25 Ide Usaha Sampingan untuk Karyawan, Bikin Makin Cuan!

25 Ide Usaha Sampingan untuk Karyawan, Bikin Makin Cuan!

Di saat gaji bulanan semakin mepet di setiap akhir bulan, berburu ide usaha sampingan untuk karyawan bisa menjadi ide bagus untuk menambah penghasilan. Sobat Panda mungkin bisa memulainya dari bisnis kecil- kecilan yang tidak menyita waktu, hingga mengembangkan hobi dan bakat terpendam.

Meski mungkin terdengar melelahkan, tidak jarang setelah masuk ke dalamnya akan menjadi aktivitas baru yang seru. Karena bukan hanya menambah penghasilan, tapi sekaligus membuka jalan ke petualangan yang baru.

Tips Berburu Ide Usaha Sampingan untuk Karyawan

Tips Berburu Ide Usaha Sampingan untuk Karyawan

Bukan sekedar mencari tanpa tujuan, baiknya kita sudah mempunyai pertimbangan- pertimbangan tertentu dalam memilih usaha sampingan sebagai karyawan. Idealnya, pilihan ini sobat Panda sesuaikan dengan minat, keahlian, dan tren pasar dapat membuka pintu menuju kesuksesan finansial.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan dalam menentukan ide usaha sampingan untuk karyawan :

1. Pahami Minat dan Keahlian Anda

Sebelum mencari ide usaha sampingan, perlu untuk memahami minat dan keahlian pribadi. Ide yang berhubungan dengan passion cenderung lebih memotivasi dan memberikan kepuasan pribadi. Alhasil, usaha sampingan dengan pertimbangan ini biasanya akan berjalan lebih konsisten dan optimal.

2. Analisis Tren Pasar

Lakukan analisis tren pasar untuk mengidentifikasi peluang yang sedang berkembang. Tren pasar yang sedang naik dapat memberikan peluang usaha sampingan yang potensial. Gunakan alat analisis online atau konsultasikan dengan mereka yang sudah ahli untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam.

3. Ketahui Kebutuhan Pasar

Penting sekali untuk mengenali target pasar dan apa saja kebutuhan mereka. Selanjutnya, Anda bisa mencari celah atau kekosongan yang dapat Anda isi dengan usaha sampingan tersebut. Produk atau layanan yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan potensial memiliki peluang kesuksesan yang lebih tinggi.

4. Eksplorasi Ide Berbasis Hobi

Apakah Anda getol pada hobi tertentu? Jika iya, pertimbangkan untuk mengubahnya menjadi usaha sampingan. Misalnya, jika senang memasak, ide bisnis katering atau pembuatan makanan unik bisa menjadi pilihan menarik.

5. Berpartisipasi dalam Komunitas dan Event Industri

Tips selanjut nya untuk menemukan ide usaha sampingan yang tepat adalah dengan berpartisipasi di komunitas dan event industri. Dari dua ini, biasanya kita akan bertemu dengan orang- orang yang berpengalaman dalam sebuah industri. Selain mendapat wawasan berharga, kita bisa mendapatkan inspirasi untuk memulai bisnis kita sendiri.

6. Konsultasi dengan Ahli atau Mentor Bisnis

Punya teman yang sudah lebih dulu nyebur di bidang bisnis? Atau mau konsultasi langsung dengan mereka yang sudah menjadi mentor bisnis? Anda bisa menentukannya sesuai dengan preferensi pribadi.

Yang pasti, mengambil nasihat dari ahli atau mentor bisnis yang berpengalaman bisa memberi kita persepktif berharga. Kita bisa menjadi lebih terarah dan mengatur flow memulai usaha sampingan dengan lebih optimal sekaligus berhati- hati.

25 Ide Usaha Sampingan yang Cocok untuk Karyawan

Sebagai seorang karyawan, mencari peluang usaha sampingan bisa menjadi langkah cerdas untuk mengoptimalkan waktu dan menambah penghasilan. Selain menerapkan tips di atas, sobat Panda juga bisa mengintip berbagai ide usaha sampingan yang cocok untuk karyawan berikut ini :

1. Menjadi Freelancer Sesuai Bidang Keahlian

Pengertian freelancer dan cara menjadi freelancer

Jika sobat Panda mempunyai keahlian khusus, akan menjadi ide bagus untuk mengoptimalkan keahlian dengan menjadi freelancer. Misalnya saja freelancer desain grafis, penulis online, translator atau jasa pembuatan website.

Kabar baiknya lagi, platform freelancer itu cukup bejibun. Ada banyak platform yang bisa membantu Anda untuk bertemu dengan klien. Semakin banyak klien yang dihandle dan semakin bagus performa rating, peluang untuk mendapat klien lanjutan akan semakin besar.

2. Bisnis Konsultasi

Untuk Anda yang berprofesi sebagai pengajar atau punya pengetahuan di bidang tertentu, membuka jasa konsultan atau pelatihan juga menjadi usaha sampingan yang menjanjikan. Usaha ini tentunya perlu berkaitan dengan bidang pekerjaan Anda atau keahlian khusus yang dimiliki agar kredibel, sekaligus meningkatkan kualitas kerja.

3. Menjadi Dropshipper

Model bisnis dropshipper bukan hal yang asing lagi di era digital. Mulailah toko online atau pertimbangkan model bisnis dropshipping. Dengan model bisnis ini, Anda bisa menjual produk tanpa harus menyimpan stok. Dengan begitu, Anda bisa mengoptimalkan waktu untuk strategi penjualan dan pemasaran.

4. Menjadi Penulis Konten

Jika memiliki keterampilan menulis, ada banyak peluang untuk menjadi penulis konten di berbagai platform. Mulai dari situs freelancer, situs penulis online, hingga memulai penulis lepas untuk media dan situs pemasaran online.

5. Bisnis Kuliner Kecil-kecilan

Jika Anda memiliki keahlian memasak atau baking, pertimbangkan untuk membuka usaha kuliner kecil-kecilan. Misalnya, kue-kue spesial atau makanan ringan unik. Anda bisa memasarkan usaha ini secara langsung, melalui platform online hingga menitip ke kedai- kedai yang sudah punya tempat.

6. Membuka Kursus Online atau Offline

Kursus online atau offline bisa menjadi usaha sampingan yang bisa diatur dengan jadwal tertentu. Kursus ini sendiri biasanya berkaitan dengan keahlian teknis, keuangan, atau bahkan keterampilan seni.

7. Mendaur Ulang Produk atau Jasa

Anda juga bisa mencari peluang mendaur ulang produk atau jasa yang belum banyak dieksplorasi sebagai usaha sampingan. Misalnya, daur ulang barang bekas atau memberikan jasa daur ulang kertas.

8. Menjadi Afiliasi Marketer

Program afiliasi/ Affiliate Marketing

Ide usaha sampingan selanjutnya yang cocok untuk karyawan adalah dengan menjadi affiliate marketer. Anda bisa mendaftar ke dalam program afiliasi untuk mempromosikan produk atau layanan orang lain. Dalam sistem ini, Anda bisa mendapatkan komisi dari setiap penjualan yang Anda bawa.

9. Jasa Fotografi atau Videografi

Jika memiliki keahlian dalam fotografi atau videografi, pertimbangkan untuk membuka jasa profesional. Ini bisa melibatkan dokumentasi acara, foto produk, atau pembuatan video promosi.

10. Pengembangan Aplikasi atau Website

Di era digital seperti ini, banyak bisnis dan individu yang membutuhkan website dan aplikasi. Tidak heran, jasa pembuatan aplikasi dan website juga cukup diminati. Jadi, jika Anda mempunyai keterampilan di bidang ini, mulai lah membangun portofolio dan mulai menawarkan jasa ini 

11. Jual Produk Handmade di Platform E-commerce

Jika Anda menyukai karya seni dan bisa membuatnya, cobalah mulai membuatnya dengan lebih terkonsep dan mengemasnya menjadi produk siap jual. Produk- produk handmade seperti aksesori, kerajinan tangan, atau produk seni bisa menjadi komoditi yang disukai banyak orang. Sobat Panda bisa menjual produk- produk ini juga lewat ecommerce dan memajangnya di media sosial.

