Tips untuk Menerapkan Promo Free Ongkir atau Kenapa sih Toko Sebelah Bisa Kasih Free Ongkir

Tips untuk Menerapkan Promo Free Ongkir atau Kenapa sih Toko Sebelah Bisa Kasih Free Ongkir

Free Ongkir. Sekilas terdengar sederhana.

Tapi yakinlah, promo ini cukup ampuh untuk memikat calon customer Anda. Sayangnya, masih belum begitu banyak marketer yang menerapkan promo free ongkir ini di toko mereka atau meneriakkan campaign ini di iklan mereka. Beda cerita jika promonya numpang marketplace 🙂

Takut boncos?? Hmmm… mari kita solusinya!

Promo Free Ongkir = Akal- akalan?

Pernah nggak sih Anda berpikir kalau promo free ongkir ini sebenarnya akal- akalan? Bisa akal- akalan, bisa juga tidak. Jika bicara tentang promo free ongkir marketplace, kita sendiri sudah paham jika memang ada strategi bakar duit disana. Ya iya lah, investor nya gedheee 😀

Yang pasti, free ongkir memang lagi digandrungi dan menjadi strategi marketing yang ampuh untuk memikat calon customer. Baik itu customer baru, atau customer lama untuk repeat order lagi, dan lagi.

Tanpa numpang promo marketplace, banyak toko online khawatir jika strategi ini membuat rugi toko mereka. Padahal kalau mereka memikirkan banyak kemungkinan, free ongkir ini justru sangat menguntungkan. Proses konversi Warm Audience menjadi Hot Audience juga menjadi lebih mudah.

Tips Biar Toko Anda bisa Gratis Ongkir (Ongkos Kirim)

Yang menjadi pertanyaan, bagaimana sih caraya biar bisa ikutan promo Free Ongkir, atau kenapa toko sebelah bisa kasih Free Ongkir?

1. Up Harga Terlebih Dulu

Yes, this is the trick! Salah satu alasan mengapa sebuah toko bisa dengan PD nya menerapkan promo free ongkir adalah karena mereka sudah menaikkan harga produk terlebih dulu.

Tentu saja nggak asal naikin harga, perhitungan harus kita lakukan di awal dengan cermat. Kenaikan harga juga tidak kita pukul rata naik sekian persen.

Sebaliknya, ada langkah- langkah masuk akal yang bisa kita tindak lanjuti, yaitu :

  • Riset harga
  • Mendapatkan harga terbaik dari supplier
  • Menaikkan harga secara masuk akal
  • Promosikan free ongkir produk

Menaikkan harga disini dapat diartikan sebagai sistem subsidi silang. Artinya, kenaikan harga ini sebenarnya adalah trik untuk menutup biaya yang kita keluarkan untuk mengcover promo subsidi gratis ongkir kita. Ada harga yang kita naikkan sekian persen, ada yang kita naikan dengan tipis. Intinya adalah harga terbaik kita naikkan secara rasional dan market masih bisa menerimanya saat kita menggemborkan campaign gratis ongkir.

free ongkir

2. Margin Penjualan Harus Tetap Oke

Untuk bisa menggemborkan promo gratis ongkir, kita perlu memastikan margin rata- rata kita aman secara keseluruhan. Ingat, yang kita hitung adalah margin keseluruhan ya, bukan per produk.

Artinya, yang sedang kita mainkan saat ini adalah sistem subsidi silang. Dengan sistem subsidi, artinya kita nggak akan benar- benar rugi. Karena disini ada celah permainan harga yang bisa kita lakukan.

To do list Anda selanjutnya setelah riset yang berkaitan harga adalah menganalisa margin rata- rata penjualan. Point nya masih sama, kita menarik lebih banyak calon pembeli, dan tetap menghasilkan keuntungan. Jangan sampai berpikir rugi- rugi banget, kecuali memang kita punya dana ekstra untuk bakar- bakar duit dengan investor.

3. Mainkan Target Lokasi Saat Beriklan

Sudah menaikkan harga?

Sekarang waktunya untuk memikirkan strategi beriklan. Misalnya saja Anda menaikkan harga sebesar Rp 10.000 per produk, maka buatlah iklan Anda ke lokasi yang ongkirnya berada di kisaran Rp 10.000/ kg. Jika harga produk masih oke untuk dinaikkan Rp 20.000, maka target lokasi bisa lebih luas, karena Anda punya budget subsidi ongkir sampai Rp 20.000, begitu seterusnya.

Dengan trik ini, bunyi iklan Anda tidak perlu FREE ONGKIR KHUSUS WILAYAH X. Namun bisa langsung free ongkir ke seluruh Indonesia, tapi target audiens benar- benar untuk lokasi X saja, sesuai batas free ongkir Anda.

Cara yang kedua, Anda juga bisa informasikan ‘Gratis Ongkir Rp …. khusus untuk ….’, jika memang ingin mentarget wilayah yang lebih luas, tapi tetap meng-highlight free ongkir Anda dengan batasan tertentu.

Mana yang lebih efektif? Untuk memastikan ini, split test adalah jawabannya.

4. Strategi Beli min Rp xxxx Free Ongkir

Kalau setelah dihitung ternyata harga satuan tidak memungkinkan margin free ongkir, cobalah untuk menerapkan free ongkir untuk minimal pembelian jumlah tertentu. Anda tinggal menerapkan rule ala toko online Anda sendiri. Misalnya saja beli 3 Free Ongkir, beli 5 Free Ongkir, atau belanja min. Rp 90.000 Free Ongkir, dst.

5. Gunakan Trik Decoy Effect untuk Menggiring Pilihan Pembeli

Setelah menerapkan free ongkir, tentu menjadi keuntungan sendiri saat kita berhasil menggiring calon pembeli untuk memilih produk yang harganya menarik. Nah, harga menarik ini ada kaitannya dengan trik psikologi harga, Decoy Effect.

Penerapan Decoy Effect bukan hanya meningkatkan rata- rata jual dari sisi toko online saja. Di luar itu, customer akan merasa diuntungkan karena faktor psikologis pemilihan produk dengan harga terbaik.

Untuk menerapkan tips ini, pastikan Anda sudah membaca artikel Panda : Decoy Effect : Trik Psikologi Harga yang Menghipnotis Pembeli Anda.

6. Kalau Pesannya Ternyata dari Lokasi yang Ongkirnya Mahal Gimana Nih? Numpang di Marketplace (MP) Aja!

Nggak perlu panik! Anda bisa menggabungkan strategi nomer 4 tadi dengan satu strategi lainnya : numpang di marketplace aja, hehehe….

