangan file penting secara permanan adalah masalah serius. Anda mungkin berpikir bahwa ini adalah akhir yang menyedihkan dan membingungkan. Namun kenyataannya, ada trik yang bisa Anda coba untuk memulihkan file yang terhapus itu.
Ada berbagai metode untuk mengembalikan file terhapus permanen yang sudah tidak bisa terdeteksi oleh Recycle Bin. Jika ada kendala di laptop yang membuat dua solusi pertama tidak bisa digunakan, maka aplikasi pihak ketiga akan membantu.
Yang perlu Anda catat, perlu kehati- hatian dalam menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk program pemulihan data. Pastikan Anda hanya menggunakan program pemulihan file yang aman untuk laptop/ PC.
Kata freelancer sudah bukan istilah yang asing lagi di jaman modern seperti sekarang ini. Bahkan untuk beberapa orang yang merasa menjadi karyawan bukan habitatnya, menjadi pekerja freelance adalah karir idaman.
Namun bagi Anda yang belum begitu paham dengan istilah ini dan penasaran, di artikel kali ini Panda akan mengulas tentang pengertian freelancer, cara kerjanya, dan keuntungan yang diperoleh.
Apa itu Freelancer?
Freelancer dalam bahasa Indonesia berarti pekerja lepas, yaitu seseorang yang bekerja sendiri dan tidak terikat komitmen dengan perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Bisa dibilang, freelancer adalah pekerja mandiri.
Mereka tidak terikat dengan perusahaan. Tidak ada kontrak kerja dan durasi kerja karena mereka bekerja sesuai dengan jadwal yang dibuat sendiri dan proyek yang dikerjakan.
Karena konsepnya adalah mandiri atau pekerja lepas, freelancer biasanya didasari oleh minat dan bakat si pekerja itu sendiri.
Misalnya saja saat seseorang punya keahlian coding, maka ia menjalani profesi freelance sebagai developer website atau aplikasi. Atau jika seseorang punya keahlian desain, ia bisa menjalani keahlian sebagai freelance desain logo brand dan perusahaan.
Beberapa freelancer adalah mereka yang murni pekerja lepas. Dan beberapa lainnya adalah karyawan yang punya pekerjaan, namun menggunakan waktu luangnya sebagai freelancer untuk menyalurkan hobi dan mendapat penghasilan tambahan.
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang sering muncul terkait freelancer :
Freelancer adalah pengangguran, apa itu benar?
Memang ada istilah keren yang menyebut freelancer sebagai pengangguran yang dibayar. Tapi tentu saja mereka bukan pengangguran. Mereka adalah pekerja mandiri yang tidak terikat dengan perusahaan atau majikan. Mereka adalah boss untuk diri mereka sendiri.
Apa itu freelancer online?
Sesuai dengan embel- embel online, istilah ini berarti mengacu pada pekerja lepas yang bidang pekerjaannya menyangkut dunia online. Misalnya saja untuk jasa desain logo & kemasan, penulis konten, jasa SEO, atau bahkan developer website dan aplikasi.
Contoh pekerjaan freelance itu seperti apa?
Apa saja pekerjaan yang dikerjakan secara mandiri dan per proyek, tanpa ada keterikatan khusus seperti boss-karyawan. Contoh nya adalah freelance writer (penulis lepas), freelance desainer (desainer lepas), fotografer, kurir lepas, dan masih banyak lagi dengan variasi jenis pekerjaan yang berbeda- beda.
Apakah ada pekerjaan freelance untuk mahasiswa?
Tentu ada. Kenyataannya sih tidak sedikit mahasiswa yang menjadi seorang freelancer di waktu luangnya. Selain menyalurkan hobi dan mendapat penghasilan, juga untuk menambah portofolio.
Berapa gaji freelancer?
Gaji freelance bisa tergantung dari jenis proyek yang dikerjakan freelancer itu sendiri. Bisa mulai dari ratusan ribu (jasa konten, desain, SEO, dsb) hingga jutaan dan bahkan puluhan juta (develop website dan aplikasi, jasa SEO & desain untuk tingkat yang lebih tinggi).
Perbedaan Freelancer vs Karyawan
Freelancer dan karyawan mempunyai beberapa perbedaan yang signifikan dan mudah dipahami. Antara lain adalah sebagai berikut :
Perbedaan
Karyawan
Freelancer
Kontrak
Berstatus kontrak atau tetap oleh sebuah perusahaan/ instansi dalam jangka waktu yang biasanya cukup panjang.