12. Bisnis Layanan Kebersihan atau Perawatan Rumah

Untuk mengisi waktu luang, Anda juga bisa membuka jasa kebersihan atau perawatan rumah. Jasa ini biasanya melibatkan pembersihan rumah, taman, atau perawatan hewan peliharaan.

13. Menjadi Reseller Produk Terkenal

Anda juga bisa menjadi reseller dari produk terkenal yang sudah mempunyai pangsa pasar besar. Kamu bisa memilih produk sesuai dengan minat dan kebutuhan pelanggan potensial. Atau agar lebih maksimal, cobalah untuk melakukan riset produk di marketplace.

14. Bisnis Jasa Pemeliharaan atau Perbaikan

Jika memiliki keterampilan dalam pemeliharaan atau perbaikan, pertimbangkan untuk membuka bisnis jasa ini. Misalnya, perbaikan elektronik atau perawatan kendaraan.

15. Bisnis Kesehatan dan Kebugaran

Jika mempunyai keahlian di bidang kebugaran dan kesehatan, Sobat Panda bisa mempertimbangkan membuka bisnis konsultasi gizi dan kebugaran. Selain membantu banyak orang, usaha sampingan ini sekaligus bisa memotivasi diri sendiri untuk terus menjalankan gaya hidup sehat.

16. Menjadi Podcaster

Jika suka berbicara atau punya keahlian dalam penyampaian konten audio atau visual, Anda bisa memulai karir sampingan sebagai seorang Podcaster! Dengan konten yang berkonsep dan konsisten, Anda bisa mendapatkan penghasilan lewat program monetisasi.

17. Menjadi YouTuber

Bukan rahasia lagi, kini banyak orang menjadi YouTuber wanna be. Selain untuk aktualisasi diri dan mengasah kreatifitas, menjadi YouTuber juga bisa menambah pundi- pundi cuan. Jika Anda adalah seorang karyawan yang ingin mendapat penghasilan tambahan, Anda bisa memanfaatkan waktu luang untuk membuat konten YouTube.

18. Menjadi Micro Influencer

Influencer Bude Sumiyati untuk campaign Netflix Korea

Peluang usaha sampingan sebenarnya tidak ada habisnya. Selain menjajaki pilihan di atas, sobat Panda juga bisa mengintip kesempatan menjadi seorang influencer.

Cobalah rajin membuat konten kemudian membangun basis pengikut, meningkatkan engagement rate dan menawarkan kerjasama promosi untuk merek atau perusahaan. Sebagai awalan, Anda bisa mencoba dari tahap micro influencer terlebih dahulu. Anda juga bisa bergabung dengan menjadi talent di platform penyedia jasa influencer.

19. Desainer Grafis

Jika mempunyai kemampuan desain grafis yang baik, Anda juga bisa membuka jasa desain untuk individu atau perusahaan. Di bidang ini, sobat Panda bisa membuka layanan membuat logo, pamflet, brosur, desain media sosial atau konten visual lain sesuai kebutuhan klien.

20. Blogger

Blogger masih menjadi salah satu cara populer untuk menghasilkan cuan online. Sobat Panda bisa membuat website sendiri dan menjadi blogger, atau bahkan menawarkan jasa di blog yang dibuat. Dengan menjadi blogger, Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan lewat program monetisasi iklan hingga guest post berbayar.

21. Jasa Fotografi

Jika sobat Panda mempunyai minat dan keterampilan fotografi, maka jasa fotografi dpat ini akan menarik untuk dijalankan. Anda bisa menawarkan jasa fotografi untuk event tertentu. Misalnya saja wisuda, pernikahan hingga foto produk.

22. Jual Foto Stok Online

Berkaitan erat dengan ide usaha sampingan sebelumnya, sobat Panda juga bisa menjual stok foto secara online. Ada banyak platform yang memungkinkan pengguna untuk memonetisasi foto- fotonya. Mulai dari Shutterstock, Adobe Stock, hingga Getty Images.

23. Laundry

Bisnis laundry dapat kita jalankan dengan modal yang relatif kecil. Sobat Panda bisa membuka usaha laundry menggunakan mesin cuci memadai atau bekerjasama dengan jasa laundry yang sebelumnya sudah berdiri.

24. Bisnis Kos atau Kontrakan

Jika punya modal yang cukup besar, Anda bisa merencanakan pembelian properti untuk disewakan sebagai kos atau kontrakan. Tipe bisnis ini terbilang menggiurkan karena bisa memberikan penghasilan pasif yang pasti setiap bulannya jika properti terus terisi.

25. Berjualan Frozen Food

Frozen food juga menjadi ide usaha sampingan yang layak sobat Panda coba. Pasalnya, bisnis ini mempunyai potensi pasar yang besar di semua kalangan. Anda bisa memproduksi atau menjual makanan beku seperti siomay, nugget, sosis, hingga cireng.

Kesimpulan

Ternyata ada banyak ya ide bisnis usaha sampingan untuk karyawan? Dengan mengeksplorasi beragam ide ini, Anda dapat meningkatkan keterampilan sekaligus menambah pundi- pundi cuan.

Meski begitu, perlu diingat juga bahwa ide ini adalah sebuah rekomendasi. Tentunya Adna perlu melakukan riset lebih lanjut untuk memastikan peluang usaha ini sesuai dengan minat dan keahlian.

Karena mengembang peran juga sebagai karyawan, penting untuk memilih ide yang sesuai dengan waktu dan komitmen yang dapat sobat Panda alokasikan. Semoga ide-ide ini menginspirasi langkah baru dalam meraih kesuksesan bisnis sampingan Anda!

Panduan Lengkap Cara Membuat Child Theme WordPress

Panduan Lengkap Cara Membuat Child Theme WordPress

Membuat Child Theme WordPress bisa menjadi trik kustomisasi yang bisa Anda terapkan untuk membuat Tema WordPress menjadi lebih multi fungsi. Lewat Child Theme, pengguna bisa modifikasi tampilan website sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Entah itu mengubah warna, ukuran font, hingga tombol CTA (Call to Action).

Alih- alih membuat tema sendiri sepenuhnya, child theme WordPress adalah opsi yang lebih mudah. Pasalnya, tidak semua pengguna bisa membuat tema yang lengkap dan berfungsi sepenuhnya karena sangat teknikal. Selain itu, ada banyak keuntungan lain yang bisa kita dapatkan dengan membuat Child Theme WordPress.

Apa itu Child Theme?

Pengertian dari Child Theme adalah tema duplikat atau tema turunan yang mewarisi sebagian besar karakteristik dari tema utama (parent theme) yang bisa kita gunakan untuk membuat tema WordPress baru. Bisa dibilang, child theme adalah anak dari si induk yang menjadi tema utama di website saat ini.

Karena bersifat sebagai turunan, maka Child Theme akan menyertakan fitur dan elemen utama dari si tema induk. Dengan begitu, pengguna tidak perlu membuat coding dari awal dan tanpa kekhawatiran salah kode yang bisa merusak fungsionalitas tema utama.

Cara membuat child theme juga relatif mudah. Sobat Panda tidak perlu melakukan banyak coding di file root website. Tidak perlu mentransfer file dan hanya menyesuaikan file CSS di file manager di control panel atau dashboard website.

Mengapa Perlu Menggunakan Child Theme?