Ada beberapa MP besar yang menerapkan subsidi ongkir sampai dengan nominal tertentu kan? Anda masih bisa mengkomunikasikan kepada calon pembeli Anda untuk membeli dari toko online Anda di marketplace. Dengan cara ini, Anda bisa melakukan penjualan dengan optimal, sekaligus meningkatkan reputasi toko online Anda di marketplace.

Kesimpulan

Meski sederhana, menerapkan gratis ongkir dalam promosi adalah trik yang bisa menciptakan perbedaan. Banyak dari buyer merasa bahwa harga jauh lebih hemat saat ada informasi free ongkir. Psikologis pembeli akan merasa bahwa mereka mendapatkan promo yang tidak boleh disia- siakan. Meskipun jika harus komparasi harga, bisa jadi harga jual kita lebih mahal dari toko sebelah.

Jika selama ini toko sepi pembeli membuat Anda galau, cobalah strategi ini. Sebuah gebrakan baru akan berdampak baik untuk penjualan Anda.
Selamat mencoba!

Iklan Anda Selalu Ditolak Facebook? Perbaiki dengan 9 Hal Ini

Iklan Anda Selalu Ditolak Facebook? Perbaiki dengan 9 Hal Ini

Bicara tentang platform beriklan paling favorit di mata digital marketer, Facebook Ads sudah pasti salah satunya. Pasalnya, Facebook Ads menawarkan banyak fitur beragam yang membuat iklan, terutama untuk produk impulsive. Dengan Facebook Ads, pengiklan akan bisa menjangkau audiens tertarget secara maksimal.

Pengiklan bisa menargetkan audiens berdasarkan usia, demografis, pekerjaan, device, dan hal- hal yang mereka sukai. Potensi Facebook Ads memang sangat besar, dan sayang untuk kita lewatkan.

Di satu sisi, Facebook Ads juga kerap membuat para pengiklannya galau. Misalnya saat Facebook menolak iklan Anda berkali- kali, tanpa alasan yang jelas. Padahal, Anda merasa iklan tersebut sudah on point dan layak tayang.

Mencoba untuk revisi iklan, dan sempat tayang, eh iklan gagal lolos lagi. Hmmm, apa yang sebenarnya terjadi?

Jika penolakan dari Facebook ini terjadi untuk pertama kalinya, mungkin ini bukan masalah besar. Namun jika sudah beberapa kali, tentu rasa frustasi lama kelamaan akan muncul. Menyerah untuk beriklan di Facebook? Well, tentu saja tidak.

Tips Agar Tidak Lagi Ditolak Facebook Ads

Apa yang salah sih dari iklan Saya? Kenapa ya iklan ditolak terus sama Facebook?

Anda mungkin menanyakan hal ini berkali- kali. Untuk memahaminya, mari kita bersama- sama memperhatikan kembali cara beriklan yang benar di Facebook. Dengan begitu, kita tidak lagi menduga- duga, terlebih tanpa alasan yang kuat.

Sebelumnya, coba lah menjawab beberapa pertanyaan ini lebih dulu sebelum kita melangkah lebih jauh :

  • Sudahkah Anda tahu TOS beriklan di Facebook?
  • Apakah Anda tahu produk yang boleh dan tidak boleh tayang dalam Facebook Ads?
  • Sudahkah Anda mempersiapkan materi iklan yang aman untuk tayang?

Setelah menjawab tiga hal tersebut, langkah selanjutnya adalah mengikuti tips berikut ini agar iklan tidak ditolak oleh Facebook :

1. Facebook Selalu Melakukan Proses Review Iklan

Saat Anda menjalankan iklan di Facebook atau Instagram, iklan yang Anda setting akan mengalami proses review yang memakan waktu kurang lebih 1×24 jam. Dalam beberapa kasus, untuk produk dengan potensi pembatasan tertentu, proses review bisa lebih lama lagi.

Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan Facebook selama proses review iklan. Mulai dari gambar, teks, targeting, jenis produk, dan penempatan iklan. Jika Anda menggunakan landing page, landing page harus memenuhi syarat.

Syarat dari landing page ini antara lain harus berfungsi dengan baik, dan menampilkan produk dan jasa yang sama seperti iklan tayang. Jika tidak, Facebook pasti akan menolak iklan Anda.

Setelah proses review selesai, Anda akan mendapatkan pemberitahuan via email atau push notif terkait status iklan Anda : ditolak atau disetujui. Jika mendapatkan persetujuan, iklan akan mulai tayang dan Anda dapat memantau performanya melalui Ads Manager.

Namun, bagaimana jika iklan disapproved, alias ditolak, alias tidak lolos review?

Saat iklan ditolak, Facebook akan mengirimkan email dan notifikasi ke akun terkait penolakan iklan. Melalui email, Facebook akan memberi alasan mengapa iklan tidak berhasil melewati proses review.

Setelah mengetahui penyebab iklan tidak lolos review, Anda dapat memperbaiki (edit) iklan terlebih dahulu, sebelum mengajukannya kembali untuk proses review lanjutan.

2. Tidak Mengiklankan Konten yang Dilarang

Setiap platform periklanan pasti mempunyai peraturan terkait apa yang boleh dan tidak boleh diiklankan. Tentu saja, Facebook termasuk salah satu advertiser tersebut 😊. Sudah tahukah Anda konten apa saja yang masuk list terlarang di Facebook?

Berikut ini adalah daftar konten tersebut :

  • Produk / service yang illegal
  • Diskriminasi
  • Produk Tembakau
  • Narkoba & Produk yang terkait dengan Obat terlarang
  • Suplemen yang tidak aman
  • Senjata, amunisi atau bahan peledak
  • Produk / service dewasa
  • Konten dewasa
  • Pelanggaran pihak ketiga
  • Content sensasional
  • Atribut pribadi
  • Konten palsu, atau hoax
  • Konten yang kontroversial
  • Landing page yang tidak aktif / tidak berfungsi
  • Peralatan untuk mengawasi
  • Tata bahasa dan kata-kata yang tidak senonoh
  • Tidak ada fungsi
  • Kesehatan pribadi
  • Payday atau pinjaman uang ilegal
  • MLM
  • Pelelangan uang
  • Dokumen palsu
  • Konten berkualitas rendah atau mengganggu
  • Spyware atau malware
  • Animasi otomatis

Jika memang konten termasuk salah satu dari daftar tersebut, maka pantas saja iklan Anda tidak mendapat persetujuan tayang dari Facebook.

3. Konten dengan Penggunaan Terbatas

Berbeda dengan produk dan jasa dilarang, seperti poin nomer 2. Ada beberapa produk yang masih boleh diiklankan, namun dibatasi. Artinya, produk ini terikat dengan term & condition Facebook Ads yang cukup ketat dan Anda perlu berhati -hati.