Status kontrak hanya berlaku sesuai kesepakatan per proyek.
Waktu
Ada keharusan untuk masuk kantor setiap hari dengan jam kerja yang sudah diatur
Tidak ada ikatan waktu kerja. Yang penting proyek harus selesai tepat waktu.
Besaran Gaji
Gaji relatif sama dan stabil
Tidak punya gaji tetap. Kadang bisa mendapat gaji kecil, kadang bisa sangat banyak, tergantung banyak proyek yang dihandle.
Jaminan Kesehatan
Mendapatkan jaminan kesehatan dari kantor
Tidak ada jaminan kesehatan apapun dari pihak lain, kecuali mengurusnya sendiri.
Laporan
Laporan pertanggungjawaban terhadap atasan dan boss
Laporan pertanggungjawaban hanya untuk klien sesuai proyek.
Keuntungan dan Kelemahan Menjadi Freelancer
Setiap profesi mempunyai keunggulan dan kelemahan masing- masing. Sama halnya dengan menjadi seorang pegawai lepas. Ada keuntungan dan kelemahan yang bisa kita peroleh.
Keuntungan
Fleksibilitas yang luar biasa
Seorang pekerja lepas tidak terpaku pada jam kerja atau keharusan bekerja 8 jam sehari. Yang penting adalah proyek berhasil selesai tepat waktu. Kadang mereka berhasil menyelesaikan di malam hari, dan bisa tidur pulas di siang hari. Tidak heran mengapa profesi ini kadang sering disebut sebagai pengangguran 🙂
Bebas menentukan tempat bekerja
Seorang freelancer bebas untuk bekerja dari mana saja, terutama untuk freelancer online. Entah mau bekerja di cafe, di taman, atau bahkan di kamar tidur sekalipun.
Handle beberapa klien sekaligus
Seorang pekerja lepas bisa menghandle beberapa klien sekaligus dalam satu waktu. Kemampuan handle proyek sekaligus bisa menghasilkan pendapatan yang tinggi. Tentu saja freelancer yang menyanggupi beberapa proyek sekaligus juga harus bisa menyelesaikannya tepat waktu.
Kelemahan
Penghasilan tergantung proyek
Tidak ada gaji pokok untuk seorang pekerja lepas karena mereka bekerja secara mandiri. Jadi, penghasilan freelancer akan sangat tergantung dari jumlah proyek yang mereka peroleh. Bisa jadi dalam satu bulan bisa mendapat banyak proyek, atau saat lagi apes bisa jadi hanya mendapat satu dua proyek saja.
Disiplin terhadap Proyek
Menjadi seorang freelancer bukanlah pekerjaan yang bisa semua orang jalani. Pekerjaan ini tidak ada jam bekerja khusus seperti layaknya seorang karyawan. Nah, inilah tantangan sebenarnya. Anda harus pintar dalam manajemen waktu dan disiplin agar setiap proyek bisa selesai tepat waktu.
Status sosial
Ingat pembahasan tentang freelancer sering mendapat label pengangguran tadi? Ya, setidaknya itulah stigma sosial yang tersemat pada seorang pekerja lepas. Sebenarnya sih ini bukan masalah besar untuk sebagian besar. Apalagi jika ternyata dompet selalu tebal 🙂
Contoh Pekerjaan Freelancer
Seperti yang sempat Panda singgung tadi, ada banyak jenis pekerjaan online yang bisa kita tekuni. Beberapa contoh pekerjaan freelance yang populer antara lain :
IT (website developer, android developer, web design, web maintenance, jasa membuat website, dsb)
Content Writer untuk web, blog, website atau start up
Copywriter & Ghostwriter
Desain (logo, kemasan, website, produk, dsb)
Data Entry & Data Mining
Konsultan
Translator (bahasa Mandarin, bahasa Inggris, bahasa Prancis, dsb)
Elektronik dan Robotik
Jasa dalam digital marketing (social media, SEO, iklan, dsb)
Yang menarik, beberapa jenis pekerjaan bisa selalu tersedia untuk karyawan dan freelancer. Terutama setelah era pandemi, ada banyak jenis pekerjaan yang bisa dilakukan secara remot.
Mencari informasi pekerjaan juga kini semakin mudah dengan adanya berbagai platform dan aplikasi pencari kerja. Salah satunya Jooble, yang merupakan aplikasi yang bekerja layaknya mesin pencari khusus untuk pencarian lowongan kerja. Pencarian melalui Jooble memungkinkan para pencari pekerja untuk menemukan berbagai lowongan pekerjaan di Indonesia dari semua portal.