Menggunakan Child Theme sangat penting untuk menjaga fleksibilitas dan keamanan situs web pengguna. Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda perlu menggunakan Child Theme di situs WordPress Anda : 

1.  Modifikasi dan Eksperimen yang Aman

Dengan Child Theme, pengguna bisa melakukan berbagai eksperimen dan perubahan dengan aman tanpa merusak tampilan atau fungsionalitas situs utama. Jika terjadi masalah atau error konfigurasi, pengguna bisa dengan mudah kembali ke tema utama.

Selain itu, pengguna juga bisa memantau dengan efisien bagian yang dimodifikasi karena file tema turunan ini terpisah dari file tema induk.

2. Pembaruan Tema Utama

Biasanya tema WordPress akan mendapat pembaruan berkala dari developer. Jika sebelumnya Anda melakukan kustomisasi visual pada Tema asli, semua kustomisasi ini bisa hilang saat terjadi pembaruan. Dengan Child Theme, kustomisasi Anda tidak akan berubah saat tema induk diperbarui.

Pilihan lain, Anda bisa saja mengabaikan pembaruan tema. Tapi ini sangat tidak Panda sarankan karena bisa meningkatkan resiko keamanan situs WordPress. Tema yang sudah usang dan tidak pernah diperbarui biasanya akan mudah menjadi sasaran hacker.

Cara Kerja Child Theme

Child Theme bekerja dengan cara menggantikan atau menambah file- file tertentu dari tema induk. Child Theme ini sendiri berada di direktori yang berbeda dari tema induk serta mempunyai file style.css dan functions.php sendiri.

Kedua file ini menjadi tema inti agar Child Theme ini bisa berfungsi dengan baik. Pengguna bisa melakukan modifikasi apapun, mulai dari styling dan parameter layout dengan cara mengubah dan menambah baris kode di file .css dan .php. Selain itu, pengguna juga bisa menambah file tambahan yang dikustomisasi sesuai kebutuhan.

Saat pengunjung mengakses website, WordPress akan memuat Child Theme lebih dulu, kemudian merender style dan fungsi dari tema utama sebagai pelengkap Child Theme. Hasilnya, pengunjung akan mengakses tampilan dari desain kustom tanpa menghilangkan fungsionalitas utama dari tema induk.

Cara Membuat Child Theme WordPress dengan Kustomisasi Kode

Umumnya ada dua cara umum yang bisa kita gunakan untuk membuat tema WordPress. Yang pertama adalah menggunakan plugin, dan yang kedua menggunakan kustomisasi kode khusus.

Panda sendiri lebih merekomendasikan cara manual ini karena toh prosesnya tidak rumit. Hanya perlu copy dan paste dari beberapa bagian tema induk yang sudah ada. Selain itu, akan lebih sederhana lagi jika Anda sudah punya pemahaman dasar CSS, HTML dan PHP.

Di tutorial ini, Panda akan secara khusus memberi tutorial cara membuat Child Theme secara manual. Simak langkah- langkahnya berikut ini ya!

1. Membuat Folder Child Theme WordPress

Pertama- tama, Anda perlu masuk ke direktori WordPress lewat cPanel atau Aplikasi FTP. Buka File Manager, lalu akses public_html -> wp-content -> folder Themes.

Di folder tema ini, Anda akan membuat folder baru untuk Child Theme. Anda bisa menambahkan akhiran ‘-child’ untuk nama folder tema turunan atau menggunakan nama lain sesuai keinginan.

Membuat folder Child Theme di File Manager

Misalnya saat membuat Child Theme untuk Twenty Seventeen yang sudah tersedia defaultnya di WordPress, Anda bisa membuat nama folder Child nya ‘TwentySeventeen-Child’. Jika merasa kepanjangan, gunakan saja nama yang lebih sederhana, seperti ‘2017-Child’. Pastikan tidak menggunakan spasi saat membuat judul folder theme.

2. Membuat Style & Function Child Theme

Langkah selanjutnya adalah menyediakan file yang dibutuhkan, yaitu style.css dan function.php yang menduplikasi tema induk. Untuk membuat keduanya, Anda bisa membuatnya terlebih dahulu di text editor di laptop, atau langsung membuat new file di direktori Child Theme File Manager.

2.1 Membuat File style.css

Pertama- tama, mari kita buat file style.css untuk Child Theme Anda. Setelah masuk ke folder tema Child, pilih New File, beri nama style.css, dan klik Create. Masukkan baris kode berikut di berkas style.css :

/* 
Theme Name: Twenty Seventeen Child 
Theme URI: https://domainwebAnda.com
Description: Twenty Seventeen Child 
Theme Author: Your Name
Author URI: https://domainwebAnda.com
Template: twentyseventeen 
Version: 1.0.0
Text Domain: twentyseventeen-child
*/ Custom CSS goes after this line

Kode tersebut berisi informasi dasar tentang Child Theme Anda, seperti nama Child Theme sesuai di folder dan apa nama tema induk. Pastikan Anda memperbarui kode di atas sesuai kebutuhan.

Baris Template, sebagian bagian paling penting, harus disesuaikan dengan nama tema induk di folder. Dan nama domain dapat Anda sesuaikan dengan nama domain web Anda. Setelah selesai, tekan Save and Close.

2.2 Membuat functions.php

Sama seperti saat membuat file stylesheet, create New File di folder Child Theme Anda, dan kali ini beri nama functions.php. Untuk memanggil stylesheet tema induk, Anda bisa menggunakan parameter wp_enqueue_style().

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah baris kode yang perlu Anda masukkan : 

<?php
add_action( 'wp_enqueue_scripts', 'my_theme_enqueue_styles' );
function my_theme_enqueue_styles() {
	wp_enqueue_style( 'child-style',
		get_stylesheet_uri(),
		array( 'parenthandle' ),
		wp_get_theme()->get( 'Version' ) // This only works if you have Version defined in the style header.
	);
}

Setelah selesai, tekan Save and Close.

3. Aktifkan Child Theme

Setelah kedua proses ini selesai, Anda bisa mulai mengaktifkan Child Theme ini. Dari dashboard WordPress Anda, buka Appearance > Theme > Aktifkan Child Theme yang sudah dibuat. Setelah itu Anda akan melihat bahwa tampilan sama dengan Tema Utama.

Selanjutnya, Anda bisa melakukan kustomisasi dari Child Theme Anda dengan lebih fleksibel.

Buka website Anda dan akses Appearance -> Theme. Aktifkan child theme yang baru saja dibuat, dan Anda akan melihat bahwa tampilannya sama dengan tema utama.

Cara Membuat Child Theme dengan Plugin WordPress

Selain dengan kustomisasi kode, membuat Child Theme juga bisa kita lakukan dengan mudah lewat plugin WordPress. Plugin ‘Child Theme Configurator’ adalah plugin Child Theme yang dapat Anda andalkan untuk membuat Child Theme WordPress.

Berikut langkah- langkah membuat Child Theme dengan plugin  ‘Child Theme Configurator’ : 

1. Instal dan Aktifkan Plugin

Langkah pertama adalah menginstal dan mengaktifkan plugin Child Theme Generator. Anda bisa masuk ke dashboard WordPress Anda, lalu pilih Plugin > Add New > Masukkan ‘Child Theme Configurator’ di kolom pencarian, lalu Instal & Aktifkan.

2. Menentukan Parent Theme

Setelah plugin aktif, Anda bisa mengakses konfigurasi plugin leat menu Tools (Peralatan) > Child Theme. Di Tab Parent/Child, Anda akan mengkonfigurasi tema Induk dari menu drop-down. Di contoh ini, tema induk adalah Twenty Twenty-One.

Menentukan induk tema di Child Theme Configurator’

Setelah memilih tema induk, klik ‘Analyze’. Begitu tombol ini ditekan, plugin ini akan memastikan bahwa tema yang dipilih cocok untuk kita gunakan sebagai tema induk.