Beberapa produk tersebut, antara lain :

  • Alkohol (Pembatasan usia sesuai ketentuan negara)
  • Kencan
  • Perjudian uang nyata
  • Lotre negara
  • Obat-obatan online
  • Suplemen
  • Jasa Berlangganan
  • Jasa Keuangan
  • Konten bermerk
  • Layanan pinjaman untuk siswa

4. Terkait Video Ads

Jika konten yang Anda iklankan berupa video ads dan jenis iklan dinamis, Anda harus mematuhi semua peraturan yang tertuang dalam Advertising Policies Facebook.

Kebijakan ini terkait dengan :

  • Kontent yang mengganggu.
  • Batasan yang terkait dengan hiburan, seperti : narkoba dan penggunaan alcohol, konten dewasa, kata- kata kotor, dan kekerasan/ pelecehan.

5. Soal Targeting

Dalam targeting, ada beberapa point yang perlu Anda perhatikan, misalnya :

  • Hindari menggunakan opsi targeting untuk tujuan mendiskriminasikan, melecehkan, memprovokasi, atau merendahkan pengguna lain.
  • Jika Anda mentargetkan iklan ke audiens tertentu, Anda harus mematuhi ketentuan yang berlaku. Misalnya saja, menargetkan usia tertentu dan interest produk terbatas, seperti alkohol (Karena alkohol mempunyai kebijakan usia sesuai ketentuan negara).
  • Targeting yang pengiklan pilih sebaiknya tidak mencerminkan karakteristik, kepercayaan, orientasi seks, atau SARA.

6. Penyiapan Materi Iklan Facebook

Sampai di tahap ini, apakah Anda sudah semakin siap beriklan di Facebook? Kini saat untuk mempersiapkan materi iklan yang aman untuk promosi Anda.

Beberapa point yang perlu pengiklan perhatikan saat menyiapkan materi iklan antara lain :

  • Relevansi
    Semua komponen iklan harus berhubungan dan sesuai dengan produk atau jasa dalam iklan, serta sesuai dengan jenis audience yang pengiklan targetkan. Komponen iklan yang relevan ini termasuk gambar, teks, video, atau media lainnya.
  • Akurasi
    Produk atau jasa yang tayang dalam iklan harus sesuai dengan produk/jasa yang tampil di landing page, atau halaman penawaran. Landing page tidak boleh memuat produk atau jasa yang Panduan Beriklan Facebook larang.
  • Teks dalam Video, dan Gambar
    Penggunaan teks dalam video dan gambar harus berimbang. Untuk media gambar, Facebook merekomendasikan penggunaan jumlah teks tidak lebih dari 20% dari gambar, untuk menghasilkan performa yang maksimal.
  • Gambar Before vs After
    Facebook tidak menyukai tipikal gambar before vs after. Jenis gambar ini berpotensi mengelabui audiens dan overpromise terhadap kualitas produk. Agar iklan tidak ditolak Facebook, cobalah menghindari jenis gambar ini.

7.  Lead Ads

Leads Ads Facebook atau Lead Generation adalah favorit pengiklan untuk mendapatkan data prospek customer. Untuk jenis iklan ini, Facebook tidak memperbolehkan pengiklan menggunakan pertanyaan dengan tujuan mendapatkan :

  • Nomor akun
  • Riwayat kejahatan
  • Informasi keuangan
  • Pengidentifikasi yang pemerintah keluarkan.
  • Informasi kesehatan
  • Informasi asuransi
  • Afiliasi politik
  • Ras dan etnik
  • Agama
  • Orientasi seksual
  • Template pertanyaan
  • Keanggotaan serikat buruh
  • Username dan Password

Sebagai catatan, Facebook tidak akan menggunakan data pribadi yang sensitif dalam penargetan iklannya. Itulah mengapa informasi sensitif akan berpengaruh terhadap persetujuan tayang iklan.

8. Branded Content

Branded content artinya penggunaan brand atau merek, serta konten bermuatan copyright. Facebook melarang pengiklan untuk menggunakan atribut brand mereka secara sembarangan. Misalnya saja, mencantumkan logo Facebook atau Instagram di dalam materi iklan. Logo kecil sekalipun, iklan tetap beresiko besar tidak lolos review.

Dalam hal ini, Facebook menganggap pengiklan mendompleng nama Facebook atau berpura- pura menjadi representatif dari Facebook. Ini bisa menjadi tindakan yang merugikan Facebook itu sendiri.

Sedangkan untuk copyright, pengiklan juga tidak boleh mendompleng nama sebuah brand yang sudah populer atau mengkampanyekan produk KW dari brand ori dengan terang- terangan.

9. Copy Teks Iklan

Bukan hanya memperhatikan jenis produk dan jasa, copy teks juga menjadi bagian penting dalam Facebook Ads. Selain mengemas konten iklan Anda dengan copywriting yang menarik, berhati- hatilah dalam menyusun kata- kata.

Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian Anda, antara lain :

  • Atribusi pribadi
  • Kata- kata berkonotasi negatif

Atribusi pribadi artinya tidak boleh ada penggunaan kata- kata rasis atau menyudutkan atribut tertentu pada individu. Ini bukan hanya berkaitan rasis dengan agama atau suku tertentu. Misalnya saja, kata ‘Hanya untuk Kelahiran 90’an’, atau ‘Apakah Anda Mempunyai Kulit Hitam dan Gelap?’. Atribusi disini berbicara tentang kecenderungan diskriminasi.

Kata kelahiran 90’an yang merupakan atribusi kelompok tertentu, yang bisa membuat iklan Anda gagal mendapat approval. Begitu juga dengan kata ‘mempunyai kulit hitam dan gelap’.

Sedangkan kata berkonotasi negatif bisa merupakan kata- kata bernada kasar, umpatan, dan tidak pantas. Misalnya saja, kata ‘brengs*k’ atau ‘f*ck’. Menggunakan jenis kata- kata ini berpotensi membuat iklan Anda ditolak Facebook.

Jika ingin iklan lolos review, buatlah copywriting Anda sebaik dan seaman mungkin. Itu peraturan sederhananya.

Kesimpulan

Dengan memahami hal- hal di atas, kini Anda akan semakin mengetahui tujuan Anda beriklan dan bagaimana cara beriklan yang baik, agar iklan lolos review.

Secara ringkas, ini lah to do list Anda untuk memperbaiki kinerja iklan agar tidak ditolak Facebook Ads lagi :

  • Kenali TOS Facebook.
  • Berhati- hati dalam memilih produk untuk iklan.
  • Siapkan materi iklan sebaik- baiknya, dengan mempertimbangkan apa yang Facebook sarankan (seperti penggunaan teks dalam gambar dan video, pemilihan gambar yang relevan).
  • Berhati- hati dalam pemilihan copy teks untuk beriklan.
  • Buat Landing Page Anda serelevan mungkin dengan iklan.