Cara Kerja Freelancer
Untuk menjadi seorang freelancer, ada dua opsi yang bisa Anda pilih. Yang pertama adalah membangun karir freelance Anda secara personal (membuat website, branding diri sendiri, dsb) atau bergabung dengan situs freelancer populer, seperti di artikel 5 Situs Freelance Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
Pilihan pertama relatif lebih sulit, tapi ideal untuk Anda yang mempunyai sasaran besar menjadi seorang profesional. Anda perlu membranding diri sendiri lebih dulu dan membangun kepercayaan terhadap jasa Anda.
Kabar baiknya, jika klien mulai berdatangan dan usaha Anda mulai sukses, Dan bisa mencapai level dimana profesi yang dijalani ini bukan lagi sekedar freelancer, tapi sebuah bisnis baru. Anda akan mulai membutuhkan karyawan dan asisten untuk membantu menangani proyek klien Anda.
Sedangkan dalam opsi yang kedua, relatif lebih mudah. Kesulitan biasanya hanya ada di masa- masa awal karena Anda harus bersaing dengan mereka yang sudah lebih dulu populer di platform pekerja lepas.
Meski begitu, Anda bisa menggunakan strategi ala- ala marketplace. Misalnya dengan membuat harga Anda menjadi lebih hemat sementara waktu, tampilkan portofolio yang meyakinkan, dan buat penawaran yang menarik untuk jasa Anda.
Dengan begitu, proyek- proyek akan mulai menghampiri Anda.
Contoh cara pendaftaran sebagai freelance di web Sribu
Dengan cara kedua ini, Anda akan memulainya dengan mendaftarkan diri sebagai freelancer ke platform- platform pekerja lepas. Dari sisi klien, mereka akan membuat job dengan mengisi judul, kategori pekerjaan, deskripsi pekerjaan, dan penawaran nilai proyek.
Setelah itu freelancer akan melamar pada job tersebut dengan melampirkan portofolio. Selanjutnya, klien akan memilih jasa freelancer mana yang akan mereka pilih. Si pekerja dan klien kemudian akan bernegosiasi terkait proyek tersebut berupa detail pekerjaan, proses dan lama pengerjaan, harga, dan sebagainya.
Syarat Menjadi Freelancer
Siapapun bisa menjadi freelancer. Namun, jenis profesi ini memang bukan untuk semua orang. Dan perlu diingat juga, profesi ini tidak selalu seindah yang dibayangkan, terutama di tahap- tahap awal.
Berikut ini beberapa syarat yang perlu Anda penuhi untuk menjadi seorang freelancer :
1. Mempunyai keahlian tertentu
Untuk membangun karir sebagai seorang freelancer, Anda harus mempunyai keahlian dan pengalaman tertentu dalam sebuah bidang. Mereka yang tergabung dalam platform freelancer baisanya adalah sekumpulan orang- orang dengan keahlian yang sudah teruji. Jadi bukan untuk mereka yang sedang coba- coba atau memulai dari 0.
2. Kemampuan Time Management
Tanpa arahan dari boss atau aturan jam kerja saklek ala kehidupan karyawan bukan berarti bekerja semau gue. Sebaliknya, seorang pekerja freelance harus pintar dalam manajemen waktu agar proyek yang mereka kerjakan bisa selesai tepat waktu.
3. Komitmen dan profesionalitas
Membangun reputasi saat menjadi pekerja freelance sangat penting. Anda harus mempunyai komitmen tinggi dan profesionalitas kerja. Terlebih, mereka yang berkecimpung di bidang ini umumnya adalah mereka yang tidak langsung bertatap muka.
Jadi saat sudah bersedia menerima sebuah proyek, maka harus Anda harus mengerjakannya dengan sebaik- baiknya dan sepenuh hati.
4. Fasilitas pendukung
Selain skill, fasilitas pendukung juga penting untuk membuat pekerjaan sebagai freelancer menjadi optimal. Fasilitas ini antara lain peralatan bekerja (laptop, tool/ aplikasi pendukung, dan sebagainya), dan jaringan internet.
Kesimpulan
Setelah membaca ini semua, apakah menjadi seorang freelancer masih menjadi karir impian Anda?
Jika iya, selain mempersiapkan kemampuan dan fasilitas pendukung, Anda perlu mempersiapkan diri secara mental. Ada distraksi yang siap menghalangi dan tantangan besar yang harus kita tangani.
Selamat memulai perjuangan Anda menjadi seorang pekerja freelance!