3. Generate Folder Child Theme

Menentukan nama folder Child Theme

Selanjutnya, beri nama folder untuk Child Theme sebagai tempat untuk menyimpan tema turunan. Tentukan juga tempat untuk menyimpan style.css. Anda bisa membiarkannya sesuai default.

4. Pengaturan Stylesheet

Kustomisasi informasi di Child Theme

Di bagian selanjutnya, Anda akan memilih bagaimana stylesheet dari tema utama akan diakses. Biarkan opsi ‘Parent Theme Stylesheet Handling’ sesuai default.

Sedangkan di section Customize Child Theme, tekan menu ‘Click to Edit Child Theme Attributes’ dan sesuaikan detail Child Theme sesuai kebutuhan.

5. Menduplikasi Menu, Widget, dsb dari Tema Induk

Saat membuat Child Theme secara manual, tidak jarang Anda kehilangan menu dan widget dari tema induk. Anda bisa mencentang pilihan Copy Menus & Widgets untuk menduplikasi pengaturan ini.

6. Jalankan Konfigurasi

Jalankan konfigurasi untuk mengaktifkan Child Theme

Setelah semua selesai, klik ‘Create New Child Theme’ di bagian Run The Configurator. Plugin ini akan membuat Child Theme untuk WordPress Anda, lalu menambahkan file style.css dan function.php yang siap dikustomisasi lebih lanjut.

Sebelum mengaktifkan tema, Anda bisa melakukan preview dari Child Theme yang di-generate plugin ini. Jika semua terlihat bagus dan tidak ada masalah, Anda bisa mengaktifkan tema dan idealnya ini akan mirip dengan tema induk di website Anda.

Setting Kustomisasi Child Theme

Setelah membuat Child Theme dan melakukan konfigurasi dasar, Anda juga bisa melakukan konfigurasi tambahan agar tema. Untuk melakukan kustomisasi, Anda perlu memahami dasar- dasar aturan CSS dan cara inspect element untuk menandai kode CSS dan class yang ditetapkan.

Selanjutnya, untuk melakukan kustomisasi ini, Anda bisa masuk ke bagian Appearance -> Themes, lalu pilih Customize di Child Theme aktif. Saat Theme Editor terbuka, pilih Additional CSS. Anda bisa menambahkan kode CSS sesuai dengan kebutuhan.

1. Mengubah Warna Background

Masukkan kode CSS berikut untuk mengubah warna background di Child Theme :

.site-content-contain {
    background-color: #FF0000;
    position: relative;
}

Sesuai kode warna (#FF0000 : merah) dengan kode warna yang Anda inginkan.

2. Mengubah Warna Sidebar

Anda juga bisa melakukan custom tampilan widget dengan menambahkan warna ke sidebar dengan kode CSS di bawah : 

.widget {
background: #B9EBFA;
padding: 25px;
}

3. Mengubah Jenis Font, Ukuran, dan Warna di Paragraf

Untuk mengubah jenis font, ukuran, dan warna child theme di paragraf, Anda bisa menambahkan kode berikut :

p {
color: teal;
}
p {
font-family: Georgia;
font-size: 18px;
}

Untuk kustomisasi font dan warna di bagian teks lain, seperti header atau judul, lakukan inspect element untuk dobel cek parameter CSS yang digunakan.

Cara Mengatasi Error Konfigurasi Child Theme

Meski kecil kemungkinan, Anda bisa saja mengalami error saat membuat dan menerapkan Child Theme di situs WordPress Anda. Jangan panik dan jangan menyerah terlalu cepat. Anda juga bisa mengintip 10+ Error WordPress yang Sering Terjadi dan menemukan cara memperbaikinya dengan mudah.

Jika error terjadi setelah implementasi Child Theme, berikut beberapa tips untuk mengatasinya : 

1. Cek File function.php

Website akan memuat tema utama jika Anda tidak menamabhkan (enqueue) stylesheet child theme dalam file function.php. Cek kembali file function.php Anda dan pastikan tidak ada kode baris yang terlewat.

2. Pastikan Nama File Tema sudah Benar

Beberapa error pasca pembuatan Child Theme terjadi karena nama file yang salah. Kesalahan typo kecil dalam menulis di style.css atau functions.php juga sangat berdampak. Hal ini membuat sistem tidak bisa menemukan file dan gagal menampilkannya ke pengguna.

3. Hapus Cache

Cache membuat web browser menampilkan Tema Utama atau versi lawas dari Child Theme. Solusi dari masalah ini adalah menghapus cache dan merefresh kembali tampilan di browser.

Kesimpulan

Dalam menjalankan dan mengelola situs WordPress, penggunaan Child Theme adalah langkah yang cerdas dan strategis. Dengan menggunakan Child Theme, pengguna  mempunyai kontrol penuh atas penyesuaian tampilan dan fungsionalitas situs tanpa mengorbankan stabilitas.

Dengan menggunakan Child Theme, kita melakukan upaya melindungi kustomisasi dari pembaruan tema utama, memberikan ruang eksperimen yang aman, dan memberikan gambaran jelas mengenai cara Child Theme berinteraksi dengan tema utama.

Ada dua cara yang bisa kita lakukan dalam membuat Child Theme. Anda bisa melakukannya dengan kustomisasi kode, atau menggunakan plugin WordPress. Keduanya adalah opsi yang mudah dilakukan dan Anda bisa menentukan sesuai preferensi.

Semoga artikel Panda ini bermanfaat untuk membantu Anda membuat Child Theme WordPress sesuai kebutuhan.

Apa Itu DNS? Pengertian, Cara Kerja, dan Cara Setting DNS

Apa Itu DNS? Pengertian, Cara Kerja, dan Cara Setting DNS

DNS atau Domain Name System merupakan bagian integral dari sebuah website. Dengan kehadiran DNS ini lah, pengunjung bisa leluasa mengunjungi sebuah laman web dengan mudah dan cepat.

Pasalnya jika tidak, pengguna harus menggunakan alamat IP website seperti 179.28.11.123 untuk mengakses sebuah website. Alamat website yang berbeda juga akan punya alamat IP yang berbeda. Tentu sangat merepotkan, bukan?

Tapi berkat kehadiran DNS, mengakses sebuah laman website menjadi sangat mudah! Kita tinggal mengetik alamat website seperti google.com atau pandagila.com dan …. Halaman website akan terbuka sesuai harapan.

Apa itu DNS?

Pengertian dari DNS adalah sistem yang menghubungkan alamat IP dengan nama domain yang mudah manusia ingat. DNS sendiri merupakan kepanjangan dari Domain Name System atau Sistem Nama Domain.

Pada awalnya, saatnya sistem ini belum ditemukan, pengguna perlu mengetikkan alamat IP untuk mengakses website. Cara ini tentu merepotkan karena tidak mudah untuk mengingat alamat IP atau kita perlu mempunyai daftar lengkap IP Address untuk berkunjung ke sebuah laman.

Namun dengan kehadiran sistem nama domain ini, kita kini tinggal mengingat nama domain dan mengetiknya ke address bar browser. DNS kemudian akan menerjemahkan domain tersebut ke IP Address dan menghubungkannya untuk menghadirkan situs web tujuan.

Misalnya untuk mengakses Google, sobat Panda tidak perlu menulis 172.217.0.142, melainkan cukup mengetik alamat domain google.com ke address bar.

Fungsi dan Manfaat DNS

Fungsi utama dari DNS adalah menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP, yang memungkinkan perangkat untuk saling berkomunikasi di internet. Sederhananya, setidaknya ada tiga fungsi dari DNS :

  • Meminta informasi IP Address sebuah website berdasarkan nama domain.
  • Meminta informasi URL website berdasarkan IP Address yang pengguna akses.
  • Mencari server yang tepat untuk mengirimkan email.