Jangan lupa juga dengan pepatah : Practice makes perfect. Jangan bosan- bosan untuk split test dan testing iklan terus menerus. Melelahkan mungkin, tapi kerja keras Anda akan terbayar dengan kinerja iklan yang baik.

Dalam proses testing ini lah, Anda akan semakin mengetahui pola beriklan di Facebook Ads. Anda akan bisa memahami iklan yang paling efektif dan memberi performa terbaik. Dan tentunya, ini akan memberi kontribusi positif terhadap bisnis Anda.

Siap untuk praktek sekarang juga? Selamat mencoba!

4 Alasan Mengapa Sebaiknya Anda Tidak Pernah  Membeli Follower PALSU

4 Alasan Mengapa Sebaiknya Anda Tidak Pernah Membeli Follower PALSU

Membeli follower palsu memang pilihan yang menggiurkan. Dalam beberapa iklan yang kita lihat berseliweran, membeli follower seolah menjadi solusi untuk penjualan Anda yang tidak mengalami kemajuan.

Tapi tunggu dulu, apakah benar membeli follower ini bisa meningkatkan penjualan? Sebagai social proof sementara mungkin iya, tapi tidak menjamin peningkatan penjualan Anda di media sosial. Apalagi jika Anda asal dalam membeli follower. Yang penting jumlahnya banyak saat dibeli. Urusan minggu depan follower sudah drop sebanyak apa, itu pikirin nanti (atau mungkin kita nggak ngeh ini akan terjadi?).

Jumlah Follower Bukan Segalanya

Bukan bermaksud mengecilkan usaha Anda. Panda memahami, ada banyak effort yang Anda lakukan untuk mengoptimalkan media sosial Anda.

Tapi dari berbagai strategi media sosial, membeli follower, bukan lah praktek yang terbaik. Membeli follower, apalagi dengan cara yang asal, justru bisa membahayakan akun Anda.

Pasalnya, follower yang kita beli, seringkali tidak sesuai dengan jenis audiens yang ingin kita targetkan. Terlebih jika kita membeli follower palsu dengan dominasi akun bodong. Follower banyak, tapi tidak ada interaksi.

Atau mungkin kita berpikir membeli follower aktif Indonesia, seperti yang sering muncul di iklan. Jumlah follower ini biasanya akan cepat drop, karena mereka yang menjadi follower tidak benar- benar ingin mengikuti Anda.

Jika kita pura- pura tidak tahu dengan kondisi ini, apa tidak bisa disebut kita melakukan pekerjaan yang sia- sia?

Selain itu, tentu saja follower yang kita peroleh secara instan ini bukan jenis audiens potensial. Mereka sangat minim untuk terlibat dengan akun Anda, atau bahkan menjadi bagian dari trafik website untuk terkonversi menjadi sales.

Follower Palsu vs Follower Asli

Follower asli yang diperoleh dengan cara organik tentu berbeda kualitasnya dengan follower palsu hasil membeli. Pengikut yang diperoleh secara organik mempunyai keunggulan sebagai berikut :

  • Cenderung lebih tertarget
  • Potensi untuk terlibat dengan akun lebih besar
  • Lebih mudah terkonversi menjadi trafik dan sales
  • Stabil menempel di akun karena follow berdasarkan ketertarikan tertentu

Kebalikannya, follower beli biasanya mempunyai karakter seperti berikut ini :

  • Tidak tertarget.
  • Terdiri dari akun zombie dan akun- akun yang terlibat di situs penyedia jasa follower.
  • Jarang tertarik untuk terlibat dengan akun, atau bahkan tidak menyadari kehadiran akun Anda.
  • Lebih sulit terkonversi menjadi trafik dan sales karena karakter audiens sangat random.
  • Mudah drop jumlahnya.

Teknik dalam Membeli Follower

Situs penjual follower biasanya menggunakan teknik tertentu agar sebuah akun bertambah jumlah follower nya. Ada yang menjanjikan penambahan follower secara gratis, dan ada juga yang secara berbayar untuk menambah follower dengan lebih cepat. Kualitas follower yang ditawarkan juga akan berbeda antara satu dan yang lainnya.

1. Aggressive Following Technique

Adalah teknik agresif dalam mengumpulkan follower. Teknik ini memungkinkan Anda mendapatkan banyak follower dengan cepat dan jumlah yang besar. Syaratnya, Anda harus saling mem-follow akun satu sama lain. Jika setelah diikuti, Anda tidak mengikuti balik, jumlah pengikut diprediksi akan ikut drop.

Secara teknik, teknik ini sebenarnya tidak aman dan melanggar TOS media sosial. Sebenarnya tidak ada salahnya untuk mem-follow dan unfollow banyak akun dalam satu hari, namun terlalu agresif akan membuat akun Anda dicurigai melakukan aktivitas mencurigakan.

Umumnya, pengguna bisa mendapatkan hukuman suspend atau tidak aktif sementara. Namun jika berulang melakukannya, akun Anda bisa mendapatkan penalti permanen.

2. Zombie Account Following

Teknik lain yang cukup populer adalah Zombie Account Following, yaitu membayar pihak ketiga untuk mendapatkan jumlah follower tertentu. Misalnya 100, 1000 atau bahkan ratusan ribu pengikut atau likes.

Pada umumnya, si situs penyedia ini berperan sebagai supplier yang memiliki database akun zombie ( akun yang sudah tidak aktif ) di Twitter atau Facebook. Akun zombie ini lah yang mereka gunakan untuk mengikuti akun Anda atau menjadi fans.

Akun zombie, berarti adalah akun yang benar- benar sudah tidak aktif. Jumlah mereka biasanya tidak akan turun, tapi tidak akan berinteraksi sama sekali dengan akun dalam list following nya.

Akibat Buruk Membeli Follower Palsu

Banyak pengguna media sosial membeli follower untuk tujuan tertentu. Salah satunya adalah untuk meyakinkan follower mereka. Follower yang banyak sering menjadi tolak ukur bahwa sebuah akun adalah terpercaya dan bisa diandalkan.

Namun, membeli follower palsu ini sendiri membawa akibat buruk untuk akun Anda. Berikut ini adalah diantaranya :

1. Low Edgerank Score ( Interaksi Rendah )

Ketika follower atau fans Anda adalah hasil beli gelondongan, Anda tidak benar- benar mendapatkan orang yang tertarik atau ingin berinteraksi dengan akun sosial media Anda. Anda benar- benar hanya membeli angka saja. Setelah membayar jumlah pengikut atau fans tersebut, Anda juga bisa mendapatkan pengikut berupa akun palsu dalam jumlah yang sangat banyak.