Sedangkan manfaat DNS antara lain :

  • Memudahkan pengguna dalam mengakses situs web melalui nama domain yang mudah pengguna ingat.
  • Memungkinkan pengguna untuk mengelola alamat IP yang kompleks lewat nama domain yang lebih sederhana.
  • Mengidentifikasi alamat komputer di sebuah jaringan.
  • Mentranskripsikan hostname menjadi alamat IP dan sebaliknya.
  • Memfasilitasi proses pengiriman dan penerimaan email.
  • Mendistribusikan trafik secara merata di antara beberapa server dengan alamat IP yang sama.
  • Mengalihkan lalu lintas (redirection) pengguna dari lokasi tertentu ke server terdekat.

Mengenal Bagian- Bagian DNS

Apa itu Propagasi Domain dan Cara Mempercepat Propagasi Domain

DNS bekerja dengan cara mencocokkan nama komponen URL dengan komponen IP Address. Setiap URL dan IP Address masing- masing punya bagian yang terhubung satu sama lain. Bagian terpenting dari proses tersebut adalah DNS Server.

Analoginya saat kita berada di perpustakaan dan mencari buku berdasarkan kode yang menjelaskan tata letak buku tersebut. Kode buku perpustakaan yang disebut dengan DDS (Dewey Decimal System) terdiri dari kode buku, kode nama belakang penulis, dan kode tahun penerbitan buku.

Prinsip ini mirip dengan DNS. Namun, bagian dari buku ini disesuaikan dengan bagian- bagian URL yang menjadi susunan hierarki DNS. Setiap kode juga menjelaskan tentang bagian- bagian domain.

Lantas apa saja bagian- bagian dari Domain Name System ini? Berikut informasinya :

1. Recursive Resolver

Recursive Resolver merupakan perangkat atau server yang berfungsi mencari informasi alamat IP melalui DNS. Jika informasi ini tidak ditemukan di cache server, sistem akan melakukan pencarian melalui cache ISP.

2. Root Server

Root server merupakan database yang bisa menjawab deretan pertanyaan terkait nama domain dan alamat IP. Bagian DNS ini sendiri tidak punya semua informasi terkait hostname dan alamat IP. Kendati begitu, server ini bisa mengarahkan permintaan ke pihak lain yang mempunyai info tersebut.

Hingga kini ada 13 root server yang ada di dunia. Root server ini diurutkan secara alfabet dan dikelola oleh organisasi seperti ICANN, Verisign, Internet System Consortium, dan The US Army Research Lab.

3. Top-Level Domain (TLD) Name Server

TLD name server adalah server yang mengelola informasi untuk domain berekstensi TLD, seperti .com, .org, .co, dan lainnya. Dari root server, sistem akan menggunakan TLD untuk mendapatkan jenis informasi yang ingin pengguna cari.

4. Authoritative Name Server

Authoritative Name Server merupakan server yang mengelola informasi spesifik tentang domain tujuan. Jika informasi sudah sesuai, browser akan menampilkan halaman yang pengguna minta.

Untuk memastikan hasil yang relevan dan up-to-date, proses ini akan terjadi secara berulang dan berkelanjutan. Beberapa informasi juga akan disimpan dalam bentuk cache agar proses query berjalan lebih cepat.

Jenis- jenis DNS Record

DNS Record merupakan sebuah instruksi yang dibuat dan disimpan di server DNS. Instruksi ini sering juga kita sebut dengan Zone File dan menjadi catatan penting yang berkaitan dengan domain dan nama host.

Selain itu, DNS Record juga membantu server DNS untuk mengarahkan query ke tempat tujuan. Berikut beberapa jenis DNS Record yang umum kita jumpai beserta fungsinya :

  • A Record (Address Record) : Menyimpan informasi terkait hostname, time to live (TTL) dan IPv4 Address.
  • AAA Record (Quad A) : Menyimpan informasi hostname dan hubungannya dengan IPv6 Address.
  • CNAME Record : Canonical Name atau Alias yang merujuk ke domain atau subdomain lain, tapi tidak ke alamat IP. CName ini berguna untuk melakukan redirect domain atau subdomain ke sebuah IP Address.
  • ANAME : Record yang berguna untuk menunjukkan root level domain ke hostname atau FQDN.
  • MX Record : Merekam server SMTP yang mengelola proses saling berkirim email di suatu domain.
  • NS Record : Merujuk subdomain pada Authoritative Nameserver yang pengguna inginkan. Record ini berfungsi saat subdomain Anda mempunyai hosting web berbeda dengan domain.
  • PTR Record : Memberikan izin pada DNS Resolver untuk menyediakan informasi terkait IP Address dan menampilkan hostname (Reverse DNS Lookup).
  • CERT Record : Menyimpan sertifikat enkripsi (sertifikat keamanan pada SSL/TLS).
  • SRV Record : Menyimpan informasi terkait lokasi komunikasi, seperti Priority, Mame, Weight, Points, Port, dan  TTL.
  • TXT Record : Membawa dan mendistribusikan data yang hanya dibaca oleh mesin.
  • SOA Record : Merupakan bagian yang muncul di awal dokumen DNS zone. Bagian ini merujuk pada Authoritative Name Server serta informasi lengkap sebuah domain.

Cara Kerja DNS

Setelah mengetahui tentang apa itu DNS, bagian dan jenis- jenisnya, penting juga untuk mengetahui bagaimana cara kerja DNS. Proses kerja Domain Name System sendiri melibatkan beberapa tahapan, antara lain sebagai berikut :

  1. Pencarian di Caching DNS
    Sebelum melakukan pencarian lebih lanjut, caching DNS akan berupaya mencari data di cache lokal terlebih dahulu.
  2. Proses di Recursive DNS
    Jika tidak menemukan data di cache, Recursive DNS akan melakukan pencarian data dari awal.
  3. Pencarian di Authoritative Name Server
    Dalam prosesnya, Recursive DNS akan menghubungi authoritative name server yang punya informasi lengkap tentang domain.
  4. Pengembalian Jawaban
    Setelah menemukan informasi yang pengguna butuhkan, informasi ini akan diteruskan kembali ke Resolver dan Pengguna.

Cara Setting DNS Domain

Siap mempraktekkan cara setting DNS Domain? Anda bisa melakukannya lewat fitur Zone Editor di cPanel.

Berikut adalah langkah- langkah yang perlu Anda lakukan untuk setting DNS : 

  • Login ke cPanel.
  • Cari bagian Domains, lalu pilih Zone Editor.
  • Pilih Domain, dan klik Manage.
  • Tambahkan DNS Record sesuai kebutuhan (A, AAAA, CAA, CNAME, MX, SRV, atau TXT)
  • Simpan Record.

Setelah record tersimpan, Anda perlu menunggu waktu propagasi DNS dalam 1×24 jam. Setelah propagasi selesai, artinya setting DNS telah selesai.

Kesimpulan

DNS merupakan bagian penting dari struktur internet yang memungkinkan pengguna mengakses situs dan layanan online dengan nama domain yang mudah diingat. Berkat Domain Name System, Anda tidak perlu lagi mengingat alamat website dalam format angka ala IP Address. Cukup dengan menuliskan nama domain, maka DNS akan menerjemahkannya ke alamat IP Tujuan Anda.

Dengan memahami hal ini, pastinya kita mengerti ada kompleksitas di belakang layar dari mudahnya kita mengakses sebuah laman web saat ini.

Pengertian Artificial Intelligence/ AI dan Manfaat di Berbagai Bidang

Pengertian Artificial Intelligence/ AI dan Manfaat di Berbagai Bidang

Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi topik yang hangat di banyak kalangan. AI digunakan di berbagai bidang dan telah mengubah banyak hal dalam kehidupan manusia.

Salah satu yang menjadi hot topic adalah kenyataan betapa AI telah mengganti peran manusia di banyak jenis pekerjaan. Kabar baiknya, menurut Fast Company masih ada beberapa jenis pekerjaan yang tidak tergantikan oleh AI.

Di artikel ini, Panda akan secara lengkap mengulas tentang apa itu kecerdasan buatan AI (artificial intelligence). Dengan memahami artificial intelligence secara mendalam, kita bisa mengantisipasi kemungkinan- kemungkinan yang terjadi di masa depan.

Apa itu Kecerdasan Buatan/ Artificial Intelligence AI?

AI (Artificial Intelligence) atau Kecerdasan Buatan merupakan teknologi yang dirancang melalui sistem komputer untuk melakukan tugas dengan meniru kecerdasan intelektual manusia.

Sedangkan definisi kecerdasan buatan menurut Mc Leod dan Schell adalah aktivitas penyediaan mesin seperti komputer dengan kemampuan untuk menampilkan perilaku yang sama cerdasnya jika dilakukan oleh manusia.

AI memungkinkan komputer atau sistem teknologi untuk belajar dari pengalaman, mengidentifikasi pola, mengambil keputusan, pemikiran kreatif, hingga menyelesaikan tugas- tugas komplek dengan cepat dan efisien.

Untuk bisa bekerja, AI membutuhkan data untuk menjadi sumber pengetahuan dari manusia. Agar menjadi lebih cerdas dan berkinerja baik, AI membutuhkan lebih banyak pengalaman dan data. Hal ini tidak lepas dari proses kerja AI yang merupakan rangkaian dari learning, reasoning, dan self correction.

Secara garis besar, kecerdasan buatan AI dapat melakukan satu dari empat hal berikut ini :

  • Acting Humanly : Sistem yang bertindak seperti halnya manusia.
  • Thinking Humanly : Sistem yang berpikir layaknya seperti manusia.
  • Think Rationally : Sistem yang bisa berpikir secara rasional.
  • Act Rationally : Sistem yang dapat bertindak secara rasional

Manfaat Kecerdasan Buatan di Berbagai Bidang

Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)

Artificial intelligence mempunyai potensi yang luar biasa di berbagai bidang. Yang kita lihat saat ini, mungkin belum sepenuhnya bagaimana AI bekerja di masa depan. Akan lebih banyak kejutan di masa mendatang? Sepertinya begitu mengingat perkembangannya yang pesat.

Sebelum melaju kesana, ini dia beberapa manfaat potensial kecerdasan buatan di berbagai bidang :

1. Teknologi

AI memperlihatkan perkembangan yang luar biasa di bidang teknologi. Beberapa hal yang sudah terjadi misalnya banyaknya konten yang di-generate oleh AI di bidang teknologi kreatif. Misalnya saja AI image editing, AI copywriting, dan masih banyak lagi.

Kita juga sebelumnya juga mengenal asisten virtual seperti Siri dan Google Assistant. Kedua asisten pinter ini bekerja menggunakan AI untuk memahami dan merespon perintah pengguna. Selain itu, ada juga pengembangan mobil otonom menggunakan teknologi yang memungkinkan teknik mengemudi tanpa adanya campur tangan manusia.

2. Kesehatan

Di dunia medis, kecanggihan AI membantu diagnosa penyakit dengan lebih cepat dan akurat. Dengan algoritma AI yang cerdas, dokter bisa menganalisa data pasien dan mengidentifikasi penyakit dengan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi.

Dengan begitu, hal ini bisa membantu penanganan yang lebih baik dan penyembuhan yang lebih cepat. AI untuk dunia medis juga diprediksi akan berkembang pesat di masa depan.

3. Keuangan

Sedangkan di industri keuangan, kecerdasan buatan bisa bekerja menganalisa pola dan tren pasar secara real time. Dengan analias ini, institusi keuangan bisa membuat keputusan investasi yang lebih cerdas dan meminimalkan resiko.

Selain itu, AI juga bisa mendeteksi penipuan dan kecurangan lebih cepat dalam transaksi keuangan.

Kelebihan dan Kekurangan Artificial Intelligence AI

Pekerjaan yang Tidak Tergantikan oleh AI (Artificial Intelligence)

Dengan segudang potensi, kecerdasan buatan ternyata juga mempunyai kelebihan dan kekurangan yang perlu kita antisipasi.

Kelebihan Kecerdasan Buatan/ AI

1. Kemampuan Analitis yang Cepat

Bukan hanya cepat, AI juga mampu menganalias data dengan akurat, bahkan untuk data yang sangat besar. Penyajian data besar yang cepat dan akurat tentu akan berdampak besar. Terutama dalam pengambilan keputusan yang lebih baik dan prediksi yang lebih akurat.

2. Efisiensi dan Efektivitas Tinggi

Dengan tingkat kecepatan proses data yang tinggi, AI bisa menyelesaikan tugas- tugas yang manusia berikan dengan cepat dan akurat. Alhasil, AI membantu banyak bidang pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien.

3. Pembelajaran Mandiri

Dengan data yang ia peroleh, AI belajar meningkatkan kinerjanya dari waktu ke waktu. Artinya, sistem AI akan terus berkembang dan menjadi lebih pintar dari waktu ke waktu.

4. Pengambil Keputusan yang Obyektif

AI melakukan pemrosesan data secara obyektif tanpa terpengaruh oleh emosi manusia. Dengan metodenya, AI bisa mengurangi kesalahan dan membuat keputusan yang subyektif.

Kekurangan  Kecerdasan Buatan/ AI

1. Ketergantungan pada Data

Perkembangan kecerdasan AI sangat bergantung pada data yang mereka miliki. Jika data yang mereka kumpulkan bias dan tidak representatif, AI bisa menghasilkan data yang tidak akurat dan tidak adil.

2. Keterbatasan Memahami Konteks

AI cenderung memahami konteks secara terbatas. Misalnya dalam memproses bahasa alami, AI mungkin tidak bisa memahami makna yang tersembunyi atau menyerap nuansa dalam percakapan.

3. Keamanan dan Privasi

Kekurangan AI selanjutnya adalah resiko keamanan dan privasi data. Data yang AI kumpulkan rentang terhadap serangan atau penyalahgunaan oleh pihak tidak berwenang.

4. Menggantikan Pekerja Manusia

Tidak bisa dipungkiri, AI sudah menggantikan beberapa jenis pekerjaan manusia. Misalnya saja industri manufaktur dimana robot AI bisa menggantikan fungsi pekerja manusia dalam hal perakitan dan pengemasan.

Kemampuan otomatisasi terhadap tugas- tugas secara cepat dan akurat dapat menggantikan manusia dengan mudah. Di masa depan, pekerjaan sederhana dengan pola berulang bisa digantikan oleh sistem AI yang berdampak pada tingkat pengangguran di masa depan.

Contoh Kecerdasan Buatan/ AI

Kecerdasan buatan sudah banyak diterapkan di berbagai industri. Mulai dari medis, bisnis, pendidikan, hingga dalam kehidupan sehari- hari. Berikut beberapa contoh penerapan AI yang mudah kita temui dalam kehidupan sehari- hari : 

1. Fitur Rekomendasi di E-Commerce

Saat berbelanja di ecommerce dan mengklik sebuah produk, kita sering mendapat penawaran rekomendasi produk serupa. Dengan fitur ini, kita tiba- tiba bisa teringat “Oh iya, cocok nih kalau digabungin” atau “Wah.. kayaknya produk yang di list rekomendasi aja nih.”

Fitur rekomendasi tentu akan sangat melelahkan jika harus diatur secara manual. Terutama karena produk juga mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Namun melalui proses data learning AI, rekomendasi disajikan dengan mudah sesuai konsep data mining di proses konfigurasi.

2. Asisten Virtual

Google Assistant

Familiar dengan Google Assistant, Siri atau Alexa? Ketiganya adalah contoh dari asisten virtual yang bisa berinteraksi dengan penggunanya.

Asisten virtual juga mempunyai berbagai kecerdasan yang sangat membantu pengguna. Mulai dari mencatat kapan ada janji temu dan memberi informasi saat waktu acara yang ditentukan segera tiba.