Salah seorang blogger kelas dunia bernama Zach Bussey pernah melakukan sebuah eksperimen dengan membuat akun Twitter baru dan membeli follower dalam jumlah banyak. Dalam sekejap, memang benar jumlah followernya bisa mencapai puluhan ribu akun.

Tapi sialnya, jumlah followingnya ( akun yang ia ikuti ) juga bertambah ribuan. Dan ketika pria ini asik menganalisa, dia menemukan hasil yang menarik, yaitu hampir semua pengikut ini adalah akun palsu. Zong dong ya?

Ini alasan kuat mengapa sebaiknya Anda tidak membeli follower palsu.

2. Anda Bisa Berakhir dengan Spamming Follower Asli Anda

Ini sering terjadi pada layanan yang menjanjikan banyak follower secara gratis.

Yaitu setelah Anda menggunakan pihak ketiga untuk meningkatkan follower, Anda memberikan mereka akses gratis layanan tersebut ke akun Twitter Anda. Secara tidak sadar, akun Anda kerap mengirim pesan- pesan berupa iklan agar orang- orang juga mau menggunakan jasa pihak ketiga yang Anda pakai.

Kalau sekali dua kali mungkin bisa kita maklumi, tapi ini bisa terjadi secara terus menerus dan membuat follower Anda merasa kesal. Mereka mungkin curiga akun Anda adalah robot.

Akhirnya, follower asli yang benar- benar tertarik untuk berinteraksi justru memutuskan untuk berhenti mengikuti Anda. Wahh… rugi kan?

3. Reputasi Anda Akan Tercoreng

Follower palsu bisa dilacak dengan mudah sebenarnya. Nah, ini yang akan mencoreng reputasi dan nama Anda.

Apalagi jika Anda adalah seorang influencer yang sangat mementingkan kualitas follower. Tentu akan sangat berpengaruh pada calon klien Anda saat mereka mengetahui bahwa ratusan ribu pengikut Anda adalah akun zombie. Apalagi jika informasi ini viral di beberapa akun. Sangat memalukan, bukan?

Keren memang mempunyai jutaan pengikut atau fans. Namun ini hanya terjadi saat pengikut itu asli, bukan angka tipu- tipu.

4. Anda Akan Ketahuan

Ini masih terkait dengan no. 3 ya. Seperti yang Panda ungkapkan tadi, follower palsu Anda dapat dilacak dengan mudah.

Tinggal ketik Google, Anda akan bisa menemukan beberapa software yang dapat Anda gunakan untuk mengidentifikasi siapa saja follower palsu di sebuah akun. Dengan tool ini Anda juga bisa menganalisa berapa persentase follower Anda yang fake dan berapa yang asli. Malu kan kalau 90% follower Anda adalah fake??

Berpikirlah lagi sebelum mempertimbangkan membeli follower palsu.

Kesimpulan

Baik Twitter, Instagram atau Facebook, ketiganya sama- sama melarang penggunaan follower palsu. Pengguna pun sebenarnya banyak yang mulai menyadari adanya akun- akun yang followernya banyak karena hasil membeli. Jadi, jumlah follower banyak bukan jaminan kualitas sebuah akun.

Dari sisi platform media sosial, mereka selalu berupaya untuk mengawasi akun- akun yang mempunyai aktivitas mencurigakan. Saat sebuah akun tiba- tiba mengikuti akun lain secara agresif, mereka akan melakukan antisipasi dengan membekukan sementara akun tersebut.

Tidak jarang juga, Facebook, Instagram, dan Twitter melakukan bersih- bersih terhadap akun yang dianggap zombie dan terlibat dalam praktek follower palsu.

Jika optimasi media sosial penting untuk Anda, cobalah untuk meningkatkan jumlah follower Anda dengan cara organik. Buat strategi konten yang bisa meningkatkan engagement dan menarik follower baru. Cobalah membuat kontes atau kuis giveaway untuk menarik perhatian audiens tertarget Anda. Atau bahkan, beriklan untuk mendapatkan fans yang lebih tertarget lagi.

Khusus untuk Instagram, jangan lupa untuk mengubah akun Anda menjadi Instagram bisnis untuk mendapatkan manfaat yang lebih optimal.

10+ Alasan Kuat Mengapa Banyak Orang Tidak Memulai Usahanya Sendiri

10+ Alasan Kuat Mengapa Banyak Orang Tidak Memulai Usahanya Sendiri

Siapa sih yang tidak mau punya usaha sendiri? Setiap orang pasti mau dong? Kata logika sih begitu.

Namun kenyataannya, tidak sedikit orang yang sudah terlalu nyaman untuk menerima gaji bulananenggan memulai usahanya sendiri. Tak peduli jika waktu lembur sudah luar biasa menyita waktu, terbebani dengan target tidak masuk akal, jabatan yang itu- itu saja, atau gaji yang tidak berubah- ubah.

Apapun itu, menjadi karyawan dirasa lebih aman dan nyaman. Karena flow nya sudah jelas dan mereka tidak harus repot memikirkan strategi manajemen, apalagi potensi kerugian.

Yes, bisnis memang identik dengan untung rugi. Dimana- mana, jalan meraih sukses itu memang tidak gampang. Harus ada yang dikorbankan dalam meraih sukses.

Tapi kalau sudah bertemu jalannya dan menikmati, dijamin, sukses akan terasa lebih mudah untuk diraih. Masalahnya, beranikah kita memulai? Beranikah ambil resiko?

Ternyata Ini Alasan Orang- orang Masih Enggan Memulai Usaha nya Sendiri

Sukses itu nikmat lho. Tapi kok ya tidak sedikit orang yang takut untuk mendekati sukses.

Takut apa? Takut mimpinya ketinggian dan tidak sampai. Padahal memang belum melakukan apa- apa. Nah, kalau dari awal memang mentalnya seperti itu, mau sukses tapi tidak mau berjuang ya sudah, jadilah karyawan seumur hidup.

Dikutip dari The #Entrepreneur, kami merangkum setidaknya ada 10 alasan dibalik banyaknya orang yang masih enggan untuk memulai bisnisnya sendiri. Dari 10 poin ini akan ada banyak hal yang dapat kita pelajari. Yuk kita baca satu per satu ^_^

1. Tetap Ingin Berada di Zona Nyaman

Tidak bisa dipungkiri, menjadi pengusaha berarti harus mau keluar dari zona nyaman kita. Kita dituntut untuk mencoba hal baru dan berjuang dengan serius. Khususnya jika kita memang bukan berasal dari kalangan berada, yang artinya benar- benar memulai dari bawah.

Seorang pengusaha sangat familiar dengan kata- kata jatuh, bangkrut, kerja keras, jatuh bangun, gagal dan kata- kata sejenisnya. Bagi beberapa orang, kata- kata ini horor.

Mereka lebih nyaman dengan kata- kata gajian, bonus sudah cair atau besok libur. Hmmmm… bagaimana menurut Anda?

2. Takut Dengan Ketidakpastian

Berbeda dengan mereka yang bermental pengusaha, tidak sedikit orang yang takut pada ketidakpastian dan jatuh miskin. Dunai bisnis memang dikenal dengan banyak hal yang tidak pasti, tapi disinilah nikmat dan tantangannya.

Bagi mereka yang enggan memulai usaha, sebelum membayangkan indahnya sukses, mereka sudah banyak membayangkan tentang bangkrut, minim profit. Tentu itu sangat bisa terjadi, tapi bagaimana jika mempersiapkan itu dengan pikiran yang lebih positif?

3. Tidak Ada Modal

Ini sih alasan klasik. Banyak para karyawan yang tidak berani mencoba berbisnis dengan alasan tidak ada modal atau modal kurang. Hitung- hitungan memang penting dalam memulai bisnis, tapi terlalu banyak berhitung justru dapat menciutkan nyali.

Faktanya, modalnya sebenarnya hanyalah salah satu faktor kecil yang membuat para pengusaha sukses besar dengan bisnisnya. Sebagian pengusaha terkadang hanya mengandalkan passion saja saat memulai usaha mereka.

Anda bahkan bisa memulai bisnis tanpa modal atau modal minim. Yang penting mau bergerak dan mencoba dulu. Misalnya saja dengan mencoba bisnis reseller dan dropshipper.

4. Tidak Ada Dukungan dari Keluarga atau Pasangan

Ketika sudah berkeluarga, tanggung jawab seseorang menjadi semakin besar. Tidak jarang, ini menjadi sebuah alasan untuk enggan memulai usaha. Mereka takut kalau usahanya tidak jalan atau hasilnya yang diperoleh tidak sebesar ketika menjadi karyawan.

Belum lagi kalau keluarga atau pasangan setengah hati karena tidak yakin dengan prospek bisnis yang akan digeluti. Saat bekerja di perusahaan multinasional, keluarga biasanya yang paling menentang untuk pindah haluan menjadi pengusaha.

5. Bingung Cara Mulainya

Tidak jarang kita mendengar banyak orang yang bertanya bagaimana cara memulai sebuah usaha atau bisnis.

“Mulainya darimana sih? Caranya gimana sih?”

Persis seperti salah satu quote terkenal dari Bob Sadino, bisnis terbaik itu bukan bisnis yang terus ditanyakan, tapi langsung dijalankan. Ilmunya memang tetap dibutuhkan, tapi tidak dengan tanya kesana kesini tanpa keberanian untuk memulai.

Jika memang Anda ingin memulai usaha, coba lah memulai dengan membaca- baca artikel bisnis, atau bisa juga dengan mengikuti seminar atau workshop.

6. Ragu dengan Kemampuan Diri Sendiri

Percaya lah, setiap orang pasti pernah meragukan dirinya sendiri. Yang menjadi pertanyaan, kalau kemampuan diri hanya disimpan dan tidak diasah, mana bisa jadi lebih baik?

Tidak ada salahnya mencoba sesuatu yang baru dan melatih diri kita menjadi lebih kreatif dan inovatif. Cobalah dengan mulai menjual beberapa produk kepada teman dekat dan keluarga. Tidak masalah jika mereka tidak membeli atau hanya membeli sedikit, it’s nice to try.

Atau cobalah iseng- iseng melakukan riset produk untuk dijual. Ini mungkin kegiatan sederhana, tapi bisa membangkitkan rasa ingin tahu untuk melangkah lebih jauh lagi. Awali dengan memancing diri untuk bergerak dan mengembangkan diri.

7. Mendengar Sahabat atau Kerabat Gagal dalam Bisnis

Pengalaman dari orang- orang yang ada di sekitar kita memang bisa mempengaruhi mindset dan action kita. Misalnya kita sering mendengar sahabat jatuh dari bisnis, ini bisa saja membuat nyali kita menjadi ciut, sehingga kita lebih pilih jalur aman menjadi karyawan.

Pikiran negatif seperti ini memang sangat bisa membekas di benak kita. Daripada terus berpikir negatif ini, ambillah kesempatan Anda. Tanpa mencobanya, Anda tidak akan pernah belajar dan melangkah maju.

8. Belum Menemukan Pola Bisnis yang Cocok

Jika ini yang menjadi alasan Anda, bisa jadi Anda sebetulnya sudah mulai memikirkan beberapa cara untuk memulai bisnis. Namun, karena merasa tidak cocok ini dan itu, maka ada rasa takut untuk memulai.

Memang baik sebenarnya memulai bisnis dengan cara yang sehati dengan kita. Jika memang keinginan sudah ada, bekali diri dengan mengenal berbagai pola bisnis lebih dulu. Proses ini akan membangkitkan ketertarikan Anda dan rasa ingin mencoba kembali.

9. Menimbang- nimbang Bisnis Apa yang Akan Dijalankan

Jenis binis memang banyak di dunia ini. Ada yang mencicipi bisnis kuliner, ada yang berbisnis ritel, dan ada juga yang fashion. Cara termudah untuk memulai adalah yang paling sesuai dengan passion kita.

Semakin sesuai ide bisnis dengan passion, maka akan semakin mudah untuk ketemu jalannya. Kenapa? Karena kita selalu memiliki tenaga dan semangat ekstra dalam menjalaninya.

10. Merasa Ingin Membangun Channel/ Jaringan Bisnis Dulu

Ya betul, membangun jaringan bisnis memang sangat penting dalam bisnis. Tapi, jangan sampai hal ini menjadi kendalamu dalam memulai bisnis. Membangun jaringan bisnis dapat dilakukan sambil berjalannya bisnis.

Dengan memulai bisnis Anda segera, Anda akan semakin mengenal potensi pasar. Selanjutnya, Anda akan berkenalan dengan orang- orang yang terkait dengan model bisnis Anda. Dengan sendirinya, jaringan bisnis akan terbentuk.

11. Pernah Mau Mencoba, Tapi Sudah Gagal Duluan

Apakah ada orang yang baru mau icip- icip memulai bisnis, tapi gagal duluan? Memang ada.

Khusus ini, artinya Anda sebenarnya sudah mencoba memulai usaha. Namun percobaan pertama meninggalkan kenangan buruk dan rasa ciut untuk melanjutkan.