Selain itu, asisten virtual juga bisa melakukan perintah untuk mengirim pesan membuka aplikasi, memutar musik, dan lain sebagainya. Asisten virtual terus belajar selaras dengan aktivitas pengguna, sehingga asisten virtual bisa mengetahui apa yang pengguna sukai dan apa yang biasa dilakukan.

3. DeepFace Facebook

Contoh Artificial Intelligence dalam Facebook Deepface

Contoh selanjutnya dari kecerdasan buatan -Air adalah penggunaan teknologi DeepFace oleh Facebook. Kecerdasan buatan ini berfungsi mengenali wajah orang di setiap postingan foto. Dengan teknologi ini, kamu tidak perlu lagi menandai seseorang di foto secara manual karena AI bisa memprediksinya.

AI bisa melakukan identifikasi wajah tentunya berdasarkan data dan kebiasan yang pengguna lakukan. Data ini diperoleh saat pengguna menandai foto orang tersebut sebelum, sehingga bisa memberi rekomendasi dengan mudah.


Selain tiga contoh kecerdasan buatan di atas, masih ada banyak lagi penerapan teknologi AI di sekitar kita. Mulai dari fitur kamera smartphone yang memberi rekomendasi setting sesuai keadaan saat itu, hingga AI di bidang otomotif yang memungkinkan mobil berjalan tanpa pengemudi.

Kesimpulan

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) adalah teknologi yang dirancang melalui sistem komputer untuk melakukan tugas serupa manusia dengan meniru kecerdasan mereka. Mulai hari ini dan di masa depan nanti, artificial intelligence akan terus berkembang dengan pesat.

Banyak prediksi menyebut berkembangnya AI akan membuat perbedaan yang signifikan dengan prospek karir di masa depan. Tidak ada yang bisa kita lakukan, selain terus mengikuti perkembangan AI dan terus terlibat agar terupdate.

Dengan mengenali potensi AI dan terupdate, kita akan bisa memanfaatkan teknologi ini dengan baik dan bijaksana.

Mengenal Perbedaan Long-Tail Keyword dan Short-Tail Keyword dalam SEO

Mengenal Perbedaan Long-Tail Keyword dan Short-Tail Keyword dalam SEO

Bicara tentang keyword, kita mengenal istilah long tail keyword dan short tail keyword. Keduanya berbeda tapi punya keterkaitan yang kuat. Agar bisa mengimplementasikannya dengan efektif, penting sekali untuk blogger mengenal dengan baik keduanya.

Dua istilah ini sendiri merujuk pada praktek optimasi SEO On Page. SEO (Search Engine Optimization) merupakan salah satu bagian penting dalam strategi pemasaran digital. Kendati ada trafik berbayar (paid traffic), dengan melakukan optimasi SEO yang tepat, kita bisa menghadirkan banyak trafik organik yang penting untuk pondasi website jangka panjang.

Keyword yang Tepat Berdampak Penting untuk Kesuksesan SEO

Tips memilih keyword untuk dioptimasi

Ada banyak faktor dan komponen yang mempengaruhi kesuksesan optimasi SEO. Salah satu yang terpenting adalah menentukan keyword atau kata kunci yang tepat.

Kata kunci adalah cara mesin pencari dan pelanggan mengidentifikasi penawaran bisnis Anda. Saat ingin mencari sebuah bisnis atau layanan jasa di internet, seseorang akan mengetikkan di kotak pencarian kata kunci yang berkaitan dengan produk yang mereka butuhkan.

Misalnya saat seseorang ingin membeli ‘pompa air’, ia akan mengetik kata ‘pompa air’, atau bisa juga dengan tambahan merek, seperti ‘pompa air shimizu’, ‘pompa air sanyo’, dan seterusnya.

Jika salah menentukan kata kunci, bisa jadi pelanggan yang diperoleh tidak tepat sasaran. Atau bisa juga, karena memilih kompetisi yang terlalu ketat di keyword terpilih sedangkan authority masih minim, hasilnya menjadi semakin tidak maksimal.

Sebaliknya, dengan keyword yang tepat Anda bisa lebih mudah bertemu dengan prospek yang matang untuk penawaran Anda. Konten dan website bisa mendapatkan trafik yang diinginkan melalui penerapan long tail keyword dan short tail keyword yang tepat.

Setidaknya ada dua jenis keyword yang perlu kita ketahui, yaitu short tail keyword dan long tail keyword. Agar mantap mengenali keduanya dengan baik, mari kita definisi dari keduanya dan apa saja perbedaannya.

Apa itu Short Tail Keyword?

Short Tail Keyword adalah kata kunci singkat yang umumnya terdiri dari 1-2 kata. Kata kunci short tail sering disebut sebagai ‘head terms’. Pasalnya, kata- kata ini adalah hal yang spontan terpikirkan saat seseorang mencari sesuatu.

Dengan jumlah kata yang singkat, jenis keyword ini mempunyai tingkat persaingan yang sangat tinggi karena kata kunci ini kurang ‘spesifik’. Kendati begitu, jika berhasil memenangkan kompetisi di kata kunci pendek ini, kita bisa sangat efektif dalam mendatangkan pengunjung ke situs kita.

Beberapa contoh kata kunci pendek alias short tail keyword : 


Dari contoh di atas, kata kunci tersebut merupakan kata kunci yang sangat umum dipakai. Dan karena sangat umum, maka penggunaannya sangat banyak dan tingkat persaingan pasti sangat tinggi. Artinya, jika hanya mengandalkan short tail keyword, akan semakin sulit untuk bersaing di SERP.

Untuk itu, Anda perlu mengkombinasikan short tail ini dengan kata kunci turunan, alias long tail keyword.

Apa itu Long Tail Keyword?

Apa itu Long Tail Keyword & Cara Menggunakannya untuk Trafik SEO

Kebalikannya dari short tail keyword, ada yang namanya long tail keyword. Long tail keyword merupakan jenis keyword yang terdiri lebih dari tiga kata. Keyword yang dibidik lebih panjang, lebih spesifik, lebih tertarget, dan lebih rinci dari sekedar kata umum.

Long tail keyword sering kita sebut dengan nama keyword turunan. Keyword ini mempunyai tingkat kompetisi yang lebih rendah sehingga peluang untuk ditemukan pengguna menjadi lebih besar.

Beberapa contoh kata kunci long tail : 

  • Jasa SEO Profesional Jakarta
  • Jasa SEO Garansi Page One
  • Pompa Steam Portable Termurah


Dari contoh di atas, bisa kita lihat kalau long tail keyword lebih spesifik dan tertarget. Volume keyword dari jenis kata kunci ini tentunya lebih sedikit. Kendati begitu, dengan kompetisi yang lebih rendah kata kunci ini lebih efektif dalam mendatangkan pengunjung ke situs web Anda.

Perbedaan Long Tail Keyword dan Short Tail Keyword

Perbandingan jumlah hasil pencarian short tail vs long tail keyword

Dari pengertian dari long tail dan short tail keyword, kini saatnya merangkum perbedaan antara kedua jenis kata kunci ini.

Ciri- ciri Short Tail Keyword

1. Volumen Pencarian Lebih Tinggi

Karena lebih umum, maka volume short tail keyword lebih tinggi daripada long tail keyword. Pada prinsipnya, semakin singkat kata kunci, maka volume pencariannya semakin tinggi.

Jika berhasil unggul di kata kunci pendek ini, maka peningkatan trafik organik akan sangat terasa.

2. Tingkat Kompetisi Sangat Tinggi

Jangan senang dulu dengan volume yang tinggi. Karena secara bersamaan, hal ini juga selaras dengan tingkat kompetisi yang sangat ketat. Misalnya saat memasukkan kata kunci ‘jasa seo’, maka semua website yang menggunakan jasa SEO pasti akan bersaing di SERP.