Yang perlu Anda ketahui, it’s okay. Gagal itu memang menyakitkan, tapi ini adalah salah satu cara untuk melatih mental dan strategi Anda. Gagal dalam percobaan pertama tidak akan menghentikan Anda menjadi orang besar. Karena kenyataannya, orang besar pasti pernah gagal berkali- kali dalam jatuh bangun bisnis mereka.

Tidak ada kekhawatiran yang benar- benar harus Anda rasakan. Bangkitlah, persiapkan diri lagi dengan mental dan strategi yang lebih baik lagi.

Kesimpulan

Ada banyak alasan mengapa orang- orang tidak segera memulai usahanya sendiri. Namun, ada juga alasan mengapa Anda harus memulai usaha Anda segera.

Masing- masing dari kita mungkin pernah mengalami hal positif dan negatif yang membuat kita penuh pertimbangan untuk mencoba berwirausaha. Cobalah memulai kebiasaan baik lebih dulu untuk mengeliminir perasaan negatif kita dan membangun mindset positif.

Dengan begitu, keberanian untuk memulai usaha akan muncul kembali, dan Anda siap untuk ‘bertarung’ lagi.

Tutorial Lengkap Shopee : Cara Jualan, Daftar Gratis Ongkir, dan Tips Jualan Laris

Tutorial Lengkap Shopee : Cara Jualan, Daftar Gratis Ongkir, dan Tips Jualan Laris

Marketplace di Indonesia memang kian menjamur. Dan bicara soal marketplace, untuk para pebisnis online, Shopee adalah salah satu marketplace favorit saat ini. Bagaimana tidak, marketplace yang satu ini bisa dibilang yang paling gencar dalam melakukan promo. Mulai dari promo ongkos kirim, cashback, hingga promo berbasis kerjasama bank.

Di artikel kali ini, Panda akan mengulas tentang tutorial jualan di Shopee. Jika Anda sudah mempunyai akun personal Shopee, Anda bisa langsung mendaftar sebagai seller atau penjual tanpa harus mengisi data lagi.

Namun jika Anda belum mempunyai akun Shopee sebelumnya, Anda dapat masuk di bagian awal dari tutorial jualan di Shopee ini.

Cara Daftar Akun Shopee

Bagaimana cara membuat akun di Shopee? Tentunya, Anda perlu masuk ke website Shopee terlebih dulu atau mendownload aplikasi Shopee lewat Playstore (Android) atau Apple Store (iOS).

First Step Pendaftaran

  1. Kunjungi website Shopee atau download aplikasinya di Playstore.
  2. Klik ‘Daftar’ dan isi data- data yang diperlukan sesuai form isian.
Cara daftar akun Shopee

3. Di kolom nomer HP, pastikan Anda mengisi nomer HP yang belum pernah didaftarkan ke Shopee sebelumnya, lalu klik ‘Kirim Kode Verifikasi’.
4. Masukkan kode verifikasi yang terkirim ke nomer HP Anda.
5. Lanjutkan dengan mengisi username, password, dan kode captcha.
6. Kemudian klik Daftar.

Anda juga bisa melakukan pendaftaran dengan akun email atau Facebook Anda untuk proses pendaftaran otomatis.

Verifikasi Email

Langkah selanjutnya, Anda akan diminta untuk verifikasi atau mengisi alamat email Anda. Berikut ini adalah langkah- langkah untuk verifikasi :

  1. Klik menu akun Saya yang terletak di area username Anda.
  2. Di bagian ‘Profil Saya’, lengkapi dengan alamat email Anda (jika belum ada).
  3. Jangan lupa juga untuk mengisi nama toko Anda. Nama toko ini lah yang nantinya akan menjadi identitas toko Anda di marketplace ini.
  4. Klik ‘Simpan’
Akun Saya Shopee
Pengaturan Profil Saya - Shopee

Selanjutnya Anda dapat masuk ke email Anda dan mem- verifikasi akun Anda melalui email yang dikirimkan oleh Shopee.

Setting Pembayaran dan Alamat

Setelah melakukan verifikasi, hal lain yang tak kalah pentingnya untuk dilakukan adalah setting metode pembayaran dan alamat kita. Untuk metode pembayaran di Shopee, pengguna dapat menggunakan Rekening Bank, Kartu Kredit/ Debit, Shopeepay dan One Klik.

Rekening Bank ini nantinya dapat digunakan user sebagai rekening transfer saldo hasil berjualan di Shopee. Sedangkan Kartu Kredit/ Debit, Shopeepay, dan One Klik dapat digunakan sebagai metode pembayaran saat berbelanja di Shopee.

Mengisi Rekening di Shopee

Untuk menambahkan rekening baru atau kartu baru, Anda tinggal klik ‘Tambahkan Rekening Baru’ atau ‘Kartu Kredit Baru’. Kemudian isi form pop up sesuai dengan data yang dibutuhkan, yaitu Nama, No Rekening, dan Nama Bank. Selanjutnya klik ‘Ok’.

Sedangkan untuk menambahkan kartu baru, data- data yang perlu Anda masukkan adalah Nama Tertera di Kartu, No Kartu Kredit, Masa Berlaku Kartu, Kode CVV, Alamat tagihan, dan Kode POS. Setelah semua selesai dimasukkan, klik ‘Ok’.

Mengisi Alamat di Shopee

Di menu alamat, Anda dapat mengatur alamat utama, alamat tambahan, dan alamat toko. Alamat toko harus diisi dengan alamat pick up paket toko Anda sebagai penjual. Alamat toko ini lah nanti yang akan tercetak di label resi saat pencetakan invoice Shopee.

Untuk menambahkan alamat baru, klik ‘Tambah Alamat Baru’. Di menu pop up, Anda akan diminta untuk mengisi data- data alamat baru Anda seperti : nama, no telepon, provinsi, kota, kecamatan, kode pos, dan detail alamat.

Anda juga dapat menghapus daftar alamat yang ada di akun Anda dengan meng-klik ‘Hapus’ di salah satu alamat terdaftar di akun Anda.

Cara Berjualan di Shopee

Jika sudah mempunyai akun personal di Shopee, Anda bisa dengan mudah mendaftar sebagai seller tanpa harus mengisi data- data lagi. Untuk mulai berjualan di Shopee, di tahap awal disarankan untuk Anda membukanya di desktop atau laptop. Mengapa? Karena tidak semua tab dapat dibuka di aplikasi.

Seller Center Shopee

Akses ke Akun Seller

  1. Untuk mengakses akun seller Anda, masuklah ke menu profil toko Shopee di http://seller.shopee.co.id
  2. Login dengan akun yang Anda miliki.
  3. Masuk ke menu Pengaturan Toko.
  4. Di profil Toko, isi identitas toko Anda, mulai dari nama Toko, foto profil, Foto utama dan gambar tambahan lainnya, serta deskripsi toko Anda.
  5. Simpan.

Setting Jasa Kirim

Langkah selanjutnya, Anda dapat melakukan pengaturan ekspedisi yang akan Anda gunakan dalam mengirim pesanan pembeli. Di fitur ini, hanya aktifkan platform ekspedisi yang Anda gunakan dengan meng-klik nama platform tersebut hingga berubah warna menjadi hijau.

Jangan lupa, di setting jasa kirim ini Anda juga bisa mengatur apakah memilih mengaktifkan atau menonaktifkan sistem pembayaran COD. Sistem COD ini sendiri mulai ngehits di tahun 2020 ini dan mempunyai keuntungan serta kelemahan.

Cara Upload Produk Shopee

Langkah terpenting dalam berjualan adalah meng-upload produk Anda ke dalam toko Anda. Berikut ini adalah langkah- langkah meng-upload produk jualan Anda di Shopee :

  1. Masuk ke menu ‘Produkku’.
  2. Anda dapat memilih mengupload produk dengan metode Tambah Produk Baru atau Mass Update (upload produk massal dengan file .csv).
  3. Jika Anda memilih upload produk massal, gunakan fitur ‘Mass Update’ dan Shopee akan memberikan Anda form dengan format file .csv untuk mengupload produk Anda secara massal.
  4. Untuk menambah produk baru dengan fitur ‘Tambah Produk Baru’. Isi dengan Nama Produk, Deskripsi Produk, Kategori, dan detail lain sesuai jenis produk Anda.
  5. Isi stok dan harga sesuai dengan ketersediaan produk Anda.
  6. Selanjutnya isilah estimasi berat produk dan ekspedisi yang digunakan. Meski ekspedisi sebenarnya sudah kita setting di Jasa Kirimku, namun fitur ekspedisi ini tetap harus diaktifkan saat menambahkan produk (beda dengan platform sebelah,hehehe…)
  7. Jika produk Anda adalah Pre Order, aktifkan fitur Pre Order.
  8. Jangan lupa juga isi kondisi produk, apakah produk baru atau second.
  9. Yang terakhir, klik ‘Simpan’ dan produk Anda siap untuk dijual ke pengguna Shopee.

Pengaturan Lainnya

Fitur lain yang dapat Anda gunakan dalam mengatur toko Anda adalah Kategori Toko Saya. Disini, Anda dapat mengkategorikan produk Anda sesuai dengan jenis kategorinya. Misalnya saja kategori : Skin Care, Kosmetik Bibir, Facial Wash, Serum, dan Promo/ Paket Hemat. Penggunaan kategori toko ini akan membuat toko Anda lebih teratur dan memudahkan calon pembeli dalam menelusuri produk Anda.

Cara Daftar Gratis Ongkir di Shopee

Gratis ongkir adalah program andalan Shopee yang sangat menguntungkan para penjual di platform ini. Dengan mendaftar ke program Gratis Ongkir Shopee, maka pembeli mereka akan mendapatkan subsidi gratis ongkos kirim.

Ini akan keuntungan bersama untuk pelanggan dan pembeli karena belanja terasa terasa semakin hemat. Gara- gara program ini, banyak pengguna dari marketplace lain yang berbondong- bondong pindah ke Shopee.

Sebelum mendaftar program gratis ongkir Shopee, berikut hal- hal yang perlu Anda perhatikan :

  • Promo gratis ongkir berlaku sesuai dengan ekspedisi yang didukung Shopee, tidak semua ekspedisi. Anda perlu mengecek ekspedisi mana saja yang termasuk dalam program ini.
  • Ada minimal jumlah belanja untuk mendapatkan promo gratis ongkir Shopee ini. Misalnya saja saat ini adalah Rp 70.000 untuk ekspedisi J&T, dan Rp 150.000 untuk ekspedisi JNE.
  • Ada batas maksimal penggunaan promo free ongkir Shopee ini. Jumlahnya disesuaikan dengan promo yang berlaku di setiap periode.
  • Jumlah subsidi promo gratis ongkir juga bisa berbeda di setiap periodenya, sesuai dengan kebijakan program Shopee di periode tersebut.
  • Salah satu indikasi penjual berhasil mendaftarkan diri dalam program Gratis ongkir ini adalah ada tanda mobil berwarna hijau di pojok bawah produk bertuliskan ‘Gratis Ongkir’.

Cek Apakah Gratis Ongkos Kirim Sudah Aktif

Untuk mendaftar program gratis ongkos kirim, setelah meng-upload produk pertama, Anda akan mendapatkan notifikasi untuk mengikuti program gratis ongkos kirim Shopee. Klik notifikasi tersebut, dan Anda akan diminta untuk memasukkan nomer KTP Anda dan meng-upload foto selfie KTP, kemudian centang ‘Syarat dan Ketentuan Shopee’.

Setelah itu, tunggu konfirmasi dari Shopee terkait pendaftaran program gratis ongkos kirim yang Anda ikuti. Konfirmasi ini biasanya hanya sekitar 1×24 jam.

Setelah mendapatkan notifikasi dari Shopee bahwa pendaftaran program gratis ongkos kirim Anda berhasil, langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa logo ‘gratis ongkir’ sudah muncul di produk Anda. Jika sudah, lanjutkan upload produk Anda dan mulai promosikan toko Anda.

Bagaimana dengan Uang Ongkos Kirimnya?
Anda tidak perlu khawatir. Karena ini murni program dari Shopee, maka penjual secara otomatis tidak menanggung ongkos kirim ini selama sudah mengikuti syarat dan ketentuan Shopee.

Saat mencetak label ongkos kirim, jika penjual menggunakan ekspedisi J&T, maka penjual tidak perlu membayar ongkos kirim ke ekspedisi. Namun jika menggunakan ekspedisi JNE, penjual membayar ongkos kirim ke ekspedisi terlebih dulu. Setelah itu, penjual akan mendapatkan ganti dari Shopee.

Jualan Laris Manis di Shopee

Sudah punya toko di Shopee, tentu penting untuk melakukan optimasi agar jualan kita laris manis. Setuju?

Untuk optimasi toko Anda dengan Shopee, silahkan klik artikel selanjutnya : Tips Ampuh Jualan Laris Manis di Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak. Anda juga bisa membaca tips menjadi Star Seller di Shopee dari artikel kami sebelumnya. Dengan menjadi star seller, jualan makin untung dan laris manis.

Semoga bermanfaat! Selamat mencoba!