Artinya, membutuhkan usaha yang jauh lebih keras agar laman dengan short tail ini berada di posisi teratas. Jika perlu, gunakan iklan berbayar seperti Google AdWords, untuk meningkatkan trafik dan konversi.

3. Kurang Fokus dan Kurang Tertarget

Salah satu kekurangan dari short tail keyword adalah penggunaan yang kurang fokus dan kurang tertarget. Misalnya saja saat seseorang ingin membeli smartphone dan benar- benar hanya mengetikkan kata “smartphone”.

Bayangkan, konten yang tampil akan sangat beragam. Bukan hanya hasil pencarian yang menjual smartphone, tapi juga artikel- artikel dan berita tentang smartphone. Akibatnya, konsumen menjadi terdistraksi dengan hasil yang ia temukan.

Akhirnya ia menunda atau bahkan membatalkan keinginan untuk membeli smartphone. Sangat tidak efektif ya?

4. Biaya Lebih Mahal

Dengan tingkat kompetisi yang tinggi, akan sangat menguras tenaga untuk bersaing di secara organik di jenis kata kunci ini. Untuk mendukung trafik dan konversi, pemilik website perlu menggunakan Google AdWords agar artikelnya bisa masuk ke daftar pencarian teratas.

Selain itu, biaya cenderung lebih mahal untuk penggunaan kata kunci yang sifatnya lebih umum ini.

5. Konversi Lebih Rendah

Dengan tingkat persaingan yang ketat, kata kunci pendek cenderung menghasilkan konversi yang lebih rendah. Jadi meskipun trafik tinggi, hal ini tidak menjamin setiap kunjungan menghasilkan konversi transaksi.

Ciri- Ciri Long Tail Keyword

1. Volume Pencarian Lebih Rendah

Volume pencarian long tail keyword lebih rendah daripada short tail keyword. Seringkali perusahaan merasa kalau ini menjadi kurang menguntungkan untuk mereka. Padahal, saat pengguna mencari info yang lebih spesifik, long tail bisa menghasilkan trafik kunjungan yang efektif.

Selain itu, untuk pebisnis yang menjual produk tertentu, penggunaan kata kunci turunan justru bisa menguntungkan. Konsumen yang secara spesifik mengetahui apa yang mereka butuhkan akan mengetik kata kunci secara spesifik. Dengan begitu, konsumen yang matang cenderung menyukai konten dengan long tail keyword.

2. Tingkat Kompetisi yang Rendah

Seperti yang Panda sebutkan di atas, kata kunci turunan mempunyai tingkat kompetisi yang lebih rendah. Semakin spesifik kata kunci yang digunakan, maka semakin sedikit pebisnis yang menggunakan kata kunci itu.

Dengan begitu, hasil pencarian semakin sedikit dan kompetisi semakin minim. Kemungkinan untuk pelanggan menemukan bisnis Anda menjadi semakin besar.

3. Lebih Fokus dan Lebih Tertarget

Kata kunci yang spesifik akan menghasilkan tingkat fokus yang lebih tinggi dan lebih tertarget. Misalnya saat calon konsumen mengetik ‘kursi jati belanda minimalis’, ia akan diarahkan ke hasil pencarian yang memuat long tail ini.

Dengan penggunaan kata kunci yang spesifik, maka hasilnya pun akan lebih tertarget.

4. Biaya yang Lebih Rendah

Salah satu manfaat dari penggunaan long tail keyword adalah biaya iklan yang lebih rendah. Untuk pencarian yang spesifik tadi, Google AdWords cenderung menetapkan biaya yang lebih murah.

Untuk bisnis dengan skala lebih kecil, tentu akan lebih mudah untuk mengatur pengeluaran dan mengontrol ROAS (Return on Ads Spend).

5. Konversi Lebih Tinggi

Dengan biaya iklan yang lebih terkontrol, penggunaan keyword turunan juga lebih memaksimalkan tingkat konversi di website. Dengan konversi yang lebih tinggi, tentu saja keuntungan perusahaan menjadi lebih optimal.

Berdasarkan informasi di atas, maka perbedaan long tail keyword dan short tail keyword dapat kita kelompokkan seperti berikut ini : 

PerbedaanShort Tail KeywordLong Tail Keyword
Volume PencarianTinggiRendah
Tingkat KompetisiTinggiRendah
FokusRendahTinggi
BiayaTinggiRendah
Tingkat KonversiRendahTinggi

Tips Menentukan Keyword yang Tepat

Long tail keyword dan short tail keyword dapat digunakan secara bersamaan dan saling melengkapi. Untuk penerapannya sendiri, sobat Panda bisa mengawalinya dengan melakukan riset keyword.

Selain itu, ada beberapa tips yang dapat Anda implementasikan untuk menentukan keyword yang tepat untuk konten Anda : 

1. Sesuaikan dengan Produk dan Layanan Brand

Langkah pertama untuk menentukan keyword yang akan digunakan adalah dengan membuatnya relevan. Untuk menjadi relevan, Anda perlu menyesuaikan keyword dengan produk dan layanan brand Anda.

Misalnya jika bisnis Anda menjual ‘kursi jati’, maka Anda bisa menggunakan keyword ini sebagai dasar, alias kata kunci short tail pertama Anda.

2. Riset Kompetitor

Lakukanlah riset kompetitor yang menyeluruh. Dapatkan informasi tentang judul yang digunakan oleh kompetitor, sub judul, keyword yang banyak mereka gunakan dan yang lainnya. Berbekal informasi ini, Anda bisa mendapatkan ide untuk menentukan keyword yang tepat. 

3. Manfaatkan Sub Judul

Jika situs Anda sudah mempunyai sub judul, Anda bisa menggunakan highlight sub judul tersebut sebagai keyword. Dengan praktik ini, Anda bisa membantu situs Anda agar lebih cepat terindeks.

4. Kata Kunci Lokasi

Jika bisnis Anda berada di lokasi tertentu, Anda bisa menargetkan pengguna lokal dengan menambahkan kata kunci lokasi. Misalnya Anda menjual bunga berbasis di kota Jakarta, Anda bisa menambahkan kata kunci ‘toko bunga Jakarta’.

Dengan tips ini, Anda bisa menargetkan pengguna yang secara spesifik menelusuri toko bunga di area kota Jakarta.

5. Kata Kunci Informasional

Seringkali orang yang mencari sebuah produk atau layanan tidak langsung berniat membeli. Mereka mencari informasi lebih lanjut yang membantu mereka untuk mempertimbangkan lebih lanjut.

Untuk jenis audiens ini, Anda perlu membantu mereka mendapatkan informasi lebih lanjut tentang produk. Posisikan diri Anda sebagai pencari produk, kira- kira informasi apa saja yang Anda cari tentang produk? Informasi seperti apa yang membuat Anda yakin dan memutuskan membeli?

List pertanyaan ini dapat Anda gunakan sebagai kata kunci turunan yang efektif. Selanjutnya, buat konten yang menarik dan siapkan CTA (Call to Action) yang mendorong calon pelanggan untuk membuat keputusan pembelian.

Kesimpulan

Dalam SEO, ada beberapa upaya yang bisa kita terapkan agar konten kita menjadi optimal. Salah satu yang utama dan menjadi fondasi adalah penggunaan kata kunci yang efektif.

Penggunaan kata kunci yang substansial akan sangat berdampak dalam menghasilkan lalu lintas dan visibilitas di hasil pencarian. Dalam prakteknya, kita bisa menerapkan long tail dan short tail keyword, atau memadukan keduanya.

Pasalnya, kedua jenis keyword inib berbeda, namun punya keterikatan yang kuat. Dengan menentukan kombinasi kata kunci yang tepat, laman yang kita buat akan menjadi lebih optimal dalam mendatangkan pengunjung.

Semoga bermanfaat!